Wednesday, September 26, 2018

Pengalaman Memiliki Anak Yang Gemar Membaca


Assalamu'alaikum :)

#RabuParenting


Semua ibu pasti menginginkan anaknya gemar membaca, sayangnya gak semua ibu mau berjuang untuk itu.
Saya, adalah salah satu ibu yang menginginkan hal tersebut, dan Alhamdulillah sangat beruntung karena tidak perlu berjuang terlalu sulit untuk membuat anak gemar membaca.
Karena...
Saya juga gemar membaca, lah apa hubungannya, Rey? hehehe

Kakak Darrell, almost 8 tahun, sudah menunjukan tanda-tanda gemar membaca sejak usia 5 tahun (telat ya?, ketauan emaknya malas ngajak membaca, lol).
Iya sih, sewaktu kakak masih kecil, saya termasuk ibu yang jarang mengenalkan gemar membaca pada si kakak.
Baca juga : Ketika Darrell Mencintai Masjid
Gimana si kakak mau gemar membaca? orang emaknya jarang beliin buku yang lucu-lucu dengan gambarnya yang berwarna kayak yang booming sekarang, sayang duitnya (jangan dicontoh ya!, lol).

Nantilah si kakak usia 5 tahunan, saat dia sudah pandai membaca, baru pelan-pelan saya mengajaknya ke toko buku.
Bukan..
Jangan bayangin di sana maminya ngajak si kakak di deretan buku-buku yang lucu dengan warna warni menggemaskan, pasti enggaklah, maminya malah sibuk mengelilingi deretan buku psikolog, nyari buku menarik tentang pengembangan diri hahaha.

Jadinya, si kakak gak minta dibeliin buku, adanya dia minta dibeliin mainan yang dipajang di toko buku tersebut, dan ditolak dengan sempurna oleh maminya.

Pertama kali dia suka mengoleksi buku adalah saat saya membolehkan dia memilih buku yang murah-murah di supermarket kayak Giant, biasanya ada buku komik 10ribuan.
(Ya ampun, separah itu ya saya jadi emak, lol)
Membaca everytime, buku apapun dibaca

Sejak saat itu dia mulai mengoleksi komik serial yang sebenarnya gak terkenal sih :D
Dan Alhamdulillah, saya gak perlu sibuk memaksa dia untuk gemar membaca semua buku tersebut, saya malah sibuk memaksa dia berhenti baca buku, karena kalau si kakak sudah mulai pegang buku bacaannya, dijamin persiiiissss kayak emaknya, LUPA DIRI!
Dia bakalan betah baca sampai habis baru mau menghiraukan dunia sekitarnya, dipanggil-panggil gak jawab, nanti dimarahin baru mau noleh, itupun dengan cemberut.

Saya seperti melihat flashback video masa kecil saya, karena seperti itulah saya di masa kecil, hahaha.

Bagaimana cara agar anak gemar membaca?


Sejujurnya, saya gak punya tips khusus untuk bisa dibagikan agar anak gemar membaca, karena si kakak sudah gemar membaca dari sononya, mungkin menurun dari sifat maminya yang rakus akan bacaan (dulunya).
Plus juga si kakak punya sifat kepo maksimal, gak cuman buku, hape atau lainnya pun dia kepo banget.
Baca juga : Memakaikan Pakaian Lengkap Dan Tertutup Ke Anak, Yay or Nay?
Meskipun demikian, saya rasa si kakak tidak serta merta gemar membaca kalau, saya tidak pernah memperlihatkan kegiatan membaca buku di hadapannya.

Walau sekarang sudah jarang, saya masih menyukai membaca buku, yang bikin gak suka adalah waktunya yang kurang, hiks.

Dan, meski si kakak bisa tumbuh jadi anak yang gemar membaca, bukan berarti saya menerapkan hal yang sama pada si adik bayi, berharap dia juga gemar membaca kayak kakaknya yang niru maminya.

Saya ikhtiar menerapkan beberapa cara pada si bayi, yang jujur hal tersebut dulunya gak pernah saya lakukan ke si kakak.

1. Memperkenalkannya pada buku sejak dini.

Berbeda dengan kakak Darrell yang baru-baru saja mengenal buku saat dia pandai membaca, si adik baby Adean sudah saya kenalkan buku sejak masih bayi.
Well, sebenarnya gak disengaja beliin buku juga sih, hanya karena ada stock buku kakaknya, terus saat si kakak beli buku (kami jatahkan sebulan sekali beli buku dengan biaya maksimal 100ribu), si adikpun ikut dibeliin, meskipun maminya gak mau rugi, jadi carinya yang bagus tapi diskon hahaha.

Bermain sambil membaca

Buku-buku tersebut saya letakan bersamaan dengan mainannya di dalam kotak, dan karenanya saat dia mengambil mainan dalam kotak, buku-buku tersebutpun ikut menarik hatinya.

2. Mengajaknya membaca bersama.

Sebenarnya yang lebih suka mengajak si adik membaca adalah kakaknya, kalau maminya mah kadang-kadang saja, lol.
Ikut kakak membaca

Karena sering membaca bersama, si adik jadi sering meniru kegiatan tersebut meskipun sendirian, dia bakalan berakting seperti membaca buku.

3. Membaca buku di sampingnya.

Anak adalah peniru ulung, demikian pula si bayi.
Dia selalu mau tahu dan meniru apa yang saya lakukan.
Maminya ngetik di laptop dia ikutan duduk di samping saya dan sibuk mukul-mukul laptop.
Baca juga : Paperless Di Sekolah Dasar, Tanggung Jawab dan Kebijakan Penggunaan Gadget Pada Anak
Maminya mencet-mencet hape, eh dia ambil hape kakaknya lalu di pukul-pukul hahaha.
Sebagai emak yang banyak akal saya menggunakan momen tersebut agar si adik meniru hal-hal yang baik, salah satunya dengan membaca di sampingnya.

4. Mengajaknya ke toko buku dan membiarkannya memegang banyak buku.

Mengapa ke toko buku bukan ke perpustakaan saja? tentu saja demi kemaslahatan telinga orang di perpustakaan, mengajak bayi ke perpustakaan itu sama saja mengundang di pelototin orang banyak, karena seolah bermain petak umpet di perpustakaan hahaha.
Permisiiii, ini bayi siapa ya? :D

Dengan maksud menemani si kakak ke toko buku, si adikpun saya biarkan memegang banyak buku di sana. Untuk hal ini, sebisa mungkin awasi agar bayi gak memasukan tangannya ke mulut selagi memegang banyak buku. Karena buku-buku di tempat ramai itu sarangnya kuman.

Dengan begitu, anak bakal familier dengan buku, dan jangan lupa mengajarkan bahwa tidak semua buku bisa dibawa pulang atau dibeli. Ada jatah tersendiri setiap bulannya, dengan begitu hingga kapanpun gak ada drama saat diajak ke toko buku.

5. Mengurangi gadget

Kalau ini sebenarnya gak masuk poin utama di hal yang saya lakukan demi anak gemar membaca, karena tanpa alasan gemar membaca pun, anak-anak saya dibatasi pemakaian gadget-nya.
Misalnya si kakak yang hanya bisa pegang gadget (untuk main) saat weekend saja.
Maksudnya sih biar matanya gak rusak, plus bisa fokus gak kepikiran gadget mulu.

Tapi ternyata, hal tersebut malah bikin anak jadi cinta buku (karena gak ada hal yang bisa dilakukan)

Membaca, membuka jendela dunia


Satu hal dari banyak hal yang selalu saya syukuri dalam kehidupan ini adalah, tentang hobi saya membaca di masa kecil.
Karena hobi tersebut, saya bisa jadi seperti sekarang.

Lah emang sekarang kamu udah sukses, Rey?

Alhamdulillah, sukses terus belajar jadi ibu yang sabar dan baik untuk 2 lelaki kecil saya dan 1 lelaki besar :D

I mean, saya yang sekarang bisa hidup jauh dari orang tua dan keluarga, bisa membaur meskipun awalnya gak ada seseorang yang di kenal, bisa tau ini itu secara mandiri, tanpa selalu bertanya ke orang lain.

Semuanya hanya karena saya suka membaca sejak kecil.
Jadi apa-apa lebih mengandalkan membaca, apalagi zaman sekarang sudah ada gadget dan google, jadi dikit-dikit tinggal buka gadget terus nanya google.

Meskipun demikian, masih banyak loh orang yang lebih suka nanya ketimbang cari tau sendiri.
Mungkin karena gak suka baca.
Baca juga : Dampak Nyata Dari Kehilangan Tahap Merangkak Pada Anak
Membaca, membuat kita bisa membuka jendela dunia.
Dengan membaca, kita bisa menembus ruang dan waktu.
Tak perlu menunggu waktu yang tepat untuk mengetahui belahan bumi lainnya, dengan membaca kita bisa seolah berada di sana.
Membaca juga bisa memangkas rasa sombong kita, karena semakin banyak membaca, kita akan semakin sadar bahwa dunia dan isinya ini begitu luas, dan sesungguhnya kita gak ada apa-apanya, jadi buat apa sombong?

Jadiii...
Sudahkah mencontohkan gemar membaca bagi anak kita?

Semoga bermanfaat


Sidoarjo, 26 September 2018

Wassalam

Reyne Raea

14 comments:

  1. Kakak Darel sama kayak aku dulu. Aku dulu pas lima tahun juga suka baca. Terutama majalah Bobo. Gemar membaca memang banyak sekali ya manfaatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe, makanya jadi banyak ide buat nulis ya? :)

      Delete
  2. Membaca bisa menumbuhkan imajinasi anak juga bun :D
    Saya blm jadi ibu, tapi saya selalu suka kalau membaca buku untuk anak kecil
    Matanya yang berbinar binar dengan imajinasi nya itu bikin saya kadang terharuu

    Lucu sekalii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba, anak kecil mah diajak aktifitas bareng apa saja, sudah senang banget :)

      Delete
  3. Setujuuu...ajari membaca sejak dini. Kasih teladan makan anak akan menirukan...
    Keren ah Kakak Darrel sudah hobi baca kayak Maminya...terus jadi pembelajar hebat ya Nak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin :)
      Iya mbak Dian, anak selalu mencontoh apa yang ortunya lakukan :)

      Delete
  4. Haha buku2 murah di giant :P tapi iya sih saya juga salah satu mama yg hobi berburu buku murmer nan berkualitas hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwwkw..
      Emaknya pelit, dan perhitungan banget hahaha

      Delete
  5. Iya mba setuju aku dengan mengajari Gemar Membaca sedari usia Golden age. Agar terbiasa. Aku kecil dulu suka banget baca.. makanya tak tularin ke anak-anak. Jd mereka minta buku apa saja, tak belikan hbs itu kita review sama-sama mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahhh mama yang baik, kalau saya milih2 mba :)

      Delete
  6. Anakku kubelikan beberapa buku juga nih tapi dia keburu kenal gadget jadi perlu usaha banget nih biar dia doyan baca. Tapi kadang dibuka-buka juga sih itu buku kalau ditemani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, dibiasakan aja mba, biar dia jadi suka baca :)

      Delete
  7. Mbakkk.. Anakku suka banget baca.. Sekarang masih 2 taun sih, lumayan jafi alternatif pengalihan supaya ga kecanduan gadget... Aku kebalikan dirimuu, malah ga pernah ngajak ke toko buku, emaknya beli online mulu atau jastip buku bbw wkwkkw.. Kapan2 coba ajak ke toko buku juga ahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh, saya jarang belanja online mba, lebih suka offline hihihi, toko buku udah jadi tempat rekreasi buat kami :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...