Tradisi Kambua-Kambua, Tradisi Unik Bulan Ramadan Di Buton

tradisi kambua-kambua

"Kapan mudik ke Buton, Rey?"

Duh lagi-lagi pertanyaan horor menghampiri saya, dan jujur saya nggak suka dengan pertanyaan yang sudah sejak 20 tahun silam selalu dipertanyakan ke saya.

"Mudik agak cepat saja, biar bisa ikut kambua-kambua!"

Widih, apapulak itu? 

Terlahir dari keturunan berdarah Buton, dan tumbuh besar di sana selama 12 tahun, dan saya baru tahu dong tentang tradisi Kambua-Kambua ini.

Yang ternyata merupakan tradisi unik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Buton, ketika bulan ramadan.

Terlihat sekali ya bagaimana being 'anak pingit'nya si Rey ini, sehingga tradisi-tradisi seperti ini, justru saya ketahui setelah tidak lagi menjadi warga Buton, hehehe.

Ketika masih tinggal di Buton dulu, tidak ada tradisi ramadan yang saya ketahui, selain haroa atau di Jawa (Surabaya) biasa disebut Bancakan.

Itupun oleh ortu saya, hanya dilakukan ketika awal puasa saja, dan sangat seadanya saja. Berbeda dengan kebanyakan orang Buton, yang ketika haroa itu kudu pakai makanan daerah yang lengkap dan lumayan beragam, manggil orang-orang tua yang bisa bacain doa haroa.

Kami mah, yang baca doanya bapak saya aja.

Lucunya, padahal bapak belum tentu tahu bacaannya, hahahaha.


Apa itu Tradisi Kambua-Kambua?

Tradisi Kambua-Kambua atau juga disebut Pekambu-kambua adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan sebagian masyarakat Buton dalam menyambut pertengahan bulan ramadan atau bertepatan dengan Nuzulul Quran.

Selain itu, tradisi unik ini juga kembali dilakukan ketika malam Lailatul Qadar, yaitu malam ke-27 Ramadan.

Kegiatan unik yang telah menjadi tradisi ini, sudah ada sejak nenek moyang warga Kaobula (salah satu daerah di Buton). Biasanya dilantunkan rutin ketika dua waktu malam Ramadan tersebut. 

Biasanya, diawali dengan kegiatan masyarakat di masjid, yang mempersembahkan makanan untuk pelaksanaan Haroa atau doa bersama, guna menyambut pertengahan Ramadan.


Bagaimana Proses Tradisi Kambua-Kambua?

Tradisi Kambua-kambua ini dilaksanakan setelah pelaksaan shalat subuh. Dan diikuti oleh semua warga, baik tua hingga anak-anak.

tradisi kambua-kambua
Source: kendari.info

Semuanya akan berjalan kaki berkeliling kampung, sambil melantunkan syair bahasa Buton Kuno pada setiap pintu rumah warga. 

Setelah itu, akan berpindah-pindah tempat dan terus melantunkan syair-syair tersebut.

Sebelumnya, di malam harinya, kegiatan ini dimulai dengan adanya haroa di masjid selepas shalat tarawih. Dan pada kegiatan haroa ini, masyarakat datang membawa makanan untuk pelaksanaan haroa atau doa bersama tersebut.

Bukan hanya berdoa bersama, pada kegiatan haroa juga diadakan tausiah oleh imam masjid kepada para jamaah yang hadir, dan biasanya sangat antusias mengikuti acaranya.

Selain adanya tausiah, seorang wanita berusia lanjut yang biasanya dituakan masyarakat setempat, akan melantunkan syair Tambi.

Tambi adalah salah satu jenis syair yang dikenal oleh masyarakat, sejak Islam masuk ke wilayah Buton. 

Lantunan syair Tambi mempunyai arti untuk memuji Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT. Dan biasanya sangat merdu dilantunkan oleh masyarakat Wolio atau Buton terdahulu. 

Setelah acara haroa yang terdiri dari doa bersama, tausiah dan mendengarkan syair Tambi, maka semua jamaah akan bersama-sama menyantap makanan yang dibawa, sebagai makan sahur, sebelum diteruskan dengan acara Kambua-Kambua berjalan kaki dari rumah ke rumah sambil melantunkan syair.

Ketika berjalan kaki dari rumah ke rumah warga, kebanyakan peserta yang merupakan anak kecil ini, membawa sebuah kotak amal.

Jadi, ketika mereka bersenandung di depan pintu rumah warga, maka warganya akan membuka pintunya dan memberikan sedekah apapun yang mereka punya secara ikhlas.

Sedekah ini, nantinya akan dikumpulkan dan diserahkan kepada yang membutuhkan.

Menarik ya acara ini, bisa-bisanya saya baru tahu, hahaha.


Makna Tradisi Kambua-Kambua Menurut Saya

Kalau membaca bagaimana cara pelaksanaan tradisi kambua-kambua ini, menurut saya sebenarnya agak mirip di daerah lainnya, hanya saja pelaksanaannya sedikit beda.

Intinya satu, mengajak masyarakat untuk gembira dan semangat menyambut ramadan dengan kegiatan yang positif.

Seperti Kambua-Kambua di malam Nuzulul Quran terlebih saat Lailatul Qadar, sebenarnya di daerah lainpun sama, ada acara begadang semalam suntuk di masjid, menjemput Lailatul Qadar tersebut.

Hanya saja, oleh sebagian masyarakat Buton, dibuat dengan acara yang lebih menarik dan lebih kekeluargaan.

Di mana ada acara kumpul-kumpul di masjid, doa bersama, lalu mendengarkan ceramah, lalu adanya lantunan syair yang merupakan pujian-pujian kepada Allah dan Rasulnya.

Acaranya berlangsung hingga subuh, dan karena ada makanan yang dibawa, maka makanan tersebut bisa disantap bersama sebagai santap sahur.

Kemudian selepas shalat subuh, ada yang keliling sambil melantunkan syair kambua-kambua sambil mengajak masyarakat untuk bersedekah dengan ikhlas.

Menarik banget sih, acara yang positif dibalut budaya warisan nenek moyang yang makin samar ditelan modernisasi.

Semoga nanti, saya bisa mudik ke Buton, dan menyaksikan tradisi kambua-kambua ini secara langsung ya.

Kalau Temans, ada tradisi unik ramadan apa di daerahnya? share yuk.


Surabaya, 19 Maret 2024

#BPNRamadan2024

Sumber: 

  • https://www.suarakendari.com/read/mengenal-tradisi-pekambu-kambua-tradisi-15-dan-27-ramadhan-di-buton diakses 19 Maret 2024
  • https://kendariinfo.com/merawat-tradisi-kambua-kambua-warga-baubau-menyambut-malam-pertengahan-ramadan/
Gambar: Canva edit by Rey | kendariinfo

1 komentar :

  1. Waaah jadi tahu ada tradisi begitu Rey 👍. Aku sendiri dari keluarga batak yg udah lamaaa ga pake adat. Mungkin krn kami keluarga besar udh banyak yg merantau. Makanya tradisi2 kampung justru udah ga kepake. Lah pas nikah aja lbh milih pake cara modern drpd adat 🤣. Papa juga kalo ditanya adat Batak gimana, jangan hrp lah bisa jawab 😅

    Sayang sih memang... Tapi ga bisa disalahin juga., krn pas kecil juga ga dibiasain utk merayakan secara adat.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)