Featured post

Menganggur Karena Efek Pandemi? Jangan Menyerah, Begini Cara Mendapatkan Pekerjaan

Sharing By Rey - Cara mendapatkan pekerjaan sesungguhnya merupakan hal yang banyak dilakukan orang di zaman sekarang. Karena bu...

Wednesday, May 20, 2020

Ramadan Dan Cerita Menyapih Si Adik

cerita menyapih si kecil

Sharing By Rey - Ramadan ini juga tak terpisahkan oleh cerita menyapih si adik Dayyan, sebuah keajaiban ramadan lainnya dengan segala kemudahan yang Allah berikan.

Secara, si adik sudah berusia 2 tahun 7 bulan, dan saya masih bingung, bagaimana cara menyapihnya.



Berbagai teori sudah saya baca, baik teori parenting, maupun cerita teman-teman lainnya dalam menyapih anaknya, dengan metode yang biasa mereka sebut 'weaning with love'.

Dan berbagai cerita dan saran lucu lainnya yang saya dapatkan, misal memberikan sesuatu di ASInya, agar si kecil nggak mau menyusu lagi.
Seperti, obat yang pahit, hingga minyak telon atau lainnya.

Yang saya, bayanginnya aja udah geli maksimal.
Teringat kembali masa-masa kembali awal menyusui dengan penuh drama, di mana saya mengalami lecet yang bikin saya selalu terpaksa menyusui dengan menggigit kain saking perihnya.

Yup, saya tetap menyusui, dalam kondisi p*ting lecet.
Bayangin aja, kulit kita terkelupas, dan harus menyusui bayi yang sumber kehidupannya dari situ aja.

Mau kayak orang-orang misal dipompa atau lainnya sulit, karena minimnya support, saya tidak tega membebani papinya anak-anak dengan memintanya membelikan alat pompa dan segala tetek bengeknya demi itu.
 
Nggak heran, saya dulu kena baby blues dan berlanjut jadi postpartum depression.

Dan akhirnya saya mengadu ke dokter kandungan saat kontrol, lalu disarankan untuk mengolesi puting dengan madu dan juga diberi resep sebuah salep.
Dan itu nggak nyaman banget tahu nggak sih?


Absen Puasa Sejak Tahun 2017


Tahun ini saya memang berniat kuat untuk bisa puasa, meskipun kondisi saya masih menyusui si adik, dan di akhir-akhir ini dia menyusu dengan lebih keras, seolah semua cairan tubuh terserap olehnya.

weaning with love

Saya selalu auto gemetar selepas menyusui, namun memang niat sudah dikuatkan, dan begitulah, saya nyaris pingsan di awal-awal puasa kemaren.

Banyak yang menganjurkan saya agar tidak puasa dulu, mengingat Allah memudahkan urusan ibadah ibu hamil dan menyusui.
Namun, saya tetap nekat puasa, karena memang saya sudah absen puasa ramadan sejak tahun 2017 lalu.

Di tahun 2017, saya hamil dan memang mengalami masa panjang hyperemesis.
Alhasil sama sekali nggak bisa puasa.

Lalu di tahun 2018, si adik saat itu sedang rutin menyusui, dan memang dia sama sekali nggak mau minum susu formula, kalaupun mau minum, hanya untuk selingan saja.

Kemudian, di tahun 2019, keadaan tidak jauh berbeda, si adik masih berusia setahunan dan masih sangat bergantung pada ASI.
Saya mencoba puasa beberapa hari di tahun lalu, dan berakhir dengan saya gemetar nyaris pingsan, lalu jadi marah-marah terus hahaha.

Demikianlah, saya gagal lagi berpuasa di tahun lalu.
Maka tahun ini saya bertekat, harus bisa berpuasa, must!


Nekat Puasa, Dan Allah Mudahkan Jadi Proses Menyapih


Allah Maha Pengasih, bahkan hanya dengan niat saja, Dia mudahkan semua apa yang saya jalankan.
Siapa sangka? hanya dengan niat puasa yang saya kuatkan, sama sekali nggak ada niat menyapih atau bagaimanapun. Malah ternyata jadi sebuah proses penyapihan si adik dengan nyaris tanpa drama.

Meskipun di hari pertama dan kedua, saya hampir saja ambruk.
Kepala pusing, mata berkunang-kunang, gemetar banget.

Gimana enggak, saya harus berpuasa, dan si adik menangis minta menyusu.
Karena nggak tega saya kasih juga, meskipun saya jadi kelimpungan.

tips agar bisa menyapih si kecil

Saya tulis deh hal tersebut di facebook.
Siapa sangka? 2 hari kemudian sebuah paket berisi kurma datang bersama si bapak paket.
Saya tidak tahu siapa pengirimnya, tapi sepertinya memang teman blogger.
Semoga Allah memberikan banyak keberkahan kepadanya, aamiin.

Dengan kurma tersebut, saya jadi sedikit terbantukan.
Saya konsumsi hingga 5 biji saat sahur, Alhamdulillah ada perubahan, khususnya di tenaga.

Saya lupa di hari keberapa, semua berjalan dengan mulus tanpa drama.
Tiba-tiba saya tersadar, kalau si adik memang sudah tidak drama saat saya sounding kalau mami puasa, nggak kuat kalau sambil mimik 'in adik.

Dia nurut dong, dan tiba-tiba saja, bahkan dalam tidurpun, jika dia terbangun, yang dia lakukan hanya ndusel-ndusel minta peluk, lalu meneruskan tidurnya kembali tanpa drama.

Sebelumnya? boro-boro, yang ada dia bakal ngotot nangis berjam-jam sampai saya sodorin ASI, hahaha.

Oh ya, mungkin juga momen saat kapan hari saya tepar dan nggak tahan nangis berlinang air mata di depan anak-anak.
Hal itu yang bikin si adik jadi mau berhenti menyusu kali ya.

Momen tersebut memang terjadi, saat asam lambung saya naik, dada sakit banget kayak ditusuk jarum, sementara itu menjelang sore, di mana si kakak kudu buka puasa dan si adik belum ganti popoknya yang penuh, apalagi mandi.

Saya nggak kuat lagi, antara menahan sakit dengan sedih bukan kepalang, karena nggak ada yang bisa bantuin, papinya anak-anak cuek saja, dan itu malah bikin saya makin sakit hati dan berakibat makin sakit.

Ah, selalu saja ada banyak hikmah yang Allah berikan dibalik semua rasa sedih, sakit dan semacamnya. Karena itu adalah cobaan, dan Allah selalu kasih hadiah buat hambaNya yang lulus cobaan.


Perjalanan Proses Menyapih Si Adik


Sesungguhnya, sama seperti si kakak (dulu si kakak menyusu juga meski tidak seintens si adik, karena dia memang dibantu sufor), yang sejak usianya setahun sudah saya sounding setiap hari, bahwa nanti di ulang tahunnya yang kedua, dia sudah nggak boleh mik mami, karena udah besar.

Si adikpun demikian.
Sejak usianya setahun, setiap menyusui saya selalu sounding bahwa kelak di usianya yang kedua nanti, dia sudah harus berhenti menyusu.

Tapi entah mungkin karena si adik sama sekali nggak pernah dirayain ulang tahunnya, berbeda dengan si kakak yang selalu kami rayakan sendiri dengan bikinin atau beliin kue ultah.
Jadinya sampai usianya 2 tahun lebih, tidak ada tanda-tanda dia bisa lepas ASI.

Sering saya paksa, yang ada dia nangis lamaaaaaa banget, kuat-kuatan sampai dia diberi ASI baru diam, hahaha.
Mana tangisannya melengking, sungguh bikin telinga auto budek huhuhu.

Saya memang tidak mengikuti saran teman-teman yang katanya ngasih sesuatu di p*ting agar terasa pahit dan anak bakal berhenti menyusu.
Geli aja gitu membayangkan oles-oles benda asing gitu hahaha.

Dan ternyata, jalan penyapihannya bersamaan dengan niat yang kuat untuk menjalankan perintah Allah dengan berpuasa di bulan ramadan ini, Alhamdulillah.


Tantangan Setelah Penyapihan


Lalu, setelah berhasil disapih, apakah semua masalah jadi teratasi?
Tidak juga, hahaha.

tips menyapih si kecil

Seiring dengan lepas ASI, si adik jadi manjaaaa banget masha Allah.
Nempeeell melulu kayak prangko.
Saya sampai kesulitan untuk bisa bekerja dengan fokus.

Kalau sebelumnya saya terbungkuk-bungkuk mengetik update blog sambil menyusui si adik, sekarang saya nyaris tidak bisa mengetik, saking si adik bakalan naik ke atas pangkuan saya, lalu meraih wajah saya untuk dicium-cium dan minta dipeluk.

Atuh maahh, mamak meleleh sih, tapi kerjaan auto tersendat hahaha.
Jangan heran deh saya ketinggalan jauh dalam balas komen dan blog walking ke blog teman-teman, huhuhu.

Bukan itu saja, kalau sebelumnya ngelonin si adik sebelum tidur dengan cara dikasih ASI sampai dia tertidur.
Sekarang keloninnya kudu digendong dong, sambil disenandungkan pelan-pelan sampai dia tertidur pulas.

Kalau belum tidur pulas, dia bakalan nangis kalau saya taruh di kasur.
Dan lengan mamak kayaknya bakalan auto gempal lagi nih, hahaha.

Namun kelebihannya adalah, saya nggak tahu apa ini efek dia lepas ASI, tapi selera makannya akhir-akhir ini menjadi lebih baik, dan mau makan makanan apa saja, termasuk sayur.

Ah semoga semuanya selalu membaik.
Bersama dengan banyak banget keajaiban ramadan tahun ini yang saya rasakan.
Alhamdulillah.

Kalau temans, punya cerita apa nih dalam proses menyapih si kecil?
Share yuk :)


Sidoarjo, 20 Mei 2020

Reyne Raea untuk #RabuParenting

Sumber : Pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

21 comments:

  1. Si adek dayyan sama kayak anak wedokku sekarang ni kak rey, lagi dalam tahap gelendotan emaknye mulu xixixi, kadang jeleus juga kalau aku pegang adeknya...apalagi pegang hp. Orang maknya pegang hp buat ngecek notif bentar aja pun langsung ngrangkul atau ngusek-ngusek maknya, pokoknya ga mau diduain ama hp, hahhaha jadilah sama juga, agak terlambat juga aku perkara beredar atau balasin komen di blog:D. Nunggunya itu pas selaaaw banget, yaitu pas keduanya lagi bubuk

    Memang ya, perjuangan ibu menyusui amat sangat double2 dan berdarah2...keinget aku yang hamil-nyusuin-hamil-nyusuin berturut2, walaupun ga berhasil 100 persen sampai 2 tahun sih...hiks hiks

    soalnya ketemu ramadhan semua pas anak pertama hamilnya hyperemesis jadi ga puasa 30 hari. Tahun berikutnya masi ngambil keringanan karena kakak masi nyusu n tetiba hamil si adik, jadi lagi2 ga puasa karena ga kuat. Tahun berikutnya lagi2 masih ada agenda nyusuin si adek, huahhaha, jadilah begitu si adek udah ga bayi2 banget n diselingi makanan pendamping asi juga tambahan susu formula, tahun ini aku sempet maraton ngejer utang puasa

    Dan yak emang bener banget perkara nen#nin bayik yang penuh dengan berdarah2 dan perjuangan air mata, soalnya anak semua pada ga bisa nen langsung karena bingung puting, walhasil usaha terakhir pas awal2 itu dipompa dan menstabilkan emosi biar kebawa happy trus

    Tapi karena ada suatu kondisi yang tetiba asi uda seret banget, alhasil tersapihkan dengan sendirinya pas hamil si adek, dan masi nen in si kakak, ya begitulah memang kadang2 penuh deramah ahahha

    Alhamdulilah ya, akhirnya adik Dayyan bisa latihan ga mimi lagi.
    Walaupun sekarang gantian masa-masa kruntelan, wekekek..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, ya Allah kebayang saya gimana dirimu.
      Saya anak 2 tapi satunya udah mandiri sedikit, meski keganti dengan kudu merhatiin sholatnya, wudhunya, tugas sekolahnya daaann lain sebagainya aja udah lumayan rempong, apalagi kalau keduanya belum mandiri.

      Bayangin, baru aja duduk, yang satunya pup, gantiin popok, bersihin.
      Selesai satu, satunya minta main, terus satunya minta makan bahahahaha.

      Sungguh nggak sanggup juga diriku puasa kalau gitu :D

      Iyaaa, masa menyusui lewat, welkam baju-baju kesayangan yang bukan busui friendly, tapi masa kruntelan jadi nambah hahahaha

      Delete
  2. Jadi teringat kakak iparku yang dulu susah banget pengen menyapih anaknya yang pertama. Kalau anak kedua kakak iparku itu minum susu formula. Jadi seorang ibu memang memiliki cerita yang tak terduga ya, Mbak.

    ReplyDelete
  3. Sekarang sudah disapih ya adiknya mbak. Kalo habis disapih memang katanya jadi doyan makan karena kalo masih menyusu kan ada air susu dan itu bikin kenyang. Jadinya pasti malas makan, lha perut masih kenyang kok disuruh makan.

    Sama seperti anak saya, masih rajin minum susu bendera jadinya makannya kurang banyak. Jadi emaknya kadang kucing kucingan bahkan kadang jadi macan biar anaknya mau makan.😂

    Eh, tapi kalo jajan mah tetap saja banyak, makan nasinya itu yang kurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha tapi memang bikin stres loh akalu anak nggak mau makan itu. untunglah saat ini anak-anak pada doyan makan, Alhamdulillah :D

      Delete
  4. 😂 Cerita kita sama banget mba rey, hanya saja saya masih ada dua yang gelendotan 😂

    Tapi si bontot ini bulan depan udah mo 3 taon, disapihnya gagal terus, meskipun sempet beberapa hari saya pakein daun brotowali, besok2nya balik lagi, soalnya setok daunnya di pot punya tetangga udah habis, karena saya petikkin terus 😂

    Emang susah kalo masih ASI tapi harus puasa, kemaren juga pernya nyoba puasa. Awalnya saya gak inget, kalo asam lambung dan maag saya bakal kumat setiap saya puasa, alhasil kemaren itu, langsung ngedrop tepar berapa hari. Mo ke dokter gak bisa, rumah sakitnya di karantina 😂, manalagi harus ngurusin 2 balita, masya allah sedep bener.

    Kalo kk nya si bontot cepet banget disapihnya mba, hanya seminggu (saat itu masih tandem nursing). Tapi melalui jalan yang memilukan, karena si bontot harus di operasi di rumah sakit, alhasil Si Tengah terpaksa seminggu sama bapaknya di rumah, pas pulang-pulang dari rumah sakit si doi udah gak peduli lagi sama emaknya 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku waktu ngga salah nyapih anak itu dikasih jamu dioleskan sama ke kyai. Alhamdulillah seminggu juga udah mau, apalagi waktu nyapih juga dikasih susu formula.😊

      Delete
    2. hehehe jadi memang kadang menyapih itu sebenarnya konsistensi ya Mba, kayak si sulung yang terbiasa nggak nyusu agak lama, jadinya ya lepas ya :D
      Anak saya juga gitu, karena sounding dan saya nolak gitu hahaha

      Delete
  5. Hmmmm...menyapih ya.ketiga anak saya alhamdulillah ASI ampe 2 thn.walau ada diselingi ama susu2 hahaha.terutama setellah 1 thn keatas. tapi tetap aja agak susah menyapih
    cuman ketiganya saya sapih pas 2 thn, jd seminggu sebelumnya dah sy persiapkan.nah, saya pakai cara tradisional wkwk..saya kasih odol, jd pas mau minum asi pd kepedesan bentar haha..hbs tu mereka gak asi lagi hahaha. kalau yang bungus, kala nggak salah pakai obat merah jd dia takuttt...hahahaha. tradisional bgt yaak caranya.tp ampuh wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah saya salut dong sama yang pakai cara tradisional, saya ogah, takut nyeri juga :D
      Mama saya dulu nyapih adik saya, dikasih chloroquin, pahiiitt hahahah

      Delete
  6. Proses menyapih anak memang beda-beda ya mba :D ada yang penuh perjuangan, dan ada yang juga yang lancar tanpa hambatan ~ :> uniknya mba Rey bisa menyapih si adik tanpa sengaja karena berniat ingin puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Jadi sepertinya karena niat tersebut akhirnya mba dipermudah untuk menyapih si adik (serta diluar dugaan yang mba kira akan sangat sulit) :D ehehehehe.

    Selamat adik, sudah berhasil wisuda dari ASI, semoga semakin lahap makan masakan mommy dan semakin syuka makan sayur mayur :3 tumbuh sehat ya ~ :D<3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi Alhamdulillah say, selalu ada cerita penuh hikmah dibalik semua tantangan yang ada :)

      Delete
  7. Benar sekali. Bila kita niat puasa pasti Allah membantu kita dalam setiap perbuatan kita. Semoga dipermudahkan segala urusan kakak. Aaminn

    ReplyDelete
  8. semoga kalau udah nggak ngerengek minta asi lagi, makannya jadi lebih lahap, biar cepet gede hehehe
    selama ini aku dengerin cerita temen temen aku soal menyapih ini, ya kadang memang nggak tega juga si ibu. mungkin perlu waktu juga untuk si anak biar terbiasa lepas pelan pelan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang masih minta sih, tapi sebatas minta biasa, saya sounding dia senyum-senyum terus udah hihihi

      Delete
  9. Saya dalam proses menyapih, Mba. Beberapa bulan lagi anak saya udah 2 tahun. Saya baca ini sampai tuntas dan menghayati banget, hehehe. Saya masih belajar dari banyak sumber dan pengalaman teman2.

    Sama, Mba, tahun kemarin saya mencoba puasa tapi cuma beberapa hari saja. Tahun ini alhamdulillah bisa. Cuma produksi ASI pasti berkurang jadi anak saya kasih susu UHT. Baru kali ini anak saya minum susu selain ASI. Alhamdulillah, doyan.

    Saya masih berjuang dan belajar WWL pelan2. Semoga anak saya bisa disapih kayak anaknya Mba Rey, nggak banyak drama. Hehe. Makasih, Mba Rey, untuk sharingnya.:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaaattt, jujur saya agak bingung dan pesimis masalah menyapih ini, beneran sama sekali nggak terduga bisa menyapih tanpa drama, tanpa direncanakan, tanpa usaha yang aneh-aneh pula.
      Pokoknya semuanya berjalan alami aja :D
      Alhamdulillah banget :D

      Delete
  10. Keenan gampang banget dulu mbak disapihnya. Cukup diiming-imingin kue, dia langsung berhenti nyusu maknya -___-'. Tapi sebagai gantinya dia nyusu di botol yang banyaknya bukan main kalo minum susu. Makannya badannya gempal gitu. Gantian bapaknya yang pusing karena setiap bulan harus siap sedia susu berkotak-kotak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, sama kayak anak pertama saya tuh, dia gampang berhenti nyusu, tapi memang masih suka ngedot sampai usia 4 tahunan :D

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Assalamu'alaikum :)

Selamat datang di blog personal Reyne Raea