Wednesday, July 22, 2020

Hal-Hal Yang Membahagiakan Menjadi Ibu

Hal-Hal Yang Membahagiakan Menjadi Ibu

Sharing By Rey - Menjadi ibu itu sangat membahagiakan, itu yang saya pikirkan sejak kecil, meski jujur saya sama sekali nggak mikirin, gimana anak kalau saya bekerja?

Karena sesungguhnya cita-cita saya ketika kecil adalah, menjadi wanita karir yang sukses, yang kerja di kantor yang mentereng.

Punya gaji yang bisa membahagiakan keluarga, dan pastinya mandiri secara financial.

Lalu, entah mengapa saya kok ya malah menganggap jadi ibu itu membahagiakan?
Mungkin karena saya terlalu jatuh cinta pada bayi atau toodler yang lucu.

Saya sudah sering menceritakan, meski saya lupa di postingan mana, wakakaka.
Eh iya loh, ada nggak yang sama kayak saya, kalau nulis tuh ya nulis aja, tiba-tiba aja setahun atau 2 tahun kemudian, saya ngeh kalau pernah nulis itu.

Sama kayak saya ingat pernah cerita kalau saya begitu menyukai anak kecil, sewaktu kecil, usia 6 tahun, meski harus mengakhiri kebiasaan nenen saya (iya, kata mama saya, saya lepas nenen usia 6 tahun, hahaha), karena alm. adik saya lahir, tapi saya bahagia sekali punya adik bayi yang bisa diajak main.

Nggak heran, meski seringnya saya semena-mena sebagai kakak terhadap alm. adik saya tersebut, di mana saya sering banget menyuruh dia bantuin saya cuci piring, dengan iming-iming duit.

Setelah dia cuci piring, saya mintain duit sama mama, setelah itu saya bujuk-bujuk agar dia membelikan jajan sesuai yang saya mauin.
Alm adik saya nurut aja dong, lalu setelah itu dia bagi dua deh tuh jajan, terus saya habis duluan, dan saya minta lagi dengan memelas.

Daaannn alm. adik saya kasih lagi dong.
Hiks, saya jadi nangis kan nulis ini, sungguh saya usiiill banget ama dia, tapi adik saya sayang banget ama saya.
Salah satu contohnya, setiap kali jajan, dia memakan 1/4 doang, saya 3/4 wakakakaka.

Mengapa adik saya sedemikian sayang sama saya?
Karena saya juga sayang banget ama dia.
Sayalah yang masih setia menggendong dia, meski dia udah gede, udah masuk SD.

Padahal ya, Rey kecil dulu adalah sosok yang kurus ceking, gendong adiknya yang jangkung ceking juga. Di mana bahkan mama saya nggak pernah lagi menggendong adik saya, padahal adik saya itu adalah kesayangan mama banget, karena anak bungsu daann satu-satunya lelaki.

Entahlah, saya selalu bahagia kalau bisa bermain dengan anak kecil, mendengarkan ocehan lucu mereka, meski kalau urusan pup sih aselihnya jijay tralala, hahaha.


Benarkah Jadi Ibu Itu Membahagiakan? Mengapa Saya Merasa Depresi?


Waktu berlalu, sampai akhirnya saya tumbuh besar, merasakan patah hati teramat sangat saat ditinggal adik selama-lamanya.
Meski di sudut hati lain, terasa kembali berisi, karena mama jadi lebih perhatian ke saya.

makan cokelat biar jadi ibu bahagia

Akan tetapi saya masih sangat suka anak kecil.
Itulah mengapa, saya bahagia banget saat pertama kali datang ke Surabaya dan harus tinggal di rumah tante saya yang cerewetnya minta ampun dan menjadikan saya ibarat baby sitter.

Saya hepi aja, karena adik sepupu saya waktu itu masih bayi dan lucuuu banget.
Matanya bulat, rambutnya tebal banget, bibirnya mungil.
Ya ampun, saya bahagiaaa aja, meski setiap hari kudu urus adik sepupu tersebut.

Kecintaan saya terhadap anak kecil terus melekat, dan membayangkan akan secinta apa ya saya sama anak sendiri?

Dan ternyata, cintaaaaaaa banget!

Pertama kali punya bayi si kakak, astagaaaa... rasanya saya betah-betah aja tuh berdiam di kamar mulu untuk menjaga si kakak.
Merasa betah aja saat dulu pertama kali ikut pak suami ke Jombang dan kami kudu tinggal di kamar kos, dan sepanjang hari kami bermain di kamar sempit tersebut.

Terlebih dulu, godaan internet belum sebesar saat ini.
Saya menikmati banget bisa kruntelan bareng si kakak bayi yang gendut, pipinya menul-menul.
Duh pokoknya senang banget bisa punya bayi.

Tapi entah mengapa, sejak punya anak kedua, saya jadi semacam alergi sama anak kecil.
Di sudut hati kadang merasa, bukankah anak kecil itu sangat annoying banget?

24 jam nempel kek prangko.
Nggak mau makan selain masakan mami, padahal maminya ini sebal ama dapur dan malas masak terlebih kalau deadline kerjaan numpuk.

Pun juga nggak mau makan selain disuapin maminya.
Duhhh, kadang saya merasa kayak gatal-gatal didekatin anak-anak, hiii..
Kadang merasa seperti depresi.

Ada yang salah dengan saya, karenanya saya harus mengingat lagi, betapa menjadi ibu itu sangat membahagiakan.
Ada banyak yang yang menjadi alasannya, meski sebenarnya nggak butuh alasan.
Karena coba deh liat muka gemes bayi itu?

Duuhh pengen uyel-uyel nggak sih?


Hal-Hal Yang Membahagiakan Menjadi Ibu


Menurut saya, ada banyak hal yang membahagiakan jadi ibu, yaitu:


1. Aroma bayi adalah parfum yang terbaik


Saya pernah jatuh cinta, dan ketika menghirup aroma parfum orang yang saya cintai itu, rasanya semuanya auto nyaman, bahagia dan kayak di awan deh rasanya (pretlah dirimu, Rey, kapan kamu pernah ke awan? hahaha)

cara menjadi ibu yang bahagia

Akan tetapi, tidak ada yang mengalahkan, aroma bayi yang gemesinnn banget.
Jangankan bayi abis mandi ya, bahkan nggak pakai apa-apa, cuman minyak telon aja dikit, kayak di anak kedua si adik Dayyan, yang waktu bayi nggak pernah dibedakin sama sekali.

Itu wanginya udah menguar dan bikin mood membaik loh.
Bahkan sedang bau acem sekalipun.
Rasanya nggak pernah puas ciumin aroma bayi.

Itulah mengapa, saya mendadak lupa kalau jijay ama pup anak-anak.
Jangankan bersihin pup, dengar kata pup aja saya udah mual-mual.
Eh siapa sangka, saya yang paling semangat bersihin pup anak-anak sejak bayi.


2. Bisa meluk dan ciumin anak sepuasnya


Coba aja gitu ada bayi gemes nan lucu, langsung kita sosor nggak kira-kira.
Langsung benjol kayaknya kita ditonjok ibunya, hahaha.
Zaman sekarang udah nggak kayak zaman dulu, yang mana anak kecil kudu pasrah diuyel-uyel.

Makanya, membahagiakan banget bisa punya anak sendiri.
Setiap hari bisa memeluknya, nyiumin mereka.
Meski si kakak udah nggak seintens dulu yang manjanya minta ampun.

Tapi masih ada si adik, yang saat saya merentangkan tangan, tanpa dikomando dia bakal datang memeluk saya.
Persis kayak si kakak waktu kecil, di mana setiap saat dia memeluk dan mencium pipi saya, sambil bilang,
"ma epiting"
Atau di-translate jadi "my everything" hahaha


3. Punya cinta sejati tak ada duanya


Saya tuh kadang galaknya minta ampun, tapi suprised dan ketampar banget setiap kali, bahkan baru habis balas cubitin si adik, lalu merentangkan tangan, eh dia datang dengan semangat memeluk saya dong.

Hal-Hal Yang Membahagiakan Menjadi Ibu

Ya Allah..
Sungguh anak kecil itu adalah cinta sejati yang tanpa syarat sama sekali.
Dan semua ibu pasti pernah merasakannya.

That's why saya sebenarnya kurang setuju, setiap kali kita melihat anak yang setelah dewasa (terlihat) kurang peduli ibunya adalah anak durhaka.
Anak yang nggak tahu balas budi.

Kata siapa dia nggak tahu balas budi?
Dia sudah memberikan kita, ibunya, dengan cinta yang paling murni di dunia ini.
Dan tidak akan pernah ada seorang wanita yang beruntung mendapatkannya selain kita, ibunya.

Even suatu saat nanti anak-anak kita udah punya pasangan, dan (terlihat) seperti membagi cintanya, bahkan sama sekali nggak lagi punya cinta buat kita ibunya.
Bukankah cintanya di masa kecil untuk kita, tak pernah ada duanya?

Anak mencintai pasangannya dengan pamrih.
Hal yang nggak pernah anak kecil lakukan ke ibunya.
Anak-anak kecil hanya tahu mencintai, tanpa peduli ibunya jahat atau gimana.

Mewek nggak sih? huhuhu.


4. Menjadi orang prioritas


Ibu, sampai kapanpun, bagaimanapun keadaannya, selalu mulia di mata semua orang.
Sejak masih jadi calon ibu, dengan membawa sang anak di dalam rahim.
Ibu sudah jadi orang prioritas.

Dimanjakan banyak orang, mendapatkan pemakluman di segala tempat.
Pun juga setelah anak lahir dan menjadi bayi.
Ibu dengan anak kecil selalu diutamakan.
Kita bisa merasakan jadi orang penting ya saat menjadi ibu.


5. Bisa bermain (lagi) sepuasnya


Saya tuh sebenarnya merasa kurang puas bermain saat kecil.
Gimana enggak?
Saya masuk SD di usia 5 tahun, dan sejak saat itu, bapak membungkus semua mainan kami, even boneka.

Oleh bapak semua mainan itu ditaruh di loteng, ada boneka berwarna merah putih, pemberian tante kakaknya mama, saya ingat betul boneka itu ditaruh bapak di atas lemari sampai berdebu.

Suatu hari bapak pergi seharian penuh.
Saya merasa bebas dong, dengan sepenuh usaha mencoba mengambil boneka tersebut dan berhasil.
Sayangnya, saya dan kakak keasyikan main boneka tersebut, hingga tanpa sadar nggak balikin lagi ke tempatnya.

Alhasil, bapak marah dan memukul saya, huhuhu.

Yup, sejak sekolah saya nggak pernah lagi bisa main, baik main sendiri di rumah, apalagi main di luar.
Itulah mengapa kayaknya saya childish banget kadang.
Entah itu karena masa kecil saya kurang puas main, atau memang inner child yang terluka akibat bapak yang galak.

Gitu kok ya kamu juga sering galak toh Rey? hiks.

Saya masih suka banget bermain, kalau bukan godaan kerjaan yang tak pernah putus saking jadwalnya berantakan, rasanya saya menikmati main seharian bareng anak-anak.

Adaaa aja yang kami mainin, dari mainan yang memang saya dan papinya beliin, maupun benda-benda yang sudah tidak dipakai lagi, seperti kotak skincare saya, atau lainnya.

Banyak permainan sederhana yang bisa kami mainkan, salah satunya yang masih menjadi idola bagi si kakak dan si adik adalah activity cards berupa math cards dari @steffstuffs.

Dessert Theme Math Card by steffstuffs

Meskipun yang awalnya si kakak antusias belajar matematika dengan card tersebut, dan kita mengajari adik juga, meski si adik lebih tertarik pada gambarnya,
"Koweh, mam" (artinya kue, di makan).
Iya, si adik mah lebih peduli dengan gambar kuenya.
Dan kami lalu mengajaknya untuk menghitung ada berapa 'koweh mam' yang ada di lembaran kartu dari kayu tersebut.

Iya, gambarnya lucu-lucu, dengan tema makanan.
Ada roti, cupcake, cokelat, strawberry, pokoknya banyak deh.
Jadinya anak-anak lebih tertarik memainkannya, karena gambarnya yang menarik, dan bentuk lekukannya yang bikin si adik gemes buat direkatkan.

Seru aja bermainnya, dengan alasan nemanin anak main, eh saya bisa menuntaskan rasa kurang puas mainnya di masa kecil, hahaha


6. Bisa makan jajan anak kecil (lagi)


Dari kecil saya terbiasa jajan.
Yang ternyata kebiasaan itu berlanjut sampai saya besar.
Segala macam jajan deh di konsumsi.

cokelat enak dan sehat

Dari jajan pasar, sampai jajan buatan sendiri atau buatan pabrik.
Dan saya cinta mati banget sama yang namanya cokelat.

Dan siapa sangka, kecintaan itu nurun ke si adik dong, dia sukaaa banget makan cokelat.
Bahkan saya beliin biskuit cokelat, dia buang biskuitnya dan cuman makan cokelat di tengahnya aja, ckckckck.

Chocolate Bark, Milk Chocolate with Seed & Grain by krakakoa

Kadang juga saya membagikannya dia cokelat batangan.
Seperti cokelat dari @krakakoa ini, yang memang mendarat di sini bersamaan dengan math card lucu dari Steffstuffs.

Keduanya tuh lagi kolaborasi menjual paketan gitu.
Jadi kita bisa beli Dessert Theme Math Card by steffstuffs, sekalian dengan chocolate bark-nya Krakakoa.

Kombinasi yang pas banget sih menurut saya, jadi kami bisa mainin math card sambil ngemil cokelat enak.

Apalagi Chocolate Bark, Milk Chocolate with Seed & Grain-nya tuh enak banget, pas dibuka aja bungkusnya, udah kecium banget wangi khas cokelat asli.
Kalau baca-baca di websitenya https://krakakoa.id/ memang, cokelatnya tuh berasal dari biji cokelat yang ditanam secara organik oleh para petani kakao.

Chocolate Bark, Milk Chocolate with Seed & Grain

Keren banget ya, dengan membeli produk dari Krakakoa, secara tidak langsung kita juga mendukung kebaikan dari nusantara tercinta ini.
Cokelat nusantara juga nggak kalah loh dari cokelat dari luar negeri.


Demikianlah hal-hal yang membahagiakan menjadi ibu bagi saya, yang paling menyenangkan sih bisa main dan tetap makan jajan bareng, apalagi kalau jajannya cokelat, hahaha.

Oh ya, tentu saja insha Allah gigi anak-anak aman, karena mamak Rey dulu sering sakit gigi, i know sakitnya, jadi saya bertekad anak-anak nggak boleh sakit gigi dengan rajin gosok gigi, meski suka makan cokelat, hahaha.

Kalau temans, apa nih yang membahagiakan menjadi ibu?
Share yuk :)


Sidoarjo, 22 Juli 2020

#RabuParenting

Sumber :

  • Pengalaman dan opini pribadi
  • akun instagram @steffstuffs dan @krakakoa
Gambar : dokumen pribadi dan canva edit by Rey

14 comments:

  1. Aroma bayi itu memang daaa best! Apalagi bagian pucuk kepala dan tengkuk mereka tuh baunya asem-asem segerrr wkwkwk selama belum jadi anak SD, yang mana hobinya nanti lari-lari siang bolong di lapangan, baunya bakal hilang diganti bau matahari LOL

    Jadi ibu itu rasanya senang karena dibutuhkan selalu oleh anak. Kok kayaknya kita penting sekali buat mereka hihi Karena suatu hari nanti mereka bakal meninggalkan kita, jadi dinikmati aja kali yaa dipanggil-panggil mulu 24 jam sehari πŸ˜‚

    Dan poin terakhir itu bener banget, kalo nggak punya bayi rasanya aku nggak akan pernah lagi nyicipin atau bahkan ikut ngabisin cemilan anak-anak! πŸ˜‚ Mana cemilan anak jaman sekarang enak-enak banget, banyak macamnya dan banyak juga yang lokalan, salah satunya si Krakakoa ini ya. Ini tuh semacam cokelat batangan ya, Mba Rey? Aku kira ini tuh kukis atau semacam brownie tipis gitu. Anakku juga suka banget cokelat tapi jarangggg kasih cokelat batangan gini. Kapan-kapan mau coba ah, siapa tau cocok.

    Thank youu Mba Rey untuk tulisan hari ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha iyaaaa... da best bangeett hihihi :D
      Dan lucunya, saya baru aja baca tulisan di salah satu blog, yang mana ibunya nempel mulu ama dia.

      Lucu juga ya, ketika kecil anak yang nempel mulu, seolah ibu idola paling juara, belahan jiwanya.
      Setelah gede malah berbalik hihihi.

      Krakakoa jualan macam-macam say, yang saya cobain itu varian Chocolate Bark, Milk Chocolate with Seed & Grain.
      Nggak cokelat semua, jadi masih relatif bersahabat dengan anak-anak :D

      Delete
  2. Walaupun belum menjadi seorang ibu tapi aku suka dengan anak kecil karena aku nggak punya adik kandung. Aku juga suka makan coklat karena bisa membuat aku semakin semangat dalam menjalani hari.

    ReplyDelete
  3. Belum jadi ibu mbk😁
    Aroma bayi emang enak banget ya, apa karena mereka masih suci, belum kena hal-hal jahat. Belum makanan berat aja. Cuma asi.
    Duh.. Gambar coklatnya bikin ngiler. Di rumah saya juga ada pohon coklat mbk. Saya kira dulunya isinya langsung coklat gitu nggak tahunya banyak bijinyaπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iyaaaa.. anak saya yang pertama udah nggak sewangi dulu, udah nggak seintens dulu deh saya ciumnya :D
      Hahaha, iyaaa, pohon cokelat itu buahnya manis loh :D
      Cobain deh diemut bijinya :D

      Delete
  4. memang ya kalau udah kecium minyak telon di rumah yang ada dedek bayinya, bawaannya pengen diuyel uyel terus dan diciumi terus. seger gitu
    berhubung belum jadi ibu, aku hanya membayangkan saja yang mba rey tulis dan rasakan dari cerita diatas itu. nggak dipungkiri kalau ibu muda dan baby yang dirawatnya pasti tiap hari hepi terus, pengen bisa menjadi saksi tumbuh kembang si anak

    udah gede begini kadang kalo liat ponakan otomatis kayak anak kecil, otomatis main boneka bonekaan, main yg ngomong ngomong sendiri gitu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya Mba, kenapa ya anak-anak suka ngomong sendiri gitu, kadang lucu, kadang juga bikin takut hahaha

      Delete
  5. memang sih bayi itu menyenangkan ya, tapi kalau aku lebih menyenangkan kalau anak2 sdh besar bisa diajak bicara untel2an di kasur sampai kasur gak pernah rapih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya Mba, segala barang diambil, dirusakin hiks :D

      Delete
  6. Saya suka bau bayiiiikkkk mba, dari dulu suka bangettt hihihi ~ sampai-sampai karena terlalu sukanya, saya tuh punya minyak telon bayi, dan ada simpan sabun bayi juga :)) plus lately ada yang jual parfum bayi, itu pun saya beli :3

    By the way, baca tulisan di atas sambil ileran lihat cokelatnya. Fixed langsung beli hahahaha, saya suka cokelat bangettt, dan cokelat di foto mba looks so delicious jadi mau coba ~ apalagi kalau organik, karena saya sedang hobi cari menu-menu organik mba :P hehehehe. Terima kasih banyak atas rekomendasinya <3 lavvv ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahhh banyak banget loh kayak gitu, teman saya juga dulu sukanya pake minyak telon, cuci muka pakai sabun bayi dan pakai parfum bayi hahaha

      Iya, cokelatnya enyaak :D

      Delete
  7. Kalo saya sebenernya males kalo disodorin anak kecil Mba, soalnya udah bosen jagain adek-adek dari kecil πŸ˜‚, udah pernah ngerasain repotny tengah malem bantuin ibu saya bikin susu, cebokin adek, ngurusin baju-bajunya, sambil ngasuh sambil masak sampe bosen-bosen dah pokoknya, mba. Jadi pas dewasa, ngeliat anak bayi emang gemesin kalo lagi wangi, rapi dan lagi anteng, tapi kalo tantrum dan kita musti disuruh jagain, saya langsung mundur dah mba hahahah... pas nikah pun sebenernya udah gak ada niatan punya anak, karena udah bener-bener tau gimana repotnya (karena adik saya banyak). Meskipun sempet menunda juga mba dan akhirnya nyerah sampe 3x πŸ˜‚πŸ˜, karena kasian nanti saya kesepian kata suami πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahhh sampe bantu segala macamnya ya Mba, kalau saya cuman punya 1 adik sih, cuman memang sebatas mandiin, kalau cebokin saya ogah hahaha.

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)