Friday, August 30, 2013

And the Adventure still Happen #Bali (Denpasar, Ubud, Kintamani, Besakih)


Keesokan harinya aku terbangun pukul 05.00, setelah mengeluarkan laptop sebentar  untuk melihat hasil foto kemaren, lalu mengupload beberapa ke Facebook, lalu akhirnya aku mulai beres2 mempersiapkan petualangan kami selanjutnya.
Baca : And Adventure is Begin #Bali (Denpasar, Kuta)
Setelah mandi, sarapan pop mie dan roti, minum kopi baik buat sendiri maupun kopi dari hotel, kami lalu mulai berangkat, karena kami kelamaan merayu Darrell agar mau makan dan mandi, kami baru bisa keluar dari hotel sekitar pukul 10.30 dan langsung menuju daerah Ubud, sebenarnya kami juga bingung mau kemana, tapi teman aku merekomendasikan bahwa saerah yang cantik tuh di sekitar Ubud atau danau Batur, ngeliat di peta sih kayaknya jauh banget dari Denpasar, tapi ya sudahlah, coba aja berjalan sambil mengikuti peta dan petunjuk di jalan.



Hari itu jalanan macet, karena bertepatan dengan hari raya Saraswati yang aku liat beritanya dari TV lokal Bali bahwa hari raya Saraswati itu adalah hari raya turunnya ilmu pengetahuan. Banyak banget masyarakat asli yang berlalu lalang hendak ke Pura, di beberapa Pura yang kami lewati selalu macet oleh kegiatan para masyarakat yang hendak sembahyang.

Kami lalu sampai di daerah pasar Sukawati, lalu berhenti sejenak untuk membeli kaos, aku gak punya kaos yang pas untuk celana kain yang kubeli di Kuta kemarinnya (kan mau foto2, jadinya kan harus tampil sebaik mungkin, hahahahahaa). Pasarnya lumayan kecil yang ternyata itu adalah pasar baru, di sebelah kirinya terdapat pasar yang lebih besar, namun karena kami sudah terlanjur parkir disitu, ya sudah deh, cari aja yang ada :)
Pasar Sukawati



Kami hanya membeli 3 kaos barong, 1 kaos rajutan serta papi membeli ikat kepala (gak tau apa namanya) khas Bali. harganya lupa, tapi yang jelas gak mahal kok, asal pandai2 plus bermental baja aja pas menawar harganya, hihihi.
Setelah selesai kami lalu melanjutkan perjalanan yang sebenarnya kami juga gak tau persis harus kemana, yah karena yang terpikir lebih dulu di otak adalah Ubud maka kami lalu bergerak ke sana.
Kaosnya langsung dipake langsung narsis pula :D

Sesampai di Ubud, mulai lagi deh bingung mau kemana? Cuaca panas di sekitar pukul 13.00 membuat kami malas untuk mampir di sebuah tempat, sebenarnya kami ingin berhenti mencari makan siang, namun kami kurang yakin akan kehalalan menu2 yang ditawarkan di setiap tempatnya.
Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan hingga Kintamani. Cukup lama kami menelusuri jalan kecil daerah pedesaan, sesekali papi akhirnya turun untuk bertanya ke masyarakat sekitar apa benar arah jalan kami, ternyata benar, kami malah melewati jalan yang lebih dekat meskipun lebih kecil.
Papi mampir beli jeruk, sekilo 12,5rb klo gak salah :D

Di suatu tempat papi berhenti untuk membeli jeruk yang banyak dijual di sepanjang jalan, warnanya benar2 menggoda dan ternyata setelah di kupas isinya gak segede penampilan luarnya, hihihi...
Sekitar pukul 14.00 sampai juga kami di jalan besar yang menuju danau Batur, jalanan kembali macet oleh aktivitas masyarakat yang sembahyang serta para turis yang menikmati keindahan danau Batur dari tempat tinggi, di sekitar tepi jalan banyak restoran yang menawarkan makanan dengan bonus indahnya pemandangan danau Batur, ada pula restoran khusus muslim, namun sayang Darrell sedang tidur serta tempatnya ramai banget.
Gunung Batur, indahnya :')

Kami akhirnya memutuskan untuk turun ke tepi danau Batur, Subhanallah indahnya, pastinya gak lupa untuk foto2 sampai akhirnya Darrell bangun dan papi memutuskan untuk membelikan pop mie. FYI sejak pagi kami belum makan nasi sedikitpun kecuali pop mie dan snack serta jeruk yang dibeli sebelumnya :)

Sambil beristrahat di tepi danau Batur kami berkali2 ditawarin oleh masyarakat lokal untuk naik perahu menyebrang ke Trunyan, awalnya hampir saja aku tertarik karena penasaran, namun papi menjelaskan kalau Trunyan tuh sebuah desa yang mana orang meninggal gak dikubur, hanya diletakkan begitu saja di bawah sebuah pohon, jenazah tersebut akan menjadi tengkorak namun tak ada sedikitpun bau yang tercium.

Hiiii, gak deh, masa bawa anak kecil ke tempat kayak gitu, apalagi kami sempat mendengar orang2 yang dari Trunyan mengeluh, katanya bayar mahal2 ternyata cuman buat liat jenazah, hahahahaaa....
Oh ya, kalo gak salah sekali menyebrang PP tuh 500rb per perahu, namun bisa dibayar patungan oleh beberapa penumpang.

Puas istrahat dan foto2, kami lalu menuju ke Besakih, seperti sebelumnya kami hanya berbekalkan peta serta tanya2 ke masyarakat di jalan, akhirnya setelah menempuh perjalanan berkelok2 di bukit dengan hawa yang dingin, serta kesasar beberapa kali, sekitar pukul 17.00, sampai juga kami di Besakih.
Suasananya udah sedikit sepi, banyak orang2 yang malah bersiap pulang, kami cepet2 bersiap ke puranya untuk foto2, dan sedikit kesal karena ada seorang bapak eh bli ya manggilnya yang ngotot banget minta 250rb untuk mengantar kami masuk ke pura dan menceritakan sejarah2nya, karena untuk menghormati si papi awalnya dengarin saja sambil menolak halus, awalnya kupikir si bli minta 50rb, eh tapi ternyata 250rb, gila apa? gak tau ya dia kalo kami nih liburan irit dan gak butuh sejarah2 gitu, kan bisa nyari n nanya mbah google, gretong pula :(. Karena sumpek si bli ngikutin mulu akhirnya keluar juga setan di kepalaku, dan dengan tegas kukatakan kalau kami cuman pengen liat2 aja dari luar, kalo masuknya mahal ya gak mau masuk dan mengenai kisah maupun cerita tentang pura nanti kami cari yang gratis aja di google banyak.
Baru deh si bli kabur menjauh.
Si Darrell narsis dulu pake ikat kepala khas Bali :D

Dan ternyata saudara, gak perlu bayar kok kalo cuman mau foto2, kami gak lama di Pura Besakih, cuman foto2 sebentar lalu pulang, takut banget ama anjingnya yang banyak berkeliaran, di tambah si Darrell kayak burung lepas dari sangkar lari2 mulu.

Menjelang Magrib kami lalu pulang ke Denpasar, di tengah jalan aku ketiduran saking ngantuk n capeknya, apalagi sambil nahan pengen ke kamar kecil pula.
Dan ternyata sesampai di Denpasar papi nyasar lagi gak bisa pulang ke hotel, karena hari raya maka beberapa jalan ditutup dan kendaraan diarahkan melewati jalan lain, dan jadinya kami muter2 aja gak karuan.
Gak tau kenapa, entah karena kami terlalu capek plus lapar atau mungkin aura magis (abisnya liat pura dimana2 dengan pohon yang biasanya aku liat di kuburan, jadinya pura2 tersebut kayak kuburan serem, :D

Syukurnya pada saat kami capek nyasar gak bisa nemukan jalan pulang ke hotel, kami akhirnya bertemu dengan MC Donald, Alhamdulillah. Cepet2 kami parkir dan pesan makanan, akhirnya perut keisi nasi juga di pukul 21.00.
Setelah makan si Darrell malah lari main prosotan di playground MCD, jadinya kami nunggu sampe sejam dan akhirnya kami pulang sambil memaksa si Darrell yang masih pengen main, hmmmm....
Wajah capek nungguin Darrell main
Daripada capek nungguin darrell, mending pacaran :D

Pulangnya, lagi2 kami nyasar hingga nyaris sampai ke pinggir kota yang sepi, aneh banget deh. padahal aku udah pelototin buku peta maupun google map.
Setelah nyaris menyerah, sekitar pukul 23.00 sampai juga kami di hotel dan langsung beberes dan tertidur pulas, capek namun Alhamdulillah bangettttt :)
Next : Adventure Again and Again #Bali (Denpasar, Kuta, Tanah Lot)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...