Wednesday, April 30, 2014

Ingin Bercerai? Baca Ini...

Kisah ini sudah pernah saya baca, tapi entah mengapa setiap membacanya lagi airmata selalu menetes :')


Rani akhirnya menikah dengan Adit.

Pada pesta pernikahan, ibu Rani memberinya sebuah buku tabungan. Di dalamnya berisi tabungan sejumlah Rp. 250,000.

Dia berkata, “Rani, terimalah buku tabungan ini. Gunakan sebagai buku catatan dari kehidupan pernikahanmu.
Jika ada satu peristiwa bahagia atau yang bisa dikenang, masukkan sejumlah uang tabungan di dalamnya.
Tulis kejadian yang kamu alami di baris catatan yang ada di sampingnya.
Semakin besar kenangan terhadap peristiwa itu, masukkan uang tabungan yang lebih besar.
Ibu sudah melakukan di awal pernikahanmu ini. Lakukan selanjutnya bersama Adit.
Saat kamu melihat kembali tahun-tahun yang telah berlalu, kamu akan mengetahui betapa bahagianya
kehidupan pernikahan yang kamu miliki.”

Rani memberitahukan hal ini kepada Adit setelah pesta usai.
Mereka berdua setuju bahwa ini adalah ide yang sangat bagus dan mereka tidak sabar menanti saatnya untuk memasukkan tambahan uang tabungan ke dalam buku itu.

Ini yang mereka lakukan setelah beberapa waktu :
- 7 Feb : Rp. 50,000 , perayaan ultah pertama untuk Adit setelah menikah.
- 1 Maret : Rp. 75,000 , gaji Rani naik
- 20 Maret : Rp. 100,000 , berlibur ke Bali
- 15 April : Rp. 500,000 , Rani hamil
- 1 Juni : Rp. 1,000,000 , Adit promosikan … dan seterusnya …

Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu, mereka mulai beradu pendapat dan bertengkar untuk hal-hal yang sepele.
Mereka saling diam. Mereka menyesal telah menikahi orang yang paling buruk di dunia … tidak ada lagi cinta … sesuatu yang sangat tipikal di masa ini.

Suatu hari Rani berkata pada ibunya, “Ibu, kami tidak bisa bertahan lagi. Kami setuju untuk bercerai.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya telah memutuskan menikah dengan orang ini !”

Ibunya menjawab, “Baiklah, apa pun yang kamu ingin kerjakan kalau sudah tidak bisa bertahan.
Tetapi sebelum kamu melangkah lebih jauh, tolong lakukan hal ini.
Ingat buku tabungan yang ibu berikan saat pesta pernikahan kalian?
Ambil semua uangnya dan belanjakan sampai habis.
Kamu tidak bisa terus menyimpan catatan di buku tabungan itu untuk sebuah pernikahan yang buruk.”

Rani berpikir bahwa itu benar. Jadi dia pergi ke bank, menunggu di antrian dan berencana menutup buku tabungan itu.
Ketika menunggu, dia melihat catatan yang ada di buku tabungan di tangannya.
Dia melihat, melihat, dan melihat. Kemudian ingatan akan semua kebahagiaan dan sukacita di masa-masa yang telah lewat muncul kembali di pikirannya.
Air mata menggenang dan berurai di pipinya. Kemudian dia bergegas meninggalkan bank dan pulang.

Ketika sampai di rumah, Rani memberikan buku tabungan itu pada Adit, dan memintanya untuk memasukkan sejumlah uang ke tabungan itu sebelum mereka bercerai.

Hari esoknya, Adit mengembalikan buku tabungan itu pada Rani.
Dia menemukan tambahan tabungan sebesar Rp. 5.000.000 dengan catatan di dalam buku tabungan:
‘Ini adalah hari dimana saya menyadari betapa saya mencintaimu sepanjang tahun-tahun yang telah kita lewati.
Betapa besar kebahagiaan telah kamu bawa untukku.”

Mereka berdua berpelukan dan menangis, dan meletakkan buku tabungan itu kembali di tempat semula.

Anda tahu berapa uang yang terkumpul saat mereka pensiun?
Saya tidak bertanya pada mereka. Saya percaya uang bukan masalah lagi setelah
mereka berhasil melalui tahun-tahun yang indah di sepanjang kehidupan pernikahan mereka.

* * * * * “Saat engkau jatuh, jangan melihat tempat di mana kamu jatuh, tetapi lihatlah tempat di mana kamu mulanya tergelincir. “

= Hidup adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan =

Reyne Raea
087855190482
PIN BB 75CE717F

Tuesday, April 29, 2014

Mengatasi Batuk Pada Anak Dengan Home Treatment ala Mona Ratuliu

Tulisan ini saya kutip dari blog bunda Mona Ratuliu di www.monaratuliu.com

Baru tau belakangan ini dari milis sehat, Setelah gabung 2 tahun lalu (kirim email kosong aja ke sehat-subscribe@yahoogroups.com)... Kalo batuk itu gara2 virus. Dan semua penyakit gara2 virus ini bisa sembuh sendiri tanpa obat. Pernah gak pas anak batuk atau pilek terus dikasih antibiotik? Nah, ternyata oh ternyaaataaaaaa.... antibiotik itu ternyata buat mematikan bakteri lho, nggak bisa untuk mematikan virus. Jadi pas anak kita sakit gara2 virus ( batuk, pilek, diare, dsb) terus dikasih antibiotik, yg mati justru bakteri2 baik di dalam tubuhnya... Penyakitnya seolah2 cepet sembuh, tapi nyatanya daya tahan tubuh semakin menurun, soalnya kan bakteri baiknya mati kena antibiotik! Dooooor!!! Kaget kan?! Sama... hehehe...

Faktanya, batuk tuh adalah gejala, bukan penyakit. Batuk sebenernya adalah refleks badan kita sendiri utk membersihkan jalan nafas. Kadang2 pencetusnya gara2 virus, kadang2 gara2 alergi... Batuk yg sebulan, 2 bulan gak sembuh2 boleh tuh dicurigain dan diobservasi, biasanya ada alergi... Kalo pencetusnya gara2 alergi debu, biasanya kalo rumah dibersihin, ac-nya juga, boneka2 atau karpet yg biasanya ngumpulin debu jg disingkirin, atau bantalnya diganti yg baru, sembuh deh batuknya... Tapi dicari dulu yah alerginya alergi apa... Bisa jadi alergi yg lain selain debu...

Thursday, April 24, 2014

Berwisata Bersama ke Taman Safari

Kemarin saya menemani anak saya, Darrell ikut berwisata bersama teman - teman sekolahnya di Taman Safari II,  Prigen.

Seru dan Alhamdulillah Darrell sangat menikmati perjalanannya. Jadi hilang deh semua pegal dan lemas di badan ketika melihat wajah senangnya yang hingga kini masih terbayang-bayang kegiatannya kemarin.

Sebenarnya sih saya sedang gak fit kemarin, karena malam harinya saya terserang diare sepanjang malam, karena begitu kalap kangen ama masakan Buton jadinya ngemil ikan teri pedes buatan sendiri sebanyak2nya. :D
Karena tekat saya yang begitu besar ingin membahagiakan anak, akhirnya setelah minum obat, perutnya jadi sedikit bersahabat.

Kami berkumpul sekitar pukul 06.00 di sekolah Darrell, setelah semua datang kami lalu berfoto bersama lalu bisnya mulai berangkat sekitar pukul 07.00.

Berpose bareng dulu sebelum berangkat.. , kayaknya banyakan emaknya ya ketimbang anak2nya? :D

Monday, April 21, 2014

Tips Mengobati Batuk Pada Anak

Musim penghujan seperti sekarang ini memang sangat menyenangkan, tapi juga kadang membuat sedih, khususnya saya yang seorang ibu. karena selalu bikin si kecilku tersayang menjadi mudah terserang penyakit, khususnya BATUK PILEK.

Dulu, ketika si kecil saya berumur di bawah satu tahun, dan ketika saya masih menjadi seorang karyawan kantoran, jika si kecil saya terkena batuk pilek, saya pasti langsung panik dan dengan bergegas mengunjungi dokter anak. Tidak peduli batuknya baru terjadi sehari ataupun hanya sedikit pilek.
Syukurlah setelah saya memutuskan untuk meninggalkan dunia kerja di luar dan berdiam di rumah mengasuh si kecil sendiri, semua menjadi lebih baik.

Ketika si kecil batuk dan pilek, saya jarang mengajaknya ke dokter anak. Hal itu disebabkan juga oleh rasa trauma saya pada dokter – dokter anak yang ada di kota ini, yang selalu dengan mudahnya memberikan antibiotik pada si kecil.

Kartini Dan 'Sentilan' bagi Wanita

Selamat hari Kartini bagi para wanita - wanita hebat di seluruh penjuru Indonesia.

Hari ini sedang trend ucapan - ucapan seperti itu, baik di Facebook, Twitter maupun BBM. Di tengah - tengah ramainya ucapan tersebut, disertai foto teman - teman yang sedang memakai kebaya, ada beberapa tweet yang menarik perhatian saya.

Katanya, "Selamat hari Kartini, sadarlah wahai kaum wanita, kalian itu tercipta dari tulang rusuk, bukan tulang punggung, jangan lupakan kodratmu sebagai istri dan ibu"
Jadi geli sendiri ketika melihat si pemilik tweet itu adalah seorang laki - laki. Apa tidak salah tuh? seharusnya sentilan seperti itu ditujukan kepada laki - laki khususnya seorang suami, karena saya yakin, 90 persen para wanita menikah yang bekerja itu karena kebutuhan bukan keinginan.

Yah, mereka bekerja dengan karena tidak punya pilihan lain, karena jika hanya mengharapkan pemasukan dari suami maka besar kemungkinan cita - cita menyekolahkan anak di tempat yang bagus dan layak hanyalah angan - angan semata.
Jadi sudah seharusnya para suami mulai berpikir bagaimana cara agar istrinya bisa menjadi Kartini yang tetap ingat kodrat dan fitrahnya. Agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban akibat kurangnya perhatian ibu.

Selain itu, ada pula status Facebook yang menarik perhatian saya, datangnya dari seorang mahasiswi, katanya : "Seandainya Kartini itu khatam Alquran, niscaya tidak akan ada Kartini - Kartini yang lupa akan kodratnya sebagai istri dan ibu"


Khatam Alquran? saya salut dengan wanita - wanita yang bisa khatam Alquran berkali - kali, namun... sayang sekali adik tersebut belum sampai di tahap menjadi istri dan ibu. Belum sampai di kenyataan jika dia ternyata berjodoh dengan laki - laki yang berpenghasilan pas - pasan atau lebih banyak tidak pas nya.

Karena sayang sekali, tidak ada sekolah bagus yang menerima uang bayaran sekolah buat anak hanya dengan khatam Alquran. Semuanya butuh uang dan segera.
Jadi, saya pikir akan lebih bijak bagi kita jika pada hari Kartini ini, kita meng intropeksi diri sendiri agar menjadi lebih baik lagi, bukan hanya untuk wanita saja, laki -laki juga harus.

Semoga kita para wanita, bisa menjadi Kartini yang lebih baik, lebih mandiri dan tidak pernah lupa akan kodrat dan fitrah kita sebagai seorang anak, istri dan ibu, aminn :)

Sunday, April 20, 2014

Tips Mengatur Uang Belanja Bulanan #AlaRey

Assalamu'alaikum :)

Sejak berstatus sebagai istri, lalu menjadi ibu dan di upgrade jadi ibu rumah tangga, mau tidak mau saya harus bisa sebaik mungkin menjalankan peran saya sebagai manajer keuangan keluarga kami yang sumber penghasilannya hanya dari satu tempat yaitu gaji suami.

Butuh waktu hingga akhirnya saya bisa sedikit mengimbangi selisih antara pengeluaran dan pemasukan bulanan keluarga kami, meskipun sebenarnya tidak benar - benar membuat selisih tersebut menjadi positif atau paling tidak menjadi nol.

Yang namanya pengeluaran itu pastinya gak pernah ada liburnya, hampir tiap saat ada. Padahal pemasukan gak serajin datangnya pengeluaran, oleh karena itu, kita wajib mengimbanginya.

Daftar Oriflame? klik di sini

Berikut tips saya dalam berbelanja bulanan :

Tersinggung Oleh Status Teman Facebook

Kemarin ada teman yang BBM saya untuk 'protes' atau mengingatkan agar jangan selalu membuat status yang bisa menyinggung perasaan orang lain.
Yaaahhhh.... MAAF deh teman, jika ada yang jadi tersinggung dengan status facebook saya :(

Sebelumnya saya ucapin Alhamdulillah banget, saya diberikan banyak teman - teman yang selalu peduli pada saya, beneran... saya bahagia banget kalau punya teman yang berani jujur apa adanya tentang saya. Karena teman seperti itu yang benar - benar bisa membantu saya untuk bisa lebih baik lagi.
THANKS YAAA.... :)

Saya sebenarnya gak ada maksud untuk menyinggung apalagi melukai hati orang lain, apa yang saya tulis di status saya itu hanya bercerita tentang pengalaman saya pribadi dan sengaja saya share agar bisa menjadi inspirasi (jiaaahhhh gayaaa... inspirasi :D), apa ya sebutannya? bisa jadi pelajaran kali ya... bagi teman-teman yang lain.

Memang sih, tiap-tiap manusia itu punya hak atas passion masing-masing, dan saya sama sekali gak pernah bermaksud untuk menghakimi kalau pilihan saya menjadi ibu rumah tangga yang bekerja dan dapat gaji bulanan dari rumah itu, lebih baik dari pilihan wanita lain yang bekerja mendapatkan gaji di kantoran dan harus terpisah dari anaknya.
SAMA SEKALI TIDAK ya teman - teman! :)

Yang saya tulis di setiap status saya itu hanya berdasarkan pengalaman dan pilihan hidup saya sendiri, jika ada yang membandingkan dengan kehidupan orang lain itu di luar kuasa saya ;).

Dan juga saya sama sekali gak mengatakan teman-teman yang bekerja di kantoran dan meninggalkan anaknya di rumah itu gak baik, saya malah salut sama keteguhan hati teman - teman lainnya yang bisa meninggalkan anak di rumah, karena saya sendiri semakin lama bersama anak, semakin gak mampu melepaskan anak bersama orang lain :').
Apalagi jika melihat kembali masa lalu saya yang akhirnya membentuk saya menjadi wanita seperti ini.
Wanita yang cengeng, manja dan gak mau pisah jauh dari seseorang yang udah dianggap menjadi memberikan rasa nyaman di hati.

Saya bahkan begitu salut melihat teman-teman yang lain yang rela berpisah jauh banget ama suami dan hanya bisa berjumpa beberapa bulan sekali, lalu di tempatnya sendiri dia harus meninggalkan anaknya bersama orang lain demi masa depan mereka.
Dan banyak teman saya seperti itu selama bertahun - tahun.

Bahkan saya juga salut kepada teman yang harus berpisah dengan anak dan suami selama beberapa lama demi karir dan masa depan..

SALUT...
Beneran.....
Karena saya gak mampu melakukan hal seperti itu..
Gak mampu menjalani hal seperti itu.

Karena masa lalu yang membentuk jati diri saya.
Dan karena saya gak mau anak saya merasakan apa yang saya rasakan di masa lalu .

Jadi..
Seharusnya teman - teman gak perlu tersinggung akan semua status saya, karena saya gak pernah bermaksud membenarkan posisi diri sendiri dan menyalahkan posisi orang lain.
Boleh deh dibaca semua status saya, bukannya semua bercerita tentang apa yang saya pikirkan dan alami sendiri? :D

Iklan... KLIK FOTO
http://bit.ly/ActionBersamaRey


Tapi nih yaaa..
Saya pernah kok seperti teman - teman..
Saya pernah sangat kesal dan tersinggung dengan status teman - teman lain yang bekerja dari rumah.
Saya merasa mereka-mereka tersebut merasa dirinya sangaaaatttt hebat dan orang lain gak..
Saya merasa kalo mereka merasa mereka itu hebat banget karena bekerja dari rumah dan mendapatkan gaji besar dan saya bodoh banget cuman sibuk FBan mengeluh gak punya duit dan kegiatan yang menghasilkan duit.
Pokoknya saya KESAAALLLL BANGET DEH..

Sampai suatu hari rasa kesal saya berubah jadi marah...
Marah karena mereka - mereka tersebut tetap menjadi - jadi di statusnya..
Dan akhirnya TERSADAR lalu semakin marah..
Marah karena apa yang mereka tulis itu benar adanya.
Yah memang benar... MENGELUH itu gak akan bikin keadaan berubah..
MENGELUH itu hanya bikin keadaan makin buruk..
Dan itu hanya akan semakin merugikan kita..

Hingga akhirnya saya penasaran, lalu mengikuti jejak mereka. Daaannnn, jadilah saya seperti sekarang, pribadi yang bisa merasa lebih bermanfaat, bisa lebih selalu berpikiran positif, bisa menghasilkan duit lagi, bisa menikmati aliran dana masuk ke rekening (udah nyaris 3 tahun gak merasakan transferan gaji lagi nih, hiks)

Dan yang lebih keren lagi, saya akhirnya menemukan cara untuk mempunyai gaji puluhan juta, cara untuk mempunyai mobil CRV dan BMW GRATIS sertaaaaa JALAN - JALAN KE LUAR NEGERI GRATISSS (mimpi saya sejak kecil :D)

Jadi sekali lagi maaf ya teman jika status saya melukai perasaan :'(, saya gak bermaksud begitu kok, saya cuman pengen sharing aja, siapa tau bisa menjawab kegalauan teman -teman yang lain :D

Wednesday, April 16, 2014

Pernah Dicuekin Teman yang Sudah Sukses?

Pernah punya teman sepermainan yang akrab, tiba-tiba terasa menjauh saat dia sudah sukses? Saya belum pernah :p, mudah-mudahan sih jangan pernah ya, eh apa memang pernah tapi sayanya cuek kali ya?
emmm… sebentar saya pikirkan, siapa ya teman saya yang sudah sukses lalu cuek ke saya? mmmm… siapa ya?
Ya sudah… anggap saja belum pernah :p

Beberapa waktu lalu saya pernah membaca status salah seorang teman facebook yang menceritakan tentang teman yang sukses lalu lupa teman lama. Saat itu saya langsung ikutan menghakimi kalau teman yang sukses lalu lupa teman lama itu SOMBONG dan ANGKUH.
Sampai saya memutuskan beralih profesi menjadi marketing dan akhirnya saya sepertinya mengalami apa yang teman ‘SOMBONG’nya itu rasakan dulu, #MungkinLohYah :D
Jadi, sejak merasa dunia kerja kantoran sudah tidak cocok lagi buat saya, saya lalu berpikiran ingin menjadi seorang enterpreuner seperti yang telah dijalani oleh seorang sahabat saya ketika STM dulu.

Sebelumnya, sahabat saya itu selalu saja mengajak untuk mulai melirik bisnis demi kesuksesan, katanya “jangan mau jadi karyawan mulu Rey, masa kalah ama orang yang pendidikannya jauh di bawah kamu, namun jadi bos?”
Saat itu saya kesal sekali jika mendengar ceramah-ceramahnya tentang bisnis, hingga akhirnya saya mempunyai seorang anak dan jenuh dengan gaji pas-pasan yang keseringan tidak pas :D.

Teringat ceramah teman sebelumnya, saya lalu mempunyai ide untuk mengajak teman-teman dekat untuk memulai bisnis kecil-kecilan, menciptakan brand sendiri di bidang makanan kecil, teman-teman setuju. Namun sampai akhirnya saya action sendiri, yang lain diam saja tidak mau ikutan action.
Sampai akhirnya, karena tidak menyiapkan perencanaan yang matang, usaha kecil saya tersebut terpending untuk sementara waktu dan akhirnya bertemu dengan bisnis baru yang lebih baik.

Bisnis saya sekarang hampir sama dengan bisnis makanan yang telah saya tekunin sebelumnya. Yah, sama di bidang marketingnya. Hanya kali ini, saya tidak perlu sibuk memikirkan produk serta konsep pemasarannya. Cukup memikirkan strategi pengembangan marketing tersebut. Bangganya pula, saya akhirnya menjadi seorang marketing yang beradab, dengan menjunjung kode etik perusahaan tentang kenyamanan klien dan konsumen.

Salah satu kelebihannya pula karena saya tidak perlu lagi mengeluarkan modal jutaan rupiah untuk inventaris barang dan bahan baku untuk produk.
Setelah melihat peluang untuk sukses lebih besar, saya pastinya lebih dulu mengajak teman-teman dekat saya sebelum yang lain, kenapa? karena berproses bersama teman-teman dekat itu jauh lebih menyenangkan. Bersama merasakan suka duka dalam perjalanan menuju kesuksesan, lalu bersama-sama merasakan manisnya buah perjuangan kami yaitu kesuksesan, seperti yang selalu kami impikan ketika masih menjadi karyawan.

Namun sayang, sekali lagi saya harus tersenyum kecut melihat tanggapan teman-teman dekat saya, hampir semua malah berkata : “Kamu aja duluan Rey, nanti kalau kamu udah sukses, baru saya ikutan”
Sejujurnya, saya merasa senang dan sedih ketika itu, senang karena teman-teman menpersilahkan saya sukses terlebih dahulu . Dan sedih karena tidak bisa sukses bersama seperti mimpi-mimpi kami dulu.

Mereka mungkin tidak sadar, jika saya sudah sukses terlebih dahulu ketimbang mereka, saya belum tentu bisa mensupport mereka seperti ketika saya harus mensupport mereka saat kami berproses bersama.
Karena, semua pasti juga tahu, orang sukses itu akan semakin sibuk, dan semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Pastinya tidak akan sempat untuk lebih fokus mensupport seseorang yang juga ingin ikutan sukses bukan karena dari hatinya ingin sukses, tapi karena baru sadar dan percaya pada teman dekatnya, kalau peluang itu benar adanya.

Intinya, saya akhirnya “mungkin” menemukan jawaban dari sikap seorang teman yang kelihatan sombong saat sudah sukses.
Itu bukan sepenuhnya karena sombong..
Tapi karena dia yang sekarang sudah sukses, tidak punya lagi waktu untuk diajak bermimpi bersama tentang kesuksesan.

Karena dia sudah dapat meraih mimpinya, dengan ataupun tanpa yang lain. :D

Monday, April 14, 2014

Ingin Punya Momongan Lagi

Saya termasuk wanita yang pernah merasakan masa-masa galau dalam penantian hadirnya si jabang bayi.
Kurang lebih 7 bulan saya mengalami hal tersebut. Padahal saat menikah, ibu mertua saya bilang, "Rey, nanti gak perlu di tunda ya punya momongannya"
Saya pun mengiyakan dengan gembira.

Sayang sekali.. Bulan berganti, tamu saya tetap setia mengunjungi, seolah tak punya rasa iba akan perasaan saya yang sedih saat mendengar pertanyaan umum dari berbagai pihak.
"Rey, gimana nih? sudah isi belum?"

Berbagai cara akhirnya saya lakukan, apapun itu selain mengunjungi dokter atau dukun :D. Kenapa tidak mau mengunjungi dokter? Jawabannya sederhana, saya tidak pernah menyukai aktifitas mengunjungi dokter.
Sudah antri, mahal, dokternya kadang judes, dan.... saya tidak mau jika harus ada pemeriksaan - pemeriksaan bagian tubuh. hhhhhh.... Risih!.

Jadi hal yang saya lakukan adalah mencari tau masa subur saya, menjaga kesehatan dan berdoa.

Alhamdulillah, penantian saya dalam kegalauan berakhir setelah memasuki bulan ke tujuh setelah kami menikah.
Saat itu ketika saya sudah mulai cuek dengan pertanyaan kebanyakan orang, sudah mulai cuek menghitung masa subur, dan sudah mulai cuek deg-degan saat masa kedatangan tamu saya mendekat.
Lalu suatu pagi saya dengan penuh deg-degan menuju kamar mandi sambil membawa sebuah alat test pack dan keluar dari kamar mandi dengan senyum sumringah. Alhamdulillah.... :D

Wednesday, April 02, 2014

Apa Sih Keuntungan Menjadi Member/Konsultan #Oriflame?

Bagi kebanyakan wanita, menjadi member sebuah produk atau tempat belanja merupakan kesenangan tersendiri.
Bagaimana tidak? dengan menjadi member, kita akan memperoleh harga dan penawaran spesial dari produk atau tempat belanja tersebut. Meskipun mungkin diskon yang diberikan tidak seberapa, namun lumayanlah, ketimbang tak ada potongan sama sekali.