Thursday, July 17, 2014

Kisah Sedih Dari Sudut Sekolah si #Darrell

Pagi tadi saya sedikit rajin, jadi nganterin dan nungguin anak saya di sekolahnya.
Sebenarnya sih kurang begitu suka nongkrong kelamaan di sekolahnya, tapi karena udah kewajiban ya udah dijalanin aja.
Kenapa sih saya gak suka nongkrong di sekolah? karena di sekolah tuh banyak banget ibu2 lain..
Saya cuman gak mau aja terbebani dengan beban karena mengetahui aib orang lain, hihihi...
Ya seperti yang diketahui, kalau kebanyakan (kebanyakan loh ya, bukan berarti semuanya :D) ibu2 kalau udah ngumpul, susaaaahhh banget nahan mulut untuk gak bicarain orang lain, hehehehe....

Syukurlah, karena emang lagi bulan puasa, yang masuk cuman sedikit, dan pastinya buibu yang nganter juga cuman dikit.
Tapi sedikit - dikitnya ibu-ibu, tetep juga akhirnya terlibat pembicaraan dengan seorang ibu teman sekolah si #Darrell :D
Sambil nongkrong di sudut sekolah si #Darrell, kami mulai terlibat ngobrol ngalur ngidul, dan sampai jugalah pada tahap menceritakan tetangga rumahnya, hhhhh.....
Ya sudahlah mari kita dengarkan dan ambil hikmahnya :D

Ibu tersebut bercerita, bahwa dia punya seorang tetangga, ibu yang cantiiiikkkk banget, berasal dari luar pulau Jawa.
Ibu cantik tersebut benar - benar wanita yang sangat sempurna (selain tubuhnya yang mulai melar karena udah punya anak 3 orang, yaelaahhh... skip aja deh :D)
udah cantik, putih, berhijab, sabar, lemah lembut, keibuan dll. Seorang istri sholeha, ibu yang baik bagi anak2nya, IRT yang begitu bahagia.
Suaminya seorang polisi, anak - anaknya cantik dan tampan serta lucu2 (masih balita sih).
Kehidupannya sudah terbilang berkecukupan dan sempurna baginya..
Punya suami yang berpenghasilan tetap dan begitu sayang padanya, rumah yang lumayan nyaman, kendaraan yang juga lumayan nyaman, anak - anak yang sehat dan lucu.

Pokoknya sempurnalah bagi pandangan banyak ibu - ibu tetangga zaman sekarang :D

Sayangnya keadaan tersebut gak bertahan lama, kehidupan 'sempurna'nya berubah 180 derajat saat suaminya pergi meninggalkan dia untuk selamanya :'(

Karena ibu cantik tersebut gak punya penghasilan, akhirnya satu persatu harta yang dimiliki di jual, itupun dia harus berjuang melawan perkataan sinis dari mertua dan keluarga suaminya yang seolah - olah menyalahkan dia atas kepergian suaminya.
Sampai akhirnya, karena sudah gak mampu menopang beban sedih serta biaya hidup keluarga sendiri, si ibu cantik tersebut akhirnya menjual semua rumah dan harta yang tersisa, lalu pulang ke rumah ortunya sambil membawa anak-anak balitanya yang lucu2, hiks...

Jadi sedih dengar ceritanya...
Saya jadi ikut merasain apa yang dirasakan ibu cantik yang sholeha tersebut, pastinya sedih banget...
Sendirian di daerah orang, keluarga yang seharusnya menghibur dan membantunya malah membuatnya semakin sedih..
Jadi teringat bunda Pipik istri Almarhum Uje..., tapi beliau mah masih mending, masih punya pegangan penghasilan... :(

Kisah di atas sebenarnya salah satu hal yang membuat saya selalu galau kalau gak mandiri, dalam hal ini adalah kemandirian dalam hal financial...
Karena gak ada yang abadi di dunia ini, tidak juga suami, orang tua, dll....
Semoga ibu cantik nan sholeha tersebut selalu berada dalam lindungan Allah, dan diberikan jalan yang mudah untuk dapat membesarkan dan menyekolahkan anak - anaknya, aamiin....

Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, agar bangkit menjadi istri sholeha yang lebih produktif.
Menjadi ibu rumah tangga memang pekerjaan yang paling mulia di dunia ini, namun menjadi ibu rumah tangga yang bisa lebih produktif itu jauh lebih baik..
Insya Allah... :)