Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita

Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita

Sharing By Rey - Prostitusi online terus menduduki trending di berbagai media sosial hingga Google.
Di mulai dari beberapa waktu lalu, di mana seorang artis inisial HH yang keciduk di sebuah hotel.

Lalu sejak kemaren saya intip twitter, prostitusi online kembali naik ke permukaan.

Kali ini ternyata dari seorang artis (lagi) dengan inisial VS yang keciduk di hotel bintang 4 di  kota Bandar Lampung, yang diduga kuat terkait dengan prostitusi online.

Miris ya, mentang-mentang semua pada online, prostitusi pun ikutan pindah ke daring.
Tapi, di sini saya nggak mau rumpi-rumpi mengenai si artis tersebut.
Saya hanya tertarik, membahas kesehatan mental wanita yang terkait prostitusi online.


Prostitusi Online, Dari Offline Dan Tak Pernah Menghilang


Bukanlah kapasitas saya menghakimi pelaku prostitusi, hanya saja saya sedih aja, mengapa prostitusi begitu sulit dibasmi.

Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita

Mengapa dan mengapa harus menjajakan sesuatu yang seharusnya dijaga.
Mengapa..
Mengapa..

Eh Rey, katanya nggak mau menghakimi?
Eh iya ya, hahaha.

Maksudnya, semoga Allah melindungi saya dan teman-teman dari lemahnya iman, sehingga melakukan hal-hal yang sangat merugikan diri sendiri, ditinjau dari sisi manapun.

Yaitu menjual diri melalui kegiatan prostitusi.

Prostitusi atau biasa disebut pelacuran adalah, pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan.

Prostitusi atau pelacuran, merupakan cabang dari industri seks yang sejajar dengan pornografi, tari telanjang, bahkan segala mata pencaharian yang berkenaan dengan eksploitasi aktivitas seksual dan pertunjukan yang berkenaan dengan seksualitas untuk menghibur orang lain demi mendapatkan materi yang dibutuhkan dalam kehidupan (wikipedia)

Prostitusi sejatinya sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan dahulu mah keberadaannya jauh lebih terang-terangan.

Sebut saja di daerah gang Dolly, Surabaya.
Sebelum akhirnya dibongkar paksa oleh ibu Risma, walikota Surabaya.
Gang tersebut memang terang-terangan memperlihatkan perdagangan wanita.

Saya pernah beberapa kali lewat di jalan tersebut, dan miris melihat para wanita dengan pakaian minim duduk santai di ruangan yang jendelanya terbuat dari kaca, sehingga terpampang nyata bahkan dari jalanan.

Mirisnya lagi, tak jauh dari rumah-rumah yang menjajakan wanita tersebut, ada masjid dengan banyak anak kecil tertawa berlarian menikmati masa kecilnya.

Sungguh saya hanya bisa menggelengkan kepala, membayangkan apa yang ada di benak anak-anak tersebut, padahal mereka tinggal bertetangga dengan tempat yang berisi wanita-wanita berpakaian minim.

Bukan hanya di Dolly, di bawah tahun 2010an, saat saya masih single dan sering kali menghabiskan malam dengan mutar-mutar Surabaya sampai hafal segala sudut kota tersebut.
Saya sering banget melihat beberapa mahluk dengan pakaian minim di sepanjang jalan depan Grand City Mall sekarang, biasanya sih di sana tempatnya mangkal wanita jadi-jadian.

Dan masih banyak tempat yang sebenarnya dengan terang-terangan terdapat beberapa pelaku prostitusi di pinggiran jalan.

That's why, betapa bahagianya saya ketika pertama kali ibu Risma berhasil menutup gang Dolly, dan sejak saat itu saya berjanji, mau ibu Risma ikut partai manapun, mencalonkan diri jadi apapun, saya bakalan mendukung beliau, karena sudah terbukti nyata memimpin seperti ibu, seorang yang amat sangat mencintai anak-anak dan wanita.

Sayang disayang, seberapapun diberantas, yang ada para pelaku cuman pindah tempat aja, mengikuti perkembangan zaman, yaitu secara online atau daring.

Sedihnya, berbeda dengan prostitusi biasa yang eksposure pembeli juga terpampang nyata, prostitusi online sangatlah membahayakan, karena semua bisa terjadi dengan kecil kemungkinan si pembeli terlacak, terlebih kalau pembeli berdompet tebal, alias dompetnya penuh CC dan DC dengan nominal panjang, hahaha.


Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita


Padahal, prostitusi meskipun secara online, sesungguhnya membawa pengaruh kesehatal mental yang buruk, terutama bagi pelakunya khususnya wanita.

Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita

Di antaranya:


Dihantui Perasaan Bersalah Seumur Hidup


Saya yakin, semua pelaku prostitusi online tersebut tahu dan sadar betul, kalau apa yang dilakukannya tersebut adalah salah dan dosa dari agama mana pun.

Dan bisa dibayangkan nggak sih, bagaimana perasaan pelaku prostitusi tersebut.
Rasa-rasanya, jarang kita lihat ada mantan pelaku prostitusi bisa menjalani hari tuanya dengan tenang.

Bahkan seandainya suatu saat hidayah untuknya datang, saya rasa butuh usaha keras untuk bisa menerima masa lalunya yang kelam.
Meski mungkin ada orang yang bisa menerima masa lalunya seperti itu.
Perasaan persalah akan selalu menghantuinya seumur hidupnya.


Merasa Tak Punya Harga Diri


Prostitusi online ataupun offline adalah sebuah perdagangan seks.
Dan yang dijual adalah dirinya sendiri.

Bisa dibayangkan, bagaimana nantinya sang pelaku mencoba bangkit dari keterpurukan karena merasa nggak punya lagi harga diri.

Di mana, biasanya harga diri seseorang itu tak bisa dinilai dengan uang, tapi dia bahkan terang-terangan memasang harga untuk dirinya sendiri.


Kesulitan Masuk Ke Dalam Kehidupan Yang Normal


Sudah menjadi sikap masyarakat, untuk begitu mudah menghakimi orang lain, yang tentu saja sulit bisa menerima seorang mantan pelaku prostitusi masuk ke dalam lingkungan mereka.

Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita


Nggak usah lah ngomongin mantan pelaku prostitusi online, bahkan janda yang mungkin bercerai karena kebrengsekan suaminya pun selalu sulit bisa diterima.

Karenanya, bisa jadi si mantan pelaku prostitusi online bakalan lebih nyaman menghabiskan hari tuanya dalam kesepian yang mendalam.


Rentan Mengalami Penyakit Seksual Kejiwaan


Bukan hanya rentan terkena penyakit kelamin berbahaya, pelaku prostitusi online juga rentan mengalami penyakit seksual kejiwaan, seperti keinginan untuk selalu berhubungan seks tanpa disadarinya.

Ye kan, semacam kecanduan seks.


Sulit Berkosentrasi


Bisa jadi, akibat dari penyakit seksual kejiwaan yang dideritanya, membuatnya jadi sulit berkosentrasi.
Di pikirannya hanya ada bayang-bayang seks melulu.

Bahkan, bisa saja saat sedang berhadapan dengan orang lain, pikirannya mulai mengeksplorasi hal-hal tentang seksual dengan objek orang yang di hadapannya.
Serem juga deh kalau kayak gitu.


Memicu Tindakan Kriminal


Saking pikirannya tidak bisa lepas dari seks, saat memang tidak bisa melampiaskan hasratnya, bisa jadi orang-orang lemah jadi sasarannya, salah satunya adalah anak-anak.

Sering banget kita baca di berita, di mana pelaku pemerkosa zaman now bukan hanya lelaki, tapi juga wanita, dengan korban anak-anak.


Selalu Sulit Dalam Mempertahankan Hubungan


Sering kita baca dan lihat atau nonton, di mana seorang mantan pelaku prostitusi akhirnya berakhir bahagia, saat menemukan tambatan hatinya, seorang lelaki yang mau menerima keadaannya tanpa syarat apapun.

Dampak Prostitusi Online Terhadap Kesehatan Mental Wanita

Sayangnya, dengan keadaan mental seperti yang dijabarkan di atas, begitu sulit baginya untuk mempertahankan hubungan.
Jangankan dengan kondisi seperti itu, yang hidupnya normal-normal aja, punya banyak tantangan dalam hubungan jangka panjang, apalagi yang demikian?

Butuh kelapangan hati yang luas tak bertepi bagi pasangannya untuk bisa terus menerima semua yang ada pada mantan pelaku prostitusi online. 


Sesungguhnya, masih banyak jalan untuk mencari rezeki yang lebih manusiawi, meski jujur memang tidak mudah.

Akan tetapi, sebelum memutuskan terjun ke dunia prostitusi online, ada baiknya memahami dampaknya khususnya untuk jangka panjang.
Semoga kita dan keluarga kita, selalu dilindungiNya, dari hal-hal yang dibenciNya, salah satunya adalah berada di dunia prostitusi online.

Jualan onlinenya barang aja, jangan diri.
Semoga bermanfaat.


Sidoarjo, 30 Juli 2020


Sumber : 
  • Opini pribadi
  • https://dosenpsikologi.com/dampak-prostitusi-bagi-kesehatan-mental-wanita diakses Juli 2020
Gambar : Canva edit by Rey

29 komentar :

  1. Awal kesendirian dan berakhir dengan jiwa yang tersendiri....Mungkin begitu mental yang dirasa pelaku mantan pelacur. Dan yang sedemikian itu tidak jauh berbeda dengan Narkoba. Dalam artian makin diberantas semakin menjadi, Mati satu tumbuh seribu.😢😢😩

    Apa penyebab semua itu..??? Tentu tak usah dijelaskan jawabannya mungkin sudah jadi pembicaraan sehari-hari, Bahkan tak jarang para ahli agama menesahati dan bertindak tegas menentang apapun bentuk jenis prostitusi online, Akan tetapi justru semakin hari hal yang seperti itu semakin menjadi. Bahkan kalangan selebritispun yang seharusnya menjadi contoh justru malah terang-terangan melakukan hal yang berbau prostitusi online.

    Kenapa begitu...???? Nggak tahu.😲😲

    Intinya penyebabnya yaa ada pada dirinya masing2....Keinginan berlebihan, Dan kurangnya menghargai lingkungan sendiri. Ditambah ingin punya pergaulan yang berlebih juga, Kalau sudah begitu baik perempuan maupun laki-laki sudah pasti lambat laun pun akan mudah terjebak dengan yang namanya prostitusi online. Bahkan bukan prostitusi saja Narkoba dan hal jenisnya selalu kerab membayangi.

    Pejabat saja memberi contoh gimana yang bawahnya mau benar.....🤣 🤣 🤣

    Prostitusi online atau pelacuran selalu dibrantas, Tetapi kerap kali muncul kembali?? Kenapa begitu...???
    Katanya...Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagai produk pemerintahan Hindia Belanda yang menjajah Indonesia, tidak menentukan perbuatan pelacuran yang dilakukan dengan kerelaan sebagai perbuatan pidana. Adanya asas legalitas inilah yang menjadikan para pelacur tidak bisa dihukum dan boleh bebas berada di ruang publik. Eehhh faktanya masih berlaku kok.🤣 🤣

    Huusss!! Gang Dolly dan Grand City Mall jangan disebut2 aahh!!...Itu tempat si Agus, Hermansyah dan Jaey Mangkal. Haaahaaaahaaa..😲😲🏃🏃🏃🏃 kaaboorrr!!..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya loh, saya baca di Wikipedia, di mana prostitusi atau pelacuran itu katanya malah bagus, menghindarkan masyarakat dari perkosaan.
      Astagaaaaa.....

      hahahha, iyaaa, serius loh, waktu nulis Dolly dan GC itu, diri saya jadi teringat Kang Sat dengan Mas Agus, saking sering guyonan mangkal-mangkalan hahaha

      Awas kecyduk!

      Hapus
    2. Miris yaa...Dan Artis yang keciduk soal prostitusi online justru kerap diekspos jadi kebanggaan,😳😳 Makanya tak heran Berawal dari Prostitusi online berakhir dengan Narkoba. Atau bisa kebalikannya.😳😢

      Massa Allah...Terkadang Jengkel tapi tertawa juga baca2 berita yang berbaur Prostitusi Online dan Sekutunya.😊

      Hapus
    3. Nah iyaaa, kadang juga gara-gara narkoba akhirnya cari uangnya gitu :(

      Hapus
  2. Prostitusi mah dari jaman nabi udah ada mbak. Selama ada demand pasti ada supply. Cuman sekarang medianya rada canggih aja, online. Gw aja sebagai laki-laki kagak mau kalo sama yang bekasan banyak orang gitu (gw lo ya, yg lain auk).

    Satu-satunya cara ya membentengi diri dengan agama. Terutama ketika anak masih kecil, kasih benteng agama yang kuat. Kenapa? Karena pergaulan sekarang ngeri banget. Kalo gak bisa membedakan mana yang bener mana yang salah, anak bisa ikut kebawa arus. Apalagi anak mbak laki-laki semua, kasih pemahaman yang bener mbak.

    Karna saya bisa kasih tau kalo cowok jaman sekarang 90% pasti pernah berhubungan seks sebelum menikah. Inget, laki-laki gak ada bekasnya. Jadi kalo dia punya kebutuhan tinggal celup sana celup sini. Makanya benteng satu-satunya ya cuman agama. Disinilah peran orang tua yang paling berperan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya bener yaaa..
      Serem banget sebenarnya.
      Dan setuju, selain agama, sepertinya nggak ada cara lain buat membentengi anak.

      Bukan cuman anak perempuan ya, anak laki juga serem, huhuhu

      Hapus
  3. Sering banget berita seperti ini muncul di televisi. Dan ada saja pelaku baru di bidang tersebut. Mungkin karena tergiur bayaran yang mahal jadi pelaku melakukan hal tersebut.

    BalasHapus
  4. HH dan VS itu siapa mbak? Kadang saya kok bingung mbak Rey cepat sekali dapat berita. Yang aku tahu sih artis yang terkena prostitusi online itu VA saja yang dapat 80 juta, eh ternyata ada yang lain juga.😂

    Selama ada permintaan maka pasti akan ada prostitusi, baik online maupun yang langsung seperti di G3 ( gang gang gitu. 😁)

    Satu satunya cara agar tidak ada prostitusi itu kalo orang semua laki laki bisa seperti ustadz Satria yang selalu alim dan baik hati.😊👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heeemmm!!..🙄🙄 Sepertinya minta ditimpuk sendal.

      Hapus
    2. aku juga heran kak rey cepat betul dapat info updatean ya, aku malah ga tahu, karena ketinggalan liat berita infotainment, yang aku tahu justru seringnya yang kedapatan narkoba

      Hapus
    3. Sepertinya mbak Rey ada teman yang kerja jadi wartawan jadinya cepat dapat informasi nya mbak mbul. Atau mungkin mbak Rey punya Indra ke enam soal gosipan.😄

      Semoga saja artis DS tidak kena ciduk juga karena sering mangkal.😂

      Hapus
    4. wkwkwkwkwkw, saya seringnya dapat info dari google trend sih, kadang juga di trendingnya twitter, tapi paling sering dari google trend, hampir tiap malam bukan google trend soalnya hahahaha

      Hapus
  5. Sungguh sulit bagi seseorang yg sudah membenamkan dirinya "aku pake istilah membenamkan aja deh :)" ke dalam kubangan prostitusi untuk bisa menata hidupnya kembali normal, dan memiliki sebuah keluarga bahagia.

    Sebenarnya ada banyak pilihan dalam hidup. Tapi, memang klo kepingin yang enak aja, gak mau capek kerja halal, berusaha, akhirnya begitu.

    Sekarang mah kayaknya lbh gampang, tinggal ngiklanin diri dan nunggu.

    "Jualan onlinenya barang aja, jangan diri." Beneeeeeeeerrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihih iya ya, kasian aja jangka panjangnya kayak gimana, pada akhirnya bahkan di dunia udah diganjar :(

      Hapus
  6. wah pengalaman yang cukup bikin ternganga adalah saat melintasi kawasan gang dolly sebelum diterbitkan pemda yak, pasti ada terbersit perasaan canggung gimana gitu alias awkward moment ya kak rey pas melihat langsung bagaimana lingkungan dimana para kupu kupu malam ini berada...ternyata mereka sangat dekat dan berdampingan dengan lingkungan masyarakat lainnya, misalnya malah posisinya dekat masjid yang mana banyak anak anak mengaji yang mungkin saja tiap lewat situ juga bakal akan bertanya tanya atau menduga duga ada kehidupan apakah gerangan di balik sosok wanita2 berrok mini ini dan bergincu tebal itu hiks

    lalu yang mangkal di dekat jalan area mall juga wilayahnya wanita jadi jadian, heu kadang saking polosnya aku kalau yang wanita tapi bukan wanita sih modelan servisnya gimana ya hiks, yah kadang ada pula yang terjebak di sana karena tidak ada pencaharian lain untuk menyambung hidup

    tapi..mudah mudahan yang sudah sudah akan mendapatkan jalan lain yang jauh lebih baik dan halal amin

    dan untuk kita semua semoga selalu dalam lindungan Alloh dan diberikan iman yang tebal, tidak melulu berkutat pada hal hal yang sifatnya duniawi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, aamiin.

      Sebagian memang ada yang terpaksa demi menghidupi keluarga, tapi kalau yang online zaman now, kayaknya demi dapetin uang banyak dengan gampang ya :(

      Hapus
  7. Kalau mau melihat dari sudut pandang mereka, memang nggak akan seburuk dari sudut pandang kita. Nggak ada wanita di dunia ini yang mau hidup dengan menjual dirinya, tapi mungkin karena beberapa alasan mereka sampai berani melakukannya. Sebagai sesama wanita, ikut sedih juga membayangkan kehidupan mereka di hari tua yang hidup dalam kesepian karena dikucilkan. Semoga aja mereka pada tobat sebelum ditangkap juga, eh sebelum terlambat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya bener, kasian kan.
      Bahkan tidak jarang, bahkan yang udah bertobat, selalu dipandang rendah

      Hapus
  8. lagi ramai ini, akun facebook saya juga jadi sasaran

    BalasHapus
  9. Pagi ini liat berita di TV juga membahas soal prostitusi online. Kata si artis, saya memang ada di kamar berduaan tapi saya tidak melakukan apa-apa 😁

    Semoga benar begitu ya, mungkin sedang membahas soal bisnis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iya, kemaren baca juga gitu, semoga saja, kasian soalnya

      Hapus
  10. lagi lagi faktor duit duit dan duit yang bisa jadi latar belakang dari para pelaku ini
    cuman yang aku heran, artis aja yang bisa dibilang "kaya" duit tapi bisa aja dagang diri. yamungkin karena sekarang lagi pandemi dan nggak ada syuting sinetron dan kawankawannya, jadi nggak ada pemasukan.
    dulu aku nggak ngerti dolly itu apa, padahal orang tua asli suroboyo, maklum masih cilik hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan miris, jadinya kayak buat gaya hidup aja, saking gaya hidupnya tinggi ya :D

      Hapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)