Friday, September 25, 2020

Selingkuh Itu Indah, Tapi Setia Layak Diperjuangkan

Selingkuh Itu Indah, Tapi Setia Layak Diperjuangkan

Sharing By Rey - Selingkuh itu (sepertinya) indah, tapi (menurut saya) setia layak diperjuangkan.

Saya kadang heran, melihat orang dengan mudah berselingkuh, dengan mudah mengikuti (mungkin) kata hati, walaupun itu salah.

Tapi, seiring waktu, saya jadi sedikit memahami, mengapa orang-orang bisa memilih selingkuh, dan melupakan janji yang sudah diucapkannya sendiri.

Btw, yang saya maksudkan di sini adalah selingkuh dalam berumah tangga, meskipun biasanya seringnya terjadi sejak sebelum berumah tangga.

Iya, konon katanya, orang yang terbiasa selingkuh sebelum menikah, akan terbawa sampai dia menikah. Di mana selingkuh udah jadi semacam hal yang menarik buatnya.

So, saya kadang heran bin takjub, melihat kategori bucin yang sebenarnya, di mana banyak orang yang memilih untuk (terlihat) percaya kalau pasangannya akan berubah setelah menikah, yang tentunya berubah jadi lebih baik, salah satunya dengan menjauhi yang namanya selingkuh.

Kenyataannya?
Setelah menikah pun selingkuh tetap berjalan.


Ketika Selingkuh Itu (Sepertinya) Indah


Sejujurnya, Alhamdulillah saya nggak punya kisah terlalu Afgan (baca : sadis) mengenai perselingkuhan.
Saya menjalani hubungan sebelum menikah selama 8 tahun, dan di dalamnya nyaris nggak ada kisah orang ketiga.

godaan untuk selingkuh dengan sahabat

Selain si pacar yang masih gagal move on, setelah kami awal jadian.
Dia masih rajin komunikasi by phone dengan mantannya dong, terlebih dulunya mereka udah punya ponsel duluan, sejak ponsel menjadi barang mevvah banget buat kebanyakan orang.

6 tahun kemudian, saya (hampir saja) semacam membalasnya dengan (you named it) selingkuh, ketika saya jatuh cinta pada seorang rekan kerja saya, di mana i am just falling in love, meski dia tunangan orang, hahaha.

FYI, saya memang dibesarkan dengan kewajiban harus jadi orang baik, so meskipun saya jatuh cinta, logika saya terlampau besar mengalahkan perasaan saya.
Terlebih, saya bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta, setidaknya secara mendalam.

Demikianlah, meski saya hanya merasa jatuh cinta dengan lelaki tersebut, saya hanya jatuh cinta, tidak ada keinginan lain seperti memiliki.
Duh ye, selain dia tunangan orang, pun juga i am a picky relationship *eaaakkk.

Maksudnya, saya bukan orang yang dengan semudah itu memutuskan untuk hidup dengan seseorang yang belum saya kenal dengan baik karakternya.
Karena saya tumbuh besar ditengah orang tua yang sering banget berantem, eh maksudnya bapak yang sering marah-marah dan mama yang hanya diam saja.

Saya sempat merasakan, kalau saya nggak mau menikah saja, kecuali memang di dunia ini ada lelaki yang super baik dan sabar.

Dan nggak mungkin banget kan, saya memutuskan mengejar tunangan orang tersebut, meski saya baru juga kenal dia, dan kenalnya hanya sebatas ketemu pas kerja doang, sama sekali belum kenal sifatnya, keluarganya ataupun karakternya.

So, i am just falling in love, sama sekali nggak berniat memiliki, nggak berniat meninggalkan sang pacar yang terasa membosankan, saking udah pacaran 6 tahun tapi belom juga ada ujung dari hubungan kami.

Jadi, entahlah, apakah itu masuk kategori selingkuh atau enggak, hahaha.

Sejujurnya, saya takut melakukan hal yang salah, saya selalu memilih menghindari hal yang salah, even mungkin hal itu terasa menggoda, misal untuk balas dendam atau something.

Tapi toh, saya malah memilih untuk selingkuh dengan unik, seperti saat saya selingkuh di awal pernikahan saya.

Saya juga punya prinsip, untuk tidak bermain-main dengan hati, karena efeknya bakal luar biasa, terlebih setelah saya menikah dan punya anak, terlalu (bodoh) buat saya jika harus memilih selingkuh, mengingat setelah menikah dan punya anak tuh, ada buanyaaaakkk banget hal menyenangkan lainnya selain selingkuh, (meski itu terasa menggoda).

Seperti 5 tahun setelah menikah, ketika pasangan malah memilih curhat dengan mantannya, bahkan sampai chatting mesra dan bilang kangen-kangenan.
Sakit hati banget dong saya.

Bayangin, selama bertahun-tahun bareng, kami nggak ada masalah dengan orang ketiga atau ke berapa. Justru malah setelah menikah, dan saat kami sedang terpuruk, si pasangan malah seolah sengaja mencari hati lain untuk melupakan saya.

Sedihnya, sampai detik ini, even semua saudara perempuannya ikut mengatakan itu salah, dia sama sekali nggak menganggap itu salah.   
Hanya karena dia cuman chat katanya, yang namanya selingkuh itu mungkin menurutnya adalah hal yang sampai berhubungan badan kali ya?

Eh gimana menurut temans?
Benarkah selingkuh itu hanya saat kita sampai berhubungan badan dengan lawan jenis selain pasangan sah kita?
Aneh deh rasanya, hahaha.

Setelah dengan semua kekecewaan saya, muncullah tantangan baru.
Saya juga wanita dong ya.
Dan sama seperti si mantannya suami tersebut, yang meskipun dia udah nikah dan punya anak, tapi ada juga lelaki yang masih memikirkannya.

Demikian juga dengan saya!

Setidaknya, ada satu orang sahabat (i call him sahabat, meski dia mungkin mengharap lebih), yang sejak awal bertemu saya dulu, dia selalu menunjukan hal-hal yang bikin saya risih.
Dia selalu memperlakukan saya seolah lebih dari sahabat.

Bahkan ketika saya hadir di pernikahannya, bersama sang pacar tentunya.
Terlihat jelas bagaimana bahagianya dia melihat kedatangan saya, dan bagaimana 'asem'nya wajah istrinya melihat saya.
Astagaaahh maapkeuunn....

Saya pikir, seiring waktu, semua akan melebur.
Terutama setelah saya memutuskan untuk menjaga jarak.
Akan tetapi, bahkan sampai sekarang dia masih selalu setia seolah nggak pernah rela ada jarak di antara kami.

Segala hal dia lakukan, hanya demi agar saya mau membalas chatnya.
Meskipun jawaban saya jutek.

Dan terbayang nggak sih.
Seorang wanita kesepian macam saya, punya masalah dengan pasangan, sampai dalam tahap depresi dan ingin bunuh diri.
Kecewa dengan sikap pasangan yang menganggap sikapnya bilang kangen ke mantan pacarnya itu bukanlah hal yang salah.

Sumpah ya, rasa ingin balas dendam dengan menerima perhatian lelaki lain aja tuh, kayaknya terdengar menarik.
Setidaknya saya ingin menunjukan.
BEGITU LOH RASANYA DIDUAKAN, RASANYA PASANGAN BILANG KANGEN ATAU MENERIMA KANGEN DARI LELAKI LAIN.

Suami selingkuh dibalas selingkuh

Kebayang nggak sih?
Saat kesempatan ada, saat sakit hati sampai di ubun-ubun, eh bentar... bisa ya sakitnya hati nyampe ke ubun-ubun? hahahaha.

I mean, kalau saya selingkuh gimana temans?
Saya rasa, meski itu salah, banyak di antara temans, khususnya yang tahu masalah saya sejak awal, akan bilang.
"Ya wajar sih, Rey!"
Ya untungnya sih.. (entah untung di saya, atau untung di pasangan) saya dididik dan dibesarkan dengan kewajiban berada di jalan yang lurus.

So, meski jujur sahabat saya itu sedikit banyak membantu saya dalam menjaga kewarasan.
Misal, saat saya sedih berharap pasangan bakal membalas WA saya.
Eh buka WA malah ada chatnya.
"Non... non..."
"Banguuuunn... makan dulu...."
"Non... saya traktir ya, ikut yuk!"
"Jangan sedih ya, nanti cantiknya hilang!"
Salah satu resiko curhat di dunia maya, banyak yang update kisah sedih saya, termasuk suami orang yang gagal move on, hahaha.

Daaannn lain segalanya.
Yang isinya tuh, bikin kaum hawa auto meleleh dengan pipi memerah jambu, dan hidung kembang kempis.
Terlebih kaum hawa yang ada di posisi saya, di mana kesepian dan haus perhatian pasangan, hahaha.

Menggoda bukan?


Tapi, Setia Itu Layak Diperjuangkan


Dia suami orang, seorang wanita yang setia meski tahu hati suaminya terbagi.
Dia ayah dari 2 orang anak lelaki yang tampan dan sehat.
Dia layak menjadi suami dan ayah terbaik bagi istri dan anak-anaknya.

Setia Itu Layak Diperjuangkan

Itulah salah satu alasan bagi saya sama sekali nggak tertarik, bahkan sekadar balas dendam sama pasanganpun, meski itu terasa menggiurkan.

Dan alasan lain, saya beda dong dengan mantannya pasangan.
Saya wanita limited edition *tsah.

Even mungkin saya terbaca jablay layaknya mantannya di pasangan tersebut, yang ditinggal LDM ama suaminya, makanya sumringah dikangenin suami orang, hahahaha.
Kalaupun saya mau selingkuh, saya bakal memilih Mas Arie sebagai selingkuhan sejati.
Hahahaha.

Daaann alasan terkuat adalah, saya tidak punya perasaan apapun, sedikitpun pada sahabat saya tersebut.
Dan saya bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta, meski dibawakan langit dengan isinya.

Preeett, boong ding, kalau ada lelaki single dan kaya dan cinta mati ama saya dan anak-anak, pasti saya tergoda wakakakakakaa. *oppsss!.

I mean, terimakasih kepada universe yang menempatkan saya dalam situasi berat tapi bukanlah hal yang salah atau dosa.
Yang memberikan saya cobaan, pasangan yang eror pikirannya, bukan hati yang tersiksa karena godaan selingkuh, meski itu terasa menggoda.

Karena setia adalah harga diri seorang wanita, terlebih saya sebagai istri dan ibu.
Insha Allah, setia itu layak diperjuangkan.

Btw, tulisan ini saya persembahkan buat diri sendiri.
Agar menjadi pengingat, jika di depannya mungkin saja saya malah kalah dengan hati sendiri, dan jatuh cinta lagi dengan orang yang salah?

Who knows kan?
Dan menulis ibarat nasihat buat diri sendiri.
Kan malu ye, udah nulis setia, besoknya selingkuh, hahaha.

So temans, jangan ragu untuk 'cubit' saya pakai tulisan ini, kalau besok-besok saya selingkuh yaaa...
Matur tengkiu... :D


Sidoarjo, 25 September 2020


Sumber : opini dan pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

34 comments:

  1. Serem sbnrnya selingkuh (menurutku, sih, Bun). Soalnya, apalagi jaman skrng, gak terima dg patah hati, bsa berujung mati.

    Memang enak pada mulanya (mungkin) banyak prhatian lebih dll, tpi ya tetep aja itu kurang baek๐Ÿคฃ๐Ÿคฃaku juga lagi menasehati diriku, biar gak zelingkoohhh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚dripada zial kek yang dimuti-mutil on hotail etoohh๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†kwkkww

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak kecil tahu apa sih masalah selingkuh, udah main boneka Barbie saja sana.๐Ÿ™„

      Delete
    2. Nah dikau anak tua ngapain disini ๐Ÿ˜œ

      Delete
    3. Hahahhaa, nah kaaann...
      Yang tua-tua jangan ajarin anak-anak yang ga bener loh ya

      *kabooorrr :D

      Delete
  2. Rasa kepingin selingkuh pasti ada ya mbak rey, hehe (astagfirullah). Cuma kok ya kasihan sama yang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hee..ada om Wahid disini..pekabar om ๐Ÿ˜œ

      Delete
    2. Enggak kepingin sih, terlebih selingkuhnya orang dewasa itu menakutkan hahahaha

      Delete
    3. baik mas anton . hehe @iya betul mbak rey sangat menakutkan jika selingkuh... #eh

      Delete
    4. Selingkuh temannya hantu ya hahahaa

      Delete
  3. kesetiaan itu mahal, jadi sekali dapet harus dijaga dengan baik-baik :') yuk bisa yuk

    ReplyDelete
  4. Rasanya memang pengin selingkuh jika pasangan selingkuh lebih dulu ya mbak, untung mbak Rey ngga atau belum tergoda ya.๐Ÿ˜‚

    Apapun itu, selingkuh itu tidak enak biarpun awalnya indah, tapi setelahnya akan terbayang pernah berbuat selingkuh, apalagi jika pasangan tahu, bisa lebih gawat lagi. Dan selingkuh bukan harus berhubungan badan sih, yang yangan dengan lawan jenis biarpun cuma lewat chat itu juga....

    Itu saja sih, semoga mbak Rey tetap kuat menahan godaan selingkuh.๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Agus, kok tumben bijak? Abis makan apa nih tadi pagi? ๐Ÿคญ

      Delete
    2. Kena kepret bang Pepet ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ

      Delete
    3. Nah bang Pepet nya datang tuh kak Lia.๐Ÿ˜‚

      Delete
    4. Hahahahaha, iya kaaann... gitu katanya nggak selingkuh huhuhu

      Delete
  5. Waduh selingkuh itu menurut saya cuma menambah masalah yang sudah ada ๐Ÿ˜‚ pusingnya jadi double hahahaha. Kalau kata si kesayangan, urus satu saja sudah susah apalagi urus dua ๐Ÿคช

    Makanya suka heran sama yang selingkuh padahal dalam keadaan terdesak. Bukannya fokus selesaikan masalah sama pasangan eee justru cari kehangatan dari orang lain yang bukan siapa-siapa ๐Ÿ˜… hehehe. No worries mba, saya tau mba bukan tipe yang seperti itu, kalaupun ada pria kaya raya cinta mati sama mba dan anak-anak, mungkin mba bisa selesaikan dulu sama pasangan yang sekarang sebelum buka pintu baru hihi biasanya sih kalau cinta mati akan siap menunggu ๐Ÿ˜œ

    Semangat mba Rey! ๐Ÿ˜๐Ÿ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah... bener banget Eno... boro-boro indah

      Delete
    2. hahahahaha, si Eno mah bisa aja, pria kaya raya wakakakakak.
      Kok jadi membayangkan ngehalu di drakor nih qiqiqiqiqiqi.

      Ketambahan yang cinta mati bakal menunggu.
      Eno ih bikin baper, kan jadi terbayang Mas Arie *eh wakakakakakakak

      Delete
  6. Maaf ahh.. ga sepakat. Selingkuh indah... yang bener ajah. Hahahaha... Memang kata orang menyenangkan untuk jatuh cinta, katanya.. Berdebar debar gitu.

    Tapi yang kayak gitu mah bukan berarti indah.

    Gue juga berdebar debar setiap akhir bulan, cukup ga nih gaji gue.. apalagi pas pandemi gini, debarannya itu kerasa lebih keras dan cepat. Bertahan ga nih perusahaan tempat gue kerja.. wakakakak..

    Btw, Eno bener banget tuh. Saya pikir selingkuh hanya menambah masalah dan justru akan menghancurkan keindahan yang sudah ada.

    Kesayangannya Eno bener banget, ngurus satu ajah sudah pusing kepala, ini kok nambah satu perkara lagi.. pusssiaaanng dah. Hahahaha.. tapi itu logika saya juga, membahagiakan yang satu saja beratnya minta ampun, kalau harus mikirin dua, saya bisa mati berdiri....

    Saya bilang lebih indah kalau melihat istri atau anak senyum ketika mereka bisa mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan dari hasil kerja keras saya. Lebih indah itu ketika istri saya bertanya, "capek ya mas, maaf yah nggak bisa bantu kamu".. Yang kayak gitu terasa lebih nyess....

    Saya sendiri nggak tahu batasan selingkuh itu sejauh apa. Memiliki teman akrab dari lawan jenis itu saya pikir bukan selingkuh karena mau tidak mau kita harus bersosialisasi.

    Cuma kalau sudah melangkah untuk menyatakan saling menyukai, pergi berduaan tanpa alasan yang jelas (seperti dinas, tugas), saya pikir hal itu bisa disebut selingkuh.

    Dan, saya menghindari hal seperti itu... Karena saya tahu kalau hal itu terjadi, ada seseorang yang akan tersakiti. Orang yang saya sayangi dan saya ga mau itu terjadi..

    Jadi, saya termasuk penentang istilah selingkuh itu indah, buat saya selingkuh itu bikin pusiiiiiing..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Anton mah contoh paling bener...
      Pang bager na๐Ÿคญ

      Delete
    2. Bapaaakkk, kalau enggak indah, kenapa ya banyak yang selingkuh? huhuhu.

      btw berdebar-debarnya lebih kece tuh Pak :D

      Dan btw tengkiu atas komentar pengingatnya Pak, setidaknya memilih menjaga jarak ya, tidak bertemu dan pergi berduaan untuk alasan yang gaje :D

      Delete
  7. Mb Rey bilang gak pny pengalaman selingkuh tapi kok tau itu indah ^_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ckckckckckck, pertanyaan BangDay selalu saja menjebak, soalnya banyak yang selingkuh Bang, makanya saya simpulkan indah wakakakakakakaka

      Delete
    2. Baru aku sadar, bang day betul juga, berarti...๐Ÿคญ

      Delete
    3. Hussshh si Bangday gembira tuh kalau punya teman :D

      Delete
  8. aku suka bingung kalau soal selingkuh, di circle-ku, temen-temenku ya mbak, terutama lelaki yang udah berkeluarga, sepertinya "selingkuh' itu tantangan, asal selama nggak ketahuan bini-nya.
    malah cuman buat seneng seneng alias hiburan aja, kalau udah dirumah ya bertindak kayak suami
    omongan beginian hampir tiap hari aku denger, jadi kadang nggak bisa bedain mereka ngomong serius atau enggak

    aku setuju sama mba eno, pak anton.....
    semua sudah terwakilkan dengan pendapat beliau beliau ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astagaaa, memang aslinya banyak ya, dan kalau ketahuan ngelessssss...
      Boleh nggak kita pelet aja? wakakakakak

      Delete
  9. Semoga kita semua dijauhkan dari selingkuh ya mbak Rey.
    Keliatannya indah tapi kerusakan yang dihasilkan bertubi-tubi di belakangnya sangat mengerikan. Dari orang tua sampai anak kena semua.

    ReplyDelete
  10. 100% gak setuju selingkuh itu indah.
    Bagi yg biasa selingkuh mah indah kayaknya!

    Klo aku, malah tambah sengsara...bikin penyakit..

    Org satu aj udah pusing 7 keliling.. ini mau nambah lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, nah iyaaa..
      Dulu waktu belom nikah, bahkan belom punya pacar, saya sering banget dicurhatin temen yang punya 2 pacar, dia pusing, tapi herannya terus dilakoni, ckckckckckck

      Delete
  11. Aahhhhhh, aku seneng loh baca ini :). Dan salut Ama kamu Rey. Ga mudah untuk setia di saat pasangan seperti itu. Dan bagi yg bisa melakukan, aku anggab keimanannya juga kuat, bukan cuma logikanya :).

    Aku jujur pernah selingkuh pas pacaran. Brbrpa kali malah. Mungkin itu balasan karena pacar pertamaku mutusin dengan selingkuhin aku. Sejak itu pacar2 selanjutnya aku selingkuhin duluan sblm mereka yg mulai hahahahahha. Agak trauma mungkin dulu.

    Tapi setelah nikah ,aku stop. Ga prnh mau ngelakuin yg seperti itu LG, karena jujurnya aku takut hukuman Tuhan. Pernah baca hukuman untuk istri selingkuh dalam agama, tapi aku blm nemu yg nulis hukuman bagi pacar selingkuh :D.

    Bener juga ya Rey, dengan menuliskan tulisan ga pgn selingkuh, bisa jadi pengingat dan reminder untuk kamu juga, supaya ttp menjaga niat. Krn selingkuh saat sudah menikah, memang menjatuhkan harga diri banget sih. Jangan sampe terjerumus di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banyak Mbaaaa :*
      Means a lot buat saya.

      Bentar, saya ngakak dulu, sebelum diselingkuhin ya selingkuh duluan, wkwkwkw.
      Tapi wajar sih ya, kadang rasa trauma itu jadi lebih menakutkan.

      Kalau saya boro-boro Mba, naksir cowok aja malu liat mukanya hahahaha.
      Semoga kita semua dikuatkan imannya sehingga bisa terjauhkan dari perselingkuhan ya Mba :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)