Monday, September 07, 2020

Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW

Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW

Sharing By Rey - Friendlist media sosial adalah calon konsumen bagi pebisnis online, atau konsumen yang masih OTW menuju pelarisan jualan online.

Itu sih menurut saya.
How about you, temans?

Btw, saya hepi banget nih, karena minggu ini adalah terakhir saya mengikuti tema di postingan ide ngeblog yang pernah saya tulis sebulan kemaren.
Bahagiaaaa.. karena akhirnyaaa, saya bebas berekspresi lagi setelahnya.

Sumpah ye, ternyata menulis dengan tema yang ditentukan itu bikin kita jadi terkungkung, dan nggak up to date. Jadi setelah ini saya bakal tetap menuliskan rencana ide atau tema yang bisa saya tulis sebulan ke depan, tapi nggak ditulis di blog aja deh, biar gak ada yang tahu kalau saya nggak selalu ikuti sesuatu yang sudah saya rencanain sendiri hahaha.

Okeh, back to topic.

Seriously!
Jadi saya kadang heran, kalau melihat tulisan di status media sosial seseorang yang nyata-nyata sering digunakan untuk jualan, terkesan arogan atau ngajak berantem teman-teman di friendlist akunnya tersebut.

Dari yang menulis dengan nyindir suatu profesi.
Atau nulis kasar tentang kekecewaannya terhadap calon konsumen yang 'ga ada akhlak' kalau kata anak-anak milenia zaman now

Atau yang lebih para lagi adalah, nulis kalau mau hapus pertemanan orang yang gak pernah like komen di postingan dia.
Padahal ye, saya yakin banget, sebagian besar friendlist akunnya itu ya dia yang add, hahaha.

Ye kan, maklum si Rey mantan pebisnis online Oriflame di facebook, yang mana salah satu jobdesc-nya adalah... nge add  orang yang berpontensi jadi prospek, hahaha.


Friendlist Media Sosial Pembuka Rezeki


Iya, tahu nggak sih, tidak semua friendlist yang terlihat anteng, sama sekali nggak pernah like komen di akun kita (yang kita pakai buat berbisnis) adalah orang yang cuek.

Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW

Beberapa, bahkan sebagian besar empunya akun tersebut, terlebih yang aktif ya, pasti setidaknya pernah baca dan kepo dengan profil kita.

Setidaknya, inilah yang saya alami saat dulunya.
Sering terjadi, saya pasang iklan di FP, tiap pasang sih sekitar Rp. 70ribu, buat seminggu.
Like di kontennya sampai ribuan, tapi seringnya nggak ada sama sekali yang nyantol, hahaha.

Padahal, bahkan yang like itu saya tindak lanjuti dong.
Saya kirimin inbox dan ngajak kenalan, meski say hai doang.
Eh yang ada cuman di 'read' doang, atau bahkan diblokir, hahaha.

Tapi, tiba-tiba aja masuk inbox, dari friendlist akun saya, di mana dia pengen daftar jadi member Oriflame melalui saya dong.

Bayangin, bahkan sama sekali nggak pernah terlihat satu jejaknya pun di semua postingan saya, belum juga pernah saya inbox untuk say hai (meski ada maunya, hahaha).
Tapi ybs udah ujug-ujug mengajukan dirinya.

Ternyata usut punya usut, dia mengaku kepo dengan bisnis yang selalu saya gembar gemborkan setiap waktu, tiap hari saya update status minimal 3 kali sehari, seringnya sih lebih, dan 1 atau 2 di antaranya adalah status bisnis dengan story telling.

Nah ybs itu bilang, kalau dia selalu membaca semua tulisan saya, meskipun sebagai silent reader, sama sekali nggak ninggalin bekas atau jejak di setiap postingan saya, karena takut diprospek, hahaha.
Padahal, saya mah nggak pernah prospek langsung nodong di inbox, sering sih inbox, tapi say hai dan ngajak kenalan aja, sama sekali nggak nawarin bisnis, meskipun maksudnya ya begono, hahaha.

Itulah mengapa, setiap kali kami para pebisnis Oriflame mengikuti training atau webinar mengenai branding atau marketing online, kami selalu ditekankan agar, selalu menulis sesuatu yang 'aman' tapi bikin kepo, dan jangan malas berinteraksi di postingan friendlist akun kita

Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW

Ye kan, secara logika aja udah terbaca kok, yang butuh duluan sapah?
Kita sebagai pebisnis kan? bukannya konsumen.
Konsumen mah punya hak memilih banyak pilihan lain, tapi kita nggak bisa milih konsumen, apalagi kalau saingan banyak.

That's why, baik-baik ama friendlist medsos itu, bisa jadi pembuka rezeki kita dalam berbisnis secara online loh.


Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW, Maka Sebaiknya Perhatikan Do and Don't!


Karena friendlist di media sosial adalah kebanyakan konsumen yang masih OTW alias calon konsumen, maka sebijaknyalah kita mematuhi beberapa do and dont's yang tidak tercatat, tapi perlu di media sosial, yaitu:

Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW


Do : 

  • Selalu menyapa untuk kenalan setiap kali approve teman baru, terlebih kitanya yang di-approve. Bisa melalui inbox, atau wall-nya langsung (cuman kenalan yaaa, jangan langsung jualan, entar diblokir, hahaha).
  • Rajin meninggalkan jejak di setiap postingan friendlist kita, kalau nggak sempat komen, jangan pelit buat like aja.
  • Sempatkan untuk komen (yang positif ya!) di postingan friendlist kita, dulu saya punya jadwal harian, kapan mau tulis status, kapan buat like atau komen di postingan siapapun yang lewat di beranda saya.
  • Selalu up to date, biar bisa nimbrung dengan komentar positif yang netral di setiap postingan masalah terkini (sementara tanggalkan dulu idealis-nya deh, jangan memilih kubu).
  • Wajib membalas semua komentar di postingan kita, dan wajib dijawab dengan positif, kalaupun ada komentar buruk, 'hempaskan dengan cantik' aja yak (balas dengan elegan, jangan makian dibalas makian).

Friendlist Media Sosial Adalah Konsumen Yang Masih OTW


Dont's : 

  • Jangan cuek apalagi sombong karena menganggap kita yang hebat.
  • Jangan pelit kasih like dan komen di postingan orang.
  • Dilarang keras komen negatif, kalaupun tidak setuju, sampaikan dengan santun dan netral.
  • Dilarang keras menyindir satu golongan tertentu, meski itu benar.
  • Dilarang keras mempermalukan calon konsumen 'ga ada ahklak', kecuali memang klarifikasi kesalah pahaman.
  • Dilarang mengeluhkan kelakuan calon konsumen yang nanyaaa mulu, beli kagak, hahaha (kalau kesal hadapinya, belajar lagi gih cara cerdas membalas pertanyaan calon konsumen nyebelin tersebut.
  • Dilarang menulis status 'Maaf ya, habis ini saya mau bersih-bersih pertemanan, mohon maaf yang nggak pernah like komen di status saya akan saya hapus'. Pertama siapa kita?. Kedua... lah kan kita yang nge-add duluan? hahahaha. Kalau mau hapus pertemanan ya, hapus aja napa, kagak perlu pamer, ya kecuali situ aktor Korea sih, pasti banyak yang rugi kalau dihapus olehmu, hahaha. 
  • Dilarang sambat a.k.a mengeluh dengan nyinyir, saat orang ga jadi beli, seperti: "kalau nggak ada duit itu ya nggak usah nanya-nanya jualan orang!" atau, "Nggak jadi beli juga nggak masalah, masih banyak kok yang mau beli!"
Apalagi ya? boleh deh temans tambahin di kolom komentar ya!

Intinya, kalau mau memanfaatkan akun medsos kita buat jualan, maka hindari karakter arogan.
Karena, meski kita benar, kebanyakan orang selalu memilih menghindar dari orang-orang yang benar tapi arogan.

Lantas, kalau kita kesal, terus gimana?
Namanya juga manusia kan ye, saya juga pernah jualan online dan mengalami beberapa kejadian yang enggak menyenangkan.

Seperti, 
Nanyaaaaa mulu, sehari 12 kali nanyanya, selama seminggu, kagak jadi-jadi pula belinya.
Atau,
Katanya udah transfer, setelah saya cek belom masuk, dan dia ngotot udah transfer tapi ga mau kirim slip transferan, lalu saya bolak balik ATM buat ngecek, karena dulu saya belom punya mobile banking.

Tapi saya diam aja, sama sekali nggak ngeluh di akun medsos saya.

TAPI....
SAYA NGELUH SAMPAI PUAS DI STATUS FACEBOOK, YANG SAYA SETTING CUMAN SAYA YANG BISA BACA, HAHAHAHA!

Demikianlah, ada yang bisa nambahin do atau dont's versi temans?
 Atau punya pemikiran lain?
Share yuk :)

Sidoarjo, 7 September 2020


Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

6 comments:

  1. Saya belum pernah ikut jualan online jadinya kurang tahu apa saja saran biar maju atau larangan apa yang sebaiknya dihindari, tapi menurutku yang mbak Rey tulis sudah cukup kok.

    Biasanya untuk menggaet konsumen baru, bisa mengadakan giveaway atau hadiah. Yang daftar jadi member Oriflame lewat saya khusus hari ini nanti akan aku kasih hadiah.

    Jika nanti ada yang daftar lalu minta hadiah. Kasih saja hadiah yaitu sebuah doa agar dagangannya laris mbak.😅

    Semoga ngga misuh misuh orangnya.

    ReplyDelete
  2. Jadi kalau saya komentar disini berarti "musuh" OTW yah Rey.. wkwkwkwkwkwkw

    Untungnya saya dah nggak maen ma medsos.. Paling baca doang. Lebih menenangkan jiwa hahahahahah...

    Btw, kalau jualan memang kita harus menganggap semua memiliki potensi, makanya memang harus bisa selalu menjaga mulut dan apa yang kita keluarkan. Jangan sampai potensi yang ada itu rusak sebelum waktunya.. hahaha

    ReplyDelete
  3. Seninya jadi internet marketer begitu memang...sering lihat betapa gigihnya mereka menerapkan prinsip2 diatas...

    Walaupun bkn IM saya juga berusaha menerapkan cara itu mbak Rey. Media sosial pada dasarnya kan tempat bersosialisasi ya. Yang diajarkan oleh para pakar tentunya adalah apa yang disukai orang saat bergaul dgn sesamanya


    ReplyDelete
  4. Eh.. Saya baru tahu mau hapus pertemanan ada yang pamer. Biasanya pamer kan harta.
    Tapi jualan online emang kudu ramah dan rajin bikin status yang bikin kepo ya mbk. Itu sebabnya saya merasa nggak cocok karena nggak pinter bikin orang kepo😂.
    Tapi entah jika suatu hari nanti tiba-tiba saya juga jualan online😁

    ReplyDelete
  5. kalimat terakhir dengan huruf capslock nya hahahahaha
    (calon) konsumen adalah raja, bukan begitu? hehehe
    aku punya temen SMP, sebenernya udah lama banget nggak contact contactan, sekali punya contact dan sosmed,dia DM buat nawarin oriflame, pertama aku masih nggak begitu tertarik, karena waktu kuliah udah pernah jadi member juga, dan sempet berhenti lama
    lahh kok setelah sekian taun kemudian, ada temen yang nyari info kosmetik, aku langsung kepikiran join lagi aja lewat temen SMP tadi, yawes akhirnya join.
    bisa dibilang usaha temenku ini membuahkan hasil dengan mendapatkan downline meskipun setaun lamanya :D

    ada banget mba orang yang mbales "kalau nggga ada duit nggak usah nanya atau beli", temen aku contohnya wkwkwkwk
    kalau udah ngomong gitu, dia nggak aku rewes :D

    ReplyDelete
  6. Aku tuh dulu member Oriflame, tapi ga mau jualan Rey. Jd aku memang suka Ama produknya aja, dan sengaja jadi member utk dpt harga membernya aja. Naah tapi ada 1 temenku yg juga member, dan dia ga tau sih awalnya kalo aku member.

    Dia banyak share jualannya, tapi cara nawarinnya enak. Ga maksa, malah kdg nanya katalog online mau dikirim via wa ato di FB aja. Aku LBH milih FB biar ga menuhin galery hp. Dan akhirnya aku jd sring beli dr dia, tanpa pake benefitku yg sbnrnya member. Itu Krn aku salut Ama temenku, dia jualan Krn memang butuh duitnya. Selisah harga member dan harga katalog lumayan banget pasti buat dia.

    Tapi yg bikin aku respect, dia sering cerita ke aku, ato nulis di FB status, kalo hari ini dia prospect orang2, dan beberapa malah maki2 pake kata2 kasar , nyebutin Bonbin segala. Tapi jawaban temenku ke org yg begitu , masih aja mendoakan yg baik2, ga balas kasar. Itu aku terharu sih baca screenshot percakapan dia Ama orang2 yg pada maki. Segitu susahnya cari pelanggan.

    Seller2 yg begini nih, yg justru kita ga keberatan beli dari dia. Karena attitude nya baik. Aku jarang like postingan dia, tp slalu baca, dan liat sdg ada promo apa . Dan Krn aku pecinta parfum, slalu tuh si temen tadi update kalo ada parfum oriflame yg sdg promo :D. Cara nawarinnya lagi2 ga maksa dan ga sekedar bombardir FB ato wa kita dgn katalog2 . Kayak temenku, Krn dia tau produk2 apa aja yg aku suka dr Oriflame, jd hanya produk2 itu yg dia update k aku klo promo. Kesannya kan dia peduli yaa dan tau kebutuhan pelanggannya dgn produk yg mana :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)