Kekurangan Zat Besi Jadi Isu Kesehatan Nasional Serta Dampak Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju

Kekurangan Zat Besi Serta Dampak Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju

Sharing By Rey - Kekurangan zat besi pada anak ternyata bisa jadi isu serius terhadap kesehatan nasional di Indonesia loh, karena berdampak terhadap kemajuan anak generasi maju.

Hal ini, berkaitan dengan rencana besar bangsa Indonesia, dalam menyongsong mimpi untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2045 nanti.

25 tahun mendatang, anak-anak hebat dari generasi maju, yang akan diandalkan dalam membawa negara ini jadi lebih maju.
Karenanya, dibutuhkan generasi-generasi emas yang akan pintar dan hebat, demi mencapai impian tersebut.

Dan bahagianya nih, generasi-generasi emas tersebut, tentunya adalah termasuk anak-anak saya yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan, dan sebagai ibu saya harus selalu memaksimalkan tumbuh kembangnya.


Danone Specialized Nutrition Terhadap Kekurangan Zat Besi Pada Anak


Menurut Riskesdas, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami anemia, dan  sekitar 50-60% mengalami anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Padahal, dampak dari kekurangan zat besi pada anak, dapat membuat anak-anak tumbuh dengan gangguan kognitif, serta  mental yang bersifat permanen, yang tentunya akan menghambat segala
upaya anak untuk berprestasi bagi negeri tercinta ini.

Kekurangan Zat Besi pada anak

Karena hal tersebutlah, Danone Specialized Nutrition (SN), merasa berkewajiban ingin mendorong pemahaman masyarakat yang lebih mendalam, terkait masalah kekurangan zat besi serta nutrisi yang dibutuhkan pada anak, untuk mencegah kondisi tersebut. 

Dan berangkat dari hal itu diadakannya sebuah acara diskusi virtual bersama para ahli kesehatan dan orang tua, dengan tajuk “Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju” yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Desember 2020 kemarin, melalui zoom.

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menyampaikan hal tersebut, dalam sesi pertama di webinar diskusi virtual kemarin.


Dampak Kekurangan Zat Besi Pada Anak


Zat besi untuk anak sangatlah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak generasi maju dengan lima potensi prestasi. 
Karena sebagai bagian dari hemoglobin, fungsi utama zat besi adalah mengantarkan oksigen dari paru-paru untuk digunakan oleh bagian-bagian dalam tubuh anak.

Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial.

Adapun kekurangan zat besi pada anak adalah, kondisi ketika kadar ketersediaan zat besi dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian anak.

Hal tersebut, dipaparkan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ketua Departemen Ilmu Gizi Klinik FKUI, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam,M.Gizi, SpGK.

dr. Nurul Ratna Mutu Manikam,M.Gizi, SpGK



Di mana dr. Nurul juga menjelaskan secara gamblang, bahwa zat besi memiliki peran penting pada tubuh anak, terutama untuk mendukung tumbuh kembangnya. 
Karenanya, asupan zat besi yang tidak cukup pada anak, dapat menyebabkan menurunnya kecerdasan, fungsi otak, dan fungsi motorik anak.

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. juga turut menjelaskan, bahwa kekurangan zat besi tidak hanya memiliki dampak bagi pertumbuhan anak, tetapi juga pada
perkembangan anak. 

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.

Kondisi ini dapat menghambat kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Sementara jika konsentrasi anak tidak optimal, maka daya tangkap anak jadi menurun, daya ingatnya pun kurang optimal, serta rentan mengalami masalah kognitif lain seperti kesulitan menganalisa dan mengambil kesimpulan, sulit memecahkan masalah, dan kurang kreatif. 

Dan kelak, saat anak memasuki usia sekolah, ia akan rentan mengalami kesulitan belajar, serta saat dewasa rentan jadi sulit bersaing di dalam dunia kerja. 
Hambatan ini tentu saja dapat membuat anak menjadi tidak percaya diri, murung, dan sulit bersosialisasi. 

Secara umum, ada beberapa dampak kekurangan zat besi pada anak untuk jangka pendek, adalah:
  • Terjadinya penurunan kognitif atau kecerdasan anak.
  • Terjadinya penurunan fungsi otak anak, baik berupa attensi, pendengaran, visual, serta jadi kurang responsif ketika mendengarkan sesuatu.
  • Terjadinya penurunan fungsi motorik anak, lebih cepat lelah, serta tidak secekatan dengan teman-teman seusianya.

Sedangkan dampak jangka panjang kekurangan zat besi pada anak adalah:
  • Terjadinya penurunan performa anak di sekolah, baik  kemampuan berhitung, membaca, menulis, dan bahasanya.
  • Terjadinya perubahan attensi dan sosial, karena anak kurang tanggap terhadap lingkungan di sekitarnya.
  • Terjadinya perubahan perilaku anak, seperti kurang aktif, tidak ceria, mudah lelah, cenderung penakut, serta selalu ragu-ragu untuk mencoba hal baru.

Agar Anak Tidak Kekurangan Zat Besi


Rasanya, tak ada orang tua yang mau mengambil resiko anaknya terkena dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari kekurangan zat besi, karenanya sebagai orang tua, sebijaknyalah kita selalu lebih tanggap mencari ilmu tentang bagaimana mengoptimalkan perkembangan anak, mulai dari dalam kandungan.

Salah satu penyebab utama terjadinya kekurangan zat besi pada anak adalah kurangnya konsumsi asupan makanan kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ikan, dan ayam. 

cara mencegah kekurangan zat besi pada anak

Karenanya, kekurangan zat besi dapat dicegah dengan memberikan anak makanan yang kaya zat besi
seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu pertumbuhan yang difortifikasi. 

Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan asupan vitamin C pada anak, karena vitamin tersebut
membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. 

Ada beberapa jenis sumber vitamin C yang bisa diberikan kepada anak, yaitu: jeruk, stroberi, tomat, dan brokoli, dan sebaiknya kesemuanya dimakan bersama dengan makanan yang kaya zat besi untuk mengoptimalkan penyerapannya. 

Agar lebih sempurna, jangan lupa tambahkan makanan dan minuman yang difortifikasi zat besi dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Hal tersebut diungkapkan oleh bintang tamu sekaligus aktris, Alyssa Soebandono, yang hadir dan turut serta sharing bagaimana usahanya dalam memaksimalkan kedua putranya, Rendra dan Malik.
Sebagai seorang aktris dan ibu dari dua anak, Alyssa juga menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak kekurangan zat besi pada anak.

Alyssa Soebandono sharing bagaimana usahanya dalam memaksimalkan kedua putranya



Karenanya, Alyssa selalu  mengamati secara langsung bagaimana anak berjuang untuk tetap berkonsentrasi ketika belajar, terutama untuk anaknya yang sudah memasuki usia sekolah, Rendra. 

Dengan situasi pembelajaran jarak jauh (PJJ), tantangan anak jadi lebih berat, karenanya Alyssa selalu hadir mendampingi Rendra dan Malik ketika belajar,  agar bisa membantu mereka tetap berkonsentrasi. 

Bukan hanya itu, agar kebutuhan zat besi anak tercukupi, Alyssa selalu berusaha menyediakan asupan gizi yang cukup, dan memastikan tidak ada tanda-tanda awal kekurangan zat besi pada kedua buah hatinya. Syukurlah, karena selalu menjaga asupan gizi dan pendampingan yang penuh perhatian kepada anak-anaknya, Rendra dan Malik pun tetap dapat terus belajar aktif, serta dapat memenuhi rasa ingin
tahunya, meski tidak ada kegiatan tatap muka dengan guru dan teman-teman sekolahnya.

Tya Ariestya, bintang tamu lainnya yang juga seorang aktris, ikut menceritakan pendapatnya dalam memastikan asupan gizi harian anak. 

Tya Ariestya peduli anak kekurangan zat besi

Bagi Tya yang anak-anaknya masih berusia 4 tahun dan 1,5 tahun, masalah gizi seperti kekurangan zat besi dapat menjadi salah satu penyebab anak lebih pemurung dan pendiam di rumah. 
Padahal, setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya tumbuh sehat, supel, dan punya banyak teman.

Karenanya, Tya selalu memastikan Kanaka dan Kalundra, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, serya mengajak mereka untuk bermain bersama.
Kiat tersebut dilakukan Tya untuk memastikan anak-anaknya dapat berkembang dengan baik.


Demikianlah, dengan usaha orang tua yang lebih, zat besi untuk anak bisa dicukupi, dengan konsumsi makanan yang tepat, serta pemberian vitamin C untuk anak, sehingga tumbuh kembang anak, sebagai anak generasi maju dengan lima potensi prestasi, bisa dicapai oleh anak-anak generasi emas 2045 ini.

lima potensi prestasi anak



Hal ini juga sangat bermanfaat buat saya pribadi, mengingat anak saya juga sedang dalam masa pertumbuhan, yang mana seperti kebanyakan anak-anak lainnya, si adikpun kadang picky eater terhadap makanan-makanan yang sebenarnya bermanfaat banget buat tercukupinya zat besi untuk anak.

Dan memang dibutuhkan usaha lebih saya, untuk memastikan si adik tetap tercukupi zat besinya, dengan konsumsi makanan dan minuman yang tepat.


Sekilas Tentang Danone Spesialized Nutrition Indonesia


Berawal dari dua perusahaan, PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia), dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada), yang berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang, tentunya dengan melalui pemenuhan nutrisi anak sejak pada tahap awal kehidupan.

Nutricia dan Sarihusada percaya, bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1.000 hari pertama sejak dalam kandungan, hingga tahun kedua anak, akan sangat berdampak seumur hidupnya.

Di Indonesia, Nutricia telah berdiri sejak 1987, dan Sarihusada sejak 1954. 
Dan keduanya merupakan bagian dari Danone Specialized Nutrition

Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan melalui makanan dan minuman kepada sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Danone Specialized Nutrition Indonesia juga telah menyediakan sebuah platform daring untuk
membantu orang tua bisa melakukan tes risiko terjadinya kekurangan zat besi pada si Kecil
melalui fitur di dalam situs www.generasimaju.co.id

Pada situs ini, orang tua juga dapat menemukan serangkaian artikel terkait topik nutrisi termasuk kekurangan zat besi dan bagaimana cara mengatasinya, serta tentunya berbagai artikel mengenai tips untuk mendukung anak menjadi Anak Generasi Maju.

Karenanya, dengan fitur ini, diharapkan dapat membantu orang tua, untuk selalu bisa mendeteksi kekurangan zat besi pada anak sejak dini, serta mengetahui bagaimana stimulasi yang perlu dilakukan agar dapat mendukung mereka menjadi generasi maju, demi terciptanya Indonesia maju 2045 nanti.

Kekurangan Zat Besi Serta Dampak Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju

Nah, Moms sekalian, sudahkah memastikan kebutuhan zat besi untuk anak terpenuhi?
Selengkapnya, cek di www.generasimaju.co.id ya.


Sidoarjo, 18 Desember 2020

Sumber : 
  • Diskusi virtual bersama Danone Specialized Nutrition 
  • Website www.generasimaju.co.id
Gambar : Dokumen pribadi, Canva dan website www.generasimaju.co.id

77 komentar :

  1. Oohh begitu toh..😊😊 Berarti dalam kurun waktu satu bulan kita minimal harus dua kali cek kondisi kadar zat besi pada anak yee uni Rey...Bukan pada anak saja diri kitapun juga memang lebih perlu lagi, karena semakin tua tubuh kita yaa semakin banyak pula penyakit yang selalu hinggap ketubuh. Terlebih kalau kurang kontrol yee..😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah iyaaa, orang dewasa juga Kang, anak-anak lebih lagi, karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan, kalau KangSat mah sedang dalam masa apa ya? hehehe

      Hapus
  2. padahal 'cuma' kekurangan zat besi ya mom, tapi dampaknya luar biasa, apalagi bisa menghambat tumbuh kembang anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget Mom, kasian kalau dampak jangka panjangnya juga mempersulit anak di masa depan

      Hapus
  3. Zat besi memang sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Untuk melahirkan anak generasi maju, sang ibu juga harus menjaga asupan nutrisi agar tidak sampai anemia ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Mba, bener banget, banyak juga nih kasus ibu hamil anemia, kasian juga janinnya

      Hapus
  4. makin aku gede, aku merasa nggak begitu doyan sayur hehehe, padahal zat besi juga bisa di dapatkan dari sayuran.
    aku selalu suka dengan program program dari Danone, peduli banget dengan masyarakat.
    besok besok kalau aku sudah jadi ibuk ibuk, aku akan memastikan asupan gizi anakku terpenuhi dengan baik, pokoknya yang baik baik kasih ke anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaha, saya malah kebalik Mba Inun, eh sejak hamil sih, jadi doyan sayur, setiap kali makan tanpa sayur, rasanya aneh aja :D

      Hapus
  5. Selalu salut sama program Danone, inovasi terus dan sangat peduli terhadap nutrisi masyarakat. Huhuu Zat besi ini yaa, emang sangat dibutuhkan apalagi buat para perempuaan, aku kadang suka minum suplemen, karena ga terlalu doyan sayuran ijo2 hahhaaaa, masih pr ini pilih2 makan sayur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Mba, kepeduliannya luar biasa ya, demi menyiapkan anak-anak generasi emas di tahun 2045 mendatang

      Hapus
  6. Danone bikin acara bagus nih. Cocok banget untuk para moms terutama sebagai salah satu yang bertanggung jawab atas asupan anak-anak. Kalau sampe kekurangan zat besi banyak sekali dampak yang bisa terjadi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mom, Danone selalu peduli dengan nutrisi dan perkembangan anak-anak :)

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Danone sejak 1954? Lebih tua dari orang tua saya btw hehe. Dengan tetap bertahan hingga kini membuktikan kalau produk-produk Danone memang dibutuhkan dan bermanfaat untuk masyarakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iyaaa, sejak dulu selalu bertahan dengan komitmennya peduli kepada konsumennya :)

      Hapus
  9. zat besi itu emang penting banget buat anak. ga bisa disepelein yah

    BalasHapus
  10. Ga usah di anak yg masih tumbuh deh. Di diriku yg udah kepala empat ini aja yg notabene udah ga butuh untuk tumbuh, kurang zat besi terasa bgt. Cepet lelah, ngantukan, lemesan. Wis pokoknya enggak banget deh kekurangan zat besi itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh wajib banget ya zat besi itu dipenuhi untuk semua usia :)

      Hapus
  11. Isu ini pasti penting banget ya sehingga menjadi isu yang digaungkan dalam skala nasional.
    Kecukupan nutrisi, terutama mikronutrien seperti zat besi memang kadang jarang diperhatikan. Sebagai orang tua, secara umum kita hanya ngeluh karena anak tidak mau makan. Nyatanya, mau makan pun kecukupan nutrien penting juga harus diperhatikan.

    Tetap semangat para orang tua untuk generasi yang lebih baik tahun 2045

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya buat generasi emas tahun 2045, semoga kita masih diberi umur panjang dan bisa melihat impian bangsa tercapai melalui generasi emas sekarang :)

      Hapus
  12. Zat besi memang penting banget untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan ya, mbak. Karena potensi mereka untuk bertumbuh maksimal sangat dipengaruhi oleh zat besi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benerrr banget, kasian banget kalau kena dampaknya yang merugikan masa depan anak :)

      Hapus
  13. Ga boleh diaggap remeh kekurangan zat besi ini, apalagi pada anak2 yg sedang di masa pertumbuhan, berpengaruh besar pada aktivitas dan tentunya masa depan mereka.
    Acara Danone selalu memberikan edukasi, sekaligus pengingat orangtua agar memperhatikan gisi anak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Danone memang selalu peduli dengan segala aspek kehidupan ya, termasuk nutrisi anak dan zat besi :)

      Hapus
  14. Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial.

    Setiap ortu kudu concern dgn pemenuhan zat besi pada anak ya.
    Karena fatal akibatnya kalo terabaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, kan sedih juga kalau anak jadi tertinggal dengan lainnya, hanya karena dampak dari kurangnya zat besi :)

      Hapus
  15. Menjaga kebutuhan zat besi dalam tubuh emang penting banget, jangan sampai deh kita atau anak anak mengalami anemia

    BalasHapus
  16. penting banget ya anak ga kekurangan zat besi, terkadang saya masih berpikir itu yang daging-dagingan, padahal penting juga yaa yang hijau-hijaunya kayak brokoli dan bayam. Tulisannya bagus mba makasih yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, sayur dan daging yang seimbang itu lebih baik sih, meskipun anak-anak kadang kurang suka :D

      Hapus
  17. Defisiensi zat besi masih jadi momok banget di Indonesia. Ngga hanya dimulai sejak anak lahir bahkan sejak anak dalam kandungan bya mon

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah anakku makan gak pilih-pilih jadi semoga gak kena defisiensi zat besi yang ternyata jadi isu kesehatan di negeri kita ya

    BalasHapus
  19. Saya pun curiga ini anak saya kekurangan zat besi, karena sejak lahir bb naik sedikit. Tapi sejak saya terapkan menu gizi seimbang, lumayan ada kenaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya memang harus selalu dicari cara agar menunya seimbang ya Mba :)

      Hapus
  20. Zat besi penting banget ya mbak huhu ngga mau deh kesehatan terganggu karena kekurangan zat gizi, sebagai seorang ibu memang sudah seharusnya memperhatikan asupan nutrisi untuk diri sendiri dan juga keluarga dirumah

    BalasHapus
  21. Jadi orang tua memang PR-nya banyak banget ya mbak. Termasuk memenuhi gizi anak biar nantinya di masa depan nggak ada masalah kesehatan. Salah satu yang harus dipenuhi adalah kandungan zat besi. Noted banget dipersiapin dari sekarang sebelum punya anak hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, sebelum punya anak kudu udah ngeh masalah pentingnya zat besi :)

      Hapus
  22. Dukungan terhadap dua perusahaan ini terhadap tumbuh kembang anak tetap harus didukung. Dan bagus bener deh :)

    BalasHapus
  23. dengan banyaknya edukasi gizi yang terus menerus seperti ini, aku yakin semakin banyak ibu diluar sana yang teredukasi dan semakin menyadari pentingnya zat besi untuk tumbuh kembang anak

    BalasHapus
  24. Aku pernah anemia, anakku juga kena ADB haha masa2 suram. Alhamdulillah jd banyak belajar seiring waktu dan sekarang jg berusaha kasi edukasi soal bahaya anemia baik utk org dewasa dna terlebih lg anak2 ke org2 terdekat krn udah mengalami sendiri :D
    walau bukan sesuatu yg patut dibanggakan wkwkwk :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh, Alhamdulillah ya sudah terlewati, bukan sesuatu yang dibanggakan tapi sangat memberikan pelajaran Mba, semoga ke depannya anak-anak dan mamanya selalu sehat dan ceria :)

      Hapus
  25. trnyata memang zat besi itu penting yah buat anak dan org dewasa heuheu.. tfs mbaa

    BalasHapus
  26. Zat besi dan vitamin memang penting untuk pertumbuhan anak. Masih banyak yg belum aware kalo anak-anak juga bisa kena anemia. Jadi tahu banyak dari postingan ini, thanks for sharing mbaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Mba, semoga makin banyak anak terbebas dari kekurangan zat besi :)

      Hapus
  27. Sedih deh lihat faktanya bahwa Indonesia masih punya isu kesehatan defisiensi zat besi, semoga edukasi pentingnya zat besi ini bisa menekan angka defisiensi tersebut ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mba, semoga makin banyak ortu yang paham tentang zat besi :)

      Hapus
  28. Baca ini, jadi berasa banget diingatkan untuk lebih aware dalam memenuhi nutrisi anak. Apalagi, aku pribadi ngeri banget sama dampaknya yg jangka panjang. Pembahasannya lengkap nih mba, jadi banyak tahu khususnya soal zat besi ini. Thank you, Mba Rey.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mba, dampaknya bikin anak jadi kesulitan deh di masa depannya

      Hapus
  29. Agak khawatir banget ya jika anak kekurangan zat besi, ternyata asupannya mesti seimbang ga harus itu-itu aja, harus variasi makanannya, kadang yang menagndung zat besi suka terlewatkan nih, mesti lebih perhatian lagi pemberian asupan si kecil

    BalasHapus
  30. Waah ternyata penting banget ya vitamin C untuk penyerapan zat besi. Anak-anakku harus lebih banyak lagi dikasih vitamin dan zat besinya nih

    BalasHapus
  31. Penting banget memang zat besi ini ya mbak untuk tumbuh kembang anak, nggak kebayang jika ada anak yang kekurangan zat besi pasti mereka akan terganggu tumbuh kembangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan, kasian banget, apalagi karena ketidak tahuan kita sebagai ortu

      Hapus
  32. lha anakku ituuu termasuk yang kena anemia defisiensi besi.. aslii susah banget daah mbaak buat pulihnya, tapi alhamdulillah dengan usaha yg ngoyo, 7 bulan kemudian sembuh hehehe emang jadi isu yg perlu dipelajari semua ortu nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah, syukurlah udah sembuh ya, banget nih, kebanyakan karena faktor ketidak tahuan

      Hapus
  33. zat besi memang tidak bisa disepelakan ya Kak.
    Si Fawwaz itu tahun lalu didiagnosa anemia, terus dikasih zink.
    sempat heran kenapa juga anak bisa kena anemia, meski sebelumnya sudah pernah juga baca Anemia Defisiensi Besi, tapi ternyata ndak nyangka anakku mengalaminya, jadilah lebih perhatian lagi dengan nutrisinya juga, plus baru ngeh juga sih karena waktu itu dia memang suka minum teh dan diiyain aja ama Tante klo minta teh, padahal ternyata teh gak bagus ya tuk anak kecil, fiuuhh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si bocah ini juga suka teh, tapi kuganti susu say, bahaha.
      Jadi ingat ya, betapa untungnya mengasuh anak sendiri, jadi bisa mengontrol hal demikian, semangat mamak krucil :*

      Hapus
  34. Heuuu kekurangan zat besi bisa buat tumbuh kembang anak terhambat sampai segitunya ya. Aku ikutan juga webinar ini. Jadi catatan penting buatku karena waktu hamil aku anemia. Ini mau cek anak-anak ke lab buat pastikan kecukupan zat besinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anak-anaknya sehat ya Mom, insha Allah terpenuhi zat besinya :)

      Hapus
  35. seru banget ya webinar Danone ini, ngundang banyak artis. Btw, zat besi emang penting banget ya buat pertumbuhan dan perkembangan anak. Orangtua harus perhatikan banget nih asupan anak biar gak kekurangan zat besi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, jadi tahu juga bagaimana artis menangani anaknya hihihi

      Hapus
  36. Aku sering baca kalo kekurangan zat besi dampaknya serem banget. Jadi sebagai orangtua, khususnya ibu, harus memperhatikan banget asupan anak supaya gak kekurangan apapun ya kak

    BalasHapus
  37. Jdi inget dlu pas bb anak seret, ma dsa lgsg dikasih tambahan zat besi, untungnya ga smpe adb, moga anak indonesia makin sehat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah ya, sedih banget kalau anak sampai kekurangan zat besi

      Hapus
  38. Keren banget, orang tua bisa melakukan tes tentang kekurangan zat besi melalui daring. Semakin mudah untuk orang tua mengetahui kebutuhan nutrisi anaknya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi semakin bisa dideteksi sejak dini ya Mba, kalau memang anak kekurangan zat besi

      Hapus
  39. Kekurangan zat besi bikin sedih ya. AKu sempat degdegan anak kedua kekurangan zat besi. KArena pertumbuhan tingginya kurang. Walau anaknya tetap aktif dan ceria, tapi dia termasuk mini di usianya. Hmm.. bisa tes juga ya kak?

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)