Monday, August 13, 2018

Istri Berbisnis Oriflame, Keluarga Bahagia Atau Terabaikan?

sumber : pixabay

Assalamu'alaikum :)

Postingan kali ini,  saya tulis karena terinspirasi dari komen dua seorang di postingan saya tentang bisnis Oriflame.
 Baca : Terungkap! Orang Awam Wajib Tahu! Ternyata Ini 11 Kekurangan ORIFLAME di Banding Bisnis Networking Lainnya


Curhatan di kolom komen tulisan saya



Benarkah keadaannya seperti itu?
Jawabannya, bisa iya, bisa enggak!

Berdasarkan pengalaman saya, memang iya.. 
Sumber dari sini
Seseorang yang memutuskan ingin sukses di bisnis Oriflame, yang mana JIKA patokan kesuksesan itu seperti upline-upline nya yang bonusnya di atas puluhan bahkan ratusan juta per bulan, pamer beli ini itu katanya gak perlu mikirin pricetag, jalan-jalan keluar negeri dan sebagainya.
Maka hal pertama yang harus dikorbankan adalah KELUARGA.

Jadi, jangan terpesona dengan ucapan orang, bunda bekerja di rumah, kerja sambil momong anak.
Yang ada anaknya kesal ditinggal pegang HP mulu ama ibunya, plus suami juga ikutan kesal.

Karena patokan kesuksesan adalah ingin menjadi KAYA seperti 'yang terlihat' dari uplinenya, jadinya semua kata upline diikuti.
Bukaaannn... bukan maksud saya kata upline itu buruk, upline memang kadang seperti ibu, gak mungkin mencelakai anaknya.
Tapiiii... sama seperti yang biasa ibu lakukan, hal yang terbaik bagi ibu kadang bukanlah yang terbaik bagi diri kita.

I mean, keadaan upline tidak melulu sama dengan keadaan kita.
Bisa jadi si upline menyemangati kalau bisnis itu waktunya disediakan, anak dan suami diberi pengertian bahwa apa yang kita lakukan ini untuk mereka juga.
Namun, yang lupa diingat oleh upline, anak dan suami kita gak melulu sama dengan anak dan suami mereka.

Bisa jadi si upline mudah meyakinkan suami, karena emang suaminya sejak dulu orangnya mudah diajak diskusi, nah kalau yang suaminya punya pemahaman bahwa istri itu tugasnya urus anak dan rumah, masalah uang itu tugas suami, nah itu yang juga luput dari pengertian upline.

Sumber : pinterest
Saat itu terjadi, tinggallah kita yang bingung, mau nurut upline? atau nurut suami?
Padahal, seharusnya upline dan suami itu didamaikan, agar keduanya bisa berjalan selaras. 

Namun, berdasarkan pengalaman saya, bisa juga enggak..
Jika, seseorang memutuskan sukses di bisnis Oriflame, yang mana patokan kesuksesannya adalah untuk keluarga, maka saya rasa masalah seperti yang dikeluhkan kedua orang di atas gak akan terjadi.
Jika patokan sukses demi keluarga, pastinya membuat sesorang pebisnis Oriflame, yang mana biasanya adalah seorang istri, akan mengedepankan keluarga di atas kepentingan bisnis.
Sumber dari sini

Meskipun itu SANGAT SULIT.

Mengapa?
Karena bisnis Oriflame itu bisnis jaringan, bisnis team, yang mana, kita menjadi anggota team dari upline dan juga mempunyai team tersendiri.
Dan semua team tersebut berasal dari beragam latar belakang, ada ibu rumah tangga, ibu bekerja, thats way agak sulit mengatur waktu bekerja karena tugas kita sebagai upline sekaligus leader adalah membina atau mengajari para leader yang ada di team kita, yang mana para leader tersebut bisa jadi berasal dari berbagai latar belakang kesehariannya.

Misal, saya ibu rumah tangga, punya 3 orang leader di team saya, 1 IRT tulen punya anak satu, 1 IRT punya anak 3, 1 working mom.
Yang punya anak 1 mungkin waktunya lebih lapang, ketimbang yang punya anak 3, terutama jika gak punya ART. Jadi mungkin kami bisa sedikit menyamakan waktu untuk ngobrol atau komunikasi tentang bisnis kami, nah yang IRT punya anak 3 masih kecil-kecil tanpa ART pastinya lebih sedikit lagi waktu fokus yang bisa dia sediakan.
Belum lagi untuk leader yang ibu bekerja, biasanya mereka punya waktu di pukul 12 siang (waktu istrahat) atau sore menjelang pulang dan malam.

Nah, bayangkan, jika untuk komunikasi dengan leader 1 saya harus menyediakan waktu di pagi hari, leader 2 di siang hari, keader 3 di malam hari.
Terus waktu buat keluarga kapan?.

Belum lagi waktu untuk belajar, ikut seminar online, merekrut, mengajari downline yang baru direkrut.
Atuh maaahhh, pertama kali saya ikutan bisnis Oriflame, saya bisa mencapai level manajer dalam 2,5 bulan.
Tapiiiiiii.... saya tidur pukul 3 pagi setiap hari, kakak Darrell gak keurus, apalagi suami, bahkan setiap hari suami harus telat gegara harus nganterin si kakak sekolah karena emaknya gak kuat bangun gegara ngantuk dan sakit kepala hahaha.

Beruntungnya, saya punya suami yang sabar, selalu mendukung saya, karena dia tau saya gak mungkin bodoh melakukan hal yang sia-sia.
Dan memang benar, setelah akhirnya saya tepar, saya akhirnya sadar kalau jalan yang saya lakukan itu salah.
Mengejar impian memang benar, tapi setelah menikah dan punya anak, bakalan beda banget jalannya dengan saat kita masih single.

Solusinya ada 3 cara :

1. Komunikasikan dengan suami.

Berkomitmen tinggi terhadap pilihan mau mendalami bisnis Oriflame hingga sukses, lalu pakai modal uang dengan cara HIRE ART atau asisten rumah tangga!
Saya rasa, gak ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk bisa sukses di bisnis MLM yang dikerjakan dari rumah sebagai working home mom selain melibatkan orang lain untuk membantu kita.
Dengan adanya ART, kita bisa bebas dari kerjaan rumah yang seabrek itu, jadi waktunya bisa dipakai untuk mengerjakan bisnis lebih intens.

2. Disiplin mengatur waktu.

Meskipun sudah meng hire ART, semuanya gak bakal berjalan lancar kalau kita gak pandai mengatur waktu dan komit penuh akan pilihan kita.
Disiplin saja mengikuti semua jadwal yang sudah kita tulis sendiri, tapi akhirnya gak komit, bakalan runyam juga.
Alhasil waktu online bisa tergoda dengan malah stalking TL IG misalnya, stalking berita gosip atau juga bisa stalking TL FB pebisnis Oriflame lain yang sudah sukses, meskipun sebenarnya kita juga perlu melakukan itu agar semangat kita terjaga, namun kalau keblabasan, yang ada kita gak bakalan kerja, cuman berangan-angan mulu hahaha.

3. Tegas kepada rekan bisnis baik downline maupun upline.

Meskipun sudah didiskusikan dengan suami, sudah hire ART, sudah komit terhadap pilihan berbisnis, tapi kalau gak tegas pada rekan bisnis, dijamin kelimpungan sendiri juga.

Tegas yang saya maksudkan ini adalah, tegas mengatur jadwal sendiri dan memberitahukan kepada rekan bisnis bahwa kita punya jam kerja tersendiri yang sudah kita jadwalkan, jadi sebisanya mereka yang menyesuaikan.

Waktu adalah kunci kelanggengan dan keberkahan karena ridho suami bagi kita.

Saya rasa, kitapun jika berada di posisi suami, yang mana suami bekerja keras membanting tulang demi kemewahan hidup kita, tapi suami gak ada waktu buat kita, apa kita sebagai istri akan rela terus menerus?

Kembali ke pertanyaan dari judul di atas, istri berbisnis Oriflame, apakah membuat keluarga bahagia atau malah terlantar karena terabaikan??

Jawabannya adalah, kembali ke pilihan sang istri.
Tujuan berbisnis itu apa?
Demi keluarga atau demi sekadar dilihat orang?

Kalau demi keluarga, kembalikan lagi ke diri sendiri, kalau suami sibuk kerja dan mendapatkan hasil uang banyak, tapi kita kesepian karena suami sibuk mulu, apa kita rela?

Untuk orang yang komen di atas, semoga jika dia benar-benar seorang lelaki berantem dengan istrinya gegara bisnis Oriflame.
Coba deh istrinya diajak ngomong perlahan, beritahu dengan lembut, insha Allah wanita bakal tersentuh kok.
Karena saya juga sangat yakin, sekeras apapun usaha sang istri, jika suami gak ridho, percaya deh gak bakal berhasil.
Lalu apa yang diperjuangkan? keluarga berantakan, anak jadi korban?

Namun jika yang komen adalah seorang wanita, memakai kata hati suaminya untuk curhat hehehe.
Pesan saya, coba deh komunikasikan dengan baik ke suami.
Komit untuk berbisnis dengan seimbang, jangan berat ke bisnis hanya karena takut ditinggal upline atau downline?
Baca : Tips Meminta Restu Suami Untuk Berbisnis Oriflame #AlaRey
Pan mending ditinggal mereka, nanti bakal ada gantinya, ketimbang ditinggal suami dan anak hahaha.

Intinya, saat kita berbisnis dan berjalan tidak sesuai harapan, sesungguhnya bukan bisnisnya yang salah, bukan pula orang lain baik itu rekan bisnis dalam hal ini upline dan downline.
Bukan pula suami yang gak pengertian.

Lalu salah siapa?
Tuh orangnya ada di kaca. liatlah sendiri di kaca!
Yup, diri kita sendiri hehehe.

Jadi, bijaklah dalam memilih perjalanan hidup, terlebih jika kita sudah berstatus istri dan ibu :)

Semoga manfaat

TPJ AV - 13 Agustus 2018

Love

REYNE RAEA

4 comments:

  1. Uwaaa, hebat ya mbak rey. Aku sepertinya bukan tipe kayak sampeyan ini je, pekerja keras dan pantang mundur bangets.

    Aslinya enggak cuma oriflame, hampir semua pekerjaan seperti ini kok. Tapi kembali lagi, fitrahnya kita perempuan ya kerjaan enggak bakal abis-abis.

    Cemumuudd

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak :)

      Iya sih, bukan cuman Oriflame sih, semua pasti mengalami tantangan kayak gini, cuman emang yang ini saya tulis buat si bapak-bapak yang ngeluh tersebut hehehe :)

      Delete
  2. Sedih amat kalo rumah tangga buyar krn salah satu ga bisa membagi waktunya :(. Suami ku kdg juga ingetin aku, jgn pulang terlalu malam dr kantor, krn kasian anak2. Tapi untungnyaaaa, kita kerja di perusahaan yg sama. Dia tau seperti apa load kerjaanku, makanya dia bisa maafin dan maklum kalo sesekali aku terpaksa pulang larut. Siapa juga yg mau lama2 di kantor. Kalo bisa pulang cepetpun, aku bakal pulang lbh cepet :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mba, padahal kerja keras buat keluarga, tapi kalau keluarganya buyar, trus buat siapa lagi ya?

      Yang penting selalu ada komunikasi dengan suami mba :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...