Sabtu, Desember 15, 2018

Sudahkah Si Kecil Tumbuh Kembang Sesuai Usianya ?


Assalamu'alaikum :)

Salah satu berkah ngeblog atau jadi blogger bagi saya adalah, bukan hanya sekadar menghasilkan uang dari hobi saya menulis, tapi juga mendapatkan kesempatan emas mendapatkan ilmu langsung dari pakarnya. Khususnya ilmu parenting, dalam konsep tumbuh kembang anak.


Sejak pengalaman hal yang bikin nyesek terjadi pada si sulung saya, di mana dia melewatkan tahapan penting dalam tumbuh kembangnya, karena kurangnya pengetahuan saya dulu tentang tumbuh kembang anak.
Baca : Dampak Nyata Dari Kehilangan Tahap Merangkak Pada Anak
Thats way, sejak anak kedua saya lahir, hal-hal tentang tumbuh kembang anak menjadi sangat penting bagi saya, meskipun tidak lantas membuat saya langsung mengunjungi DSA ahli tumbuh kembang anak, karena jujur, saya masih agak trauma ama dokter anak, saking si kakak sewaktu di bawah 6 tahun bolak balik mulu ke DSA hehehe.

Dan ketika akhirnya saya mendapat undangan dari pihak Clozzete ID untuk menghadiri event parenting di hari Sabtu, 15 Desember 2018, bertempat di Society Surabaya, yang mana pematerinya adalah Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A (K) , seorang konsultan tumbuh kembang Pediatri Sosial yang merupakan kolaborasi dengan Parenting Club.
Saya beneran bahagia dan bersyukur banget.

Para mam blogger dan mam influencer Surabaya

Bahagia juga ketemu teman mam Blogger Surabaya

Para mam Blogger Surabaya

Sinergisme Akal, Fisik dan Sosial Pada si Kecil

Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A (K)

Pada dasarnya, proses tumbuh kembang si kecil berlangsung secara sistematis dan bertahap, sesuai tahapan usianya, sejak ia lahir hingga dewasa yaitu berusia 18 tahun.

Pada awal kehadirannya di bumi ini, kemampuan anak terbentuk dari sinergi dari berbagai pengalaman belajar yang ia tangkap dari beberapa indera utamanya, seperti : Penglihatan, pendengaran, perabaan dan penciuman.

Seiring dengan pertumbuhannya, tubuh anak semakin besar dalam 6 tahun pertama kehidupannya, kemampuan anak juga berkembang sebagai hasil sinergi antara aktivitas fisik dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
Sesi QnA

Hal tersebut membentuk 4 aspek perkembangan dasar si kecil, yaitu : gerak kasar, gerak halus, bicara dan  bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.


Aspek Gerak Kasar

Aspek ini merupakan kemampuan anak dalam mengembangkan aktivitas yang menggunakan otot-otot besar penyanggah tubuhnya. seperti tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, lari, melompat dan sebagainya.


Aspek Gerak Halus

Aspek ini merupakan kemampuan anak dalam mengembangkan keterampilan yang membutuhkan koodinasi antara otot-otot kecil dengan bantuan berbagai fungsi indera. Misal, memegang benda, meraih benda, mencoret dan sebagainya.


Aspek Bicara Bahasa

Aspek ini merupakan perpaduan antara kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi yang di dapat dari lingkungannya dengan kemampuannya untuk mengekspresikan ide dan keinginannya secara verbal atau melalui lisan atau kata-kata.


Aspek Sosialiasi-Kemandirian

Aspek ini merupakan kemampuan anak dalam mengembangkan berbagai aktivitas kemandirian sebagai hasil dari pengalaman berinteraksi sosial di lingkungannya.
Misal, makan sendiri sambil menggunakan sendok/garpu, mencuci tangannya sendiri, melepas/memakai bajunya sendiri, dan sebagainya.


Keempat aspek di atas, tidak bisa dipisahkan dan berjalan sendiri-sendiri, karena saling terkait dan saling membutuhkan.

Misal, anak ingin meraih benda yang tidak terjangkau dari tangannya.
Si anak butuh aspek gerak kasar untuk menopang tubuhnya berdiri lalu jalan menuju ke tempat benda tersebut, juga butuh aspek geras halus untuk meraih benda tersebut, butuh aspek bicara-bahasa untuk mengkomunikasikan keinginannya jika benda tersebut tetap tidak bisa terjangkau olehnya, dan butuh aspek sosial-kemandirian untuk meniru hal-hal yang pernah dia lihat saat orang lain meraih benda tersebut.

Sinergisme antara keempat aspek dasar tersebut dalam kehidupan si kecil sehari-hari, akan terlihat dalam kepintaran anak akan hal AKAL, FISIK dan SOSIAL.
Namun, hal tersebut tidaklah baku, karena setiap anak punya cara yang berbeda dalam mensinergikan keempat aspek dasar kemampuan tersebut, sehingga hasilnyapun berbeda-beda.


Akal, Fisik dan Sosial

Akal adalah, cerminan dari kemampuan si kecil dalam hal mensinergikan berbagai aspek perkembangan dasar menjadi sebuah cara untuk merespons rangsangan dari sekitarnya, serta mengembangkan pemahamannya untuk menyatakan ide dan keinginannya, serta mengembangkan alternatif strategi dalam menghadapi masalah yang ada.

Fisik adalah, kemampuan si kecil melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik sesuai keinginannya dengan melibatkan kekuatan, keseimbangan dan keberanian.

Sosial adalah, perpaduan aspek perkembangan dasar, sehingga anak mampu berinteraksi sosial, dengan benda, mahluk hidup maupun indivdu di lingkungan sekitarnya.

Pembentukan dan pengembangan kepintaran Akal, Fisik dan Sosial ini akan melalui sebuah proses panjang yang saling berkaitan satu sama lainnya secara seimbang dan melibatkan INTERAKSI orang tua dengan anaknya dan dengan stimulasi yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak saat itu.

Menemani anak bermain, berinteraksi langsung dalam stimulasi peningkatan Akal, Fisik dan Sosialnya

Melibatkan anak dalam setiap kegiatan positif sekaligus menstimulasi anak



Sehingga membentuk 2 kemampuan anak yang diinginkan orang tua dalam jangka panjang yaitu KECERDASAN dan PERILAKU YANG BAIK.
Baca : Ketika Darrell Mencintai Masjid
Stimulasi yang terbaik adalah, stimulasi yang menggunakan benda atau apa saja yang ada di dekatnya selama itu aman buat di kecil, jangan lupakan pula interaksi orang tua untuk memaksimalkan tumbuh kembang si kecil yang seimbang.

Mendengar penjelasan di atas, saya jadi merasa sedih, dan lumayan ketampar.
Betapa tidak? ada banyak hal yang saya lewatkan dalam masa tumbuh kembang si sulung.
Dan sekarang, di usianya yang ke-8 tahun, saya sering ngomel akan hal tersebut, padahal itu adalah kesalahan saya juga, huhuhu.
Dan juga untuk si bungsu, saya kadang melarang dia bongkar-bongkar ini itu, secara.. emak lelah beresinnya.
Padahal, di dalam berantakan itu ada masa belajar si bayi yang priceless banget.


Menurut Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A (K) , ada berbagai tingkatan hal yang dilakukan anak sesuai usianya, yang harus dipahami para orang tua agar bisa lebih sabar menghadapi si kecil, yaitu :


1. Usia new born - 1 tahun, si kecil tumbuh dengan hal "I What I Given"

Di usia ini, anak akan tumbuh menjadi apa yang ia ditampilkan di depan nya.
Orang tuanya mengajarinya senyum, maka anak akan ikut tersenyum.
Sebaliknya saat orang tuanya mengajarinya berantem mulu, dijamin si bayi ikutan tantrum berantem karena meniru apa yang dia lihat, dengar, rasakan.


2. Usia 1 - 3 tahun, si kecil tumbuh dengan hal "I What I Will"

Di usia ini, anak akan tumbuh menjadi apa yang ia inginkan. Jadi jangan heran, kalau anak mulai banyak bereksplorasi, semakin di larang semakin dia lakukan, kita minta dia diam, dia malah jungkir balik, dan semua hal yang dia lakukan adalah hal yang dia inginkan.
Jadi, saat anak mulai (terlihat) tantrum di usia ini, tidak melulu itu adalah tantrum yang harus melibatkan medis, karena bisa jadi memang anak sedang berada di fase "hanya mau melakukan apa yang dia inginkan"



3. Usia 3 - 6 tahun, si kecil tumbuh dengan hal "I What I Imagine"

Di usia ini, anak akan tumbuh menjadi orang yang dia lihat lalu bayangkan.
Misal, si kecil gemar menonton kartun koboy, jangan heran kalau tiba-tiba si kecil minta kita jadi kuda, karena dia membayangkan dirinya jadi koboy yang mana harus menunggang kuda.
Di usia ini, anak semakin berani bereksplorasi, maka pengawasan orang tua harus lebih ditingkatkan.


4. Usia 6 - 12 tahun, anak tumbuh dengan hal "I am what i learn"

Di usia ini, anak akan tumbuh menjadi apa yang ia pelajari, jadi... jika dia belajar di tempat yang baik, hal-hal baik, maka anak bakal tumbuh menjadi pribadi yang baik, demikian pula sebaliknya.

5. Usia 12 - 15 tahun, anak tumbuh dengan hal "I What I am"

Di usia ini, anak sudah mulai mencari jati diri, marah jika dianggap sebagai anak kecil, dan membutuhkan ruang untuk itu.
Namun, jangan lupa ciptakan kedekatan antara anak dan orang tua, agar anak masih tetap mau berbagi masalahnya pada orang tua agar kita bisa lebih mengawasinya meski tidak seketat saat dia masih jadi si kecil.



Tentang Parenting Club


Parenting Club dipersembahkan oleh Wyeth Nutririon Indonesia, hadir di tengah-tengah para orang tua karena tahu banget bahwa menjadi orang tua memiliki banyak tantangan dan pertanyaan, terlebih bagi para new parents.
Sesi sharing santai

Untuk itu, Parenting Club hadir dengan berbagai tools untuk menjawab semua pertanyaan orang tua.
Melalui websitenya, Parenting Club akan membantu mengenali kepintaran anak melalui Smart Strength Finder Tool dan memberikan informasi penting dari hasil tersebut.

Selain itu, ada pula fitur smart school untuk memberikan informasi sekolah terbaik yang mendukung kepintarannya, smart consultation untuk konsultasi secara online dan masih banyak lagi.

Dan salah satu fitur yang sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang si kecil sesuai usianya adalah KALKULATOR AFS.

Kalkulator AFS atau Akal Fisik Sosial adalah tool yang dikreasi dan diverifikasi oleh Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A (K), yang juga merupakan Dokter Tumbuh Kembang Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Melalui kalkulator ini, mam dan pap (panggilan buat orang tua dari Parenting Club) bisa mengetahui tingkat sinergi Akal, Fisik dan Sosial si kecil sejak usia 6 bulan hingga 7 tahun.




Untuk menggunakan kalkulator ini, silahkan registrasikan data diri di website Parenting Club, atau  https://www.parentingclub.co.id/kalkulator-afs ,  lengkapi data anak, dan jawablah dengan jujur semua pertanyaan yang diajukan oleh tool tersebut.





Setelahnya akan muncul hasilnya, apakah kecerdasan Akal, Fisik dan Sosialnya sudah seimbang dan baik? Kejujuran dalam menjawabnya sangat menentukan hasil yang baik, beserta rekomendasi stimulasi yang tepat untuk hasil perhitungan kecerdasan akal, fisik dan sosialnya.

Penasaran seperti apa? buruan deh ke website Parenting Club www.parentingclub.co.id , isi data diri, lalu daftar, jangan lupa lengkapi data si kecil dan klik Kalkulator AFS untuk mengetahui hasil buat si kecil.

Karena setiap orang tua adalah super hero bagi setiap anaknya, dan mempelajari ilmu parenting itu penting banget.
Jadi, daripada belajar dari cerita prang yang 'katanya ini' ...'katanya itu'.
Mending belajar dari ahlinya dengan membuka website Parenting Club Indonesia.

Oh ya, selain ilmu parenting, di website Parenting Club juga ada banyak materi buat ibu hamil maupun perencanaan kehamilan.
Jadi, lengkap banget bukan?

Jangan lupa follow media sosial Parenting Club untuk selalu update ilmu terbaru ya.





Tentang Clozette Indonesia


Clozzette adalah, sebuah komunitas atau tempat bagi wanita yang menyukai Fashion, Beauty dan Shooping.

Di komunitas ini, kita bisa mencari ide dengan discover, berbagi inspirasi fashion dan beauty.

Untuk teman-teman yang ingin semua hal tersebut, buruan deh register di website Clozette Indonesia https://www.clozette.co.id, jangan lupa juga untuk menghubungkan akun instagram teman-teman dengan akun Clozette-nya.

Dengan demikian, setiap postingan di instagram, hanya dengan memakai hashtag #ClozetteID, bakalan bisa langsung ter posting juga di website clozette.

Dengan begitu, kita bisa lebih banyak menginspirasi banyak orang.

Ada beragam yang bisa kita lakukan di website Clozette Indonesia, yaitu :

  • Share foto untuk menginspirasi lainnya.
  • Temukan berbagai tutorial fashion dan beauty, maupun lifestyle.
  • Mengikuti banyak kontes campagn. 
  • Membeli dan menjual berbagai item fashion dan beauty. 
Jadi tunggu apalagi?
Segera sign up di Clozette Indonesia and let the fashion and beauty fun begin.

Jangan lupa follow media sosial Clozette Indonesia untuk selalu update berita terbaru ya.


Makan siang

Sesi DIY Craft membuat Sock dolls bersama @dafayu_sockcute yang lucu, tebak mana hasil karya saya

Terimakasih Clozette Indonesia dan Parenting Club Indonesia atas kesempatan emasnya.

Semoga bermanfaat :)

#KalkulatorAFSReview

Sidoarjo, 15 Desember 2018

Wassalam


Twitter : @reyneraea


127 komentar:

  1. untuk bonekanya saya menebak yang warna abu@ adalah karya mbak rae... tips parentingnya sangat bermanfaat, meski sebenarnya sudah tau tapi perlu untuk disegarkan kembali ingatannya melallui tulisan2 seperti ini, karena jadi ibu itu kadang ada lupa2nya juga (itu saya) :D

    BalasHapus
  2. .."Karena setiap orang tua adalah super hero bagi setiap anaknya, dan mempelajari ilmu parenting itu penting banget."
    Saya sangat setuju dengan kalimat mom Rey diatas. Apalagi cara mendidik anak zaman old sama zaman now beda banget ya mom.
    Kita yang pilihkan aktivitas untuk anak tapi kita juga sebisa mungkin mendampingi anak untuk menjalani aktivitas itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mom, saya senang banget mengikuti acara2 parenting kayak gini, karena banyak ilmu dan sekaligus mengingatkan terus hal penting dalam parenting, yaitu interaksi langsung anak dan ortu :)

      Hapus
  3. Saya mencocokkan kondisi anak-anak saya dengan parameter perkembangan yang mbak rey tulis di sini. Cocok :)

    BTW, saya gagal terus registrasi di laman parentingclub-nya.hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw, coba daftar masukan data biasa aja dulu mba, jangan masukan data anak.
      Jadi isi data diri, centang pilihan belum punya anak dan tidak sedang hamil.
      Setelah itu bisa kok terdaftar, nantinya bakal ada email verifikasi , masuk melalui link di email, abis itu ganti deh profilnya, tambahin data anak, dll.
      Nanti bisa deh dipakai buat hitung pakai kalkulator AFS :)

      Hapus
  4. Usia 0-2 tahun mmg kudu dioptimalkan stimulasinya ya mom. Dan gase2 berikutnya ug pnya yahap perkembangan masing2. Jadi job bangrt buat kita sbg ibu utj terus memamtau tum-banh si kecil. Semoga sehat selalu ya mom anak anak kota 😊

    BalasHapus
  5. Wah ilmunya dagingggggg banget Bun. Jadi mengingatkanku ama tumbuh kembang Erysha. Aku termasuk tipe orangtua yang memperhatikan sekali tumbuh kembang anakku. Dulu waktu masih ngajar anak berkebutuhan khusus. Aku memantau tumbuh kembangnya. Selalu ditulis di raport, buku komunikasi orangtua dan raport. Apalagi buat anak sendiri. Walau begitu, tetap aja ya semua itu tidak semudah dengan ilmu yang kita tahu. Kita butuh perjuangan. Tapi disanalah letaknya fase belajar kita sebagai orangtua. Semoga kita bisa jadi orangtua yang memiliki banyak kesempatan untuk memantau mereka ya dan membersamai proses belajar mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin, jadi orang tua memang semacam superhero ya bun :)

      Hapus
  6. Seru banget ya acaranya. Ini bener banget kalau berkah ngeblog yaitu dapat ilmu parenting dari sebuah event. Kebanyakan event tentang parenting gini kalau di Semarang kebanyakan harus jadi emak-emak dulu. Apalah dayaku yang belum jadi emak-emak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa, ngumpulin ilmu aja dulu, biar ga kaget pas jadi emak2 :D

      Hapus
  7. salfok sama shockdollnya..kira-kira bikinan Mbak Rey yang mana ya...hahah
    Aku langsung concern dengan kalkulator AFS nya, Mbak, jadi musti jujur jawabnya kan ya. Baiklah aku coba saja.
    Oh ya anakku dalam 2 tahap berbeda karena yang satu 9 tahun satunya 14 . Jadi ya, begitulah memang sedang dalam "I am What I learn" dan "I What I am"
    Cuss ke Parenting Club dan Clozzete , menarik ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, nano-nano banget ya mbak, saya aja umur segini rasanya hhhh

      Hapus
  8. sebagai ibu, aku senang banget kalau bisa menghadiri acara-acara parenting begini. soalnya banyak banget ya hal yang harus kita ketahui tahu soal tumbuh kembang dan membesarkan anak. makasih rey atas sharingnya. bermanfaat banget nih

    BalasHapus
  9. Aku mencermati poin 3 dan 4 karena anak2ku saat ini usia segitu.
    ternyata yang kecil lg suka2nya berimajinasi ya, pantesan kok suka nata2 apa gtu, sedangkan yg gede suka banget niruin. Tengkyu infonya mbak :D

    BalasHapus
  10. oh mom rey, pembahasannya bikin aku mengerti kenapa si abang yang udah 3 tahun susah banget dilarang. ternyata emang fasenya begitu ya. lebih senang eksplor yang bikin rumah selalu berantakan.

    BalasHapus
  11. Bagus banget yaa sekarang ada Parenting Club kayak gini , kita para moms jadi lebih tau banyak ilmu dari pakarnya langsung, ga cuma tau mitos mitos dari "orang dulu" ehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener banget tuh, banyak banget orang2 yang lebih percaya mitos :D

      Hapus
  12. Zaman sekarang mudah sekali mendapatkan informasi tentang parenting, ya. Untuk mommy pemula tentu akan sangat bermanfaat. Thanks infonya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mba, terasa banget bedanya dengan emak-emak jadul hehehe

      Hapus
  13. Seru ya zaman sekarang sampai ada kalkulatornya segala. Tetapi, memang seharusnya menjadi ibu zaman sekarang yang masih punya anak kecil jadi lebih paham lagi bagaimana memperhatikan tumbuh kembang anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah paham pastinya ibu gak akan mudah terpengaruh pendapat orang lain yang belum tentu benar. atau kalau ada yang membanding-bandingkan bisa dijawab dengan tepat

      Hapus
    2. wkwkwkw iya mbaaa, biar mudah di mengerti kayak nya :D

      Hapus
  14. Nah ini nih mbak yang dibutuhin buat aku. Sekarang banyak banget ya ilmu tentang anak. Bersyukur sekali bisa belajar dari baca dan sharing pengalaman para mom blogger..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, banyak banget info bermanfaat dengan mudah kita dapatkan :)

      Hapus
  15. I what I imagine, anakku lagi fase ini banget. Nggak cuma berimajinasi tentang siapa dirinya, bahkan ia selalu berkhayal tentang teman imajinasinya. Jadi aku gak kaget kalau suatu ketika semua nama temannya menjadi Boboboy. Ada Boboboy A, B, C pokok semua Boboboy. Ia pun menjadi Boboboy pada saat seperti itu, wkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakak.. auto ngakak mbaaa, ada2 aja tingkah anak-anak yaa :D

      Hapus
  16. anak saya sekarang di usia 6-12 tahun
    memang benar banget..dia banyak menanyakan hal-hal yang ia dengar
    entah itu dari tontonan atau percakapan
    tp untungnya dia skul di SDIT..jd alhamdulillah di lingkungan yg bagus
    btw parenting clubs nya bagus sepertinya
    jadi mau ikutan gabung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu deh mbaaa, mengapa saya pilih SDIT, lingkungan zaman now menakutkan

      Hapus
  17. Memudahkan bgt nih kalkulatornya utk melihat sudah sejauh mana tumbuh kembang anak. Aku harus coba deh

    BalasHapus
  18. Anakkunyg umur 3 th 4 bulan tuu yg sering bgt minta bapaknya jd embek, trua dia naik di punggung baoaknyanyg harus merangkak sambil bilang mbeek. Haha

    BalasHapus
  19. Wow... Lengkap banget mbak review nya... Bener2 ya... Anak umur 1 tahun emang susah banget di atur...jadi emang tahapannya udah bener. Awalnya aku khawatir banget dengan anakku karena nggak mau diatur... ternyata eh ternyata itu adalah normal

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, beruntung bisa datang ke acara kek gini ya :)

      Hapus
  20. Akhir-akhir ini lagi emang lagi melanglangbuana buat belajar ilmu parenting dan baca artikel mbak yang super duper lengkapnya jadi informasi bangeeet buat aku. Gimana cara mendidik anak di jaman now. Aaaah, makasih mbak sharingnya! very love :*

    BalasHapus
  21. Lengkap banget ilmu tumbuh kembang yg dikasih di event ini yaa, walau anak2 udah gak bayi tapi tetep kudu update terus :)

    BalasHapus
  22. Keren, jadi ibu jaman sekarang memang kudu telaten dampingi anak, terus mesti belajar terus ya, karena jaman bergerak dengan cepet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, jangan sampai kita samain mengasuh di zaman kita dulu hehehe

      Hapus
  23. Seru banget acaranya...mom's Millennialls yang selalu aware terhadap pertumbuhan si kecil. makasih mbk atas ilmunya

    BalasHapus
  24. Wahh lucu banet DIY nya.. btw memang sih kunci dari mendidik anak itu yang penting sabar, kalau kecerdasan itu mengikuti ,,menurutku sih ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benerrrr.. sanngat setujuuuu...
      Tapi emang ada tambahannya sih, sesabar apapun kalau ilmu lainnya kurang, jadinya kek anak sulung saya hiks

      Hapus
  25. mba udah gabung di institut ibu ptofesional? kalau belum coba gabung mba, ilmu parentingnya bejibun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum sempat mbaaa, waahh jadi ingat lagi, makasih udah diingatkan :)

      Hapus
  26. Saya juga Mba. Banyak banget ilmu yang saya dapetin sejak jadi blogger dan bisa menghadiri event-event, khususnya event parenting :)

    BalasHapus
  27. aku juga akhir akhir ini jadi rutin merekam milestone anakku, karena penting untuk mencatat tumbuh kembang nya setiap hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, harus di catat, penting banget tuh :)

      Hapus
  28. Sock Dollsnya imut dan cakep. Jadi pengen bikin Sock dolls juga deh setelah baca dan mampir ke postingan ini.

    BalasHapus
  29. Anakku yang pertama umur 5 tahun, dan bener banget dia lagi seneng-senengnya berimajinasi. Kadang bisa asyik ngomong sendiri sama robot-robotannya atau niruin adegan dan dialog di kartun kesukaannya.

    Eventnya bergizi dan sangat informatif banget. Aku bacain postingan temen-temen yang ikutan gak ada yang gak berkualitas, malah nambah pengetahuan juga buat yang baca. Duuhh menyesal gak ikutan padahal Cito lumayan deket dari rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk anak2 emang ada masa-masa tertentu, kadang kalau kita gak ngerti jadi bingung sendiri :)

      Hapus
  30. Aku masih PR bgd nih yg bagian aspek sosialisasi kemandirian. Tp udh mulai nyicil cuma blm terlalu kelihatan hasilnya. Btw makasih udh share ilmu kecenya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa mba, yang penting konsisten dan sesuai kemampuannya :)

      Hapus
  31. Jd inger anak zaman anak masih hanya si sulung..sy tipe textbook banget apa2 liat standar perkembangan anak hehe..ke sininya sah engga deh huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha kebalik mba, saya anak kedua yang masih sering dicatat :D

      Hapus
  32. Smoga bs ketemu suatu hari nanti ya sama wajah wajah blogger surabaya di foto hehee

    Klo aku kebalikannya mba, wktu anak pertama mah apa kata buku apa kata doktef ikutin terus, tp mulai anak ke dua kendor deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks soalnya saya anak pertama dampaknya nyata banget mbaaa, sedih dan menyesal gak all out :'(

      Hapus
  33. semoga anakku tumbuh kembangnya sesuai usianya karena kalo nggak kasian juga kalau tertinggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, bener mba, kayak anak sulung saya

      Hapus
  34. Bener banget kalau tumbuh kembang anak tuh jangan sampe nggak ada empat aspek itu deh. Karena bagaimanapun penting banget untuk tumbuh kembang anak :)

    BalasHapus
  35. Yang tahu pekembabgan anak cuma para ahli. Kita cuma wajib bertanya dan untungnya di zaman now, para bunda bisa memanfaatkan digitall untuk mengetahui pekembangan anak.

    BalasHapus
  36. Alhamdulillah bersyukur sekali saya membacanya ulasan kk soal parenting �� bisa belajar menjadi ibu sekalipun masih single. Thanks kak Reviewnya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapin ilmunya dulu ya, nanti pas jadi ibu udah punya banyak referensi :D

      Hapus
  37. Penasaran sama kalkulator AFSnya. Habis ini registrasi aah. Emang jadi ortu jaman sekarang harus rajin & semangat belajar terus yaa.

    BalasHapus
  38. Menjadi Orangtua beljar setiap Hari ya.. gk brhenti dn gurunya adlh anak2 ya.. hiks tp aku baru tahu Ada kalkulator AFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh iya mba, ayo dicoba kalkulator AFSnya :)

      Hapus
  39. Suka khawatir ya kalau anak-anak tumbuhnya gak sesuai perkembangan sebagaimana seharusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, terlebih si sulung udah terbukti dampaknya :(

      Hapus
  40. betul banget anakku srkg usia 5 tahun dan dia ada di fase I what I imagine kalau udah aku ceritain tentang apapun lalu nanti pas main dia akan berperan seperti yang aku cerita atau dongegin..kayak waktu mlm ku cerita ttg malaikat pencabut nyawa lalu dia berperan begitu aduh serem jadi ngakak sendiri ah anak-anak emang lucu y mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw, iya mba kalau kita mengenal dunianya, sebenarnya mereka itu lucu gemesin banget :)

      Hapus
  41. Thanks for sharing Mba Rey, ilmu nih buat saya yang bakal punya bayi ^^

    BalasHapus
  42. Sock dollsnya lucu bangeeet ya mba..dan banyak masukan untuk pastikan pertumbuhan maksimal anak-anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mbaaa, saya bangga bisa bikin shock doll selucu itu, soalnya gak punya jiwa seni yang mumpuni hahaha

      Hapus
  43. Mengenali tiap tahun ke tahun perkembangan ananda, pasti merasa bahagia yaa..
    Apalagi dipantau melalui Parenting Club.
    Sehingga orangtua bisa membuat checklist tiap anak, apa saja yang sudah bisa dan masih harus dikejar bila ada kekurangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, terlebih kalau bisa dilakukan dengan mudah seperti pada kalkulatir AFS :)

      Hapus
  44. Aku juga paling suka menghadiri event parenting.

    Aku juga percaya setiap orang tua punya gaya pengasuhan yang berbeda.
    Namun jika ada gaya pengasuhan yang lebih baik, kenapa tidak?

    Setiap anak itu unik dan perlu gaya pengasuhan yang unik juga sesuai era tumbuh kembangnya.

    BalasHapus
  45. Sambil belanja pun bisa sekalian menstimulasi anak, ya. Menjadi orang tua memang harus kreatif dan cerdas demi anak.

    BalasHapus
  46. Aku sambil belajar ini ya karena belum ada anak. Aku juga lihat2 pertumbuhan keponakan2ku. Paling lelah saat mereja tanya2 terus

    BalasHapus
  47. Hihihii..bunda udah gak mikirin itu krn anak2 bunda sdh punya anak. Giliran mereka yg hrs jeli memperhatikan perkembangan anak2 mereka. Nenek hanya sebatas monitor, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheheh, asyik banget bun bisa memantau cucu :)

      Hapus
  48. pertumbuhan yang baik sangat diperlukan untuk anak-anak ya Mba...kecerdasan yang lengkap untuk masa depan yang cerah

    BalasHapus
  49. Aku sekarang mulai pantau bener nih pertumbuhan anak ketiga dan keempat. Nggak mau kelewat2an lagi.

    Ulasannya lengkap banget mbak, suka bacanya ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, menyesal banget kalau kelewat hiks

      Hapus
  50. Lucu banget DIY Craftnya ya apalagi kalo bikinnya bareng anak-anak. Pasti seruu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi pas banget nih bisa dipraktekin liburan ini :)

      Hapus
  51. Anakku skrg lg fase what i will mbaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, itu fase yang amat sangat menantang :D

      Hapus
  52. Waah pentinb banget nih untuk tahu tahap anak, anakku dua yang satu dalam tahap i what i imagine dan yang satu lagi i what i will, repot nih bentrok terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, yang satu sibuk sendiri, yang satu semaunya sendiri :D

      Hapus
  53. Seneng banget ya, bisa dapat ilmu parenting begini. Semakin banyak orangtua yang sadar bahwa perkembangan anak tuh ada tahapan2nya, nggak bisa di skip di salah satunya. Termasuk tahapan mengacak-acak mainannya itu, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw iya mbaaa, tahapan yang bikin nangis tapi ada manfaatnya :)

      Hapus
  54. Orang tua sekarang enak ya, banyak yang support. Salah satunya Parenting club nih, yang suport info akurat mendidik anak

    BalasHapus
  55. Wah ulasannya lengkap banget kak. Makasih ya aku jadi banyak tahu skrg

    BalasHapus
  56. Seru banget ya Mbk menemani pertumbuhan anak-anak kita. Seru banget acaranya dan informatif banget artikelnya lengkap, Mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banegt mba, beruntung banget deh bisa ikutan :)

      Hapus
  57. Jadi tertarik nih untuk masuk ke web dan pelajari yang Kalkulator AFS. Bisa digunakan untuk mengetahui bagaimana kita orang tua harus makin belajar ilmu parenting ya. Biar bisa mengimbangi dunia anak2 jaman now.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, zaman udah berubah banget soalnya hihihi

      Hapus
  58. Alhadulillah, kalo lihat tabel dan indikator pencapaian, anakku tumbuh kembangnya sudah optimal. Btw, seru ya eventnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mba, tinggal di stimulasi lagi dengan stimulasi rekomendasi ya mba :)

      Hapus
  59. Orang tua jaman milenial enak nisa mendapatkan informasi seputar tumbuh kembang anak dari berbagai sumber akurat. Ada aplikasi nya juga ya buat mengecek perkembangan anak kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, anak pertama saya 8 taun lalu masih sulit dapetin yang gini2 :D

      Hapus
  60. Aku dulu juga rajin mencatat pertumbuhan dan perkembangan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aww...seneng ya mbaaa, selalu suprising kalau dibaca ulang :)

      Hapus
  61. Penting banget emang memperhatikan tumbuh kembang anak

    BalasHapus
  62. Saya juga melewatkan banyak tahap penting untuk tumbuh kembang Palung kala usianya masih kecil. Nyesal banget karena dulu tak punya ilmu parenting. Mana tak punya sambungan internet.
    Apa yang dipaparkan di atas tentang proses perkembangan anak ada benarnya. Saya selalu membesarkan Palung dengan senyum kala bayi, makanya tak pernah tantrum parah.
    Sekarang sudah besar gerak motoriknya lambat, salah saya juga, sih. Tak melatihnya dengan baik dan kerap berpindah rumah jadi masa emasnya yang usia 2 tahun energik dan berani harus berakhir akibat perubahan tempat sedemikian sering.
    !Q-nya 112, masih belum terlambat agar bisa lebih berkembang baik. Saya sertakan les privat agar bisa lebih PD dan beroleh perhatian dari guru lesnya tentang cara belajar yang baik. Soalnya kalau diajari mamah suka ayal-ayalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awww... peluk mbaaa...
      Sama kok mba, tapi masih bisa diakalin dengan kegiatan lain ya mba :)

      Hapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...