Memakaikan Pakaian Lengkap Dan Tertutup Ke Anak, Yay or Nay?

membiasakan pakai pakaian lengkap ke anak

Sharing By Rey Membiasakan pakaian lengkap ke anak sepertinya masih awam banget buat kebanyakan orang.

Makanya saya sering banget mendapatkan ungkapan keheranan, seperti ini.



"Waahhhh, si dedek pakai katok (celana) rangkap-rangkap"
Demikian ujar si bidan, beberapa waktu lalu saat saya menyingkapkan celana si baby Adean agar bisa di vaksinasi dengan suntikan pada paha.


Sejenak saya tertegun.
Apanya yang aneh dan rangkap?
Orang si bayi cuman saya pakaikan celana dalam dan celana pendek di luar.

Ternyata, pas konfirm ke suami, menurut dia wajar si bidan terheran-heran, karena kebanyakan ibu-ibu gak pernah makein celana dalam ke bayinya.
Mereka hanya memakaikan popok lalu ditutup dengan celana luar yang biasanya celana pendek atau panjang.

Waooo...
Saya jadi tertegun lebih lama.

Jadi teringat, mengapa banyak banget teman-teman di medsos yang share foto anaknya cuman pakai baju dalam atau kutang dengan popok, gak peduli anaknya cewek atau cowok.
Mungkin dipikir karena masih bayi kali ya.

Ternyata hal tersebut sudah terjadi sejak bayi, makanya CD bayi gak laku ya di pasaran hahaha.

Saya sendiri, sejak punya anak pertama kali, alias si kakak Darrell, sejak bayi mungil atau tepatnya sejak tali pusarnya jatuh, saya sudah memakaikan CD meski dulu si kakak pakai popok kain.

Gak usah di tanya berapa banyak cucian kotor hasil ompolan si kakak, yang pasti double hahaha.
Tapi demi membiasakan anak pakai CD, gapapa deh 'menyiksa' diri emaknya sedikit.

Selama 3 bulanan pakai popok kain, meskipun kadang diselingi popok sekali pakai, akhirnya si kakak resmi menggunakan pospak atau popok sekali pakai selama 24 jam, sejak usianya 3 bulan karena kami harus balik ke rumah mertua karena saya harus kembali ngantor.

Dan jika kebanyakan ibu lainnya, hanya memakaikan pospak langsung pakai celana luar di bayinya, saya tetap makaikan CD.
Lucky me, mertua saya seorang ibu yang mengenal tabiat keras menantu gak sopannya ini, jadi gak berani protes, toh yang nyuci CDnya menantunya ini juga hahaha.

Bukan hanya kebiasaan yang terlihat aneh bagi orang lain yaitu memakaikan CD setelah pakai popok ke bayi, saya juga SAMA SEKALI TIDAK PERNAH membiarkan kakak Darrell berlama-lama hanya menggunakan popok dan baju dalam atau kutang, seperti kebanyakan bayi atau batita lainnya.

Sejak lahir, dia selalu berpakaian lengkap, bakai popok CD lalu celana luar, atasnya pakai baju dalam lalu baju luar.

Padahal dulu kami hanya menggunakan kipas angin karena belum punya AC. Alhamdulillah kakak Darrell gak rewel kegerahan, hanya saja waktu bayi usia 3 mingguan, kulitnya ruam entah alergi apa hahaha.

Karena kebiasaan tersebut, sampai sekarang usianya hampir 8 tahun, si kakak gak pernah sama sekali berlama-lama tampil cuman pakai kutang atau CD apalagi telanjang.

Dia selalu SEGERA memakai baju lengkap, sehabis mandi atau ganti baju.
Dan risih kalau hanya menggunakan baju dalam saja.

Dan mungkin karena kebiasaan sejak kecil, si kakak Darrell gak pernah merasa sangat kegerahan dan mampu bertahan pakai celana panjang serta baju lengan panjang even cuaca lagi hot-hot-nya.

Sampai-sampai emaknya kadang malu sendiri, karena emaknya saja pakai mini-mini, sedang anaknya laki malah pakaian sopan (okeh, bagian ini harap jangan dicontoh yaaa, lol).

Berbicara tentang baju mini, terus terang, penyebab utama saya malas keluar bercengkrama dengan tetangga adalah... I HATE PAKE BAJU TERTUTUP jika di rumah, ya ampuuuunnn panas boookkk.

Mengapa kakak Darrell mampu bertahan pakai baju panjang sedang emaknya enggak?
Jawabannya satu KARENA KEBIASAAN MASA KECIL.
Saya mah masa kecilnya pakaian gak jelas, kesehariannya pakai celana mini ama kaos mini.
Gak heran kalau sekarang saya gak kuat hawa gerah, bahkan saking gak kuatnya saya kulit saya alergi kalau kena keringat banyak, dan gatalnya minta ampun.

That's why saya jarang olahraga, menyiksa banget paha dan badan gatal kalau kena keringat *poor me hiks.

Kakak Darrell selalu bercelana panjang

Karena kebiasaan itulah saya bertekad untuk MEMBIASAKAN HAL BAIK kepada anak sejak dini, salah satunya dengan memakaikan pakaian lengkap, meskipun anak saya keduanya laki-laki, tapi beruntungnya di sekolah kakak yang memang berbasic Islam disarankan agar anak laki-lakipun dibiasakan memakai celana panjang dan baju yang sopan.

That's why, saya merasa gak ada yang aneh saat memakaikan pakaian lengkap ke si baby Adean, setiap harinya meski hanya di rumahpun dia tetap pakai celana dalam dan celana luar.
Kecuali dia pakai baju jumper yang memang bajunya langsung ada kancingnya di bagian bawah.

Saya justru heran liat bayi lainnya, yang bahkan bayinya cewek, dibiarin saja pakai popok dan baju kutang bermain sampai tidur, alasannya biar dia gak gerah.

Lebih parah lagi, oleh ibu atau ayahnya, di foto lalu di upload, kasian dong kalau anak tersebut besar dan liat foto nyaris telanjangnya terpampang di dunia maya.

Menurut saya, ada banyak nilai positif jika kita membiasakan anak berpakaian lengkap dan tertutup pada anak sejak bayi, yaitu :
  • Mendidik anak agar terbiasa berpakaian sopan dan tertutup sejak kecil, dan menjadi kebiasaan hingga dia dewasa nanti. Semua orang tua pastinya GAK SUKA kalau anaknya tampil buka-bukaan, bukan hanya anak cewek, anak cowokpun kalau suka makai celana pendek yang kependekan, atau kaos oblong bahkan telanjang dada, ihhhh... rasanya gak sopan kan ya?. Siapa sih yang nolak punya anak yang selalu tampil sopan dan rapi di segala situasi? Dan bagaimana cara kita berharap mereka tampil seperti itu kalau sejak kecil gak kita kenalin cara berpakaian yang sopan dan rapi? Terlebih zaman sekarang pengaruh mode sudah sangat aneh-aneh.
  • Mempermudah toilet training bagi balita. Ini sih sudah terbukti pada kakak Darrell, dia dulu lulus toilet training pada usia sekitar 20 atau 22 bulan ya? lupa hahaha. Salah satu hal yang bikin kakak Darrell cepat adaptasi toilet training adalah, karena dia sadar udah gak pakai popok, jadi biasanya setiap pakai celana kan ada 3 tahap, popok dulu, CD lalu celana luar, nah saat toilet training saya kasih sounding, bahwa popoknya udah gak perlu dipakai, jadi pipis pupnya di toilet, dan liat sendiri deh, sekarang cuman pakai 2 celana doang. Dan Alhamdulillah gak butuh waktu lama si kakak bisa lulus toilet training. Semoga si adik bayi juga bisa kayak gitu, aamiin.
  • Membiasakan anak bersahabat dengan gerah dan keringat. Yang namanya penyakit bukan bawaan lahir seperti alergi dan semacamnya, saya rasa bisa hilang dengan sendirinya, asaaalkan kita melawannya secara bertahap sejak dini. Seperti kakak Darrell yang dulunya alergi macam-macam, Alhamdulillah sejak usia 6 tahun dia jadi kebal dan gak gampang alergian lagi. Salah satu caranya yaitu melawannya secara bertahap. Kayak waktu bayi kulitnya mudah ruam karena alergi, Alhamdulillah sekarang mah pakai baju lengan panjang di cuaca gerah juga dia gak mengeluh kegerahan hahaha. Si adik bayi juga begitu banget, waktu berusia 3 hari kulit badannya ruam parah sejak kena keringat dan hawa gerah, Alhamdulillah saya terus pakaikan pakaian lengkap karena dia juga mudah masuk angin, dan sekarang si bayi akhirnya sudah bisa beradaptasi dengan gerah dan keringat meski kadang masih ruam sedikit saat keringatan banyak.
  • Mengajarkan anak tentang menutup aurat sejak dini. Bercermin pada saya yang suka pakai celana pendek dan kaos buntung di rumah, ogah pakai daster, semuanya karena kebiasaan masa kecil, untungnya setelah dewasa mau berjilbab, jadinya kebiasaan pakai baju sekseh gak sampai di luaran rumah hahaha. Meskipun anak saya laki-laki, saya ingin mereka tau pakaian yang sopan dan aurat yang gak boleh ditampakan, bahkan kakak Darrell sejak masuk SD sudah jarang mau memakai celana pendek even di rumah, alasannya ribet kalau mau sholat, harus pakai sarung dulu, enakan pakai celana panjang yang di atas mata kaki hehehe.

Meskipun demikian, sejujurnya ada pula kekurangannya, yaitu... keduanya jadi mudah masuk angin hahahaha...

Atuh mah, gegara gak pernah tampil dengan pakaian mini, alhasil sekali tampil mini agak lamaan dikit, langsung masuk angin, just like emaknya.

Saya mah meski alergi pakai baju panjang-panjang, tapi kalau keluar rumah gak pakai jaket, dijamin masuk angin dah :D

Jadi, meskipun si bidan terheran-heran melihat saya memakaikan CD pada bayi saya, justru saya lebih heran karena banyak orang tua yangmenginginkan anak jadi sholeh/a, tapi sejak bayi gak diajarin atau dibiasain melakukan kebiasaan orang sholeh/a, salah satunya menjaga aurat.

Bahkan lebih miris lagi, banyak yang nyinyir melihat orang yang memakaikan bayi perempuan dengan baju gamis dan tertutup, katanya apa gak gerah tuh?
Ya enggak laahhh...

Orang bayi malah butuh baju hangat karena terbiasa hangat dalam rahim ibunya.
Kalaupun si bayi bakal gerah, orang tuanya jauh lebih tau keadaan anaknya kok, dibanding kita yang cuman lihat aja.

Terlebih, masalah gerah itu hanya masalah kebiasaan kok, kalau sudah terbiasa gak jadi masalah, buktinya ya si kakak Darrell.

Kalau ditanya, memakaikan pakaian lengkap dan tertutup pada anak, apakah yay atau nay? jawaban saya tegas, absolutely YAY BANGET!

Justru saya kasian liat bayi atau balita yang cuman pakai kaos dalam atau kutang dan popok saja, lama-lama terbiasa sampai dewasa, dan meski masuk pesantren pun bisa-bisa tetap buka-bukaan dengan alasan gerah.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam mendidik anak-anak kita, membiasakan hal-hal baik agar terbiasa hingga dewasa dan tidak hanya fokus menilai anak orang, sedang anak kita sendiri ternyata masih butuh penilaian kita hahaha.

Ada yang juga sama 'aneh'nya kayak saya, memakaikan CD pada bayi meski pakai popok dan di rumah saja?
Share di komen yuk :)

Semoga manfaat.

Sidoarjo, 29 Agustus 2018

Reyne Raea

10 komentar :

  1. Kalau aku baru-baru ini aja sih makaikan cd ke anakku setelah makai popok. Tapi aku selalu berusaha makaikan celana panjang tiap dia keluar rumah. Jadi. Biar pakai baju terusan tetap ada celana panjangnyanya. Ini mau toilet training tapi akunya belum siap. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, kalau dibiasakan lama-lama jadi terbiasa pakai baju tertutup kok, bahkan bisa adaptasi dengan gerah :)

      Hapus
  2. Wah aku sih yay banget lah. Cuma gatau apa aku nanti bisa setelaten itu pakein celana rangkap 2 hehe. Yang pasti aku nay banget ngebiarin anakku sekalipun masih balita, keluar rumah pake celana dalam + kutangan doang! Pedofil di mana-mana lho ih serem :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener tuh mba, kasian aja gitu liat anak terpampang dengan popok dan kutangan doang, sedang pedofil mengintai selalu :(

      Hapus
  3. mbaaa sejujurnya aku dari kecil itu alergi panas dan alergi keringet sendiri. sampe gede pun masih begitu. pun kalo ngga alergi pasti rasanya sangat tidak nyaman. Hanya saja ibu cerita beliau gak pernah pakein aku pospak karena malah bikin gerah jadi mending pake CD. walhasil memang didikan toilet trainingnya sampe gede berhasil karena sampe usiaku seperempat abad, jadwalku ke toilet SANGAT teratur hehehe

    aku setuju memang dengan pakaikan anak dengan baju lengkap semenjak kecil dan jangan foto anak saat cuma pakai daleman. untuk dirumah seandainya memang gerah banget silahkan ortu kondisikan lah gimana supaya baby nyaman. yang tau memang hanya ortunya sendiri hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, saya juga alergi keringat, langsung gatal2, tapi juga alergi matahari, kalau kena sinar matahari langsung kulit ruam dan gatalnya minta ampun.
      Makanya mesti gak kuat gerah, tetep pakai tertutup kalau keluar hahaha

      Hapus
  4. uwalahh iya bner juga sih mbak.. suamiku dari kecil bajunya ketutup terus sering pake jaket, jadi kalo hawa panas pun dia biasa.. tapi ga bisa kena hawa dingin.. berlawanan sama anaknya.. yang gampang keringet buntet kalo pake baju tebel

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. kalau dibiasakan lama-lama jadi beradaptasi ama keringat kok, dulu malah anak sulung saya tuh para banget alergi campur keringat buntet gitu, tapi Alhamdulillah sekarang udah gak lagi :D

      Hapus
  5. Duh, baca ini jadi keinget sama emak saya. Emak yang selalu mengingatkan saya untuk berpakaian sopan dan menutup aurat.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)