Naksir Adiknya, Malah Berjodoh Dengan Kakaknya


Naksir adiknya eh malah berjodoh dengan kakaknya, ada yang pernah mengalami?
Saya pernah dong.

Ada yang bilang, hal yang terjadi pada orang tua, besar kemungkinan bakal terulang di anaknya.
Misal, orang tua menikah beda agama, biasanya ada satu orang anaknya yang bakal berhadapan dengan masalah tersebut bahkan ikutan hal yang sama.

Meskipun tidak bisa disimpulkan bahwa hal tersebut bakal terjadi ke semua orang, tapi terjadi juga pada beberapa orang.
Salah satunya adalah kisah orang tua saya sendiri yang terjadi pada anaknya.

Alkisah, menurut cerita tante-tante dan bibi-bibi saya, dulunya bapak saya sebenarnya naksir pada kakak mama.
Sayangnya, si tante (kakaknya mama) sama sekali gak suka sama bapak saya yang meskipun ganteng (jiah) tapi masuk golongan anak muda yang bandel.
 Baca : Kisah Awal Terlahirnya Seorang Reyne Raea (judulnya penuh dengan narsisisme, lol)
Karenanya, setiap kali bapak main ke kos tante, si tante malah kabur, dan karena di kos tersebut ada mama saya yang gak tega melihat si pemuda ganteng tersebut selalu dicuekin oleh kakaknya.
Akhirnya mama lah yang sering menemani jika si pemuda berkunjung.

Dan, seperti kata pepatah, "cinta hadir karena terbiasa", seperti itulah kisah cinta mama dan bapak saya bermula.

Dan siapa sangka?
Belasan tahun berlalu, mama dan bapak akhirnya dikaruniai 2 anak gadis yang cantik-cantik *uhuk.
Si anak pertama, tumbuh jadi gadis yang cantik, berkulit putih bersih, berhidung mancung, ditaksir beberapa lelaki ganteng.

Sedang si anak kedua, tumbuh jadi gadis yang sedikit pendiam, minder, berkulit sedikit gelap, berhidung seperti tomat (kata kakaknya), dengan tubuh yang kata temen-temannya 'kutilangdarat' hahaha.

Dengan keadaan tersebut, sudah dipastikan sang kakak dengan mudah bisa mendapatkan pacar, sedangkan si adik harus tumbuh remaja dengan rasa minder, tak ada lelaki yang mau meliriknya.
Sedih ya.

Sampai akhirnya, si adik lulus STM.
Dia lulus lebih dulu dari kakaknya, meski saat sekolah mereka masuk secara bersamaan dikarenakan usianya hanya terpaut setahun.

Kakaknya lulus setahun kemudian, karena saat naik kelas 2 SMA, dia malah mengulang lagi di kelas 1 karena mendaftar masuk di sekolah perawat kesehatan.

Setelah si adik lulus STM, bersama teman karibnya dia berangkat ke Kendari untuk mengikuti UMPTN di Unhalu.

Saat itulah dia bertemu dengan seorang lelaki cuek, saudara sepupu dari sahabat karibnya tersebut.
Dan siapa sangka? lelaki cuek tersebut akhirnya jatuh cinta padanya hingga level tergila-gila.

Okeh, sampai di sini harap siapkan tas kersek untuk berjaga-jaga biar terjaga mualnya, lol.

si lelaki tersebut benar-benar tergila-gila padanya, hingga di usia si wanita masih 17 tahun, si lelaki nekat hendak datang melamarnya, hahaha.

Sayangnya, si gadis menolak cintanya, selain takut oleh aturan bapaknya yang gak membolehkan anak-anaknya pacaran sebelum lulus sekolah dan bekerja.
Pun si gadis gak punya perasaan apapun terhadap si lelaki.

Waktu berlalu, si gadis akhirnya meninggalkan tempat orang tuanya, menuju Surabaya untuk kuliah.
Seketika si gadis lega, karena jarak memisahkan dia dengan lelaki nekat yang membuatnya gak nyaman itu.

Tapi, kelegaannya hanya bertahan beberapa hari.
Lalu, tiba-tiba telepon di rumah om nya, (tempat dia tinggal saat pertama kali datang ke Surabaya) berdering, entah dari mana si lelaki bisa menemukan nomor telepon tersebut.

Setelah beberapa lama menahan risih serta menolak menerima telepon yang amat mengganggu tersebut, akhirnya dia bisa bebas sepenuhnya dari si lelaki, setelah dia memilih tinggal di kos-kosan dan merahasiakan nomor teleponnya dari teman-temannya.

Waktu terus berlalu, si gadis malah sudah memiliki pacar dan melupakan si lelaki yang nekat tersebut.
Hingga akhirnya dia lulus kuliah dan terpaksa pulang ke tempat orang tuanya.

Ternyata, kepulangannya di tempat orang tuanya membuka lembaran lama bagi si lelaki nekat tersebut.
Entah dari mana awalnya, tiba-tiba si lelaki menemukan nomor kontaknya, dan mulai menerornya lagi seperti dulu.

Dari sahabat karibnya dulu (sepupu si lelaki tersebut), si gadis mengetahui bahwa si lelaki tersebut sedang berada di perbatasan negara.

4 Tahun sudah dia menjadi tentara dan mengabdi pada negara di wilayah perbatasan.
Si gadis begitu lega mengetahuinya, karena dengan itu dia gak perlu khawatir bertemu si lelaki tersebut.

---------------------------------------

Begitulah...

Kisah cinta yang tak pernah terbalas dari seorang lelaki yang akhirnya menjadi kakak Ipar si Rey, hahaha.

Loh, kok bisa?

Jadi...

Boleh dilanjutkan gak nih, kisah lama gaje ini? lanjutin aja kali yaaa :D

Jadi, setelah kepulangan saya selepas lulus kuliah ke Buton, si lelaki tersebut ternyata menemukan nomor kontak saya melalui sahabat karib saya.
Daaannn masa-masa teror pun terjadi (lagi).

Si lelaki tersebut setia banget nelponin saya di setiap mulai pukul 04.00 dini hari.
Karena mereka bertugas di perbatasan, yang mana dahulu belum ada sinyal.
Jadinya si lelaki tersebut hanya bisa menelpon ke nomor saya melalui telpon kantornya.
Dan dia rela menahan kantuk hanya demi menelpon saya di seeeetiap hari dia diperbolehkan menelpon.

Sumpah, risih dan terganggu banget.
Terlebih setiap kali mendengar dia yang selalu menyebut saya dengan panggilan 
"Halo cantik!"
Oh em ji..

Sungguh mual rasanya hahaha. Ternyata gombalan itu gak asyik juga hahaha.
Bahkan sang pacar (si suami sekarang) gak pernah manggil saya dengan ucapan itu.

Singkat cerita, karena kesal si lelaki tersebut selalu menelpon saya.
Maka tanpa sadar saya mengikuti kisah mama bapak saya dulu, saya memberikan telepon ke kakak agar menerima telpon dari si lelaki.

Sayangnya, dia gak mau ngobrol dengan kakak.
Dan memilih mematikan telpon, jika kakak yang nerima.

Dan beberapa lama kemudian saya kembali ke Surabaya, kembali dekat si pacar, dan entah karena patah hati (untuk kesekian kalinya). Si lelaki akhirnya berhenti menelpon saya.

Waktu terus berlalu.
Hingga suatu hari kemudian, kakak saya tiba-tiba menelpon.
"Rey, kamu kenal Madin?" tanyanya dengan penuh antusias.
"Hah? siapa tuh? gak kenal." jawab saya.
"Ah masa sih, nama aslinya Mustakim" katanya lagi.
Saya menajamkan ingatan, tapi tetap saja tidak merasa kenal nama tersebut.
"Gak kenal" jawab saya.
"Ah, kamu pura-pura gak ingat, orang fotonya ada di kardus barang-barangmu di rumah mama." kata kakak sambil menahan tawa.
"Fotonya? yang mana?" saya jadi makin penasaran.
"Itu, yang pakai baju tentara!" Katanya lagi.
"Oh yang itu, namanya Eka!" jawab saya.
"Eka? namanya Mustakim kok, biasa dipanggil Mading" kata kakak.
"Masa sih? dari dulu saya taunya namanya Eka!"
Begitulah, beberapa bulan sejak kakak menelepon tersebut, saya akhirnya mendengar kabar bahwa kakak akhirnya mau tunangan dengan lelaki tersebut.
Dan saya hanya bisa nyengir sambil menahan senyum.

Ya ampunnnn, apakah memang lelaki tersebut sudah ditakdirkan untuk selalu berada dalam lingkaran hidup saya (masuk ke dalam keluarga saya?)

Begitulah.
Ternyata, setelah kepulangan saya kembali di Surabaya, si lelaki tersebut pulang ke Buton, dan dia mencari saya ke tempat kakak saya.
Lalu bertemulah mereka.

Siapa sangka? ternyata mereka berjodoh.

Dunia ini memang aneh ya, kadang jodoh tak bisa ditebak datangnya dari mana.
Bisa jadi dia nyasar dulu ke teman, bisa jadi pula nyasar dulu (hatinya) ke saudara kandung kita.
Sebelum akhirnya menemukan jalan ke jodoh yang sebenarnya.

Begitulah..

Kisah orang tua kami terulang pada kami anaknya.
Hanya saja agak terbalik.
Kalau bapak naksir kakaknya, berjodoh dengan adiknya.
Sedang kami, si lelaki naksir adiknya, eh berjodoh dengan kakaknya.
sumber : pinterest

Siapa yang punya kisah yang sama?
Share di komen yuk :)

Semoga menghibur hati-hati yang sedang lelah mencari jodoh hehehehe.

Sidoarjo, 24 Agustus 2018

12 komentar :

  1. Aku pernah naksir temenku. Tapi malah kakaknya temenku yang perhatian sama aku dan temenku biasa aja sama aku. Jodoh tuh jalannya berliku-liku ya mbak.

    BalasHapus
  2. Kalau yang terjadi di saya, kebiasaan suami yang suka mengigau saat tidur turun ke anaknya punya kebiasaan sama wkwkwk
    Mbak Raea saya perhatikan tiap post nya punya tema-tema khusus ya, dari mulai #FridayRelationship, #KamisCantik, dan masih banyak lagi. Kalau saya justru bingung harus gimana ngejadwalnya karena ide-ide tulisan yang datang ga bisa bisa diprediksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaahhh, lucu juga kalau suka ngigau ya, kalau ada rahasia bisa cepat ketauan hahaha.

      Iya mba, saya coba bikin tema per hari, biar melatih patuh terhadap rule yang dibuat sendiri, hihihi
      Dan juga biar isi blog nya lebih rapi :)

      Hapus
  3. unik ya, hihi. Klo aku cewek sendiri jadi gk mungkin yg naksir aku naksir adik ato kakakku wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi bisa jadi, mbak nya naksir cowok, eh malah berjodoh ama saudaranya hahahaha

      Hapus
  4. Teman akrabku main ke rumah ortuku sama kakaknya. Aku sama temenku ini mau ngenalin si Mas ini ke teman cewek yang diem, ayu dan jones. Pergilah kami bertiga ke sana. Di sana aku ngoceh sana sini, si tuan rumah yang mau dideket deketin ke si Mas malah anteng...

    Eh, besoknya si Mas itu malah SMS dan telpon-telpon aku, nah lho..salah tujuan nih, di luar dugaan...
    Dan, singkat cerita dia jadi suamiku sekarang hahaha

    Enggak nyambung ceritanya sama punyamu, tapi enggak apa apa kan:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh cerita begini seriiingggg terjadi mbak, mak comblang yang ditaksir si comblangnya hahaha :D

      Hapus
  5. Aku Mbaak.. Awalnya, mau dikenalin sama adiknya. Gataunya mapah nikah sama kakanya. Kayaknya emang jodoh sama keluarga ini. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, tapi jadinya gak kikuk ya mba, niatnya ama adiknya malah jadi ama kakaknya :D

      Hapus
  6. Wah unik juga ya mba, bisa menurun dari kisah jodoh ayah dan ibu, haha... Memang takdirnya berjodoh dengan kakak ya. Moga langgeng2 semuanya ya :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)