Thursday, September 17, 2020

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Sharing By Rey - Apa itu Alzheimer?
I know mungkin saya terlihat lebay, sering banget self diagnosis.

Tapi jujur, ini adalah kesekian kalinya saya menuliskan tentang kekhawatiran saya tentang Alzheimer.
Sebelumnya di tahun 2006 atau 2007 ya? saya pernah menuliskan curcolan tentang Alzheimer ini.

Nulisnya di platform multiply, dan nggak sempat di back up udah tamat riwayatnya, hahaha.

Saya lupa, kapan dan di mana tepatnya saya jadi ngeh dengan istilah Alzheimer, entah mungkin terlalu mengilhami film drama romantis yang The Notebook, atau film lainnya.

Tapi saya sungguh sejak remaja sering merasa ada yang aneh dengan diri saya, saya pelupa banget orangnya.

Oh ya, saya udah pernah nulis tentang bagaimana semakin hari kepikunan saya semakin terlihat sedikit menakutkan, yaitu ketika saya benar-benar nggak bisa mengingat tanggal pernikahan saya.

Dan lucunya, kebetulan ternyata bulan September ini adalah hari Alzheimer sedunia, saya liat di sebuah grup FB di mana ada job ngeblog nulis tentang Alzheimer, tapi karena fee-nya agak terasa tidak memadai, jadi saya putuskan nulis aja sendiri deh, hahaha.

Lucu ya, mendingan kan daftar aja, trus nulis trus dibayar meski nggak sesuai keinginan.
Etapi yang namanya nulis sendiri dengan nulis job itu beda euforianya loh.
Terlebih ada syarat kudu ikutan zoom beberapa jam pula.

Males ah.
Lah kenapa malah bahas rate pulak, hahaha.

Balik ke Alzheimer.

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Meskipun saya selalu menolak pikiran saya, karena saya tidak mau self diagnosis, harusnya kan ke dokter biar bisa cek fungsi otak.

Tapi selain sekarang masih pandemi, pun juga si mamak Rey masih belom punya duit nganggur (kayak duit kesehatan nggak lebih penting dari duit nggak nganggur hahaha), dan saya nggak mau malah jadi kepikiran, kalau memang hasilnya beneran, huhuhu.

Jadinya, saya memilih menuliskan aja apa yang saya rasakan, siapa tahu memang benar-benar seperti yang saya khawatirkan, kalau nanti saya semakin pikun, saya akan sering-sering membaca blog ini, biar bisa ingat terus.


Gejala-Gejala Alzheimer Yang Bikin Over Thinking


Saya merasakan hal pelupa ini sejak remaja.
Itulah mengapa saya heran, waktu kecil nilai matematika saya tuh bagus loh.
Saya suka hampir semua mata pelajaran.

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Saya kuat menghafal, saya kuat berpikir dengan logika.
Lalu tiba-tiba semua itu menghilang, sejak SMP.
Saya pikir mungkin karena saya dulunya udah kebanyakan baca novel dewasah eh maksudnya novel Wiro Sableng, hahaha.  

Akan tetapi, saya udah nggak bisa lagi mengejar semua ingatan tajam saya tentang pelajaran semenjak itu. Karenanya, setelah lulus STM, 2 kali dong saya test masuk PTN dan keduanya gagal.

Ketika kuliah juga sama, saya benar-benar kesulitan mengingat, terutama angka.
Makanya, saya kadang merasa ajaib aja kok bisa lulus mata kuliah yang liat soalnya aja bikin bergidik.
Kayak integral berlapis-lapis itu, dulu kok saya bisa lulus ya? sumpah loh, saya sama sekali ngga ingat itu gimana cara ngitungnya hahaha.

Lalu di tambah gejala-gejala yang saya tuliskan di postingan pada link di atas tadi.
Plus semakin saya cari tahu, semakin saya kepikiran sendiri.

Apalagi pas nonton film dengan tema Alzheimer, udah deh mulai saya membanding-bandingkan, dan kok ya sama persis.
Kayak film (habis nulis ini saya tinggalkan bentar, buat googling, karena saya lupa judulnya, padahal baru aja saya tonton, hahaha) A Moment To Remember.

Mulai dari suka lupa matikan kompor dan jadinya gosong teros, mirip deh, makanya saya nggak berani sama sekali tinggalin kompor menyala.
Sampai lupa tempat naruh benda, that's why saya bakalan ngomel banget, kalau ada yang berani memindahkan barang saya, karena saya sudah punya tempat sendiri buat naruh barang, misal kunci dan lain-lain, biar saya nggak kesulitan nyarinya.

Tapi itu mah belom seberapa.
Kapan hari tuh saya iseng searching film alzheimer, dan ada 1 film Korea judulnya (lalu saya googling lagi, karena juga lupa, ckckckck) Poetry

Saya baru nonton awal-awalnya kok ya udah makin serem karena semua gejala yang dia rasakan, juga saya rasakan.
Dan kalau baca sinopsisnya, film Korea Poetry itu bercerita tentang sudut pandang penderita Alzheimer..

Dari yang dia kesulitan menyebutkan nama benda, ini persiiisss saya banget.
Saya sering banget loh, pergi membeli sesuatu, terus saya linglung.
That's why saya suka belanja di minimarket, kalau saya lupa, saya muterin aja gang minimarket, sampai barang yang saya cari, yang bentuknya saya ingat, tapi namanya lupa, hahaha.

Nah yang menantang ini, kalau saya belanja di pasar, bukan cuman sering banget diboongin, tapi juga saya lupa apa yang mau dibeli, bukan lupa jenisnya tapi lupa namanya.

Misal jagung,
"Bu, ada anunya nggak bu?, itu tuh yang bisa jadi jasuke?"
Padahal ya itu jasuke kan udeh ada JAGUNGNYA MAEMURNAH! hahaha. 

Atau yang lebih parah adalah menanyai si Kakak tentang suatu hal berulang kali dalam waktu yang dekat.
"Kak, udah sholat nggak?"
"Loh kan barusan sholat bareng Mami?"
Sekitar 15 menit, saya nanya lagi,
"Kak, ayo sholat!"
"Mami... Mami barusan nanya kan tadi?"
"Eh iya kah?"
Dan saya nggak ingat ckckck.
Dan bagaimana rakaat sholat? kagak usah nanyak!
Terlebih akhir-akhir ini, kalau nggak sholat bareng kakak, saya terpaksa meminta kakak melihat saya sholat, dan dia bersuara udah berapa rakaat saya sholatnya.

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Kalau enggak?
Kadang saya blank di tengah sholat, bingung ini udah sujud ke berapa.
Dooh kayaknya saya butuh liburan deh, bilang aja butuh liburan ya, serem banget masih usia 30an udah pikun, apalagi kalau pikunnya karena alzheimer.

Tapi yang lucu tuh, kalau saya lagi nyari sesuatu, dan nggak nemu, dan lupa namanya, mana udah maramara pulak, yang mau bantu nyari juga bingung, ini kita bantuin nyari apa yak? hahaha.

Abis ini kayaknya saya kudu googling makanan anti pikun.

Oh satu lagi, ini kayaknya teman-teman yang sering baca komen saya mungkin ngeh, saya selalu lupa ama nama teman blogger.

Even yang  sering berinteraksi, tiba-tiba aja gitu blank, makanya saya sering komentar,
"Saya baca ini di blognya siapa ya kemaren? lupa"
Padahal, saat saya mengatakan lupa itu, bayangan template blog itu ada di pikiran saya, tapi saya lupa namanya dan pemiliknya, hahaha


Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda 


Meskipun tidak banyak terjadi, ternyata alzheimer juga bisa terjadi di usia muda loh.
Jika biasanya menyerang orang dengan usia di atas 65 tahun, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang orang usia 40-60 tahunan.
Bahkan ada juga dengan usia 30 tahun.

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Penyebab terjadinya Alzheimer pada usia muda,  sejujurnya belum diketahui secara pasti. 
Namun, beberapa ahli medis dunia, menduga kondisi ini disebabkan oleh penumpukan protein bernama amiloid di otak. 

Kondisi seperti ini bisa memengaruhi cara berpikir seseroang, lalu mengarah jadi Alzheimer.
Dan, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer pada orang dengan usia muda, di antaranya:
  • Faktor Genetik, di mana pengidap alzheimer di usia mudah, biasanya memiliki orang tua dengan Alzheimer. Dikarenakan mutasi genetik dari orangtua, pengidap Alzheimer bisa diwariskan kepada keturunannya.
  • Down syndrome, pengidap down syndrome (trisomi 21), berisiko mengalami Alzheimer pada usia muda. Karena berkaitan dengan gen pada kromosom 21, yang  terlibat di dalam produksi protein beta amiloid di otak. 
  • Gangguan kognitif ringan, yaitu penurunan dalam daya ingat dan kemampuan berpikir, jika dibandingkan dengan kognitif orang sebayanya. Kabar baiknya, gangguan seperti ini tidak akan mengganggu fungsi seseorang dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan. Hanya saja, orang yang menderita gangguan tersebut memiliki risiko tinggi untuk terkena Alzheimer.
  • Gaya hidup, serta kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit jantung, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, kesemuanya terbukti sebagai penyebab seseorang berisiko  untuk terkena Alzheimer. Karenanya, segeralah mengganti gaya hidup, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, agar dapat menurunkan risiko terjadinya Alzheimer.

Adapun tanda-tanda alzheimer pada usia muda adalah, dengan mengenali gejala awal yang biasanya muncul, yaitu terjadinya kebingungan dan penurunan kemampuan mengingat.

Alzheimer Juga Bisa Terjadi Pada Usia Muda

Dan beberapa tanda Alzheimer pada usia muda, yaitu
  • Sulit menemukan kata-kata yang tepat, di mana bisa dilihat dari cara berbicara seseorang, yang mengalami kesulitan saat mencari kata-kata yang tepat ketika sedang berbicara seperti biasanya.
  • Kesulitan mengingat waktu dan tempat, dan jadi sulit membuat keputusan, yang ada ia akan bingung dan merasa tidak mengerti alasan berada di tempat tersebut (ini mah udah tahap serem, dan saya mencoba mengingat-ngingat, pernah sih, tapi hanya di sekitar rumah, kadang saya ke dapur abis itu heran, mengapa saya ke situ, hahaha.
  • Jadi sulit melakukan pekerjaan atau tugas rutin, di mana sebenarnya sering dilakukannya, dan syukurnya sih sepertinya saya enggak separah itu.
  • Mengalami perubahan suasana hati, yang bisa berupa takut, gelisah, bingung, bahkan depresi. Perubahan suasana hati ini kadang bisa terjadi secara ekstrem, dan bisa jadi mengubah perilaku seseorang.
  • Hilang ingatan , dimulai dengan kemungkinan tidak dapat mengingat jadwal penting atau tanggal-tanggal yang sebelumnya tidak pernah dia lupakan. Dan hilangnya ingatan ini terasa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Walau Alzheimer tidak dapat sepenuhnya dicegah, akan tetapi ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko Alzheimer pada usia muda, seperti rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat, mengelola tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi dengan baik, serta berhenti merokok.

Memang ya, pada akhirnya semua kembali ke pola hidup sehat, semacam kuncian dari semua penyakit itu ya pola atau gaya hidup.
 
Dan karena Alzheimer pada usia muda bisa terjadi, sebaiknya sih kita kudu memeriksakan diri ke dokter.
Tapi saya takut dong, gimana? huhuhu.
Tapi juga saya takut kalau saya cepat pikun, entar gimana nasib anak-anak saya?

Ya udah deh, anggap saja saya over thinking.
Tapi insha Allah, saya mau coba mulai menurunkan tekanan pada diri sendiri, menjalani hidup lebih sehat, menurunkan stres dan depresi (ya kali semudah itu, tapi bisa dicoba kan Rey?! hahaha).

Dan saya bakal liat perkembangannya.
Jika memang keadaan saya masih tetap pikun, atau bahkan lebih buruk.
Insha Allah selepas pandemi saya wajib periksa ke dokter.

Doain agar saya sehat ya temans, dan cuman over thinking aja.
Dan semoga juga temans semua sehat, jauh-jauh dari alzheimer baik di masa muda, maupun di masa tua nanti.

Dan mari kita selalu menjaga pola hidup sehat, agar terbebas dari Alzheimer pada usia muda.
Selamat bulan Alzheimer International, temans!

Sidoarjo, 17 September 2020


Sumber : 
  • Pengalaman pribadi
  • https://www.alodokter.com/
Gambar : Canva edit by Rey

6 comments:

  1. Faktor stres mungkin bisa memicu. Dulu pernah gitu sih, pelupa banget. Tapi setelah tenang masalah beres, semua normal. Pegang remote aja dikira pegang hape dipencet, geser-geser ternyata itu remote tv. ha, ha.

    ReplyDelete
  2. Duuuh reey kok sereeem sih, soalnya aku juga sering pelupa gitu. Tiba2 lupa mau ngelakuin apa, kalo inget nama orang ga usah ditanya, paling susah :(.

    Eh tapi pas baca beberapa gejala yg kamu tulis, diinget2 sih aku ga ngalamin yaa. Kayak perubahan mood, keturunan dll. Jd berharap pelupanya aku bukan Krn alzheimer sih.

    Aku jd inget cerita Drakor Chocolate, yg mana ada tokohnya penderita alzheimer ini. Trus dia ngajakin anak kecil ke tempat jauh gitu, kemudian permisi mau ke toilet. Kluar dr toilet dia lupa tujuan dia di tempat itu. Dan lgs pulang, padahal anak kecil yg dia bawa msh di restoran.

    Serem juga ya kalo dibayangin. Apalagi di saat penderita sedang bersama seseorang yg blm bisa dilepas juga.

    Semoga yg kamu rasain juga bukan Krn alazheimer ya Rey. Sehat2 trus. Eh aku prnh baca tapi ,utk mencegah lupa begitu bisa dilatih dengan melakukan sudoku ato TTS.pokonya kegiatan yg melatih otak. Coba aja Rey.

    ReplyDelete
  3. aminn semoga kita semua diberi kesehatan
    aku juga termasuk sering lupa sujud keberapa kalinya ketika sholat, padahal di awal mau sholat udah niat kudu inget, pas ditengah tengah nge-blank. astagahhh

    ReplyDelete
  4. Mbak Rey, masih ingat saya ngga mbak? Kemarin kita ngobrol di Facebook bahas tentang itu kartu prakerja? Itu gimana caranya daftarnya biar bisa lolos?

    Oh pantesan ngga dibalas, ternyata mbak Rey lupa ya.๐Ÿ˜‚

    Semoga mbak Rey tetap sehat. Semangat dong, kan belum tentu itu Alzheimer, tapi barang kali cuma lupa saja.๐Ÿ˜†

    ReplyDelete
  5. Mungkin apa yang disebutkan sama kak Yustrini itu benar kak. Bisa jadi faktor stress sama kurang fokus makanya bisa jadi cepat lupa. Coba kak Rey fokus dalam mengerjakan satu pekerjaan, mungkin kadar lupa-nya bisa turun :D
    Semoga kak Rey baik-baik aja yaa, tidak ada penyakit serius yang diderita. Aminn.

    ReplyDelete
  6. Semoga mbk rey selalu dalam keadaan sehat, dan semoga itu cuma karena stress ya mbk. Kadang kalau ada masalah saya juga sering lupa-lupa.
    Jangan lupa makan yang bergizi biar tetap sehat๐Ÿ˜ karena masih punya dua anak kecil insyaallah masih dijaga sama Allah.
    Sehat terus mbk rey๐Ÿ’ช

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)