Personal Branding Pada Blogger Ala Vicky Laurentina

personal branding pada blogger


Personal branding adalah apa?
Menurut saya, personal branding adalah, suatu cara memasarkan diri kita secara individu, melalui sebuah citra kepada khalayak ramai.

Bahasa sederhananya, personal branding adalah, cara kita untuk jadi terkenal.

Sejujurnya, saya sudah lama kenal dengan istilah ini, sejak saya berkecimpung dalam dunia bisnis Oriflame. Sudah sering mendengar, melakukan personal branding, bahkan sering memberikan pelajaran-pelajaran sederhana tentang personal branding kepada para rekan-rekan di jaringan bisnis.

Semuanya terjadi, tidak lain dan tidak bukan, karena saya seringnya terkenal dengan piawai dalam personal branding menurut teman-teman.

Ye kan, bayangin saja, selama 2 kali berbisnis Oriflame, saya hanya sampai di tahap manajer saja, belum pernah sama sekali sampai ke posisi atau level director.

Tapi saya lumayan terkenal oleh teman-teman di jaringan bahkan teman-teman yang belum bergabung di bisnis Oriflame.

Semuanya karena personal branding saya.

That's why, saat teman-teman blogger Surabaya begitu ramai membicarakan undangan event Natur x Blogger Surabaya. Saya begitu galau menatap link url yang harus saya isi jika hendak menghadiri acara tersebut, sementara acaranya diadakan di hari Sabtu pagi, means pak suami masih kerja, huhuhu.

Beruntung, akhirnya pak suami bisa memberikan support dengan izin bekerja dan menjaga anak-anak, sehingga saya bisa ikutan dalam acara tersebut.


Belajar Personal Branding Pada Blogger Ala Vicky Laurentina


Mengapa sih saya begitu ngotot ingin ikutan acara tersebut?
Memang fee-nya gede? (ye kaaannn, saya mah masih normal kok, selalu hijau mata jika dengar kata duit, lol).

Tiada lain dan tiada bukan, karena ini!


Iya!
Saya sungguh mupeng dengan materi yang akan dibawakan oleh seorang blogger senior dari Surabaya, yang juga seorang dokter, Vicky Laurentina.


Tentang Vicky Laurentina


Bagi teman-teman blogger yang aktif, nama mba Vicky mungkin sudah bukan hal yang asing lagi, karena mba Vicky berhasil dalam branding-nya yaitu seorang blogger senior yang gemar berbagi ilmu khususnya mengenai blogging dan media sosial, melalui instagram story akunnya @vickylaurentina.

Mba Vicky sendiri, memilih niche traveling untuk blognya, jadi jangan harap ilmu tentang blogging bakal ditulis secara detail di blognya, meskipun mungkin ada 1 atau 2 postingan tentang blogging di blognya, tapi nggak bakal nemuin sedetail apa yang dibagikan melalui instagram story akunnya, daaaannn gak bakal di highlight!

Jadi, kalau teman-teman ingin kecipratan ilmu penuh daging secara gratis tersebut, segera follow akun instagramnya, dan aktifkan notifikasi kegiatan akunnya.
(tapi nggak usah nanya gimana caranya ya, soalnya saya juga habis cobain, kok nggak bisa ya? IG mah setelah di-update malah jadi aneh!)

Intinya sering-sering pantau IG story-nya deh, dan sekalian follow semua media sosialnya, baik twitter maupun facebook.
Soalnya, sebelum sharing, biasanya mba Vicky bakal woro-woro di media sosialnya, memberi tahu kalau dia bakal sharing ilmu secara gratis di IG story nya.

Memangnya, siapa sih Vicky Laurentina?
Mengapa ilmunya begitu banyak?

Well, mba Vicky mulai ngeblog sejak tahun 2005, pertama kali dia ngeblog di friendster.
Saya juga dulu sering nulis di friendster, tapi nggak tahu kalau itu juga dinamakan blog, hahaha.

Oke lanjut.

Awalnya, mba Vicky juga sering nulis curhat, nyinyirin tempat kerjanya sewaktu dia magang atau koass di sebuah rumah sakit.
Awalnya sih menulis cuman buat curhat semata, eh nggak tahunya ternyata ada juga yang baca tulisannya.

Karena itulah mba Vicky jadi keranjingan ngeblog.
Isi blognya kebanyakan membahas hal-hal yang tabu untuk dibahas, mengkritik hal-hal yang salah tapi dibenarkan oleh kebiasaan, intinya semua hal yang sebenarnya ingin dibicarakan banyak orang, tapi nggak berani dibicarakan.

Oleh karenanya hal tersebut jadi daya tarik tersendiri buat orang buat membacanya. Seiring waktu, mba Vicky mulai menekuni dunia blog dengan lebih profesional.

Duh, daripada kepanjangan bahasnya, mending langsung baca sendiri di salah satu postingan blognya ya, hahahaha.
(Link-nya nanti saya kasih, kalau dikasih sekarang, semua pada kabur, nggak jadi bahas materi yang diajarkan mba Vicky, lolololol)


Personal Branding Pada Blogger Ala Vicky Laurentina


Setelah mendengarkan presentasi tentang khasiat alami dari Natur (yang postingan review-nya bakal saya tuliskan di lain waktu, hehe), akhirnya sampailah ke sesi yang kami tunggu-tunggu.

Sesi sharing dari Vicky Laurentina.

Awalnya, mba Vicky membuka materi dengan mendekati para peserta yang memang belum terlalu familier baginya, mba Vicky penasaran, apakah mereka tahu apa itu blogger?
Atau setidaknya punya blog?

Dan ternyata, ada juga yang belum punya blog, namun sangat tertarik menjadi blogger.
Ada pula yang sudah punya blog, tapi sudah lama tidak terurus, dibuat hanya karena tugas kuliah, dan saya curiga, bahkan paswordnya udah lupa, hahahaha.

Setelah mengenal semua audiens-nya, barulah mba Vicky memulai sharing materi personal branding pada blogger.


Sumber Branding Potensial Bagi Blogger


Menurut mba Vicky, personal branding pada seorang blogger itu sangatlah penting, terlebih kalau kita maunya jadi blogger yang punya penghasilan.

Ada 3 sumber branding yang paling potensial dan ideal, yaitu :
  • Instagram
  • Blog 
  • Youtube
Dewasa ini, ketiga platform tersebut amat sangat digandrungi oleh banyak orang, sehingga memanfaatnya ketiganya dengan sebaik mungkin, akan mempermudah kita sebagai blogger untuk mem-branding-kan diri.

Instagram Dan Personal Branding Pada Blogger


Menurut data riset yang ada pada hootsuite, ada sekitar 150 juta pengguna media sosial di Indonesia, dan instagram memiliki sekitar 62 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia.

Karenanya, tidaklah berlebihan jika kita memilih platform instagram sebagai media untuk personal branding kita.

Bukannya seorang blogger itu adalah yang dikenal karena blognya? mengapa malah bahas instagram?

personal branding

Karena :

1. Penonton atau pembaca blog kita bisa mengenal kita dari instagram.

Di akun instagram, kita bisa berinteraksi dengan banyak orang melalui dunia maya,  karenanya amat sangat memungkinkan kita bakal dikenal orang yang sebelumnya tidak mengenal kita, khususnya sebagai seorang blogger dan blog kita.

2. Pembaca klik link menuju blog

Setelah mengenal kita, dan membaca postingan kita di instagram, bukan tidak mungkin orang tersebut akan menjadi penasaran dengan apa yang kita posting di blog.
Maka dengan itu, pembaca bisa mengikuti arahan kita (tanpa mereka sadari) untuk klik link menuju blog.

3. Pembaca masuk ke blog

Setelah (tanpa sadar) mengeklik link yang ada di akun instagram, maka pembaca bisa masuk ke dalam blog kita dengan berbagai kemungkinan selanjutnya, bisa betah membaca tulisan-tulisan kita, atau malah misuh-misuh karena mungkin blog kita lelet atau isinya nggak menarik, lolololol.

4. Pembaca harus betah di blog kita

Karenanya, selain eksis di akun instagram untuk branding diri, jangan pula lupakan untuk membangun blog sebagai sarana utama seorang blogger, agar menarik dan pembaca jadi betah berlama-lama di blog kita.


Berbagai Masalah Personal Branding 


Meskipun demikian, personal branding melalui instagram (khususnya) bukannya tanpa kendala atau problem, di antaranya :

#1. Follower banyak tapi likes sedikit (instagram)

Yang ini mah my problem juga, hahaha.
Follower akun instagram saya @reyneraea (follow dong, entar pasti di folbek, eaaaaaa, follow dong kakaaaaa, hahahaha) sudah mencapai 5900 an, bukan beli follower dong ah, tapi hasil loop-loop an, hahaha.

Tapi, ketika saya posting sebuah foto di feed maupun story, ya ampuuunnn.. sedih banget yang likes cuman dikit, huhuhu.

personal branding adalah

Ih... pejuang likes banget sih kamu, Rey!
Ya iya dong, saya kan juga sering posting foto karena dibayar, itu berarti saya bertanggung jawab juga untuk meluaskan pemasaran mereka, salah satu indikasinya ya like dan syukur-syukur komen.

Ternyata, ada beberapa penyebab masalah tersebut, yaitu :
  • Caption tidak menarik. Ye kan, kita bukan orang terkenal, tapi kita posting foto biasah banget, terus captionnya cuman emoticon, atau satu kata saja. Orang-orang bakalan heran dong, katanya blogger, tapi kok nulis caption aja nggak bisa, *eaaaaa.... hahahaha. Jadi menulislah dengan lebih baik, sebisa mungkin lebih menarik dan panjang namun tidak membosankan.
  • Penonton sungkan berkomentar. Mungkin kita terlalu (terbaca) galak, jutek, sombong dan sebagainya. So, sebisa mungkin luangkan waktu untuk berinteraksi dengan follower akun kita.
  • Kualitas foto jelek. Di sinilah letak edit foto berfungsi, hahaha. Jadi, meskipun mungkin belum punya kamera yang keceh, tapi jangan abaikan aplikasi edit foto, agar bisa mencuri perhatian follower.
  • Penonton malas likes. Kalau ini biasanya saya siasati dengan rajin like komen, jadi orang juga nggak malas like komen di postingan saya (maklum, belom tenar, hahaha
Karena hal-hal tersebut, reach postingan kita bakalan berkurang dan impression ikutan berkurang.
*reach adalah seberapa jauh postingan lewat di beranda penonton, sedang impression adalah berapa kali postingan kita dilihat penonton.

#2. Follower banyak tapi reach sedikit (instagram)

personal branding adalah

Ini juga masalah guweh! hiks..
Ternyata, penyebabnya adalah :

  • Salah timing posting, solusinya, cari tahu timing yang pas untuk posting foto atau konten saat follower kita sedang ramai online, cara? lihat di insight akun instagram business kita, selengkapnya kapan-kapan deh saya bahas, panjang bookkk kalau dijelasin secara detail di sini, hahaha. 
  • Postingan tidak lewat di beranda follower, biasanya dipengaruhi oleh algoritma instagram dan kitanya yang malas interaksi.
  • Penonton dan isi konten kita tidak relevan, follower kita banyakan cewek remaja, eh kita posting alat buat oma-oma, ya nggak nyambung tohhhh, lol.
  • Penonton malas liat postingan lama-lama, ya kalau yang ini memang karakter follower kali ya, bisa disiasati dengan tampilin konten yang 'menggoda'.
Hal-hal di atas juga sangat mempengaruhi reach dan impression postingan kita di instagram.

#3. Reach IG banyak, tapi pengunjung blog sedikit

tujuan personal branding

Hal ini bisa dilihat dari laporan referral visitor yang ada di Google Analytic atau sejenis, yang mana penyebabnya adalah :
  • Konten instagram tidak menarik, sehingga orang hanya akan mau melihat sejenak dan tidak tertarik mencari tahu lebih jauh.
  • Permalink yang dipajang tidak menarik, percaya atau tidak, tulisan di permalink atau url itu juga mempengaruhi kekepoan penonton loh, semacam judul yang menarik. Solusi, bisa gunakan pemendek url atau sejenisnya.
  • Penonton tidak memencet link yang kita tawarkan, ini disebabkan oleh poin di atas.

#4. Tanpa instagram/youtube, pengunjung blog sepi

personal branding

Hal ini bisa dilihat pada laporan Google Analytic, yang mana ditandai dengan pageview rendah, bounce rate tinggi serta time on page singkat dan rangking google turun, biasanya disebabkan :
  • Konten artikel tidak menarik, sehingga penonton malas membaca artikel lain dan segera keluar yang menyebabkan bounce rate tinggi.
  • Penonton tidak relevan dengan isi konten, sehingga bosan dan segera keluar yang menyebabkan time on page singkat dan akhirnya berdampak pada rangking google yang turun.

Dari berbagai masalah di atas bisa disimpulkan bahwa..., solusi branding yang paling ideal bagi seorang blogger adalah, 
  • Instagram , dengan konten menarik, gambar dengan visual dan statis.
  • Youtube, dengan konten menarik dan gambar yang visual dan dinamis.
  • Blog, harus menarik baik isi konten atau artikel, meskipun template blog serta tata cara pengaturan text yang easy reading *halah, istilah apa itu, Rey? lol.


Tanda Personal Branding Pada Blogger, Yang Telah Sukses


Blog :

Salah satunya adalah, dengan adanya artikel di blog kita masuk ke page one Google, yang bersaing dengan artikel dari blog lain dengan niche yang sama.

Instagram : 

Adanya peningkatan engangement rate yang wajar sesuai standar, bisa dilihat pada berbagai aplikasi atau website engangement calculator, saya biasanya pakai Phlanx, kemaren mba Vicky share website lain, tapi kok ya lali hahahahaha.

instagram engangement calculator


Youtube :

Video kita masuk page one google dan bersaing dengan video dari channel lainnya dengan niche yang sama.


Menyulap Blog Menjadi Sumber Penghasilan


Ini adalah materi yang juara banget dan paling ditunggu-tunggu, khususnya buat saya, hahaha.
Apa sih tujuan penting bagi banyak orang serius menekuni segala hal tentang blog?

Tentu saja untuk mendapatkan uang bukan?
Bahkan yang hanya mengelola blog untuk hobi pun, rasanya sulit untuk menolak datangnya peluang uang, iya nggak sih.

Ada banyak cara menghasilkan uang dari blog, salah satunya adalah dengan melakukan KERJA SAMA langsung dengan pihak klien.

Ini adalah cara favorit yang ditekuni oleh banyak blogger wanita zaman now, berbeda dengan blogger laki-laki yang lebih banyak tertarik pada sumber penghasilan melalui adsense.

Beberapa cara kerja sama langsung dengan pihak klien, adalah :

  • Review produk / jasa, untuk hal ini biasanya  hal ini tergantung dari tujuan klien, jika mereka ingin produk atau jasanya lebih dikenal orang secara spesifik, maka syaratnya biasanya adalah niche blog harus sesuai produk/jasa tersebut agar bisa memberikan sentimen positif secara mendalam.
personal branding adalah
Sedang, jika klien ingin produk/jasanya dikenal banyak orang, maka syaratnya SEO sehingga menghasilkan pageview yang banyak dan reach-nya lebih luas.
  • Titip backlink,  untuk klien yang ingin meningkatkan performa website business-nya atau mengenalkan websitenya lebih luas. Jika tujuan klien untuk meningkatkan performa website, maka syaratnya adalah DA/PA tinggi serta spam score rendah.
personal branding
Sedang jika tujuannya ingin mengenalkan websitenya lebih luas, maka syaratnya adalah SEO dengan pageview bulanan tinggi.
  • Event attending,  biasanya klien menginginkan kita bisa ikutan membantu mereka agar menampilkan pada khalayak bahwa acara mereka ramai dan sukses, atau juga klien berharap kita bisa mengenalkan produk/jasa mereka lebih dikenal khalayak melalui postingan report event tersebut
Untuk hal ini, syaratnya tentu saja jika kita punya attitude yang baik, serta punya blog dengan performa yang baik, juga akun media sosial dengan follower banyak.


Kelengkapan Seorang Blogger Profesional


Personal branding...sudah..
Performa blog... sudah..
Attitude... sudah baik..

Lalu bagaimana caranya agar semua bisa berjalan dengan baik?
Pastinya dengan menyediakan kelengkapan layaknya seorang blogger yang profesional, seperti :

🔺 Buat Portofolio

Portofolio adalah ringkasan pengalaman kita dalam dunia blogger, kalau dalam dunia kerja mungkin sama dengan CV atau curriculum vitae.

Buatlah semenarik dan seinformatif mungkin, dan letakan di salah satu page blog kita, yang biasanya dengan label ABOUT ME.

Dengan portofolio tersebut, calon klien dapat menilai kita langsung dan jika tertarik, mereka bisa menghubungi kita melalui kontak yang kita cantumkan di situ (pastikan ada kontak email ada HP di 'about me' blog ya)

🔺 Buat Rate Card

Siapa yang galau masalah ini???
Saya sih galau, tapi dulu.
Sekarang udah mulai lebih tegas mengenai rate card.

format rate card
Salah satu contoh format rate card

Dan kerennya, di acara kemaren, mba Vicky sedikit berbagi bocoran rate card blogger beserta model penyusunannya.

🔺 Buat Name Card

 Yang ini mah sudah jelas ya, tapi saya belum buat juga hahahaha.


🔺 Membalas email penawaran kerjasama secara profesional

Tahu nggak sih, membalas email penawaran kerjasama dari klien secara profesional itu penting banget.
Menurut saya pribadi pun, justru nilai rate card kita juga bisa dilihat dari hal itu *eaaa, hahaha.

Sebisa mungkin, balaslah semua email penawaran kerja sama secara profesional, dan sedikit formal.
Eh banyak formal juga gapapa sih, kalau saya hahaha.

Mba Vicky ngasih bocoran format email membalas penawaran yang masuk ke email kita.
Yang perlu digaris bawahin, jangan lupa menyebut nama institusi si klien, dan jangan lupa juga menuliskan blog kita di bagian nama kita.

personal branding adalah


Self Impression Terhadap Materi Personal Branding Pada Blogger Ala Vicky Laurentina


Demikianlah sekilas materi personal branding pada blogger ala Vicky Laurentina.
Jika temans kepo ama mba Vicky, silahkan baca perjalanan ngeblognya di personal blognya.

Seru tulisannya, daaann sssttt... saya pun baru baca kemaren postingan itu, saat nyari postingan beliau dengan keyword 'blog' di dalam blognya vickyfahmi.com , hahahahaha.

blogger surabaya
bersama teman blogger Surabaya, pic : Niar Ninggrum

Oh ya, jika ditanya, apa self impression saya terhadap materi yang dibawakan oleh mba Vicky kemaren?

Tentunya banyak, di antaranya :

  • Lebih ngeh waktu posting instagram, meski jumpalitan dengan waktu emak-emak tak terarah kayak saya, lol.
  • Jadi terketuk untuk membuat portofolio dengan lebih simple untuk blog ini.
  • Jadi semangat mau bikin rate card yang simple dan dimasukan dalam file pdf sehingga lebih mudah di kirim saat menjawab penawaran dari klien.
  • Lebih semangat menulis, kayak ini di tulis, gayaaaa banget, padahal ada tulisan wajib yang kudu dibuat, sementara bahkan fotonya pun belum siap, lololol.


Oh iya,
Ada yang sudah kenal lama dengan mba Vicky?
Atau sudah follow akun IGnya?
Jangan lupa follow @reyneraea juga dong kakaaaa.. hahaha

Semoga manfaat :)

Sidoarjo, 30 Juli 2019

Reyne Raea

46 komentar :

  1. bener deh saya lebih tertarik sama ads kalau review nggak bisa karena masih gratisan blognya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngucek mata dulu jadi pertama di blog ini, branding adalah hal yang penting, saya punya teman sama memulai tapi sekarang dia sudah mendunia karena branding yang bagus

      Hapus
    2. Soalnya para lelaki hanya segelintir yang mau eksis hahaha.
      Rata-rata blog yang dilirik brand buat review adalah blog yang performanya bagus, dan isinya tentu saja ada contoh dia mereview sesuatu.

      Nah kebalikan dengan wanita, rata-rata males banget utak atik blog, meskipun ada, tapi segelintir.

      kebanyakan lebih suka eksis dan blog kadang hanya sebagai sarana saja :)

      Hapus
  2. Makasih banyak mbak Rey atas summary-nya. Bermanfaat banget. Sungguh kepo sekali sama materi lengkapnya, apa daya ga bisa ikut, huhu. Moga lain kali bisa berjodoh ikut acara kyk gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iyaaa, lebih asyik ikut langsung sebenarnya.
      Btw mba Vicky kadang diundang beberapa grup ngasih materi secara online, pantengin aja deh beberapa grup blogger, atau di grup 1m1c loh, bisa kali sesekali undang mba Vicky buat ngasih materi secara online :)

      Hapus
  3. Masalah personal branding. Follower banyak yang like dikit.. sayapun mengalaminya.. sejujurnya kalo membangun " engagement " memang saya kurang ahli.. kadang mikirnya " gak apa-apalah gak banyak like, tapi yg penting bisa bermanfaat buat yang ngeliat.. 🤣🤣🤣🤣 ". (Culun banget mottonya ya ?)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah bisa banget tuh mba, sebenarnya sedikit yang likes itu bsia juga karena interaksi, saya kalau istrahat bentar dari IG, langsung deh merosot nilainya hiks.
      Makanya paling asyik tuh blog dah

      Hapus
  4. Masya Allah, lengkapnya.. Makasih ya, Mbak Rey, tak kusangka ada yang sudi merekap ocehanku sampai selengkap ini.. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. horeyyy... Mbak dokter mampir, 😁😀😆😊👍,melipir dong ke blog saya Mbak, suntik - suntik kata motivasi gitu...🙏😃😆

      Hapus
    2. @Mba Vicky : makasih banyak juga mba diizinkan rekap di sini, biar nggak lupa hahahah

      @Kang Nata : hahaha, suntik pakai vitamin Z kah? :D

      Hapus
    3. jANGAN suntik pakai Vitamin Z, tapi pakai Suntikan DANA SEGAR. hahahah........

      Hapus
    4. Saya juga antri kalau suntikan itu kang hahahaha

      Hapus
  5. horayy dapet banyak ilmu nih..
    dari kemarin ku menunggu2 ada yg nulis event ini di blog dan akhirnya mba rey nulis. haha.. ku penasaran banget sama materi dari mba vicky ini. pengen banget ikutan tapi jauuhh bingit di surabayaa..

    semoga kapan2 ada di jakarta.. :D

    BalasHapus
  6. Yeayyyy makasih Bun ilmunya. Ngerasa diingetin aku. Oh ya menurut bunda personal branding aku udah terbangun belum ? Wkwkwk ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, bisaaa aja si bunda.
      Kalau personal branding melalui medsos, bisa dilihat dari laporan insight medsosnya bun, misal IG, setiap postingan ada berapa impression? apa yang dilakukan follower kita? apa postingan kita di save?

      Kalau dari blog bisa liat laporan google analytic bun, di situ ketahuan semua bagaimana performa blog kita.

      Berapa yang baca?
      Apa orang-orang baca semua postingan kita?
      Bagaimana orang masuk dan membaca tulisan kita?

      Kalau menurut saya, personal branding sebagai blogger yang berhasil itu, saat banyak yang masuk ke blog kita secara direct.

      Jadi mereka membaca karena kita, kenal kita, kepo tulisan kita.
      Atau bisa liat keyword yang masuk, misal ada ga yang googling nama kita?
      seperti itu :)

      Hapus
  7. Duh... Instagramku error daei dulu tapi nggak bisa benerin😭😭
    Nggak pintar pula bikin postingan yang menarik.
    Masih nggak tahu juga mau bikin personal branding kayak gimana.
    Tapi saya jadi tetarik sama mbk vicky, mau langsung mampir ke blognya😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahh kenapa nggak bisa? nanti deh saya posting mengenai instagram, kemaren akun saya juga bermasalah soalnya :)

      Hapus
  8. Personal branding itu memang penting sekali, karena inilah yang akan menjadi pembeda kita dengan blogger lain di luar sana. If we don't stand out, we will not be noticed.

    BalasHapus
  9. Ternyata Mbak Viky ini blogger juga , seorang dokter juga yah...Wowww....keyennnn..😃😆😊.

    Kira2 kalau pasang Content Placement diblognya dng harga 100 K, bakal diterima ngak yah,hahahah..#edisi ngimpi.

    bagi saya Personal branding yg kece itu yah Blog ini " reyneraea.com".😁😀😆😆.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwwkwk, follow deh IG mba Vicky, kece banget kang kalau share ilmu di IGS, yang jelas, mengena bangeett.

      Dan ssssttt... sesungguhnya, saya belajar mulai punya batas minimal rate card ya karena mba ini, heheheeh

      btw makasih loh kang, kang Nata juga punya andil besar dalam meluaskan lingkar blog saya.
      Karena hampir setiap hari ada beberapa pembaca masuk dari blog kang Nata :D

      Semoga juga ada yang masuk ke sana dari saya ya kang, simbiosis mutualisme hehehehe

      Hapus
  10. Wuih, lengkap dan bergizi banget materi yang dikasih Mbak Vicky. Huhu, banyak banget jadinya yang kudu dibenerin di aku. Terutama dari Instagram dan YouTube. Instagram konten masih jelek. Foto gak niat, caption biasa, timing gak dipikirin, dan mungkin gak sesuai dengan Follower. Jadinya analitiknya gak bagus. Ngaruh ke blognya pun sedikit. Apalagi YouTube. Aku minus banget. Isi cuma 5 video yang geje. Huhu... Gak ngaruh apa2 ke blog. Beneran kudu mulai semuanya deh. Aku save nih semua materinya. 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. hentikan mbaaaaaa....
      Soalnya sama aja kayak saya hiks.

      tapi senengnya gara-gara ikut sharing kemaren, saya jadi ingat untuk menekuni hal-hal yang terlihat remeh tapi penting itu :D

      Hapus
  11. Reeeeyyy,kamu kereen bisa nulisin selengkap iniiii :D. Aku yang ga hadir di acaranya, jadi ngerasa ikutan hadir :D. Ini mah memang daging semua siiih isinya :D.

    Dari 3 platform, blog, IG dan YT, aku tuh udah lama pgn belajar YT. Tapi ya ituuuu, ga sempet2 mulu. Planning mau belajar Sabtu Minggu, kenyataan malah keasyikan mager dan main ama anak2, secara Senin-Jumat, bisa dibilang pagi2 buta masih gelap aku udh ke kantor, pulang malam, anak2 udah tidur semua. Ini niih yang bikin aku belum mau nerima Job apapun yang ditawarin. Banyak email penawaran yang selalu aku tolak bukan karena sombong, tapi karena aku takut keteteran kalo nerima jobnya. Tapi mau ikutin salah satu tips di atas, untuk membalas setiap email penawaran yang masuk walopun aku tolak semua isinya hihihihi. Selama ini aku cuma balas beberapa, dan mostly kudiemin.

    Aku nungguin Vicky buat acara di Jakarta deh, supaya bisa Insya Allah hadir, asal ga bentrok ama kantor :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, gapapa mba, anak-anak bakalan besar, masa kecil nggak akan keulang, tapi masalah yutub mah meski hilang pasti ada gantinya hihihi.

      Saya nulis soalnya saya pikun mba, hahaha.
      Makanya semua ilmu yang saya dapatin, sebisa mungkin langsung saya tuangkan di blog, biar kesimpan aman dan bisa saya baca lagi di lain waktu.

      Iya mba, keren tuh kalau ada komunitas blogger yang undang mba Vicky kasih materi di sana :)

      Hapus
  12. Wow, blogger professional memang harus tekun dan konsisten ya. Jujur saja saya ngurus instagram masih berantakan. Buat blog, ini masih pada taraf, yang penting blog keisi tiap minggu. Masih jauh nih, untuk mencapai blogger professional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah kece itu mba..
      Yang penting mencintai blog dulu :)
      Minimal seminggu sekali menulis, sebulan kan ada 4 postingan.
      Kalau IG sebenarnya salah satu platform aja, di sana emang ramai tapi persaingan juga ramai.

      Masih ada platform lain kayak FB, meskipun sejujurnya klien seringnya lebih suka pakai IG :)

      Hapus
  13. Terima kasih mba rangkumannya, hehehe jadi semakin tau soal dunia blog karena memang saya masih buta dan buat blog pun hanya untuk senang senang hahaha by the way saya sudah follow instagram mba jugaaaa dari kapan tau (lupa tepatnya) :P semangat terus bloggingnya ya mba, agar bisa cuan setiap saat hihihi~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apaaaa IG nya mba? hahaha.
      Sumpah ya, saya sekarang selalu folbek orang, tapi kadang asal folbek ga diperhatikan.
      Apalagi banyak temen blogger yang pakai nama beda dengan blog, kadang saya baru ngeh kalau temen-temen share link blognya atau postingannya di sana :)

      Hapus
  14. Saya mau sukses-sukses juga lah biar bisa buat kegiatan "Share and Gathering" with West Borneo Blogger... So Inspired!

    BalasHapus
  15. personal branding, semakin paham setelah baca artikel ini..
    IG saya error mbak dan YouTube juga nggak pernah diurus lagi hehehe
    Dgn blog gratisan yg penting hobi menulis saya bisa tersalurkan mbak :D

    BalasHapus
  16. kadang masih mood2an kalo mau nulis caption di IG, suka blank mo nulis apa. Tp emang iya sih kalau aku nulis caption lumayan lah likes dan kadang komentar berdatangan, beda kalo tanpa caption apalagi emot doang.

    BalasHapus
  17. Thank you buat rangkuman materinya mbak. Bermanfaat banget buat yang nggak bisa ikut ke sana kayak aku ini haha. Btw menurutku bikin caption IG itu lebih susah daripada nulis review di blog ��

    BalasHapus
  18. Materinya padat bergizi ya, Mba Rey. Aku jadi berasa ikutan belajar di kelasnya. Memang personal branding kudu dibangun sejak awal serius menekuni blog supaya citra diri positifnya bisa tertancap di benak netizen. Wahahaha bahasakuuuu :D. Anyway, terima kasih udah berbagi tulisan kece ini, Mba :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha bener, biar lebih dikenal dan tulisan kita bisa dibaca :)

      Hapus
  19. Ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat mbak, bener banget personal branding itu gampang2 susah. musti ditelateni...

    BalasHapus
  20. wah, terima kasih banyak mba sharing nya. Kebetulan aku masih newbie banget dan pengen mulai dari awal bangun karir sebagai narablog

    BalasHapus
  21. postingan blog paling byk like nya tuh kalo foto berdua sama suami..heran deh..masalahnya suka susah juga mau foto bareng:V


    duh blm pernah yang ngajakin kerja sama, sekali ada penawarn selalu terbentur wilayah tinggal..:D ya nasip

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, ayooo foto bareng :D
      Dipaksa aja mah si babah nya :D

      Hapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)