Thursday, December 24, 2020

Cerita Mengatur Waktu Makan Dengan Intermittent Fasting

pengalaman intermittent fasting?

Sharing By Rey - Intermittent fasting, nama kerennya. Tapi saya lebih suka menyebutnya mengatur waktu makan.

Iya, jadi udah sekitar 3 atau 4 mingguan ya, saya menerapkan intermittent fasting atau mengatur waktu makan hanya dalam waktu-waktu tertentu.

Bermula dari enegnya saya melihat perut saya yang melebar, sebal juga pakai celana banyak yang akhirnya jebol, hahaha.
Hingga yang paling beralasan adalah, ketika saya sering banget mengalami semacam kram atau kaku pada sekujur kaki hingga paha.

Penyebabnya mungkin sih karena kurang olahraga, terbukti kalau saya rajin peregangan, hal tersebut bisa berkurang.
Cuman masalahnya adalah untuk olahraga even sebatas peregangan gitu, butuh kemauan dan niat yang besar, karena nakanak suka banget ngekorin, dan itu bikin risih, hiks. 

Karena itu, saya mencari cara lain yang bisa saya lakukan, setidaknya hal-hal yang bisa mengurangi efek negatif pada kesehatan saya, teringatlah saya dengan kinerja mulut saya yang nggak berhenti mengunyah ini, nggak pisah ama minuman es kopi, dan tiba-tiba saya ngeri membayangkan, betapa banyak hal-hal berlebihan yang masuk ke perut saya, tanpa jeda sama sekali.

Iya, rasanya saya hanya berhenti ngunyah, kalau saya udah tidur dan sebelumnya udah gosok gigi.
Selama saya masih bangun, terlebih kalau ada deadline kerjaan, yang namanya es kopi sachetan pakai SKM tengah malam itu biasa, ketambahan mie instan, cokelat, chiki-chikian, astagaaa... bahkan saya menulis ini, jadi merasa berdosa banget pada tubuh yang dipinjamkan Tuhan ke saya ini, hiks.

Lalu, saya nggak sengaja melihat postingan Tya Ariestya di instagram, terakhir ngelihat fotonya lumayan montok, sekarang udah balik ke normal dong, ternyata dia menjalankan diet ketat dan jalan santai 45 menit perhari.

Jalan santainya agak sulit juga buat saya, karena anak-anak pasti ikutan, dan diet tanpa santan, minyak gula dll itu? etdaaahh tak sanggup saya.
Bukan nggak sanggup dietnya, tapi nggak sanggup masaknya, ya kali waktu saya habis buat masak 2 kali di dapur, sekali buat saya, sekali buat anak-anak.

Nggak mungkin kan mereka ikutan diet juga, sementara lagi dalam masa pertumbuhan, sementara gula, garam, minyak dll itu juga ada manfaatnya bagi tubuh, hanya saja memang sebijaknya jangan berlebihan.

Dan karena sering stalkingin si Tya, saya jadi mengenal puasa intermittent, di mana konten hidup sehat itu hadir di feed saya begitu saja.
Langsung deh saya googling, apa itu intermittent fasting dan menentukan waktu puasa eh waktu makan saya.


Apa itu Intermittent Fasting?


Intermittent fasting adalah sebuah metode diet, yang mana mengatur pola makan, dengan cara berpuasa makan apapun, selama beberapa waktu tertentu. Selama jangka waktu tersebut, kita masih diperbolehkan minum, namun hanya boleh air putih saja, tanpa rasa.
Kalau nggak salah, teh juga diperbolehkan, namun nggak boleh pakai gula sama sekali. 

Apa itu intermittent fasting?

Sebenarnya menurut saya ini tidak bisa dikatakan sepenuhnya puasa sih ya, lebih ke membatasi waktu konsumsi makanan, dan untuk itu, amat sangat bermanfaat, buat saya yang mengunyah mulu sepanjang waktu ini.

Enaknya, metode intermittent fasting ini, tidak ada aturan wajib, makanan apa yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, selama dikonsumsi pada waktunya kita makan.


Cara melakukan Intermittent fasting


Ada beberapa macam cara populer melakukan intermittent fasting, yaitu:

  • Metode 16:8, yaitu metode di mana kita harus berpuasa makan dan minuman berasa selama 16 jam dan 8 jam lainnya adalah waktu untuk makan. 
Misalnya, menentukan waktu makan hanya dari pukul 1 siang, hingga pukul 9 malam. Lalu mulai pukul 9 malam, hingga 16 jam ke depan dilanjutkan dengan berpuasa.
  • Metode Eat-Stop-Eat, adalah puasa yang dilakukan selama 24 jam, dalam beberapa hari per mingguannya. Contoh, seseorang berhenti mengonsumsi makanan berat setelah sarapan, maka selanjutnya dia akan bisa makan lagi pada, waktu sarapan keesokan harinya.
  • Metode 5:2, adalah sebuah cara diet puasa, di mana seseorang hanya boleh makan sebanyak 500-600 kalori per hari selama 2 hari. Lalu, 5 hari sisanya, boleh makan seperti biasa. 
Selain 3 metode tersebut, masih ada lagi metode lainnya, tapi memang rata-rata yang dilakukan banyak orang ya 3 metode tersebut.

Dan karena metode lainnya terasa tidak memungkinkan buat saya, maka terpilihlah metode 16-8 buat saya mengikuti intermittet fasting.


Manfaat Intermittent fasting


Dari beberapa penelitian menunjukkan, bahwa mengatur waktu makan dengan puasa makan selama 18 jam, dapat mengubah proses metabolisme menjadi energi. 
Sehingga, tadinya tubuh menggunakan asupan karbohidrat sebagai sumber energi, menjadi sumber tersebut berganti jadi lemak dan protein. 

Manfaat Intermittent fasting

Pemecahan lemak dan protein yang menjadi energi inilah, yang membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan karbohidrat.  Dan kondisi tersebut sangat membantu penurunan berat badan seseorang. Bukan hanya itu, perubahan metabolisme energi juga dikatakan dapat mengurangi risiko berbagai penyakit, termasuk kanker dan obesitas.

Adapun manfaat melakukan metode intermittent fasting, yaitu:
  • Dapat membantu mengurangi risiko penyakit diabetes.
  • Dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, serta detak jantung.
  • Dapat memperlambat proses penuaan.
  • Dapat mengontrol kadar gula darah yang berlebihan.
  • Dapat membantu mengontrol jam biologis dan mencegah gangguan metabolisme.
  • Dapat meredakan peradangan.
  • Dapat meningkatkan fungsi otak dan memori.
  • Dapat meningkatkan respons tubuh terhadap stres dan kerusakan menjadi lebih baik.


Cerita Mengatur Waktu Makan Dengan Intermittent Fasting


Lupa sih tepatnya saya mulai melakukan intermittent fasting ini, kalau nggak salah udah 3 mingguan atau 4 mingguan deh.

Awalnya sih nggak ada ekspektasi dan rencana apa-apa.
Saya hanya memutuskan berhenti mengunyah di pukul 9 malam, dan menggantinya dengan ngemilin air mineral, hahaha.

Cerita Mengatur Waktu Makan Dengan Intermittent Fasting

Alhasil, waktu awal-awal saya melakukan intermittent fasting ini, kaki saya pegal karena bolak balik ke kamar mandi buat pipis.
Gimana dong, saya sungguh nyaris nggak kuat untuk mengunyah, terutama jajanan di tengah malam, terutama saat sedang begadang.

Atau juga di pukul 9 sampai 10 pagi, ya Allah itu perut rasanya berisiiikk aja, krucuk-krucuk melulu.
Namun, selama beberapa pekan melakukan metode ini, saya masih tetap berpegang teguh, hanya kebobolan 1 hari aja saya makan di pukul 9 pagi, lantaran lupa kalau saya sedang menjalani pengaturan waktu makan, hahaha.

Seiring waktu, saya udah mulai menyesuaikan diri, meskipun kadang saya nyuri-nyuri waktu buat makan di pukul 12.30, kecepatan 30 menit dari seharusnya, hahaha.
Biasanya, ini terjadi karena saya pengen foto-foto produk, dan saya pengennya makan dulu baru mandi, biar enakan.

Selama beberapa pekan tersebut, berikut ringkasan cerita yang terjadi pada saya:
  • Berat badan turun? KAGAK TAUK DEH, hahaha. Timbangan badan saya udah lama rusak, jadi saya jarang nimbang, yang jelas terakhir saya nimbang BB saya fantastis, sampai 70 KG dong, hahaha. 
Jarang yang percaya sih, soalnya saya kalau foto selalu nyari angle langsing wakakakakak, dan kebetulan memang kayaknya saya memang berat di tulang, karena dulu waktu masih kerja di proyek, saya kurus kering, tapi sering pingsan di proyek, lalu digotong orang-orang, semua mengeluh saya berat, hahaha.
Yang jelas, sejak mengatur jadwal makan, saya rasakan memang salah satu celana pendek saya yang ketat, terasa lebih nyaman dipakai, entah mungkin ada beberapa yang menyusut.
  • Nggak sanggup lagi begadang sampai pagi. Saya tuh sering banget begadang sampai pagi, hidupnya kebalik, malam bangun, siang bobok. dan selama begadang itu, santai-santai aja tuh, nggak merasa ngantuk sama sekali, karena saya minum kopi bergelas-gelas.
Tapi, sejak mengatur waktu makan dengan metode intermittent fasting ini, astagaaaa, bahkan saya nulis ini sambil menguap dan mata nyaris terpicing dong, kagak kuat broooosis! Dugaan saya sih mungkin karena saya nggak doping pakai mengunyah camilan atau minuman manis. Karena saya udah stop makan di pukul 9 malam.

Karena itu, saya merasa hidup saya jadi lebih sehat, karena nggak mengubah malam dan siang. 

  • Tidur jadi lebih nyenyak, jadi sejak menerapkan metode ini, saya bisa tidur dengan benar-benar berkualitas, nggak bakal terbangun sebelum 5-6 jam, kecuali si adik nangis kencang. That's why saya selalu berusaha tidur maksimal pukul 11-12 malam, jika tidak mau terlewat sholat subuh, atau tidur pas pukul 8-9 dan bangun di waktu malam. 
Hal ini mungkin karena lambung saya bekerja dengan santai kali ya, mengingat 16 jam tidak ada satupun makanan masuk selain air putih.
  • Kaki yang sering kesemutan atau kaku pas tidur jadi lebih berkurang, etapi hal ini juga dibantu dengan seringnya saya melakukan peregangan, dan seringnya saya duduk berdiri mulu, nggak bisa stay lama-lama duduk depan laptop, karena kebelet pipis mulu, hahahaha. 

Untuk saat ini, baru beberapa hal tersebut sih yang saya rasakan membawa perubahan yang lebih baik, meskipun tetap ada negatifnya yaitu, saya jadi sering banget buang nasi dan lauk, saking karena saya nggak makan, anak-anak jadi ikutan malas makan, lalu yang saya yang biasanya makan tengah malam demi menghabiskan nasi atau lauk sisa, sekarang udah nggak bisa makan tengah malam lagi, jadilah makanannya dibuang huhuhu.

Demikianlah, sampai nanti di update 3-4 minggu mendatang menjalani metode mengatur waktu makan dengan intermittent fasting ini.

Ada yang pernah nyobain?
Share yuk :)


Sidoarjo, 24 Desember 2020


Sumber : 
  • https://jovee.id/ diakses Desember 2020
  • Pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

20 comments :

  1. Aku juga lagi ngatur makan nih, Mbak Reeeeey. Disuruh dokter, soalnya berat badan naik terlalu signifikan. 3 Minggu nambah 4 kg. Jadi hormonku terganggu banget gara-gara ituuuuu 😭. Gak bisa program hamil dulu, sampai berat badan ideal dan hormon stabil..😭

    Tapi aku masih gak kuat godaan sih, kalau lihat makanan, Mbak. Jadi caraku sekalian puasa beneran aja. Biar niat tertata, sekalian buat tirakat juga. Hehehe.🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah iya ya, ngaruh ke program hamil, semangat Roem, semoga segera dikabulkan ikhtiarnya aamiin.

      Iya, sama puasa Senin Kamis itu ngaruh banget deh.
      Tapi nggak puasa beneran diriku masih bisa tahan sih, mungkin karena diriku lebih fokus ke kegiatan seabrek hahaha

      Delete
    2. Mbak Roem tirakat puasa buat apa mbak, kan suami sudah punya, rumah sudah ada, mobil juga sudah, yang belum punya mungkin hutang doang.🤣

      Delete
  2. Aku senang membaca tulisan ini karena lewat metode ini, Kak Rey jadi bisa dapat istirahat yang cukup dan berkualitas 😁
    Aku ingat beberapa waktu lalu Kak Rey bilang nggak bisa tidur kalau belum subuh dan aku nggak kuat bayangin Kak Rey seperti itu 😖. That's why pas baca manfaat yang Kak Rey dapatkan dari metode ini salah satunya bisa mendapatkan tidur yang nyenyak dan cukup, aku jadi hepi 😁
    Semoga Kak Rey bisa mendapatkan manfaat-manfaat lain dari menerapkan metode ini 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaahh tengkiu Lia, bener banget ih, metode ini simple banget sebenarnya, tapi manfaatnya banyak banget buat saya :D

      Delete
  3. Menarik banget kayaknya, tapi gimana untuk yang punya maag kayak saya ya? Saya yang kalau skip makan nasi sekali aja itu langsung perih dan mual, huhuhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini nggak cucok saya buat penderita sakit maag, hahaha.
      Kalau mau diet, terpaksa memang kudu ngitung kalori say.
      Jadi makannya tetep rutin, tapi makanan yang masuk wajib banget dihitung kalorinya.

      Metode ini jadinya di saya cuman memperbaiki kinerja lambung sih, biar dia sedikit beristrahat dari tugasnya yang berat hahaha.
      Kalau efek langsing, memang kudu dibarengi ama pengaturan kalori dan tentunya olahraga even yang ringan.

      Nah yang itu belom bisa saya lakukan, karena keterbatasan waktu :D

      Delete
  4. baru denger istilah intermittent fasting mbak
    jadi metode ini bisa dibilang cukup ampuh untuk mereka mereka yang niat menurunkan berat badan dengan cara alami dan sehat
    biasanya awal awal mengikuti metode "diet" seperti ini agak berat ya, karena di lain waktu udah terbiasa nyemil nyemil gitu.
    apalagi penyesuaian di awal rasanya kayak menyiksa mungkin ya mba

    temen aku ada yang ikutan metode dari deddy corbuzier dulu mbak, awal awal dia rajin, lama lama nggak kuat karena nggak bisa ngemil :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh betewe kalau nggak salah mirip ini ya yang OCD ya kalau nggak salah, tapi OCD itu bener-bener niat diet sih ya.
      Jadi ada hitungan kalori dari apa yang masuk ke dalam tubuhnya.

      Kalau saya masih mau ciptain habbit sih, bahwa makan untuk hidup, bukan sebaliknya hahaha.

      Memang butuh niat Mbaaa, saya berkali-kali hampir nggak kuat, untungnya saya alihkan ke kesibukan :D

      Delete
    2. oia namanya OCD ya, lupa aku :D
      hahaha bener mbak, makan untuk hidup, masuk akal juga. mungkin metode intermittent ini bisa juga sebagai schedule makan biar teratur juga ya, kan ada tuh yang jam makannya acak acakan, sekarepan dewe gitu mbak hehehe

      Delete
    3. Betul Mba, biar lambung dan usus juga bisa sejenak istrahat, kasian banget kan mereka disuruh kerja teroosss :D

      Delete
  5. Oh ternyata diet juga macam-macam ya mbak, kirain aku diet itu cukup puasa saja, ternyata ada juga yang boleh makan tapi harus dihitung kalori yang masuk ke tubuh.

    Nah, yang ngga aku terlalu tahu itu sekali makan itu berapa kalori, terus kalo misalnya ngemil Snack atau keripik berapa kalori gitu, pusing ngitungnya.

    Mendingan puasa saja kali ya, makan jam 6 pagi terus jam 6 sore baru makan lagi. Siangnya kalo lapar tinggal ngemil.🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha, orang diet kayaknya cuman makan sepotong kecil kripik Mas, saya sih enggak, tetep ngemil, hanya saja waktunya terbatas :D

      Delete
  6. Saya melakukan ini mba, tapi versi Deddy jaman baheula yang namanya OCD itu 😂 hehehehe. Sudah dari tahun 2016 seingat saya awal mula OCD-an, tapi waktu itu makannya masih nggak dikontrol, jadi bebas makan apa saja selama masuk waktu makan 😆 Nah baru mulai tahun 2020 saya fokus atur pola makan setelah terbiasa dengan jam makan yang saya tetapkan 😂 Wk.

    Awalnya yang pasti susah, karena sama kayak mba Rey, kadang saat malam masih ingin mengunyah. Namun berjalan dengan waktu jadi bisa tahan untuk nggak makan snack tengah malam 🙈

    Eniho, semoga lancar programnya mba. Dan tercapai goalsnya dalam segi kesehatan 😍💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhhh kereeenn say, saya malah baru mulai, dan sekarang tersiksa, pengen makan tengah malam pas taun baruan kan hahahahaha

      Delete
  7. Kok aku jd tertarik juga Ama metodemu. Di antara 3 metode, kayaknya ini yg LBH cocok Ama aku.. kalo yg ngitungin kalori, itu aku mumet bisa2. Iyaa kalo bener ngitungnya, kalo salah piyeee :p.

    Sbnrnya sih aku sejak pandemi udh biasain diri makan jam 10 pagi, dan trakhir jam 7 malam Rey. Trus sisanya ga makan cuma air putih. Ditambah rutin Plank dan workout. Tapi kalo sdg liburan, aduuh kacaaau semua jdwal. Mana inget yg namanya plank, walopun aku slalu bawa itu Yog mat. Trus makannya susah kontrol, Krn bawaan wiskul ;(. Kurang niat sih yg ada... Cm kalo sdg di rumah, naaah aku disiplin..

    Coba yaaa aku ubah jd pake metodemu, biar bisa 16 jam waktu kosongnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah yang work out saya belum konsisten Mba, sebal deh waktunya selalu abis buat ngeblog hiks

      Makanya mulai dari atur jadwal makan aja, nah kalau di luar tuh yang bingung ya, apalagi kalau waktu akhir makan cepat di pukul 7 malam, belom dapat makanan, eh udah habis waktu makan :D

      Delete
  8. Aku juga baru dengar ttg 'Intermittent fasting'

    Aku mirip sama mbak Fanny y, tapi jam makannya lbh cepet. Sarapan pagi jm.7.30, makan siang jm 11 teng. Aku juga makan soreh, dgn ukuran kecil. Makan malm jam 19.30 teng. Setelahnya gak konsumsi apa2 lagi selain air putih.

    Mengenai porsinya semua di takar. Tapi, ada banyak jenis makanan yg udah dipantang. Contoh, semua daging, kecuali ikan, santen dan gorengan, aku skip 😊

    Lebih banyak sayuran n buah2an. Udah puluhan tahun berat badan tetap stabil hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaahhh asyiknya Mba, saya dong dulu kuyuusss keying, sekarang lebaaarr, saking ga ada pantangnya sih :D

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Back to Top