Featured post

Menganggur Karena Efek Pandemi? Jangan Menyerah, Begini Cara Mendapatkan Pekerjaan

Sharing By Rey - Cara mendapatkan pekerjaan sesungguhnya merupakan hal yang banyak dilakukan orang di zaman sekarang. Karena bu...

Thursday, July 02, 2020

Pengalaman Terserang Cacar Air Tanpa Bekas

Pengalaman Terserang Cacar Air Tanpa Bekas

Sharing By Rey - Terserang cacar air? duh pengennya sih nggak usah pernah terserang cacar air.
Serem aja kalau ingat bekasnya.

Ye kan, saya wanita, hal-hal yang mengurangi keindahan diri, lumayan jadi pikiran buat saya.

Terlebih, saya udah punya bekas luka yang lumayan bikin saya minder sepanjang masa remaja dulu.
Masalahnya bekas itu terlihat banget, ada di tangan kiri memanjang hingga lengan.

Bekasnya pun sumpah bikin minder banget, karena bekas tersebut tercipta dari (sepertinya) alergi kulit saya yang dibiarkan sewaktu saya kecil dulu.

Seperti yang pernah saya tuliskan, saya menderita semacam solar urticaria, di mana tangan saya bakalan gatal-gatal dan penuh bintik-bintik kalau terpapar sinar matahari terik.

Nah, sepertinya waktu kecil dulu, saya juga menderita demikian, namun sayangnya, karena saat itu mama saya sedang sekolah di kota lain, saya dan kakak cuman ditinggal bersama bapak, itupun seringnya dititipin ke rumahnya bibi (kakak bapak), di mana bibi juga sibuk.

Alhasil, saat saya gatal-gatal nggak dipedulikan sama bibi, hingga akhirnya bintik-bintik itu semakin banyak dan melepuh, eh sama bibi diobatin pakai tanaman obat kali ya.

Hasilnya lagi?
Bintiknya jadi infeksi, seram banget sampai suatu pagi saya terbangun, tangan saya udah nggak bisa digerakan, saking luka infeksinya menarik kulit tangan saya.

Beruntung, bapak yang waktu itu sibuk urus sesuatu segera pulang, dan saya akhirnya di bawah ke rumah tante (kakaknya mamanya) yang memang seorang tenaga kesehatan, dikasih antibiotik, dan Alhamdulillah sembuh.

Tapi bekasnya? bikin sedih huhuhu.
Bekas tersebut awalnya putih berkerut, lama-lama kerutannya hilang, tapi jadi hitam.
Kebayang nggak sih, anak cewek punya bekas luka di tangan yang berwarna hitam dan lebar pula.

Saya jadi malu memakai baju lengan pendek, dan selalu berusaha menyembunyikan tangan kiri saya ketika harus memakai baju sekolah yang lengannya pendek.

Itu terjadi sampai saya kuliah, karenanya dulu saya sering pakai baju lengan panjang, dan jadi lega setelah berjilbab karena semua jadi ketutup hahaha.

Namun ajaibnya, seiring waktu, entah karena body lotion atau sabun, bekas itu memudar dong, seingat saya mulai saya lulus dan kerja, udah bisa beli perawatan diri, sepertinya memang bekas luka menahun juga bisa dihilangkan atau disamarkan dengan perawatan body lotion atau body scrub dan body wash.

Alhamdulillah, sekarang bekas tersebut hanya akan terlihat kalau benar-benar diperhatikan secara seksama.


Jadi Parno Dengan Cacar Air Atau Semacamnya, Karena Takut Bekasnya


Karena pernah mengalami betapa mindernya tumbuh dengan keadaan seperti itu, saya jadi semacam parno dengan bekas luka.
Apalagi kalau di wajah.

Pengalaman Terserang Cacar Air Tanpa Bekas

Gitu ye, tetap aja kalau ada jerawat saya gemes dan dipencet sodara, hahaha.

Cuman sepertinya saya memang kudu bersyukur banyak-banyak, kulit saya selalu bisa meregenerasi dirinya sehingga bekas-bekas yang menghitam selalu hilang, baik di tangan, di betis (dulu setelah melahirkan si Kakak kayaknya saya alergi obat, sehingga betis terasa gatal, saya garuk dan penuh bekas hitam sodara).

Sekarang semua bekas itu alhamdulillah memudar hingga akhirnya menghilang.

Akan tetapi selalu ada rasa khawatir terkena cacar air, karena si pak suami, punya bekas cacar di jidat yang lumayan meninggalkan bekas kayak lubang gitu hahaha.

Dan si pak suami selalu nakut-nakutin.
"Mami belom pernah kena cacar ya? tungguin aja, nanti juga kena, semua orang pasti kena cacar sekali seumur hidup"
Sebal.
Sepertinya memang dia cari teman biar ada yang punya bekas luka kayak dia di wajah.

Karenanya, saya jadi amat sangat parno.
Dulu waktu kerja, setiap kali ada rekan yang izin nggak masuk karena cacar, dijamin saya bakalan cereweeeettt minta ampun.

Saat dia masuk, saya minta teman tersebut jaga jarak dari saya, saya ogah banget ketularan, terlebih kata orang (dulu mah Rey hanya percaya 'kata orang', hahaha).
Bahkan cacar yang sudah mengering, tapi keraknya masih bisa menulari orang lain.

Bertahun berlalu, saya masih aman dari yang namanya cacar air.
Sampai akhirnya di tahun 2015 lalu, waktu itu saya masih kerja kantoran.

Beberapa hari memang badan terasa nggak nyaman, seperti meriang.
Namun si paksu bilang kayaknya saya masuk angin.
(begitu deh, apa-apa masuk angin, eh betewe kalau di Malaysia, masuk angin itu means melempem wakakakakaka. Eh di Buton juga sih, kalau kerupuk melempem itu namanya kerupuk masuk angin, hahaha)

Fokus oi Rey!

Suatu sore, saya pulang dengan perasaan lemas, karenanya saya nggak jemput si Darrell di daycare-nya.
Paksu yang pulang jemput, dan setibanya di rumah saya berniat ingin mandi dan istrahat.

Akan tetapi, pas buka baju, saya menemukan salah satu bintik berisi cairan bening di perut saya.
Saya chat teman kantor, kirimkan fotonya, katanya,
"Jangan-jangan cacar air Mbak Rey?
Waduuhhh!
Pas si paksu sampai rumah, saya bilangin, langsung deh kata dia kalau itu cacar, dan sekalian mengajak ke dokter.
Terlebih memang saya merasa nggak enak badan, sakit kepala, tapi seingat saya memang nggak demam dulunya.


Terserang Cacar Air Itu Ternyata Memang Nggak Nyaman


Dan memang benar adanya, menurut dokter umum saya kena cacar, dikasihlah beberapa salep acyclovir, parasetamol dan antibiotik (kalau nggak salah, maklum udah lama, hahaha).

Pengalaman Terserang Cacar Air Tanpa Bekas

Karena Darrell yang saat itu masih berusia 4 tahun, belum pernah terkena cacar air, akhirnya saya memutuskan mengkarantina diri di dalam kamar yang ada ACnya, dan sama sekali nggak ketemu dengan Darrell selama 7 hari lamanya.

Ya ampoonnn, sungguh kukangen, cuman bisa melihatnya dari jauh.

Lalu bagaimana rasanya terserang cacar air itu?
Oh em jii...
Sumpah kagak nyaman!
Nggak terlalu sakit sih, tapi sukses bikin saya nangis mulu.
Sungguh ku lebay!

I told you, toleransi saya terhadap rasa sakit dan nggak nyaman itu kecil, itulah mengapa saya selalu berusaha menghindari penyakit, ketimbang mengobati.

Padahal ya, menurut si papi dan teman saya yang saya kirimin foto, cacar saya itu terbilang sangat sopan munculnya, bahkan mereka menakut-nakutin saya kalau cacarnya tuh belum keluar semua, nanti bakal keluar lebih banyak lagi.

Tapi hingga seminggu berlalu, bintik cacarnya nggak separah yang diceritakan orang-orang atau yang saya liat di google.

Di wajah hanya ada sekitar 4 bintik, itupun nggak terlalu gede bintiknya.
Yang besar itu di bagian kepala dan di punggung, tapi nggak besar-besar banget, hanya memang agak lebar dibandingkan yang lain.

Di tangan juga sedikit, di betis malah nggak ada.
Sungguh si cacar sopan banget pada saya, hahaha

Seingat saya, dulu saya hanya minum antibiotik dan pakai salep (padahal ya kagak nyambung, cacar disebabkan virus, minumnya anti bakteri, kagak nyambung cuii, hahahaha)

Tapi memang sopannya si cacar air muncul itu bukannya tanpa sebab, saya menjalani karantina diri tersebut dengan penuh semangat agar cepat sembuh.

Meskipun di hari ketiga, bintik yang di wajah sempat agak infeksi karena saya oon banget ikut aja perintah beberapa teman yang mengatakan kudu dipakein parutan jagung biar cepat kering dan nggak berbekas.

Yang ada, malah makin infeksi, padahal di wajah huhuhu.


Tips Agar Cacar Air Tidak Menyebar Dan Tidak Berbekas


Iya, sesungguhnya keberuntungan saya dengan cacarnya nggak keluar semuka-muka dan sebadan-badan adalah, tidak lepas dengan perawatan diri yang saya lakukan.

Pengalaman Terserang Cacar Air Tanpa Bekas

Bukan hanya itu, saya juga bahagia karena tidak menulari si kakak sama sekali.
Dan begini yang saya lakukan saat diserang cacar air dahulu:


1. Segera karantina diri di ruangan yang nyaman dan sejuk


Cacar air itu menular banget, karenanya setelah tahu terkena cacar air, sebaiknya segeralah karantina diri, kondisikan semuanya ke orang lain atau pasangan.

Untungnya dulu si kakak masih dititipin di daycare, si paksu hanya perlu izin seminggu nggak lembur karena kudu jemput dan nemani si kakak di rumah pas malam.

Jadi saya selama seminggu itu benar-benar nggak berdekatan sama si kakak sama sekali, kalau sama paksu sih masih ketemu, karena dia udah pernah kena cacar air waktu kecil, dan memang terbukti, yang udah pernah kena, nggak bakal tertular lagi.

Ruangan karantinanya juga harus nyaman dan sejuk, agar nggak keringatan dan jadi makin gatal lalu garuk-garuk.


2. Jaga agar badan tetap bersih


Banyak yang bilang, kalau kena cacar air itu nggak boleh mandi, nggak boleh pakai baju hitam (kalau nggak salah).

Kalau saya? tetep mandi dong, 2 kali sehari.
Akan tetapi mandinya kudu hati-hati, jangan pakai shower puff, biar bintik cacarnya nggak pecah.
Dan sabunnya pun saya pakai yang anti bakteri, dengan air yang sebelumnya udah dikasih cairan anti bakteri atau dettol.

Maksudnya sih biar infeksinya nggak menyebar.
Dan setelah mandipun kudu hati-hati makai handuk, biar bintik cacarnya nggak pecah, dan handuk serta baju bekasnya jangan dicampur dengan pakaian lainnya.

Kalau pakai pakaian hitam, mungkin ngaruh di saya, karena nggak tahu kenapa ya, saya tuh kalau pakai pakaian hitam suka gatal-gatal, even lagi sehat.
Makanya saya jarang banget pakai baju atau kerudung hitam.


3. Makan makanan yang sehat dan bergizi


Seingat saya, dulu saya nggak pantang makanan sama sekali, semua saya makan, hahaha.
Seringnya sih es krim wakakakakaka.

Iya, saya bosan dan sedih di kamar mulu, kerjaannya nonton TV, scroll medsos, nonton film lagi, scroll lagi, hadeehhh bosaaannn..


4. Rajin Olesin Salep


Saya cocok banget dengan salep acyclovir tersebut, sampai habis beberapa tube, karena saya pengen cepat sembuh, jadi kalau udah kering saya olesin lagi hahaha.

Dan efeknya memang bikin cacar jadi terasa adem sehingga gatal berkurang.


5. Istrahat yang cukup


Ya lebih dari cukup kayaknya deh, orang saya kerjaannya nggak ngapa-ngapain, jadi ya kalau bosan ya tidur, bangun ya nonton.

Lalu saya tersadar, ternyata apa yang selalu saya rindukan saat sedang kerja di kantor itu sama sekali nggak melulu enak.

Saya sering ngantuk di kantor, dan sering berhayal pengen tidur sepuasnya.
Eh pas udah dikasih situasi tersebut, ternyata nggak enak juga ya makan tidur nggak produktif itu.

Pengalaman Terserang Cacar Air Tanpa Bekas

Saya hanya butuh waktu selama seminggu untuk istrahat dan karantina diri, setelah seminggu saya akhirnya masuk kantor, tapi memang masih belum kering semua, hanya saja semua rekan kantor tidak keberatan saya masuk, karena mereka semua udah pernah kena cacar waktu kecil, sungguh saya orang yang paling telat kena cacar hahahaha.

Lalu bagaimana bekasnya?
Di wajah jadi menghitam sih, jadi kayak bekas jerawat, sama sekali nggak dalam seperti bekas cacar si paksu.
Sekitar 2 atau 3 bulan kemudian, bekas di wajah menghilang, seingat saya dulu saya pakai skin care Oriflame deh.

Akan tetapi untuk bekas dari bintik yang agak gede di badan, butuh waktu berbulan-bulan untuk beneran hilang, dan sekarang Alhamdulillah hilang tak berbekas.

Jadi intinya, kalau terserang cacar air dan nggak ingin cacarnya keluar banyak dan meninggalkan bekas di mana-mana, menurut saya ya ikuti saja kata dokter, nggak usah aneh-aneh pakai obat tradisional apalagi jika kurang steril.

Bukannya anti obat tradisional, hanya saja, cacar itu kan sama dengan luka, luka kalau kena sesuatu yang nggak steril bakalan jadi infeksi.

Kalau udah infeksi, otomatis jaringan kulit yang rusak juga lebih dalam, dan bekasnya ya lebih maksimal.

Pun juga, mandilah dengan bersih dan teratur.
Saya dong mandi 2 kali sehari, makan nggak ada pantangan, cuman memang nggak keluar rumah sih takut kena keringat.

Tapi bintiknya nggak terlalu banyak keluar.
Sementara kata orang cacar itu serem banget bintiknya.


Mengenal Penyebab, Gejala Dan Pengobatan Cacar Air


Penyakit cacar air atau dalam istilah medis disebut varicella, adalah sebuah penyakit infeksi yang disebabkan virus Varicella zoster.

Gejalanya biasanya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh.

Sebenarnya cacar air merupakan jenis penyakit ringan, terlebih setelah adanya program vaksinasi cacar air pada pertengahan tahun 1990-an.


Adapun gejala umum penyakit cacar air adalah,


Munculnya ruam merah di perut atau punggung, dengan diikuti beberapa gejala lain, seperti: demam, pusing, lemas, dan nyeri tenggorokan

Persis dengan yang saya alami dulu, ditandai dengan nggak enak badan lalu muncul bintik di perut.


Penyebab cacar air adalah:


Cacar air disebabkan oleh virus, yang mudah menular melalui percikan ludah, serta kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam atau bintik.

Penyakit cacar air ini sebenarnya lebih rentan menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun.
Sungguh saya bersyukur banget, karena sini saya bisikin ye (ssstttt... saya dan kakak saya tuh nggak pernah sama sekali di imunisasi waktu kecil, tau deh mama saya tuh rada eror), akan tetapi saya berhasil melewati masa kecil tanpa pernah terserang cacar air.

Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko terserang cacar air, yaitu: belum pernah mendapat imunisasi cacar air (Rey banget!), dan khususnya ibu hamil.
Juga bekerja di tempat umum yang rentan tertular seperti rumah sakit atau sekolah.


Pengobatan Cacar Air


Pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengurangi keparahan gejala yang dialami oleh pasien, dengan atau tanpa bantuan obat, karena sesungguhnya penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya.

Meskipun demikian perlu diwaspadai agar tidak menjadi komplikasi.
Beberapa pengobatan mandiri yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, yaitu: dengan memperbanyak minum dan mengonsumsi makanan yang lembut (bener kan, saya dulu makan es krim, alesan aja kamu Rey, hahaha), tidak menggaruk ruam atau luka cacar air, serta mengenakan pakaian berbahan lembut dan ringan.

Untuk pencegahan penyakit cacar air, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi cacar air atau vaksin varicella.
Sayangnya, di Indonesia sendiri, vaksinasi cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi rutin lengkap, meskipun demikian, tetap dianjurkan untuk diberikan.

Oh ya, setahun setelah saya kena cacar air tersebut, giliran si kakak yang kena cacar air.
Anak-anak saya memang nggak ada yang diberikan vaksin cacar air, terlebih si kakak kan udah pernah kena, insha Allah udah lebih kebal.

Cerita si kakak saat terserang cacar air dan sembuh tanpa pengobatan dokter sama sekali, bisa temans baca di sini ya.

Kalau temans, ada yang belum kena caca air? atau udah kena? ceritain yuk.


Sidoarjo, 2 Juli 2020

#KamisSehat

Sumber :

  • Pengalaman pribadi
  • https://www.alodokter.com/cacar-air diakses Juli 2020
Gambar : Canva edit by Rey


16 comments:

  1. Saya kena cacar saat sekolah di bangku SMP. Sakit, gatal dan benar kata Mbak, tidak nyaman. Beruntung tidak ada bekas di wajah, cuma ada 1-2 tanda bekas cacar di bagian badan yang tertutup pakaian.
    Terima kasih tips dan sarannya Mbak, menambah pengetahuan saya.

    ReplyDelete
  2. Karena mbk rey bahas cacar, tiba-tiba saya jadi takut soalnya seingat saya saya belum pernah kena cacar. Jadi dulu pas satu kampung pada bergiliran kena cacar, cuma saya yang aman sambil was-was. Takut bakalan kena juga. Terus saya cari-cari info, sampai hafal sama varicella zoster. Di internet tertulis kalau cacar sama herpes disebabkan sama virus yang sama, dan orang yang kena herpes biasanya udah pernah kena cacar. Saya jadi lega karena pas smk saya kena herpes lumayan parah. Dimana leher sampi pipi saya merah dan melepuh kayak cacar tapi gabung jadi satu semua. Perih banget, badan juga jadi nggak enak, sedikit demam. Padahal di smp saya juga pernah kena herpes tapi nggak terlalu parah.
    Semoga aja itu juga bagian dari cacar.πŸ˜–
    Yah, saya bakal kepikiran lagi nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kalaupun kena nggak perlu takut say, istrahat yang cukup, makan makanan bergizi, jangan sampai keringatan biar nggak gatal, dan rajin mandi biar nggak infeksi, seminggu udah selesai kok :D

      Delete
  3. hehehe aku kok lupa ya antara belum kena sama kena,soalnya bekas dikulit sepertinya juga ga ada
    kalaupun sudah pernah, mungkin ga yang parah parah banget
    iya nih dulu kalo ada temen yg sakit cacar, rasanya kayak dikucilkan begitu, mau gimana lagi, karena bisa menular juga

    ReplyDelete
  4. Wah.. Perlu Karantina juga ya? Tapi memang benar, bekas cacar air bikin kita minder, apalagi letaknya di tempat2 terbuka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya, soalnya ada anak yang belum pernah kena cacar waktu itu :D

      Delete
  5. Yaa bicara soal cacar dan apapun jenisnya saya dan istri sebenarnya paling takut bila mendengarnya. Karena Yaa, Alhamdullilah belum pernah mengalaminnya ( Jangan sampe dah ) Bahkan anak2 sayapun belum pernah juga ada yang terjangkit Cacar..😊😊

    Cuma kalau didalam lingkup keluarga saya, Cuma saya yang belum pernah ngalamin cacar..Kakak, Adik, Ibu & ayah saya sudah pernah mengalaminya. Jadi saya pribadi sebenarnya takut kalau lihat orang yang mengalami sakit Cacar. Cuma dalam hati saja sih.😊😊Soalnya sempat aku nolongin teman karib yang kena sakit Cacar, Alhamdullilah masih dilindungi oleh Allah.S,W,T.

    Dan saya juga paling tidak pernah menghina atau meledek orang yang sakit Cacar.

    Sempat punya cerita lucu tentang Cacar ini, Saya punya teman seorang binaragawan badannya besar....Nah teman saya itu punya teman lagi.....Temannya itu sakit Cacar tetapi malah dibully sama dia.

    "Hari gini luh masih sakit Cacar, Kaya anak kecil aja"...

    Hampir seminggu saya tidak bertemu dengan sahabat saya yang seorang Binaragawan itu... Hingga tersiar kabar bahwa dia murni terkena Cacar air hampir seluruh tubuhnya.🀣 🀣 🀣

    Sedih campur ketawa, Entah mengapa saya ogah menjenguknya....Karena takut.🀣🀣🀣 Dan sejak itu saya ogah ngatain orang yang sakit Cacar.🀣 🀣 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha, iyaaa... sedihnya kalau cacar itu nggak bisa dijenguk, takut ketularan :D

      Tapi zaman sekarang, bahkan nggak cacar juga nggak bisa dijenguk, parno soalnya hahahaha

      Delete
  6. Sebagai orang yang pernah cacar air, memang yang paling menyebalkan adalah bekas pas habis cacarnya. Tapi kalo udah kena sekali, pasti ngga akan kena lagi (katanya). Ini berkaitan dengan imun, atau apalah saya ngga begitu ngerti juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, insha Allah cuman kena sekali kayaknya, saya pernah rawat anak saya yang kena cacar, Alhamdulillah nggak ketularan lagi :)

      Delete
  7. Aku sudah pernah kena cacar air waktu di bangku SD, jadi ingatannya lumayan ngeblur, nggak ingat bagaimana rasanya. Yang aku ingat paling setiap hari aku pakai baju panjang dan nggak boleh ketemu orang lain. Untungnya setelah sembuh tidak ada bekas sama sekali.

    Penyakit kulit apapun itu memang bikin risih, ya. Aku juga sempat minder karena eczema ku yang masih suka kambuh di area jari-jari tangan. Tiap kali kambuh dan ketemu orang pasti suka ditanya, "tangannya kenapa?" atau "itu nggak apa-apa? nular nggak?". Awalnya aku agak tersinggung kalau ditanya "nular atau nggak", tapi kalau dipikir wajar aja sih ya mereka tanya seperti itu, namanya juga penyakit kulit. Puji Tuhan eczema itu nggak nular, cuma menganggu keindahan tapi sekarang aku udah terbiasa hihi (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah iyaaa sama, saya di punggung tangan, kalau kena matahari trus nggak kuat saya garuk, astagaaa, jadi serem penampakannya :')

      Delete
  8. Saya sudah pernah kena cacar waktu kecil mba, ketularan sama teman sekolah dan itu bergantian, yang satu baru sembuh eh yang lain kena, begitu terus sampai hampir sekelas kena cacar semua πŸ˜…

    Untungnya saya termasuk beruntung karena nggak ada bekas dan seingat saya dulu juga cacarnya bukan tipe yang banyak sebadan-badan πŸ™ˆ sedangkan adik saya yang waktu itu ketularan juga, justru sampai bopeng kulitnya karena cacarnya beberapa ada yang pecah plus merambat ke bagian kulit lainnya ~

    Eniho, segala sesuatu yang berhubungan dengan kulit memang menyebalkan yah mba. Mau itu cacar, jerawat, dan penyakit lainnya πŸ˜‘ saya juga ada iritasi kulit kalau sudah kena panas yang terik tapi belum sampai tahap seperti mba. Hanya saja setiap kali terkena panas, kulit jadi memerah dan kadang rasanya seperti terbakar 😰 nggak enak rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyaaa, kalau masih kecil kebanyakan pasti hilang, asal jangan sampai infeksi sampai berlubang gitu :D

      Bahkan bekas luka infeksi di tangan saya bisa memudar kok :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Assalamu'alaikum :)

Selamat datang di blog personal Reyne Raea