Wednesday, September 16, 2020

Mengasuh Anak Itu Mudah Dan Menyenangkan, Asalkan...

Mengasuh Anak Itu Mudah Dan Menyenangkan, Asalkan...

Sharing By Rey - Mengasuh anak itu sungguh mudah dan menyenangkan, setidaknya buat saya pribadi.

Ye kan, saya itu paling suka anak kecil, dari kecil saya yang paling peduli sama alm. Adik saya.

Kalau kami sedang jalan, dan adik minta gendong, sayalah yang menggendong, mama mah udah angkat tangan duluan kalau kudu gendong adik saya.
Padahal itu anak kesayangannya loh.

Nggak tahu kenapa, saya suka banget anak kecil, sampai-sampai saya sering mengasuh anak guru saya.
Pertama kali ke Surabaya, saya hepi aja tuh meski dijadikan baby sitter sama tante saya, hahaha.

Dan sewaktu masih pacaran, saya sering meminta jalan-jalan ajak keponakan si pacar, saking saya gemes banget sama anak kecil.

Sebelum nikah, malah saya bertekad pengen punya anak 4, tapi pengennya sih kembar semua, jadi melahirkannya 2 kali aja, sakit dan menakutkan bookkk.. Hahaha.

Kenyataannya? Pas anak kedua lahir?
Tiba-tiba saya sering merasa menyesal punya anak, saya kelelahan, saya merasa anak sungguh mengganggu waktu saya mencari uang. 
Dan kadang kesal, mengapa coba saya harus punya anak 2, di usia seperti sekarang?

Sungguh hamba yang nggak tahu diuntung, huhuhu.


Mengasuh Anak Itu Sebenarnya Menyenangkan


Beberapa lelaki entah single atau double *eh, maksudnya udah jadi bapak, atau para ciwi-ciwi yang belom punya anak. Pasti merasa kesal dan heran melihat mamak-mamak yang suka mengeluh tentang anak.

Mengasuh Anak Itu Mudah Dan Menyenangkan, Asalkan...

Merasa jaga anak itu membosankan, merasa tidak bahagia karena anak.
Sementara beberapa lelaki berpikir.
"Apa susahnya sih urus anak?, saya jaga anak, si anak baik-baik saja dan nurut tuh sama saya"
Iyeee... Die berkate begituuuhh, karena ngurusnya sehari dua hari doang, daaann literally urus anak doang, enggak yang lain.

Balik ke saya.
Apakah saya beneran sudah kehilangan rasa gemas terhadap anak kecil?
Kata siapa?

I loovveeeee anak kecil so much!
Saya paling suka main dan bercanda dengan anak-anak, biar kata biasanya berakhir dengan ngomel karena si kakak mainnya kasar, dan si adik meniru dengan handal.

Tapi sumpah ya, ciumin pipi anak kecil, gigit pipinya, even gigit pantatnya, itu suatu surgaaa yang tidak bisa diungkapkan.

Iya, saya masih mencintai anak kecil, saya masih suka kegiatan bermain dengan mereka, suka nyuci baju bareng, meski ujungnya jadi lama dan main air.
Suka ngajak mereka beberes, dan baik saya, si kakak dan si adik saling bantu membantu beresin rumah.

Sungguh menyenangkan!
Apalagi kalau kami bisa jalan-jalan sore di tempat yang sepi.
Atau sekadar ikutan kejar-kejaran di rumah, even bakal di akhiri dengan suara tangisan saking ada yang jatuh.

Iya, makanya anak-anak saya kebanyakan tingkah, maknya yang nggak tahu usia ini juga seringnya gitu, suka kejar-kejaran juga hahaha.

Entah memang saya masih dikuasai inner child, atau memang saya suka banget dunia anak kecil, karena dulu dipaksa berhenti bermain setelah usia 5 tahunan.
Jadinya mengasuh anak itu sungguh suatu hal yang amat sangat menyenangkan.

Apalagi kalau kami bikin target bareng-bareng.
Bikin schedulle harian, lalu bareng-bareng mengikuti schedulle tersebut.
Lalu melihat hasilnya, seperti si kakak lebih punya good habbit, dan berdampak baik juga pada saya, karena saya harus mencontohkan.

Rasanya, hidup saya sungguh lengkap kap kap.
Tak ada lagi yang harus saya galaukan.

Mengasuh Anak Itu Mudah Dan Menyenangkan, Asalkan...


Lalu, mengapa yang terlihat malah sebaliknya?
Mental saya akhir-akhir ini kacau?
Sering banget membentak dan menyumpahi anak-anak?

Mengasuh Anak Itu Mudah Dan Menyenangkan, Asalkan...

Bukankah saya mencintai dan gemes banget sama anak-anak.
Jawabannya adalah, karena saya capek dan ngantuuukk pooollll!

Iya, mengasuh anak itu mudah.
Mungkin itu yang dirasakan oleh papinya anak-anak.
Udah sejak Senin sore dia pergi membawa si adik ke rumah orang tuanya.
Dan sampai sekarang dia tidak mengabari sama sekali.

Sepertinya dia ingin memberi saya pelajaran (seoerti biasaaa, dia kan merasa lelaki yang super hebat, jadi wajib menghukum orang), karena beberapa hari lalu saya bertanya tentang kehidupan kami, bagaimana tentang anak-anak, dan sebagainya.
Seperti biasa dia diam saja, dan ketika dipaksa, dia malah marah menyuruh saya diam.

Lalu karena saya sungguh udah nggak tahu mau gimana, saya nanya, apakah kami harus berpisah?
Dia malah memaki saya dan mengatakan untuk segera urus sendiri di pengadilan.

Etdah, apa sih artinya selembar surat cerai?
Gampil itu mah, nanti-nanti aja urusnya.
Yang harus diurus sekarang ini adalah, gimana anak-anak?
Kalau kami pisah kan, otomatis saya harus bekerja membiayai hidup saya sendiri.

Meski selama ini saya lebih banyak memilih tidak membebani dia dengan kebutuhan saya, akan tetapi kalau pisah kan saya kudu pergi dari situ, minimal ngekos lah.

Terus anak gimana?
Dia lalu membawa anaknya ke rumah ortunya sodarah, namun si kakak nggak mau ikutan, karena sebelumnya dia dibentak papinya, karena dia bercanda dengan adiknya.

Tuh bapakeh kek nggak pernah jadi anak-anak aja, liat anak lari-lari marah, padahal saya tiap hari kek gitu loh, dia baru sejam 2 jam udah ngamuk.
Ingin kuberkata kazaaarrrrr...

Dan begitulah, dia membawa si adik ke rumah ibunya, padahal ibunya tuh udah tua, udah nggak layak lagi dititipin anak kecil kayak si adik.

Dan dia udah 2 hari nggak masuk kerja, atau mungkin nggak kerja lagi kali yak? 
Maklum.. jujur saya udah lama nggak tahu dia kerja di mana? Apalagi gajinya berapa.
Setiap kali ditanya dia marah.

Ya udeh, whaaatteveeerrrr...!

Terus hari ini adalah hari ketiga dia jagain si adik, nggak kasih kabar, dan nggak tahu gimana nasib si adik.
Apakah saya sedih?

Mengasuh Anak Itu Mudah Dan Menyenangkan, Asalkan...

Off course sedih, kangen ama si pipi gembil berambut gondrong itu.
Tapi itu kan bapakeh juga.
Jadi saya cuek aja, malah saya bisa buka laptop lebih lama, tanpa ada interupsi yang pup lah, yang mau makan lah, yang mau ini lah, nangis lah, hahaha.

Harapan saya sih,  semoga gigi si adik nggak rusak, karena cuman saya yang selalu rajin gosokin gigi si adik sampai di bagian geraham belakang.
Sementara bapakeh nggak telaten, :D.

Dikata urus anak itu gampil? :D
Gampil sih kalau asal..

Dan jangan sampai dia sakit ye, apalagi tertular covid, karena di sana tuh dia ajak si adik keluyuran mulu di luar rumah, dan diadik itu suka ambil batu buat lempar-lempar.
Mari kita berdoa semoga nggak ada droplet-nya orang di batu yang dipegang si adik.

Ya begitulah... 
Menurut saya, urus anak itu gampiiill a.k.a mudah banget, asalkaaann, saya fokus urus mereka saja.
Mengurus 2 anak itu lumayan loh waktunya, me time paling cuman sejam aja malam setelah mereka tidur.

Kalau ditambah punya kewajiban cari uang?
Suliiitt banget menyesuaikan dengan jaga anak.

Ya gimana mau menikmati main gemes-gemesan dengan anak?
Sementara deadline tulisan berderet-deret.
Bukan cuman tulisan, tapi foto pendukung.

Dan saya belom punya ring light, jadi amat sangat bergantung pada sinar matahari.
Alhasil, bahkan saya lebih fokus cari uang ketimbang urus anak.
Urus anak di sisa waktu saya aja, itupun udah dalam keadaan super lelah, jadinya marah-marah terus.

Buktinya, si papinya anak-anak itu, dia ngotot sok jaga anak di rumah ibunya, akhirnya nggak cari duit kan? Padahal ini anak-anaknya butuh banget duit, buat bayar uang sekolah, buat ini itu.

That's why mengapa saya selalu menuliskan, kalau memang menganggap anak itu kodrat istri, usahakan hebat ya dalam cari duit.
Kalau enggak?

Istri juga harus ikutan pontang panting cari duit.
Yang menyebalkan itu adalah, dia nggak pernah ada di rumah, sementara duitnya entah ke mana, dan terpaksa saya jungkir balik cari uang sambil urus anak seorang diri.
Saya cuman bisa tidur 2-3 jam setiap hari, huhuhu.

Lalu menuntut saya jadi ibu yang baik?
Ibu yang baik itu, adalah ibu yang cukup tidur, cukup makan, dan bahagia.
Ini, kebahagiaan udah sampai level pengen bunuh diri, tidur cuman 2-3 jam, makan seingatnya, kadang sehari sekali makan, saking lupa dan nggak cukup waktunya.

Gimana enggak jadi singa cobak!

So, mengasuh dua anak lelaki itu anak mudah dan menyenangkan!
Selama ibu tidak punya kewajiban cari uang juga.

Atauu...
Ibu boleh cari uang, tapi mengurus anak ya kudu dikerjakan berdua.
Dengan kata lain, kalau ayahnya nggak di rumah, setidaknya jangan lagi bebankan kewajiban cari uang, jadi saya kan tiap hari bakal jumpalitan aja menikmati masa kecil anak-anak dengan gembira.

Begituhhh...

So, masih ada yang bilang, mengasuh 2 anak lelaki itu mudah dan menyenangkan, meski punya kewajiban cari duit, buat beli listrik, buat beli makan.
Termasuk memastikan anak-anak sehat dan bersih selalu?
Ada nggak? Ada nggak?
Sini ajarin saya.


Sidoarjo, 16 September 2020


Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

11 comments:

  1. Loh.. Berarti mbk rey pisah sama anaknya udah 3 hari dong... Semoga dia baik-baik aja ya mbk. Saya sedih bacanya, tapi mungkin bisa jadi pelajaran juga supaya suami tahu gimana susahnya ngurus anak😬
    Saya pun sebenernya suka sama anak kecil. Dulu sering jangan anak bude-bude kalau mereka sibuk atau saya dengan sukarela bawa anaknya ke rumah saya. Tapi makin dewasa, saya kadang sebel kalau ketemu anak kecil yang nakal. Jadi nggak semua anak kecil saya suka...😁
    Tetep semangat ya mbk rey, semoga rezekinya lancar terozz...

    ReplyDelete
  2. Hiks, baca kisahnya jadi sedih, padahal mengasuh anak itu susah biarpun tidak susah sekali asal kita ada kemauan keras.

    Anak umur 6-10 tahun itu lagi aktif aktifnya jadi harus diawasi, takutnya dia main sepeda di jalan raya terus.. ah sudahlah.

    Menurutku memang sebaiknya ibu itu cukup jaga anak dan juga urus pekerjaan rumah, kalo mau bekerja sih silahkan tapi takutnya anaknya kurang terurus. Bapaknya itu yang kerja cari duit, tapi pulang kerja juga ikut bantuin main sama anak. Biar emaknya agak santai sedikit dan punya waktu me time, misalnya nonton drama Korea.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk istri bekerja atau tidak. Aku lebih memilih untuk tidak bekerja, tapi sebelum nikah itu harus dikomunikasikan terlebih dahulu.
      NAmun, itu masih sebuah rencana, krn aku masih jomlo.Blm ada yg bisa diajak untuk mengomunikasikan hal seperti itu hahaa

      Delete
    2. Coba komunikasi kan sama bang Toyib.πŸ˜‚

      Delete
  3. Semangat mbak Rey ! Semoga selalu sehat mbak. Inget mbak, biar bagaimanapun anak-anak selalu ngangenin mbak. jadi jangan patah semangat. Jalanin aja sambil banyak doa, biar pintu rejekinya dibukakan lebar-lebar.

    ReplyDelete
  4. Hmmm...bisa relate sih mba sama ini. Aku pun merasa pengen fokus mengurus anak tanpa dibebani dengan kewajiban mencari duit juga.. Apalagi kalau anak sudah 2 ya mba.. huhuhu...

    ReplyDelete
  5. Mengasuh anak nggak gampanglah...yang bilang gampang kalau bukan karena nggak punya anak, dia megang anaknya nggak tiap hari hahaha..

    Multitasking salah satu penyebab cenot2 pusing saat mengasuh anak...normal kalau seharusnya di keluarga berbagi peran...

    Moga-moga dapat yang terbaik buat keluarga mbak Rey ya



    ReplyDelete
  6. Aku juga suka sama anak kecil kak :D usel-usel pipi dan gendong-gendong itu benar suatu surga dunia hahaha gemasss.
    Aku pernah waktu smp diminta bantu jaga saudara yang masih umur 3 tahunan gitu, seharian cuma b2 aja, urus makan mandi tidur siang, itu pun udah berasa lumayan melelahkan apalagi kalau sang anak susah tidur, susah mandi, bujukinnya itu susah payah πŸ˜‚

    Sepertinya belakangan ini kak Rey sedang tidak baik-baik ya. Semoga cepat bertemu jalan keluarnya. Banyak-banyak berdoa ya kak Rey biar dituntun untuk diberikan yang terbaik. Aku nggak bisa bantu apa-apa selain kasih semangat dan doa yang terbaik untuk kak Rey dan keluarga πŸ™πŸ»

    ReplyDelete
  7. Halo Mbak Rey, udah beberapa kali aku mampir kesini tapi memang jarang kasih komen. Pas baca judul tulisan ini langsung cus baca karena penasaran juga.

    Semoga sih adik sehat selalu ya. Semoga mbak rey dan keluarga juga sehat selalu. Sabar mbak dan semoga segera menemukan jawaban terbaik πŸ™

    ReplyDelete
  8. Rey, ikut sedih bacanya :(. Ntahlaaah, kehabisan kata2 membaca ttg si pak suami ini. Padahal seandainya aja dia mau bicara mencari solusi berdua, kesampingkan ego lelakinya, toh pasti ada jalan. Bahkan aku kepikiran saran mba Eno yg ttg dia menjaga anak, dan kamu yg kerja Krn sepertinya kamu memang lbh gigih dlm hal mencari uang, tp sayang itu aja ga bisa dikomunikasikan dulu yaa :(.

    Sbnrnya kalo udh begini, jangan lagilah merasa gengsi hanya Krn laki2. Kalo memang butuh bantuan istri utk mencari kerja, ya bilang aja. :(

    Semoga hatinya bisa dilembutkan ya Rey. Trus berdoa, ga ada yg ga mungkin buat Allah

    ReplyDelete
  9. temen aku terkadang ngeluh , ngeluh karena kesel ngurus anak dikarenakan anaknya nakal, namany anak kecil lari larian kesana kemari meskipun di dalam rumah.
    jadi kalau temen aku seharian dirumahnya, isinya teriak sana sini :D
    di satu sisi ada hepinya juga kalau si anak lagi bersikap manis, nurut dan lagi bisa diajak main main.
    semangat terus mbak demi anak anak, memang perjuangannya terasa berat ya, aku yakin mbak rey bisaaa, go go go......

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)