Featured post

Anti Panik Saat Anak Sakit, Dengan Menjadi Bunda Siaga

Pentingnya Menjadi Bunda Siaga Assalamu'alaikum :) Sharing By Rey - Menjadi bunda siaga itu penting banget, agar saat anak s...

Monday, July 15, 2019

Cara Bisnis Yang Baik, Menambah Teman Bukan Mengganti Teman


Cara Bisnis Yang Baik


cara bisnis yang baik


Assalamu'alaikum :)

Sharing By Rey - #MondayBusiness - Cara bisnis yang baik seharusnya kita terapkan dalam bisnis apapun, karena hal tersebut sangat penting adanya.

Dengan cara bisnis yang baik, kesuksesan dari bisnis tersebut terasa lebih bermakna, karena selalu penuh kebahagiaan dan tentunya keberkahan, insha Allah

Banyak yang terjadi, pebisnis yang sukses, bisa punya uang banyak.
Bebas membeli apa saja, namun terasa nggak ada soul dalam hidupnya.

Bahkan tidak jarang, pebisnis sukses tersebut, hanya ada dalam lingkaran kehidupannya sendiri, tidak sama sekali bisa dirasakan oleh orang-orang dalam lingkaran hidupnya, terutama sahabat-sahabat lamanya.

Memang, sangat jarang terjadi, ada pebisnis sukses yang punya uang banyak, tapi kesepian.
Rasanya tidak ada!
Teman-teman, keluarga bahkan yang nggak kenalpun bakalan sering ada di sekelilingnya.

Namun, saat ditelaah lebih jauh.
Orang yang ada di sekelingnya tersebut, bukannya mengelilinginya, tapi mengelilingi hartanya.


Sayangnya, tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk juga harta benda dan kekayaan.
Ada saatnya roda dunia berputar.

Pebisnis sukses yang biasanya ada di atas dengan kesuksesannya, bukan tidak mungkin akan terjun ke bagian bawah roda kehidupan.

Dan saat seperti itulah, baru dia sadari dampak dari cara bisnis yang baik, amat sangat berperan dalam kehidupan semua pebisnis.


Bagaimana Cara Bisnis Yang Baik ?


Kalau teman-teman pembaca, rajin browsing masalah bisnis, tentunya sudah pada familier  dengan cara bisnis yang baik mainstream seperti :

  • Niat
  • Semangat
  • rencana bisnis
  • Berpikir out of the box
  • Visi dan misi jelas

Dan segala macam yang kurang lebih seperti hal di atas.
Namun, berdasarkan pengalaman saya, yang memang sih sama sekali belum bisa dikatakan sebagai pebisnis master.

Tapi minimal saya sudah pernah merasakan terjun langsung dalam dunia bisnis, baik itu bisnis yang saya ciptakan sendiri, maupun bisnis jaringan marketing sebagai reseller produk orang lain, salah satunya bisnis MLM

Menurut saya, jika memang belum pernah punya pengalaman dalam berbisnis, bisnis MLM adalah bisnis yang tepat kita jalani untuk BELAJAR BISNIS.

Karena di bisnis ini, semua hal bisa kita jalankan dan rasakan, termasuk mengetahui cara bisnis yang baik, serta dampaknya.


Dalam bisnis MLM, saya mengetahui bagaimana cara bisnis yang baik, salah satunya adalah DENGAN MENAMBAH TEMAN, BUKAN MENGGANTI TEMAN.


Cara Bisnis Yang Baik Itu Dengan Menambah Teman, Bukan Mengganti Teman


Sering terjadi, terutama dalam bisnis MLM, hanya sedikit temannya yang bisa dekat dengannya hingga di puncak kesuksesan.

cara bisnis yang baik


Ada beragam alasannya, salah satunya :


1. Teman Menolak Tawaran Bisnis


Menurut teori, calon prospek utama dalam bisnis marketing adalah orang terdekat kita, salah satunya adalah teman kita.


Maka dengan semangat, kitapun mem prospek teman atau sahabat kita tersebut. Sayangnya, tidak semua teman butuh ataupun mau menjalankan bisnis, khususnya MLM.
Maka sudah dipastikan, teman seperti itu bakal menolak prospekan kita, dan kitanya baper!

Itulah mengapa, modal utama yang dibutuhkan seorang pebisnis marketing adalah MENTAL yang kuat dan positif!

Sehingga bahkan sebelum kita memprospek, mental kita sudah siap untuk segala hal, baik prospeknya berhasil, maupun tidak berhasil.

Anggap saja semua prospek yang kita lakukan itu berhasil, meskipun jenis berhasilnya beda.
Ada yang berhasil bahwa prospek tersebut mau bergabung dan menghasilkan penjualan.
Ada pula yang berhasil bahwa prospek tersebut BELUM menghasilkan penjualan, namun kita sudah berani 'menabung' propek pada ybs.

Dengan begitu, saat teman menolak tawaran bisnis kita, tidak ada yang bakal berubah, dan kitapun tidak memusuhi teman tersebut hingga menyindirnya di media sosial.

Karena seringnya terjadi, saat memprospek teman ada 2 kemungkinan yang kita lakukan,

  • Jika teman terima, kita bahagia dengan lebay, sehingga teman juga jadi risih.
  • Jika teman menolak, kita patah hati dengan lebay, sehingga kita memusuhi teman yang menolak ajakan kita tersebut.

2. Teman Takut Dan Eneg Diprospek


Sering kan kita mendengar cerita-cerita, betapa kesalnya orang yang merasa dijebak oleh prospekan. Seorang kawan lama yang sebelumnya sama sekali nggak pernah dekat bahkan bertegur sapa, tiba-tiba menghubungi kita, dan berbasa basi dengan sok akrab.

Terus tiba-tiba, mengajak ketemuan, katanya kangen.
Eh ngga tahunya, pas kita datang, dia sudah menunggu dengan sekelompok orang yang 'banyak omong' , yang ternyata KITANYA DIPROSPEK.

Sebel nggak tuh?
Sudah dibela-belain datang, demi menghormati ajakannya.
Eh nggak tahunya malah dikelilingi, orang-orang lebay yang kejar target.
Lain lagi, kalau si teman, sebelumnya minta izin terlebih dahulu.  





Karena hal demikian, lingkar pertemanan kita akan mengecil atau berpindah ke lingkar pertemanan yang lain.

Menurut para pebisnis jaringan marketing,
"Tidak usah takut ditinggal teman lama, akan selalu ada teman baru di bisnis kita yang jauh lebih peduli dan mau berjuang bersama"
Dulu sih saya begitu takjub membaca pernyataan begitu, setelah 2 kali berhenti dalam sebuah bisnis MLM, saya hanya bisa memberikan tanggapan,

preeeetttttt
ketekketekketek...

Lolololololol.

Teman dalam bisnis itu penting, tapi teman di luar bisnis juga bukanlah hal yang nggak penting.
Justru teman di luar bisnis itu yang sudah kita kenal dari dulu adalah teman terbaik kita.

Hanya karena kita beda pemikiran tentang bisnis bukan berarti dia sudah tidak jadi teman terbaik kita.

Teman dalam bisnis pun, kadang membutakan mata kita, terutama teman dalam bisnis jaringan, yang selalu ngasih kita perhatian, padahal dia adalah upline kita.

Ya jelaslah dikasih perhatian, kan kita pisau atau tombaknya, lolololol.
Teman dalam dunia bisnis kadang lebih mengerikan.
Mereka menganggap kita adalah pisau atau objek kerja.

Saat kita tidak bermanfaat buat mereka, secepat kita kita terlupakan bahkan kita masuk daftar backlict  yang jadi bahan sindiran bagi mereka.

Saat seperti itu, teman lama kitalah yang selalu jadi penolong.
Maka pastikan, meskipun kita beda jalan dalam bisnis dengan teman lama, jangan sampai tali pertemanan kita putuskan dan menggantinya dengan teman bisnis kita.

Karena cara bisnis yang baik dan berkah adalah, memperluas pertemanan, bukan mengganti pertemanan.

Semoga bermanfaat :)

Sidoarjo, 15 Juli 2019

Reyne Raea

23 comments:

  1. Setuju deh sama Mbak Rey kalau teman terdekat di luar hal bisnis itu juga penting dan malah lebih penting. Soalnya kalau teman kita di bidang bisnis itu kan ngomongnya soal bisnis melulu dan itu bikin bosan.


    Merekrut orang untuk bisnis MLM itu bukan keahlianku, Mbak. Salut deh sama para pebisnis MLM yang jago banget merekrut orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, saya juga gak jago rekrut, alias sungkan mengganggu atau bikin orang ga nyaman :D

      Delete
  2. Bicara masalah bisnis jaringan, saya pernah ditawarin orang untuk ikut jaringan bisnisnya.

    Tapi...saya tunda mulu, bukan ngak tertarik hasilnya, melainkan saya mencium bau bau penipuan.

    Singkat cerita bisnis jaringan itu pun bangkrut karena modal yang ditransfer di gondol Orang, dan teman saya pun kayaknya menjerittt krn uang yang dipakai buat bisnis tersebut adalah uang istrinya.

    Dan saya pun selamat,hahahah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman sekarang harus jeli ya kang kalau mau bisnis pakai modal gede, apalagi pakai transfer segala, ga jelas mana kantornya

      Delete
  3. Jadi ingat, saya punya teman semasa SMA kami cukup dekat karena sering pergi dan pulang sekolah bareng. Sering juga hangout bareng karena lingkaran pertemanan kami ada yang sama. Tapi pas kuliah kami di kampus yang berbeda. Bertahun-tahun kemudian setelah jarang ada kontak, dia mengirimi saya pesan di Instagram. Tapi saya kecewa banget, alih-alih nanya kabar dulu kek nanyain anak saya kek, eh dia tanpa ba bi bu nawarin dagangannya. Jadi nggak respect dan males buat ngelirik dagangannya. Ternyata pertemanan kami sewaktu SMA cuma sebatas penjual dan calon pembeli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Time Is Money....membuat persahabatan jadi bubyarrr, hihihih..... :)

      Delete
    2. Ya ampuunn, padahal teman SMU ya, bukan SD hehehe

      Kebanyakan orang pada gak sabaran dalam berbisnis.
      Apalagi bisnis MLM yang dikejar target.

      Padahal ya, semua ada caranya.

      Mestinya kan, ketemuan dulu, ngobrol2, akrab2in.
      Trus jangan tawarin bisnis di awal pertemuan, kecuali memang temen yang nanya.

      Saya dulu gitu, sampai dimarahin upline, tapi saya cuek hhahahaha

      Delete
  4. poin no. 2 itu sering banget aku rasain..
    teman lama ku yg udah bertahun2 gak kontak tiba-tiba menghubungi dan ujung2 nya mau prospek. Jujur sih, aku jadi risih. dan biasanya kalo udah begitu, aku jadi kapok lagi main sama dia. males kalo diajak ketemuan.. (jahat gak sih?) haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwkw, gak jahat lah, salah sendiri temennya ga mau sabaran :D
      Akhirnya, bukannya bisa menjual malah dimusuhin ya :D

      Delete
  5. Sy juga paling takut diprospek mlm huahahha, bukan apa apa
    Anaknya mang nda suka beli beli
    Sy mah klo bisnis prinsipnya sy suka ya saya beli hahhahaha, ga karena ga enakan ama teman tapinterpaksa beli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, kalau saya biasanya jadi ga enakan.
      Tapi beruntung juga saya temennya sedikit, jadi saya ga perlu nimbun barang karena gak enakan di rumah hahahah

      Delete
  6. Yang saya paling serem emang diprospek temen sih
    Abis itu kedepannya bakal jadi ngga enakan
    Terus ngerusak wkwkw

    Sama yang minta nego nego harga temen juga saya ngga suka
    Mau untung malah jadi buntung kwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, bener tuh.
      Harusnya pebisnis dibekali ilmu anti baper, jadi ditolak itu biasa, dan kalau ada teman yang minta harga temen, ya ditolak aja juga hehehe
      Kalau gak enakan bahaya deh bisnisnya :)

      Delete
  7. Saya 3 x gagal bosnis kuliner, yang terahir januari kemaren, tapi saya gak kPok mau usaha lagi heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat, kata siapa itu gagal, itu mah pelajaran berharga.
      Tidak ada kata gagal buat pebisnis yang mau action, karena apapun hasilnya, selalu ajdi pembelajaran yang amat sangat berharga :)

      Delete
    2. Wah.. Mbak Rey, nyambi Jadi Motivator nih yeeee....😁😀😊😃

      Delete
    3. wkwkwkwwkwk, padahal saya barusan mau nambahin gitu di bawah ini :D

      Delete
  8. Kalau saya punya pengalaman bisnis banyak cerita kegagalannya mbak hahaha
    Saya sependapat cara bisnis yg baik dengan menambah teman karena lewat teman terkadang kita bisa mendapat rezeki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh bagus tuh kalau di share, gagal bukan berarti buruk, tapi sejenak berhenti menelaah ilmu bisnis :)

      Delete
  9. wah ini mah bagus dipakai dalam MLM saya pernah merasakan CNI, AMWAY, HNI, dan K Link aduh campur aduk materi stater kit mereka jadi lupa pingin pake yang mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwwk, coba di seriusin 1 aja dulu, ilmunya kece banget loh, marketing yang bisa dipakai di bisnis konvensional kita sendiri :)

      Delete
  10. Terimakasih sudah berbagi informasinya, sukses terus..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)