Friday, October 31, 2014

Catatan Akhir Bulan

Jiaahhh, kayak judul film ya? eh kalo film judulnya "Catatan Akhir Sekolah" ding :)

Lagi pengen nulis curhatan nih, gegaranya abis baca sebuah kalimat di sebuah blog teman yang mengatakan : "Menulislah, dengan itu kamu akan mengenal siapa dirimu".
Tiba - tiba selera menulis datang lagi, meskipun baru aja nulis judulnya, si bocilku udah terbangun dan minta susu botol, yaaahhh... alamat nulisnya gak konsen nih.
Tapi biarlah, saya coba saja, biar tau gimana sih tulisan saya di saat sedang gak konsen karena celoteh dan permintaan anak :)

Karena judulnya "Catatan Akhir Bulan", maka pastinya saya akan bercerita tentang kisah saya selama sebulan ini.
fiuuuhhhh..... Alhamdulillah selama sebulan ini kehidupan saya sedang benar - benar ingin memeluk Allah. Hiks...
Ada banyaaakkk banget kejadian yang bikin saya down, stres, dan pastinya disertai air mata yang lumayan bikin mata bengkak :'(
Namun Alhamdulillah wa syukurillah... ada banyak juga tawa di setiap harinya..
ya iya dong, Rey tanpa tawa? gak mungkin bangeeedddd...! :D

Thursday, October 30, 2014

Teruntuk Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Wanita Kebanggaan Saya

Beberapa hari ini sedang booming masalah Menteri wanita kabinet Jokowi - JK yang begitu fenomenal karena gayanya yang ceplas ceplos, suka merokok bahkan punya tato di badannya (yang tatoan ini entah benar entah salah), bahkan di twitter juga heboh dengan kebiasaan beliau yang gak suka memakai BRA (yang ini saya juga bingung, mereka taunya dari mana? :D), di tambah lagi beliau tidak tamat SMA (baru tau kalau pejabat gak perlu pake ijazah, dulunya saya pikir malah minimal S1).

Jujur saja, kebahagiaan saya saat menyaksikan beberapa wanita terpilih jadi Menteri pada beberapa hari yang lalu seketika hilang.

Yang bener saja.... Pendidikannya mungkin masih bisa di terima mengingat pengalaman beliau selama ini.
Namun plisss deehh... MEROKOK?
TIDAAAKKK......!!! :'(

Thursday, October 16, 2014

Mengerti Cara Bersyukur Dari Uang Rp. 10,000


Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya.
Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.
Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah.
Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya.
Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.
Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Lirik Lagu First Love By Utada Hikaru Plus Indonesian Translation

Saya paling suka bernyanyi, eehhh... bersenandung sih, eemmmm... gak sih, nyanyi :D
Pastinya di rumah aja, atau di ruangan khusus karaokean, gak punya keberanian memperdengarkan suara 'emas' yang nyamuk pun lari jika mendengarnya, wakakakkaka :D

Pas lagi googling2, ketemu deh lirik salah satu lagu favorit saya, dan ternyata artinya menyentuh banget nih... :D
Dapatnya dari sini

Okeeee... mari kita simak :



UTADA HIKARU - FIRST LOVE



Saigou no KISU wa
TABAKO no flavor ga shita
NIGAkute setsunai kaori
― Ciuman terakhir kita
― Terasa seperti rokok
― Sedikit berbau pahit dan menyakitkan

Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni iru n darou
Dare wo omotterun darou
― Pada saat ini besok,
― Aku ingin tahu dimana kau berada?
― Aku ingin tahu siapa yang kau pikirkan?

Tuesday, October 07, 2014

Bisnis MLM, menambah teman atau memutuskan hubungan pertemanan?

Saya suka banget membaca.
Dulu waktu masih SD, semua buku,  baik buku pelajaran maupun buku cerita semua habis saya baca...
Seiring waktu kegemaran membaca saya menjadi terbatas, sekarang hanya suka membaca kisah - kisah nyata atau hal - hal yang membuat saya penasaran.

Tapi ternyata, gara-gara hobi baca saya itu, jadinya saya susah fokus di bisnis Oriflame yang saya tekuni ini, gara-garanya pas baca - baca artikel di internet, googling sana sini, malah bertemu ama artikel yang anti bisnis MLM, salah satunya ya Oriflame :D

Dalam artikel tersebut banyak yang curhat tentang ketidak sukaan mereka terhadap bisnis MLM, even itu Oriflame yang katanya MLM yang adil :D
Salah satu curhatan para anti MLM tersebut adalah, ketidak nyamanan mereka kepada para pelaku bisnis MLM yang sukanya 'memaksa' mereka untuk membeli ataupun sekedar ikutan bisnisnya sebagai downline dari si pebisnis MLM tersebut.