Featured post

Anti Panik Saat Anak Sakit, Dengan Menjadi Bunda Siaga

Pentingnya Menjadi Bunda Siaga Assalamu'alaikum :) Sharing By Rey - Menjadi bunda siaga itu penting banget, agar saat anak s...

Friday, September 06, 2019

2 Film Korea Perselingkuhan, Yang Endingnya Bikin Pengen Bilang "KAPOK!"


Film Korea Perselingkuhan, Tontonan Iseng Tapi Mengena


film korea perselingkuhan


Assalamu'alaikum :)

Sharing By Rey - #FridayMarriage - Film Korea perselingkuhan ini sejujurnya tidak sengaja saya tonton.

Berawal dari keracunan postingan di blog teman yang membahas tentang salah satu film Korea ini, dari sudut lain, dan saya pun jadi kepo sehingga berakhir duduk nonton filmnya sampai selesai.

I told you, saya tuh selalu tersiksa kalau lagi blog walking terus ada postingan yang bercerita tentang film, film apa saja!.

Bukan apa-apa, saya tuh aslinya maniak nonton juga hahaha.

Dan jika sudah mulai nonton, jangan harap bisa berhenti.
Ayo sebutkan serial drakor yang orang-orang elu-elukan sekarang?

Hotel Del Luna?
Selesai dalam 2 hari sebanyak belasan episode.

Sky Castle?
Samaaa, cuman 2 harian deh selesai saya tonton.

Dan banyak lagi, thats why saya ogah baca review yang teman-teman tulis, bukannya nggak suka, tapi takut teracuni, lol.


Dan bukannya apa-apa juga.
Oh plis lah nonton drakor, kerjaan saya itu eh bukan cuman saya ding, kerjaan kita para IRT itu banyaaaak banget, nggak ada habisnya malah.

Terlebih jika IRTnya kayak saya, nggak ada ART atau orang lain yang bisa dimintain tolong sama sekali, ngurus anak 2 orang dengan beda usia dan beda kebutuhan yang masing-masing butuh banget perhatian saya, dan ngurus rumah semuanya.

Sementara pak suami jauh di luar kota, seringnya pulang seminggu sekali.
Itupun pulang Sabtu malam, Minggu sore kadang balik lagi karena lembur mulu.

Terus saya malah ngabisin waktu buat nonton drakor?
No..no...nooo!

Tapi toh, kadang saya nggak kuat nahan godaan, biasanya kalau teman-teman udah bercuit di WAG atau status review blog, seringnya jebol juga pertahanan, lol.

Dan begitulah, saya akhirnya menonton film Korea dengan tema perselingkuhan, yang bikin baper namun juga bikin kesal.

Karena saya meletakan diri saya di dua karakter film tersebut, lololol.
Sungguh kurang kerjaan ya saya

Dan beginilah cerita 2 film Korea perselingkuhan tersebut.
Oh ya, sebelumnya mau kasih note dulu, di sini saya cuman menuliskan jalan ceritanya, saya nggak bakal bahas siapa pemerannya, KARENA SAYA TAHUNYA ARTIS KOREA ITU CUMAN JANG NARA DOANG, lolololol.


Film Korea Perselingkuhan - A Man And A Woman


Alkisah, ada 2 orang beda kelamin (maksudnya seorang ibu dan seorang ayah) yang bertemu saat sedang mengantarkan anak mereka yang berkebutuhan khusus ke sebuah champ di Finlandia.

film korea perselingkuhan
viu

Sang ibu (kalau nggak salah namanya Sang Min / barusan saya googling katanya namanya gitu, lol), merasa deg-degan melepas anaknya yang autis, mengikuti camp tersebut tanpa didampingi dirinya.

Karenanya, saat bertemu ayah anak lain yang juga orang Korea (namanya, Ki Hong), Sang Min nekat mengajak Ki Hong untuk mengikuti anak-anak tersebut, minimal bisa memantau mereka dari jauh.

Ternyata, kedua manusia beda kelamin tersebut, menyimpan kisah kehidupan rumah tangga yang hampir sama.


Sang Min, seorang wanita yang punya karir bagus di sebuah butik terkenal di Korea, suaminya juga orang yang nggak kalah sukses. Pokoknya, sekilas kehidupan Sang Min itu idaman banyak orang banget, selain tantangannya karena punya anak berkebutuhan khusus.

Tapi, dibalik kehidupannya yang terlihat sempurna, punya karir, uang dan keluarga yang lengkap.
Ternyata Sang Min menyimpan kegelisahan dalam hidupnya.
Suaminya yang setia tapi terkesan cuek dan tidak memahami dia, membuat Sang Min merasa kesepian dan lelah dengan hidupnya.

Sementara itu, Ki Hong adalah seorang lelaki yang bekerja sebagai arsitek di Finlandia.
Hampir sama dengan Sang Min, Ki Hong juga merasa hidupnya sangat kesepian.

Istrinya menderita ketidak stabilan mental, sementara anaknya pun menderita autis.
Karena itu, Sang Min merasa tidak punya teman dalam kehidupan rumah tangganya.

Sampai di sini sudah bisa ditebak ya.
Dua orang normal, berjenis kelamin beda, dipertemukan dalam situasi yang mendukung setan melancarkan aksinya.

Yup, mereka akhirnya melakukan hubungan terlarang, ketika terjebak badai salju saat mengikuti anak-anak mereka ke camp.

Hubungan yang awalnya berdasarkan keadaan tersebut, ternyata berlanjut, saat mereka kembali dipertemukan di Korea.

Istri Ki Hong yang tidak kunjung membaik.
Ya iyalah nggak kunjung membaik, lah si Ki Hong selalu diam saja saat si istri merasa gundah, merasa depresi, bahkan sekadar memeluk istrinya untuk menenangkan pun enggak.

Bete sendiri saya lihatnya.

Sementara itu, Sang Min yang kembali pada kehidupan 'normal' nya, dengan suami yang bertanggung jawab, setia tapi bagai patung.
Membuat mereka seolah merasa menemukan kesempurnaan dari semua kekurangan pasangan masing-masing di selingkuhannya tersebut.

Sampai akhirnya, syukurlah sang sutradara masih memihak hal-hal yang waras.
Ending-nya, si Sang Min akhirnya ketahuan suaminya kalau dia berselingkuh dengan Ki Hong.
Dan bukannya merasa bersalah, Sang Min malah memilih meninggalkan suaminya, lengkap bersama rumah dan hak asuh anak semata wayangnya itu.

Demi Ki Hong si lelaki yang sempurna tidak seperti suaminya yang dingin itu.

Sayangnya...

Istri Ki Hong semakin parah, sampai akhirnya dijemput orang tuanya untuk pulang istrahat di rumah orang tuanya.

Demi anaknya, Ki Hong akhirnya mengunjungi istrinya di sana.
Siapa sangka?
Sang istri bisa lebih tenang, sehingga bisa mengutarakan perasaannya pada Ki Hong.
Tentang alasan mengapa dia selalu uring-uringan.
Tentang pengertiannya jika memang Ki Hong sudah kehabisan cintanya pada sang istri.

Ya ampuuunnn, sumpah saya baper banget nonton sesi ini, hiks.


Karena komunikasi yang lebih baik tersebut, Ki Hong akhirnya bisa berpikir lebih jernih, dan tidak tega untuk meninggalkan istrinya yang sedang terpuruk meski demi untuk seorang wanita yang menghangatkan hati dan hari-harinya belakangan tersebut.

Singkat cerita, Sang Min meminta Ki Hong untuk bertemu di hotel.
Sang Min sudah mantap meninggalkan suami dan semua yang dia punya.

Ki Hong pun datang, namun sebelum sampai pintu kamar hotel tersebut.
Pikirannya jadi lebih normal, dan akhirnya hanya bisa menangis dan meninggalkan Sang Min yang sudah berkorban meninggalkan semua kehidupannya, dan memilih menjalani hidup baru dengan lebih baik bersama istri dan anaknya.

Kan bikin saya pengen bilang ama si Sang Min..
KAPOK! HAHAHAHA.

Ye kan..
Di akhir film diceritakan.

Sang Min akhirnya melanglang buana seorang diri, sementara Ki Hong juga ikutan melanglang buana tapi bersama istri dan anaknya tercinta.


Pelajaran Penting Dari Film Korea A Man And A Woman


Sesungguhnya film ini saya tonton dengan penuh penghayatan penuh, pas juga anak-anak tidur dengan nyenyaknya, sehingga selama waktu nonton, tidak disela sama tangisan si bayi, hehehe.

Dan selama nonton ini, saya jadi ikutan memposisikan diri sebagai Sang Min maupun istri Ki Hong.

Suami yang baik tapi cuek, eh lebih tepatnya tidak ekspresif.
Ah, saya tahu bagaimana rasanya itu.

Hidup hanya seperti rutinitas, bangun, urus anak, urus rumah, tidur lagi, bangun lagi daaannn repeat.
Meskipun saya tak punya karir cemerlang seperti Sang Min, tapi sungguh hidup seperti itu sangat melelahkan.

Tak ada tempat bercerita.
Tak ada tempat sekadar bersandar saat lelah hati menerpa.

Ah, saya pernah merasakan hal tersebut.

Tapi, saya juga merasa related banget dengan istri Ki Hong.
Punya masa kecil yang membuat inner child selalu memberikan pengaruh negatif pada diri.
Terlebih ditambah dengan tantangan mengurus anak yang berkebutuhan khusus.

Ngurus anak sehat aja, masha Allaaaaaahhh....
Apalagi yang special need?

Suami yang nggak bisa berkomunikasi, setiap kali istri curhat, eh suaminya diam saja mendengarkan.
Bagus sih mendengarkan, tapi mbok ya kasih kode atau pemberitahuan kalau dia memang benar menyimak dan memikirkan, bukan sekadar dengar saja?

*sigh....sigh...

Meskipun demikian, bukan berarti kita mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan semua itu.

Iya, seperti niat berpisah karena merasa..
TIDAK BAHAGIA..
TIDAK NYAMAN LAGI..


Etdaaahhh..
Kalian itu SUAMI ISTRI WOI!!!!
Ada anak pula!

Mana ada orang tua yang nyaman?
Orang tua itu bijak!
Bijaklah yang mendatangkan kenyamanan.

Kalaupun seandainya Ki Hong ikutan meninggalkan istrinya dan menikah dengan selingkuhannya si Sang Min.

Siapa yang menjamin, masalah rumah tangga tidak akan dia alami lagi?
Hhhh.. baper daahh..


Film Korea Perselingkuhan - Scarlet Innocence


Kalau film ini sebenarnya lebih membidik para wanita, tentang POLOS BOLEH, BODOH JANGAN!!

film korea perselingkuhan
viu

Alkisah, seorang dosen ganteng namun mesum eh maksudnya player, di hukum oleh tempat bekerjanya karena diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswinya.
Hukumannya adalah dengan diasingkan dan harus ngajar di sebuah pedesaan.

Di situlah dia bertemu dengan seorang gadis cantik nan polos atau lebih tepatnya kurang cerdas, hahaha.

Si gadis tersebut, terpesona dengan kegantengan si dosen, sehingga meski dia tahu si dosen sudah punya anak dan istri, dia tetap saja seolah memancing biar sang dosen mau dengannya.

Dan mungkin memang sang dosen bawaannya player, itu semacam kucing garong disodorin ikan pindang, langsung disambut lah ya.

Singkat cerita, si gadis (kalau nggak salah namanya Deok Yi) akhirnya hamil gara-gara keseringan nempelin si dosen ganteng (kalau nggak salah namanya Hak Yu).

Mengetahui hal tersebut, si dosen malah mengajak si gadis buat mengunjungi klinik untuk menggugurkan kandungannya.
"I told you, don't be STUPID!"
Si dosen akhirnya bisa kembali ke kota tempat tinggalnya, meninggalkan atau lebih tepatnya mencampakan si gadis yang akhirnya sudah rusak plus pakai acara aborsi pula.


Si dosen melanjutkan hidupnya dengan berhura-hura, apalagi semenjak kematian istrinya, yang depresi karena sikap player si dosen.
Semakin bertambahlah hura-huranya, main perempuan di mana-mana.

Padahal, dia punya anak perempuan yang telah beranjak dewasa.
Hidup nggak mungkin selalu di atas, ada saatnya roda kehidupan ada di bawah.

Si dosen akhirnya mengalami gangguan penglihatan.
Dan saat itu dia malah bertemu lagi dengan gadis polos yang sudah dia 'rusak' di desa dulu.

Mengetahui keadaan si dosen, si gadis jadi semangat untuk balas dendam, dia berusaha memberikan bantuan setiap harinya, karena mata sang dosen semakin buram saja.

Tapi di luar itu, sang gadis malah berniat buruk, dan memberikan obat yang menambah rusak mata si dosen. Puncaknya, dia balas dendam dengan menjual anak gadis si dosen kepada lelaki hidung belang.

Sayangnya.
Nasib ternyata tetap tidak berpihak pada orang jahat.
Anak gadis si dosen malah dibeli oleh seorang kakek-kakek yang kayanya kebangetan.
Sehingga dalam sekejap si anak gadis tersebut menjelma jadi semacam bos gangstar gitu.

Di akhir cerita, si anak gadisnya dosen tersebut mengetahui kelakuan buruk Deok Yi yang membuat mata ayahnya rusak total.

Si anak melakukan balas dendam yang lebih kepada Deok Yi, dengan meminta secara paksa mata si Deok Yi, untuk didonorkan kepada ayahnya.

Begitulah, akhirnya..
Niat hidup bahagia dengan lelaki ganteng tapi suami orang itu akhirnya tercapai.

Tapi Deok Yi membayar mahal semua itu dengan kedua bola matanya.
Iya, Deok Yi akhirnya buta karena matanya diambil, namun untunglah si dosen mulai terketuk hatinya untuk memperbaiki semua kesalahannya, dengan tetap mendampingi Deok Yi, meski sekarang si gadis sudah buta.

Coba kalau istri si dosen masih hidup, mungkin akan bilang "KAPOK!" juga ke Deok Yi.


Pelajaran Penting Dari Film Korea Scarlet Innocence


Duh ye para gadis.
Polos boleh, bodoh jangan!

Seganteng apapun..
Sebaik apapun..
Kalau dia suami orang, jauh-jauh deh.

TIDAK ADA HUBUNGAN YANG DIMULAI DENGAN SESUATU YANG BURUK AKAN BERAKHIR BAHAGIA KAYAK DI DONGENG-DONGENG.

Masih banyak lelaki lain yang bukan milik orang di luar sana.
So, kejarlah mereka, bukan suami orang.


Kesimpulan Dari Kedua Film Korea Perselingkuhan Tersebut


1. Pernikahan bukan untuk bahagia, tapi untuk BERJUANG DEMI KEBAHAGIAAN

Mana ada sih rumah tangga tanpa tantangan?
Bahkan rumah tangga Nia Ramadhani yang bikin seantero mamak-mamak iri padanya, saya yakin juga pernah mengalami tantangan.

film korea perselingkuhan
unsplash

Saya yakin juga Nia Ramadhani pernah merasa tidak bahagia, meskipun tidak setiap hari.

Karena sejatinya, pernikahan itu bukan untuk bahagia, tapi untuk mau berjuang bersama demi kebahagiaan itu.

Jadi, kalau kita merasa tidak bahagia, jangan cari bahagia di orang lain.
Tapi berjuanglah untuk mengembalikan kebahagiaan tersebut dalam rumah tangga


2. Nyaman itu bukan tanggung jawab pasangan, tapi tanggung jawab sikap kita.

"Aku sudah nggak nyaman sama istri/suamiku, sedang sama dia kok rasanya nyaman banget"
Sounds familier bukan?
Iya, familier banget yang merupakan KATA-KATA PEMBENARAN PARA AHLI SELINGKUH, lolol.

Meskipun kadang memang udah nggak harmonis dan nggak merasa nyaman dengan pasangan lalu bertemu orang lain lalu merasa klop.

Atau memang bertemu orang lain dulu, merasa klop dan nyaman kemudian sama orang lain tersebut, lalu tiba-tiba pasangan menjadi seseorang yang paling membosankan, paling bikin nggak nyaman dan annoying banget di muka bumi ini.


Padahal, nyamannya kita itu bukan sepenuhnya tanggung jawab pasangan.
Tapi sikap kitalah yang bakal membantu kita menjadi nyaman.

Jika kita memperlakukan pasangan dengan baik, mau mengkomunikasikan apa yang kita inginkan DENGAN CARA YANG BAIK.

Tidak peduli, kita suami atau istri.
Karena keduanya sama, suami atau istri itu bukan cenayang yang tahu apa isi hati pasangannya.

So kalau mau nyaman, perjuangankan, komunikasikan.


3. Anak adalah segalanya.

Ini adalah pesan buat para suami istri egois yang masih juga memikirkan kebahagiaan mereka di atas kebahagiaan anak.

Seorang ibu yang bahagia akan membesarkan anak-anak yang bahagia juga.
Tapi bukan berarti bahagia dengan memberikan keadaan sulit bagi anak karena memilih bercerai dan akhirnya anak kebingungan harus memilih tinggal dengan siapa?

Benarkah kebahagiaan orang tua begitu akan membesarkan anak yang bahagia?
Anak bahagia yang mana tuh?

Pelajaran kedua.
Oh plis para pelakor!

Tak perlu terlalu tinggi menghayal bakal bisa merebut perhatian SUAMI ORANG terlebih yang sudah punya anak.

Akhirnya kau juga yang rugi, karena anak adalah segalanya, dan anak pengikat hubungan kedua orang tuanya.
Maka tidak jarang suami orang itu bakal balik ke keluarganya, demi anaknya.


Demikianlah,
Semoga manfaat :)

Ada yang sudah nonton film ini?
Share yuk :)

Sidoarjo, 6 September 2019



18 comments:

  1. Aku belum pernah nonton film Korea sampai saat ini. Soalnya lebih suka nonton drama Korea. Aduh, harus dicatat dan penting itu buat aku yaitu "polos boleh, bodoh jangan!".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha saya juga jarang-jarang kok, sayang waktunya kalau dipake nonton drakor :D

      Delete
  2. Aku a man and a woman ini sudah donlot tapi malah nggak ketonton. Kalau film korea bagiku memang tak semenarik dramanya. Ini lagi nonton drakor tentang perselingkuhan juga tapi malah mandek di jalan juga. Hihi. Trus itu film kedua jatuhnya jadi kayak film thriller ya. Heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh donlot di mana? kalau di Viu aman, kalau donlot versi aslinya, buruan ditonton, teru dihapus, entar ditonton anak kecil hahaha

      Saya jarang2 nonton kok mba, sayang waktunya, mending saya buat menulis hihihi :)

      Delete
  3. Aku belum sempat nonton, tapi baru baca ini aja beneran baper dan kesel 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, ayo ditonton, cari di Viu atau sejenisnya :)

      Delete
  4. Mbak Rey, salam kenal ya.😘
    Saya gak pernah nonton drakor, karena tv isinya kartun and dikuasai anak😚😚
    Wah, seru drakornya ya mbak Rey. Tulisannya juga keren, enak dibaca. Thanks for sharingnya pagi ini mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba :)

      Hahaha, saya jarang nonton drakor mba, biasanya nonton karena nggak kuat kepo dan kalau udah nonton sampai selesai baru mau berhenti :)

      Nontonnya di hape malah saya mba, jarang nonton TV, pasti dikuasai anak-anak :)

      Delete
  5. waduh film perselingkuhan saya jadi phobia nontonnya karena jadi pingin nyoba kalau nonton karena saat ini sedang LDR

    ReplyDelete
  6. Terimakasih reviewnya mbak... Buruan nonton ah.. kemarin juga baru nyelesaiin drama Love Afairs in the afternoon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha katanya itu juga tentang perselingkuhan ya, saya agak males eh beneran males nonton drakor, waktunya habis rasanya :)

      Delete
  7. Saya juga malas nonton drakor, ya itu tadi bukannya nggak suka atau nggak bagus tapi takut teracuni nggak bisa berhenti. Tapi kalau film bolehlah sesekali, thankyou rekomendasinya mbak ^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha samaaahh, ngabisin waktu aja, padahal kerjaan seabrek, duhhh.
      Kalau film kan paling lama ya 1,5 jam - 2 jam an aja kan :)

      Delete
  8. Seperti kata bang Napi, kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Laki2 biasanya agresif. Kalo ditanggapin negatif jawabnya kan cuman becanda.
    Kalo positif... siapa takut. Makanya saya senang jadi laki2 wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakakaak, bener banget. Sering banget tuh, laki seringnya coba-coba ya, ckckckckck

      Delete
  9. Senang bacanya, kayak diajak ngobrol gitu tentang bahas film dengan sudut pandang pernikahan. Saya banyak nonton drakor dan suka dengan tema pernikahan karena ada pelajaran kehidupan. Yang jelas saya setuju banget dengan pendapat Mbak tentang pelakor. Soalnya bagi saya jangan ambil kebahagiaan di atas kesengsaraan orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba, nantinya juga kita bakal berakhir dalam penderitaan juga

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)