Friday, September 18, 2020

Gisel Yang Menyesal Bercerai Dan Rey Yang Over Thinking

Gisel Yang Menyesal Bercerai

Sharing By Rey - Liat Google Trending kemaren, ada berita tentang Gisel yang mengakui kalau dia gegabah minta cerai dari Gading, hanya karena ego, over thinking maupun lupa pada Tuhan.

Kok ya, semacam disentil aja ya atau mungkin sengaja digerakan Allah, agar saya buka Google Trend, mengingat akhir-akhir ini saya jarang buka Google trend.

Kenapa juga ada berita si Gisel, dan kenapa juga judulnya mengakui gegabah minta cerai.
Kan jadi kesindir sayanya, di mana kadang bahkan sering saya bilang ke pasangan, agar kami ambil jalan masing-masing aja, saking nggak pernah ada yang mau sejalan.

Kenapa nggak kamu aja Rey yang ngalah?
Sulit euyy..
Ikhlas itu memang butuh belajar...belajar dan belajar.
Eh atau butuh dipraktikan kali ya, pelajari sambil praktik.


Tentang Gisel Yang Menyesal Minta Cerai


Jujur nih, saya jarang banget ikutin berita artis. 
Kalaupun tahu berita, palingan cuman tahu dari headline atau judul berita di medsos.
Seperti di instagram, karena saya follow Kumparan, jadi sering banget update dengan berita terbaru.

Gisel Yang Menyesal Bercerai

Tapi saya jaraaangg banget mau kepo dengan masalahnya, kecuali yang benar-benar menarik perhatian saya.
Seperti berita tentang Gisel tersebut, saya kepo karena mungkin saya sedang berada di posisi Gisel sebelum akhirnya dia ngotot minta cerai.

Gisel mengakui, bahwa saat itu mereka berdua sangat sibuk.
Gading sibuk dengan hobinya, Gisel sibuk dengan Gempi dan pekerjaannya.
Hingga waktu untuk mereka berdua jadi nyaris nggak ada.

Terlebih lagi, Gisel sendiri semakin jauh dari Tuhan, alhasil over thinking mengalahkan segalanya.
Demikianlah, Gisel akhirnya ngotot minta cerai, dan berharap bisa move on dengan menerima cinta lain.

Seiring waktu, dia akhirnya menyadari, kalau keputusannya itu salah, dan sekarang dia menyesalinya.
Wow... okeh!


Antara Gisel Yang Over Thinking, Dan Rey Yang Galau Mulu


Jujur nih, saya bukanlah wanita pejuang cinta yang bucinnya kebangetan.
Justru saya, wanita yang gengsinya sebesar gunung, hahaha.

Jadi, jika banyak orang yang gemes melihat saya bertahan mulu dengan hubungan saya yang (terlihat) toxic, jujur saya pun sebenarnya nggak tahan.

Saya pengen banget gitu, bisa kabur sejenak.
Memberikan jarak dan waktu buat kami berdua, eh bahkan bukan sekadar jarak dan waktu aja.
Berpisah!
Selesai!
Mari kita jalani hidup masing-masing!

Akan tetapi anak gimana?

Meski kami bukan pasangan yang harmonis, tapi anak-anak dekat dengan kami berdua.
Meski mungkin porsi dekatnya lebih banyak ke saya.
Tapi anak-anak bakalan sedih kalau nggak ketemu papinya dalam waktu yang lama.

Itulah yang membuat saya nggak bisa ngapa-ngapain.
Meski jujur mulut embernya si Rey berkali-kali mengajukan pertanyaan, ayo kita pisah.

Ye kan?
Diajak ngomong kabur, setelah itu balik kek nggak terjadi apa-apa.
Dan kesal kalau saya diam dan maramara aja.
Situ sehat?

Akan tetapi, setelah baca pengakuan Gisel, saya jadi merasa menemukan jawabannya.
Bahwa memang kadang over thinking yang menguasai saya.

Meskipun, sebenarnya nggak ada yang salah ya jika saya meminta komunikasi?
Iya nggak?
Iyain aja deh, hahaha.

Tapi saya jadi ingat tulisannya siapa ya di Twitter kapan hari, duuhh saya ingat banget wajahnya, tapi saya lupa namanya (kan sudah dibilang saya tuh pikunnya mengkhawatirkan kek Alzheimer!).

Katanya, kadang memang yang namanya hubungan itu, butuh sosok-sosok yang sudah selesai dengan dirinya, jadi tidak semua hal perlu diomongin, bisa juga beberapa hal cukup dengan bahasa cinta.
(Okeehh, kata-katanya sih nggak sama persis seperti itu, tapi artinya kayak gitu, hehehe)

Gisel Yang Menyesal Bercerai

Lalu saya mikir, mungkin pasangan saya tuh orangnya kayak gitu.
Karena sejujurnya dia jarang menyuruh saya ini itu, yang kadang saya pikir dia nggak peduli, padahal saya kan pengen juga dilarang ini itu sama pasangan, kek orang-orang itu loh.

(Lalu si Rey dilarang ngeblog, dan Rey teriak GAAAAKKK MAOOOOOO!)
Hahahaha.
Gimana sih Rey, katanya mau dilarang? hahaha.

Tapi serius loh, menurut saya, komunikasi itu meleburkan over thinking.
Kayak misal si pasangan pergi nggak pamit, pergi aja gitu, pulang tengah malam.
Wanita mana coba yang nggak over thinking?

I mean, apa susahnya pamit?
Kalau nggak sempat, mbok ya WA.. WA ... whatsapp

Tapi mungkin sebagian lelaki merasa, itu terlalu rempong, toh juga mereka cuman pergi ke depan, nggak selingkuh juga.
(Oiii Bwambang!, kalau selingkuh, buat apa pamit?, dan manalah istri tauk perginya cuman ke depan?)
Begitu deh si Rey, ngomong sendiri, jawab sendiri, hahaha.

What i am trying to say, kalau mungkin memang saya lebih banyak baca-baca kalau lagi galau, dan lebih bagus lagi kalau baca Al-quran dan artinya Rey!
Biar ga over thinking kek Gisel, iya nggak?

Belajar pasrah, belajar berserah pada Allah, percaya kepada-Nya, bahwa apapun yang terjadi, semua itu karena kita memang mampu memikulnya.

Mungkin begitu akan terasa lebih ringan.
Meski praktiknya pasti nggak seringan yang saya pikirkan, hahaha.

Lebih berserah, lebih berdamai dengan diri sendiri.
Lebih mencintai diri sendiri dengan banyakin tidur ya Rey!
Lebih mencintai anak-anak, agar bisa spread love everywhere.

Gisel Yang Menyesal Bercerai

Ceileeehh, tumben amat si Rey jadi bijak dan tenang gini.
Ada apakah gerangan?

Ya gara-gara baca berita si Gisel itu sih, tiba-tiba saya mengerti (meskipun cuman dikit ngertinya), bahwa kadang sikap suka kaburnya si pasangan itu ada positifnya juga.

Karena, dalam Islam, yang namanya cerai itu nggak main-main.
Kalau mulutnya istri mah, enak aja bilang, CERAI! CERAI!
Tapi, sekali suami bilang cerai, udah babay deh, hahaha.

Etapi, jangan kelamaan kaburnya, dan kalau pulang mbok ya belajar dikomunikasikan.
Karena, sebaik apapun menghindari pertengkaran, masih lebih baik sesekali menghadapi pertengkaran, agar tahu sebenarnya masalahnya apa?
Ye kan?
Kalau diam-diaman melulu, yang ada over thinking bakal menguasai pikiran para istri, saya khususnya.

Sudah ah, cuman mau tulis itu.
Saya ngantuk, tapi nggak bisa bobok, tapi kalau nulis ini kok ngantuk, aneh ya, hahaha.

Semoga, dengan sedikit ilham yang saya dapatkan dari cerita si Gisel, membuat saya bisamenurunkan kadar over thinking, dan bisa mencari jalan lain untuk membuka komunikasi sehat dengan pasangan yang suka kabur itu, hahaha.

Biar nggak nyesal kayak si Gisel.

How about you, temans?

Sidoarjo, 18 September 2020


Sumber : 
  • Pengalaman pribadi
  • Google trend
Gambar : Google & Canva edit by Rey

9 comments:

  1. Saya malah kadang tahu info artis dari blognya mbak Rey, soalnya saya malah belum pernah ngecek Google trend, soalnya ngga tahu juga mau cek apa disana hahaha...😂

    Soal Gisel yang mengaku menyesal minta cerai karena over thinking saya no komen sajalah (lha ini sudah komen.😂)

    Gimana dengan persoalan mbak Rey? Ya saja juga no komen lagi. Cuma bisa mendoakan semoga mbak bisa rukun lagi sama pasangan karena kasihan anak dekat dengan kedua orangtuanya.

    Anak memang bisa jadi perekat ketika hubungan orang tua memburuk. Jadi ingat dengan tetangga sebelah yang rumah tangganya memburuk karena suaminya kawin lagi. Iya kawin lagi dan suaminya itu sukanya ngendon terus di rumah bini mudanya. Udah begitu istri tuanya itu tidak dikasih nafkah duit, kadang dikasih sih tapi seikhlas suaminya saja, misalnya 100 ribu atau 200 ribu.

    Wah lumayan 200 ribu, iya memang lumayan kalo tiap hari tapi itu sebulan sekali atau bahkan mungkin dua bulan sekali, seingatnya suaminya saja hahaha..🤣

    Terus dari mana istrinya makan buat dirinya sendiri dan tiga anaknya? Ya jualan apa saja yang penting halal. Jualan baju atau makanan tradisional di pasar seingatku.

    Istrinya seingatku sih pernah beberapa kali minta cerai tapi tidak pernah dikabulkan suaminya dengan alasan masih cinta. Etdah kalau beneran masih cinta kenapa di rumah bini mudanya terus.😂

    Akhirnya istri tuanya itu pasrah saja. Ia tidak minta cerai lagi karena anak anaknya cukup dekat juga dengan bapaknya biarpun jarang ketemu. Iya, anak anak memang bisa jadi perekat jika hubungan orang tua memburuk.

    Terus gimana sekarang, ya sampai umur 60an mereka masih bersama kata anaknya. Saya sendiri kurang tahu bagaimana keadaan sekarang sejak merantau ke Banten jarang ketemu.

    ReplyDelete
  2. Semacam dapat pencerahan ya setelah baca berita tentang Gisel ini? Hahaha.
    Semoga kak Rey bisa ambil hikmah dari kejadian Gisel iniii untuk tidak mengambil keputusan dengan gelap mata walaupun aku tahu pasti berat di posisi kak Rey :(
    Tapi, semangat ya kak! Banyak-banyak doa minta bimbingan Tuhan dan minta diberi hati yang lebih kuat :D

    ReplyDelete
  3. Kadang kita bisa belajar dari pengalaman orang lain untuk memahami bagaimana menjalani hidup yang lebih baik ke depannya. Mungkin mba diberi jalan untuk lihat berita soal Gisel, jadi mba bisa belajar untuk nggak overthinking terhadap pasangan 😁

    Well, meski saya ikutan gemas setiap kali baca cerita pasangan mba kabur nggak kasih kabar. However semoga dengan kesabaran mba dan usaha mba untuk menjaga rumah tangga, hasilnya kelak akan sesuai harapan. Eniho, pasangan mba apakah baca tulisan-tulisan, mba? 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga penasaran, apakah suami mbak Rey baca tulisan-tulisan mbak Rey? Biarpun ngga pintar ngomong tapi kalo baca setidaknya tahu apa maunya istrinya.

      Delete
  4. Kalo masalah Giselle, aku no comment ajalah. Secara kdg mediapun suka melebih2kan apa yg diomongin si artisnya.

    Kalo memang kamu mutusin utk lebih berserah, utk lebih pasrah supaya ga overthinking, ya bagus sih. Berharap si pak suami bisa melembut juga dan mau lebih terbuka suatu saat.

    Aku memang ga terlalu tau cerita detilnya kalian. Tapi yg aku tangkep , si pak suami suka pergi berhari2, tanpa kabar, dan ga meninggalkan uang. Nah, kalo aku melihat dr sisi itu, kamu bertanya ya ga ada salahnya sih. Justru dia harus kasih tau istrinya sdg di mana. Ga mau ksh tau kerjaan oke, tp masa ga mau kabarin sdg di mana? Itu sih kamu bukan overthinking. Aku jg pasti akan melakukan hal yg sama, BERTANYA.

    Dan at least, ninggalin uang ya wajib. Kan dia tau anak istrinya ga kerja. :(

    Komunikasi meleburkan overthinking, BENER BANGET. Krn memang kuncinya di situ dari awal. Ga ada solusi lain. Kecuali seperti yg kamu tulis, kamu siap utk LBH pasrah, berserah, supaya ga terlalu overthinking lagi.

    Tapi udh siap dengan konsekwensinya Rey? Bisa jd suami ttp ga berubah, dan kamu lebih merasa makan hati, mencoba ga peduli dan banyak tanya, tapi memendam sendiri. Aku cuma kuatir itu bisa jadi penyakit :(

    Aku gemes sbnrnya :( . Aku tau, ga akan bisa bandingin case pas aku cerai dulu, dengan kondisi kamu skr. Aku berani ambil keputusan itu, Krn satu ga ada anak, kedua Krn disupport orangtua dan semuanya lgs diselesaikan Ama lawyernya papa. Beda ceritanya. Kurasa kalo aku keukeuhan sendiri bakal kesulitan juga Krn si mantan bisa dibilang menyusahkan utk cerai saat itu.

    Sorry ya Rey, kalo agak terdengar emosi nulisnya.

    Si adek apa masih dirumah mertua juga? Aku doain ada jalan kluar ya Rey.. tapi yg terpenting, kalo kamu mau bersikap LBH berserah saat ini, please, stay healthy and sane. Jgn terlalu dipendem sendiri. Rasanya aku yakin semua temen2 bloggers di sini pasti mau menolong jika kamu ada kesulitan. *Send a virtual hug to Rey... ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree sama komentar mba Fanny. Kita ready ketika dibutuhkan. So, jangan berpikir mba Rey sendirian 💕 feel free to reach us ya, mba.

      Delete
  5. Nah pas kemarin liat judul beritanya, aku jadi heran sendiri dan baru ngerti kalau keputusan cerai Gisel adalah karena terburu buru juga ya,bisa dibilang seperti itu.
    Dan ini dia mungkin berpikirnya bisa move on dengan pasangan barunya. Kalau waktu itu aku jadi sahabatnya Gisel hehehe, kayaknya ga paham juga dengan alasan dia minta cerai.
    Aku harap mba Rey juga ga terburu buru ambil keputusan seperti Gisel ini dan galaunya segera dijauhkan.
    Aku yakin mba Rey bisa bisa dan bisa hadapi cobaan ini ya, semoga nanti ada jalan yg baik. Aminnn

    ReplyDelete
  6. Mbak Rey... apapun yang sedang dipikirkan dan dirasakan, semoga memberikan ketenangan ya mbak. Semoga dengan berkurangnya overthingking dan keterbukaan suami untuk berkomunikasi, semua bisa membawa perubahan yang tepat untuk keluarga kalian. Sabar dan tetap berdoa, agar kalian diberikan pencerahan dan kelancara. Agar hal-hal yang mengganjal bisa usai.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)