Monday, August 27, 2018

Rahasia Yang Jarang Terungkap Dari Kerugian Bisnis Oriflame

kerugian bisnis oriflame

Sharing By Rey  - Kerugian berbisnis Oriflame ? hmmm... ada juga sih.

Yeah, ketemu lagi di 'Monday Business' ala Rey.
Bagi yang baru berkunjung ke blog saya, sebagai info, setiap harinya ada tema berbeda yang saya bahas di sini, dan salah satunya di hari Senin dengan Tema Bisnis atau Usaha.

Disclaimer : tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, tanpa bermaksud menjelekan pihak lain, mohon maaf jika ada pihak yang tersinggung, mohon di baca dengan seksama agar tidak sakit hati :)
 
Semua tulisan di sini, insha Allah 90% merupakan pengalaman pribadi saya, jadi hal yang bakal saya bahas pastinya hal yang sudah pernah saya jalani, bukan hanya teori semata, atau katanya ini dan katanya itu.

Untuk itu, kali ini saya bakal membahas salah satu topik yang sebenarnya rada sensitif, tapi demi motto saya di blog ini, bahwa sharing is caring, jadi nggak masalah kali ya, asal ditulis dengan sopan berdasarkan pengalaman sendiri.

Oh ya, buat yang baru kenal saya, mungkin belum tahu, saya adalah pebisnis Oriflame, mulai menjalankan Oriflame saat tahun 2014.
Namun, setahun kemudian, saya memutuskan berhenti dari bisnis tersebut karena sesuatu hal dan akhirnya saya balik bekerja kantoran.

Ternyata, nasib saya dalam dunia perkantoran tidaklah mulus, hanya setahun bekerja kantoran, saya akhirnya resign (lagi) karena anak yang sering sakit-sakitan dan galau maksimal ninggalinnya.

Karena itulah saya memutuskan untuk kembali menekuni bisnis Oriflame dari jaringan yang berbeda dari sebelumnya.

Qadarullah, baru saja sampai tahap manager, saya Alhamdulillah diberi kepercayaan hamil lagi, dan karena keadaan tidak memungkinkan, saya akhirnya break sebentar, dengan keadaan (yang mana nggak boleh ada excuse dalam dunia bisnis) waktu tidak memungkinkan.

Meskipun demikian, waktu yang sekitar 2 tahun dalam berbisnis Oriflame, saya jalankan dengan sepenuh hati dan seserius mungkin, hingga ilmu-ilmu yang saya dapatkan Alhamdulillah juga sudah sangat banyak.

That's why saya bisa menyesuaikan dengan cepat, saat memutuskan menekuni blogger di tahun 2018 ini. Penyebabnya ya karena ilmu dari bisnis Oriflame saya terapkan di blogger ini.

Oke sekian pembukanya, mari kita masuk dalam pembahasan yang sensitif ini.


Mengapa membahas kekurangan bisnis Oriflame itu jadi sensitif?


Tidak lain dan tidak bukan karena memang dalam sebuah bisnis, apapun itu (terlebih bisnis jaringan atau MLM) membahas kekurangan itu sama saja mengemukakan excuse atau alasan, dan alasan hukumnya haram dalam dunia bisnis!, yup... sekeras itu kalau kita beneran mau sukses.

Tapi..
Menurut saya, nggak ada salahnya berbagi pengalaman saya sendiri, karena saya yakin banyak orang yang masih mikir panjang jika diajak berbisnis Oriflame, salah satunya ya karena banyaknya bisik-bisik yang mengatakan bisnis Oriflame itu nggak baik, buruk, merugikan. 
Namun jarang sekali ada yang berani menuliskannya, takut diserbu Oriflamers hahaha.

Kok kamu berani bahas, Rey?

Karena insha Allah saya bakal menuliskannya sesopan mungkin berdasarkan pengalaman sendiri tanpa merugikan nama baik orang lain atau pihak lain.


Seperti Apa sih Bisnis Oriflame Itu?


Sebelumnya, mungkin ada banyak orang yang belum tahu tentang bisnis Oriflame, mungkin ada satu dua orang teman dalam dunia maya menawarkan ikutan bisnisnya, tapi takut penipuan.

Jadi, Oriflame adalah sebuah perusahaan dari Swedia yang menjual produk kecantikan, baik kosmetika, perawatan tubuh, parfum dan sebagainya.

Dalam menjual produknya, Oriflame tidak membuka toko atau agen seperti perusahaan sejenis lainnya, namun lebih menyerahkan pada personal atau orang umum, dengan sistem direct selling atau penjualan langsung dan juga dalam sistem jaringan atau MLM (Multi Level Marketing).

Karena banyaknya penipuan dengan sistem penjualan MLM, penilaian masyarakat jadi buruk terhadap citra MLM, dan itupun berdampak pada nama Oriflame sendiri yang memang bersistem MLM.

Selain itu, kelakuan terlalu kebablasan dari beberapa, eh banyak member atau pebisnis Oriflame yang menjalankan bisnisnya penuh dengan pamer-pamer segalanya termasuk harta dan uang, bikin banyak orang eneg, hahaha.

Padahal ORIFLAME SENDIRI ADALAH BISNIS YANG MURNI PENJUALAN ATAU MARKETING. 
Hanya sistemnya saja yang beda dari sistem kebanyakan yang mana produknya dijual via toko atau agen.


Jadi apa kerugian berbisnis Oriflame?


Sebenarnya untung rugi itu relatif sih ya, jadi mungkin lebih tepatnya saya sebut KEKURANGAN berbisnis Oriflame.

Tidak ada satu usahapun di dunia ini yang tidak memiliki kekurangan, semua pasti ada kekurangan atau minusnya, hanya saja bagaimana pandai-pandainya kita menyikapi agar kerugian/kekurangan tersebut bisa tertutupi dengan keuntungan/kelebihannya.

Selama 2 kali berbisnis Oriflame, menurut saya ada beberapa kerugiannya, yaitu :


1. Waktu semua terkuras untuk bisnis, sampai lupa tujuan berbisnis Oriflame adalah agar bisa selalu dekat dan ada waktu buat anak.


Bisnis Oriflame adalah bisnis jaringan independent, yang mana kita bekerja dengan orang-orang dengan beragam latar belakang kehidupan.

Ada ibu RT, ada ibu pekerja, ada anak sekolah, ada mahasiswa, dan lainnya.
That's why, kita harus bisa menyelaraskan waktu dengan baik untuk bisa berkomunikasi dengan semuanya.

Beberapa leader berpengalaman memilih jalan tengah dengan memaksa semua leader untuk mengikuti waktu kerjanya.
Jadi nggak peduli, siang ada yang masih kerja kantoran, ada yang masih ini itu, POKOKNYA harus ikutan.

Di sisi lain, memang benar sih, kalau yakin pengen memetik hasil dari bisnis Oriflame ya mau nggak mau harus ngorbanin hal lain, nggak mungkin bisa kita hebat dalam 2 hal bersamaan, misal kerja kantoran dengan kinerja hebat, Oriflame pun jalan dengan keren.
Imposible we try deh, kalau kata Kerani di My Stupid Boss, lol.

Demikian juga dengan ibu rumah tangga, terlebih kalau punya anak, dan nggak punya ART karena mungkin belum sanggup bayar ART.

Nggak perlu nambah ngerjain Oriflame saja sudah bikin para IRT-IRT darah tinggi karena kecapekan dengan kerjaan rumah yang nggak pernah berakhir.
Anak yang always selalu minta perhatian dan lengket kayak lem alteco, apalagi harus standby liat HP mulu, takut upline marah lalu nyindir bahkan ngetag di status Efbi, karena chatnya nggak cepet di balas, atau takut downline kabur karena chatnya lama diliat. 

Serius! kalau nggak kuat iman, bisa gila hahaha.

That's why, banyak orang yang kabur dari bisnis Oriflame, karena sesungguhnya tantangannya jauh lebih berat dibanding cerita kesuksesan upline hehehe.

SOLUSI (1) : 

Berbisnislah dengan tegas, tentukan waktu kerjain Oriflame yang kita bisa, dan patuh serta tegaslah atas keputusan kita.

Iya, benar! Sukses di bisnis apapun memang tidak datang dengan mudah, butuh perjuangan berdarah-darah (lebay!). Tapi kembali lagi ke niat awal tadi, kita berbisnis untuk apa? untuk siapa?

Kalau untuk keluarga, terus ternyata ngototnya kita bisnis malah bikin keluarga kita hancur, anak nggak keurus, suami kesal dan marah, keluarga jadinya hancur.
Laluuu, buat keluarga yang mana lagi kita bekerja?

Jadi aturlah waktu berbisnis kita dengan bijak dan, ingat-ingat deh batasnya, biar nggak kebablasan.


2. Rentan terkena penyakit hati, seperti iri dan kesal terhadap rekan bisnis.


Yang namanya berbisnis MLM, ya sudah pasti hasil kerja kita bakal dinikmati oleh orang yang ada di atas kita, mau pakai embel-embel adilpun, tetep hasil kerja kita juga dinikmati oleh upline berlapis di atas kita.

Jadi, modal hati yang ikhlas dan teguh itu butuuuuhhh banget, jauh lebih butuh daripada menjadi seorang ibu zaman now, lol.

Harus ikhlas dan teguh pendirian mempertahankan pemikiran positif saat upline marah-marah dari yang nyindir di status hingga negur langsung karena kita nggak capai target, yang berarti target mereka juga nggak tercapai, hilangkan jauh-jauh deh pemikiran
"ih enak aja nih orang, kerjanya marah-marah saja karena saya nggak naik level, padahal dia belum tentu mikirin kita beneran, tapi mikirin targetnya yang sudah dia bikin dari jumlah target kita".

Harus ikhlas juga dan teguh pendirian, saat disuruh-suruh upline padahal dia sendiri butuh hasil kerja kita.

Jangankan berbisnis MLM yang mana hasil kerja keras kita plus pakai kena semprot upline itu dinikmati upline langsung, dan bukan upline pula yang bayar kita, tapi Oriflame.

Bahkan dalam suatu karir kantoran, yang mana kita kerja team, lalu ada satu orang yang belagu meskipun hasil kerja kita nggak bisa dia nikmati, tapi lumayan bikin pengen koyek juga kan orang kayak gitu.

SOLUSI (2) :

Ademkan hati dengan terus ikhlas.
Jaga hati agar bisa terus ikhlas, dengan komunikasi, tegas dan mandiri dalam semua hal.
Jika memang sifat upline membuat kita nggak nyaman, ya komunikasikan.
Jika nggak ada jalan tengah ya tegaslah dan mandirilah.

Toh sebenarnya upline juga hanya membantu kita dengan memberi ilmu, jika upline nggak mau kasih ilmu, ilmu lainnya bertebaran kok di dalam bisnis Oriflame.
Hampir tiap minggu setiap manajer cabang selalu memberikan seminar online yang bisa diikuti semua member Oriflame.

Selain itu kesuksesan bisnis Oriflame itu bukan terletak pada upline, TAPI PADA DIRI KITA SENDIRI!
So mengapa harus tergantung pada upline yang selalu bikin keikhlasan tercemar?

Apa? upline bukan letak kesuksesan kita?
Iya, bukan!

Menurut pengalaman saya, gabung di jaringan mana saja juga sama aja kok, kecuali kita berada tepat di bawah seorang leader yang sudah sukses.

Dengan begitu, sang leader bakalan benar-benar membantu membesarkan jaringan kita, itupun bisa dipastikan dengan tekanan yang amat sangat besar.
Kalau mentalnya cemen ya dijamin langsung kabur hahaha.

Tidak ada yang gratis kawan!


3. Rentan dimusuhi teman bahkan keluarga kita.


Saya jadi ingat, sebenarnya saya sudah lama banget pengen gabung KEB atau Kumpulan Emak Blogger, tapi pas baca syaratnya adalah nggak boleh ada jualan terlebih MLM di blognya.

Langsung deh saya keder, lalu butuh beberapa lama sampai akhirnya saya menghapus semua embel-embel Oriflame, mulai dari link katalog, sampai banner landing page dan semacamnya.

Setelah terhapus, barulah saya pede minta bergabung di komunitas blogger mana saja.

Kalau dipikir-pikir, kok bisa segitunya sebuah komunitas memusuhi MLM?
Ya tiada mungkin atau tiada bukan karena memang MLM itu ya marketing, dan you know lah, marketing semenyebalkan itu, hahaha.
Dunia marketing itu identik dengan prospek, dan ditambah MLM merupakan bisnis yang dijalankan dengan semangat penuh (gegara mupeng liat si anu udah jalan-jalan keluar negeri, si itu udah punya bonus puluhan juta perbulan) jadilah prospek yang dijalankan selalu membabi buta.

Tiada lagi ketulusan dari sebuah pertemanan, selalu berakhir dengan prospekan, daaaaannn yang bikin makin eneg adalah, saat menghadapi penolakan.

Si pebisnis MLM langsung baper dan mulai deh menjalankan gencaran kesalnya di status media sosialnya.
"Ditolak teman? saya nggak baper, karena kalau saya sudah sukses mereka yang bakal menyesal telah menolak saya"
Demikian curhatan para pebisnis MLM amatiran di status medsosnya.
Katanya sih nggak  baper, tapi tulisannya baper, hehehe.

Gara-gara hal demikian, orang yang awalnya kesal karena diprospek, malah makin eneg sama pebisnis MLM, terlebih tulisannya copas punya upline mulu yang mana rata-rata pamerin pencapaiannya.

Well, memang sih pencapaian dalam bisnis MLM itu WAJIB DIPAMERIN, dengan tujuan menginspirasi, tapi kadang saking sering dipamerin, antara menginspirasi sama narsis jadi beda tipis, hahaha.

SOLUSI (3) :

Cerdaslah dalam menjalankan bisnis, upgrade pengetahuan agar menemukan cara kerja yang lebih elegan, menginspirasi tanpa pamer berlebihan.

Karena kalau pamer mulu, bukan orang awam saja yang eneg, downline juga lama-lama kesal dan iri dengan pikiran
"Kerjanya nyuruh-nyuruh mulu, tapi bonusnya banyakan dia" lol.
Prospeklah tanpa memaksa, memang MLM ya kerjaannya prospek, eh bukan MLM aja sih, semua marketing juga prospek mulu kerjaannya.

Tapiiii, jika tau caranya, orang di sekeliling kita nggak bakal eneg kok, malahan bakal nyerahin diri buat diprospek sendiri hahaha.


4. Mengejar Target Kadang Mengabaikan Logika, lalu berakhir kecewa dan trauma


Karena bekerja secara team, yang mana teamnya nggak sama rata alias berjenjang.
Otomatis, tekanan dalam mengejar target semakin besar.

Dari sisi upline, target kita adalah kumpulan target mereka juga, kalau nggak tercapai sekali dua kali sih bakalan disindir doang, lama-lama sindirannya bakalan pedas hahaha.

Bukan salah upline juga sih (terutama upline yang benar-benar BEKERJA dalam membesarkan jaringan di bawah kita).

Dalam segi downline juga kita mati-matian mengejar target untuk memberi BUKTI kepada mereka agar semangat downline tetap terjaga.

Saya benar-benar merasakan dampak dari bukti target tercapai.

Saat saya berhasil mengumpulkan poin jaringan hingga membawa saya di level manajer pertama kali, tiba-tiba saja 75% downline yang 'tidur' langsung terbangun.
Semua pada minta dibimbing lagi, bahkan yang sering dicolek untuk dibimbing tapi malah cuek saja, lol.

Karena target demi upline dan downline lalu diri sendiri itulah, kunci terjadinya hal-hal di poin sebelumnya.

Daaannn bahkan lebih dari poin di atas, demi mengejar target, apapun dilakukan, termasuk menumpuk produk yang sama sekali nggak terpakai di rumah, apalagi terjual.

Saya sering banget dapat curhatan mengenai hal ini, katanya suaminya marah gegara istrinya ngabisin duit belanja buat beli produk Oriflame demi tupo atau tutup poin.

Selain untuk tupo, kadang produk ditumpuk demi memenuhi target, misal untuk mencapai level tertentu si pebisnis kurang beberapa poin, karena sudah kehabisan akal membujuk downline untuk menuhi poin tersebut, habis pula akal membujuk bahkan 'memalak' teman/saudara demi membeli produk tertentu agar poin yang kurang terpenuhi.

Terpaksalah si pebisnis tersebut membeli produk tertentu untuk dirinya sendiri.
Mirisnya lagi, bahkan bonus yang didapatkan nggak sampai setengah dari nilai produk yang dia tumpuk.

That's why ada banyak curhatan mengenai MLM yang bukannya untung malah buntung.

SOLUSI (4) :

Jangan malas menyusun target di awal banget, lalu evaluasi per bagian waktu.
Misal, target di dalam bisnis Oriflame itu adalah selama bulan berlangsung.

Jadi, di awal bulan segera bikin target, bulan tersebut kita bisa menjual produk berapa banyak dengan poinnya?
Lalu bikin strategi dan evaluasi setiap minggunya.

Dengan begitu, nggak ada lagi drama kejar-kejaran di akhir bulan demi menuhin poin, dan memenuhi poin masih bisa kita lakukan dengan akal sehat dan terhindar dari hal nekat dengan menumpuk produk yang tak terpakai bahkan mengorbankan uang belanja rumah tangga pula.

Selain itu, kembali lagi pada semua solusi yang saya tegaskan di atas, TEGASLAH!
Jangan mau dipaksa melakukan hal-hal yang merugikan keluarga kita, misal menumpuk produk dengan uang belanja sehingga uang belanja kurang, lalu ngeluh ke suami lalu suaminya malah emosi.


Solusi umum dari semua kekurangan / kerugian bisnis Oriflame 


Well, meskipun di tiap poin kekurangan atau kerugian bisnis Oriflame sudah saya beri solusi, namun ada solusi umum yang diperlukan agar terhindar dari  segala kerugian tersebut yaitu :

MILIKI MODAL!


Meskipun mungkin sering kita membaca bahwa Oriflame adalah bisnis tanpa modal, saya kurang setuju tentang itu.
SEMUA BISNIS MEMERLUKAN MODAL YANG LUMAYAN BANYAK, tidak luput pula Oriflame.

Kita wajib banget memiliki modal untuk beberapa hal seperti :
  • Bayar ART atau asisten rumah tangga. Ini penting banget! jika kita seorang istri dan ibu yang berbisnis Oriflame, segera deh cari ART, agar rumah nggak kayak kapal perang diserbu bom saking kita BENAR-BENAR NGGAK ADA WAKTU buat bersihin rumah.
  • Modal beli produknya buat dicoba dahulu, agar lebih yakin jualnya. Bagaimana kita bisa menjual sebuah produk, sedang kita sendiri sama sekali belum pernah cobain? Jalan satu-satunya adalah dengan mencobanya terlebih dahulu.
  • Beli kuota yang memadai. Karena sekarang bisnis Oriflame dilakukan banyak secara online, jadinya mempunyai kuota yang cukup dan kekuatan sinyal yang bagus itu wajib hukumnya, dan untuk itu, meng-upgrade paketan data internet kita adalah wajib juga.
  • Beli peralatan yang lebih memadai. Beli laptop karena butuh buat online dan bikin persentasi, meskipun mungkin di HP bisa, tapi lebih memadai jika pakai laptop. Ganti pula gadgetnya dengan yang lebih bagus agar nggak ada kendala saat online melalui gadget.
  • Biaya transportasi dan akomodasi saat prospek offline. Jangan hanya mengandalkan prospek online, sekali-kali prospek offline bakal memperluas kesempatan kita bisa merekrut lebih banyak.
Oke, segitu saja dulu sharing saya tentang kekurangan bisnis Oriflame, lengkap dengan solusinya.
Bagaimana? sound menakutkan kah?

Jangan khawatir, buktinya saya masih bertahan di bisnis Oriflame, meski saat ini masih break (bertahan apaan tuh Rey, pakai break segala, hahaha).

Intinya, bukan hanya kekurangannya, Oriflame juga sama seperti bisnis lainnya yang pastinya punya segudang kelebihan.

Makanya Oriflame terus tumbuh di Indonesia meski zaman sekarang, serbuan berbagai merk kosmetika impor maupun lokal dengan kualitas di atas Oriflame dan harga di bawah Oriflame melanda Indonesia.

Semoga bermanfaat ya, dan semoga menjawab kegalauan hati orang-orang yang banyak masuk ke blog ini dengan kata kunci " kekurangan Oriflame ".

Hampir tiap hari, ada saja yang masuk ke blog ini demi mencari kekurangan Oriflame, karena setahu saya hanya segelintir orang yang mau menulisnya dengan jujur di blog.

Padahal yang kecewa berbisnis Oriflame sampai trauma itu banyak loh.

Bahkan pebisnis yang sudah berada di level Saphire Director, yang mana satu tangga lagi bakal dapat CRV gratis, dan bonus per bulannya sudah mencapai 20 juta bahkan lebih, ada juga loh yang memilih mundur dan tenang serta nyaman memilih berbisnis kuliner.

Mungkin orang-orang nggak berani, atau malas menuliskan semua unek dan eneg-nya, karena malas diserbu dengan perkataan,
 "Makanya nggak sukses-sukses, orang kebanyakan alasan" hahaha.

Oke deh, yang mau sharing di komen boleh banget kok.

Sidoarjo - 27 Agustus 2018

@Reyneraea untuk #MondayBusiness

114 comments:

  1. Tulisannya bagus mbak Rey, kalau bisa pengen nulis topik ini versi sendiri hahaha.. Memang sih dalam semua bisnis itu ya memerlukan modal, bahkan saya pernah baca ada status upline menyarankan 'pakai jatah bayar listrik dulu untuk membeli barang di awal bulan, kemudian setelah barang terjual baru kita bayarkan di akhir bulan'. Ya masih mending kalau terjual semua, giliran customer yang hit and run, kan bisa berabe jadinya hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe makasih :)

      Waaahhh, kalau saran saya, jangan campurkan keuangan rumah tangga dengan bisnis, jadinya kacau.
      Apalagi uang untuk membayar hal yang urgent dan wajib kayak gitu :)

      Delete
    2. Wahh gila seh ini, aku juga member oriflame karena pengen cari duit tambahan buat jajan, biar ga minta ortu terus. Baru join beberapa minggu yang lalu juga nih kak Rey :)

      And so, aku dikejar mulu sama uplinenya buat capai target. Aku sih nanggep biasa ajha, kadang emosi sih jdi ngedumel sm tmn dkt. Toh, jualan lewat personal WA apalagi tmn aku mahasiswa dan sekarang ini lagi korona, susah bgt ngebujuk mereka buat beli. Tapi, secara aku jual ya buat nambah uang jajan walau dikit, sebenarnya ga serius bgt sih mau bisnis oriflame.. yaa coba pengen jualin ajha klo ada yg butuh.

      Yg bikin aku ga enaknya tuh, aku aku baru gabung pertengahan Juli dan langsung cecer terus. Sumpah mengganggu bgt kegiatan aku ngebabu di rumah atau UAS di kampus.

      Masih baik lho itu aku promosiin.. cuma aku gamau maksa teman" aku, yang ada ntar rusak hubungan kita wkwk..

      Delete
    3. UnknownWednesday, October 07, 2020
      Sama mba aku juga baru gabung sekitar satu bulan, tapi Upline ngejer2 aku buat tutup poin maximal tanggal 10. Padahal kan aku gabung juga akhir bulan, entah dia(Upline) punya target lain , jadi nyuruh saya buat typo max tanggal 10. Cuma kan namanya jualan gabisa diburu2. Ketika aku ga sampai target, akhirnya si Upline ngediemin aku, terus dia unfoll ig aku. Mungkin salahku gabisa menuhin target. Aku member 3% harusnya dapet untung 50-80k tapi gapernah masuk tuh keuntungan itu

      Delete
  2. yang namanya bisnis memang perlu kerja keras ya. tapi memang kalau bisnis MLM ini bagian yang lumayan nyebelinnya pas diprospek. heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeettt mba, saking nyebelinnya, kalau ada temen yang MLM, langsung males kalau diajak ketemuan hahaha

      Delete
  3. Dari pertama kenal MLM aku juga sering ragu sih buat ikutan, mental ku belum siap soalnya hahaha. Bagus mbak tulisannya, ga cuma sekedar curhat, tapi juga dicantumin solusi nya gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba, mental adalah modal utama untuk masuk bisnis MLM, karena godaan untuk bikin hati kesalnya banyaakkk hahahah

      Delete
  4. Wow... Ternyata juga gak seindah status ef be para pebisnis MLM yg katanya bs kerja di rumah sambil momong anak. Padahal jg penuh target

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, kalau saya malah ga suka kerja sambil momong anak, yang ada anaknya gangguin bikin gak fokus dan anak juga kadang kesal merasa kita abaikan.

      Tapiiii nilai positifnya, anak jadi lebih menghormati kita kalau pegang HP, tinggal bilang mami kerja, padahal emaknya scroll IG gaje juga aman hahahah

      Delete
  5. Beberapa kali nyoba MLM..termasuk Oriflame juga, tapi entah kenapa saya nyerah akhirnya..
    Ternyata tantangannya memang enggak main-main, musti diseriusin kalau niat nyemplung di bisnis..apapun itu
    Jadi kalau baca cerita jungkir balik begini, cuma satu kata untu dirimu, Mbak Rey..: S A l U T!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhhh pernah ikutan juga ternyata mbak? hihihi
      Emang butuh mental dan niat yang kuat sih mbak, saya sendiri kadang gemes, sudah usaha jungkir balik, adaaaaa aja halangan yang kata orang excuse hahaha.

      Tapi gapapa deh, mungkin belum jodohnya merasakan hasil uang di Oriflame, tapi Alhamdulillah ilmu nya banyak dan bisa dibagikan ke semua orang :)

      Delete
  6. Salut deh mba berani membahas ini, semoga nggak diserang para member ya mba, hihi. Oriflame itu produknya bagus lho, dulu saya suka tendercare dan parfumnya. Tp jadi males beli karena orangnya maksa jd member padahal kepengennya cuma beli tanpa terikat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakka...
      Insha Allah enggak diserang kok, kan sekufu hahahaha..
      Waahhh pecinta Oriflame juga yaa..., saya mah make semuanya hahaha.
      Kalau bagus enggaknya sih belum terlalu tau, soalnya belum pernah nyoba produk impor lainnya.
      Cuman Oriflame kalah di kemasan, lebih ringkih dibanding produk lain.
      Beli ke member baru aja mba, biasanya mereka seneng kok kalau nerima orderan tanpa harus maksa jadi member :D

      Delete
  7. hehehe...saya paham sepenuhnya isi tulisan ini, saya toh pernah jadi member oriflame juga

    ReplyDelete
  8. Aku juga member oriflame. Tpii, aku ga berniat mau seriusin bisnisnya . Dari awal daftar, aku udh bilang ama upline,"saya daftar member krn saya pake bberapa produk oriflame. Jd kalo saya member, saya bisa dpt harga member yg jelas lbh murah. Tapi saya ga tertarik utk serius di bisnis ini, krn gaji dr kantor saya udah lebih dari cukup, ga perlu tambahan ini. So saya ga mau dipaksa ato disuruh ikutan segala meeting ato apapun Itu ya mba"

    Dan uplineku ga bisa ngomong apa2 lagi :D. Malah kdg, dia nawarin aku beli produknya lwt dia aja, jd dia ngejar poinnya doang, sementara aku ttp bisa beli dgn hrg member. Buatku ga masalah sih. Toh sbnrnya yg aku incer cuma produk dgn hrg membernya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, sebenarnya yang bikin males orang daftar jadi member karena setelah daftarpun masih diribetin ikut ini itu hahaha.
      Cuman ga bisa disalahkan juga sih, biasanya para leader bakal kena teguran kalau gak ngajak ikut seminar atau lainnya.

      Jadi emang sebaiknya tegas dari awal, biar ga diribetin :D

      Delete
  9. wiih makasi sharingnya mba. aku jadi inget kakak kelas SMA yg pernah nawarin aku bisnis oriflame. aku tolak karna masih cupu bgt waktu itu wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, udah lama dong ya ditawarin mba?
      Kalau saya malah dulu join karena kemauan sendiri, biasanya ditawarin ogah, eh malah nyerahin diri sendiri, hahaha

      Delete
  10. setuju banget mbae, hihi. aku dari jaman entahlah selalu ditawarin join tapi ga ada yang berhasil. karena aku paham banget, seperti di poin 1, bahwa semakin tinggi level ya semakin sibuk lah. mereka bilang kalau join bakal bebas bisa cari duit dari rumah. padahal kenyataannya engga. justru akan ada meeting, seminar atau apalah itu. sekarnag malah teman2 yang aku kenal dulunya member bahkan smpek manajer udah mundur dan memilih kerja beneran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mba, bahkan yang selangkah lagi dapat CRV ada loh yang mundur hehehe :D

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaa, kenapa ya komen-komen di artikel gini selalu auto kehapus? padahal saya ga hapus loh huhuhu

      Delete
  12. Mba Unknown saya copas komennya di sini ya, soalnya saya mau hapus karena urlnya jadi broken link .

    Unknown :
    "Q kadang mau mundur rasany... Merasa tertekan karena d sarankan kl pas sambil jln2 sama kluarga atau kemana di suruh bawa2 katalog...sbnarny q jualan ol=nline aja,pesan barang kl ad yg beli.. Jd gmn ya q bingung maju ap mundur.. Soalny ngurus 2 orang anak blm lg ngurus yg lain coz gk pke pembantu..."


    Jawaban saya :

    Sebenarnya saya juga mulai gak kerjain bisnisnya sejak hamil anak kedua, dan serius, saya gak mampu mengikuti ritme kerja partner lainnya.
    Kalau saya pribadi, gak suka maju mundur gak jelas.
    Terlebih untuk bisnis Oriflame.
    Kalau cuman ambil untung jualan boleh saja, meskipun sebenarnya juga sulit banget, mengingat sekarang ongkirnya mahaaall kecuali kita bisa jualan di atas 500ribu terus.

    Kalau masih nekat jualan, boleh-boleh saja sih.
    Asal, bilang terus terang sama upline dan team lainnya, kalau mbaknya gak bisa serius di bisnis, karena keadaan mba, gak sama dengan mereka.

    Setelah itu, unfollow semua akun FB upline, karena percaya deh, kita bakalan sakit hati baca status-status penuh sindiran mereka.

    Tapi kalau masih pengen maju, saya sarankan di seriusin mba, emang butuh banget modal duit, minimal mau gak mau harus hire ART.

    Jadi mba bisa fokus urus bisnis tanpa direpotkan kerjaan rumah.

    Kalau kelamaan bisnis Oriflame dan gak naik2, jadinya semangat bakalan hilang, dan juga malu, kita disindirin orang2 kok gak sukses2 hahaha.

    Apapun keputusan mba, semuanya ada ditangan mba, jangan biarkan orang lain mengontrol hidup mba, apalagi kalau itu berdampak buruk bagi keluarga.
    Meskipun itu upline yang (terlihat) sukses :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang karakter ya mba, sindiran sarat akan judgement dari upline?
      so far kalo dilihat secara objektif, itu memang faktanya sih.

      Delete
  13. Waduhh iya mbak :) saya juga kena banget sindiran pedes2nya di ig. Krn agak toxic buat saya yg notabene ada kesibukan lain di luar oriflame. Jadi saya itu udah ngomong pengennya join ini ndak menggebu nggebu. Ternyata bener butuh banget modal :"). Kalau tanpa modal ya gitu, harus nge chat temen satu2 minimal 15 orang gitu buat beli. Kan temen saya juga ndak banyak ya mbak hehehe. Disuruh nge chat temen lama. Tapi saya nggak mau. Krn kalau nge chat temen lama yg ndak kontak tu ibarat saya dateng pas butuhnya aja :") jadi saya nggak mau memaksakan diri saya juga, krn saya org nya ndak enak an sama org lain. Upline saya sabar sih yaa. Tapi ya kadang juga kurang sabar heheh apalagi senior manager hmm sudah sindir di ig sana sini. Bener sih, saya pengen join ya niatnya bisa beli oriflame harga member hehehe krn agak kaget ternyata butuh modal juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya yang bikin bisnis Oriflame makin ga asyik itu, karena sindir menyindir itu, kan mending ditegur langsung via inbox ketimbang disindir mulu :D

      Delete
  14. Unknown say : Thanks for info
    Fixs ngk jd ikutan hahhahaha

    Answer : hehehe, nggak dicoba dulu :D

    ReplyDelete
  15. halo mbak rey, sekarang saya juga lagi merenung apakah jadi member oriflame atau ngga...soalnya susah cari orang yang mau jadi member oriflame... huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, selain usaha yang keras insha Allah membawa hasil, ada juga faktor lucky, dicoba aja :)

      Delete
  16. Ask : Mohon maaf mba.. Apakah uplinenya mba sehorror itu yang mengharuskan untuk ini itu? Hehe.

    Answer : semua upline yang aktif biasanya gitu Mba, memang kan bisnis ini kerjaannya gitu :D
    tapiii, hanya yang memang niat bisnis sih :)

    ReplyDelete
  17. Unknown Saturday, March 28, 2020
    Aku terlanjur join mbak, dan upline ku ga terlalu aktif, jadi nya aku bingung harus ngapain dan caranya gimana :(

    Answer : cari upline di atas lagi Mba, bisa liat invoice, di situ ada nama upline director dan nomer kontaknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooh, kl gitu gpp ya??
      Kl minta saran sama yg masih 1 komunitas, boleh ga ya?

      Delete
    2. Kalau cuman saran aja nggak apa-apa sih, tapi kalau bimbingan dan segala macam, sebaiknya ke upline saja, karena itu kewajiban mereka :)

      Delete
  18. Halo kak rey, saya suka dengan tulisan kk ini. Saya baru join di oriflame. Dan saya sangat paham akan kerugian bisnis oriflame. Yg ingin saya tanyakan, klau saya punya modal, apakah saya bisa lgsg naik ke level berikutnya tanpa pnya downline?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amat sangat memungkinkan kok, hanya saja menurut saya naik levelnya terlalu maksa :)

      Level di Oriflame itu nggak kayak di bisnis lain, di mana tiap bulan itu di reset kembali nol.

      Jadi misal kita bisa belanja dan jualan sendiri sampai jadi manajer, bulan depan, kalau penjualan kita nggak banyak ya pasti turun.

      Selain itu, menjual produk Oriflame jujur tidak semudah itu.
      Yang ada produk yang kita beli bakalan tertimbun di rumah.

      Contoh, untuk menjadi manajer 12 kalau nggak salah butuh 2400 BP.
      1 Bp itu sekarang kayaknya 9000an deh.
      Itu berarti kita harus belanja sekitar 21,6 juta uwwooowww..

      Dan tahu nggak berapa bonusnya manajer 12?
      Nggak nyampe sejuta hehehehe.

      Tapi, kalau memang kita bisa jualan semua DENGAN HARGA KATALOG, justru uang yang kita dapatkan lebih banyak.

      Misal kita order 21,6 juta dan kita berhasil jualan semuanya dalam 1 bulan, maka uang yang kita dapatkan sekitar :
      -keuntungan jualan kurleb 5 jutaan.
      -bonus manajer sekitar kurleb 700ribua.

      Sebulan kita bisa dapat kurang dari 6 jutaan.
      Asaaaallll berhasil menjual semuanya dengan harga normal dan dalam waktu sebulan :)

      Itu mengapa bisnisnya MLM atau jaringan, dengan punya downline, target jualan 21 juta untuk kita jadi manajer itu dibagi-bagi ke donlen.

      Jika team kita berhasil menjual 21 jutaan tersebut, dan kita cukup menjual kurang lebih 1 juta saja, bonus kurleb 700ribu itu bisa kita dapatkan :)

      Itu untuk sekelas manajer 12.

      Kalau senior manajer lebih banyak lagi.
      targetnya 10,000 BP dan kita punya kewajiban 200BP saja.
      Jadi kita kudu cari team agar bisa menghasilkan 9800 bp tersebut DALAM SEBULAN.

      kalau diuangkan, target penjualan SM itu kurleb 90 juta.
      Kita jualan sekitar kurleb 2 juta saja.
      Bonus? 4-5 jutaan, tergantung sebagaimana pandainya kita mengatur kaki atau jaringan.

      Begitu kira-kira :)

      Delete
  19. Makasi kak Rey sudah mau bantu menjelaskan, aku juga sebenarnya sudah masuk grup oriflame kak cuma pas baca2 chatnya yg dibahas pamer jalan2nya terus dapet uang segini sampek mobil2nya disebutin dan bs beli rumah dr bonus oriflame, dr pagi smpe malem menjelang tidur itu grup bahasnya ituuuu melulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, iya memang.
      Sangat jarang ada yang mau bahas hal begini, karena kalau liat angkanya, orang udah keder duluan :D

      Jadinya yang dibahas mobil melulu, jalan-jalan melulu, giliran ditanya target, pada gerudukan donlennya hahaha.

      Saya dulu belajar sendiri kok ilmunya, saya baca semua buku panduannya, kebetulan saya daftar 2 kali di jaringan yang berbeda, jadi ilmunya lebih banyak dan lengkap :D

      Delete
  20. mbak makasih udah sharing, aku juga baru berapa hari yang lalu di prospek temen aku sendiri karna bisnis ini, aku awalnya tertarik, tp pas aku tanya prosedur dllnya ga dikasih tau kl belom join, aku udh mulai ragu, cm ternyata kl udh mlm gitu gila juga ya... temen aku ini juga demi kepentingan bisnisnya ga sama sekali mikirin dan langsung daftarin aja aku jd member biar aku ga mundur, dan setelah tau prosedurnya seberat itu aku lebih mending mundur, tp temen aku ttp maksain aku, aku jd kesel bgt sm dia haha kn org jg punya hak buat nentuin, dlu padahal deket banget, cm kl dijadiin victim gini aku udah ga mau lagi deket sama dia, aku sih ga naro doa yg ga baik ke dia, cm biarin dia nikmatin aja bisnis jadi mlm gini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. So sorry mendengar itu.
      MLM khususnya Oriflame, memang targetnya lumayan gila sih :)
      Dan yang bikin lebih gila, karena targetnya perbulan, setelah bulan berakhir, reset lagi kembali nol.
      Jadi kalau ada yang paham angkanya, mungkin lebih punya gambaran bagaimana kerjaannya :)

      Karena target itulah, ditambah genjotan dari upline, bikin pebisnisnya jadi kayak kesetanan rebutan cari donlen.

      Tapi jangan khawatir, kalau nggak salah sekarang oriflame lebih ketat deh.
      Kalau ada member yang daftar terus nggak belanja 3 bulan atau 6 bulan ya, secara otomatis membernya akan mati.

      Jadi, kalau nggak sreg, diam aja nggak usah dipake belanja, nunggu beberapa bulan, nomernya mati sendiri kok :)

      Delete
  21. Makasih kak atas sharing"nya,btw aku juga ditawarin jadi member Oriflame,tapi pas liat jadiny seribet ini aku jadi Mikir 2 kali��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, sebenarnya kalau cuman daftar jadi member nggak masalah, cuman ya kadang semacam dipaksa belanja melulu, khususnya pas di awal-awal.
      Memang kudu dijelasin sejak awal, kalau mau daftar buat member aja, dan mau belanja tanpa paksaan :)

      Delete
  22. Dear kak, terimakasih sharingnya yah..
    saya mampir blog kaka krena penasaran, soalnya bberapa tmen saya join oriflm ini, dn skarang storynya penuh dgn hal2 brbau oriflm,
    dan smpai pada titik sya diprospek..🤣
    padahal zman kuliah saya udah 2/3 kali join dgn upline/jringan yg brbeda, dn biasanya mentok di WP3 aja, simple, krena sya sring ngasi gift skincare ke mama saya, dn sya sndiri pake..
    dn ketika ngejualin ke org lain, saya diskon hrganya, jdi ga full hrga katalog.. 🤣
    dn saya sudah taw mmg cara mainnya,
    kudu gerakin downline jika mau naik level, smentara jika org2 di skitar saya smua member, siapa yg jdi konsumennya 😆 dan lagi produk2 orflm ini kn size nya gedhe2 yah, ga hbis dlam 2/3 bulan pmakaian, jdi kmungkinan org re'order bkal lbi pnjg wktunya..
    dan 1 lagi, gempuran produk skincare lokal maupun korea/western dgn kualitas yg oke bkin sya jdi mkir berulang2 diajak join.. smentara sya biasanya suka sma parfume/toiletries nya aja..

    yg sya mau tanyakan, skarang emg level bawah juga udah ada salary yah kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, makasih ya udah mampir dan membaca tulisan saya :)

      Oh ya di bisnis Oriflame nggak ada salary sih, adanya bonus.
      Dan sejak level terbawah udah ada bonus, tapi masih puluhan ribu :)

      Delete
  23. coba bisnis smart in pays deh mba. gaada target. dan akumulasi tanpa batas waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, setahu saya kalau mau sukses ya kudu pakai target Mba, usaha dan bisnis apapun, even jadi blogger kayak saya :)

      Delete
  24. Unknown :
    Mbak, saya mau tanya nih.
    Saya pengen tanya di luar pembahasan mbak di atas tapi masih dlm ruang lingkup oriflame.
    Nah, saya akhir thn 2018 daftar jadi member oriflame tapi gk saya pakai sampai sekarang, maklumlah pikiran masih di ambang" ragu atau segala macam. Sekarang saya pengen daftar lagi jadi member. Apa masih bisa yh mbak. Krn ada yg blg daftar di oriflame cuma bisa sekali seumur hidup. Mohon pencerahannya mbak


    liaMonday, May 18, 2020
    member oriflame yg dulu ga hangus. jd lgsung kontak aja upline anda dulu, anda mendaftarkan diri dahulu dimana ?

    Answer :

    Sudah mati itu Mba nomernya, aturan baru daftar Oriflame, kalau nggak dipakai selama 3 bulan atau 6 bulan ya, langsung terminated, kudu daftar lagi :)

    ReplyDelete
  25. Tulisannya bermanfaat sekali buat saya, saya baru bergabung dgn oriflame dan saya sadar bisnis apapun itu tdk ada yg santai2 atau gk pake modal sama sekali.
    Minimal hrs berkorban waktu atau tenaga. Baca tulisan ini saya jd makin semangat utk menjalankan bisnis oriflame saya. Ijin share ya mbak

    ReplyDelete
  26. UnknownMonday, June 15, 2020
    Ak br daftar aja tra ngerasa kok ini lbh ngeri ya drpd kerja.. Webminar trs smp anakku ga kepegang. Akhirnya ga lanjutin

    Reply : Semangat :)

    ReplyDelete
  27. Hallo mba Rey.. Setelah 3 kali ada yg DM di Instagram aku ngajakin vuat join oriflame, akhirnya aku mutusin buat cari keywoard yg kamu bilang akan berujung ke sini ��
    Sekali dua kali aku diemin aja DM nya, kali ketiga ini dengan orang yg berbeda, akhirnya aku cari tau soal Oriflame ini.
    Dan setelah aku baca blog kamu, kayanya emang bukan passion aku di MLM ini. Sebelum Oriflame dulu mamaku ikutan CN* kalo kamu tau ��
    Sering banget dateng bapak2 ibu2 ke rumah kami dulu buat meeting gitu dan banyak produk CN* itu dari kopi, sabun, dll yang TERNYATA aku tau itu mamaku beli sendiri produknya buat targetnya.
    Tapi karna mama aku bukan di ranah yanh "cukup modal" untuk menomboki dulu demi target, akhirnya mamaku berhenti. Oh iya, alasan lainnya yaitu aku dan adik2ku komplain karna waktu mama di rumah sudah tidak banyak lagi buat kami. Lumayan bersyukur sih setelah mama keluar, jadi bisa full lagi dapet perhatian dan kasih sayang mama ��

    Ternyata jaman makin ke sini, bisnis ini masih ada ya dengan brand yang berbeda tp dengan cara yg sama yaitu menjual produk.

    Aku tadinya pengen mulai kulik lebih dalam, tapi kayanya emang butuh ekstra waktu dan tenaga yah untuk mengikuti bisnis ini.
    Dan aku memutuskan untuk tetap memilih kerja kantoran, punya gaji tetap yang ga perlu kejar target tiap bulan. Hihihi

    Terima kasih pencerahannya mba Rey.
    Semangat untuk teman2 Oriflamers ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah membaca artikel ini :)

      Iya betul, saya juga kenal CNI dari tante saya, dulu dia ikutan juga dan rumahnya penuh dengan produk CNI tersebut.

      Meski jujur saya suka sih produknya, beberapa orang bahkan masih mencari produknya, meski males jalanin bisnisnya :)

      Bisnis MLM itu menurut saya jauh lebih berat dari bisnis lainnya, karena kerjanya team dari kalangan berbeda :)

      Delete
  28. Saya juga member oriflame. Level manager 18%.tp skrg lg off.. Memang benar ya kak, apapun bisnisnya harus pake MODAL, kerja keras dan pengorbanan. Satu hal yg paling harus disiapkan, mental kalo dicuekin downline, mental buat ngajarin downline yg kadang lemot banget, soalnya belajar lewat online gak semua orang paham. Kalo kita jualan atau bisnis lain kan gak perlu ngajarin2 orang.. Tapi saya tetap salut saya leader yg udah sukses, karena memang gak mudah, apalagi leader yg berattitude baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salut #sama leader yg udah sukses

      Delete
    2. Hehehe betul banget.
      Boong banget tuh yang bilang nggak pakai modal.
      Kalau saya dulu pas dicuekin downline saya mikirnya, ya memang itulah tantangannya :)

      Delete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Trimksh mba audh menulis inj slama saya aktif d oriflame saya gk bsa menjadikan apa yg saya rasa dlm kata2 jadi saya hanya trus mencri alsan untuk berhatan d oriflame tpi ternyata ini menyadarkan apa yg lebh menjadi kebutuhan saya dan kaluaega

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semangat selalu ya, rezeki Allah itu luas, ada di mana-mana :)

      Delete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  36. Aku daftar baru bulan juni ini,, sebelumnya saya sudah berada dilingkungan para pembisnis dengan berbagai macam bisnis yg dijalankan.. saya juga belajar dari mereka gimana menjadi pengusahaa,, meskipun cuma menjadi reseller.. sebelum jualan kita harus tau target sasaran penjualan biar tau arah pasarnya dan nggk bingung lagi mau jual kemana.. saya gabung ke oriflame karena calon kakak ipar saya,, saya orangnya nggk enakkan.. awalnya saya tidak tau sama sekali dengan sistem oriflame hanya tau produk oriflame.. setelah saya amati dan diberi penjelasan, saya menjadi bimbang dan mengarah untuk tidak ingin bergabung karena tidak sesuai dengan prinsip saya.. apalagi lebih bagus katanya menarik anggota lagi agar cepat cair,, semakin bingung ingin menawarkan dimana walaupun saya punya banyak kenalan..

    Jujur saya malu menawarkan ke temen2 karena mlmnya dan saya takut jika saya tak mencapai target sehingga menggunakan uang pribadi,,lebih baik saya menjadi reseller jualan lainnya biasa aja walaupun ada target tapi tidak terbebani didalam otak dan pikiran saya, ini saya sudah 2 minggu kepikiran dan bikin saya nggk nyaman..paling utama ya karena cara bisnisnya tidak sesuai dengan diri saya.

    Apalagi saya hanya mahasiswa,,dan juga saya belum begitu butuh produknya dan saya nggk mau uang saya terpakai hanya untuk menutupinya walaupun saya punya modal..

    Kebetulan modal tersebut sudah saya rencanakan untuk berbisnis lainnya yang sesuai kata hati saya agar bisa menjalankan bisnis dengan nyaman dan menyenangkan sesuai yang saya inginkan..

    Saya suka jualan tanpa harus dipaksa paksa harus ini harus itu,, walaupun keuntungan sedikit asal tidak diterbebani dan menjalankan bisnis dengan cara kita sendiri akan lebih enjoy..

    Tapii saya bingung cara keluar dari anggota ini,, sumpah nggk enak banget ngomong sama calon ipar saya itu ������ apalagi dia juga baru bergabung semakin nggk enakan ����

    Maaf kalo membuat tersinggung kalian,,tapi ini yang saya rasakan 2 minggu dan bikin nggk nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya jujur aja sih, soalnya juga percuma kan daripada kesal sendiri.
      Memang nggak enaknya, yang jadi tantangan banget adalah, perintah-perintah upline yang mendesak kudu bisa jualan atau tupo setiap bulan, bahkan kadang demi menuhin poin, udah tupo, masih diminta tambah lagi penjualannya :D

      Delete
    2. Sebulan sblm sya akhirnya jd sillent member ,tiap pagi pikiran sy cuma kpikiran lanjut engagak lanjut enggak..jd ngrasa trtekan ky org gila

      Akhirnya..
      Sya mute smua kontak yg se tim dg sya..
      Pindah haluan blajar digital marketing dg jd reseller alhamdulillah tiap pagi sya makin smngat...g kpikiran oriflame yg smpt bkin pagi sya ky org gilaa������
      Smpt brpikir apa iya krna mental ku selemah yg d bilang para upline yaaa..
      Tp,sya ubah pola pikir.
      Kalo sy gk fighting di sana,bukan bbrti saya ga fighting disini☺️

      Thank mbk rey

      Delete
  37. Makasih banget tulisannya mbk :) Saya dulu sempet jadi member oriflame, awalnya ya karena diajakin temen saya ,dia udh sukses kebetulan waktu itu, dan saya tergiur dengan gaji yg berjuta juta, Tapi waktu itu saya blm paham sepenuhnya tentang bisnis ini, yg dia jelasin diawal cuma nanti dapet keuntungan jualan dan dapet gaji juga.. jadi saya minat banget, Tapii ternyata pas udah berjalan saya kaget kok ditekan kaya gini, kalo ga ikut komen di grup aja langsung di sindir di grup itu juga bahkan di schreenshoot nama" siapa aja yg kuma read tapi ga ikut bales chat di grup, sampe segitunya, dan gila banget sih, mungkin kalo cuma di target jualan aku masih sanggup, Cuma aku gak kuat sama sindiran"nya dan tekanan"nya, apalagi pas pamer bonus dan sebagainya kita harus ikut"an muji upline itu, ya sebenernya bisa jadi bahan bakar semangat kita juga sih, tapi kaya kita di situ harus jadi orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, itu deh, seharusnya tulisan saya dan banyak komen di sini bisa dijadikan pelajaran buat para leader Oriflame sih ya, minimal mereka kudu bikin grup berjenjang, jangan orang baru masuk udah ditekan, yang ada pada kabur deh :D

      Delete
  38. Edit :
    Makasih banget tulisannya mbk :) Saya dulu sempet jadi member oriflame, awalnya ya karena diajakin temen saya ,dia udh sukses kebetulan waktu itu, dan saya tergiur dengan gaji yg berjuta juta, Tapi waktu itu saya blm paham sepenuhnya tentang bisnis ini, yg dia jelasin diawal cuma nanti dapet keuntungan jualan dan dapet gaji juga.. jadi saya minat banget, Tapii ternyata pas udah berjalan saya kaget kok ditekan kaya gini, kalo ga ikut komen di grup aja langsung di sindir di grup itu juga bahkan di schreenshoot nama" siapa aja yg kuma read tapi ga ikut bales chat di grup, sampe segitunya, dan gila banget sih, mungkin kalo cuma di target jualan aku masih sanggup, Cuma aku gak kuat sama sindiran"nya dan tekanan"nya, apalagi pas pamer bonus dan sebagainya kita harus ikut"an muji upline itu, ya sebenernya bisa jadi bahan bakar semangat kita juga sih, tapi kaya kita di situ harus jadi orang lain.. dan saya merasa itu ngga sesuai sama diri saya,penuh tekanan, di sindir".. jadi saya memutuskan untuk berhenti, dan sekarang saya usaha kecil"an meskipun gak seberapa dan gk sebesar oriflame tentunya yg banyak tekanan dan pengorbanan juga, karena saya emang suka bisnis tapi yg saya jalankan sendiri bukan karena tekanan dari sana sini harus ini itu harus di sindir" upline.. oriflame emang bagus kok kalo beneran di seriusin, tapi cuma gak sesuai aja sama diri saya hehe.. Akhir" ini saya sempet kepikiran juga mau join oriflame lagi tapi setelah saya baca ini dan saya pertimbangkan lagi saya takut nanti gak sanggup kaya kemaren lagi, dimanapun dan apapun usaha kita semoga rejeki kita semua dilancarkan , sehat" juga buat mbk rey aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaattt..

      Bener banget Mba, buat saya juga sistem bisnis Oriflame itu nggak nyaman dan nggak saya banget.
      Tapi kalau ilmu bisnisnya bagus banget sih ya.

      Masih banyak kok bisnis lainnya yang bisa dijalankan, yang pasti bisa lebih kita sukai, jadi kita lebih nyaman jalaninnya dan perjuanginnya :)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  39. (UnknownSaturday, July 04, 2020)

    Jadi sbenernya bisnis orifalame itu nyantai ga sih mba? Soalnya tmn ada yg ikutan, trs srg bilang bisnis oriflame itu cocok bgt buat ibu rumah tangga yg punya anak karena kerjanya santai bisa sambil ngasuh anak.

    Reply : jawabannya ada di tulisan saya tersebut :)

    ReplyDelete
  40. thank you mba buat tulisannya. saya jadi dapat pencerahan supaya ga sembarangan ikutan member. sepertinya mental saya belum kuat buat jadi member oriflame.

    ReplyDelete
  41. Mau ikut join oriflame, ,mau buat naik darah upline aja haha

    ReplyDelete
  42. Hallo mba
    Salam kenal
    Makasi uda buat coretan ini
    AkujAku oriflame juga karna "sungkan" diajk kakak ipar
    Diawal aku menggebu" sih emang, tapi ngerti target"nya jadi mundur deh
    Kebanyakan yg sukses di oriflame pun orang" yg punya modal banyaaak
    Untungnya di grup aku gaada acara sindir menyindir, saling nyemangatin satu sama lain
    Walaupun aku ga aktif ttep ga masalah, ga di kick juga dari grup, dan alhamdulillah aku banyak dapet pelajaran dr grup itu
    Ga jualan oriflame, ga ditarget, tapi ttep dapet ilmunya yg sangat bermanfaat��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh jarang tuh grup kayak gitu, selain grup saya dulu hahaha
      Semangat ya :)

      Delete
  43. Trima kasih mbak..sudah mau berbagi ttg mlm Oriflame ini..sbnrnya aku sudah gabung dr tahun lalu,akhir pertengahan 2019..tp akhir2 ini aku dicolek sm upline yg ajak aku..oke,kucoba buka ig2 leader..lumayan,buat aku agak semangat..dan bbrp temen jg byk yg mulai gabung di Oriflame ini.tnyt banyak yg semangat Krn salah satu reward mreka 2021 yg ke Bangkok.sptnya ini yg bikin member jd lebih semangat..aku yg cm kurang suka,misal Qt berhasil tupo 150-200 BP dpt alat masak ini,dpt itu..kan mending dijadikan duit aja,drpd alat2 gt..ya scr kan Qt butuhnya duit,bukan alat2 masak ya..hehehe..masuk akal jg,misal tupo kl kurang ya dibeli sendiri,oke masih akal mnrt aku..cm ya itu,akhir2 ini upline diatas upline aku yg sudah manajer ngejar aku bgt..pdhl akunya mah biasa aja.hehehe..tp kubuat santai,kan dia jg bukan bos aku.di Oriflame gk ada atasan n bawahan yg bs seenaknya suruh2 Qt..

    ReplyDelete
  44. Trima kasih mbak..sudah mau berbagi ttg mlm Oriflame ini..sbnrnya aku sudah gabung dr tahun lalu,akhir pertengahan 2019..tp akhir2 ini aku dicolek sm upline yg ajak aku..oke,kucoba buka ig2 leader..lumayan,buat aku agak semangat..dan bbrp temen jg byk yg mulai gabung di Oriflame ini.tnyt banyak yg semangat Krn salah satu reward mreka 2021 yg ke Bangkok.sptnya ini yg bikin member jd lebih semangat..aku yg cm kurang suka,misal Qt berhasil tupo 150-200 BP dpt alat masak ini,dpt itu..kan mending dijadikan duit aja,drpd alat2 gt..ya scr kan Qt butuhnya duit,bukan alat2 masak ya..hehehe..masuk akal jg,misal tupo kl kurang ya dibeli sendiri,oke masih akal mnrt aku..cm ya itu,akhir2 ini upline diatas upline aku yg sudah manajer ngejar aku bgt..pdhl akunya mah biasa aja.hehehe..tp kubuat santai,kan dia jg bukan bos aku.di Oriflame gk ada atasan n bawahan yg bs seenaknya suruh2 Qt..

    ReplyDelete
  45. hai mba...
    aku sekarang oriflamer, awalnya sih karna mau beli produknya biar lebih murah, tapi iseng mau coba jualan n kepo sama yang katanya "bisnis" itu.
    Sebelumnya latar belakang pendidikan ku Ekonomi akuntansi, jadi namanya bisnis, untung, rugi, strategi, dll itu gak asing lagi. dan aku juga pekerja kantoran di bagian keuangan, jadi so pasti aku paham lah ya setidaknya standar2 nya bisnis/usaha.
    Btw aku cuma mau sharing aja, dibaca syukur, gak dibaca juga gpp. karna gak ada tempat soalnya. hehehe...
    soooo baru hitungan detik aku mendengarkan sepintas bisnis oriflame dari org yg daftarin aku, aku langsung ngeuh, ini "gak beres" juga nih... tapi aku iya2 aja yg penting aku jadi member biar bisa belik produknya dg harga gak semahal semestinya. wakakakaka.. (maap ya upline ku).
    Dan bener banget para upline itu suka pamer. itu bukan menginspirasi, kalau yg mikir nih ya pasti ngeuh itu lebih ke pamer dibanding menginspirasi. bukan karna pikiran yg sempit aku bilang begini, justru karna pemikiranku yg sedikit lebih luaslah dari mereka (ups) yg bikin aku ngeuh bahwa mengispirasi dengan cara pamer seperti itu, adalah salah besar. yaaa...bagi yg terinspirasi mah silahkan2 aja, berarti kamu udah telan bulet2 gtu aja setiap omongan upline kamu itu..gak pake filter. hihihihi..
    intinya sampai sekarang aku masih aktif member, gak mesti tupo tiap bulan, aku gak tupo gak rugi kok. kadang kalau lagi ada hadiahnya baru aku tupo, dg cara beli pribadi, jualin ke temen, ke keluarga, ya...kalau kurang2 dikit syukur aku ada gaji dari kantor, bisa ku pake untuk beli produk oriflame biar bisa tupo, 300-500 rebu. tapi produknya yg kira2 bisa ku pake sendiri dan produk yg kalau dijual gak susah2 amat ngejualinnya.
    syukur sih upline2 ku ga berani ngepush aku atau nyindir secara pribadi(atau aku nya aja yg gak ngerasa kali ya. hehe..). malah aku nunggu2 nih, brani gak japri aku buat nge push, berani gak nyindir aku japri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sebenarnya Oriflame itu boleh kok cuman jadi pemakai aja, di mana nggak boleh dipaksa jadi pebisnis :)

      Delete
  46. UnknownSaturday, July 25, 2020

    Bisa tolong jelasin detailnya pas awal jadi member nggk .. Jujur adek aku kaya udah kecuci otak gitu ngotot mau join..
    Tnpa pikir pnjang krna kpincut ajakn tmen.. Klo saya pribadi si boleh boleh aja tapi plajari ilmunya jgn jd member sbab tergiur cerita manis doang..


    Answer : Kalau saya sama sekali nggak tergiur karena dicuci otak sih, memang saya penasaran aja, dan saya pelajari semuanya :)

    ReplyDelete
  47. sharing yg menarik mba...
    saya kebetulan baru mulai join Oriflame yg ke3 kalinya.

    bener yg mba tulis harus punya mental baja kalau mau jalanin bisnis. bisnis apapun itu termasuk Oriflame ini.

    saya pun baru nyaman jalanin bisnisnya oriflame saat join yg ke3 kali ini di jaringan yg berbeda dr yg 2 pertama. karna di jaringan yg kali ini saya dibuat bukan menjadi tertekan seperti yg mba pernah rasakan tapi dibuat punya semangat dan inget2 lagi kenapa saya mau jalanin bisnisnya orflame ini.alhamdulillah dapet Upline leader yg udah sukses dan santun dalam membina. jadi saya pun menduplikasi nya. mrospek dan jualan produk secara santun nggak ngejer2 kayak yg dulu2 hehehe...jadi beneran nyaman ngerjainnya.setting target sendiri dijalanin sendiri dan diri sendiri yg menentukan hasilnya. Upline support banget untuk pengembangan diri saya.


    kembali lagi ya,yg namanya mau sukses berarti harus mau kerja keras dan kerja cerdasnya.

    setuju banget sama mba..kalau mau bisnis apapun inget-inget lagi alasannya mau bisnis. dan harus mau komitmen sama diri sendiri.

    nice sharing mba.saya pun juga sedikit sharing pengalaman saya pribadi.
    *sharing is caring

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, sesungguhnya dapat upline yang cerdas itu rezeki banget :)

      Banyak orang nyerah selain memang bisnisnya luar biasa butuh perjuangan.
      Pun juga kadang upline menjadi alasan untuk berhenti, saking selalu bikin kita merasa nggak nyaman :)

      Delete
  48. Hai mba rey salam kenal, makasi ya postingannya yang membuka cakrawala tentang oriflame ahahaha jujur aku eneg banget liat status temen yg selalu pamerin gaji, bonus mobil, jalan2.. Eneg bangettttt trnya "kamu yakin gamau gabung sama kita?"

    Hadehhhhh di MLM sebelah tuh pamali posting2 gaji soalnya jadi aku heran kenapa oriflame itu mulu yg diposting ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, padahal sebenarnya tidaklah se wow yang dipamerkan itu :D

      Delete
  49. Haloo mbaak, saya terbantu banget sama hasil tulisan mbak bener2 buka mata yah, apalagi lihat komentar nya. Saya punya kakak dia seorang irt anak dua, sebenarnya ya gak kaget kalo jadi jualan Oriflame sering update story, nawarin ya cuman saya bilang ga butuh kosmetik, terus terakhir kemarin rada maksa join, saya memang kekeh karena jujur risih di DM teman lama dan rada maksain beli. Terus saya bilang lagi prospek saya yah? Katanya ya buat belajar lah begini begitu, saya cuman bilang okey tapi ga mau join semenjak itu kok gak WA saya, kebetulan kami berbeda kota, biasanya DM kirim postingan manfaat ini malah dikirimin pamer Oriflame. Sedih banget saya mbak, kayak kehilangan kakak saya sendiri, apa-apa di prospek. Dia juga orangnya mudah ditipu sebenarnya, tapi rada gak tega bilang begini karena masih baru, masih semangat, masih mau cari downline. Makasih mbak cuma pengen curhat aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. HIhihi, kalau saya perhatikan, memang siklus para pebisnis MLM itu gitu, pas gabung semangatnya luar biasa.
      Tapi biasanya, kalau memang berbulan-bulan tetap kayak gitu, lama-lama juga bakalan sadar kok, kalau memang bisnis itu yang lebih manusiawi, biar konsumen datang sendiri :)

      Delete
  50. Terimakasih mbak rey tulisannya... Aku baru banget gabung oriflame bulan agustus ini, sebenernya udah pernah gabung 2/3tahun yg lalu tp ya berenti gak tahan sama tekanannya.
    Masa iya gara2 aku tidur siang aku disindir upline distatus 'upline sibuk ngurusin jaringannya eh malah downline enak2an tidur' padahal posisi aku abis pulang kerja, disitu aku langsung auto menjauh dari bisnis itu.
    Tapi bulan ini aku memutuskan join lagi nih mbak dengan catatan gak usah disuruh tupo santai aja, uplineku manut dong hehe

    Lihat tulisan mbak rey gini jadi terinspirasi yuk mbak aktif lagi di oriflame bikin jaringan yang dikerjakan santai aja gak usah saling memaksa, aku siap jadi downline mbak rey deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahhaha bisa ajaaaa :D
      Keanggotaan saya masih aktif kok, cuman jaringan saya udah hancur lebur :D
      Hanya tinggal 1 atau 2 orang.
      Bahkan upline di atas saya berlapis udah pada kabur, tinggal upline yang paling atas :D

      Cuman saya belum memungkinkan nih, apalagi di masa pandemi gini, agak sulit menjual kosmetik seperti Oriflame :D

      Delete
  51. Waahh,, baca blog ini tengah malem, dan baca dri awal smpe akhir smua komenan no skip, hehee
    Aku jg member Oriflame bru join bulan Juni dan jd 3% kmaren di bulan Juli.. Td nya tertarik krna pngen beli dgn harga member&di jual aja si,tp kesini sini jd pengen tau bisnisnya dan emg harus bngt punya downline klo mau naik level.. Bru 2 bulan udh ngerasa susah aja nih buat dpet orderan, hihii,,
    Salut buat mba Rey atas tulisannya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, apalagi pandemi kayak sekarangm memang penuh tantangan jualan produk kecantikan, terlebih dengan serbuan banyak produk Korea :)

      Delete
  52. Unknown \ Sunday, August 16, 2020

    Cara keluar dri member Oriflame gmn yaa mba ,mau ngmong sm leaderny gaenak , mau d diemin tkut di lacak malah tkutnya nnti saya di sangka penipuannya huhu ,baruu join tpi udh pgn kluar krna gaenak ka bngt ka , respon yaaa please


    Reply :
    Unknown Tuesday, August 18, 2020

    Di diemin aja kak ga usah ada orderan smpe 1 thun kdepan (setahu aku) nnti otomatis mati ko nomer member nya.. Atau tegasin aja ke upline nya klo kmu udh mau off biar ga di kejar kejar.. Salam dri Purworejo, Jateng kak.. Semangatt:)

    Reply by Rey : Kalau baru gabung dan belum order sama sekali, setahu saya 6 bulan udah otomatis mati kok nomornya.
    Jadi cuekin aja, kalau dihubungi, terus terang aja kalau nggak sreg atau ngga ada orderan :)

    ReplyDelete
  53. Kalo mau bisnis yg sebenarnya ya jual beli
    MLM itu ga cuan kl yg dikejar level2nya
    Coba aja dihitung untung ruginya, mesti banyak ruginya wkwkwk
    Contohnya aku yg 2 bulan ini gabung dan gara2 ngejar tupo jadi gelap mata habis lah duit
    Alhamdulillah, sekarang tersadar dan bangun lagi, jualan barang yg lebih real dengan modal seadanya gara2 tupo tupoan bulls**t duitku habis wkwkwkwk
    Sekian

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi, memang memilih bisnis kudu disesuaikan dengan karakter dan passion sih ya :)

      Delete
  54. UnknownMonday, August 31, 2020

    Halo Mba Rey dan jg semua temen2 mantan MLM oriflame atau yg mau ikut tapi ragu atau yg cuma mau jadi member karna beli barangnya aja :D Aku baca semua commentnya dan beragam yah ternyata pendapatnya :) Dari penjelasan Mba Rey, bisa jadi strategi saya nih buat jualan dan jg bertahan ikutin bisnis ini, makasih banyak ya Mba :) Nah untuk temen-temen yang pernah ikut MLM ini dan merasa kecewa karena upline suka sindir-sindir... hmmm kok upline kamu gitu-gitu sih?:( Ikut sedih juga kalo kamu cuma dikejar2 karna biar dapet poin, tapi ngga bener bener dirangkul dan diajarin. Kira-kira kalo temen2 disini ada yang mau coba MLM oriflame ini lagi gimana? Kebetulan aku member di oriflame juga, baru mulai coba bisnis ini dan semoga bisa dilanjutkan dan betul-betul serius. Aku mau seriusin MLM ini karna kami yang anak bawang nih, bener-bener diajarin lho gimana bisa berjualan, gimana bisa merekrut orang dan banyak hal lainnya. Gimana bisa tambah kenalan dan jg tambah kepercayaan diri. Buat temen-temen yang mau tanya tanya ke aku, aku sangaaat terbuka sekali. Atau yang mau pesan ajah tanpa ikut jadi member juga boleh bangeeet. Boleh hubungi aku yah, Dewwi 081219828123. Semoga kekhawatiran temen-temen bisa digantikan dengan ikut sama tim aku ini. Terima kasih :)

    Reply : Halo Mba Dewwi, saya tulis ulang ya komennya, karena kalau pakai unknown bikin broken link.

    Btw Mba Dewwi mengingatkan saya di awal bisnis Oriflame, semangatnya luar biasa :)

    ReplyDelete
  55. UnknownSaturday, September 12, 2020
    Wkwk baru dua bulan gabung alhasil saya lgsg kabur tanpa ngasih kabar ke upline klo saya sdh gamau ngelanjutin bisnis Oriflame. Alhasil, upline ngechat terus sampe pernah ngechat sindirian dan bikin status sindirian. Tapi saya biarkan wkwk. Sya sebener nya tau itu status nya buat saya wkwk. Awalnya krna saya gabisa memenuhi target dan upline selalu ngotot ngasih tau, udh di tawarin ke temen" nya blm? Sya kebetulan tinggal di desa. Yg dimana tetangga aja rata" sbg petani, ada juga buruh pbrik yg gaji nya dibawah 2juta. Dan di desa jarang orang nge gunain produk Oriflame yg bisa dibilang harga nya mehong. Bukan nya beli malah yg ada mereka minta ngutang dulu bayar belakangan. Bukan kah di utangin itu justru yg bikin bisnis ga berjalan lancar? Dan saat itu saya hampir bisa memenuhi target dan bakal dapet hadiah produk waktu itu hampir dapet tas clutch. Karna saya bingung point saya kurang sedikit lagi, udah bersikeras nawarin ke temen" tpi mereka nolak. Saya juga sdh beli beberapa produk nya demi menambah point. Alhasil krna memang blm rejeki. Point saya masih kurang. Disitu upline bilang mau bantu. Tpi dia juga minta imbalan nya wkwk. Cuma bantuin 20 point aja upline bilang. Saya bantuin tpi nanti tas nya saya yg tebus yaa... Disitu lgsg ilfiel krna dia ada niat baik mau membantu tpi kok ngarepin imbalan? Wkwk. Lgsg ilfiel aja sih, yaudah akhirnya demi menyenangkan hati mereka. Dan membuat mereka naik level. Saya goalin target nya dan tas nya buat dia. Ya kali" sedekah. Ngasih org yg mungkin dia lebih sukses daripada saya wkwk. Dan saya punya upline yg title nya paling tinggi. Ya saya tau dia sangat sibuk krna kaki nya banyak. Tpi dia juga sangat aktif di ig, bahkan sering jalan". Saya awal gabung sering sharing dengan dia. Tpi ya gitu balas chat nya lamaa.. bahkan 2 hari baru dibalas. Tpi sblm membalas pesan. Dia selalu ontime tiap hari nge share bahan branding. Dan dia bisa bikin status tiap hari. Berati chat ku ke pendem dong? Wkwk yasudahlah. Setelah itu 2-3hari kemudian dia baru scroll dan membalas. Bahkan kdg ga dibalas tuh chat ku. Miris. Udah ga respect duluan sih. Krna ga baik juga klo sharing / nanya di keadaan yg bener" genting klo ga lgsg di balas. Sampai akhirnya ketika dia ngasih bahan branding cuma aku read aja. Krna si upline itu haus akan pujian dan balasan. Ketika ga dibalas terimakasih atau kata" apapun itu dia bakalan kebakaran jenggot alias nyindir. pernah saat itu sya lagi gaenak body dan di harus kan bedrest. Disitu sya bener" jarang buka hp. Jangan kan buka hp. Buat berdiri aja serasa mo jatoh saking ga enak nya badan. Alhasil ketika buka chat ternyata chat dri upline itu yg paling banyak. Dia sampe bilang. "Hayy xxxxx gimana nih? Masih mau lanjut kan? Oiya kebetulan klo kmu bisa goalin target kmu bisa dapetin parfum ini lhoo.. tolong balas ya krna klo cuma di read aja atau ga dibuka itu gaenak lho!!! WKWKWK ngakak dong. Dia aja klo chat nya ga dibalas marah". Gondok. Kesel. Apakabar sma gue woy upline yg manis nan jelita WKWKWK ewh. Dan kerjaan nya si upline selalu pamer". Iya tau tujuan nya dia ga untuk pamer tpi buat mengisnpirasi. Tpi klo orang ngeliat itu sih bukan menginspirasi tpi semacem pamer wkwk. Krna kdg hal" gapenting aja dia publish. Misal abis gajian berjut" dia ke mall blenjong, hangout, dan sebagainya. Dan pasti caption nya hasil dri pencapain Oriflame. Dan nyidir" donlen nya yg ga serius. Bukan gamau serius bu uplinee.. yaelah mana ada si orang yg gamau sukses. Pasti dia bilang RUGI klo ga serius. Wkwkw emejing sekali mulut nya. Namanya pencapaian mah tiap org berusaha nya sendiri". Emg pake modal Lo wkwk. Kdg Sampe sedekah aja dia publish. Pdhl itu gabaik sih, jdi dia suka cerita" gitu kaya maren idul adha dia ceritanya bisa sedekah hewan. Dia lgsg berkoar" nge share dia grup dan nge publish ke semua story wkwkwk. Bahkan sampe dream board nya dia publish juga. Dia ceklisin tuh pencapaiannya selama di Oriflame.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Reply : Hihihihi, bingung mau komen apa Mba, tapi memang seperti itulah keadaannya bisnis Oriflame, Sebenarnya sih semua bisnis ya kurang lebih kayak gitu, bedanya personalnya aja sama sistemnya yang terikat kalau di Oriflame :D

      Delete
  56. UnknownSaturday, September 12, 2020
    Bisa beli ini beli itu. Saya ga iri sih, tpi saya miris klo ada orang yg ga mampu trus melihat itu malah bikin penyakit hati orang lain. Ya singkat cerita spt itu. Bukan singkat tpi ini curhat wkwk.
    Btw makasih mba Rey, ku kira semua member Oriflamers ga ada yg kaya aku. Ternyata setelah ketemu blog ini dan scroll komentar banyak yg se nasib wkwk. Dan ternyata ga semua Oriflamers bahagia ya. Ehe. Semoga selalu panjang umur utk semua dan mendapatkan rezeki yg jauh lebih baik. Yg penting halal dan berkah. Dan ga lupa utk bersyukur:)

    Reply : sama-sama :)
    Sebenarnya banyak bangeeettttt nget yang merasakan hal demikian, hanya saja nggak ada atau jarang yang berani nulis, takut diserang :D

    ReplyDelete
  57. 2th yg lalu sy sdh capai manager 12 (join ke2) beberapa bulan kemudian sy memutuskan untuk berhenti dari oriflame. saya rasa tidak ada yg salah dlm sistem kerjanya, saya yg salah me-manage waktu,cara kerja dan TEAM ��
    sy memutuskan untuk kembali ke pekerjaan sy di mana sy jauh lebih nyaman, aman, tentram (tanpa toxic)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, sama nih Mba, 2 kali join dengan semangat banget, emang bukan jodohnya sih saya di Oriflame.
      Lebih merasa jadi toxic juga :)

      Delete
  58. Putri nofi Liana NugrohoSunday, October 04, 2020
    Woah, emang bener mba, apa yang ditulis mba Rey. Saya juga member Oriflame, masih sekolah jadi enggak ada modal. Baru gabung Agustus kemarin, dan, sekarang mau uts, eh, dikejer kejer terus sama Upline. Makin pusing nih kepala wkwk. Baca postingan dan komentar dari kakak kakak yang udah berpengalaman bisa buat saya sedikit santai dan bisa lah buat negesin kalau saya enggak mau diteken.


    Reply : hahaha, semangat :D

    ReplyDelete
  59. Saya juga pernah bisnis Oriflame dan menurut saya bagus kalo fokus
    Sedangkan saya pinginnya ini kerja sampingan
    Ya bubarlah 😀😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya Mba, kalau sampingan bisanya buat jualan aja Mba, biasanya jualan parfum dan skincare set, lumayan untungnya :)

      Delete
  60. Salam kenal mbak Rey, aku Puteri, jalani bisnis Oriflame selama 10 tahun. Level tertinggiku di Gold Director kualifikasi 2 open level yaitu, Senior Gold Director dan Sapphire Director. Saat ini aku siap-siap berhenti dari Oriflame hahaahhaha....
    Meski Mbak Rey temen pembaca mungkin bertanya-tanya kenapa aku mau berhenti, menurutku alasanku gak penting buat dibahas disini. Hanya saja aku mau bilang, salut dengan penjabaran mbak Rey tentang Oriflame. Aku yakin mbak Rey ini smart lady, dan berusaha menimbang segala sesuatu dari sisi kanan dan kiri, depan belakang,hahahahaaa..... Salut dengan tulisannya mbak Rey, semoga berkah selalu! Take care and enjoy your life ❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Puteri, salam kenal.
      Waahh kayaknya kita sejaringan ya Mba, di SBN :)

      Nah another story lagi nih Mba, saya dulu sering liat juga upline-upline dari DBCN yang memutuskan berhenti, meski selangkah lagi ke CRV.

      Tapi memang setiap orang punya alasannya masing-masing :)
      Semangat ya Mba, semoga lebih berkah lagi :)

      Delete
  61. Apakah ada biaya untuk mendaftar oriflame mbak?

    ReplyDelete
  62. Terimakasih Mba Rey atas postingannya, tidak banyak informasi tentang ini di platform manapun, saya harap semoga kita bisa punya banyak informasi yg berimbang seperti ini, sehingga ketika memutuskan pun berdasarkan dari hasil yg dapat dipertanggungjawabkan.

    Saya level tertinggi di 18% selangkah lagi menuju SM, tetapi dua bulan stuck level di 15%. Saya bukan tidak bekerja keras, hampir seharian waktu, tenaga, bahkan modal saya disini.

    Saya banyak diskusi dgn upline, tapi sayang jawabannya kurang memuaskan menurut saya, bukannya memberi solusi yg lebih teknikal malah menyuruh untuk Semangat, Positif Thinking, dan Kerja Keras lagi. Menurut saya, tidak ada yg salah tetapi apabila ini bisnis yg profesional, ketika ada masalah,pasti akan berusaha menyelesaikan hambatan terlebih dahulu secara teknikal baru fokus kembali dengan kalimat semangat, positif thinking, dan kerja keras.

    Dari sana, karena ketidakpuasan saya, saya mencoba pelajari lg dan setelah saya pelajari lagi bahwa benar disini adalah bisnis yg mengutamakan merekrut dan bukan berfokus pada penjualan barang, dimana tidak sesuai dengan kata hati saya.

    Dari segi Agama, banyak Ulama yg melarang, dari respon negara2 Maju seperti Amerika, China, dan negara2 di Eropa sudah banyak yg menentang sistem bisnis seperti ini.

    Sebaiknya hindari sistem bisnis seperti ini , dan berfokus pada pekerjaan / cara berjualan lain yg memang benar dan sesuai syariat.

    Ditambah status 'independent sales' disini menyatakan bahwa kita adalah karyawan yang terikat kode etik dan rela tidak di bayar (sampai mencapai target tertentu) untuk mempromosikan suatu produk dengan usaha,jerih payah dan modal kita sendiri.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)