Monday, July 27, 2020

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Sharing By Rey - Tunjungan Plaza atau biasa disebut TP, adalah plaza yang paling terkenal se Surabaya, mungkin karena saking lamanya sih ya, terlebih sekarang makin luas dan luas saja.

Bahkan saking luasnya, banyak orang yang mengaku kesasar kalau masuk Tunjungan Plaza, tapi tidak dengan si Rey sih.

Kalau saya, sudah dipastikan selalu hafal semua sudut mall, hanya dengan sekali screening mata hahaha.

Di tengah luasnya plaza Tunjungan tersebut, berisi ribuan pebisnis di dalamnya, dan kebayang nggak sih waktu awal-awal pandemi diumumkan, kampanye #DiRumahAja semakin digalakan, dan akhirnya mall dilarang buka.

Saya, termasuk orang yang sejak awal Maret 2020 lalu, sama sekali nggak pernah masuk mall, bahkan setelah mall diumumkan akan dibuka kembali, saya masih parno maksimal buat ngemall.

Saya takut?
Iya lah.
Saya nggak mau mati dibungkus plastik, hiks.

Jadinya, selama berbulan-bulan, kami sama sekali nggak mengunjungi mall, dan bahkan sama sekali nggak punya niat mengunjungi mall.

Sampai akhirnya beberapa hari lalu saya menyadari satu hal, bahwa mendekati tanggal dan bulan lahir saya, itu berarti usia SIM saya udah 10 tahun, dan waktunya perpanjangan SIM menanti.

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Saya termasuk orang yang selalu khawatir kalau telat membayar atau mengurus sesuatu, dan akhirnya memutuskan untuk mengurusnya dengan cepat, dan memilih hari Sabtu kemarin, untuk memperpanjang SIM di Tunjungan Plaza, karena setahu saya, di TP tempatnya lebih nyaman, setidaknya antriannya di dalam mall dan enggak kepanasan.

Dan begitulah setelah berbulan-bulan ngendon di rumah, akhirnya pecah telur juga perdana lagi ngemall.


Protokoler Tunjungan Plaza Dalam Menjalani Adaptasi Kebiasaan Baru


Kami sampai di Tunjungan Plaza sekitar pukul 11 siang, dan masuk dari pintu utama di depan.
Baru saja masuk ke area luarnya, sudah terasa bagaimana protokoler Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dilakukan oleh pihak pengelola gedung.

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Di mulai dengan semua pengunjung harus antri dengan menjaga jarak aman antara satu sama lainnya, tentunya setelah melewati 2 wastafel buat cuci tangan, semua pengunjung dipersilahkan cuci tangan dulu, meski saya tidak disuruh, karena saya menggunakan sarung tangan.

Pengunjung lalu melewati sebuah bilik UV disinfektion chamber, yaitu sebuah bilik yang berguna untuk mematikan bakteri dan kuman yang melekat di pakaian melalui sinar UV.
Awalnya saya nggak ngeh dengan bilik tersebut, saya pikir sama dengan beberapa bilik disinfektion dari cairan.

Saya menggendong dan melindungi kepala serta wajah si adik saat memasuki bilik tersebut, tapi ternyata nggak ada yang saya rasakan di dalm bilik tersebut.

Nantilah pulang saya memotret bilik tersebut dan membaca nama biliknya, oalah pantesan, ternyata pakai sinar UV, meskipun saya nggak ingat ada sinar di dalam itu hahaha.

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Setelah melewati bilik tersebut, kami antri lagi di depan pintu masuk utama TP1, petugas berdiri di mana-mana, siap mengatur pengunjung agar masuk dengan tertib.
Setelah tiba giliran saya, kemudian masuk dan masih terheran, kok ya nggak ada cek suhu di dahi ya, kek di medsos gitu, hahaha.

Ternyata, sampai di dalam barulah terjawab pertanyaan batin saya, ternyata tak perlu cek suhu pakai thermogun, karena di dalam persis di depan pintu tersebut, semua pengunjung diwajibkan berdiri dulu untuk pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan alat yang lebih canggih, hahaha.

Tauk deh namanya apa, yang mana suhu tubuh kita muncul dilayar gitu.
Setelah itu, barulah kami dipersilahkan melenggang ke manapun kami menuju.

Meskipun setelah itu kami bebas berkeliaran di dalam TP, tapi kami tetap berada di dalam pantauan banyak petugas.
Berbeda dengan hari biasa, saya rasa TP memperbanyak petugas khusus masa AKB ini.

Bagaimana tidak? hampir di segala sudut mall ada petugas, kalau ada yang bergerombol dikit, didatangin dan dinasihatin.
Duduk ngejogrok kek kebiasaan si Rey kalau udah capek juga nggak boleh sama sekali (eh itu mah sejak dulu ya, cuman dulu jarang ada petugasnya, jadinya saya bebas ngejogrok di mana saja, hahaha)

Menurut saya, itu menyenangkan.
Dan salah satu hal menyenangkan lainnya adalah, semua lift ditambahkan dengan sensor gerak, jadi semua pengunjung tidak perlu menyentuh tombol lift lagi.

Dan di dalam lift selalu ada petugas yang siap memencetkan tombol lift ke manapun kita menuju.
Bukan hanya itu, di dalam lift pun kapasitas pengunjung dibatasi, hanya boleh mengisi di bagian sisi dinding, itupun majib menghadap dinding lift, biar nggak muncrat ke orang di depannya , hahaha.

Sumpah ya, itu adalah situasi mall yang menjadi impian banget, nyaman, nggak ada yang desak-desakan, dan semua orang patuh, kalau nggak mau ditendang keluar hahaha.

Untuk mencegah pengunjung saling berpapasan, pengelola gedung juga menambahkan berbagai tanda arah berjalan di lantai, di mana semuanya dibuat agar pengunjung selalu berpapasan dengan jarak yang aman.

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Dan selalu ada petugas yang siap sedia menegur jika pengunjung tidak mengindahkan hal tersebut.
Sayang, saya kemaren nggak sempat masuk toiletnya, jadi nggak tahu bagaimana keadaan protokoler toilet maupun nursery room-nya.

Untuk di musholanya pun, sayangnya saya nggak ikutan masuk, cuman liat si kakak dan paksu yang masuk kudu di ukur suhunya pakai thermogun.


Pebisnis Di Tunjungan Plaza Mulai Bangkit Setelah Mall Buka Kembali 


Demikian pula semua tenant yang ada di dalam TP.
Semua berbenah dengan baik, meski nggak semua pakai thermogun, saya pikir wajar sih ya, nggak kebayang kalau setiap tenant yang kita masukin kudu ditembak dahinya, hahaha.

Kami hanya sempat mendekati dan masuk ke tenant, J Co yang terlihat mengatur jarak antar kursi pengunjung, asyiknya, kami masuk pas masih sepi, jadi bebas duduk tanpa ada pengunjung lain.

Nggak ada yang spesial dengan tenant JCO, menu-menunya dan harganya masih seperti biasa, hanya penjaganya yang lebih agresif menawarkan ini itu, semacam kaset rusak yang nggak bisa berhenti meski saya jawab,
"Enggak Mba, saya cuman butuh 6 buah donat aja"
Tetep aja nggak menyerah, nawarin minum lah, menu lainnya lah, sampai berkali-kali hahaha.
Saya rasa itu wajar ya, setelah berbulan tutup, kini tenant-tenant tersebut berjuang kembali mengembalikan omset yang hilang selama masa pandemi ini.

Lalu ke gramedia, ada petugas yang memegang thermogun di depan pintu masuk, sayangnya saat kami masuk, si petugas lagi asyik ngobrol dengan seorang pengunjung, jadi kami masuk tanpa diukur suhunya.

Di dalam Gramedia tidak terlalu banyak orang yang datang, buku-buku maupun harganyapun nggak ada yang istimewa.

belanja di gramedia tunjungan plaza di masa pandemi

Lalu akhirnya kami lewat Watsons dan saya mampir sejenak.
Tidak ada petugas yang mengukur suhu, akan tetapi penjaganya lebih agresif menyambut pengunjung hahaha.
Jujur semua bikin saya nggak nyaman, akhirnya saya kabur dah.

Terakhir kami makan di Raa Cha.
Sesuai impian saya, kalau ngemall pertama kali akan makan di Raa Cha.

Saya tidak sempat mampir ke food court untuk melihat tenant apa yang buka, ye kan, saya jalan-jalan bookkk, bukan liputan hahaha.

Tapi di sepanjang TP4 di lantai area makanan, semua tenant buka selain Gyu Teppan ya kalau nggak salah namanya.
Meskipun di dalam tenant itu rata-rata sepi banget, hal itu yang membuat hampir semua pelayannya begitu agresif saat ada pelanggan mendekat.

Jujur, saya malah nggak nyaman seperti itu.
Untungnya di tenant Raa Cha lebih santai

Meskipun saat hendak masuk, harus menunggu pelayannya mencarikan meja yang kosong yang boleh diduduki kursinya.
Karena tidak semua kursi boleh diduduki, dan itu patent, sama sekali nggak boleh dilanggar, even kami sekeluarga gitu.

Alhasil, saya pisah meja dengan si kakak dan paksu.


Kelebihan Dan Kekurangan Pelayanan Di Tunjungan Plaza Selama Adaptasi Kebiasaan Baru


Over all, saya sukaaa banget main ke Tunjungan Plaza kemaren.
Rasanya bersorak, akhirnya... setelah berkali-kali ke TP, ada juga kesempatan menikmati TP dengan tenang dan santai.

Pebisnis Di Tunjungan Plaza Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Tidak ada desak-desakan, tidak ada yang sentuh ini itu sembarangan.
Tidak ada yang udahlah endut tapi tetep maksa masuk lift meski liftnya udah penuh dan bikin deg-degan takut liftnya putus.

Pokoknya asyik banget.
Dan yang paling mengasyikan adalah, semua pengunjung wajib pakai masker, biar nggak nularin orang lain.
Sayangnya, masih banyak yang bawa anak kecil bahkan bayi yang tidak memakai masker.

Dan menurut saya, kelebihan pelayanan semua petugas dan penyewa tenant serta fasilitas di tunjungan Plaza adalah:

  • Petugasnya lebih tanggap dan peduli.
  • Petugasnya juga tegas dan disiplin mengawasi pengunjung serta mengingatkan jika tidak mengindahkan memakai masker atau masih bergerombol.
  • fasilitasnya menyesuaikan protokoler adaptasi kebiasaan baru dengan meminimaliskan menyentuh fasilitas umum seperti tombol lift.
  • Tenant-tenant yang ada disiplin menerapkan social distancing.


Namun masih ada beberapa kekurangan yang bikin nggak nyaman adalah,

  • Petugasnya kurang menguasai info yang ada.
Jadi saya kemaren kan aslinya mau perpanjangan SIM, akan tetapi, baru saja di depan lorong yang menuju tenant SIM corner TP, udah dicegat petugas gedung dong, dan dijelaskan bahwa nggak boleh urus perpanjangan SIM saat itu, karena udah nggak ada pembagian nomor antrian.
Saya disarankan untuk datang lagi di hari terakhir berlakunya SIM tersebut, yang bikin saya mengernyitkan dahi.
ETDAAAAHHH, SAAT DI MANA-MANA MASIH DISERUKAN DI RUMAH AJA, JANGAN KELIARAN KALAU NGGAK PENTING, LAH KOK SAYA MALAH DISURUH NGEMOOOLLL MULU! 

antrian orang perpanjangan SIM di sim corner tunjungan plaza


Penasaran kan saya nanya infonya kok nggak disebarkan secara insentif di luar? pergunakan medsos atau apa kek. Biar kami nggak bolak balik nepeh mulu kan ye.
Terlebih saya ini mamak-mamak, kudu dampingi anak belajar online, lah kok disuruh nepeh mulu sih, ckckckck.
Dan petugasnya dengan santai bilang, maaf, saya nggak tahu kalau info itu, saya cuman ditugaskan memberi info tersebut.
 Mungkin itu kesalahan dari SIM Corner sih, daripada nugaskan beberapa petugas gedung kan, mending tempelin informasi berupa tulisan di banyak tempat di situ, daaann atuh maaahh, sebarkan info tersebut melalui online napaaahhh! Sebal saya!
Tungguin aja hari Selasa besok saya mau ke sana lagi, mau urus perpanjangan SIM sekalian liputan, mau saya tulis, terus tag Polri atau apa kek yang berwenang, beteh sayah.

  • Pelayan tenant terlalu  agresif, malah bikin nggak nyaman buat belanja (buat saya sih)
Itu saja sih potret para pebisnis di Tunjungan Plaza yang mulai bangkit bergeliat kembali setelah mall buka lagi.

Masih kagok sih, terutama dengan adaptasi kebiasaan baru, rajin cuci tangan, pakai masker, meminimalis sentuhan di fasilitas publik, serta jaga jarak.
Akan tetapi saya rasa lama-kelamaan bakal jadi kebiasaan baik.

Demikianlah.
Ada yang udah ngemall sejak mall buka kembali?
Share yuk pengalamannya. 



Sidoarjo, 27 Juli 2020

#MondayBusiness

Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : dokumen pribadi dan Canva edit by Rey

12 comments:

  1. Si sini deketnya sama pasar mbk, dan saya lumayan sering juga ke pasar. Alhamdulilah aman-aman aja. Walaupun kadang agak takut juga.
    Kalau lihat protokol kesehatannya dilakukan dengan apik begitu jadi seneng ya, dan mengurangi kekhawatiran buat ngemall. Jadi serba canggih juga...

    Nyebelin banget ya mbak, udah datang ke mall dengan persiapan matang malah disuruh pulang lagi, trus balik di lain hari... Ckckck...
    Ya udah, sabar aja mbk Rey. Jangan marah biar awet muda terus😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, untungnya bisa keliling mall, meski tekor juga hahaha.
      Duh kalau udah ingat awet muda, lupa deh marah :D

      Delete
  2. dengan kondisi seperti ini yang antri akhirnya mau antri, gak pake serobot serobot, alhamdulillah ada hikmahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener Mba, paling bete kalau ngemal pas rame, semua sukanya nyerobot :D

      Delete
  3. Ciieee yang baru ngemall di Tunjungan plaza surabaya...Eheemm!!...πŸ˜‚πŸ˜‚ Eeh tapi enakan dimall di massa New Normal ini...Ketimbang dipasar tradisional. Yang bikin rada2 gimana gitu..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Dulu perasaan Tunjungan plaza nggak luas banget dah, Nggak tahu sekarang berubah kali yee...Sudah lama nggak ke Surabaya soalnya...πŸ˜‚πŸ˜‚


    Massa sih perpanjang SIM cari kue ultah kalii haayooo!!..Jangan lupa traktirannya, Atau amplop dah biar ringan..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


    Ciieee yang lagi Ultah bela2in ngemall..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Iyee deh semoga panjang umur sukses selalu dan banyak Rezeki. Lalu bisa jadi ibu rumah tangga yang baik dan sukses untuk keluarga..πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽπŸŽπŸŽ‚πŸŽ‚πŸŽ‚


    27 Juli berarti zodiaknya LEO yaa...Sama dong kaya yang dirumah....Eehh adatnya sama nggak...Kewkweekkkkkkk kaaabboorrrrr!!.πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belom woii pak Ustadz, belooommmm..
      Besok baru balik ke sono :D

      Biasanya sih kalau Leo itu sama, sama-sama galak, tapi hatinya lembut kek es krim *eaaaaakkk :D

      TP sekarng udah luas banget, udah sampai TP 6, kalau orang baru masuk situ, bisa nyasar.

      Bahkan saya kalau pas ke TP naik mobil, parkir di TP 4,5 dan 6, siap-siap bingung cari parkirannya saking modelnya sama semua hahaha

      Delete
  4. akhirnyaaaa ada bacaan yang bisa mengobati kangenku sama surabaya
    terakhir ke TP awal maret lalu hehe, udah sekian bulan nggak ke surabaya kayak gatel aja. Mall favorit dari jaman bahula, mau segede apa, masih tetep favorit sampe dengkul pegel :D
    iya tuh mbak besok kalo urus SIM lagi dan ternyata pelayanannya masih nggak beres, mention aja ke pihak berwenangnya, bu Risma akan bertindak tegas hehe
    sekarang masuk ke pusat perbelanjaan, dikit dikit cuci tangan, dikit dikit periksa suhu tubuh dan bener nih semoga bisa menjadi kebiasaan yang baik selanjutnya, jadi terbiasa hidup bersih gitu
    masuk ke supermarket juga masih diberlakukan sistem antrian, biar di dalem supermarketnya nggak kayak gerombolan semut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo main ke TP, kemaren sih sepi, enak buat jalan-jalan :D
      Tapi kayaknya, bentar lagi bakalan rame lagi tuh, nggak tahu, kira-kira bakal bisa tetap menjaga jarak nggak ya? :D

      Delete
  5. Saya sudah pecah telor ke luar rumah juga mba selain ke supermarket yaitu ke dokter gigi which is kliniknya ada di mall πŸ˜… jadi sambil ke dokter, sambil keliling, tapi pada waktu itu masih sepi, banyak yang tutup jadi yang buka hanya tempat tertentu saja πŸ˜† hehehehehe.

    Rasanya pertama kali pergi ke mall, senangggg tapi juga deg-degan. Alhasil bawaannya mau segera pulang. Padahal perlengkapan seperti masker dll tetap digunakan πŸ™ˆ hehehehe. Entah besok bulan Agustus bagaimana. Rencananya akan dibuka untuk wisatawan domestik, jadi mungkin Bali akan kembali ramai. Well, meski curva belum turun, semoga si Coro cepat hilang. Kasihan kalau lihat para pekerja di mall lemah lesu lunglai karena minim pelanggan. Nggak heran kalau jadi pada agresif waktu mba datang 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahhh iya ya
      Saya pun kemaren pas udah nanya tentang Sim maunya langsung pulang, tapi anak-anak pengen jalan-jalan hihihi

      Aamiin, semoga si coro memudar.
      Bener banget, para pebisnis di mall cuman yang gede aja yang bertahan

      Delete
  6. Juli ini aku ada bbrp kali ke mall. Tp sengaja pilih yg pada dasarnya udh sepi Rey. Kayak mall artha gading. Prosedurnya sih masih pake ngukur suhu dengan thermogun. Belum secanggih TP :p.

    Tp aku denger mall2 yg LBH elite, itu udh pake yg pengukuran suhu dengan cara kayak TP. Jd ga perlu ditembak di dahi.

    Malah ada mall yg selalu rame ga peduli lg covid, itu jalur jalannya diubah jd 2 jalur, biar ga saling papasan. Tp tanda panah di lantainya ga jelas. So, ttp aja papasan gitu. Aku jd males tuh DTG LG kesana, Krn msh aja lumayan rame kayak pas sebelum covid. Sereeem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya Mba, tergantung manajemennya.
      Pun juga mal-mal gede lebih banyak modalnya kali ya, petugasnya ditambah lebih banyak, meski banyak protokoler yang harus diikuti, kadang orang lupa, misal jalan sesuai arah panah, karena muter-muter biasanya orang abai, nanti ditegur petugas baru ngeh lagi :D

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)