Featured post

Sleek Baby Telon Oil, Bersama Melindungi Si Kecil Dari Kembung Dan Masuk Angin

Sharing By Rey - Masalah kembung dan masuk angin pada si kecil itu, saya rasa sudah merupakan masalah sejuta orang tua di dunia. Seja...

Monday, August 27, 2018

Rahasia Yang Jarang Terungkap Dari Kerugian Bisnis Oriflame

kerugian bisnis oriflame

Sharing By Rey  - Kerugian berbisnis Oriflame ? hmmm... ada juga sih.

Yeah, ketemu lagi di 'Monday Business' ala Rey.
Bagi yang baru berkunjung ke blog saya, sebagai info, setiap harinya ada tema berbeda yang saya bahas di sini, dan salah satunya di hari Senin dengan Tema Bisnis atau Usaha.

Disclaimer : tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, tanpa bermaksud menjelekan pihak lain, mohon maaf jika ada pihak yang tersinggung, mohon di baca dengan seksama agar tidak sakit hati :)
 
Semua tulisan di sini, insha Allah 90% merupakan pengalaman pribadi saya, jadi hal yang bakal saya bahas pastinya hal yang sudah pernah saya jalani, bukan hanya teori semata, atau katanya ini dan katanya itu.

Untuk itu, kali ini saya bakal membahas salah satu topik yang sebenarnya rada sensitif, tapi demi motto saya di blog ini, bahwa sharing is caring, jadi gak masalah kali ya, asal ditulis dengan sopan berdasarkan pengalaman sendiri.

Oh ya, buat yang baru kenal saya, mungkin belum tahu, saya adalah pebisnis Oriflame, mulai menjalankan Oriflame saat tahun 2014.
Namun, setahun kemudian, saya memutuskan berhenti dari bisnis tersebut karena sesuatu hal dan akhirnya saya balik bekerja kantoran.

Ternyata, nasib saya dalam dunia perkantoran tidaklah mulus, hanya setahun bekerja kantoran, saya akhirnya resign (lagi) karena anak yang sering sakit-sakitan dan galau maksimal ninggalinnya.

Karena itulah saya memutuskan untuk kembali menekuni bisnis Oriflame dari jaringan yang berbeda dari sebelumnya.

Qadarullah, baru saja sampai tahap manager, saya Alhamdulillah diberi kepercayaan hamil lagi, dan karena keadaan tidak memungkinkan, saya akhirnya break sebentar, dengan keadaan (yang mana gak boleh ada excuse dalam dunia bisnis) waktu tidak memungkinkan.

Meskipun demikian, waktu yang sekitar 2 tahun dalam berbisnis Oriflame, saya jalankan dengan sepenuh hati dan seserius mungkin, hingga ilmu-ilmu yang saya dapatkan Alhamdulillah juga sudah sangat banyak.
Thats why saya bisa menyesuaikan dengan cepat, saat memutuskan menekuni blogger di tahun 2018 ini. Penyebabnya ya karena ilmu dari bisnis Oriflame saya terapkan di blogger ini.

Oke sekian pembukanya, mari kita masuk dalam pembahasan yang sensitif ini.


Mengapa membahas kekurangan bisnis Oriflame itu jadi sensitif?


Tidak lain dan tidak bukan karena memang dalam sebuah bisnis, apapun itu (terlebih bisnis jaringan atau MLM) membahas kekurangan itu sama saja mengemukakan excuse atau alasan, dan alasan hukumnya haram dalam dunia bisnis!, yup... sekeras itu kalau kita beneran mau sukses.

Tapi..
Menurut saya, gak ada salahnya berbagi pengalaman saya sendiri, karena saya yakin banyak orang yang masih mikir panjang jika diajak berbisnis Oriflame, salah satunya ya karena banyaknya bisik-bisik yang mengatakan bisnis Oriflame itu gak baik, buruk, merugikan. Namun jarang sekali ada yang berani menuliskannya, takut diserbu Oriflamers hahaha.

Kok kamu berani bahas, Rey?

Karena insha Allah saya bakal menuliskannya sesopan mungkin berdasarkan pengalaman sendiri tanpa merugikan nama baik orang lain atau pihak lain.

Seperti Apa sih Bisnis Oriflame Itu?


Sebelumnya, mungkin ada banyak orang yang belum tahu tentang bisnis Oriflame, mungkin ada satu dua orang teman dalam dunia maya menawarkan ikutan bisnisnya, tapi takut penipuan.

Jadi, Oriflame adalah sebuah perusahaan dari Swedia yang menjual produk kecantikan, baik kosmetika, perawatan tubuh, parfum dan sebagainya.

Dalam menjual produknya, Oriflame tidak membuka toko atau agen seperti perusahaan sejenis lainnya, namun lebih menyerahkan pada personal atau orang umum, dengan sistem direct selling atau penjualan langsung dan juga dalam sistem jaringan atau MLM (Multi Level Marketing).

Karena banyaknya penipuan dengan sistem penjualan MLM, penilaian masyarakat jadi buruk terhadap citra MLM, dan itupun berdampak pada nama Oriflame sendiri yang memang bersistem MLM.

Selain itu, kelakuan terlalu keblabasan dari beberapa eh banyak member atau pebisnis Oriflame yang menjalankan bisnisnya penuh dengan pamer-pamer segalanya termasuk harta dan uang, bikin banyak orang eneg hahaha.

Padahal ORIFLAME SENDIRI ADALAH BISNIS YANG MURNI PENJUALAN ATAU MARKETING. Hanya sistemnya saja yang beda dari sistem kebanyakan yang mana produknya dijual via toko atau agen.

Jadi apa kerugian berbisnis Oriflame?


Sebenarnya untung rugi itu relatif sih ya, jadi mungkin lebih tepatnya saya sebut KEKURANGAN berbisnis Oriflame.

Tidak ada satu usahapun di dunia ini yang tidak memiliki kekurangan, semua pasti ada kekurangan atau minusnya, hanya saja bagaimana pandai-pandainya kita menyikapi agar kerugian/kekurangan tersebut bisa tertutupi dengan keuntungan/kelebihannya.

Selama 2 kali berbisnis Oriflame, menurut saya ada beberapa kerugiannya, yaitu :

1. Waktu semua terkuras untuk bisnis, sampai lupa tujuan berbisnis Oriflame adalah agar bisa selalu dekat dan ada waktu buat anak.


Bisnis Oriflame adalah bisnis jaringan independent, yang mana kita bekerja dengan orang-orang dengan beragam latar belakang kehidupan.

Ada ibu RT, ada ibu pekerja, ada anak sekolah, ada mahasiswa, dan lainnya.
Thats way, kita harus bisa menyelaraskan waktu dengan baik untuk bisa berkomunikasi dengan semuanya.

 Beberapa leader berpengalaman memilih jalan tengah dengan memaksa semua leader untuk mengikuti waktu kerjanya.
Jadi gak peduli, siang ada yang masih kerja kantoran, ada yang masih ini itu, POKOKNYA harus ikutan.

Di sisi lain, memang benar sih, kalau yakin pengen memetik hasil dari bisnis Oriflame ya mau gak mau harus ngorbanin hal lain, gak mungkin bisa kita hebat dalam 2 hal bersamaan, misal kerja kantoran dengan kinerja hebat, Oriflame pun jalan dengan keren.
Imposible we try deh, kalau kata Kerani di My Stupid Boss, lol.

Demikian juga dengan ibu rumah tangga, terlebih kalau punya anak, dan gak punya ART karena mungkin belum sanggup bayar ART.

Gak perlu nambah ngerjain Oriflame saja sudah bikin para IRT-IRT darah tinggi karena kecapekan dengan kerjaan rumah yang gak pernah berakhir, anak yang always selalu minta perhatian dan lengket kayak lem alteco, apalagi harus standby liat HP mulu, takut upline marah lalu nyindir bahkan ngetag di status Efbi karena chatnya gak cepet di balas, atau takut donwline kabur karena chatnya lama diliat. Serius! kalau gak kuat iman, bisa gila hahaha.

Thats why, banyak orang yang kabur dari bisnis Oriflame, karena sesungguhnya tantangannya jauh lebih berat dibanding cerita kesuksesan upline hehehe.

SOLUSI (1) : 

Berbisnislah dengan tegas, tentukan waktu kerjain Oriflame yang kita bisa, dan patuh serta tegaslah atas keputusan kita.

Iya, benar! Sukses di bisnis apapun memang tidak datang dengan mudah, butuh perjuangan berdarah-darah (lebay!). Tapi kembali lagi ke niat awal tadi, kita berbisnis untuk apa? untuk siapa?

Kalau untuk keluarga, terus ternyata ngototnya kita bisnis malah bikin keluarga kita hancur, anak gak keurus, suami kesal dan marah, keluarga jadinya hancur.
Laluuu, buat keluarga yang mana lagi kita bekerja?

Jadi aturlah waktu berbisnis kita dengan bijak dan, ingat-ingat deh batasnya, biar gak keblabasan.



2. Rentan terkena penyakit hati, seperti iri dan kesal terhadap rekan bisnis.


Yang namanya berbisnis MLM, ya sudah pasti hasil kerja kita bakal dinikmati oleh orang yang ada di atas kita, mau pakai embel-embel adilpun, tetep hasil kerja kita juga dinikmati oleh upline berlapis di atas kita.

Jadi, modal hati yang ikhlas dan teguh itu butuuuuhhh banget, jauh lebih butuh daripada menjadi seorang ibu zaman now, lol.

Harus ikhlas dan teguh pendirian mempertahankan pemikiran positif saat upline marah-marah dari yang nyindir di status hingga negur langsung karena kita gak capai target, yang berarti target mereka juga gak tercapai, hilangkan jauh-jauh deh pemikiran
"ih enak aja nih orang, kerjanya marah-marah saja karena saya gak naik level, padahal dia belum tentu mikirin kita beneran, tapi mikirin targetnya yang sudah dia bikin dari jumlah target kita".

Harus ikhlas juga dan teguh pendirian, saat disuruh-suruh upline padahal dia sendiri butuh hasil kerja kita.

Jangankan berbisnis MLM yang mana hasil kerja keras kita plus pakai kena semprot upline itu dinikmati upline langsung, dan bukan upline pula yang bayar kita, tapi Oriflame.

Bahkan dalam suatu karir kantoran, yang mana kita kerja team, lalu ada satu orang yang belagu meskipun hasil kerja kita gak bisa dia nikmati, tapi lumayan bikin pengen koyek juga kan orang kayak gitu.

SOLUSI (2) :

Ademkan hati dengan terus ikhlas.
Jaga hati agar bisa terus ikhlas, dengan komunikasi, tegas dan mandiri dalam semua hal.
Jika memang sifat upline membuat kita gak nyaman, ya komunikasikan.
Jika gak ada jalan tengah ya tegaslah dan mandirilah.

Toh sebenarnya upline juga hanya membantu kita dengan memberi ilmu, jika upline gak mau kasih ilmu, ilmu lainnya bertebaran kok di dalam bisnis Oriflame, hampir tiap minggu setiap manajer cabang selalu memberikan seminar online yang bisa diikuti semua member Oriflame.

Selain itu kesuksesan bisnis Oriflame itu bukan terletak pada upline, TAPI PADA DIRI KITA SENDIRI!
So mengapa harus tergantung pada upline yang selalu bikin keikhlasan tercemar?

Apa? upline bukan letak kesuksesan kita?
Iya, bukan!

Menurut pengalaman saya, gabung di jaringan mana saja juga sama aja kok, kecuali kita berada tepat di bawah seorang leader yang sudah sukses.

Dengan begitu, sang leader bakalan benar-benar membantu membesarkan jaringan kita, itupun bisa dipastikan dengan tekanan yang amat sangat besar.
Kalau mentalnya cemen ya dijamin langsung kabur hahaha.

Tidak ada yang gratis kawan!



3. Rentan dimusuhi teman bahkan keluarga kita.


Saya jadi ingat, sebenarnya saya sudah lama banget pengen gabung KEB atau Kumpulan Emak Blogger, tapi pas baca syaratnya adalah gak boleh ada jualan terlebih MLM di blognya.

Langsung deh saya keder, lalu butuh beberapa lama sampai akhirnya saya menghapus semua embel-embel Oriflame, mulai dari link katalog, sampai banner landing page dan semacamnya.

Setelah terhapus, barulah saya pede minta bergabung di komunitas blogger mana saja.

Kalau dipikir-pikir, kok bisa segitunya sebuah komunitas memusuhi MLM?
Ya tiada mungkin atau tiada bukan karena memang MLM itu ya marketing, dan you know lah, marketing semenyebalkan itu hahaha.
Dunia marketing itu identik dengan prospek, dan ditambah MLM merupakan bisnis yang dijalankan dengan semangat penuh (gegara mupeng liat si anu udah jalan-jalan keluar negeri, si itu udah punya bonus puluhan juta perbulan) jadilah prospek yang dijalankan selalu membabi buta.

Tiada lagi ketulusan dari sebuah pertemanan, selalu berakhir dengan prospekan, daaaaannn yang bikin makin eneg adalah, saat menghadapi penolakan, si pebisnis MLM langsung baper dan mulai deh menjalankan gencaran kesalnya di status media sosialnya.
"Ditolak teman? saya gak baper, karena kalau saya sudah sukses mereka yang bakal menyesal telah menolak saya"
Demikian curhatan para pebisnis MLM amatiran di status medsosnya.
Katanya sih gak baper, tapi tulisannya baper, hehehe.

Gara-gara hal demikian, orang yang awalnya kesal karena diprospek, malah makin eneg sama pebisnis MLM, terlebih tulisannya copas punya upline mulu yang mana rata-rata pamerin pencapaiannya.

Well, memang sih pencapaian dalam bisnis MLM itu WAJIB DIPAMERIN, dengan tujuan menginspirasi, tapi kadang saking sering dipamerin, antara menginspirasi sama narsis jadi beda tipis hahaha.

SOLUSI (3) :

Cerdaslah dalam menjalankan bisnis, upgrade pengetahuan agar menemukan cara kerja yang lebih elegan, menginspirasi tanpa pamer berlebihan.

Karena kalau pamer mulu, bukan orang awam saja yang eneg, downline juga lama-lama kesal dan iri dengan pikiran
"Kerjanya nyuruh-nyuruh mulu, tapi bonusnya banyakan dia" lol.
Prospeklah tanpa memaksa, memang MLM ya kerjaannya prospek, eh bukan MLM aja sih, semua marketing juga prospek mulu kerjaannya.

Tapiiii, jika tau caranya, orang di sekeliling kita gak bakal eneg kok, malahan bakal nyerahin diri buat diprospek sendiri hahaha.


4. Mengejar Target Kadang Mengabaikan Logika, lalu berakhir kecewa dan trauma


Karena bekerja secara team, yang mana teamnya gak sama rata alias berjenjang.
Otomatis, tekanan dalam mengejar target semakin besar.

Dari sisi upline, target kita adalah kumpulan target mereka juga, kalau gak tercapai sekali dua kali sih bakalan disindir doang, lama-lama sindirannya bakalan pedas hahaha.

Bukan salah upline juga sih (terutama upline yang benar-benar BEKERJA dalam membesarkan jaringan di bawah kita).

Dalam segi downline juga kita mati-matian mengejar target untuk memberi BUKTI kepada mereka agar semangat downline tetap terjaga.

Saya benar-benar merasakan dampak dari bukti target tercapai.

Saat saya berhasil mengumpulkan poin jaringan hingga membawa saya di level manajer pertama kali, tiba-tiba saja 75% downline yang tidur langsung terbangun, semua pada minta dibimbing lagi, bahkan yang sering dicolek untuk dibimbing tapi malah cuek saja, lol.

Karena target demi upline dan downline lalu diri sendiri itulah, kunci terjadinya hal-hal di poin sebelumnya.

Daaannn bahkan lebih dari poin di atas, demi mengejar target, apapun dilakukan, termasuk menumpuk produk yang sama sekali gak terpakai di rumah, apalagi terjual.

Saya sering banget dapat curhatan mengenai hal ini, katanya suaminya marah gegara istrinya ngabisin duit belanja buat beli produk Oriflame demi tupo atau tutup poin.

Selain untuk tupo, kadang produk ditumpuk demi memenuhi target, misal untuk mencapai level tertentu si pebisnis kurang beberapa poin, karena sudah kehabisan akal membujuk downline untuk menuhi poin tersebut, habis pula akal membujuk bahkan memalak teman/saudara demi membeli produk tertentu agar poin yang kurang terpenuhi.

Terpaksalah si pebisnis tersebut membeli produk tertentu untuk dirinya sendiri.
Mirisnya lagi, bahkan bonus yang didapatkan gak sampai setengah dari nilai produk yang dia tumpuk.

That's why ada banyak curhatan mengenai MLM yang bukannya untung malah buntung.

SOLUSI (4) :

Jangan malas menyusun target di awal banget, lalu evaluasi per bagian waktu.
Misal, target di dalam bisnis Oriflame itu adalah selama bulan berlangsung.

Jadi, di awal bulan segera bikin target, bulan tersebut kita bisa menjual produk berapa banyak dengan poinnya?
Lalu bikin strategi dan evaluasi setiap minggunya.

Dengan begitu, gak ada lagi drama kejar-kejaran di akhir bulan demi menuhin poin, dan memenuhi poin masih bisa kita lakukan dengan akal sehat dan terhindar dari hal nekat dengan menumpuk produk yang tak terpakai bahkan mengorbankan uang belanja rumah tangga pula.

Selain itu, kembali lagi pada semua solusi yang saya tegaskan di atas, TEGASLAH!
Jangan mau dipaksa melakukan hal-hal yang merugikan keluarga kita, misal menumpuk produk dengan uang belanja sehingga uang belanja kurang, lalu ngeluh ke suami lalu suaminya malah emosi.

Solusi umum dari semua kekurangan / kerugian bisnis Oriflame 


Well, meskipun di tiap poin kekurangan atau kerugian bisnis Oriflame sudah saya beri solusi, namun ada solusi umum yang diperlukan agar terhindar dari  segala kerugian tersebut yaitu :

MILIKI MODAL!


Meskipun mungkin sering kita membaca bahwa Oriflame adalah bisnis tanpa modal, saya kurang setuju tentang itu.
SEMUA BISNIS MEMERLUKAN MODAL YANG LUMAYAN BANYAK, tidak luput pula Oriflame.

Kita wajib banget memiliki modal untuk beberapa hal seperti :
  • Bayar ART atau asisten rumah tangga. Ini penting banget! jika kita seorang istri dan ibu yang berbisnis Oriflame, segera deh cari ART, agar rumah gak kayak kapal perang diserbu bom saking kita BENAR-BENAR GAK ADA WAKTU buat bersihin rumah.
  • Modal beli produknya buat dicoba dahulu, agar lebih yakin jualnya. Bagaimana kita bisa menjual sebuah produk, sedang kita sendiri sama sekali belum pernah cobain? Jalan satu-satunya adalah dengan mencobanya terlebih dahulu.
  • Beli kuota yang memadai. Karena sekarang bisnis Oriflame dilakukan banyak secara online, jadinya mempunyai kuota yang cukup dan kekuatan sinyal yang bagus itu wajib hukumnya, dan untuk itu, mengupgrade paketan data internet kita adalah wajib juga.
  • Beli peralatan yang lebih memadai. Beli laptop karena butuh buat online dan bikin persentasi, meskipun mungkin di HP bisa, tapi lebih memadai jika pakai laptop. Ganti pula gadgetnya dengan yang lebih bagus agar gak ada kendala saat online melalui gadget.
  • Biaya transportasi dan akomodasi saat prospek offline. Jangan hanya mengandalkan prospek online, sekali-kali prospek offline bakal memperluas kesempatan kita bisa merekrut lebih banyak.
Oke, segitu saja dulu sharing saya tentang kekurangan bisnis Oriflame, lengkap dengan solusinya.

Bagaimana? sound menakutkan kah?
Jangan khawatir, buktinya saya masih bertahan di bisnis Oriflame, meski saat ini masih break (bertahan apaan tuh Rey, pakai break segala, hahaha).

Intinya, bukan hanya kekurangannya, Oriflame juga sama seperti bisnis lainnya yang pastinya punya segudang kelebihan.

Makanya Oriflame terus tumbuh di Indonesia meski zaman sekarang, serbuan berbagai merk kosmetika impor maupun lokal dengan kualitas di atas Oriflame dan harga di bawah Oriflame melanda Indonesia.

Semoga bermanfaat ya, dan semoga menjawab kegalauan hati orang-orang yang banyak masuk ke blog ini dengan kata kunci " kekurangan Oriflame ".

Hampir tiap hari, ada saja yang masuk ke blog ini demi mencari kekurangan Oriflame, karena setahu saya hanya segelintir orang yang mau menulisnya dengan jujur di blog.

Padahal yang kecewa berbisnis Oriflame sampai trauma itu banyak loh.

Bahkan pebisnis yang sudah berada di level Saphire Director, yang mana satu tangga lagi bakal dapat CRV gratis, dan bonus per bulannya sudah mencapai 20 juta bahkan lebih, ada juga loh yang memilih mundur dan tenang serta nyaman memilih berbisnis kuliner.

Mungkin orang-orang gak berani atau malas menuliskan semua unek-eneknya, karena malas diserbu dengan perkataan,
 "makanya gak sukses-sukses, orang kebanyakan alasan" hahaha.

Oke deh, yang mau sharing di komen boleh banget kok.

Sidoarjo - 27 Agustus 2018

@Reyneraea untuk #MondayBusiness

69 comments:

  1. Tulisannya bagus mbak Rey, kalau bisa pengen nulis topik ini versi sendiri hahaha.. Memang sih dalam semua bisnis itu ya memerlukan modal, bahkan saya pernah baca ada status upline menyarankan 'pakai jatah bayar listrik dulu untuk membeli barang di awal bulan, kemudian setelah barang terjual baru kita bayarkan di akhir bulan'. Ya masih mending kalau terjual semua, giliran customer yang hit and run, kan bisa berabe jadinya hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe makasih :)

      Waaahhh, kalau saran saya, jangan campurkan keuangan rumah tangga dengan bisnis, jadinya kacau.
      Apalagi uang untuk membayar hal yang urgent dan wajib kayak gitu :)

      Delete
  2. yang namanya bisnis memang perlu kerja keras ya. tapi memang kalau bisnis MLM ini bagian yang lumayan nyebelinnya pas diprospek. heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeettt mba, saking nyebelinnya, kalau ada temen yang MLM, langsung males kalau diajak ketemuan hahaha

      Delete
  3. Dari pertama kenal MLM aku juga sering ragu sih buat ikutan, mental ku belum siap soalnya hahaha. Bagus mbak tulisannya, ga cuma sekedar curhat, tapi juga dicantumin solusi nya gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba, mental adalah modal utama untuk masuk bisnis MLM, karena godaan untuk bikin hati kesalnya banyaakkk hahahah

      Delete
  4. Wow... Ternyata juga gak seindah status ef be para pebisnis MLM yg katanya bs kerja di rumah sambil momong anak. Padahal jg penuh target

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, kalau saya malah ga suka kerja sambil momong anak, yang ada anaknya gangguin bikin gak fokus dan anak juga kadang kesal merasa kita abaikan.

      Tapiiii nilai positifnya, anak jadi lebih menghormati kita kalau pegang HP, tinggal bilang mami kerja, padahal emaknya scroll IG gaje juga aman hahahah

      Delete
  5. Beberapa kali nyoba MLM..termasuk Oriflame juga, tapi entah kenapa saya nyerah akhirnya..
    Ternyata tantangannya memang enggak main-main, musti diseriusin kalau niat nyemplung di bisnis..apapun itu
    Jadi kalau baca cerita jungkir balik begini, cuma satu kata untu dirimu, Mbak Rey..: S A l U T!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhhh pernah ikutan juga ternyata mbak? hihihi
      Emang butuh mental dan niat yang kuat sih mbak, saya sendiri kadang gemes, sudah usaha jungkir balik, adaaaaa aja halangan yang kata orang excuse hahaha.

      Tapi gapapa deh, mungkin belum jodohnya merasakan hasil uang di Oriflame, tapi Alhamdulillah ilmu nya banyak dan bisa dibagikan ke semua orang :)

      Delete
  6. Salut deh mba berani membahas ini, semoga nggak diserang para member ya mba, hihi. Oriflame itu produknya bagus lho, dulu saya suka tendercare dan parfumnya. Tp jadi males beli karena orangnya maksa jd member padahal kepengennya cuma beli tanpa terikat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakka...
      Insha Allah enggak diserang kok, kan sekufu hahahaha..
      Waahhh pecinta Oriflame juga yaa..., saya mah make semuanya hahaha.
      Kalau bagus enggaknya sih belum terlalu tau, soalnya belum pernah nyoba produk impor lainnya.
      Cuman Oriflame kalah di kemasan, lebih ringkih dibanding produk lain.
      Beli ke member baru aja mba, biasanya mereka seneng kok kalau nerima orderan tanpa harus maksa jadi member :D

      Delete
  7. hehehe...saya paham sepenuhnya isi tulisan ini, saya toh pernah jadi member oriflame juga

    ReplyDelete
  8. Aku juga member oriflame. Tpii, aku ga berniat mau seriusin bisnisnya . Dari awal daftar, aku udh bilang ama upline,"saya daftar member krn saya pake bberapa produk oriflame. Jd kalo saya member, saya bisa dpt harga member yg jelas lbh murah. Tapi saya ga tertarik utk serius di bisnis ini, krn gaji dr kantor saya udah lebih dari cukup, ga perlu tambahan ini. So saya ga mau dipaksa ato disuruh ikutan segala meeting ato apapun Itu ya mba"

    Dan uplineku ga bisa ngomong apa2 lagi :D. Malah kdg, dia nawarin aku beli produknya lwt dia aja, jd dia ngejar poinnya doang, sementara aku ttp bisa beli dgn hrg member. Buatku ga masalah sih. Toh sbnrnya yg aku incer cuma produk dgn hrg membernya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, sebenarnya yang bikin males orang daftar jadi member karena setelah daftarpun masih diribetin ikut ini itu hahaha.
      Cuman ga bisa disalahkan juga sih, biasanya para leader bakal kena teguran kalau gak ngajak ikut seminar atau lainnya.

      Jadi emang sebaiknya tegas dari awal, biar ga diribetin :D

      Delete
  9. wiih makasi sharingnya mba. aku jadi inget kakak kelas SMA yg pernah nawarin aku bisnis oriflame. aku tolak karna masih cupu bgt waktu itu wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, udah lama dong ya ditawarin mba?
      Kalau saya malah dulu join karena kemauan sendiri, biasanya ditawarin ogah, eh malah nyerahin diri sendiri, hahaha

      Delete
  10. setuju banget mbae, hihi. aku dari jaman entahlah selalu ditawarin join tapi ga ada yang berhasil. karena aku paham banget, seperti di poin 1, bahwa semakin tinggi level ya semakin sibuk lah. mereka bilang kalau join bakal bebas bisa cari duit dari rumah. padahal kenyataannya engga. justru akan ada meeting, seminar atau apalah itu. sekarnag malah teman2 yang aku kenal dulunya member bahkan smpek manajer udah mundur dan memilih kerja beneran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mba, bahkan yang selangkah lagi dapat CRV ada loh yang mundur hehehe :D

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaa, kenapa ya komen-komen di artikel gini selalu auto kehapus? padahal saya ga hapus loh huhuhu

      Delete
  12. Mba Unknown saya copas komennya di sini ya, soalnya saya mau hapus karena urlnya jadi broken link .

    Unknown :
    "Q kadang mau mundur rasany... Merasa tertekan karena d sarankan kl pas sambil jln2 sama kluarga atau kemana di suruh bawa2 katalog...sbnarny q jualan ol=nline aja,pesan barang kl ad yg beli.. Jd gmn ya q bingung maju ap mundur.. Soalny ngurus 2 orang anak blm lg ngurus yg lain coz gk pke pembantu..."


    Jawaban saya :

    Sebenarnya saya juga mulai gak kerjain bisnisnya sejak hamil anak kedua, dan serius, saya gak mampu mengikuti ritme kerja partner lainnya.
    Kalau saya pribadi, gak suka maju mundur gak jelas.
    Terlebih untuk bisnis Oriflame.
    Kalau cuman ambil untung jualan boleh saja, meskipun sebenarnya juga sulit banget, mengingat sekarang ongkirnya mahaaall kecuali kita bisa jualan di atas 500ribu terus.

    Kalau masih nekat jualan, boleh-boleh saja sih.
    Asal, bilang terus terang sama upline dan team lainnya, kalau mbaknya gak bisa serius di bisnis, karena keadaan mba, gak sama dengan mereka.

    Setelah itu, unfollow semua akun FB upline, karena percaya deh, kita bakalan sakit hati baca status-status penuh sindiran mereka.

    Tapi kalau masih pengen maju, saya sarankan di seriusin mba, emang butuh banget modal duit, minimal mau gak mau harus hire ART.

    Jadi mba bisa fokus urus bisnis tanpa direpotkan kerjaan rumah.

    Kalau kelamaan bisnis Oriflame dan gak naik2, jadinya semangat bakalan hilang, dan juga malu, kita disindirin orang2 kok gak sukses2 hahaha.

    Apapun keputusan mba, semuanya ada ditangan mba, jangan biarkan orang lain mengontrol hidup mba, apalagi kalau itu berdampak buruk bagi keluarga.
    Meskipun itu upline yang (terlihat) sukses :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang karakter ya mba, sindiran sarat akan judgement dari upline?
      so far kalo dilihat secara objektif, itu memang faktanya sih.

      Delete
  13. Waduhh iya mbak :) saya juga kena banget sindiran pedes2nya di ig. Krn agak toxic buat saya yg notabene ada kesibukan lain di luar oriflame. Jadi saya itu udah ngomong pengennya join ini ndak menggebu nggebu. Ternyata bener butuh banget modal :"). Kalau tanpa modal ya gitu, harus nge chat temen satu2 minimal 15 orang gitu buat beli. Kan temen saya juga ndak banyak ya mbak hehehe. Disuruh nge chat temen lama. Tapi saya nggak mau. Krn kalau nge chat temen lama yg ndak kontak tu ibarat saya dateng pas butuhnya aja :") jadi saya nggak mau memaksakan diri saya juga, krn saya org nya ndak enak an sama org lain. Upline saya sabar sih yaa. Tapi ya kadang juga kurang sabar heheh apalagi senior manager hmm sudah sindir di ig sana sini. Bener sih, saya pengen join ya niatnya bisa beli oriflame harga member hehehe krn agak kaget ternyata butuh modal juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya yang bikin bisnis Oriflame makin ga asyik itu, karena sindir menyindir itu, kan mending ditegur langsung via inbox ketimbang disindir mulu :D

      Delete
  14. Unknown say : Thanks for info
    Fixs ngk jd ikutan hahhahaha

    Answer : hehehe, nggak dicoba dulu :D

    ReplyDelete
  15. halo mbak rey, sekarang saya juga lagi merenung apakah jadi member oriflame atau ngga...soalnya susah cari orang yang mau jadi member oriflame... huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, selain usaha yang keras insha Allah membawa hasil, ada juga faktor lucky, dicoba aja :)

      Delete
  16. Ask : Mohon maaf mba.. Apakah uplinenya mba sehorror itu yang mengharuskan untuk ini itu? Hehe.

    Answer : semua upline yang aktif biasanya gitu Mba, memang kan bisnis ini kerjaannya gitu :D
    tapiii, hanya yang memang niat bisnis sih :)

    ReplyDelete
  17. Unknown Saturday, March 28, 2020
    Aku terlanjur join mbak, dan upline ku ga terlalu aktif, jadi nya aku bingung harus ngapain dan caranya gimana :(

    Answer : cari upline di atas lagi Mba, bisa liat invoice, di situ ada nama upline director dan nomer kontaknya :)

    ReplyDelete
  18. Halo kak rey, saya suka dengan tulisan kk ini. Saya baru join di oriflame. Dan saya sangat paham akan kerugian bisnis oriflame. Yg ingin saya tanyakan, klau saya punya modal, apakah saya bisa lgsg naik ke level berikutnya tanpa pnya downline?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amat sangat memungkinkan kok, hanya saja menurut saya naik levelnya terlalu maksa :)

      Level di Oriflame itu nggak kayak di bisnis lain, di mana tiap bulan itu di reset kembali nol.

      Jadi misal kita bisa belanja dan jualan sendiri sampai jadi manajer, bulan depan, kalau penjualan kita nggak banyak ya pasti turun.

      Selain itu, menjual produk Oriflame jujur tidak semudah itu.
      Yang ada produk yang kita beli bakalan tertimbun di rumah.

      Contoh, untuk menjadi manajer 12 kalau nggak salah butuh 2400 BP.
      1 Bp itu sekarang kayaknya 9000an deh.
      Itu berarti kita harus belanja sekitar 21,6 juta uwwooowww..

      Dan tahu nggak berapa bonusnya manajer 12?
      Nggak nyampe sejuta hehehehe.

      Tapi, kalau memang kita bisa jualan semua DENGAN HARGA KATALOG, justru uang yang kita dapatkan lebih banyak.

      Misal kita order 21,6 juta dan kita berhasil jualan semuanya dalam 1 bulan, maka uang yang kita dapatkan sekitar :
      -keuntungan jualan kurleb 5 jutaan.
      -bonus manajer sekitar kurleb 700ribua.

      Sebulan kita bisa dapat kurang dari 6 jutaan.
      Asaaaallll berhasil menjual semuanya dengan harga normal dan dalam waktu sebulan :)

      Itu mengapa bisnisnya MLM atau jaringan, dengan punya downline, target jualan 21 juta untuk kita jadi manajer itu dibagi-bagi ke donlen.

      Jika team kita berhasil menjual 21 jutaan tersebut, dan kita cukup menjual kurang lebih 1 juta saja, bonus kurleb 700ribu itu bisa kita dapatkan :)

      Itu untuk sekelas manajer 12.

      Kalau senior manajer lebih banyak lagi.
      targetnya 10,000 BP dan kita punya kewajiban 200BP saja.
      Jadi kita kudu cari team agar bisa menghasilkan 9800 bp tersebut DALAM SEBULAN.

      kalau diuangkan, target penjualan SM itu kurleb 90 juta.
      Kita jualan sekitar kurleb 2 juta saja.
      Bonus? 4-5 jutaan, tergantung sebagaimana pandainya kita mengatur kaki atau jaringan.

      Begitu kira-kira :)

      Delete
  19. Makasi kak Rey sudah mau bantu menjelaskan, aku juga sebenarnya sudah masuk grup oriflame kak cuma pas baca2 chatnya yg dibahas pamer jalan2nya terus dapet uang segini sampek mobil2nya disebutin dan bs beli rumah dr bonus oriflame, dr pagi smpe malem menjelang tidur itu grup bahasnya ituuuu melulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, iya memang.
      Sangat jarang ada yang mau bahas hal begini, karena kalau liat angkanya, orang udah keder duluan :D

      Jadinya yang dibahas mobil melulu, jalan-jalan melulu, giliran ditanya target, pada gerudukan donlennya hahaha.

      Saya dulu belajar sendiri kok ilmunya, saya baca semua buku panduannya, kebetulan saya daftar 2 kali di jaringan yang berbeda, jadi ilmunya lebih banyak dan lengkap :D

      Delete
  20. mbak makasih udah sharing, aku juga baru berapa hari yang lalu di prospek temen aku sendiri karna bisnis ini, aku awalnya tertarik, tp pas aku tanya prosedur dllnya ga dikasih tau kl belom join, aku udh mulai ragu, cm ternyata kl udh mlm gitu gila juga ya... temen aku ini juga demi kepentingan bisnisnya ga sama sekali mikirin dan langsung daftarin aja aku jd member biar aku ga mundur, dan setelah tau prosedurnya seberat itu aku lebih mending mundur, tp temen aku ttp maksain aku, aku jd kesel bgt sm dia haha kn org jg punya hak buat nentuin, dlu padahal deket banget, cm kl dijadiin victim gini aku udah ga mau lagi deket sama dia, aku sih ga naro doa yg ga baik ke dia, cm biarin dia nikmatin aja bisnis jadi mlm gini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. So sorry mendengar itu.
      MLM khususnya Oriflame, memang targetnya lumayan gila sih :)
      Dan yang bikin lebih gila, karena targetnya perbulan, setelah bulan berakhir, reset lagi kembali nol.
      Jadi kalau ada yang paham angkanya, mungkin lebih punya gambaran bagaimana kerjaannya :)

      Karena target itulah, ditambah genjotan dari upline, bikin pebisnisnya jadi kayak kesetanan rebutan cari donlen.

      Tapi jangan khawatir, kalau nggak salah sekarang oriflame lebih ketat deh.
      Kalau ada member yang daftar terus nggak belanja 3 bulan atau 6 bulan ya, secara otomatis membernya akan mati.

      Jadi, kalau nggak sreg, diam aja nggak usah dipake belanja, nunggu beberapa bulan, nomernya mati sendiri kok :)

      Delete
  21. Makasih kak atas sharing"nya,btw aku juga ditawarin jadi member Oriflame,tapi pas liat jadiny seribet ini aku jadi Mikir 2 kali��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, sebenarnya kalau cuman daftar jadi member nggak masalah, cuman ya kadang semacam dipaksa belanja melulu, khususnya pas di awal-awal.
      Memang kudu dijelasin sejak awal, kalau mau daftar buat member aja, dan mau belanja tanpa paksaan :)

      Delete
  22. Dear kak, terimakasih sharingnya yah..
    saya mampir blog kaka krena penasaran, soalnya bberapa tmen saya join oriflm ini, dn skarang storynya penuh dgn hal2 brbau oriflm,
    dan smpai pada titik sya diprospek..🤣
    padahal zman kuliah saya udah 2/3 kali join dgn upline/jringan yg brbeda, dn biasanya mentok di WP3 aja, simple, krena sya sring ngasi gift skincare ke mama saya, dn sya sndiri pake..
    dn ketika ngejualin ke org lain, saya diskon hrganya, jdi ga full hrga katalog.. 🤣
    dn saya sudah taw mmg cara mainnya,
    kudu gerakin downline jika mau naik level, smentara jika org2 di skitar saya smua member, siapa yg jdi konsumennya 😆 dan lagi produk2 orflm ini kn size nya gedhe2 yah, ga hbis dlam 2/3 bulan pmakaian, jdi kmungkinan org re'order bkal lbi pnjg wktunya..
    dan 1 lagi, gempuran produk skincare lokal maupun korea/western dgn kualitas yg oke bkin sya jdi mkir berulang2 diajak join.. smentara sya biasanya suka sma parfume/toiletries nya aja..

    yg sya mau tanyakan, skarang emg level bawah juga udah ada salary yah kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, makasih ya udah mampir dan membaca tulisan saya :)

      Oh ya di bisnis Oriflame nggak ada salary sih, adanya bonus.
      Dan sejak level terbawah udah ada bonus, tapi masih puluhan ribu :)

      Delete
  23. coba bisnis smart in pays deh mba. gaada target. dan akumulasi tanpa batas waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, setahu saya kalau mau sukses ya kudu pakai target Mba, usaha dan bisnis apapun, even jadi blogger kayak saya :)

      Delete
  24. Unknown :
    Mbak, saya mau tanya nih.
    Saya pengen tanya di luar pembahasan mbak di atas tapi masih dlm ruang lingkup oriflame.
    Nah, saya akhir thn 2018 daftar jadi member oriflame tapi gk saya pakai sampai sekarang, maklumlah pikiran masih di ambang" ragu atau segala macam. Sekarang saya pengen daftar lagi jadi member. Apa masih bisa yh mbak. Krn ada yg blg daftar di oriflame cuma bisa sekali seumur hidup. Mohon pencerahannya mbak


    liaMonday, May 18, 2020
    member oriflame yg dulu ga hangus. jd lgsung kontak aja upline anda dulu, anda mendaftarkan diri dahulu dimana ?

    Answer :

    Sudah mati itu Mba nomernya, aturan baru daftar Oriflame, kalau nggak dipakai selama 3 bulan atau 6 bulan ya, langsung terminated, kudu daftar lagi :)

    ReplyDelete
  25. Tulisannya bermanfaat sekali buat saya, saya baru bergabung dgn oriflame dan saya sadar bisnis apapun itu tdk ada yg santai2 atau gk pake modal sama sekali.
    Minimal hrs berkorban waktu atau tenaga. Baca tulisan ini saya jd makin semangat utk menjalankan bisnis oriflame saya. Ijin share ya mbak

    ReplyDelete
  26. UnknownMonday, June 15, 2020
    Ak br daftar aja tra ngerasa kok ini lbh ngeri ya drpd kerja.. Webminar trs smp anakku ga kepegang. Akhirnya ga lanjutin

    Reply : Semangat :)

    ReplyDelete
  27. Hallo mba Rey.. Setelah 3 kali ada yg DM di Instagram aku ngajakin vuat join oriflame, akhirnya aku mutusin buat cari keywoard yg kamu bilang akan berujung ke sini ��
    Sekali dua kali aku diemin aja DM nya, kali ketiga ini dengan orang yg berbeda, akhirnya aku cari tau soal Oriflame ini.
    Dan setelah aku baca blog kamu, kayanya emang bukan passion aku di MLM ini. Sebelum Oriflame dulu mamaku ikutan CN* kalo kamu tau ��
    Sering banget dateng bapak2 ibu2 ke rumah kami dulu buat meeting gitu dan banyak produk CN* itu dari kopi, sabun, dll yang TERNYATA aku tau itu mamaku beli sendiri produknya buat targetnya.
    Tapi karna mama aku bukan di ranah yanh "cukup modal" untuk menomboki dulu demi target, akhirnya mamaku berhenti. Oh iya, alasan lainnya yaitu aku dan adik2ku komplain karna waktu mama di rumah sudah tidak banyak lagi buat kami. Lumayan bersyukur sih setelah mama keluar, jadi bisa full lagi dapet perhatian dan kasih sayang mama ��

    Ternyata jaman makin ke sini, bisnis ini masih ada ya dengan brand yang berbeda tp dengan cara yg sama yaitu menjual produk.

    Aku tadinya pengen mulai kulik lebih dalam, tapi kayanya emang butuh ekstra waktu dan tenaga yah untuk mengikuti bisnis ini.
    Dan aku memutuskan untuk tetap memilih kerja kantoran, punya gaji tetap yang ga perlu kejar target tiap bulan. Hihihi

    Terima kasih pencerahannya mba Rey.
    Semangat untuk teman2 Oriflamers ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah membaca artikel ini :)

      Iya betul, saya juga kenal CNI dari tante saya, dulu dia ikutan juga dan rumahnya penuh dengan produk CNI tersebut.

      Meski jujur saya suka sih produknya, beberapa orang bahkan masih mencari produknya, meski males jalanin bisnisnya :)

      Bisnis MLM itu menurut saya jauh lebih berat dari bisnis lainnya, karena kerjanya team dari kalangan berbeda :)

      Delete
  28. Saya juga member oriflame. Level manager 18%.tp skrg lg off.. Memang benar ya kak, apapun bisnisnya harus pake MODAL, kerja keras dan pengorbanan. Satu hal yg paling harus disiapkan, mental kalo dicuekin downline, mental buat ngajarin downline yg kadang lemot banget, soalnya belajar lewat online gak semua orang paham. Kalo kita jualan atau bisnis lain kan gak perlu ngajarin2 orang.. Tapi saya tetap salut saya leader yg udah sukses, karena memang gak mudah, apalagi leader yg berattitude baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salut #sama leader yg udah sukses

      Delete
    2. Hehehe betul banget.
      Boong banget tuh yang bilang nggak pakai modal.
      Kalau saya dulu pas dicuekin downline saya mikirnya, ya memang itulah tantangannya :)

      Delete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Trimksh mba audh menulis inj slama saya aktif d oriflame saya gk bsa menjadikan apa yg saya rasa dlm kata2 jadi saya hanya trus mencri alsan untuk berhatan d oriflame tpi ternyata ini menyadarkan apa yg lebh menjadi kebutuhan saya dan kaluaega

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semangat selalu ya, rezeki Allah itu luas, ada di mana-mana :)

      Delete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  36. Aku daftar baru bulan juni ini,, sebelumnya saya sudah berada dilingkungan para pembisnis dengan berbagai macam bisnis yg dijalankan.. saya juga belajar dari mereka gimana menjadi pengusahaa,, meskipun cuma menjadi reseller.. sebelum jualan kita harus tau target sasaran penjualan biar tau arah pasarnya dan nggk bingung lagi mau jual kemana.. saya gabung ke oriflame karena calon kakak ipar saya,, saya orangnya nggk enakkan.. awalnya saya tidak tau sama sekali dengan sistem oriflame hanya tau produk oriflame.. setelah saya amati dan diberi penjelasan, saya menjadi bimbang dan mengarah untuk tidak ingin bergabung karena tidak sesuai dengan prinsip saya.. apalagi lebih bagus katanya menarik anggota lagi agar cepat cair,, semakin bingung ingin menawarkan dimana walaupun saya punya banyak kenalan..

    Jujur saya malu menawarkan ke temen2 karena mlmnya dan saya takut jika saya tak mencapai target sehingga menggunakan uang pribadi,,lebih baik saya menjadi reseller jualan lainnya biasa aja walaupun ada target tapi tidak terbebani didalam otak dan pikiran saya, ini saya sudah 2 minggu kepikiran dan bikin saya nggk nyaman..paling utama ya karena cara bisnisnya tidak sesuai dengan diri saya.

    Apalagi saya hanya mahasiswa,,dan juga saya belum begitu butuh produknya dan saya nggk mau uang saya terpakai hanya untuk menutupinya walaupun saya punya modal..

    Kebetulan modal tersebut sudah saya rencanakan untuk berbisnis lainnya yang sesuai kata hati saya agar bisa menjalankan bisnis dengan nyaman dan menyenangkan sesuai yang saya inginkan..

    Saya suka jualan tanpa harus dipaksa paksa harus ini harus itu,, walaupun keuntungan sedikit asal tidak diterbebani dan menjalankan bisnis dengan cara kita sendiri akan lebih enjoy..

    Tapii saya bingung cara keluar dari anggota ini,, sumpah nggk enak banget ngomong sama calon ipar saya itu ������ apalagi dia juga baru bergabung semakin nggk enakan ����

    Maaf kalo membuat tersinggung kalian,,tapi ini yang saya rasakan 2 minggu dan bikin nggk nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya jujur aja sih, soalnya juga percuma kan daripada kesal sendiri.
      Memang nggak enaknya, yang jadi tantangan banget adalah, perintah-perintah upline yang mendesak kudu bisa jualan atau tupo setiap bulan, bahkan kadang demi menuhin poin, udah tupo, masih diminta tambah lagi penjualannya :D

      Delete
  37. Makasih banget tulisannya mbk :) Saya dulu sempet jadi member oriflame, awalnya ya karena diajakin temen saya ,dia udh sukses kebetulan waktu itu, dan saya tergiur dengan gaji yg berjuta juta, Tapi waktu itu saya blm paham sepenuhnya tentang bisnis ini, yg dia jelasin diawal cuma nanti dapet keuntungan jualan dan dapet gaji juga.. jadi saya minat banget, Tapii ternyata pas udah berjalan saya kaget kok ditekan kaya gini, kalo ga ikut komen di grup aja langsung di sindir di grup itu juga bahkan di schreenshoot nama" siapa aja yg kuma read tapi ga ikut bales chat di grup, sampe segitunya, dan gila banget sih, mungkin kalo cuma di target jualan aku masih sanggup, Cuma aku gak kuat sama sindiran"nya dan tekanan"nya, apalagi pas pamer bonus dan sebagainya kita harus ikut"an muji upline itu, ya sebenernya bisa jadi bahan bakar semangat kita juga sih, tapi kaya kita di situ harus jadi orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, itu deh, seharusnya tulisan saya dan banyak komen di sini bisa dijadikan pelajaran buat para leader Oriflame sih ya, minimal mereka kudu bikin grup berjenjang, jangan orang baru masuk udah ditekan, yang ada pada kabur deh :D

      Delete
  38. Edit :
    Makasih banget tulisannya mbk :) Saya dulu sempet jadi member oriflame, awalnya ya karena diajakin temen saya ,dia udh sukses kebetulan waktu itu, dan saya tergiur dengan gaji yg berjuta juta, Tapi waktu itu saya blm paham sepenuhnya tentang bisnis ini, yg dia jelasin diawal cuma nanti dapet keuntungan jualan dan dapet gaji juga.. jadi saya minat banget, Tapii ternyata pas udah berjalan saya kaget kok ditekan kaya gini, kalo ga ikut komen di grup aja langsung di sindir di grup itu juga bahkan di schreenshoot nama" siapa aja yg kuma read tapi ga ikut bales chat di grup, sampe segitunya, dan gila banget sih, mungkin kalo cuma di target jualan aku masih sanggup, Cuma aku gak kuat sama sindiran"nya dan tekanan"nya, apalagi pas pamer bonus dan sebagainya kita harus ikut"an muji upline itu, ya sebenernya bisa jadi bahan bakar semangat kita juga sih, tapi kaya kita di situ harus jadi orang lain.. dan saya merasa itu ngga sesuai sama diri saya,penuh tekanan, di sindir".. jadi saya memutuskan untuk berhenti, dan sekarang saya usaha kecil"an meskipun gak seberapa dan gk sebesar oriflame tentunya yg banyak tekanan dan pengorbanan juga, karena saya emang suka bisnis tapi yg saya jalankan sendiri bukan karena tekanan dari sana sini harus ini itu harus di sindir" upline.. oriflame emang bagus kok kalo beneran di seriusin, tapi cuma gak sesuai aja sama diri saya hehe.. Akhir" ini saya sempet kepikiran juga mau join oriflame lagi tapi setelah saya baca ini dan saya pertimbangkan lagi saya takut nanti gak sanggup kaya kemaren lagi, dimanapun dan apapun usaha kita semoga rejeki kita semua dilancarkan , sehat" juga buat mbk rey aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaattt..

      Bener banget Mba, buat saya juga sistem bisnis Oriflame itu nggak nyaman dan nggak saya banget.
      Tapi kalau ilmu bisnisnya bagus banget sih ya.

      Masih banyak kok bisnis lainnya yang bisa dijalankan, yang pasti bisa lebih kita sukai, jadi kita lebih nyaman jalaninnya dan perjuanginnya :)

      Delete
  39. (UnknownSaturday, July 04, 2020)

    Jadi sbenernya bisnis orifalame itu nyantai ga sih mba? Soalnya tmn ada yg ikutan, trs srg bilang bisnis oriflame itu cocok bgt buat ibu rumah tangga yg punya anak karena kerjanya santai bisa sambil ngasuh anak.

    Reply : jawabannya ada di tulisan saya tersebut :)

    ReplyDelete
  40. thank you mba buat tulisannya. saya jadi dapat pencerahan supaya ga sembarangan ikutan member. sepertinya mental saya belum kuat buat jadi member oriflame.

    ReplyDelete
  41. Mau ikut join oriflame, ,mau buat naik darah upline aja haha

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)

Assalamu'alaikum :)

Selamat datang di blog personal Reyne Raea