Thursday, January 22, 2015

Saya Pun Merasakan Imbas Dari Tragedi Air Asia QZ8501 (Petualangan BauBau-Makassar-Surabaya menjadi Bau-Bau-Kendari-Makassar-Surabaya)

Assalamu alaikum...

Hai hai semuanya, 2 bulan absen posting, rasanya kangen banget.....
Bukan karena malas sih, tapi karena emang sebulan lebih saya mudik ke tempat orang tua saya, di Buton - Sulawesi Tenggara.
Di sana saya jadi fakir koneksi internet deh, dan akhirnya jarang bisa berselancar bertemu teman - teman dumay, termasuk menulis di sini..

Banyak hal sih yang ingin saya bagikan tentang pengalaman saya selama di sana.
Tapi saat ini saya akan mulai menceritakan hal yang memang masih ramai di bicarakan orang, meskipun sudah nyaris sebulan berlalu.

Yup, tragedi pesawat Air Asia QZ8501.



Saya sih gak akan bercerita banyak tentang kejadian itu, toh semua orang udah pada tau dari media2 yang ada seperti Televisi maupun media lainnya.
Saya hanya akan bercerita tentang imbas yang saya rasakan dari tragedi tersebut, salah satunya adalah pemerintah lebih ketat dalam mengawasi maskapai2 penerbangan yang ada di Indonesia dengan menghapus tiket penerbangan yang murah dan membekukan izin terbang beberapa maskapai yang belum lengkap administrasi atau apalah :D.

Nyaris sama seperti kisah seorang bapak Hasyim Arsal Alhabsi, seorang pemerhati dunia penerbangan yang bercerita tentang pengalamannya di acara Indonesia Lawyer Club tanggal 20 Januari 2015 episode  "Maut Mengintai Penerbangan Anda", yang mana beliau harus terpaksa tinggal selama 4 hari di pulau Selayar - Sulawesi Selatan, karena satu2nya penerbangan yang bisa di akses dari pulau tersebut yaitu dari maskapai Lion Air, ternyata tiba - tiba dibekukan izin terbangnya karena masalah administrasi.

Saya pun seperti itu, bedanya saya bukan orang penting seperti beliau dan saya gak seapes beliau penerbangan tersebut dibatalkan saat beliau sudah ada di bandara.

Saya sudah berencana balik ke Surabaya tanggal 10 Januari 2015, dan akhirnya memesan tiket pesawat Lion Air sejak tanggal 7 Januari 2015.
Tiket sudah di tangan dan kami sudah mempersiapkan kepulangan dengan penuh semangat.
Hingga akhirnya tanggal 9 Januari 2015, saya mendapatkan pesan sms yang mengatakan kalau penerbangan kami besok tidak bisa diterbangkan dan kami di minta menghubungi agen2 penjualan untuk mendapatkan full refund dari tiket yang kami sudah bayar.

Dengan penuh tanda tanya kakak ipar saya yang kebetulan membelikan tiket tersebut mendatangi agen travel tempat tiket kami di beli, dan akhirnya beliau mendapatkan info kalau pesawat Lion Air jurusan Makassar-BauBau ataupun sebaliknya untuk sementara dibekukan izin terbangnya karena masalah administrasi, hanya ada 1 penerbangan yang bisa beroperasi yaitu Garuda, namun untuk 3 hari ke depan semua tiketnya sudah sold out dan kami di tawarkan untuk segera memesan tiket setelah 3 hari tersebut dengan biaya 2,5juta per orang untuk BauBau-Surabaya.
 Hadeeehhhh mehelnyaaaa... :(

Si petugas agen travel lalu memberi ide untuk tetap bisa terbang keesokan harinya melalui Kendari. Tiketnya lebih murah dan ada penerbangan sore yang memungkinkan kami gak akan ketinggalan pesawat.
Agak lama saya berunding dengan bapak saya, yang kebetulan memang akan ikut mengantarkan saya dan anak saya balik ke Surabaya, akhirnya kami setuju untuk tetap berangkat keesokan harinya lewat Kendari.

Saya lalu terlebih dulu membeli tiket kapal cepat (salah satu akses yang bisa dilakukan dari BauBau ke Kendari) seharga Rp. 180,000 untuk kelas Executive, kakak ipar saya yang usil juga menyarankan untuk membeli 2 tiket saja dengan alasan lebih irit dan anak bisa di pangku.
Setelah itu saya membeli tiket pesawat Kendari-Surabaya dan Alhamdulillah mendapatkan harga yang lumayan murah, hanya Rp. 676,000 per kursi.

Keesokan harinya, pukul 07.00 kami telah berada pelabuhan Murhum, BauBau.
Setelah pamitan, kami lalu masuk ke dalam kapal dan mencari kursi kami dan duduk menanti kapal berangkat. Pukul 07.45 kapal lalu berangkat, agak telat 15 menit dari jadwal di tiketnya.
Alhamdulillah pagi itu laut sedang tenang, meskipun sedikit gerimis namun kapal gak terasa bergoyang-goyang karena ombak. Suasana dalam kapalpun tenang, banyak kursi kosong, sehingga saya dan anak saya bisa menduduki kursi2 kosong tersebut dengan nyaman dan kami bisa terlelap sebentar.

Kapal Express Cantika yang akan membawa kami ke Kendari



Suasana di dalam Kapal Express Cantika
Sekitar pukul 09.00 kapal berhenti dan sandar sejenak di pelabuhan Raha. Seketika keadaan berubah..
Banyak penumpang yang naik dari kota tersebut, dan kursi-kursipun mendadak penuh serta ruangan terasa sedikit panas.
Karena gak ada lagi kursi kosong, anak saya terpaksa saya pangku, dan drama pun di mulai, dia yang memang gak bisa diam cukup membuat saya kelelahan mengawasinya.
Syukurlah setelah melewati goncangan kapal karena gelombang di lautan antara pulau Raha - Kendari, sekitar pukul 12.30, kapal akhirnya sandar di pelabuhan Kendari.

Sebelum kami bisa turun dari kapal, dramapun mulai terjadi, saya sedikit shock melihat para portir yang melompati kapal yang belum sandar dengan sempurna di dermaga, juga shock melihat mereka masuk membanjiri kapal, agak trauma karena dulu tahun 2009 saya pernah naik kapal seperti itu dan koper saya nyaris hilang di ambil para portir tersebut.
Syukurlah ada bapak saya yang dengan sigap menjaga koper kami sehingga saya bisa keluar sambil menggendong anak saya, serta bapak memegang koper kami.

Kami lalu keluar dari pelabuhan mencari taksi yang akan membawa kami ke bandara, seingat saya bandara Kendari lumayan jauh dari pelabuhannya.
Karena takut ketipu, saya memutuskan meminta tolong pada polisi di depan pelabuhan tersebut untuk mencarikan taksi. Salah satu tips biar gak ketipu tuh, kan polisi itu sahabat dan penolong kita semua :D

Dari jalan by pass Kendari, blur namun tetap cantik kan? :D

Lumayan lega saat sudah berada di dalam taksi, saat naik saya melihat argonya masih Rp. 7.500..
Ah sama aja kok dengan di kota2 lainnya, saya pun mulai memperhatikan suasana kota Kendari yang sudah banyak berubah.
Pantesan sahabat saya, Widya Indriasari betah banget tinggal di Kendari, sayang kami gak bisa ketemu karena dia sedang di rawat di rumah sakit karena terserang DBD.

Seperti dugaan saya, bandaranya lumayan jauh dan saat sampai argo taksi tersebut telah menunjukan Rp. 168.000,- . Ya sudahlah, emang BBM mehel.. :D

Sesampainya di bandara waktu masih menunjukan pukul 13.30, bapak saya yang ngotot gak mau mampir beli makan ketika di pelabuhan akhirnya merasakan lapar juga, syukurlah kakak saya menyiapkan kami bekal untuk berjaga - jaga jika kami gak sempat beli makanan.
Saking laparnya bapak sampai makan di pelataran depan bandara.

Setelah bapak selesai makan, kamipun akhirnya masuk ke bandaranya, karena jadwal terbang pesawat kami masih lama, kami akhirnya belum bisa check in dan di sarankan untuk menunggu di ruang tunggu lantai bawah.

Bandara Kendari gak semewah bandara lainnya, namun lebih besar dari bandara di BauBau. Toiletnya banyak yang rusak, untungnya masih ada air yang bisa digunakan sehingga toilet gak terlalu kotor.
Sekitar pukul 15.30 kami sudah bisa check in bagasi sambil membayar airport tax sebesar Rp. 15.000 per orang lalu membayar pas masuk sebesar Rp. 24.000,- di karcis namun di mintain Rp. 25.000,- :D
Ya sudahlah... :D

Kami masih harus menanti hingga akhirnya tepat pukul 17.00 pesawat yang akan membawa kami terbang ke Makassar datang juga, setelah menurunkan penumpang, kami pun di persilahkan naik, syukurlah pesawatnya masih baru dan bersih.
Si #Darrell gak bisa diam di ruang tunggu bandara Kendari
Alhamdulillah, akhirnya bisa berada di dalam pesawat Lion Air setelah lama menunggu :D

Dengan bismillah dan tetap gugup, kamipun akhirnya terbang ke Makassar, syukur Alhamdulillah cuaca sore itu begitu tenang, daratan Kendari begitu cantik terlihat dari atas.
Hanya butuh 45 menit kamipun mendarat dengan selamat di Makassar, Alhamdulillah...
Kami lalu turun dari pesawat untuk transit dan pindah pesawat, setelah mendatangi loket transit untuk check in lagi, kamipun di persilahkan naik ke lantai 2 untuk menunggu kedatangan pesawat kami yaitu pukul 21.00 WITA... huhuhu...
Alhamdulillah, nyampe Makassar, turun yuk, ganti pesawat... :D

Kami lalu membeli donut di lantai 2 dan di makan nyaris habis oleh si #Darrell, sedang bapak menghabiskan bekal yang kami bawa. Saya juga ikutan memakan semua cumi putih yang jadi bekal kami :D

Wajah super duper capek di ruang tunggu bandara Makassar

Setelah menunggu dengan penuh rasa capek dan migren mengunjungi saya, kira2 pukul 21.10 kami lalu di persilahkan naik pesawat. Alhamdulillah, meski lumayan kesal karena si #Darrell yang gak bisa diam sejak pagi, namun tetap bersyukur akhirnya kami bisa terbang menuju Surabaya.
Langit Makassar Alhamdulillah cerah malam itu, indah banget di lihat dari atas bagaikan permadani bertaburan lampu2 kecil atau bintang di daratan..
Sayang kamera saya ketinggalan di rumah mama, hiks.. :(

Gak berlangsung lama kamipun tertidur saking capeknya, dan terbangun saat pesawat akan mendarat di bandara Juanda, Surabaya. Alhamdulillah.... Rasanya gak henti2nya mengucap puji syukur karena akhirnya sudah bisa berada di Surabaya dengan selamat, kami lalu turun dari pesawat sambil terseok-seok menggendong si #Darrell yang ketiduran.
Setelah menunggu nyaris 20 menit, koper kamipun datang dan kami pun bisa keluar.
Kami akhirnya memutuskan naik mobil carteran yang di tawarkan di luar bandara, lumayan murah sih, cuman Rp. 100.000,-
Dan Alhamdulillah sekitar pukul 10.45, kami akhirnya sampai di rumah dengan selamat.

Yup...
Tepaaarrrr.....
Perjalanan yang seharusnya biasanya hanya butuh 6 jam, sekarang menjadi 17 jam..
Semua karena imbas dari tragedi Air Asia QZ8501.
Namun apapun itu, kami bersyukur bisa kembali dengan selamat, dan meninjau di sisi baiknya, saya akhirnya bisa mengunjungi Kendari lagi meski hanya sesaat.

Oke deh, sampai ketemu di kisah lainnya...
Semoga kita semua selalu berada dalam lindunganNya, aamiin...
Dan semoga para korban Air Asia QZ8501 diterima di sisiNya, dan keluarga yang di tinggalkan diberi ketabahan olehNya, aamiin... :)

#ReyneRaea

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...