Alasan Suami Nggak Suka Istrinya Cari Duit Dari Rumah

Alasan Suami Nggak Suka Istrinya Cari Duit Dari Rumah

Sharing By Rey - Ibu-ibu rumah tangga khususnya, paling sergep banget kalau yang namanya cari duit. Apapun bisa jadi duit, meskipun ya nggak semua ibu rumah tangga juga sih.

Ibu-ibu demikian sesungguhnya merupakan istri kesayangan suami banget kan ya.
Limited edition wife.

Gimana enggak?
Kalau biasanya citra wanita itu ngabisin duit suami aja.
Tapi ini malah bikin duit suami makin awet aja, nggak bakal habis, minimal suami nggak perlu pusing mikirin kekurangan uang belanja, ye kan.

Akan tetapi, tahu nggak sih, nggak semua ibu rumah tangga yang piawai dalam mencari duit, malah bikin suaminya bahagia banget.

Ada juga yang malah bikin suami uring-uringan, hingga marah.
Bahkan, percaya nggak sih, beberapa kasus perceraian, diawali dengan ketika sang istri begitu getol cari duit dari rumah.

Kalau dipikir-pikir, betapa egoisnya ya suami yang marah ketika istrinya cari uang dari rumah, padahal ya buat bantuin keuangan keluarga juga.
Pun juga nggak sampai yang keluar rumah, dan masih ingat anak dan suami (versi sang istri sih *eh).

Tapi, berhubung saya pernah ngobrol dengan beberapa sahabat yang terang-terangan melarang istrinya kerja cari uang, baik di luar rumah, maupun dalam rumah.
Pun juga punya suami yang dulunya baik banget, nggak pernah mendikte, selalu mendukung semua keinginan saya, lalu akhir-akhir ini dia berontak.

Saya jadi ingin sedikit mengurai, mungkin begini alasan, mengapa ada suami yang nggak suka istrinya cari duit meski dari rumah, yaitu karena:

 

Harga Diri Yang Terbentuk Dari Pola Asuh


Memang ya, yang namanya anak tuh bakal mencontoh orang tuanya.
Kalau orang tuanya pekerja keduanya, mungkin sang anak bakalan nggak terlalu masalah dengan adanya istri bekerja atau cari duit.

Alasan Suami Nggak Suka Istrinya Cari Duit Dari Rumah

Namun, bagi yang dibesarkan dengan kondisi normalnya keluarga zaman dulu, di mana istri di rumah aja dan suami bekerja.
Kebanyakan sih bakalan menghasilkan anak-anak lelaki yang juga berharap bisa punya istri seperti ibunya, di mana di rumah aja, meng support suami agar sukses.

Dan karena melihat ayahnya yang sedemikian dihormatinya sebagai kepala keluarga karena mencari nafkah, si anak lelaki tersebut akhirnya tumbuh juga menjadi sosok lelaki yang merasa bahwa harga diri seorang lelaki ya karena bertanggung jawab menafkahi anak istrinya.

Dan harga dirinya akan terasa naik, saat bisa membahagiakan anak istrinya, tanpa harus membuat istrinya harus kelelahan ikutan cari duit.

Beberapa sahabat saya juga seperti itu, mereka melarang istrinya bekerja, bahkan sebenarnya, bisa dibilang hidupnya masih serba kekurangan, tapi tetap nggak membolehkan istrinya bekerja.
Dan selidik punya selidik, demikianlah masa kecil atau masa mereka dibesarkan.

Di mana ibunya fokus mengasuh mereka dan mengurus rumah, sementara ayahnya sibuk membanting tulang demi menafkahi anak istrinya.


Memikirkan Tumbuh Kembang Anak


Yang ini sebenarnya saya setuju banget
Bahkan sejujurnya, kalau bagi saya, seorang istri itu janganlah juga dibebani dengan tanggung jawab ekonomi.

Terlebih kalau udah punya anak.
Memang sih, kebanyakan ibu yang cari duit dari rumah itu pasti akan mengatakan, bahwa nggak akan lupa anak, tetap bisa mendampingi anak.

Alasan Suami Nggak Suka Istrinya Cari Duit Dari Rumah

Tapi sejujurnya, hal tersebut tidak bisa sefokus jika istri kudu membagi fokusnya mengurusin kerjaannya cari uang itu.

Pret lah yang bilang,
"Asyiknya kerja dari rumah, bisa main sama anak, tapi tetep gajian!"
Dasar fitnah tuh, yang bener aja bisa kerja sambil temanin anak main.
Itu ibarat kita lagi ngobrol dan mesra-mesraan dengan suami, tapi suami fokusnya terbagi.

Memangnya kita mau kek gitu?
Sama juga dengan anak.
Nggak bakal deh bisa dengan baik didampingi tumbuh kembangnya, ditemanin bermain, kalau kita sambi kerja cari duit, di mana kebanyakan tuh kerja dari rumah ya tentunya kerja buka hape mulu.

Itulah mengapa, kebanyakan suami melarang istrinya kerja, baik ngantor maupun di rumah, karena selain merasa kalau nafkah ekonomi itu tanggung jawab dan harga diri seorang suami, pun juga ingin agar anak-anaknya tumbuh dengan baik, di bawah pengasuhan fokus ibu kandungnya.


Menjaga Keutuhan Rumah Tangga


Lah kok?
Bukannya seorang istri cari duit ya demi keutuhan rumah tangga?

Lah iya, harusnya sih gitu.
Tapi, kebanyakan suami nggak ingin istri cari duit meski dari rumah ya, demi agar istri nggak perlu terlalu capek.

Alasan Suami Nggak Suka Istrinya Cari Duit Dari Rumah

Kita semua tahu kan, kerjaan di rumah itu semacam nggak ada ujungnya, terlebih kalau punya anak kecil. Terlebih kalau anaknya lebih dari 1.
Duh yang ada, energi sang istri habis terkuras untuk cari duit tersebut, anak dan suami sih mungkin nggak terlupakan, tapi ingatnya dengan kondisi energi yang low banget.

Outputnya?
Jadinya marah-marah terus ke anak, bisa juga ke suami.
Suami juga lama-lama begah dan jadi runyam.

Iya kalau sang istri bisa instropeksi diri, kalau tetap ngotot kalau mau tetep cari duit dengan berbagai alasan.
Misal untuk bantuin ekonomi keluarga, untuk dana pensiun atau jaga-jaga di hari tua, dan semacamnya.

Alhasil masalah yang sebenarnya kecil, ya jadi membesar bahkan bisa jadi alasan untuk sebuah perpecahan.
Lalu, kalau udah bubar jalan, buat apa lagi perjuangan yang seorang istri lakukan?
  

Malu Dengan Omongan Orang


Nah ini nih pencetus ide mengapa saya nulis tentang alasan suami melarang istrinya cari duit meski dari rumah aja, tiada lain karena saya menemukan tulisan di facebook, di mana ada seseorang yang kesal, hanya karena melihat seseorang memutuskan berhenti jualan online karena dilarang suaminya.

Duhh yee.. Saya adalah pembela kaum perempuan. Kaum istri.. Apalagi yang teraniaya (kek Indosiar ajah) Tapi suer, ...

Dikirim oleh Reyne Raea pada Minggu, 27 September 2020


Bagus sih tulisannya, cuman ada beberapa kalimat aja yang saya kurang setuju, dan tentunya saya
yakin banyak para suami yang juga setuju dengan saya.

Nah kan, kebanyakan tanggapan orang terhadap istri yang jualan atau cari uang di rumah tuh, pasti
karena suaminya kurang ngasih uang belanja.
Dan meskipun sejujurnya kebanyakan sih itu beneran, hahaha.

Tapi harga diri suami jadi merasa jatuh dengan omongan orang seperti itu.
Saya jadi ingat, seorang sahabat saya, yang kalau kerja seadanya jam kerja, dan dia bakalan ngomel kalau saya belum juga siap-siap pulang kalau jam pulang kantor udah kurang 5 menit lagi.

Menurut dia, sebagai wanita, kita kerja ya sewajarnya aja, jangan memperlihatkan kalau kita butuh uang banget, kayak suami nggak mampu hidupin kita aja.

Dia juga menasihati saya, agar selalu mengenakan lebih banyak emas sebagai perhiasan, biar suami bangga karena dinilai sukses menafkahi saya.
Saya yang uwooowww hahaha.

Alasan Suami Nggak Suka Istrinya Cari Duit Dari Rumah

Tapi ternyata memang bener sih ya, seorang lelaki kebanyakan lebih bahagia kalau bisa membahagiakan anak istrinya, tanpa membuat anak istrinya ikutan capek cari duit.
Apalagi kalau sampai pandangan orang udah terang-terangan seolah menjatuhkan harga diri suami seperti itu.

Tidak bisa dipungkiri sih, menurut saya para lelaki itu nggak bisa atau sulit hidup tanpa membawa ego dan harga diri.

Meskipun mungkin ada satu dua orang lelaki yang tidak mempermasalahkan omongan orang, tapi kalau suami udah terang-terangan melarang seperti itu. Sebaiknya mungkin sang istri bisa sedikit calm down. Terlebih kalau memang tujuan mencari uangnya belum urgent-urgent banget.


Lalu bagaimana jika memang seorang istri mencari duit karena benar-benar butuh?
Ya mau nggak mau memang kudu minta izin suami dulu sih ya, minta ridhanya.

Dan jangan lupa komunikasikan, nantinya seperti apa usaha yang istri jalankan tersebut, bagaimana dampaknya terhadap keluarga, bukan hanya dampak positifnya, tapi juga dampak negatifnya dibahas.

Dengan begitu, semua bisa berjalan seirama, dan juga tujuan atau niat baik istri mencari uang dari rumah, menghasilkan sesuatu yang lebih berkah, karena dimulai dan dijalani dengan penuh keridhaan suami.

Demikianlah..
So, how about you, temans?


Sidoarjo, 28 September 2020

#MondayBusiness

Sumber : Facebook, opini dan pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

27 komentar :

  1. Kalo saya sih tidak masalah istri cari kerja dari rumah mbak, yang penting anak dan rumah tetap bisa terurus, malah bagus itu karena ada pemasukan lain, apalagi kalo suaminya lagi nganggur karena kena PHK, nyari pekerjaan lain lagi susah sekarang.

    Mungkin juga sih ego yang membuat seorang laki-laki marah karena merasa harga dirinya itu turun jika istri kerja. Kalo dia banyak pemasukan sih ngga masalah, tapi sudahlah nganggur terus uang ngga ada tapi istri dilarang kerja. Terus bagaimana dengan kebutuhan dong. Istri dan anak itu butuh makan karena mereka bukan pohon trembesi yang bisa hidup dengan fotosintesis.

    Itu saja sih komen saya, kalo mau yang lebih panjang dan lebih bijak lagi tunggu komentar pak Anton.😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakakakkaaka, Massss...
      Saya udah baca dengan seksama dan serius, kenapa pula itu ada pohon trembesi ikutan? wakakakakak.

      Menurut pengalaman saya *tsah!
      Istri kerja dari rumah, kalau bener-bener niatnya cari uang, untuk kebutuhan keluarga, sebenarnya pasti akan mengorbankan anak-anak.
      Meski cuman jualan online biasa, kenyataannya nggak sesederhana itu.

      Makanya, kalau seandainya istri cari uang di rumah, harus ada kerjasama dengan suami.
      Biar anak nggak terlantar, apalagi kalau anak udah lebih dari satu.

      Cuman kalau beberapa teman lelaki saya yang larang istrinya kerja, memang istrinya hanya diwajibkan urus anak aja, masalah uang mereka yang nyari, saya nggak tahu sih di masa pandemi ini, kalaupun memang terpaksa istri yang kerja, semoga ada kerja sama yang baik di antara suami istri :)

      Hapus
    2. sekalian pohon pelem, jambu mente juga butuh fotosintesis, biar ndak layu, oohh apukat juga, susah disini nyarinya :D

      Hapus
  2. Saling pengertian aja sih mbak sebenarnya. Kalau mau istri yang care banget urusan rumah, suami, anak, maka cukupi kebutuhan dan keinginannya. Kalau belum mampu sehingga istri juga turun tangan, atau dia bekerja karena ingin aktualisasi diri, maka suami lah yang turun tangan bantuin kerjaan rumah tangga. Kalau saya paling nggak suka sama suami yang kerja berasa paling capek sedunia dan bilang istrinya "alah ngurus rumah dan anak aja capek". Nggak suka juga sama laki yang nggak mampu menafkahi penuh tapi giliran istrinya kerja diomelin, ga disupport. Hmmm ingin kuasah saja pisau dapur itu *ala pemeran antagonis* wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya liat-liat, kebanyakan suami yang ngelarang istrinya kerja itu, suaminya yang memang menghandle semua tentang ekonomi, meski ya mungkin belum bisa sehebat yang diharapkan, hahaha.

      Nah yang jadi masalah itu adalah aktualisasi diri, kadang kalau suami udah merasa memenuhi semua kebutuhan keluarga, trus istrinya maksa ingin kerja demi aktualisasi diri, smeentara kerjaannya mengorbankan anak-anak, itu yang jadi masalah.

      Karena sejujurnya, seorang ibu memang sulit bisa memenuhi semuanya, maksudnya aktualisasi diri berbanding kebutuhan anak akan orang tuanya.
      Setidaknya pengalaman saya seperti itu.

      Jadi, emmang ada masanya kita sebagai ibu kudu memilih, utnuk lebih memprioritaskan yang mana.

      Kecualiiii memang wanita-wanita yang beruntung punya suami yang open minded :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah, suami bukan tipe melarang berkegiatan di luar rumah, termasuk dalam mencari pekerjaan. Saya sendiri yang terbiasa dulu bekerja sebelum menikah, sempat mati gaya ketika harus di rumah, dan hanya beberapa kegiatan saja setiap harinya.

    Menurutnya jika saya bahagia, maka keluarga pun akan bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya gitu sih ya, masalahnya kebanyakan lelaki itu ego duluan yang jalan, hahaha.
      Dan kalau baca-baca teorinya, memang otak lelaki itu diciptakan seperti itu oleh Allah.
      Hanya saja ada beberapa lelaki yang lebih open minded, karena lingkungan dan pola asuh juga kayaknya.
      Beruntunglah yang berjodoh dengan lelaki-lelaki seperti itu :)
      Bukan berarti mengatakan wanita yang dilarang suaminya bekerja tidak beruntung, tapi setidaknya bisa memberikan atau mendengarkan apa yang diinginkan istrinya :)

      Hapus
  4. Kalau saya, karena sedari kecil selalu lihat orang tua kerja dua-duanya, saya maunya nanti anak saya bisa merasakan bagaimana kalau di rumah ditemani salah satu orang tuanya. Saya sih fleksibel ya, Mba. Kalau si do'i yang maunya saya stay di rumah, ya oke. Kalau nantinya saya punya pekerjaan kantoran tetap, tetapi si Mas kerjanya di rumah, ya nggak masalah juga, selama bisa bergantian menjaga dan mengawasi anak dari dekat. Di jaman post-modern begini, kadang saya masih suka melongo kalau dengar pemikiran-pemikiran kolot (e.g.: "Ngapain kerja, cewek harusnya stay di rumah, jadi IRT"). Era makin maju, mbok ya diimbangi dengan mindset yang ter-update juga. 😅 Toh, apa salahnya kalau istri punya penghasilan sendiri di samping nakfah yang diberi suami? Apa sih s-a-l-a-h-n-y-a? Duh, jadi sensi sendiri saya mikirnya, hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha pukpuk...
      Saya juga punya mama yang kerja, mungkin itu alasannya mengapa saya bisa melawan semua ketidaknyamanan saya jadi IRT.

      I hate jadi IRT sebenarnya, saya tuh workaholic banget.
      Bekerja dengan sibuk di luar itu kebahagiaan yang tidak terkira buat saya.

      Tapi saya pernah merasakan, bagaimana nggak enaknya ketika saya pulang sekolah, rumah masih ditutup, saking mama saya belom pulang kantor.

      Bagaimana sedihnya waktu saya dititipin di rumah tante karena mama kudu ada pelatihan di luar kota.

      Karenanya, dulu saya sempat titipin anak saya di daycare, pas dia cerita kalau sedih nunggu saya jemput dia di daycare, sedih melihat temannya dijemput ibunya, sementara dia enggak.
      Langsung auto melas hati saya, langsung berani mengorbankan semua impian saya.

      Setidaknya sampai anak-anak lebih mengerti dan mandiri aja sih.
      Etapi masih banyak loh yang kolot.

      Tapi jujur ya, saya lebih suka yang kolot, ketimbang sekarang buanyaaakkk banget emansipasi kebablasan.

      Di mana, saking istrinya kerja cari uang, eh suaminya malas-malasan.
      Bahkan ada yang kerja, tapi gajinya nggak dikasih ke istrinya, dengan pemikiran karena istrinya udah punya uang sendiri, sungguh kuingin *ah sudahlah hahahahaha

      Hapus
  5. Menurutku apapun yang ingin dilakukan oleh seorang istri, baiknya meminta restu dari sang suami terlebih dahulu dan kalau tidak disetujui, jangan memaksa, tapi coba cari jalan keluar yang lain bersama-sama. Kalau dapat restu, pasti apa yang dilakukan itu dilancarkan oleh Tuhan. Makanya, restu dari pasangan atau orangtua itu penting banget ya, Kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Absolutely...
      Saya meyakini, apapun yang saya atau suami lakukan, jika memang nggak ada ridha dari pasangan, kagak ada gunanya.
      Kalau nggak tercapai, ya pasti berantakan keluarga jadinya.

      Dan bener, restu itu koentjih :D

      Hapus
  6. Sekarang wanita/pria bekerja udh gak aneh lagi, pun juga suami/istri sama2 memiliki pekerjaan. Namun demikian, keduanya harus ada kesepakatan. Apalagi jika sudah memiliki buah hati.

    Wanita yg punya latar belakang pendidikan tinggi kebanyakan memilih menjadi wanita karier. Terkadang ada rasa frustrasi jika pada saat ia berkeluarga langsung harus mengalah dan memaksa diri utk stop dari pekerjaan, sementara kariernya sedang bagus2nya, sehingga yg menjadi pendamping hidupnya mesti mengerti.

    Memang kebanyakan suami ingin istri berkarier di rmh sj sbg ibu rumah tangga, dan mencukupi semua kebutuhan hidup. Dengan begitu ia bs konsen bekerja. Bahagia jika pulang mendapatkan istri n anak2 ceria n bahagia.

    Atau

    Biasanya istri memilih pekerjaan yg sedang2 sj [gak punya beban tanggungjawab berat, menguras banyak wkt dll], yg bisa mengganggu kariernya sbg ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga jg karier loh y😇

    Tugas mulia, tugas berat seorang istri mengasuh, mendidik anak2 disamping tugas2 lain.

    Intinya, gak ada salahnya istri bekerja/ [suami n istri bekerja] asalkan ada 'kesepakatan', ada pembagian tugas, dan jangan lupa pelihara komunikasi. Tanam benih2 cinta n kasih yg banyak🥰

    Slm sahabat, slm hangat💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Absolutely Mba, intinya memang komunikasi sehat dan dua arah antara suami istri ya, meskipun mungkin keputusannya istri tetap nggak bisa kerja (dulu), setidaknya ada penjelasan masuk akal, dan bebrapa kesepakatan di mana istri tidak merasa dilarang plek gitu, tapi memang disarankan untuk lebih memilih prioritas yang lebih dibutuhkan dulu :)

      Hapus
  7. Apakah istri bekerja atau tidak nantinya. Itu menurutku baiknya dikomunikasikan dulu sebelum menikah. Aku rencananya nanti gitu, akan diskusi dulu sama doi, mana keputusan yg terbaik akan diambil..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah benerrr, dan sebisa mungkin sebelum menikah, samain dulu visi misi, termasuk komunikasikan istri kerja atau gimana?
      Jadi setelah nikah udah fokus meraih goal nikah, bukan ribeeett aja saling berantem ngomongin visi misi yang berbeda hahahaha
      *Nyindir diri sendiri huhuhu

      Hapus
    2. Doain ya mbak semoga cepetan dapet calon. Kwwkwkwkwkw

      Hapus
  8. Suamiku sih ga ngelarang aku kerja. Dia malah seneng, Krn menurut dia aku memang bukan tipe rumahan . Udah ngerti banget aku bakal uring2an kalo sampe di rumah aja.

    Tapi toh aku malah resign juga akhirnya :D. Sampe skr malah terbukti aku LBH seneng gini sih, walopun pak suami ngizinin aja kalo suatu saat aku mau kerja kantoran.

    Aku juga baca tuh yg status ga jualan online LG itu. Dan ga setuju sih Ama orang yg mencoba manas2in si istri. Yg nyuruh istri minta suami diapain dana pensiun dll nya. Dia blm bersuami apa yaaa. Lupa kalo ridho istri ada di suami. Sebandel2nya aku, tapi kalo suamiku ga ngizinin ya aku ga bakal lakuin. Takut kualat :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener Mba, meski saya benci banget ama suami, tetep saya nggak berani melakukan sesuatu tanpa izinnya, takut kualat hahaha.
      Lagian saya yakin, bahkan doa orang lain aja begitu berarti dan berkah buat kita, apalagi doa pasangan kita ? :D

      Hapus
  9. Aku bingung mau jawab apa. Maklum. Jomlo, Mbak. Hahahaha ...

    BalasHapus
  10. Aku setuju banget, Mbak. Sebaiknya memang komunikasi dengan pasangan dulu sebelum melakukan sesuatu, entah kerja di luar rumah maupun di dalam rumah. Karena bagaimana pun, kerja di dalam maupun di luar rumah sama-sama butuh waktu dan konsentrasi yang harus dikorbankan. Bagaimana pun juga yang dikorbankan itu ya waktu dan konsentrasi yang seharusnya untuk suami dan juga anak. Jadi komunikasi pasangan itu dibutuhkan supaya satu sama lain sama enaknya.😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kaaan, bahan kita cuman asal jualan online misalnya, butuh waktu yang fokus juga loh, kalau enggak manalah mungkin ada yang mau beli?
      Bahkan setelah laku, kudu packing dulu, kirim dulu, pasti sangat butuh waktu :D

      Hapus
  11. aku iya iya ae mbak, istri kerja ga masalah asal suami juga ngijinin, apalagi kalo memang butuh pemasukan yang lebih
    memang seharusnya dari awal dikomunikasikan juga enaknya, mau penghasilan dari 1 pintu apa 2 pintu. dua pintu macam kulkas ajah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, enakan 2 pintu ya, jadi pas buka kulkas, nggak semuanya terpampang *lah kokjadi kulkas? :D

      Hapus
  12. Nomer satu itu bnyk relate nya juga nih, Mbak Rey..

    Aku punya empat mbak tiga kerja kantoran dan satu di rumah aja. Kalo lagi main ke rumah yg kerja, ya memaklumi keadaan dan anak2nya yg sarapan sama telor (ga pada duka sayur) hampir setiap hari itu udah biasa. Kalo main ke rumah mbak yg di rumah aja makanan sehat bergizi yg di asal sendiri itu jd sajian sehari-hari.

    Ibuku yg irt untungnya menganggap itu adalah resiko.

    Aku sendiri masih diberi kebebasan oleh suami utk Bekerja atau tidak. Jd belajar dr mbak2ku, resiko begitu memang perlu jd pertimbangan sih.

    Ya ampun lama jg ga mampir sini ya. Abis liat komen d grup sebelah, kayaknya mbak Rey masih melek aja, mampir ah ke blognya.

    Sehat selalu yaaa Mbak Rey sekeluarga.

    BalasHapus
  13. Loh,,??? Bukannya malah bagus ya,,,Saya lebih suka istri dirumah ya walaupun kalau dia mau kerja ya silahkan aja,,,lha ini udah mah istri dirumah, bisa cari duit juga,,,kok malah dilarang,,,,

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)