Surat Cinta Terindah untuk Reyne Raea

 surat cinta untuk reyne raea

Dear Reyne Raea aka Rey,

Apa kabarmu hari ini?

Kau pasti sedang mengetik di laptop meski ada kantuk yang mengelayut di matamu.

Kau pasti seperti biasa, bertahan agar bisa menahan kantuk, berharap bisa menyelesaikan semua pekerjaanmu di siang hari, agar bisa tidur paling lambat pukul 10 malam.

Ah ya, kau pasti juga sedang berpikir keras menyusun kata demi kata sebagai tulisan di blog, sementara kantuk mendera, ditimpali suara si Adik yang berisik.

Kau pasti sekarang sedang menguap lebar, tapi tak mau berhenti kan?.

Sebentar lagi anak sulung tercintamu pulang dari sekolahnya, dan jika dia sudah di rumah, dijamin keadaan semakin tak terkendali dalam hal berisik.

Anak-anak tercintamu pasti akan membuatmu semakin sakit kepala, karena ketika kau berusaha keras untuk memikirkan kata demi kata yang akan tertuang di tulisanmu, tapi kedua lelaki gantengmu malah jejeritan berantem, lalu kemudian bermain bersama lagi dalam jangka waktu yang tidak lama.

Kau pasti masih terus mengetik kan, sambil sesekali melihat jam di sudut kanan monitor laptopmu. Menunggu adzan Dhuhur, meskipun seringnya ketika adzannya berkumandang, eh malah lupa segera bangkit dan shalat, hahaha.

Sebenarnya, kau tak perlu memaksakan jika memang tak tahan rasa kantukmu, Rey!.

Sesungguhnya, selama ini kau sudah berusaha dan sudah sangat luar biasa.

Khususnya selama ramadan ini, kau sudah begitu luar biasa seperti biasa bisa mengerjakan semuanya sendiri.

Sedikit waktu yang kau punya, tapi kedua anakmu bergantung padamu.

Jika di hari biasa, kau sudah cukup struggle menjalani waktu, menyeimbangkan waktu, kapan waktu untuk kerja, kapan waktu untuk anak-anak, kapan waktu untuk dirimu, tubuhmu, otakmu yaitu istrahat dengan cukup.

Selama ramadan ini, semuanya jadi lebih menantang.

Mulai dari kau tergoda untuk mengikuti banyak blog challenge, padahal sebelum ramadan kau pun telah mengikuti beberapa challenge blog.

Begitu banyak challenge yang kau ikuti, sampai-sampai kau benar-benar kehilangan waktu tidurmu. Kau baru bisa selesai kadang di pukul 12 malam, kadang juga lebih dari pukul 12 malam.

Sementara setelah selesai dan menutup laptop, bukan berarti kau bisa langsung tidur kan?.

Kau harus beberes dulu, harus menyiapkan masakan untuk sahur, sampai akhirnya kau tidur di pukul 1 malam, kadang lebih.

Sementara itu, pukul 3 kau harus bangun.

Kau tak pernah tidur nyenyak kan, Rey?.

Kau selalu ketakutan jika nanti kesiangan, karena anak-anak, khususnya si Kakak yang berpuasa, sangat bergantung padamu.

Tapi, kau hebat Rey.

Buktinya, hingga hari ke-14 puasa ini, kau tak pernah kesiangan atau melewatkan waktu sahur sama sekali kan?.

Dan bukan hanya itu, kau masih bisa menyuguhkan makanan yang lebih sehat ke anak-anakmu, bukan suguhan sahur dengan mie instan karena telat bangun, iya kan? hehehe.

Bukan hanya sahur, kau juga menyuruh anak-anak untuk tidur lagi selepas shalat subuh, agar kau juga bisa mencuri waktu sejenak untuk tidur juga.

Anak-anak juga jadi nggak ngantuk di sekolah jika bisa tidur lagi sesudah shalat subuh. Namun, hingga hari ini kau masih hebat karena nggak pernah kesiangan sampai anak gagal masuk sekolah, iya kan?

Kau juga bisa mengantar anak-anak ke sekolah, meskipun malam hanya tidur sekitar 2-3 jam saja. Setelah mengantar anak-anakmu, tak jarang kau juga harus mampir ke pasar, lalu pulang membersihkan belanjaanmu, dan mengaturnya ala-ala food preparation.  

Kau juga harus bergerak dengan cepat, karena harus menjemput si bungsu pulang sekolah, sementara jarak sekolahnya dengan tempat tinggalmu lumayan jauh.

Pulang jemput si bungsu, kau harus mencuci pakaian kotor lalu mandi dan mulai membuka laptopmu.

Seharusnya kau bisa memanfaatkan waktu siang setelah mandi tersebut untuk mengurus blog dan lainnya. Tapi kenyataannya tidak pernah bisa fokus kau lakukan karena anak-anak selalu menjadi distraksi besar akan fokusmu.

Sehingga, tanpa sadar, adzan Ashar mulai berkumandang, dan sebentar lagi harus sibuk menyiapkan menu buka puasa dan lainnya.

Ah Rey, terima kasih atas segalanya.

Atas semangatmu yang selalu ada, meski itu tak mudah.

Terimakasih sudah mau berjuang sampai sejauh ini.

Selama ini, terutama di bulan ramadan ini, bukankah kau tidak hanya struggle dengan kewalahan mengurus semuanya sendiri, tapi juga pusing mikirin biaya hidup.

Papi anak-anakmu tak mau tahu kesulitanmu, di masa-masa sulit begini, dia hanya tahu memberikan nafkah sesukanya.

Dia tak mau tahu betapa harga-harga barang di pasar terus naik, terlebih di bulan ramadan ini.

Dia tak mau tahu bahwa betapa banyak iuran tagihan yang harus dibayar.

Kau sampai pusing dan akhirnya memilih tidak menggubris taghihan iuran sekolah si Adik, hanya karena bingung kalau duitnya dipakai buat iuran bukber dan lainnya. Lalu bagaimana dengan kebutuhan utama anak lainnya?.

Terima kasih Rey, kau luar biasa.

Tau banget, menghadapi semuanya seorang diri itu tak mudah.

Tak masalah kok Rey, kalau kau merasa butuh menangis.

Itu sangat wajar, karena tidak semua orang bisa memikul beban yang kau pikul sejak beberapa tahun belakangan ini.

Tak ada tempat berbagi beban, papi anak-anakmu tak mau peduli.

Tak ada tempat mengadu, mama dan kakakmu malah sudah menganggapmu tak pernah ada di dunia ini lagi.


Menangislah, Rey.

Tidak masalah kok.

Agar kau lebih lega, bebanmu luruh bersama air mata, sehingga bisa lebih mudah bangkit dan berjalan kembali menjalani semuanya dengan semangat.

Kau pasti bisa, Rey.

Bukankah sudah sejauh ini kau berjalan, dan bukankah kau sudah berulang kali menbuktikan pada dunia, bahwa seberapa beratnya ujian yang kau hadapi, toh semua akan berlalu.

Karenanya, teruslah berjalan.

Lelah dan ingin menangis itu wajar, namanya juga manusia kan ye.

Tapi, jangan pernah menyerah, karena sebentar lagi kita pasti akan sampai di ujung perjalanan yang dirasa berat itu.


Terima kasih Rey.

Karena sudah bertahan dan terus berusaha sampai hari ini.


Surabaya, 25 Maret 2024 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)