Sunday, September 02, 2018

Wiro Sableng Dan Kenangan Masa Kecil


Assalamu'alaikum :)

#SundayLifestyle

Film Wiro Sableng saat ini sedang tayang di berbagai bioskop tanah air, dan sekilas infonya, film ini dibintangi oleh aktor Tampan Vino G Bastian dan Aktris sekaligus penyanyi Sherina Munaf.

Sebenarnya, saya agak kepo terhadap film tersebut, bukan karena saya hobinya nonton, eh hobi juga ding.  Tapi karena Wiro Sableng lebih mengingatkan saya pada kenangan masa kecil saya yang penuh arti.

Saya sudah sering menyinggung, betapa waktu kecil dulu saya sukaaaa banget sama yang namanya membaca, saking sukanya, liat kertas bekas bungkus gorengan saja bahkan sudah ada di sampah, saya pungut dan baca hahaha.
Baca : Buku Favorit Yang Menginspirasi
Waktu SD memang masa yang menyedihkan buat saya, gemar membaca tapi buku yang bisa di baca amat sangat terbatas, orang tua gak pernah sama sekali beliin buku bacaan, hiks.
Perpustakaan sekolah pun sangat terbatas membolehkan muridnya membaca buku terlebih membawa pulang ke rumah.

Hingga akhirnya saya masuk SMP dan seorang dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap), datang untuk mengabdi di puskesmas tempat mama bekerja.
Sang dokter tinggal di rumah penduduk yang dekat banget dengan rumah ortu, dan si dokter yang berasal dari Bali tersebut, memboyong serta istrinya yang baru saja dinikahinya.

Ternyata, sang istri dokter tersebut suka banget membaca dan menyulam, maka selain mengajarin saya yang sering main ke rumahnya, tentang menyulam. Sudah pasti juga merelakan saya meminjam koleksi novel yang disewanya dari tempat persewaan novel.

Novel-novel yang dipinjamnya beragam, mulai dari novel percintaan yang selalu disembunyikan dan gak memperbolehkan saya membaca terlebih meminjamnya, hingga novel pendekar seperti Wiro Sableng dan Pendekar apa yaaa, lupa saya, pokoknya ada putihnya gitu hahaha.

Novel Wiro Sableng amat sangat melekat di pikiran, karena saya membaca begitu baca serinya, baik dari koleksi si istri dokter tersebut, maupun dari kakak sepupu saya.

Wiro Sableng, Penyebab Nilai Sekolah Jadi Menukik Dratis


Dibesarkan oleh orang tua diktator seperti bapak, membuat saya harus, wajib dan kudu sekolah yang pintar, harus juara 1, juara 2 itu bodoh, harus di hukum!
Demikian motto bapak.
Miris ya?
Sementara anak lain yang gembira mendapatkan hadiah sepeda karena berhasil masuk peringkat 10 atau 5 besar, saya peringkat 2 malah kena hukuman, hiks.
 Baca : [Book Review] Suamiku Dan Pacar Lelakinya
Alhasil, selama di SD saya selalu menempati peringkat 1 di kelas, bahkan Alhamdulillah bisa lulus dengan nilai terbaik se rayon. Berkah dari takut di hukum :D
Dan hal tersebut wajar, karena hobi saya yang suka baca dan sulit mendapatkan buku bacaan, terpaksa saya rajin membaca ulang buku-buku catatan dari sekolah, hingga nyaris semua titik koma catatan sekolah terekam di otak hahaha.

Semenjak masuk SMP dan berkenalan dengan beragam novel, dramapun dimulai.

Saya yang memang sulit menahan sesuatu jika sudah tertarik, ya gak bakal dilepas sampai selesai.
Jika sudah mulai membaca hal yang saya sukai, gak bakal bisa berhenti baca deh, sebelum selesai.
Dan alangkah menyiksanya, ketika harus membaca di rumah, sedang mama dan bapak gak bolehin saya baca novel.

Dan gegara novel tersebut, saya mulai berani mencari cara yang 'bandel', salah satunya dengan pura-pura belajar dengan membaca buku pelajaran, padahal dibaliknya terselip novel Wiro Sableng, hahaha.

Bukan hanya di rumah, bahkan di sekolah saya berani membawa novel tersebut dan membacanya di balik buku pelajaran, lol.

Hasilnya? nilai-nilai saya merosot tajam dan di kelas 2 SMP, saya turun menjadi rangking 2 di kelas, hiks.

Hasilnya sudah bisa ditebak, selain kena cambuk dari bapak, saya dilarang sekolah dong.
Kata bapak, gak usah sekolah kalau bodoh, hiks.
Sungguh setelahnya saya jadi dendam sama si Wiro Sableng.
Meskipun akhirnya rasa dendam tersebut gak bertahan lama, karena setelah berhasil kembali ke sekolah dengan sejuta ancaman dari bapak, sayapun kembali membaca novel Wiro Sableng hahaha.

Tentang Novel Wiro Sableng


Novel karangan Bastian Tito ini, eh btw pengarangnya sudah almarhum ya kalau gak salah, sebenarnya gak pantas dibaca oleh anak cewek SMP (menurut saya), ada banyak bahasa yang gak sopan banget kalau ditiru hehehe. Bukan hanya gak sopan, adegan mengerikan yang gak pantas dibaca anak SMP pun banyak.
Tapi who cares buat anak labil yang hobi baca :D
Baca : [Book Review] Couplepreneur Bikin Baper
Jangankan novel dengan perbendaharaan kata-kata yang aneh, novel percintaan yang isinya ada beberapa tulisan semi p*rn pun dilahap ama anak SMP hobi baca ini :p.

Siapa lagi biang keroknya kalau bukan kakak sepupu saya yang juga hobi baca, tapi lebih suka baca novel dewasa.
Kalau gak salah novel dewasa itu kebanyakan novel karangan Mira W.

Pada novel Wiro Sableng, selain penuh dengan kata-kata kasar, terdapat pula adegan syur dan percakapan yang belum pantas dibaca oleh anak remaja.

Makanya, saya penasaran banget sama filmnya, apa juga menggunakan kata-kata aneh dan adegan aneh itu? :D

Saya lupa, berapa seri tepatnya judul yang sudah pernah saya baca, tapi sepertinya sangat banyak.
Sayangnya tidak satupun seri yang saya masih ingat persis, maklum sudah pikun karena tu eh senior aka dewasa, lol.

Ketika saya browsing mencoba cari jejak novel tersebut, dan ketemu serta terbelalaklah saya.
Bahkan judulnya pun serem-serem.
Empat Berewok Dari Gua Sanggreng
Keris Tumbal Wirayuda
Rahasia Lukisan Telanjang
etc.
Ya ampun, bacaan saya kok aneh gitu ya dulu, makanya nilai saya menukik dratis, lol.
Gak salah juga bapak jadi keras banget ama saya, lah bacaan saya menakutkan gitu.
(lalu terdengar suara lain, "bilang ke bapak, makanya beliin buku bacaan yang bagus dong").
 Baca juga : [Book Review] My Stupid Boss (Ternyata..)
Karena hal tersebutlah, saya begitu ketat membentengi si kakak dalam pemilihan buku bacaan, seperti maminya, si sulung tersebut tumbuh jadi anak yang hobi baca, semua buku di bacanya, dan kalau udah membaca, dunia seakan berhenti.
Dia bakalan lupa daratan, dipanggil berkali-kali pun semacam gak dengar, just like his mami dulu, lol.

Ada yang pernah baca novelnya dulu? masih ingat gak seri mana yang menarik?
Kalau saya sih lupa hahaha.

Semoga ada manfaatnya :D

Sidoarjo, 02 September 2018

Wassalam

Reyne Raea
 

14 comments:

  1. Saya penasaran dengan film wiro sableng yang lagi tayang di bioskop rame sepertinya bagus :)

    ReplyDelete
  2. aku ga pernah baca sih. zaman segitu aku sukanya baca komik mahabarata karya niki kosasih hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah itu juga bagus filmnya, tapi saya belum pernah baca komiknya hehehe :D

      Delete
  3. Saya pengen nonton film wiro sableng tapi nggak punya temen T_T. Pengen Erysha cepet gede biar bisa diajak nonton film hahhaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, nasib anak-anak masih kecil ya bun, saya juga ga bisa ke bioskop, si bayi udah gak bisa bersahabat jika ke bioskop :D

      Delete
  4. Mbak Rey ternyata sama kayak aku ya, hobinya baca novel. Aku malah baru tahu kalo Wiro Sableng itu ada novelnya. Tapi aku juga penasaran sih pengen nonton film Wiro Sableng yang masih tayang di bioskop.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, generasi novel ya mba :D
      Kalau filmnya kayaknya saya nunggu DVD nya aja deh, ga bisa nonton ke bioskop :D

      Delete
  5. Luar biasa, di sekolah juga bawa buku novel dan dibacanya dibalik buku pelajaran. Kalau saya sendiri suka gitu tapi kalau lagi disuruh belajar dulu..hehe
    Curi-curi waktu :D

    Memang saya akui apa yang dilakukan orang tua gitu, bener-bener bikin teringat dan hasilnya bisa puas sendiri. Meskipun pada awalnya kita merasa terpaksa. Tapi lama-lama jadi biasa. Setiap mau melanggar eh iya inget ucapan orang tua.

    Iya sih, Teh. Itu judul-judulnya serem..he
    Dulu saya cuma sering nonton filmnya aja, kalau baca komiknya belum. Karena gak tahu kalau ada komiknya..he

    Dan sekarang penasaran sama filmnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget deh, dulu kesal banget ama ortu, sekarang jadi berterimakasih banget gegara dididik dengan keras, jadi gak lemah menghadapi hidup :)

      Delete
  6. Asik asik asik, ,
    Hobi membaca sampe kertas koran bekas gorengan sampah pun di baca, haha... Mbak rae kebiasaan mu itu hampir mirip denganku loh. Tapi yg gila baca dulu itu aku sama kakak sampai di omelin mamah karena katanya borosss beli majalah Mulu. Majalah bobo, majalah anak, tabloid gaul, majalah gadis. Padahal yg kami beli majalah bekas 1500 harganya ketimbang membeli yg baru. Tetap saja kalo sudah kesal SMA majalah yang menumpuk suka diloakin SMA mamah. Nah hobi membaca ini ditularkan dari bapak yg suka baca koran. Jadilah saya juga hobi baca koran. But bapak saya bukan tipikal org yg galak dalam prestasi di sekolah malah bisa di bilang sangat santai menerima kualitas otak anaknya ini hahaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya ya, beli buku bekas lebih murmer sebenarnya.

      Soalnya bapaknya suka baca, jadi lebih bijak, lah bapak saya mah nakal, masa remajanya suram, jadi maksa anaknya gak boleh ikut jejaknya hehehe :D

      Delete
    2. saya gak pernah membaca novel wiro sableng tapi kalau nonton televisi pernah tayang di stasiun tv RCTI waktu kecil. Dari lagunya yang agak ngerock dan asing terdengar di telinga jadi kebiasaan deh nonton di TV. Sayang saya belum sempat nonton film di bioskop jadi penasaran.

      Delete
    3. Saya juga belum sempat nonton mba, malah kayaknya gak bisa nonton di bioskop hiks :')

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...