Thursday, December 12, 2013

Si Kecilku Sudah Tiga Tahun #Alhamdulillah

Tanggal 27 November 2013 kemaren, si kecilku genap berusia tiga tahun (Alhamdulillah...). Biasanya sih di ultahnya sebelum2nya kami hanya merayakan bertiga sambil memesan atau membuat cake ultah lalu menghias ruangan dengan semeriah mungkin dengan balon2 dan pita2.

Namun karena kali ini si kecilku sudah sekolah PAUD, maka akhirnya kami memutuskan untuk merayakan ultahnya bersama teman2 sekolahnya dan guru2nya di sekolah.
Awalnya sih, kami hanya berniat membagi2kan souvenir berisi makanan ringan yang pastinya disukai oleh anak2 seusia 3-5 tahun serta membawa cake ultah dan tiup lilin serta potong kue di sekolah.
Karena kami gak tahu jelas jumlah teman2nya maka si papi menanyakan kepada gurunya beberapa hari sebelum hari H.

Alhasil, ketika sehari sebelum hari ultahnya, kepala sekolahnya malah memberikan tugas kepada teman2nya agar keesokan harinya membawa kado untuk ultah si kecilku.
Yaahhh... jadi bingung deh, kan cuman bagi souvenir aja, sederhana pula, mestinya gak pake kado juga gak apa2.
Aku lalu berunding dengan si papi dan akhirnya kami memutuskan untuk memesan nasi kotak Quick Chicken agar lebih meriah. Syukurlah kami bisa mendapatkan paket yang lumayan murah, hanya Rp. 10rb per kotak dan manajernya bersedia untuk melayani kami lebih pagi karena kami memesan sebanyak 40 kotak.

Telat Datang Bulan, Hamilkah?

Jadi ceritanya, aku sedang ngiler - ngilernya pengen punya bayi lagi. Yah kan si kecilku udah berusia 3 tahun, dan usiaku juga udah sangat dewasa :D.
Pengennya sih cewek dan kembar, hahahaha..... makin lebay deh aku :D

Lalu bulan Oktober kemaren aku 'telat' beberapa hari, biasanya siklus mens aku 24-25 hari, namun ketika itu sampai 26 hari belum juga ada tanda2 kedatangan tamu, malah merasakan hal-hal seperti hammud aka hamil muda, yaitu letih (padahal ya biasanya juga malas :D), penciuman jadi semakin tajam apalagi pada bau yang tajam (ya iyalaaahhhh... :D), dan hal2 lainnya seperti layaknya orang hamil.

Namun ternyata sodara.... pas hari ke 26 sore eh, si 'tamu' datang dengan semangatnya...yaaaahhhhh......

Ya sudahlah, mungkin memang belum waktunya, dan itu memang cuman ke'telat'an yang diakibatkan oleh hormon biasa, lagian kan telatnya gak lama2 banget.

Dan ternyata, sebulan kemudian. Si 'telat' itu kembali terjadi... Kali ini lebih bikin deg2an, gimana gak? udah lewat hari ke 27, masih belum ada si tamunya...
Penasaran, pas di hari ke 28 pagi, pas mau jemput si kecil di sekolahnya, mampirlah diriku ke apotik beli testpack, nyarinya sih merk Sensitif kayak yang dulu pas hamil pertama. Namun karena gak ada langsung aja ngambil merk lain yaitu Pregcy, kata petugasnya sih sama aja kayak Sensitif.

Friday, September 27, 2013

Ketika Si Kecil Mulai "Sekolah'

Anakku yang cakep dan bermata bundar itu sebenarnya belum berusia 3 tahun, saat ini masih kurang 2 bulan lagi dia akan berulang tahun yang ketiga. Namun sejak beberapa bulan yang lalu mami papinya galau karena merasa hidupnya sedikit terkungkung tanpa teman.
Hal tersebut menjadikan dia jadi anak yang pemarah, egois dan takutnya hal itu akan berlanjut hingga dia sekolah nanti.

Selain itu siklus tidurnya jadi gak teratur, tiap hari begadang mulu hingga pukul 03.00, dan bangun di atas pukul 12 siang, hmmmm..... Sebenarnya sih salah maminya sih yang begadang mulu nonton TV, jadinya si kecilku gak mau bobo juga.

Siang juga kerjaannya cuman nonton TV sepanjang hari, paling malam baru bermain sebentar bareng mami papi. Memang sih tiap weekend kami selalu mengajaknya keluar untuk bermain, entah itu di mall ataupun di tempat terbuka lainnya. Namun sepertinya hal itu masih kurang untuk anak usia segitu yang mestinya setiap hari waktunya diisi dengan bermain.

Akhirnya kami lalu memutuskan untuk mengikutkan dia di sebuah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini. Setelah survey di beberapa Playgroup dekat rumah, namun ternyata gak ada yang cocok dengan ukuran budget yang mana kami cuman ingin dia sekolah agar belajar bersosialisasi atau 'sekolah2an'.
Depan kelas si kecil, kelas A PG Melati PKK, kel. Jombatan, Jombang

Untungnya sebelumnya kami pernah dikenalkan sebuah playgroup sederhana yang lumayan untuk tempat bermain dan bersosialisasi si kecil, yup akhirnya kami mendaftarkan dia di Playgroup Melati yang terletak di kantor kelurahan di Jombatan, Jombang - Jatim.
Biayanya lumayan murah, SPP perbulan hanya Rp 20.000 saja, untuk biaya perlengkapan dan lainnya hanya sekitar Rp. 210.000 yang mana biaya tersebut hanya dibayar sekali pas pendaftaran saja.

Yah, lumayanlah, dengan waktu belajar Senin - Jumat, pukul 07.30 - 09.30, kelas yang sederhana, kegiatan yang positif, rasanya lumayan sebagai rutinitas baru si kecil, daripada terus2an nonton TV di rumah.

Jangan Diskriminasi Aku, Wahai Para Ibu Yang 'Beruntung'

Jadi, cerita ini terjadi ketika aku harus ngalah dari suami yang akhirnya memutuskan berhenti jadi wanita karir dan menjadi IRT serta mengikuti suami ke tempatnya bekerja. Yup, dengan sangat berat hati aku harus meninggalkan kota favoritku, Surabaya meskipun hanya sementara waktu.

Aku akhirnya menetap sementara di kota Jombang, Jatim yang berjarak kurang lebih 100 KM dari kota Surabaya. Awal - awalnya hal tersebut sangatlah berat, gimana gak? lebih 10 tahun aku udah terbiasa dengan kota yang gak pernah sepi, penduduknya yang cuek namun ramah, serta bebas menjadi diri sendiri.

Hal tersebut gak aku temukan di kota Jombang, dari kotanya yang cepat tidur namun bangun lebih lama (aktifitas toko), makanannya yang tidak bersahabat di lidahku serta bahasa masyarakatnya yang begitu sopan namun sungguh bikin rasanya aku ingin sekali mengunduh kamus bahasa Jawa kedalam otakku agar bisa memahami bahasanya.

Awal kepindahanku ke kota Jombang sungguh berat, setiap sabtu siang bahkan kadang Jumat sore kami langsung bergegas kembali ke Surabaya, kangen aja ama kota itu. Namun lama kelamaan aku tersiksa sendiri oleh rasa capek yang mendera akibat harus pulang pergi Surabaya - Jombang di setiap weekend tiba.

Sedikit demi sedikit aku mencoba mencintai takdir aku, bersahabat dengan kota ini, masalah keperluan mendesak di malam hari terselesaikan dengan adanya minimarket Indomart 24 jam meski lumayan jauh dari rumah kontrakan kami. Masalah makanan yang tidak bersahabat dengan lidah, terselesaikan dengan terpaksa belajar masak sendiri agar bisa menikmati makanan sesuai dengan keinginan lidah sendiri (meskipun tidak seenak makanan yang enak, namun lumayan lah, ketimbang harus kena busung lapar :D).

Monday, September 16, 2013

Bebek Sinjay, Madura

Jadi, awalnya aku tuh sama sekali bukan pecinta makanan dari bebek, entah itu di goreng atau dijadikan menu lain, selalu saja gak pernah menarik keinginanku untuk mencicipinya.
Lupa kapan tepatnya tiba2 saja jadi pecinta kuliner satu ini, kalau gak salah sih hal itu terjadi ketika sewaktu kuliah dahulu, ketika harus mengerjakan praktikum Hidrologi (eh bener Hidrologi atau Hidrolika gak ya?) dan sekelompok dengan seorang kawan yang bernama Andik, yang mana di depan rumahnya terdapat penjual bebek goreng Purnama yang maknyus banget.

Sejak saat itu aku jadi selalu menyukai kuliner bebek goreng, salah satu bebek goreng kesukaan aku di Surabaya yaitu bebek goreng cabang Purnama yang tersebar di beberapa lokasi di Surabaya seperti Klampis, Gayungsari dan Wiyung.

Anyway, jadi beberapa hari yang lalu di mulai saat teman aku ketika kerja dahulu yaitu MarMar memajang PP BBM dengan foto ketika berada di bebek Sinjay Madura, sudah lama sih mendengar cerita kalau bebek goreng Sinjay itu sudah menjadi destinasi wajib bagi orang2 yang mengunjungi pulau garam tersebut, menurut ceritanya kenikmatan rasa bebek goreng Sinjay belum ada yang menasional dan ditambah dengan cerita seru teman2 aku yang udah pernah ngerasakan nikmatnya, hingga membuat aku jadi semakin penasaran.

Jadinya deh Minggu kemarin kami mengunjungi pulau garam tersebut (Ma.Ta.Ram aka Madura Tanah gaRam, kata papi :D)
Jembatan Tol Suramadu arah Madura di bentang tengah



Thursday, September 12, 2013

Antara Kebutuhan Hidup dan Kebersamaan

Seminggu yang lalu ketika sedang asyik bersiap membuat kukis chocochip dengan tujuan selain buat camilan kami juga untuk menghabiskan bahan kue yang karena kegemaranku membeli beragam bahan kue yang akhirnya numpuk dan mendekati masa kadaluarsanya, tiba - tiba aku dikejutkan oleh berita duka dari BBM seorang teman kerja dahulu, Ste.

"Mbak, ada berita duka, mas Irfan Kalteng meninggal dunia tadi" begitu kira2 pesan singkat dari si Ste.

Sontak aja aku terkejut, gimana gak, mas Irfan tuh teman kerja aku sewaktu masih kerja di PT Agrabudhi dan mengerjakan pelebaran Jalan Tol Dupak - Waru tahun 2007 lalu.
Mas Irfan adalah Site Manager dari PT Agrabudhi yang pastinya atasan aku yang saat itu direkrut sebagai drafter namun dengan job desk drafter, administrasi dll.

Sedih banget rasanya mendapat kabar tersebut, mas Irfan masih belum termasuk golongan berumur lanjut, masih di bawah 40 tahun, orangnya baik banget pula :(. Dulu semasa hidupnya sering banget bantuin aku, sejak masih kerja bareng di Pelebaran Jalan Tol yang selalu siap membantu jika aku butuh data pekerjaan yang kurang untuk laporan, siap jika aku meminta tolong di anterin ke mana2 untuk menyelesaikan pekerjaan baik di kantor maupun proyek, bahkan sering banget siap jadi supir nganterin aku pulang ke kos, padahal saat itu aku ngekost di daerah Gubeng Kertajaya dan kantor proyek tersebut ada di pintu tol Waru, jauh banget kaaannn???
Bersama mas Irfan dkk, tahun 2007

Last Day in #Bali (Denpasar, Tanah Lot)

Yup, hari terakhir di Bali kami isi dengan bangun agak siang biar kondisi lebih fit, maklum kan mau perjalanan jauh lagi balik ke Jatim, jadinya kami bangun sekitar pukul 08.00, sarapan pop mie, kopi dan roti, beres2 barang, mandi, dandan, bayar bill hotel selama 3 malam, lalu pukul 11an kami lalu meninggalkan hotel sederhana tersebut yang telah menjadi tempat istrahat kami selama 3 malam. Alhamdulillah selama di hotel tersebut kami tertidur dengan nyenyak, gak ada mimpi aneh, gak ada gangguan nyamuk, padahal kami sebelumnya udah nyiapin Hit elektrik yang kami bawa dari rumah. Nanti pulang baru papi sadar di Bali nyamuknya jarang karena gak kuat bau menyan, hihihi....
Baca : Adventure Again and Again #Bali (Denpasar, Kuta, Tanah Lot)
Kami lalu makan siang di Resto D'Cost daerah Renon (hasil nyasar kemarin sore kami jadi tau kalo ada D'Cost di Denpasar yang nyata2 pake label halal, jadi kan makannya gak waswas :D, lagian ini hari terakhir di Bali, jadinya agak boros dikit di makanan sah2 aja kali ya hihihi.
Kami nyampe di D'Cost sebelum pukul 12.00 siang, jadinya kondisinya masih sangat sepi, kami lalu memesan Gurami goreng, cah tauge, tahu dan tempe penyet, nasi putih beserta teh manis 3 gelas.
Sambil nunggu pesanan kami datang, kami sempatin foto2 sejenak.
BBMan dulu

Saturday, August 31, 2013

Adventure Again and Again #Bali (Denpasar, Kuta, Tanah Lot)

Yup, di Bali pada hari ketiga, kami sengaja bangun lebih pagi meski sebenarnya masih ngantuk. Kami udah janji ama si Darrell untuk mengajak berenang, mau ke kolam renang gak tau yang recomended plus terjangkau, jadinya ke pantai Kuta aja, renang di tepi pantai plus main pasir.
Berangkat dari hotel sekitar pukul 06.00 pagi, gak ada yang pada mandi, cuman cuci muka plus gosok gigi aja, si Darrell malah masih tidur langsung digendong n lanjutin tidurnya di mobil.
Baca : And the Adventure still Happen #Bali (Denpasar, Ubud, Kintamani, Besakih)
Namun entah karena pengaruh nyasar semalam, atau memang masih ngantuk, eh sekali lagi papi nyasar, padahal di hari pertama nyampe Bali papi udah pernah nyetir ke Kuta dari hotel tanpa nyasar.
Kami sampai pantai Kuta sekitar pukul 07.00, parkiran serta pantai udah lumayan ramai, banyak yang jogging baik turis lokal maupun luar.

Friday, August 30, 2013

And the Adventure still Happen #Bali (Denpasar, Ubud, Kintamani, Besakih)


Keesokan harinya aku terbangun pukul 05.00, setelah mengeluarkan laptop sebentar  untuk melihat hasil foto kemaren, lalu mengupload beberapa ke Facebook, lalu akhirnya aku mulai beres2 mempersiapkan petualangan kami selanjutnya.
Baca : And Adventure is Begin #Bali (Denpasar, Kuta)
Setelah mandi, sarapan pop mie dan roti, minum kopi baik buat sendiri maupun kopi dari hotel, kami lalu mulai berangkat, karena kami kelamaan merayu Darrell agar mau makan dan mandi, kami baru bisa keluar dari hotel sekitar pukul 10.30 dan langsung menuju daerah Ubud, sebenarnya kami juga bingung mau kemana, tapi teman aku merekomendasikan bahwa saerah yang cantik tuh di sekitar Ubud atau danau Batur, ngeliat di peta sih kayaknya jauh banget dari Denpasar, tapi ya sudahlah, coba aja berjalan sambil mengikuti peta dan petunjuk di jalan.

Saturday, August 24, 2013

And Adventure is Begin #Bali (Denpasar, Kuta)

Masih ngantuk sih sebenarnya gara2nya semalam gelo ngeblog ampe pukul 04.00 pagi, gila yakkk...

Okeh, waktunya nerusin kisah petualangan kami di Bali.
Baca : First Time I Meet You, #BALI (Denpasar)
Jadi, setelah kita siap2 di Hotel sederhana tempat kami menginap, akhirnya sekitar pukul 12.00 kami keluar dan memulai petualangan kami. Papi menyetir dengan perasaan segar karena sempat istrahat beberapa waktu di kamar, namun gak begitu dengan diriku, baru sekitar 15 menit menikmati pemandangan kota Denpasar di siang hari nan terik, akhirnya aku ketiduran juga saking gak kuat ngantuknya.

Bangun2 aku udah disuguhin oleh pemandangan sedikit vulgar, yups,,,, banyak orang (bule) yang memakai pakaian yang sangat minim dan berjalan dengan pedenya di siang bolong seperti ini, ternyata kata papi kami udah di daerah Kuta. Wawwww.... langsung deh mataku kebuka lebar, gak mau nyia2in pemandangan baru (eittttsss maksudnya suasananya, bukan bule setengah bugilnya, orang kebanyakan yang nyaris bugil tuh juga penuh lemak menggelombor juga, masih sedikit lebih mending aku, haaahahahahahha :D )

First Time I Meet You, #BALI (Denpasar)

Yup, capek utak atik blog, dan udah pukul 02.31 namun belum rela untuk tidur, si kecilku udah tertidur manis di samping papi, dan sepertinya aku pengen melanjutkan cerita petualangan kami beberapa hari lalu.
Baca :Yayyy, Petualangan menuju #Bali
Jadi setelah sampai di ferry yang akan menyebrangkan kami dari pulau Jawa ke pula Bali, kami lalu cepet2 keluar dari mobil dan langsung menuju ke lantai atas tempat para penumpang beristrahat duduk2 menikmati musik atau sekedar ngemil pop mie :)

Sayang banget niat mau foto2 gak kesampaian dikarenakan si Darrell yang lebay mintanya di pinggir ferry mulu liatin air katanya, papi dah ngomel takut Darrel masuk angin, sedang aku sih gak seberapa pusing akan angin, yang paling kupusingin tuh takutnya kita nyemplung ke laut, hiiii....

Yayyy, Petualangan menuju #Bali

Yap, jadi ceritanya, berhubung lebaran kali ini kami gak bisa ke Buton, dan lebaran tahun kemaren sedikit bosan hanya menghabiskan liburannya di Surabaya, Jombang, Kediri dan Gresik, jadinya tahun ini kami eh aku sih sebenarnya :D, pengen mengunjungi tempat - tempat yang belum pernah dikunjungi, secara... anak udah bisa diajak petualangan, dan Alhamdulillah ada kendaraan yang bisa mendukung (meski belum punya sendiri sih, semoga tahun depan bisa punya sendiri, aminnnn#Ngarep #EhMimpiGratisKan ? )

Jadi, sebelumnya kami udah nyiapin semua perlengkapan untuk petualangan, mulai dari baju sekoper (yang ternyata gak kepake semua), peralatan makan, minum, jajan, minuman, minuman dingin yang disimpan di box stereofoam yang Alhamdulillah awet sampai 3 hari masih dingin, Pop Mie, Mie gelas, kopi instan, peralatan mandi, peta Jatim dan peta Bali, termos air panas, pemanas air, dll. Pokoknya barang2 tersebut ditata dengan rapi di jok belakang mobil namun tetap aja keliatan bagai orang pengen minggat (bukan mudik) hahahahaaaa....
Secuil dari persiapan kami :D

Friday, August 23, 2013

Happy Ied Mubarak 1434 H

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kita pada kemenangan setelah sebulan penuh berjuang dan berlomba - lomba mengumpulkan amal ibadah pada Allah SWT, yah meskipun tahun ini aku belum bisa juga khatam sekalipun, namun aku bersyukur karena masih sedikit lebih banyak ngajinya dibanding tahun kemarin, semoga masih diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa agar aku bertemu dan khatam di Ramadhan berikutnya, amiiinnnn....

Lebaran tahun ini kami memutuskan untuk sholat Ied di tempat tugas si papi, yap di kota Jombang, Jawa Timur pastinya. Pengennya mudik mengunjungi mama dan bapak di Buton, sayang tiket pesawat gila2an harganya, mau naik kapal kok males ama waktu yang habis diperjalanan (3 hari 2 malam Surabaya - Buton).
Pengen lebaran di Surabaya kok jadi merasa gak nyaman karena di rumah eyang banyak saudara yang lain.

Yah gitu deh, akhirnya kami memutuskan sholat Ied di Jombang sekalian menyiapkan perlengkapan untuk rencana berlibur kami.

Wednesday, August 07, 2013

Berkah Ramadhan 1434 H

Akhirnya Ramadhan akan meninggalkan kita, semoga masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berjumpa kembali di tahun depan, amiiinnn....
Ramadhan kali ini Alhamdulillah penuh berkah, meskipun nyaris semua rencana gatot aka gagal total, tapi pastinya ada hikmah dibalik semuanya :)

Rencananya sih pengen masarin brownies, tapi ternyata seperti tahun - tahun sebelumnya kakak tercinta satu2nya aku mulai merengek minta dicarikan baju lebaran untuk semua keluarganya, mulai dari 2 anaknya, suami dan kakak, juga mama dan bapak.

hmmm, rasanya kesal juga, meski hanya setaun sekali ngerepotin aku, tapi ya kok timing nya gak pas banget ya? gimana gak? sekarang kan aku stay di kota Jombang yang jaraknya kurleb 100 km dari Surabaya, dan sipapi kan mesti kerja Senin sampai Sabtu, jadinya kita cuman ada waktu hari Minggu aja.

Ya berhubung si kakak ngerengek mulu, jadinya dengan berat hati berangkat juga kita nyariin semua pesanannya.

Jadinya selama Ramadhan ini, tiap minggunya kami harus bolak balik ke Surabaya untuk mencari kebutuhan lebaran.

Yah biar gak bosan, kita mampir juga ke beberapa tempat sambil abadikan momennya aka foto2 :D

Mampir sholat Dhuhur di Masjid Agung Surabaya dan mampir pula di menara masjidnya
Bergaya jadul di depan Menara Masjid, *Plis jangan komen tentang 'bulat'nya pipiku :D

The Born Day

Jarang update blog, jadinya momen born daynya dah lewat, cuman ga asyik aja kalo gak di post :)
Yup, 6 Juli kemaren, sipapi tercintaku berulang tahun, di tahun - tahun sebelumnya sih aku lebih milih membelikan sesuatu yang dia impikan atau butuhkan sebagai bentuk perhatianku, namun berhubung saat ini akunya sedang bekerja sebagai IRT (IRT loh ya, not ART!), yang bayarannya fantastis berupa pelukan dan ciuman si kecilku sayang yang gak mungkin dong aku uangkan untuk membeli sesuatu untuk sipapi.
Jadinya aku akhirnya membuatkan sebuah cake coklat untuk ultahnya.

Buat cakenya sih gak seberapa susah, karena aku pake brownies aja, namun ngehiasnya itu tuh yang lumayan bikin aku jadi migren karna kelamaan nongkrong di dapur yang mana dapur mungil kami full angin malam aka ventilasinya kelewat sehat hahaha :D

Namun meskipun migrennya gak ketulungan Alhamdulillah jadi juga cake ultahnya...

Tadaaaaaa, jelek ya, biarinnnn, wajarlah diriku kan bukan chef ahli decor cake *ngeles :D

Thursday, June 13, 2013

Feel Bad this Day (again) / Kadang sangat BOSAN hidup seperti ini / Benci Kota Jombang / Kangen Surabaya

Gak tau pengen nulis apa, yang jelas lagi bad mood aja, mungkin karena kalah lagi ama si setan yang selalu menggoda hingga begadang dan akhirnya gak bisa puasa hari ini :(

Juga mungkin karena tekanan2 hidup akhir2 ini, atau karena semalam habis browsing dan ketemu teman2 dari kampung halaman dahulu yang dulunya cupu kini jadi hebat, yang dulunya cantik udah pada nikah dan diam di rumah jagain anak, dulu hidupnya kekurangan tapi kini bisa banggain ortunya.

Keadaan seperti itu membuat aku teringat ortu sendiri, dulu kami bukan orang yang 'berada' tapi bukanlah juga termasuk pada keadaan yang sangat kurang, aku masih bisa bersekolah hingga ke perguruan tinggi (meski swasta) dan jauh dari ortu, meski untuk membayarnya mama harus bekerja keras memeras keringat tanpa harus memperdulikan keadaan diri sendiri. Yup, di saat para ibu - ibu yang lain (meski hanya ibu rumah tangga) bersolek cantik tiap kemana2, bahkan di rumah. Mamaku malah ke kantor dengan wajah polos tanpa make up meski itu bedak tipis.

Bukannya gak punya waktu untuk dandan, cuman mama lebih sayang jika uangnya terpakai buat beli kosmetik, lebih baik dipakai buat keperluan sekolah anak atau rumah tangga. Hidup dengan suami yang egois membuat mama jadi seperti itu, beliau bagaikan single parents meski di rumah ada seorang kepala rumah tangga.

Bagi ortuku (khususnya mama) pendidikan anak itu yang paling penting, karena pendidikan itu adalah bekal hidup mandiri di kemudian hari. Syukur Alhamdulillah, dengan susah payah sampai nyaris stress aku akhirnya berhasil menyelesaikan skripsi yang entah dari mana kepikir harus mengambil skripsi dengan tema kekuatan baja yang sejujurnya aku nyaris gak sanggup ngerjakannya tanpa tempat bertanya ataupun bimbingan memuaskan dari dosen :(.

Tuesday, June 11, 2013

Jatim Park II Edisi Kedua in 'BLUE'


Minggu kemaren tepatnya 9 Juni 2013, kami bertiga berlibur ke Jatim Park II (lagi), sebelumnya kami pernah kesana ketika si kecil berumur setahun (November 2011), waktu itu tiket masuknya Rp. 45,000 per orang, makanya kami ingin mengunjungi tempat tersebut lagi, apalagi sekarang si kecil lagi aktif – aktifnya pengen tau apa aja, dan sangat tertarik pada hewan apa aja.

Kami berangkat dari kota Jombang pukul 07.45 melewati daerah Kandangan hingga langsung nyampe ke Batu. Awalnya sih kami pengen lewat daerah Mojokerto lalu ke Pandaan trus ke Malang lalu Batu, namun kami khawatir akan terjebak macet di daerah Lawang, Malang karena hampir setiap Minggu kami memantau melalui akun FB radio SS jika daerah tersebut macet 2 arah.
 Hal tersebut wajar karena kemacetan yang biasanya terjadi di daerah Porong telah teratasi, hingga macetnya berpindah numpuk di ‘pintu masuk’ daerah Malang.

Setelah menempuh waktu 2,5 jam dengan disuguhkan pemandangan cantik dan segar khas pegunungan serta sawah – sawah yang membentang luas dengan hijaunya pohon – pohon pinus (asyik banget deh), akhirnya pukul 10.30 kami sampai juga di kota Batu. Kami istrahat sebentar di pinggir jalan sambil menikmati ‘sarapan telat’ kami dengan bekal yang kami bawa (cuman mie goreng instan ama nasi putih plus telur rebus sih). Namun karena hawa sejuk cenderung dingginnya kota Batu maka bekal kami terasa sangat nikmat (nikmat ato lapar ya?, hihihi).

Setelah itu kami lalu menuju lokasi Jatim Park II tersebut, dan saking lamanya kami gak lagi petualangan ke batu. Si papi jadinya lupa jalan menuju lokasi tersebut, setelah kesasar dikit dan akhirnya termos air panas untuk susu si kecil pecah karena si papi nyetir dengan sedikit kasar pas belok hiks, akhirnya kami sampai juga di lokasi tersebut.

Dari luar sepertinya terlihat masih sepi, namun saat kami memasuki parkirannya, ternyata udah penuh dengan kendaraan yang berasal dari berbagai tempat. Setelah membayar parkir Rp. 5.000 untuk mobil, kami akhirnya mendapatkan parkir kosong di area E (samping kiri Jatim Park II).
Si kecil udah gak sabaran banget pengen masuk, apalagi di depan lokasi tersebut begitu ramai dengan rombongan anak – anak TK yang sibuk bermain kejar – kejaran satu sama lainnya membuat si kecil kami pengen ikutan.

Depan Hotel Pohon Inn - Si kecil udah ga sabaran, hihihi

Depan Museum Zoo

Aku lalu membeli tiketnya yang ternyata sekarang telah naik sebesar Rp. 90,000 per orang untuk weekend (Jumat, Sabtu, Minggu) dan Rp. 65,000 untuk weekday. Karena si kecil kami tinggi badannya telah melewati 85 cm, maka kami harus membeli  3 karcis untuk bisa masuk ke wahana tersebut.

Thursday, May 16, 2013

Hikmah


Pinky menghempaskan tubuhnya dengan keras ke atas kasur empuknya, mengambil guling lalu menutupi seluruh wajah dan kepalanya, menarik napas panjang dan sesaat dadanya terasa begitu longgar dan sedikit sejuk.

Untuk kesekian kalinya Pinky uring - uringan pada Redy, suaminya yang pendiam namun kadang menyebalkan bagi Pinky.
Hampir 12 tahun bersama, 8 tahun masa pacaran dan hampir 4 tahun menikah, membuat perasaan bosan kadang datang menghampiri hatinya. Sifat mereka yang jauh bertentangan sepertinya menjadi salah satu penyebabnya, Pinky yang over tegang menjalani hidup dengan selalu terus menerus memastikan agar kehidupannya berjalan dengan sempurna dan Redy yang selalu menjalani hidup dengan apa adanya dan menikmatinya dengan baik sehingga terkesan ‘santai’ bagi Pinky.

Latar belakang keluarga serta masa kecil yang berbeda menjadi salah satu penyebabnya. Pinky dibesarkan oleh orang tua yang sangat over disiplin, bagi orang tuanya hidup itu harus selalu sukses, tak boleh ada kata gagal yang membuat Pinky tumbuh menjadi pribadi yang selalu waswas dalam menghadapi hidupnya.
Sedang Redy dibesarkan oleh keluarga besar yang orang tuanya sedikit memberlakukan prinsip demokrasi dan menghargai kebebasan bertanggung jawab setiap anggota keluarganya.

Latar belakang tersebut membuat mereka selalu berbeda pendapat dalam memaknai hidup, namun Redy selalu memilih diam dan membiarkan Pinky mengomel mengeluarkan semua uneg – unegnya, percuma menanggapi dengan serius, yang ada keadaan akan semakin memburuk. Hal itu membuat Pinky kadang menjadi semakin uring – uringan karena merasa diabaikan, namun lebih uring – uringan lagi jika Redy menanggapinya.

Friday, April 26, 2013

Petualangan Pertama bersama Darrell

Note from www.mamidarrell.wordpress.com

Ya akhirnya liburan aku bareng temen2 geng gallon (Aremix) kesampaian juga, setelah melalui perdebatan panjang dan hampir ditunda lagi karna mas Emil gak bisa ikut (katanya ada balasan lamaran sodaranya)
Tapi karna kita dah males nunda2 lagi jadinya deh kami 3 keluarga aja yang berangkat (ehm Ste yang masih pacaran ama Rama bisa disebut 1 keluarga gak ya? :D )
Minggu, 4 Des 2011
Aku ma papi n Darrell di jemput pukul 5.00 pagi, kalang kabut deh aku ama papi, abisnya aku baru selesai mandi, papi belum mandi apalagi Darrell? Bangun aja belum.. Ya akhirnya kami berangkat 15 menit kemudian dan nyampe di rumah MarMar di kawasan Barata Jaya 19 no.3 sekitar pukul 5.30 lalu mampir sejenak membeli sarapan nasi campur dan melanjutkan perjalanan.
Kami sampai di tujuan pertama yaitu kebun teh sekitar pukul 9.30, ada yang mengkhawatirkan lagi, pas udah mo deket kebun teh, si Rama yang nyetir dan bertugas minjam mobil (keren abis minjamnya Avanza baru 24 jam hanya Rp. 225.000, udah ada LCD TV nya n tirai jendela juga), eh baru sadar kalo dia ternyata belum sempat isi BBM, weh?? Mana bensinnya tinggal dikit banget n gak ada POM bensin di sekitar kebun teh tersebut.
Tapi atas saran si papi kita nekat aja lanjut naik ke kebun teh. Sampe di kebunnya kami masuk dengan membayar Rp. 50.000, itupun atas rayuan gombal si Rama ama si mas tukang jaga loket, padahal tiket masuknya aku intipin Rp. 11.000 perorang. Sampe kebunnya kami lalu nyari tempat yang asyik buat sarapan dan kami memilih lapangan tenis yang sepi lalu makan bareng di kursi deket lapangan itu. Abis makan kami lalu berkeliling kebun bareng2 sambil foto2 bareng :D
Sarapan dulu di lapangan tennis dalam kebun teh

Petualangan Liburan Natal 2011 bersama Darrell

Yup… Natal 2011 diperingati dengan meriah oleh umat kristiani, dan kami sebagai muslim ikut menikmati liburannya :) .
Sabtu, 24 Des 2011 sore hari, kami mulai berputar2 di kota Jombang, rencananya sih pengen nyari rumah kontrakan, karna gak efektif tinggal di kamar kos. Setelah kesana kemari hingga sampai ke daerah Perak, Jombang dan mampir makan bakso solo (lumayan enak) lalu kami memandangi jalanan arah Jateng yang macet banget.
“Iya banyak yang liburan nih, soalnya libur panjang, papi juga libur sampe Senin” kata papi. Wah… Tiba2 melintas ide di kepala kami, liburan ke mana ya? Papi usul ke rumah Coco di Gresik (ih itu mah bukan liburan tapi silaturahmi papiiii). Aku usulkan ke WBL namun ditepiskan karna Darrell lagi biang keringat karna cuaca panas. Jadinya kami sepakat untuk ke tempat yang dingin yaitu Malang.
Kami lalu cepat2 pulang ke kamar kos lalu mengemas apa aja yang akan dibutuhkan selama di Malang, karna Darrell yang masih terbatas makanannya alias sering alergi kami lalu membawa sisa masakan siang hari lengkap dengan panci, kompor listrik, steamer serta heater juga termos air panas.
Kami berangkat sekitar pukul 19.00 dari Jombang dan melewati jalan ke Pare, lalu daerah Kandangan. Jalannya lumayan seram (jadi teringat kisah kami ke Jogja malam Jumat n naik motor berdua dari Surabaya). Kami melewati jalan yang berliku serta mendaki dan di sebelah kiri kami adalah jurang yang menganga, di tambah tanpa penerangan penduduk ato PJU lagi, lengkap sudah keseraman jalanan yang membuat adrenalin kami meningkat (halah).

catatanRR 090413

Hari ini seminggu sudah aku bermalas - malasan, bukan malas - malasan yang kuinginkan sih, eh tapi juga sedikit menginginkan *Labil :)
Di mulai dari aktivitas berlebihan semangatnya mengerjakan usaha kue, sampai akhirnya sampai juga diriku di batas stres dan berakhir dengan percekcokan dengan suami serta dihadiahi batuk, pilek plus sakit tulang di pinggang dan punggung :'(

Sebenarnya sih sudah sedikit baikan, cuman stres aja yang membuat diriku jadi maraaaahhhhh maraaahhh aja trusss :( kasian anakku yang imut itu, udah semakin takut ama aku, tapi ya gimana lagi? lagi stres sih :(.

ya sudahlah, lagi ga semangat nulis, nanti aja diterusin yaaahhhh :)

Maaf Membuatmu Tidak Bisa Jujur

Note 6 Jan 2013

Hari ini kita ribut (lagi).
padahal aku sudah berjanji dalam hati untuk bisa menahan emosi dan bisa menyelesaikan dengan kepala dingin. Akan tetapi sulit sekali menepati janji - janji hatiku tersebut. Apalagi harus menghadapi sifatmu yang seperti itu.

Yah, kalau boleh jujur, sebenarnya di lubuk hatiku yang paling dalam menyadari jika sifatmu menjadi menyebalkan seperti itu juga karena sikapku. Kamu menjadi sosok yang pembohong, suka nyinyir dan selalu menyulut emosiku karena aku juga.

Tapi tidak bisakah kamu memilah - milah sifat buruk apa yang bisa kamu lakukan? Kamu malah menjadi seorang pembohong besar. Awalnya sejak lama aku tahu kamu sering berbohong untuk hal - hal kecil kepadaku, kadang aku marah, namun kadang juga memaklumi sikap bohongmu untuk menutupi

Ketika Kau Benar-Benar Hadir

KeajaibanMU untukku :)
Sudah berlalu dua tahun sejak hari itu, hari di mana begitu dagdigdug menantimu.
Hari itu hari Sabtu, 27 November 2010, seperti biasanya pagi hari mami berangkat kerja, kali itu diantar papi naik motor karena siangnya ada jadwal untuk kontrol ke dokter kandungan di RS SMS. Seperti biasanya di kantor mami begitu sibuk mengurusi masalah ini itu, di tambah tugas yang harus mami selesaikan tanpa bimbingan dari atasan. Yah intinya masih seperti hari - hari kemarin, mami tetap sibuk dan sedikit tertekan akan tugas - tugas.

Syukurnya pada jam 11 siang mami berhasil mendapatkan izin untuk pulang lebih dulu karena ada jadwal kontrol kandungan. Setelah papi menjemput kami langsung menuju RS untuk berkunjung pada dokter Suraiya, SPoG. Setelah menunggu kurang lebih sejam akhirnya sampai juga nomer antrian kami dan kami langsung masuk menemui dokternya, selanjutnya seperti biasanya mami mengikuti perintah dokter,

Melewati Trisemester Pertama

Mengingat kembali saat - saat itu....

Alhamdulillah, terlewat juga masa yang menegangkan yaitu trisemester pertama.
Bagaimana tidak menegangkan, jauh dari orang tua tempat curhat dan bertanya, masih harus bekerja dengan ancaman stres setiap saat, harus menempuh jarak PP 30 Km setiap hari menuju kantor dengan mengendarai sepeda motor (alone), belum lagi di tambah mual, males makan dan keluhan - keluhan lainnya (ini niat gak sih?? kok mengeluh ya?? hehehehe).
Keluhannya belum berhenti sampai disitu juga, masih ada keluhan lainnya :D , yaitu keluhan saat pertama kali sadar kalau anugerah itu telah nangkring di perut aku (Alhamdulillah...). Deg - degan, bingung mencari dokter yang pas (wanita, nyaman dan murah :D ). Dapet sih dokternya, cewek. Namanya dokter Vita Maya, tapiiii... waktu itu momennya lagi gak tepat

Ketika Kau Hadir

Butuh waktu 7 bulan untuk kami, mami dan papi bersabar menanti kabar kehadiranmu, dan di dalam penantian kami begitu banyak perasaan bergejolak di hati mami, perasaan sedih menanti kabarmu yang tak kunjung ada.

Berbagai cara mami lakukan, meskipun bukan cara yang lebih seperti yang orang - orang lakukan misalnya ke dokter atau pengobatan alternatif. Tidak sayang, karena mami yakin kau akan hadir di saat yang tepat dan menjadi indah pada waktunya bagi kami. Yah akhirnya mami melakukan cara - cara yang biasa saja dahulu, rajin searching cara agar cepat hamil, makan makanan bergizi, mencoba hidup sehat dan meng'indah'kan pikiran. Hal itu juga dilakukan oleh papi.

Akhirnya setelah melewati masa campur aduknya

Wednesday, April 24, 2013

Ketika PNS memanggil (lagi)

Sore tadi iseng - iseng saya menelpon kakak saya satu - satunya, Jouke (baca: Yuke) di BauBau, sebenarnay tidak ada sesuatu hal yang mendesak selain menanyakan oleh - oleh yang saya titipkan melalui temannya yang beberapa hari lalu dari Surabaya.

Setelah berbasa basi, sambil menanyakan tentang frozen brownies yang saya kirim, akhirnya Yuke (demikian sapaan saya pada kakak saya) mulai membicarakan tentang rencana masuk PNS dengan biaya dari penjualan tanah milik bapak di Buton.

Sudah menjadi rahasia umum, untuk menjadi PNS butuh biaya (semoga tidak dipermasalahkan ya, soalnya itu juga berdasarkan keterangan kakak saya). Saya jadi bingung, di sisi lain saya ingin juga menjadi PNS, yang mana kehidupan kita akan terjamin sampai mati, meskipun tetap hidup pas - pasan (relatif sih).
Namun di sisi lain, tawaran tersebut sangatlah berat saya rasakan, bagaimana tidak? saya rencananya akan ditempatkan di luar kota, dan lumayan jauh dari ortu. Langsung saja saya membayangkan, jauh dari ortu, jauh dari suami, hidup berdua dengan anak benar - benar suatu kehidupan yang sangat melelahkan meskipun baru dalam tahap membayangkan saja. Belum lagi ditambah biaya perjalanan Surabaya - Buton itu sangatlah mahal untuk ukuran dompet keluarga saya.

Saturday, April 20, 2013

Suatu Hari Menunggu di Sudut Tunjungan Plaza

Di sini, di sudut sebuah resto fast food asing di sebuah mall terkenal di Surabaya, duduklah saya menanti kehadiran dua sahabat saya yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa karena terpisah oleh waktu.

Duduk sendiri seperti ini terasa aneh, berasa jadi jomblowati, padahal ya saya sedang menikmati 'Me Time' yang sebentar lagi akan berubah jadi 'Geng Gallon Time'

Menunggu itu memang membosankan ya, meskipun ditemani oleh monitor laptop namun tetap saja tak senyaman ber laptop ria di rumah. Bagaimana tidak? saya tidak membawa cash untuk baterai nya yang takutnya keburu habis sebelum sahabat - sahabat saya datang, yang mana kami telah janjian akan tukar - tukaran foto dari kameranya.

Sudah lebih 30 menit duduk disini, namun mereka belum juga menampakan diri masing - masing, mungkin sedang terkena macet di jalan.

Tuesday, April 16, 2013

Akhirnya kembali pada BLOGSPOT

Ini adalah posting pertama saya di blog ini, yang mana sejak saat ini saya berjanji akan selalu setia pada blog ini, setelah banyak menjelajah dunia per blog an dan meninggalkan banyak akun di sana sini.
Sebelumnya sejak tahun 2007 saya sudah gemar ber blog ria di blogspot, meskipun masih dalam tahap ecek2 dan seiring waktu saya sudah mempunyai sebuah ponsel pintar dan tergiur untuk memasukan aplikasi blog dari wordpress. Alasannya simple, agar saya bisa selalu meng update kisah saya tanpa harus nempel pada komputer yang notabene sedikit ribet menyalahkannya serta sedikit bermasalah karena saya termasuk orang yang sangat tergantung pada layar komputer jika sudah berada di depan monitornya.

Singkat cerita, ternyata nge blog di wordpress melalui ponsel pintar tidaklah seindah angan - angan, akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan catatan blog saya melalui komputer.
Ternyata melalui komputer pun bermasalah. Tidak tahu kenapa, setiap kali membuka wordpress loadingnya jadi lama sekali dan berujung pada kebosananku pada blog tersebut.

Dan sekarang, setelah beberapa lama bosan pada wordpress, kembalilah saya pada blog awal saya yaitu melalui blogspot.

Di blog ini nantinya akan menjadi seperti tempat curhat saya, atau diari umum yang semoga bisa berguna bagi sahabat yang membacanya.

Oke, Selamat Berbagi Kisah :)