Friday, September 27, 2013

Ketika Si Kecil Mulai "Sekolah'

Anakku yang cakep dan bermata bundar itu sebenarnya belum berusia 3 tahun, saat ini masih kurang 2 bulan lagi dia akan berulang tahun yang ketiga. Namun sejak beberapa bulan yang lalu mami papinya galau karena merasa hidupnya sedikit terkungkung tanpa teman.
Hal tersebut menjadikan dia jadi anak yang pemarah, egois dan takutnya hal itu akan berlanjut hingga dia sekolah nanti.

Selain itu siklus tidurnya jadi gak teratur, tiap hari begadang mulu hingga pukul 03.00, dan bangun di atas pukul 12 siang, hmmmm..... Sebenarnya sih salah maminya sih yang begadang mulu nonton TV, jadinya si kecilku gak mau bobo juga.

Siang juga kerjaannya cuman nonton TV sepanjang hari, paling malam baru bermain sebentar bareng mami papi. Memang sih tiap weekend kami selalu mengajaknya keluar untuk bermain, entah itu di mall ataupun di tempat terbuka lainnya. Namun sepertinya hal itu masih kurang untuk anak usia segitu yang mestinya setiap hari waktunya diisi dengan bermain.

Akhirnya kami lalu memutuskan untuk mengikutkan dia di sebuah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini. Setelah survey di beberapa Playgroup dekat rumah, namun ternyata gak ada yang cocok dengan ukuran budget yang mana kami cuman ingin dia sekolah agar belajar bersosialisasi atau 'sekolah2an'.
Depan kelas si kecil, kelas A PG Melati PKK, kel. Jombatan, Jombang

Untungnya sebelumnya kami pernah dikenalkan sebuah playgroup sederhana yang lumayan untuk tempat bermain dan bersosialisasi si kecil, yup akhirnya kami mendaftarkan dia di Playgroup Melati yang terletak di kantor kelurahan di Jombatan, Jombang - Jatim.
Biayanya lumayan murah, SPP perbulan hanya Rp 20.000 saja, untuk biaya perlengkapan dan lainnya hanya sekitar Rp. 210.000 yang mana biaya tersebut hanya dibayar sekali pas pendaftaran saja.

Yah, lumayanlah, dengan waktu belajar Senin - Jumat, pukul 07.30 - 09.30, kelas yang sederhana, kegiatan yang positif, rasanya lumayan sebagai rutinitas baru si kecil, daripada terus2an nonton TV di rumah.

Jangan Diskriminasi Aku, Wahai Para Ibu Yang 'Beruntung'

Jadi, cerita ini terjadi ketika aku harus ngalah dari suami yang akhirnya memutuskan berhenti jadi wanita karir dan menjadi IRT serta mengikuti suami ke tempatnya bekerja. Yup, dengan sangat berat hati aku harus meninggalkan kota favoritku, Surabaya meskipun hanya sementara waktu.

Aku akhirnya menetap sementara di kota Jombang, Jatim yang berjarak kurang lebih 100 KM dari kota Surabaya. Awal - awalnya hal tersebut sangatlah berat, gimana gak? lebih 10 tahun aku udah terbiasa dengan kota yang gak pernah sepi, penduduknya yang cuek namun ramah, serta bebas menjadi diri sendiri.

Hal tersebut gak aku temukan di kota Jombang, dari kotanya yang cepat tidur namun bangun lebih lama (aktifitas toko), makanannya yang tidak bersahabat di lidahku serta bahasa masyarakatnya yang begitu sopan namun sungguh bikin rasanya aku ingin sekali mengunduh kamus bahasa Jawa kedalam otakku agar bisa memahami bahasanya.

Awal kepindahanku ke kota Jombang sungguh berat, setiap sabtu siang bahkan kadang Jumat sore kami langsung bergegas kembali ke Surabaya, kangen aja ama kota itu. Namun lama kelamaan aku tersiksa sendiri oleh rasa capek yang mendera akibat harus pulang pergi Surabaya - Jombang di setiap weekend tiba.

Sedikit demi sedikit aku mencoba mencintai takdir aku, bersahabat dengan kota ini, masalah keperluan mendesak di malam hari terselesaikan dengan adanya minimarket Indomart 24 jam meski lumayan jauh dari rumah kontrakan kami. Masalah makanan yang tidak bersahabat dengan lidah, terselesaikan dengan terpaksa belajar masak sendiri agar bisa menikmati makanan sesuai dengan keinginan lidah sendiri (meskipun tidak seenak makanan yang enak, namun lumayan lah, ketimbang harus kena busung lapar :D).

Monday, September 16, 2013

Bebek Sinjay, Madura

Jadi, awalnya aku tuh sama sekali bukan pecinta makanan dari bebek, entah itu di goreng atau dijadikan menu lain, selalu saja gak pernah menarik keinginanku untuk mencicipinya.
Lupa kapan tepatnya tiba2 saja jadi pecinta kuliner satu ini, kalau gak salah sih hal itu terjadi ketika sewaktu kuliah dahulu, ketika harus mengerjakan praktikum Hidrologi (eh bener Hidrologi atau Hidrolika gak ya?) dan sekelompok dengan seorang kawan yang bernama Andik, yang mana di depan rumahnya terdapat penjual bebek goreng Purnama yang maknyus banget.

Thursday, September 12, 2013

Antara Kebutuhan Hidup dan Kebersamaan

Seminggu yang lalu ketika sedang asyik bersiap membuat kukis chocochip dengan tujuan selain buat camilan kami juga untuk menghabiskan bahan kue yang karena kegemaranku membeli beragam bahan kue yang akhirnya numpuk dan mendekati masa kadaluarsanya, tiba - tiba aku dikejutkan oleh berita duka dari BBM seorang teman kerja dahulu, Ste.

"Mbak, ada berita duka, mas Irfan Kalteng meninggal dunia tadi" begitu kira2 pesan singkat dari si Ste.

Sontak aja aku terkejut, gimana gak, mas Irfan tuh teman kerja aku sewaktu masih kerja di PT Agrabudhi dan mengerjakan pelebaran Jalan Tol Dupak - Waru tahun 2007 lalu.
Mas Irfan adalah Site Manager dari PT Agrabudhi yang pastinya atasan aku yang saat itu direkrut sebagai drafter namun dengan job desk drafter, administrasi dll.

Sedih banget rasanya mendapat kabar tersebut, mas Irfan masih belum termasuk golongan berumur lanjut, masih di bawah 40 tahun, orangnya baik banget pula :(. Dulu semasa hidupnya sering banget bantuin aku, sejak masih kerja bareng di Pelebaran Jalan Tol yang selalu siap membantu jika aku butuh data pekerjaan yang kurang untuk laporan, siap jika aku meminta tolong di anterin ke mana2 untuk menyelesaikan pekerjaan baik di kantor maupun proyek, bahkan sering banget siap jadi supir nganterin aku pulang ke kos, padahal saat itu aku ngekost di daerah Gubeng Kertajaya dan kantor proyek tersebut ada di pintu tol Waru, jauh banget kaaannn???
Bersama mas Irfan dkk, tahun 2007

Last Day in #Bali (Denpasar, Tanah Lot)

Yup, hari terakhir di Bali kami isi dengan bangun agak siang biar kondisi lebih fit, maklum kan mau perjalanan jauh lagi balik ke Jatim, jadinya kami bangun sekitar pukul 08.00, sarapan pop mie, kopi dan roti, beres2 barang, mandi, dandan, bayar bill hotel selama 3 malam, lalu pukul 11an kami lalu meninggalkan hotel sederhana tersebut yang telah menjadi tempat istrahat kami selama 3 malam. Alhamdulillah selama di hotel tersebut kami tertidur dengan nyenyak, gak ada mimpi aneh, gak ada gangguan nyamuk, padahal kami sebelumnya udah nyiapin Hit elektrik yang kami bawa dari rumah. Nanti pulang baru papi sadar di Bali nyamuknya jarang karena gak kuat bau menyan, hihihi....
Baca : Adventure Again and Again #Bali (Denpasar, Kuta, Tanah Lot)
Kami lalu makan siang di Resto D'Cost daerah Renon (hasil nyasar kemarin sore kami jadi tau kalo ada D'Cost di Denpasar yang nyata2 pake label halal, jadi kan makannya gak waswas :D, lagian ini hari terakhir di Bali, jadinya agak boros dikit di makanan sah2 aja kali ya hihihi.
Kami nyampe di D'Cost sebelum pukul 12.00 siang, jadinya kondisinya masih sangat sepi, kami lalu memesan Gurami goreng, cah tauge, tahu dan tempe penyet, nasi putih beserta teh manis 3 gelas.
Sambil nunggu pesanan kami datang, kami sempatin foto2 sejenak.
BBMan dulu