Thursday, May 16, 2013

Hikmah


Pinky menghempaskan tubuhnya dengan keras ke atas kasur empuknya, mengambil guling lalu menutupi seluruh wajah dan kepalanya, menarik napas panjang dan sesaat dadanya terasa begitu longgar dan sedikit sejuk.

Untuk kesekian kalinya Pinky uring - uringan pada Redy, suaminya yang pendiam namun kadang menyebalkan bagi Pinky.
Hampir 12 tahun bersama, 8 tahun masa pacaran dan hampir 4 tahun menikah, membuat perasaan bosan kadang datang menghampiri hatinya. Sifat mereka yang jauh bertentangan sepertinya menjadi salah satu penyebabnya, Pinky yang over tegang menjalani hidup dengan selalu terus menerus memastikan agar kehidupannya berjalan dengan sempurna dan Redy yang selalu menjalani hidup dengan apa adanya dan menikmatinya dengan baik sehingga terkesan ‘santai’ bagi Pinky.

Latar belakang keluarga serta masa kecil yang berbeda menjadi salah satu penyebabnya. Pinky dibesarkan oleh orang tua yang sangat over disiplin, bagi orang tuanya hidup itu harus selalu sukses, tak boleh ada kata gagal yang membuat Pinky tumbuh menjadi pribadi yang selalu waswas dalam menghadapi hidupnya.
Sedang Redy dibesarkan oleh keluarga besar yang orang tuanya sedikit memberlakukan prinsip demokrasi dan menghargai kebebasan bertanggung jawab setiap anggota keluarganya.

Latar belakang tersebut membuat mereka selalu berbeda pendapat dalam memaknai hidup, namun Redy selalu memilih diam dan membiarkan Pinky mengomel mengeluarkan semua uneg – unegnya, percuma menanggapi dengan serius, yang ada keadaan akan semakin memburuk. Hal itu membuat Pinky kadang menjadi semakin uring – uringan karena merasa diabaikan, namun lebih uring – uringan lagi jika Redy menanggapinya.