Wednesday, April 16, 2014

Pernah Dicuekin Teman yang Sudah Sukses?

Pernah punya teman sepermainan yang akrab, tiba-tiba terasa menjauh saat dia sudah sukses? Saya belum pernah :p, mudah-mudahan sih jangan pernah ya, eh apa memang pernah tapi sayanya cuek kali ya?
emmm… sebentar saya pikirkan, siapa ya teman saya yang sudah sukses lalu cuek ke saya? mmmm… siapa ya?
Ya sudah… anggap saja belum pernah :p

Beberapa waktu lalu saya pernah membaca status salah seorang teman facebook yang menceritakan tentang teman yang sukses lalu lupa teman lama. Saat itu saya langsung ikutan menghakimi kalau teman yang sukses lalu lupa teman lama itu SOMBONG dan ANGKUH.
Sampai saya memutuskan beralih profesi menjadi marketing dan akhirnya saya sepertinya mengalami apa yang teman ‘SOMBONG’nya itu rasakan dulu, #MungkinLohYah :D
Jadi, sejak merasa dunia kerja kantoran sudah tidak cocok lagi buat saya, saya lalu berpikiran ingin menjadi seorang enterpreuner seperti yang telah dijalani oleh seorang sahabat saya ketika STM dulu.

Sebelumnya, sahabat saya itu selalu saja mengajak untuk mulai melirik bisnis demi kesuksesan, katanya “jangan mau jadi karyawan mulu Rey, masa kalah ama orang yang pendidikannya jauh di bawah kamu, namun jadi bos?”
Saat itu saya kesal sekali jika mendengar ceramah-ceramahnya tentang bisnis, hingga akhirnya saya mempunyai seorang anak dan jenuh dengan gaji pas-pasan yang keseringan tidak pas :D.

Teringat ceramah teman sebelumnya, saya lalu mempunyai ide untuk mengajak teman-teman dekat untuk memulai bisnis kecil-kecilan, menciptakan brand sendiri di bidang makanan kecil, teman-teman setuju. Namun sampai akhirnya saya action sendiri, yang lain diam saja tidak mau ikutan action.
Sampai akhirnya, karena tidak menyiapkan perencanaan yang matang, usaha kecil saya tersebut terpending untuk sementara waktu dan akhirnya bertemu dengan bisnis baru yang lebih baik.

Bisnis saya sekarang hampir sama dengan bisnis makanan yang telah saya tekunin sebelumnya. Yah, sama di bidang marketingnya. Hanya kali ini, saya tidak perlu sibuk memikirkan produk serta konsep pemasarannya. Cukup memikirkan strategi pengembangan marketing tersebut. Bangganya pula, saya akhirnya menjadi seorang marketing yang beradab, dengan menjunjung kode etik perusahaan tentang kenyamanan klien dan konsumen.

Salah satu kelebihannya pula karena saya tidak perlu lagi mengeluarkan modal jutaan rupiah untuk inventaris barang dan bahan baku untuk produk.
Setelah melihat peluang untuk sukses lebih besar, saya pastinya lebih dulu mengajak teman-teman dekat saya sebelum yang lain, kenapa? karena berproses bersama teman-teman dekat itu jauh lebih menyenangkan. Bersama merasakan suka duka dalam perjalanan menuju kesuksesan, lalu bersama-sama merasakan manisnya buah perjuangan kami yaitu kesuksesan, seperti yang selalu kami impikan ketika masih menjadi karyawan.

Namun sayang, sekali lagi saya harus tersenyum kecut melihat tanggapan teman-teman dekat saya, hampir semua malah berkata : “Kamu aja duluan Rey, nanti kalau kamu udah sukses, baru saya ikutan”
Sejujurnya, saya merasa senang dan sedih ketika itu, senang karena teman-teman menpersilahkan saya sukses terlebih dahulu . Dan sedih karena tidak bisa sukses bersama seperti mimpi-mimpi kami dulu.

Mereka mungkin tidak sadar, jika saya sudah sukses terlebih dahulu ketimbang mereka, saya belum tentu bisa mensupport mereka seperti ketika saya harus mensupport mereka saat kami berproses bersama.
Karena, semua pasti juga tahu, orang sukses itu akan semakin sibuk, dan semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Pastinya tidak akan sempat untuk lebih fokus mensupport seseorang yang juga ingin ikutan sukses bukan karena dari hatinya ingin sukses, tapi karena baru sadar dan percaya pada teman dekatnya, kalau peluang itu benar adanya.

Intinya, saya akhirnya “mungkin” menemukan jawaban dari sikap seorang teman yang kelihatan sombong saat sudah sukses.
Itu bukan sepenuhnya karena sombong..
Tapi karena dia yang sekarang sudah sukses, tidak punya lagi waktu untuk diajak bermimpi bersama tentang kesuksesan.

Karena dia sudah dapat meraih mimpinya, dengan ataupun tanpa yang lain. :D

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...