Monday, December 01, 2014

MEROKOK TIDAK MEMBUNUHMU...............TAPI KEHIDUPANMU!

Alkisah ada seorang gadis yang jatuh cinta pada seorang pemuda perokok.
Mereka lalu menjalani masa pacaran dengan waktu yang sangat panjang...
Segala kisah mereka lewati, dari suka, sedih, bahagia, pertengkaran yang akhirnya berujung pada kebersamaan mereka lagi.

Mereka tidak pernah bisa berpisah, mungkin karena chemistry yang secara tidak sengaja telah melekat pada mereka selama masa kebersamaan mereka.

Sebenarnya si gadis tersebut tidak menyukai orang perokok, karena ayahnya perokok berat dan dia menghabiskan masa kecilnya dengan menahan migren karena bau rokok ayahnya.
Beruntung ayahnya seorang yang sadar diri, beliau punya selalu menjaga kebersihan dirinya agar bau rokoknya tidak terlalu menyengat.

Selang waktu berlalu, si gadis mulai mempermasalahkan hubungan mereka yang telah berjalan bertahun - tahun tanpa ada arah yang jelas (mau di baaawaa kemanaaaa hubungan iniii #NyanyiArmada :D )
Selain itu kebiasaan si pemuda yang suka merokok juga menjadi masalah terbesar dalam hubungan mereka.

Semakin lama semakin sering mereka bertengkar masalah rokok, hingga akhirnya si gadis memberikan pilihan tegas.
"Kamu mau pilih aku atau rokok? kalau kamu tetap merokok, silahkan lepaskan aku"
 Karena memang berat melepas si gadis, sang pemuda itu sambil menangis memeluk si gadis dan berjanji bahkan bersumpah tidak akan merokok lagi.

Waktu terus berlalu,  setelah masalah rokok hilang dari hubungan mereka, akhirnya mereka bisa upgrade hubungan mereka ke jenjang yang sah, yaitu menikah.
Sang gadis sangat bahagia, karena bisa menikah dengan pemuda yang telah banyak berubah demi dia, khususnya dalam hal merokok..

Tuesday, November 18, 2014

Setuju Atau Gak Setuju, BBM Naik !!

Karena jarang melihat berita di TV, semalam kami kurang ngeh saat melewati POM Bensin di dekat tempat kami yang begitu ramai oleh antrian kendaraan.
Setelah sampai rumah, kami lalu menyalakan TV dan terjawablah penyebabnya.
Ternyata, bapak presiden kita Joko Widodo atau yang biasa di sapa JOKOWI telah mengumumkan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis Premium dan Solar per tanggal 18 November 2014 berlaku sejak pukul 00.00 WIB

Harga kenaikannya gak tanggung - tanggung, Rp. 2.000 perliter, premium yang sebelumnya Rp. 6.500 perliter menjadi Rp. 8.500 perliter dan solar yang sebelumnya Rp. 5.500 perliter, menjadi Rp. 7.500 perliter.

Sedih sih pastinya, mengingat sebelum BBM naik, saat masih terdengar desas desusnya saja, harga beberapa bahan pokok sudah naik duluan, dan pastinya setelah BBM benar - benar naik harga tersebut akan naik lagi, hiks..

Sebagai IRT dengan penghasilan suami yang Alhamdulillah masih dalam proses menuju kesuksesan, aamiin... :) , kenaikan BBM jadi masalah juga di pikiran, gimana gak? pastinya hal tersebut akan membuat harga bahan pokok lainnya naik dan akan berimbas pada anggaran pengeluaran RT kami #Cieeehhh... :D

Akhirnya, semalam saya dan #papidady, eh banyakan saya sih... menghabiskan waktu selama 30 menit untuk ngomel sendiri masalah tersebut, saya ngomel karena sedih mikirin anggaran belanja dan papidady ngomel karena belum sempat isi BBM yang kebetulan udah habis #GakNyambung :D

Monday, November 17, 2014

Memilih Usaha / Bisnis MLM dan Mengenal Perbedaan Keuntungan dan Kerugiannya

MLM atau Multi Level Marketing...
Seperti kebanyakan orang, saya juga eneg ama MLM, eneg karena satu kenyataan yaitu : "ENAKAN ORANG YANG DAFTAR DULUAN DONG...!!!"

Gak bisa di pungkiri, yang namanya MLM itu pastinya gak lepas dari yang namanya upline dan downline... Kalo jadi upline sih enak, kalo downline yang eneg, hahahaha...

Sunday, November 16, 2014

Alhamdulillah, Kami Akhirnya Move Back!

Hari ini seminggu sudah kami berada di tempat baru, tempat yang Alhamdulillah saya suka, si #Darrell suka dan #Papidady juga suka...
InshAllah barokah, aamiin.... :)

Alhamdulillah.....
Dengan berbagai perjuangan, ketegangan dan air mata, akhirnya kami bisa juga berada di tempat ini, sungguh saya merasa sangat di cintai oleh Allah dengan segala perjalanan yang telah kami tempuh..
Alhamdulillah.....

Kali ini saya ingin bercerita tentang rempongnya kepindahan kami ke tempat baru ini, sebuah tempat yang berlokasi dekat dengan Surabaya, kota favorit saya :)

Seminggu sebelum kami pindah, saya sudah mulai packing semua barang2 kami, di luar dugaan, eh sebenarnya sih sudah sesuai dugaan :D . Barang-barang kami ternyata banyak banget.

Sejak hari Jumat, 07 November 14, papidady sudah mulai memikirkan dan mencari kendaraan apa yang tepat untuk mengangkut semua barang kami ke tempat baru. Dapat info dari temannya, katanya ada truck yang bisa di gunakan, biayanya cuman 500ribu belum termasuk kuli angkutnya.
Kami masih belum bisa memutuskan karena merasa biayanya masih terlalu mahal, kami gak sadar, ternyata barang kami banyak banget...

Sabtu 08 November 2014, kami mulai packing terakhir dan ternyata menghabiskan waktu hampir seharian juga, setelah semua di packing, barang2nya kami kumpulkan di sebuah ruangan, dan kami pun shock melihat betapa banyaknya barang yang harus di bawa.
Itupun gak semua kami ambil, ada banyak yang terpaksa kami tinggalkan, karena kami merasa gak terlalu membutuhkannya.

Friday, October 31, 2014

Catatan Akhir Bulan

Jiaahhh, kayak judul film ya? eh kalo film judulnya "Catatan Akhir Sekolah" ding :)

Lagi pengen nulis curhatan nih, gegaranya abis baca sebuah kalimat di sebuah blog teman yang mengatakan : "Menulislah, dengan itu kamu akan mengenal siapa dirimu".
Tiba - tiba selera menulis datang lagi, meskipun baru aja nulis judulnya, si bocilku udah terbangun dan minta susu botol, yaaahhh... alamat nulisnya gak konsen nih.
Tapi biarlah, saya coba saja, biar tau gimana sih tulisan saya di saat sedang gak konsen karena celoteh dan permintaan anak :)

Thursday, October 30, 2014

Teruntuk Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Wanita Kebanggaan Saya

Beberapa hari ini sedang booming masalah Menteri wanita kabinet Jokowi - JK yang begitu fenomenal karena gayanya yang ceplas ceplos, suka merokok bahkan punya tato di badannya (yang tatoan ini entah benar entah salah), bahkan di twitter juga heboh dengan kebiasaan beliau yang gak suka memakai BRA (yang ini saya juga bingung, mereka taunya dari mana? :D), di tambah lagi beliau tidak tamat SMA (baru tau kalau pejabat gak perlu pake ijazah, dulunya saya pikir malah minimal S1).

Jujur saja, kebahagiaan saya saat menyaksikan beberapa wanita terpilih jadi Menteri pada beberapa hari yang lalu seketika hilang.

Yang bener saja.... Pendidikannya mungkin masih bisa di terima mengingat pengalaman beliau selama ini.
Namun plisss deehh... MEROKOK?
TIDAAAKKK......!!! :'(

Thursday, October 16, 2014

Mengerti Cara Bersyukur Dari Uang Rp. 10,000


Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya.
Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.
Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah.
Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya.
Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.
Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Lirik Lagu First Love By Utada Hikaru Plus Indonesian Translation

Saya paling suka bernyanyi, eehhh... bersenandung sih, eemmmm... gak sih, nyanyi :D
Pastinya di rumah aja, atau di ruangan khusus karaokean, gak punya keberanian memperdengarkan suara 'emas' yang nyamuk pun lari jika mendengarnya, wakakakkaka :D

Pas lagi googling2, ketemu deh lirik salah satu lagu favorit saya, dan ternyata artinya menyentuh banget nih... :D
Dapatnya dari sini

Okeeee... mari kita simak :



UTADA HIKARU - FIRST LOVE



Saigou no KISU wa
TABAKO no flavor ga shita
NIGAkute setsunai kaori
― Ciuman terakhir kita
― Terasa seperti rokok
― Sedikit berbau pahit dan menyakitkan

Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni iru n darou
Dare wo omotterun darou
― Pada saat ini besok,
― Aku ingin tahu dimana kau berada?
― Aku ingin tahu siapa yang kau pikirkan?

Tuesday, October 07, 2014

Bisnis MLM, menambah teman atau memutuskan hubungan pertemanan?

Saya suka banget membaca.
Dulu waktu masih SD, semua buku,  baik buku pelajaran maupun buku cerita semua habis saya baca...
Seiring waktu kegemaran membaca saya menjadi terbatas, sekarang hanya suka membaca kisah - kisah nyata atau hal - hal yang membuat saya penasaran.

Friday, September 19, 2014

Bisnis MLM, Untung Atau Buntung?

Hari ini saya menghabiskan berjam - jam untuk membaca artikel serta komen - komen di dalamnya.
Ini nih yang bikin saya gak bisa fokus ke TDL, sukanya tergoda ama hal - hal lain, untungnya sih hal lain tersebut adalah ilmu, bukan keluyuran di online shop dan menghabiskan uang suami, wekekekekek :D

Gara2 'keluyuran" tersebut saya bertemu dengan blog yang fenomenal ini

Wednesday, August 20, 2014

Lima Tahun Lalu, Kini dan Mendatang

***Lima Tahun Yang Lalu....

Tahun 2009, saat itu saya berusia 27 tahun..

Saya masih single sampai bulan Agustus :)
Menjalani rutinitas Senin - Sabtu dengan siang ngantor...
Dan malam kalo gak lembur ya keluyuran ama kakak pacar muterin Surabaya sampe hafal hampir semua daerah di kota tersebut :D
Atau keluyuran ama temen kos, ke mall ngabisin duit beli baju murah dan lucu di outlet - outlet yang sekali pakai buang karena pas dicuci jadi molor atau sobek, :D
Atau 'nabung' di tempat family karaoke untuk teriak2 bernada :D atau bioskop untuk mengkritik film, hahahaha :D
Atau 'investasi' di warnet selama berjam - jam hanya untuk browsing2 gak jelas :D

Monday, August 18, 2014

Jualan di Online Shop Itu Emang Rempong (Berdasarkan Pengalaman Sendiri)

Assalamu'alaikum :)

Hasil keluyuran di beranda Facebook tetangga beberapa malam yang lalu, bertemulah saya dengan kisah ribet sang pemilik Online Shop.

Jadi ceritanya si empunya online shop ini sepertinya jadi reseller juga, trus jualan baju deh, gak tau kenapa.. tiba2 berantem ama teman dekatnya masalah pembayaran.
Sadis pula berantemnya, pake upload screenshoot percakapan di FB #Hadeh :(

Thursday, July 17, 2014

Kisah Sedih Dari Sudut Sekolah si #Darrell

Pagi tadi saya sedikit rajin, jadi nganterin dan nungguin anak saya di sekolahnya.
Sebenarnya sih kurang begitu suka nongkrong kelamaan di sekolahnya, tapi karena udah kewajiban ya udah dijalanin aja.
Kenapa sih saya gak suka nongkrong di sekolah? karena di sekolah tuh banyak banget ibu2 lain..
Saya cuman gak mau aja terbebani dengan beban karena mengetahui aib orang lain, hihihi...
Ya seperti yang diketahui, kalau kebanyakan (kebanyakan loh ya, bukan berarti semuanya :D) ibu2 kalau udah ngumpul, susaaaahhh banget nahan mulut untuk gak bicarain orang lain, hehehehe....

Syukurlah, karena emang lagi bulan puasa, yang masuk cuman sedikit, dan pastinya buibu yang nganter juga cuman dikit.
Tapi sedikit - dikitnya ibu-ibu, tetep juga akhirnya terlibat pembicaraan dengan seorang ibu teman sekolah si #Darrell :D
Sambil nongkrong di sudut sekolah si #Darrell, kami mulai terlibat ngobrol ngalur ngidul, dan sampai jugalah pada tahap menceritakan tetangga rumahnya, hhhhh.....
Ya sudahlah mari kita dengarkan dan ambil hikmahnya :D

Ibu tersebut bercerita, bahwa dia punya seorang tetangga, ibu yang cantiiiikkkk banget, berasal dari luar pulau Jawa.
Ibu cantik tersebut benar - benar wanita yang sangat sempurna (selain tubuhnya yang mulai melar karena udah punya anak 3 orang, yaelaahhh... skip aja deh :D)
udah cantik, putih, berhijab, sabar, lemah lembut, keibuan dll. Seorang istri sholeha, ibu yang baik bagi anak2nya, IRT yang begitu bahagia.
Suaminya seorang polisi, anak - anaknya cantik dan tampan serta lucu2 (masih balita sih).
Kehidupannya sudah terbilang berkecukupan dan sempurna baginya..
Punya suami yang berpenghasilan tetap dan begitu sayang padanya, rumah yang lumayan nyaman, kendaraan yang juga lumayan nyaman, anak - anak yang sehat dan lucu.

Pokoknya sempurnalah bagi pandangan banyak ibu - ibu tetangga zaman sekarang :D

Sayangnya keadaan tersebut gak bertahan lama, kehidupan 'sempurna'nya berubah 180 derajat saat suaminya pergi meninggalkan dia untuk selamanya :'(

Karena ibu cantik tersebut gak punya penghasilan, akhirnya satu persatu harta yang dimiliki di jual, itupun dia harus berjuang melawan perkataan sinis dari mertua dan keluarga suaminya yang seolah - olah menyalahkan dia atas kepergian suaminya.
Sampai akhirnya, karena sudah gak mampu menopang beban sedih serta biaya hidup keluarga sendiri, si ibu cantik tersebut akhirnya menjual semua rumah dan harta yang tersisa, lalu pulang ke rumah ortunya sambil membawa anak-anak balitanya yang lucu2, hiks...

Jadi sedih dengar ceritanya...
Saya jadi ikut merasain apa yang dirasakan ibu cantik yang sholeha tersebut, pastinya sedih banget...
Sendirian di daerah orang, keluarga yang seharusnya menghibur dan membantunya malah membuatnya semakin sedih..
Jadi teringat bunda Pipik istri Almarhum Uje..., tapi beliau mah masih mending, masih punya pegangan penghasilan... :(

Kisah di atas sebenarnya salah satu hal yang membuat saya selalu galau kalau gak mandiri, dalam hal ini adalah kemandirian dalam hal financial...
Karena gak ada yang abadi di dunia ini, tidak juga suami, orang tua, dll....
Semoga ibu cantik nan sholeha tersebut selalu berada dalam lindungan Allah, dan diberikan jalan yang mudah untuk dapat membesarkan dan menyekolahkan anak - anaknya, aamiin....

Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, agar bangkit menjadi istri sholeha yang lebih produktif.
Menjadi ibu rumah tangga memang pekerjaan yang paling mulia di dunia ini, namun menjadi ibu rumah tangga yang bisa lebih produktif itu jauh lebih baik..
Insya Allah... :)

Monday, June 30, 2014

Menutup Juni Dengan Sejuta Alhamdulillah

Agak lama nulis di blog ini, jadi sedikit kangen :D
Mungkin karena saya sekarang lebih fokus ke fanpage dan akun facebook saja.

Alhamdulillah....
Menutup Juni 2014 dengan penuh kebahagiaan.
Senyum dan syukur melihat foto - foto amanah saya berseliweran di timeline..
dan lebih senyum lagi melihat foto yang ini...
tadaaa..... :D

Tuesday, June 10, 2014

Review Bebek Tera' Bulan



Tulisan ini udah lama saya buat namun belum sempat di posting ke blog :)
Saya termasuk orang yang mudah tertarik oleh iklan, terutama iklan makanan...
Saya mudah sekali terprovokasi jika mendengar testimoni orang mengenai makanan enak. Dan itulah yang terjadi pada saya hari Minggu 04 Mei 2014 lalu.

Friday, May 16, 2014

KisahKu ... 2,5 Bulan Berjuang #Alhamdulillah

Tidak terasa sudah 2 minggu gak pernah nulis di sini lagi..
Alhamdulillah, di bulan Mei sudah banyak amanah yang ikutan bergabung bersama kami..
Dan Alhamdulillah, hingga hari ini, setelah 2,5 bulan saya bergabung dengan para pejuang mimpi, saya sudah mempunyai team sebanyak 29 orang..
#Alhamdulillah :')

Wednesday, April 30, 2014

Ingin Bercerai? Baca Ini...

Kisah ini sudah pernah saya baca, tapi entah mengapa setiap membacanya lagi airmata selalu menetes :')


Rani akhirnya menikah dengan Adit.

Pada pesta pernikahan, ibu Rani memberinya sebuah buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rp. 250,000.

Dia berkata, “Rani, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu.
Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya.
Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya.
Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar.
Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini. Lakukan selanjutnya bersama Adit.
Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya
kehidupan pernikahan yang kamu miliki.”

Rani memberitahukan hal ini kepada Adit setelah pesta usai.
Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu.

Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
- 7 Feb : Rp. 50,000 , perayaan ultah pertama untuk Adit setelah menikah.
- 1 Maret : Rp. 75,000 , gaji Rani naik
- 20 Maret : Rp. 100,000 , berlibur ke Bali
- 15 April : Rp. 500,000 , Rani hamil
- 1 Juni : Rp. 1,000,000 , Adit promosikan … dan seterusnya …

Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele.
Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia … tidak ada lagi cinta … sesuatu yang sangat tipikal di masa ini.

Suatu hari Rani berkata pada ibunya, “Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi. Kami setuju untuk bercerai.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !”

Ibunya menjawab, “Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan.
Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini.
Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian?
Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis.
Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk.”

Rani berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu.
Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya.
Dia melihat, melihat, dan melihat. Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya.
Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang.

Ketika sampai di rumah, Rani memberikan buku tabungan itu pada Adit, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai.

Hari esoknya, Adit mengembalikan buku tabungan itu pada Rani.
Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rp. 5.000.000 dengan catatan di dalam buku tabungan:
‘Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati.
Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku.”

Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula.

Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun?
Saya tidak bertanya pada mereka. Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah
mereka berhasil melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.

* * * * * “Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. “

= Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =

Reyne Raea
087855190482
PIN BB 75CE717F

Tuesday, April 29, 2014

Mengatasi Batuk Pada Anak Dengan Home Treatment ala Mona Ratuliu

Tulisan ini saya kutip dari blog bunda Mona Ratuliu di www.monaratuliu.com

Baru tau belakangan ini dari milis sehat, Setelah gabung 2 tahun lalu (kirim email kosong aja ke sehat-subscribe@yahoogroups.com)... Kalo batuk itu gara2 virus. Dan semua penyakit gara2 virus ini bisa sembuh sendiri tanpa obat. Pernah gak pas anak batuk atau pilek terus dikasih antibiotik? Nah, ternyata oh ternyaaataaaaaa.... antibiotik itu ternyata buat mematikan bakteri lho, nggak bisa untuk mematikan virus. Jadi pas anak kita sakit gara2 virus ( batuk, pilek, diare, dsb) terus dikasih antibiotik, yg mati justru bakteri2 baik di dalam tubuhnya... Penyakitnya seolah2 cepet sembuh, tapi nyatanya daya tahan tubuh semakin menurun, soalnya kan bakteri baiknya mati kena antibiotik! Dooooor!!! Kaget kan?! Sama... hehehe...

Faktanya, batuk tuh adalah gejala, bukan penyakit. Batuk sebenernya adalah refleks badan kita sendiri utk membersihkan jalan nafas. Kadang2 pencetusnya gara2 virus, kadang2 gara2 alergi... Batuk yg sebulan, 2 bulan gak sembuh2 boleh tuh dicurigain dan diobservasi, biasanya ada alergi... Kalo pencetusnya gara2 alergi debu, biasanya kalo rumah dibersihin, ac-nya juga, boneka2 atau karpet yg biasanya ngumpulin debu jg disingkirin, atau bantalnya diganti yg baru, sembuh deh batuknya... Tapi dicari dulu yah alerginya alergi apa... Bisa jadi alergi yg lain selain debu...

Thursday, April 24, 2014

Berwisata Bersama ke Taman Safari

Kemarin saya menemani anak saya, Darrell ikut berwisata bersama teman - teman sekolahnya di Taman Safari II,  Prigen.

Seru dan Alhamdulillah Darrell sangat menikmati perjalanannya. Jadi hilang deh semua pegal dan lemas di badan ketika melihat wajah senangnya yang hingga kini masih terbayang-bayang kegiatannya kemarin.

Sebenarnya sih saya sedang gak fit kemarin, karena malam harinya saya terserang diare sepanjang malam, karena begitu kalap kangen ama masakan Buton jadinya ngemil ikan teri pedes buatan sendiri sebanyak2nya. :D
Karena tekat saya yang begitu besar ingin membahagiakan anak, akhirnya setelah minum obat, perutnya jadi sedikit bersahabat.

Kami berkumpul sekitar pukul 06.00 di sekolah Darrell, setelah semua datang kami lalu berfoto bersama lalu bisnya mulai berangkat sekitar pukul 07.00.

Berpose bareng dulu sebelum berangkat.. , kayaknya banyakan emaknya ya ketimbang anak2nya? :D

Monday, April 21, 2014

Tips Mengobati Batuk Pada Anak

Musim penghujan seperti sekarang ini memang sangat menyenangkan, tapi juga kadang membuat sedih, khususnya saya yang seorang ibu. karena selalu bikin si kecilku tersayang menjadi mudah terserang penyakit, khususnya BATUK PILEK.

Dulu, ketika si kecil saya berumur di bawah satu tahun, dan ketika saya masih menjadi seorang karyawan kantoran, jika si kecil saya terkena batuk pilek, saya pasti langsung panik dan dengan bergegas mengunjungi dokter anak. Tidak peduli batuknya baru terjadi sehari ataupun hanya sedikit pilek.
Syukurlah setelah saya memutuskan untuk meninggalkan dunia kerja di luar dan berdiam di rumah mengasuh si kecil sendiri, semua menjadi lebih baik.

Ketika si kecil batuk dan pilek, saya jarang mengajaknya ke dokter anak. Hal itu disebabkan juga oleh rasa trauma saya pada dokter – dokter anak yang ada di kota ini, yang selalu dengan mudahnya memberikan antibiotik pada si kecil.

Kartini Dan 'Sentilan' bagi Wanita

Selamat hari Kartini bagi para wanita - wanita hebat di seluruh penjuru Indonesia.

Hari ini sedang trend ucapan - ucapan seperti itu, baik di Facebook, Twitter maupun BBM. Di tengah - tengah ramainya ucapan tersebut, disertai foto teman - teman yang sedang memakai kebaya, ada beberapa tweet yang menarik perhatian saya.

Katanya, "Selamat hari Kartini, sadarlah wahai kaum wanita, kalian itu tercipta dari tulang rusuk, bukan tulang punggung, jangan lupakan kodratmu sebagai istri dan ibu"
Jadi geli sendiri ketika melihat si pemilik tweet itu adalah seorang laki - laki. Apa tidak salah tuh? seharusnya sentilan seperti itu ditujukan kepada laki - laki khususnya seorang suami, karena saya yakin, 90 persen para wanita menikah yang bekerja itu karena kebutuhan bukan keinginan.

Yah, mereka bekerja dengan karena tidak punya pilihan lain, karena jika hanya mengharapkan pemasukan dari suami maka besar kemungkinan cita - cita menyekolahkan anak di tempat yang bagus dan layak hanyalah angan - angan semata.
Jadi sudah seharusnya para suami mulai berpikir bagaimana cara agar istrinya bisa menjadi Kartini yang tetap ingat kodrat dan fitrahnya. Agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban akibat kurangnya perhatian ibu.

Selain itu, ada pula status Facebook yang menarik perhatian saya, datangnya dari seorang mahasiswi, katanya : "Seandainya Kartini itu khatam Alquran, niscaya tidak akan ada Kartini - Kartini yang lupa akan kodratnya sebagai istri dan ibu"


Khatam Alquran? saya salut dengan wanita - wanita yang bisa khatam Alquran berkali - kali, namun... sayang sekali adik tersebut belum sampai di tahap menjadi istri dan ibu. Belum sampai di kenyataan jika dia ternyata berjodoh dengan laki - laki yang berpenghasilan pas - pasan atau lebih banyak tidak pas nya.

Karena sayang sekali, tidak ada sekolah bagus yang menerima uang bayaran sekolah buat anak hanya dengan khatam Alquran. Semuanya butuh uang dan segera.
Jadi, saya pikir akan lebih bijak bagi kita jika pada hari Kartini ini, kita meng intropeksi diri sendiri agar menjadi lebih baik lagi, bukan hanya untuk wanita saja, laki -laki juga harus.

Semoga kita para wanita, bisa menjadi Kartini yang lebih baik, lebih mandiri dan tidak pernah lupa akan kodrat dan fitrah kita sebagai seorang anak, istri dan ibu, aminn :)

Sunday, April 20, 2014

Tips Mengatur Uang Belanja Bulanan #AlaRey

Assalamu'alaikum :)

Sejak berstatus sebagai istri, lalu menjadi ibu dan di upgrade jadi ibu rumah tangga, mau tidak mau saya harus bisa sebaik mungkin menjalankan peran saya sebagai manajer keuangan keluarga kami yang sumber penghasilannya hanya dari satu tempat yaitu gaji suami.

Butuh waktu hingga akhirnya saya bisa sedikit mengimbangi selisih antara pengeluaran dan pemasukan bulanan keluarga kami, meskipun sebenarnya tidak benar - benar membuat selisih tersebut menjadi positif atau paling tidak menjadi nol.

Yang namanya pengeluaran itu pastinya gak pernah ada liburnya, hampir tiap saat ada. Padahal pemasukan gak serajin datangnya pengeluaran, oleh karena itu, kita wajib mengimbanginya.

Daftar Oriflame? klik di sini

Berikut tips saya dalam berbelanja bulanan :

Tersinggung Oleh Status Teman Facebook

Kemarin ada teman yang BBM saya untuk 'protes' atau mengingatkan agar jangan selalu membuat status yang bisa menyinggung perasaan orang lain.
Yaaahhhh.... MAAF deh teman, jika ada yang jadi tersinggung dengan status facebook saya :(

Sebelumnya saya ucapin Alhamdulillah banget, saya diberikan banyak teman - teman yang selalu peduli pada saya, beneran... saya bahagia banget kalau punya teman yang berani jujur apa adanya tentang saya. Karena teman seperti itu yang benar - benar bisa membantu saya untuk bisa lebih baik lagi.
THANKS YAAA.... :)

Saya sebenarnya gak ada maksud untuk menyinggung apalagi melukai hati orang lain, apa yang saya tulis di status saya itu hanya bercerita tentang pengalaman saya pribadi dan sengaja saya share agar bisa menjadi inspirasi (jiaaahhhh gayaaa... inspirasi :D), apa ya sebutannya? bisa jadi pelajaran kali ya... bagi teman-teman yang lain.

Memang sih, tiap-tiap manusia itu punya hak atas passion masing-masing, dan saya sama sekali gak pernah bermaksud untuk menghakimi kalau pilihan saya menjadi ibu rumah tangga yang bekerja dan dapat gaji bulanan dari rumah itu, lebih baik dari pilihan wanita lain yang bekerja mendapatkan gaji di kantoran dan harus terpisah dari anaknya.
SAMA SEKALI TIDAK ya teman - teman! :)

Yang saya tulis di setiap status saya itu hanya berdasarkan pengalaman dan pilihan hidup saya sendiri, jika ada yang membandingkan dengan kehidupan orang lain itu di luar kuasa saya ;).

Dan juga saya sama sekali gak mengatakan teman-teman yang bekerja di kantoran dan meninggalkan anaknya di rumah itu gak baik, saya malah salut sama keteguhan hati teman - teman lainnya yang bisa meninggalkan anak di rumah, karena saya sendiri semakin lama bersama anak, semakin gak mampu melepaskan anak bersama orang lain :').
Apalagi jika melihat kembali masa lalu saya yang akhirnya membentuk saya menjadi wanita seperti ini.
Wanita yang cengeng, manja dan gak mau pisah jauh dari seseorang yang udah dianggap menjadi memberikan rasa nyaman di hati.

Saya bahkan begitu salut melihat teman-teman yang lain yang rela berpisah jauh banget ama suami dan hanya bisa berjumpa beberapa bulan sekali, lalu di tempatnya sendiri dia harus meninggalkan anaknya bersama orang lain demi masa depan mereka.
Dan banyak teman saya seperti itu selama bertahun - tahun.

Bahkan saya juga salut kepada teman yang harus berpisah dengan anak dan suami selama beberapa lama demi karir dan masa depan..

SALUT...
Beneran.....
Karena saya gak mampu melakukan hal seperti itu..
Gak mampu menjalani hal seperti itu.

Karena masa lalu yang membentuk jati diri saya.
Dan karena saya gak mau anak saya merasakan apa yang saya rasakan di masa lalu .

Jadi..
Seharusnya teman - teman gak perlu tersinggung akan semua status saya, karena saya gak pernah bermaksud membenarkan posisi diri sendiri dan menyalahkan posisi orang lain.
Boleh deh dibaca semua status saya, bukannya semua bercerita tentang apa yang saya pikirkan dan alami sendiri? :D

Iklan... KLIK FOTO
http://bit.ly/ActionBersamaRey


Tapi nih yaaa..
Saya pernah kok seperti teman - teman..
Saya pernah sangat kesal dan tersinggung dengan status teman - teman lain yang bekerja dari rumah.
Saya merasa mereka-mereka tersebut merasa dirinya sangaaaatttt hebat dan orang lain gak..
Saya merasa kalo mereka merasa mereka itu hebat banget karena bekerja dari rumah dan mendapatkan gaji besar dan saya bodoh banget cuman sibuk FBan mengeluh gak punya duit dan kegiatan yang menghasilkan duit.
Pokoknya saya KESAAALLLL BANGET DEH..

Sampai suatu hari rasa kesal saya berubah jadi marah...
Marah karena mereka - mereka tersebut tetap menjadi - jadi di statusnya..
Dan akhirnya TERSADAR lalu semakin marah..
Marah karena apa yang mereka tulis itu benar adanya.
Yah memang benar... MENGELUH itu gak akan bikin keadaan berubah..
MENGELUH itu hanya bikin keadaan makin buruk..
Dan itu hanya akan semakin merugikan kita..

Hingga akhirnya saya penasaran, lalu mengikuti jejak mereka. Daaannnn, jadilah saya seperti sekarang, pribadi yang bisa merasa lebih bermanfaat, bisa lebih selalu berpikiran positif, bisa menghasilkan duit lagi, bisa menikmati aliran dana masuk ke rekening (udah nyaris 3 tahun gak merasakan transferan gaji lagi nih, hiks)

Dan yang lebih keren lagi, saya akhirnya menemukan cara untuk mempunyai gaji puluhan juta, cara untuk mempunyai mobil CRV dan BMW GRATIS sertaaaaa JALAN - JALAN KE LUAR NEGERI GRATISSS (mimpi saya sejak kecil :D)

Jadi sekali lagi maaf ya teman jika status saya melukai perasaan :'(, saya gak bermaksud begitu kok, saya cuman pengen sharing aja, siapa tau bisa menjawab kegalauan teman -teman yang lain :D

Wednesday, April 16, 2014

Pernah Dicuekin Teman yang Sudah Sukses?

Pernah punya teman sepermainan yang akrab, tiba-tiba terasa menjauh saat dia sudah sukses? Saya belum pernah :p, mudah-mudahan sih jangan pernah ya, eh apa memang pernah tapi sayanya cuek kali ya?
emmm… sebentar saya pikirkan, siapa ya teman saya yang sudah sukses lalu cuek ke saya? mmmm… siapa ya?
Ya sudah… anggap saja belum pernah :p

Beberapa waktu lalu saya pernah membaca status salah seorang teman facebook yang menceritakan tentang teman yang sukses lalu lupa teman lama. Saat itu saya langsung ikutan menghakimi kalau teman yang sukses lalu lupa teman lama itu SOMBONG dan ANGKUH.
Sampai saya memutuskan beralih profesi menjadi marketing dan akhirnya saya sepertinya mengalami apa yang teman ‘SOMBONG’nya itu rasakan dulu, #MungkinLohYah :D
Jadi, sejak merasa dunia kerja kantoran sudah tidak cocok lagi buat saya, saya lalu berpikiran ingin menjadi seorang enterpreuner seperti yang telah dijalani oleh seorang sahabat saya ketika STM dulu.

Sebelumnya, sahabat saya itu selalu saja mengajak untuk mulai melirik bisnis demi kesuksesan, katanya “jangan mau jadi karyawan mulu Rey, masa kalah ama orang yang pendidikannya jauh di bawah kamu, namun jadi bos?”
Saat itu saya kesal sekali jika mendengar ceramah-ceramahnya tentang bisnis, hingga akhirnya saya mempunyai seorang anak dan jenuh dengan gaji pas-pasan yang keseringan tidak pas :D.

Teringat ceramah teman sebelumnya, saya lalu mempunyai ide untuk mengajak teman-teman dekat untuk memulai bisnis kecil-kecilan, menciptakan brand sendiri di bidang makanan kecil, teman-teman setuju. Namun sampai akhirnya saya action sendiri, yang lain diam saja tidak mau ikutan action.
Sampai akhirnya, karena tidak menyiapkan perencanaan yang matang, usaha kecil saya tersebut terpending untuk sementara waktu dan akhirnya bertemu dengan bisnis baru yang lebih baik.

Bisnis saya sekarang hampir sama dengan bisnis makanan yang telah saya tekunin sebelumnya. Yah, sama di bidang marketingnya. Hanya kali ini, saya tidak perlu sibuk memikirkan produk serta konsep pemasarannya. Cukup memikirkan strategi pengembangan marketing tersebut. Bangganya pula, saya akhirnya menjadi seorang marketing yang beradab, dengan menjunjung kode etik perusahaan tentang kenyamanan klien dan konsumen.

Salah satu kelebihannya pula karena saya tidak perlu lagi mengeluarkan modal jutaan rupiah untuk inventaris barang dan bahan baku untuk produk.
Setelah melihat peluang untuk sukses lebih besar, saya pastinya lebih dulu mengajak teman-teman dekat saya sebelum yang lain, kenapa? karena berproses bersama teman-teman dekat itu jauh lebih menyenangkan. Bersama merasakan suka duka dalam perjalanan menuju kesuksesan, lalu bersama-sama merasakan manisnya buah perjuangan kami yaitu kesuksesan, seperti yang selalu kami impikan ketika masih menjadi karyawan.

Namun sayang, sekali lagi saya harus tersenyum kecut melihat tanggapan teman-teman dekat saya, hampir semua malah berkata : “Kamu aja duluan Rey, nanti kalau kamu udah sukses, baru saya ikutan”
Sejujurnya, saya merasa senang dan sedih ketika itu, senang karena teman-teman menpersilahkan saya sukses terlebih dahulu . Dan sedih karena tidak bisa sukses bersama seperti mimpi-mimpi kami dulu.

Mereka mungkin tidak sadar, jika saya sudah sukses terlebih dahulu ketimbang mereka, saya belum tentu bisa mensupport mereka seperti ketika saya harus mensupport mereka saat kami berproses bersama.
Karena, semua pasti juga tahu, orang sukses itu akan semakin sibuk, dan semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Pastinya tidak akan sempat untuk lebih fokus mensupport seseorang yang juga ingin ikutan sukses bukan karena dari hatinya ingin sukses, tapi karena baru sadar dan percaya pada teman dekatnya, kalau peluang itu benar adanya.

Intinya, saya akhirnya “mungkin” menemukan jawaban dari sikap seorang teman yang kelihatan sombong saat sudah sukses.
Itu bukan sepenuhnya karena sombong..
Tapi karena dia yang sekarang sudah sukses, tidak punya lagi waktu untuk diajak bermimpi bersama tentang kesuksesan.

Karena dia sudah dapat meraih mimpinya, dengan ataupun tanpa yang lain. :D

Monday, April 14, 2014

Ingin Punya Momongan Lagi

Saya termasuk wanita yang pernah merasakan masa-masa galau dalam penantian hadirnya si jabang bayi.
Kurang lebih 7 bulan saya mengalami hal tersebut. Padahal saat menikah, ibu mertua saya bilang, "Rey, nanti gak perlu di tunda ya punya momongannya"
Saya pun mengiyakan dengan gembira.

Sayang sekali.. Bulan berganti, tamu saya tetap setia mengunjungi, seolah tak punya rasa iba akan perasaan saya yang sedih saat mendengar pertanyaan umum dari berbagai pihak.
"Rey, gimana nih? sudah isi belum?"

Berbagai cara akhirnya saya lakukan, apapun itu selain mengunjungi dokter atau dukun :D. Kenapa tidak mau mengunjungi dokter? Jawabannya sederhana, saya tidak pernah menyukai aktifitas mengunjungi dokter.
Sudah antri, mahal, dokternya kadang judes, dan.... saya tidak mau jika harus ada pemeriksaan - pemeriksaan bagian tubuh. hhhhhh.... Risih!.

Jadi hal yang saya lakukan adalah mencari tau masa subur saya, menjaga kesehatan dan berdoa.

Alhamdulillah, penantian saya dalam kegalauan berakhir setelah memasuki bulan ke tujuh setelah kami menikah.
Saat itu ketika saya sudah mulai cuek dengan pertanyaan kebanyakan orang, sudah mulai cuek menghitung masa subur, dan sudah mulai cuek deg-degan saat masa kedatangan tamu saya mendekat.
Lalu suatu pagi saya dengan penuh deg-degan menuju kamar mandi sambil membawa sebuah alat test pack dan keluar dari kamar mandi dengan senyum sumringah. Alhamdulillah.... :D

Wednesday, April 02, 2014

Apa Sih Keuntungan Menjadi Member/Konsultan #Oriflame?

Bagi kebanyakan wanita, menjadi member sebuah produk atau tempat belanja merupakan kesenangan tersendiri.
Bagaimana tidak? dengan menjadi member, kita akan memperoleh harga dan penawaran spesial dari produk atau tempat belanja tersebut. Meskipun mungkin diskon yang diberikan tidak seberapa, namun lumayanlah, ketimbang tak ada potongan sama sekali.

Wednesday, March 19, 2014

Tips Menghadapi Pengamen Depan Rumah


Tulisan ini aslinya udah di post duluan di kompasiana, jadi ini cuman repost aja :D
0Share
Lagi musim kampanye, baik kampanye politik maupun kampanye bisnis. Jadi bingung jika ikutan nulis tentang politik, lah apa yang akan ditulis? Orang saya gagap politik :p

Saturday, March 08, 2014

Menjadi Wanita Yang Lebih Cantik, Smart, Gaul dan Berpenghasilan Lebih Demi Orang-Orang Tercinta

Sudah 3 hari ini aku kembali sibuk belajar di depan komputer setelah nyaris 3 tahun gak ngerasain hal tersebut. Yah.. aku akhirnya memutuskan kembali bekerja lagi.
Trus si kecilmu gimana nasibnya Rey? tenangggg.... si mata bundarku itu tetap di sampingku kok.
Akhirnya.. setelah nyaris 3 tahun mengeluh pengen balik bekerja selain kerjaan rumah tangga, namun bingung si kecil mau di titipin siapa?

Maklumlah, aku termasuk orang yang gak tega ninggalin anak ama orang lain selain keluarga, apalagi dengan maraknya berita-berita di TV, mulai dari penculikan anak oleh babbysitter hingga kasus-kasus pelecehan dan hal-hal yang merugikan anak lainnya.
Hiiii.... gimana bisa bekerja dengan tenang coba kalo kayak gitu? iya kalo dapat babysitter baik, kalo gak? ntar anakku malah di siksa atau bahkan lebih parahnya ada kisah yang anaknya di ajak kerja jadi peminta - minta di pinggir jalan, hiiii.... Naudzubillah. Jangan sampai deh!

Makanya, aku mutusin untuk berhenti bekerja di luar dan diam di rumah menemani si kecilku. Namun ternyata meski naluri paranoid keibuanku besar, naluri gila kerjanya juga menghantui selalu.
Tiap hari kalau si papi pulang kerja trus cerita tentang kegiatannya di proyek, rasanya sediiiihhhh banget. Apalagi pas buka Facebook trus baca status temen yang kerja atau liat foto-foto mereka bekerja, wiiihhh rasanya hati kecil menjerit-jerit pengen ikutan :(

Selama nyaris 3 tahun mengeluh dan tersiksa perasaan itu, aku akhirnya mencoba cari jalan keluarnya, nanya mbah gugel dan membaca tulisan dan status kawan-kawan yang penuh semangat, serta sharing ama teman - teman akhirnya aku memutuskan untuk mencoba mencari kesibukan lain yang mendatangkan penghasilan tambahan dengan berjualan baju anak via online.

Dan ternyata sodara, rempong juga. selain saingan begitu banyak, ongkos kirim ke kota lain yang relatif mahal, serta jarang yang tertarik, hahahaha... Gak kenal nyerah aku nyobain jadi reseler dropship maksudnya biar gak pake modal banyak, cukup pulsa internet aja. Ehh... ternyata sama aja, malah makin rempong, kadang udah ada yang pesan, ehhh stoknya abis, hhh.... Mungkin aku gak bakat jualan kali ya :)

 lalu akhirnya aku memutuskan mencoba jadi enterpreuner, ya usaha sendiri di bidang makanan yaitu jualan frozen brownies via online (pasti beberapa teman masih ingat produknya:D). Kelebihannya kita punya stok sendiri serta suka-suka sendiri mengelolahnya. Lumayan berhasil sih, cuman lumayan 'legrek' juga nih badan. Kan maksudnya pengen usaha kecil-kecilan dulu, makanya semua dilakukan sendiri, dari buat resep, desain logo, kemasan, produksinya juga, packingnya juga, marketingnya, bikin laporannya juga, (biar tau untung apa rugi?) belanjanya juga, kadang dianterin ke rumah yang mesan juga. Gila deh sok sibuknya hahaha....

Wednesday, March 05, 2014

Pancake with Nutella ala MamiDarrell

Jadi, si kecil maupun si besarku (baca : suami :D) paling susah disuruh sarapan yang berat seperti nasi dan lauknya. Padahal kan sarapan itu penting!
Apalagi buat si besarku yang kudu bekerja hingga kadang lembur buat menghidupi anaknya yang cakep dan istrinya yang cantik, baik dan rajin ini hahahaha! (Jangan protes!, biarkanlah aku bahagia :D).

Syukurnya, aku termasuk pecinta makanan enak, jadi paling gak masih punya ide buat nyiapin sarapan yang enak namun sehat untuk para lelakiku tersebut.