Friday, January 23, 2015

Membayar Pajak Tahunan Sepeda Motor di Samsat Manyar, Ribetkah??

Tahun ini saya belajar jadi wanita mandiri dengan mengerjakan segala sesuatu sendiri (aslinya sih karena gak ada yang bisa dimintain tolong, hahaha).
Dan karena pajak tahunan motor saya telah jatuh tempo di bulan Desember kemaren, jadinya saya waswas jika nantinya ketahuan bapak polisi di jalan.
Beruntung tahun ini pemerintah daerah Jatim memberlakukan pemutihan, eh apa ya namanya... kemudahan melakukan pembayaran pajak serta mutasi kendaraan.
Dan saya menikmati keuntungan dengan di bebaskan dari denda keterlambatan membayar pajak tersebut.

Kemaren sih, saya dan anak saya, #Darrell mendatangi samsat corner yang berada di lantai dasar Royal Plaza, selain lebih dekat dari tempat tinggal saya, pun tempatnya lebih nyaman karena berada di dalam mall.
Dan memang seperti itu adanya, saya sampai ke samsat corner tersebut pukul 12.30, dan suasananya sepi. Saya langsung di sambut dengan ramah oleh petugasnya dan meminta KTP dan STNK asli.
Setelah di check, ternyata ada pemblokiran dari Samsat tempat saya terdaftar yaitu Samsat Manyar, karena sudah lewat jatuh temponya. Dan saya hanya bisa mengurusnya langsung ke kantor Samsat Manyar.

Dengan sedikit kecewa saya pun pulang, gak berani langsung ke Samsat Manyar karena kata petugas di Samsat Corner tersebut tutupnya biasanya pukul 14.00.

Jadinya keesokan pagi tadi eh siang ding, setelah dengan penuh perjuangan membangunkan dan memandikan anak saya yang sukanya molor bangun siang, berangkatlah kami sekitar pukul 10.30 dari rumah.
Setelah melewati beberapa titik kemacetan plus bermandikan terik matahari, sampailah kami di kantor Samsat Manyar Kertoarjo sekitar pukul 11.30.

Agak was-was takut petugasnya sedang istrahat dan kami harus menunggu lama.
Setibanya di depan kantor tersebut saya tertegun sejenak, kebingungan ingin mencoba sistem drive thru. Untungnya di depan kantornya sudah ada tulisan keterangan drive thru untuk roda dua atau empat, saya lalu melewati jalur roda dua di sebelah kiri lalu kemudian berhenti di loket pertama.
Setelah menyapa, si petugas yang seorang bapak yang lumayan ramah, saya dimintai STNK dan KTP asli. Saya lalu menyerahkannya dan di periksa sejenak lalu dikembalikan dan di minta ke loket selanjutnya untuk membayarnya.

Dengan tetap mengendarai motor saya lalu mendekati loket pembayaran. Saya di sambut oleh seorang ibu2 yang lumayan ramah, beliau meminta STNK dan KTP asli saya lalu mengeceknya sejenak.
Setelah itu beliau mengembalikannya pada saya dan meminta saya membayarnya melalui loket nomor 16, dan sepeda motor saya boleh di parkir di situ saja
Saya yang polos langsung mengikutinya, setelah parkir dan sedikit kebingungan saya masuk ke dalam perkantoran tersebut dan mencari loket tersebut, seorang bapak2 sempat menyarankan saya meminta formulir dulu di loket 2, namun saya tetap mengikuti petunjuk ibu dari loket pembayaran Drive Thru dan mendatangi loket 16 tersebut.

Hasilnya di loket tersebut saya mendapatkan omelan dari petugasnya yang memang berwajah sedikit jutek, mungkin beliau sedikit kecapekan melayani para customer yang memang penuh dengan berbagai masalah, ada yang gak bawah formulir kayak saya :D, ada yang bawa formulir tapi gak di isi dll..
Kalau saya sih cuman ngikutin petunjuk ibu di loket pembayaran drive thru ya pak.. #Alesan :D

Lucky me, antrian di loketnya gak banyak :)

Thursday, January 22, 2015

Saya Pun Merasakan Imbas Dari Tragedi Air Asia QZ8501 (Petualangan BauBau-Makassar-Surabaya menjadi Bau-Bau-Kendari-Makassar-Surabaya)

Assalamu alaikum...

Hai hai semuanya, 2 bulan absen posting, rasanya kangen banget.....
Bukan karena malas sih, tapi karena emang sebulan lebih saya mudik ke tempat orang tua saya, di Buton - Sulawesi Tenggara.
Di sana saya jadi fakir koneksi internet deh, dan akhirnya jarang bisa berselancar bertemu teman - teman dumay, termasuk menulis di sini..

Banyak hal sih yang ingin saya bagikan tentang pengalaman saya selama di sana.
Tapi saat ini saya akan mulai menceritakan hal yang memang masih ramai di bicarakan orang, meskipun sudah nyaris sebulan berlalu.

Yup, tragedi pesawat Air Asia QZ8501.