Gorengan, Jajanan Khas Ramadan yang Jadi Favorit di Surabaya

jajanan khas ramadan

Well, mungkin tidak tepat dikatakan sebagai jajanan khas ramadan di Surabaya ya. Karena pada kenyataanya, gorengan atau jenis jajanan yang berbentuk gorengan ini, selalu ada tidak hanya di bulan ramadan saja. 

Tapi memang sih, aneka jenis gorengan yang masih fresh from wajan itu, lebih sering kita temukan ketika ramadan saja.

Meski kehadirannya lebih mudah kita dapatkan di momen sore hari, mendekati buka puasa, tapi keberadaan ragam jajanan yang digoreng ini, bisa kita temukan di banyak tempat.

Mulai dari yang jualan sendirian di pinggiran jalan, hingga yang jualan di sebuah bazar takjil yang selalu ada di saat bulan ramadan.

Beragam jenis gorengan bisa kita temukan, mulai dari sang penguasa semua penjual gorengan, yaitu tahu isi dan ote-ote, pohong atau singkong goreng, pisang goreng, ubi goreng, hingga martabak mini goreng (martabak yang isinya bihun).

Fenomena ramai penjual jajanan gorengan ini memang sangat beralasan, karena ternyata kebiasaan orang-orang di Surabaya itu, adalah ngemil gorengan sebagai takjil buka puasa.

Bahkan, hingga hari ini saya masih harus beradaptasi lebih, menyesuaikan diri dan menerima risiko bersuamikan orang Surabaya, di mana papinya anak-anak semacam nggak bisa berpisah dengan jajanan gorengan ketika buka puasa.

Bukan karena saya nggak suka gorengan ya, justru saya suka pakai banget gorengan, selama itu enak, hahaha.

Meskipun gorengannya tentu saja berbeda dengan gorengan yang biasa ada di Sulawesi, tapi lama-lama lidah saya berevolusi dan menerima rasa gorengan ala Surabaya ini.

Yang menjadi masalah adalah, bagaimana membuat anak-anak tidak ikutan menghabiskan gorengan yang tersedia, lalu akhirnya mereka nggak mau makan malam, seperti yang biasa maminya ini lakukan.

Saya tidak mau dong, anak-anak jadi sakit hanya karena gorengan.

Selain itu, gorengan yang dibeli di luaran itu memang enak, tapi menurut tidak sesehat gorengan buatan sendiri.

Dan, juga makanan yang banyak mengandung minyak, seharusnya kan lebih dihindari ketika berpuasa. Tapi, bahkan ketika saya bisa saja melarang papinya anak-anak bawa pulang gorengan. Namun ujungnya saya kasian sendiri melihat papinya anak-anak mau ngemil aja kok kudu di luar juga, hahaha.

Sebagai solusi yang sesekali bisa saya lakukan adalah, mencoba bikin gorengan sendiri.

Emang bisa Rey?

Bisa banget dong.

Sayangnya, saya cuman jago dalam urusan bikin gorengan satu macam aja, yaitu pisang goreng. Mungkin karena sejak kecil kami sering makan pisang goreng, jadinya sejak kecil juga saya sering bantuin mama menggoreng pisang.

Pisang goreng buatan si Rey juga nggak kalah enak dong sama yang dijual di luaran, hanya saja anak-anak dan papinya bosan kalau makan gorengan, cuman pisang goreng doang.

Dasar ya mereka, kebanyakan maunya, hahahaha


Berikut resep pisang goreng ala Rey

Bahan:

  • Pisang kepok yang matang 1 sisir
  • Tepung bumbu pisang goreng Sasa
  • Air untuk melarutkan tepung

Resep Pisang Goreng Spesial Favorit Keluarga

Cara buat:

  • Campurkan tepung bumbu pisang goreng dengan air secukupnya.
  • Kupas pisang, belah menjadi 2 bagian, lalu balurkan tepung bumbu kemudian digoreng sampai kekuningan.
  • Angkat dan sajikan.


Mudah banget kan!

Makanya si Rey bisa bikinnya, hahahaha.


Etapi, bukan hanya mengandalkan tepung bumbu instan dong. Kadang saya bikinnya pakai tepung bikinan sendiri, kayaknya saya pernah tulis deh resep pisang goreng favorit ala Rey.


Resep tepungnya:

  • Tepung terigu secukupnya
  • Margarin secukupnya
  • Telur ayam 
  • Baking powder
  • Air untuk melarutkan tepung

Cukup itu saja, nggak perlu ditambahin gula, karena pisangnya udah manis (cari pisang kepok yang kematangannya udah pas). Selain itu, kalau ditambahin gula, bakal bikin pisang gorengnya jadi terlihat gosong, meski nggak gosong.


Selain lebih terjamin ke-higienis-annya, bikin pisang goreng sendiri juga lebih hemat ya sebenarnya. Kekurangannya cuman satu, waktunya si Rey yang nggak ada, hahaha.

I know, bikin pisang goreng itu gampang banget, yang susah dan ngabisin waktu itu adalah beberes setelahnya. Mulai dari cuci perabotan, ditambah bersihin cipratan minyak di kompor maupun sekitarnya.

Duh, kalau seperti itu, memang lebih aman beli aja di luar, apalagi ketika ramadan ini banyak banget yang jualan gorengan di mana saja.

Harganya juga sangat terjangkau, kebanyakan menjual dengan harga seribu rupiah untuk sebiji gorengan. Kalau beli di tempat bazar takjil malah kita bisa nemukan gorengan yang ukurannya besar, enak dan harganya tetap seribu.

Beli 10 ribuan, udah dapat 10 gorengan. Atau bisa beli 15 - 20 ribuan, udah puas banget tuh dimakan sekeluarga.

Bayangkan kalau goreng pisang sendiri, masih harus beli pisang, lalu kupas pisangnya, campur tepungnya, goreng pisangnya, dan akhirnya berjibaku bersihin cipratan minyak, hehehe.


Begitulah cerita si gorengan, yang merupakan jajanan khas ramadan yang banyak dijual di bulan puasa ini.

Kalau di daerah temans, apa nih jajanan khas ramadan yang paling disukainya?


Surabaya, 15 Maret 2024

#BPNRamadan2024

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)