Saturday, August 31, 2013

Adventure Again and Again #Bali (Denpasar, Kuta, Tanah Lot)

Yup, di Bali pada hari ketiga, kami sengaja bangun lebih pagi meski sebenarnya masih ngantuk. Kami udah janji ama si Darrell untuk mengajak berenang, mau ke kolam renang gak tau yang recomended plus terjangkau, jadinya ke pantai Kuta aja, renang di tepi pantai plus main pasir.
Berangkat dari hotel sekitar pukul 06.00 pagi, gak ada yang pada mandi, cuman cuci muka plus gosok gigi aja, si Darrell malah masih tidur langsung digendong n lanjutin tidurnya di mobil.
Baca : And the Adventure still Happen #Bali (Denpasar, Ubud, Kintamani, Besakih)
Namun entah karena pengaruh nyasar semalam, atau memang masih ngantuk, eh sekali lagi papi nyasar, padahal di hari pertama nyampe Bali papi udah pernah nyetir ke Kuta dari hotel tanpa nyasar.
Kami sampai pantai Kuta sekitar pukul 07.00, parkiran serta pantai udah lumayan ramai, banyak yang jogging baik turis lokal maupun luar.



Darrell langsung bangun dan memulai bermain pasir dengan membangun benteng2an, seneng banget deh dia dibolehin lempar2 pasir plus nanam2 kaki di pasir, aku mengajak main air namun sayangnya ombaknya kelewat besar, hingga akhirnya Darrell ketakutan dan gak mau main air lagi. Kami lalu bermain pasir hingga puas sambil sarapan pop mie di pinggir pantai.

Main pasir bersama :D

Sekitar pukul 09.00, saat matahari sudah mulai terik membakar kulit yang semakin menggosong, kami lalu menuju MC Donald untuk sarapan lagi, awalnya Darrell belum mau meninggalkan kegiatan main pasir padahal pasirnya mulai panas oleh sinar matahari, namun akhirnya mau juga setelah dirayu2.
Pasirnya mulai panas :D
 Kami mampir sejenak di beberapa kios kecil untuk membeli beberapa baju dan celana, dan mendapat 1 gaun, 1 celana serta 1 kaos untuk papi.
Sampai di MCD kami lalu memesan paket mantap (biasaaaa.... irit :D), suasananya masih sepi, mungkin karena masih pagi dan banyak para turis yang mendapatkan sarapan dari hotel tempat menginapnya.
Nunggu pesanan :D
Puas sarapan, kami lalu kembali ke hotel, udah gak nyaman pengen mandi karena badan udah lengket oleh pasir halus dari pantai Kuta, dan Alhamdulillah sekitar pukul 11.00 sampai juga di hotel dan kami cepet2 mandi menyegarkan badan, Alhamdulillah segarnya, untungnya kami menginap di hotel dengan air yang melimpah :D

Kira2 pukul 13.00 kami lalu keluar dan berniat menuju Tanah Lot, berbekal peta kami akhirnya bisa menemukan jalannya meski sebelumnya harus nyasar dan bertanya ke banyak orang terlebih dahulu.
OTW tanah Lot, Darrell kecapekan main pasir langsung pulas tertidur :D
Kami sampai di Tanah Lot kira2 pukul 14.30an, pas nyampe udah mulai gak nyaman, abisnya masih diparkiran aja, susah banget nyari parkiran saking banyaknya pengunjung, udah gitu panas dan Darrell rewel karena terbangun dari tidurnya yang belum puas dan pengen langsung lari2.
Tanah Lot
Panas dan silau

Kami lalu mulai foto2, meskipun dengan hati yang kurang nyaman, gimana gak? banyak turis lokal maupun Asia yang bermata sipit (maaf rasis) kurang sopan, pas lagi duduk2 menikmati pemandangan ombak yang kencang menabrak karang, eh banyak yang tiba2 aja datang ndusel2 pake pinggulnya, padahal tempat duduk itu cuman pas buat seorang, ckckcck...
Malah ada yang parah lagi, masih asyik2 duduk eh disuruh minggir ama orang bermata sipit karena mereka pengen ngambil gambar dan aku bisa ikut dalam gambar mereka jika duduk disitu, ckckckck.... hellowwww... emang situ tuh studio foto???

Kami lalu menjauh dari kerumunan orang dan mencoba menuju ke karang yang ada puranya, sayangnya ombak kencangnya membuat Darrell jerit2 ketakutan karna trauma kena hempasan ombak di pantai Kuta sebelumnya.

si Darrell takut ombak
Akhirnya kami beristrahat sejenak di taman, dengan sedikit manyun karena ketidaknyamanan akibat tingkah pola para turis yang gak sopan itu.
Papi lalu membelikan Darrell layangan burung yang akhirnya nyantol di seorang bule pas papi nerbanginnya, #Yaelah....
Main Layangan burung

 Akhirnya setelah foto2 sebentar, kami lalu memutuskan untuk pulang tanpa menunggu sunset dan papi berjanji akan mengunjungi Tanah Lot keesokan harinya dengan harapan pengunjung akan lebih sedikit hingga kami gak perlu di nduselin orang lagi :D

Narsis dahulu sebelum pulang
Di jalan kami bingung menentukan destinasi selanjutnya, papi lalu mengusulkan bermain di sebuah taman agar Darrell bisa puas berlarian, namun setelah muter2 karena nyasar akhirnya aku mengusulkan untuk mencari sebuah permainan di mall, berdasarkan recomendasi dari teman katanya mall yang paling lengkap di Bali adalah mall Galeria Bali dan letaknya di Simpang Siur. Awalnya sedikit aneh mendengar namanya, namun setelah kami nyasar 2 kali bolak balik mencari jalan masuk ke mall serta salah ngambil jalur, barulah kami mengerti kenapa di namakan simpang siur, emang beneran jalurnya simpang siur gak karuan, bikin bingung orang2 yang pertama kali lewat di situ (eh kami udah 3 kali sih, sebelumnya kami lewat situ pas mau ke Nusa Dua).

Di mall kami mencari permainan playground buat Darrell, namun ternyata mall tersebut gak sebesar mall2 yang ada di Surabaya, gamenya aja hanya ada Timezone dan akhirnya si Darrell main game di Timezone sampai puas, sementara maminya nunggu sambil terkantuk2.
di Mall Galeria Bali
Setelah puas main, kami lalu mengajak Darrell pulang, sambil terlebih dahulu keliling mencari apotik yang buka untuk membeli salep Inerson buat tanganku yang mulai berbintik2 dan gatal karena alergi sinar matahari. Oh ya, waktu keluar dari parkiran Mall kami lagi2 salah ngambil jalur ke Denpasar hingga akhirnya kami mutar balik lagi, bener2 deh tuh jalur simpang siur...
Setelah nyaris sejam muter2 mencari apotik yang buka dan menjual salep tersebut, akhirnya ketemu juga apotik Kimia Farma, kami lalu membelinya dan secepatnya kembali ke hotel untuk beristrahat.

Next : Last Day in #Bali (Denpasar, Tanah Lot)

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...