Drama Aturan Keras Dalam Sebuah Grup Saling Support Blog Atau Medsos

Aturan Keras Dalam Sebuah Grup Saling Support

Sharing By Rey - Siapa yang ikut dalam grup-grup saling support yang biasanya melalui whatsapp grup?
Baik saling support blog walking, maupun saling support medsos walking.

Bahkan bentar lagi kayaknya bakal booming grup saling support buat naikin DA :D

Iyaaaa, DA juga bisa kok di'bikin' naik dengan cepat, tentunya dengan bantuan support lainnya.

Nah, kemarin kan saya menuliskan tentang Tom and Jerry relationship-nya si online shoper dan endorser.
Ye kan, udah tahu keduanya saling membutuhkan, tapi sukanya saling marahan aja.

Sampai akhirnya saya menyarankan, mending pakai ads aja, nggak usah pakai endorse segala hahaha.

Seperti yang saya tuliskan kemarin, bahwa sebenarnya masalah tersebut, dipicu oleh drama kesal-kesalan dari beberapa orang yang tergabung dalam grup saling support itu.

Sebelum si Rara mengirimkan DM tersebut, saya sempat membaca curhatan seseorang friendlist di instagram, di mana dia kesal karena didikte harus komen gini gitu di postingan orang.
Saat itu, saya hampir aja mau komenin, tapi untung segera diingatkan pikiran lain.

Idih, ngapain rumpi-rumpiin orang di medsos, hahaha.

Iya, saat orang lagi marah dan upload kemarahannya, sebijaknya memang kita ngademin dengan support pelukan atau semacamnya, atau juga diamin aja, itu jauh lebih bijak, terlebih kita nggak tahu menahu masalahnya kan ye.


Tentang Grup Saling Suport Dan Admin Serta Peraturan Yang Galak


Saya adalah salah satu dari banyak orang yang bergabung di beberapa WAG saling support.
Justru, gara-gara WAG saling support tersebut.
Awalnya WAG saya cuman satuan, berkembang jadi belasan, sampai sekarang udah puluhan dong.

Aturan Keras Dalam Sebuah Grup Saling Support

Agar para WAG tersebut tidak bikin hape saya eror dan ngehang, hampir semua WAG saya mute-kan, bahkan saya menon aktifkan notifikasi WA.
Jadi ponsel saya tuh diam-diam bae, kek jomlo yang kesepian.

Padahal, pas buka aplikasi whatsapp, itu notif chat sepanjang kereta api.
Makanya, saya sering terlihat kayak nggak bisa pisah dari hape.
Hampir tiap saat meriksa hape.

Karena saya nggak pernah tahu ada chat masuk atau enggak, harus dibuka baru tahu, hahaha.

Nah, bergabung di sekian banyak WAG, tentunya saya sudah lumayan kenyang dengan drama-drama WAG yang kadang bikin senyum-senyum sendiri, tapi nggak jarang juga bikin keki.
Cuman Alhamdulillah untuk saya pribadi, belum pernah dan jangan sampai pernah deh sampai keki kebawa mimpi gegara drama WAG.

Banyak hal yang memicu drama WAG, namun saat ini saya hendak titik beratkan pada drama admin dan peraturan WAG yang terbilang galak.

Buat saya pribadi, terlepas dari kadang admin galak juga disebabkan oleh karakternya, namun saya lebih suka grup yang adminnya galak ketimbang yang sabar.

Mengapa?
Karena peserta WAG kadang meremehkan hal-hal yang sudah disepakati bersama.
Iya, tidak jarang ada WAG yang aturannya tuh dikembalikan kepada peserta, apakah semua bisa menerima hal tersebut? atau ada masukan?

Yang paling sering tuh grup Fun Blogwalking yang diketuai Mba Uniek, blogger dari Semarang yang memang terkenal galak (atau lebih tepatnya tegas kali ya, biar kalau dibaca Mba Uniek saya nggak digetok palanya, wakakakakkaka), tapi bertanggung jawab banget.

Meski Mba Uniek tegas, tapi dia sama sekali tidak pernah memutuskan aturan seorang diri, selalu dilempar kepada semua anggota, cara mana yang disetujui.

Selain aturan yang disepakati bersama, ada pula beberapa WAG yang memang dibentuk oleh adminnya dengan peraturan baku yang sama sekali nggak bisa diganggu gugat.
Akan tetapi nggak perlu khawatir.
Semua peraturan tersebut dibuat untuk menguntungkan semua anggota WAG kok.
 
Masalahnya adalah, banyak anggota baru atau bahkan lama, yang malas baca peraturan, atau mungkin udah baca tapi seringnya diremehkan.

Contoh, dalam sebuah grup saling support blog atau medsos, demi kenyamanan bersama, biasanya memang ada aturan tentang bagaimana etika dalam memberikan komentar.
Misal, sebisa mungkin berikan komentar yang mengsupport dan tentunya nyambung dengan kontennya.

Bahkan agar lebih jelas lagi, dibatasi dengan minimal kata dalam komen.
Misal komen di blog minimal 10 kata, atau komen di postingan instagram minimal 7 kata, tidak termasuk emoticon dan semacamnya.

Komennya pun jangan sampai yang negatif, terlebih untuk postingan job.

Saya dulu pernah merasa peraturan tersebut sangat berlebihan.
Mengapa tidak? kok ya sampai cara komen juga pakai diatur segala, bukankah lebih baik lagi kalau komennya lebih jujur?

Sampai akhirnya saya juga sampai di level teman-teman blogger senior yang mendapatkan job blogpost juga.
Lalu selalu sedikit kesal kalau ada yang komen negatif.

Aturan Keras Dalam Sebuah Grup Saling Support

Meskipun mungkin komennya benar sih, tapi saya rasa itu sama sekali tidak mengindahkan etika dalam berkomentar dan blog walking sih menurut saya.

Itu semacam, saat kita lagi ngomongi sesuatu yang menurut kita hebat dan bagus, kita ngomongnya dengan berbinar-binar, lalu tiba-tiba ada yang nyelutuk,
"Ah apanya yang bagus? biasa saja, saya malah punya pengalaman buruk dengan ini, yaitu bla..bla..bla"
Coba bayangin, saat kita sedang mempersentasikan hal tersebut di depan umum, dan ada celutukan kek gitu, apa nggak bikin kita langsung telpon ambulance psikiater tuh, biar yang komen segera ditangani psikiater hahaha.

Itulah mengapa, dalam sebuah WAG saling support, kebanyakan selalu ada peraturan yang mengatur hal tersebut.
Di mana semua peserta, kudu komen dengan baik, dan komennya pun niat, dibatasi beberapa kata, jadi bukan sekadar komen basi seperti:
"Mantul Mba, tfs!
Apaan tuh artinya?
Bolanya memantul? lalu minta ditransfer? *eh, hahaha.

Selain itu, ada pula peraturan lain, seperti: wajib saling follow, wajib like, wajib ini itu.
Yang akhirnya, ternyata beberapa orang jadi terlihat dan terasa berat mengikuti peraturan tersebut.

Lalu kalau sudah begitu, apakah peraturannya yang salah?

Off Course enggak lah!

Seperti yang saya jelaskan, di semua WAG, sama sekali nggak ada paksaan kalau semua member kudu ikutan, enggak!
Saya bahkan sekarang jarang banget ikut kegiatan tersebut.

Bukannya nggak butuh lagi sih, tapi memang karena waktunya belum cukup.
Orang balas komentar dan kunbal semua teman yang berkunjung ke sini aja masih belum bisa kekejar semuanya.

Jadi, sebenarnya, kalau memang merasa aturan grup terlalu keras, YA JANGAN IKUT NGELIST ATUH MAEMURAH!

Yang jadi masalah kan, udahlah orang yang protes itu tahu peraturan grup, tahu kalau dia nggak setuju dengan peraturan tersebut, tapi kok ya, bisa-bisanya dia ikutan nge-list juga yang akhirnya, baper sendiri ditegur adminnya.

 

Alasan Mengapa Diberlakukan Peraturan Ketat Dan Admin Juga Tegas


Ya karena banyak orang yang nggak bertanggung jawab Maemurnah!

Yang namanya saling support, semua anggota yang nge-list punya kewajiban dan hak yang sama.
Harus sama-sama meluangkan waktu buat meng-support blog/akun medsos lainnya, sebagai gantinya, orang lain pun wajib meng-support konten kita.

Aturan Keras Dalam Sebuah Grup Saling Support

Masalahnya adalah, kalau yang lain sudah semangat memberikan support melalui like dan komennya, akan tetapi ada satu dan dua orang dari list tersebut yang ingkar nggak mau menyelesaikan tugasnya untuk balik meng-support.

Awalnya sih mungkin nggak sengaja ingkar, biasanya mungkin ada masalah yang bikin dia nggak bisa menyelesaikan tepat waktu.

Masalahnya adalah, kadang udah tahu nggak bisa nyelesaikan tepat waktu, pun juga nggak mau ngasih kabar ke grup tentang masalahnya tersebut.

Lebih parah lagi, kadang oleh admin atau salah satu anggota WAG mengirimkan chat pribadi, eh malah cuman di-read aja.
Kan bikin orang lain kesal dan berpikiran buruk terhadap yang ingkar tersebut.

Jika sudah ada kejadian seperti itu, sebagai admin yang bertanggung jawab, tidak jarang memberikan hukuman kepada anggota yang ingkar dan tanpa itikad baik tersebut.

Di mulai dari meminta semua anggota untuk menarik ulang komen dan likenya, hingga beramai-ramai unfollow akun tersebut.
Akan tetapi, selama bertahun gabung di berbagai WAG saling support, saya sama sekali belum pernah melihat ada admin yang mengharuskan dan mewajibak semua member untuk ikutan meng-unfollow atau menarik like komennya.

Admin biasanya hanya akan meng-share akun dan postingannya, lalu menyerahkan semua kepada anggota.
Mau tetep diikhlaskan ya monggo, mau tetap ditindaki juga monggo.

Nah masalah ini nih yang diperdebatkan kemaren, beberapa menilai kalau hal tersebut udah masuk dalam situasi unhealthy alias toxic, di mana bagi anggota yang belum bisa menyelesaikan tugasnya, diperlakukan semacam bully-an massal.

Hadehhhh, itu yang ngomong mungkin belum pernah jadi admin di grup saling support, belum pernah tahu berhubungan dengan beragam karakter orang.
Di mana, dalam sebuah WAG tersebut, seorang admin seharusnya bisa mengfasilitasi keadilan bagi semua anggotanya.

Jadi hukumannya jelas dan memang keras.
Misal, malas support balik, ya jangan ngamuk kalau semua menarik ulang support-nya.
Nggak usah bilang,
"Ya elahhh, gitu aja perhitungan!"
Off course perhitungan sangat diperbolehkan!

Sekarang coba deh pikir, mengapa situ nggak mau support balik postingan orang, sebagaimana aturan yang ada?
Mungkin bakal dijawab, saya memang beneran belum sempat, karena ada kerjaan lain.

Lah, lalu menurut situ, yang lain nggak ada kerjaan gitu, jadi selalu sempat kasi support ke situ?
Podho wae kali brosis!

Semua orang punya kesibukan masing-masing.
Tapi karena memang udah berani naruh list, ya mau nggak mau kudu diselesaikan, apapun keadaannya.

Kalau memang beneran sibuk?
Ya jangan nge-list Maemurahhh!!!! 

Aturan Keras Dalam Sebuah Grup Saling Support

Jadi, sebenarnya nggak ada toksik dalam sebuah WAG saling support, justru yang toksik itu yang playing victim seolah dia korban, padahal ya dia udah tahu semua grup pasti ada peraturannya.

Nggak ada yang maksa kudu masuk grup tersebut kan?
Yang lucu lagi ada yang ngotot nggak mau disalahkan dan mengaku kalau,
"Saya nggak tahu kalau ada peraturan tersebut!"
Etdaaahhh, terus kalau situ malas baca dan merugikan orang lain itu salah siapa?
Salah Cinta?
Salah Rangga?
Okeh Rey, generasi 2000an stop dulu, hahaha.

Intinya gitu sih, hal yang harus diketahui oleh semua orang yang ingin bergabung dalam sebuah WAG saling support kudu paham, bahwa:
"WAG saling support itu dibuat agar memudahkan semua orang untuk saling support dengan follow, like dan komen atau salah satunya, tidak ada paksaan buat bergabung, tidak ada paksaan buat ikutan nge-list, namun sangat dipaksa buat bertanggung jawab balas support SESUAI PERATURAN kalau sudah nge-list!"
 
Demikianlah, semoga bisa diambil sedikit manfaatnya.


Sidoarjo, 14 Juli 2020

#TuesdayTechno

Sumber : pengalaman pribadi
Gambar : canva edit by Rey

36 komentar :

  1. Wuiih keren cucok meong cara etika blogwalking diulas kak Rey tanpa tedeng aling-aling alias blak-blakan 😁

    Aku sih sependapat ya, yang namanya saling support itu kewajibannya ya wajib support balik (dalam hal ini saling kunjung dan berkomentar).
    Kalau maunya dikunjungi tanpa bersedia kunjungan balik .. terus terang aku ngga simpatik.
    Lebih baik ngga pernah kukunjungi lagi.

    Terus terang ada loh blogger yang bersikap arogan begitu.
    Aku sampai hafal nama-namanya (karena kucatat wwkk 😃).
    Dua tiga kali dikunjungi ngga mau kunjungan balik, langsung lebih baik say goodbye ngga akan kukunjungi lagi.
    Hanya merugikan waktu dan bikin boros quota hahaaha 😆.
    Masih banyak banget kok blogger yang baik dan tau tata krama diluaran sana (terutama blogger mancanegara)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mas him sampai dicatat segala, semoga aku ga termasuk hahhahahahhaha

      Hapus
    2. Saya kadang pengin BlogWalking ke blogger luar negeri tapi kendala bahasanya, ada sih translate tapi hasilnya malah kadang bikin bingung.😂

      Hapus
    3. Eh iya, sekarang makin banyak ya blogger lintas negara saling blog walking :)

      Hapus
  2. Suka bingung sama orang-orang yang suka nggak baca peraturan yang ada, ntah kelewat atau malas ya 😅
    Aku setuju! Intinya kan tidak ada yang memaksa buat ikutan list ya, jadi kalau nggak bisa tuh jangan maksain diri. Kalau nggak bisa memenuhi target, ya jangan marah kalau diberi konsekuensi, masa mau enaknya aja, kan nggak adil 😂

    Mungkin kak Rey harus keplak kepala orang-orang yang drama itu satu per satu, eh tapi kerajinan amat ya 🤣
    Semoga orang-orang kayak gitu makin kurang-kurang deh wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha iyaaa, heran banget tuh, udah tahu kalau ngelist kudu tau konsekwensinya, tapi tetep aja ngelist trus ngamuk-ngamuk pas ditegur hahaha

      Hapus
  3. Wakakakka, kak rey, itu bener nulisnya Maemurah? Soalnya biasanya orang-orang kan nyebutnya Maemunah hahhah...ya sebelas dua belas ama bambang lah yang biasa disebut dalam panggilan untuk orang yang menggemaskan hoho... walaupun aku gatau asal muasalnya gimana kenapa 2 nama ini selalu dibawa-bawa netijen xixi...selain Esmeralda, ferguso, dsb

    Lah kok malah fokus ke situ ya

    Oke back to topic..

    Mengenai whatsap grup atau biasa disingkat WAG, jujur aku salut plus respect dengan admin yang sangat berdedikasi tinggi dan juga peserta yang mengerjakan rule of the game dari suatu grup yang diikuti tanpa mengeluh di permukaan sosial media. Ya mungkin kalau capek wajar lah ya, tapi seyogyanya ga sampai terjadi drama kumbara yang berlarut-larut sehingga ga memunculkan conflict of interest yang berkepanjangan... hehe...

    Aku sendiri sampai dengan saat ini belum ada gabung wag saling support...tapi kayaknya menarik juga bilamana suatu saat nanti butuh kalau-kalau udah waktunya menjadikan blog sebagai salah satu sumber pundi-pundi rupiah, ya mana tahu kan suatu saat nanti begituuuuw, meskipun sampai dengan saat ini belum ke arah sana sih, jadi so far aku masih support blog each other still via pribadihhh, alias biarpun ga ada tagar wajibnya aku main ke blog teman-teman tetep dengan mengapresiasi tulisannya dengan komentar yang insyaAlloh niat plus dibaca (ga cuma mantul sist atau gan..mantul bolanya apa ya klo kata kak rey, haha...). Jadi in the end kerasa puasnya ahhaha, serius tiap abis silaturahmi ke blog teman-teman dan meninggalkan kesan yang niat itu bikin kebahagiaan tersendiri buatku karena ya apa salahnya membuat orang lain bahagia dengan kita tidak asal komen ketika bertamu ke blog orang lain.

    Dah ah saatnya kabuuuuur dulu saiaaaaaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha namanya Maemurnah ajah say, panggilannya Maemurah *eh :D
      Karena Maemunah sudah terlalu mainstream :D

      Hapus
  4. Sejak tahun 2020 ini aku belum pernah sama sekali ikutan ngelist di grup blogwalking karena aku tahu diri dan sadar diri kalau nanti takutnya malah nggak bisa menyelesaikan list blogwalking. Tapi aku masih suka blogwalking ke beberapa blog yang memang aku suka tulisannya kayak blog Mbak Rey ini.

    BalasHapus
  5. Wah, ulasan yang sangat detil tentang WAG dan aturan tentang grup tersebut termasuk konsekuensinya jika tidak menaati peraturan di grup tersebut.

    Jika memang berat memang sebaiknya tidak ikut grup yang mengharuskan saling follow dan juga support. Makanya aku ngga ikut grup WA blogger yang berat syaratnya karena kadang sibuk, padahal nganggur 😂. Ikutnya grup blogger FB saja yang tidak terlalu berat.

    Jadi admin memang harus tegas ya soalnya ini menyangkut grup juga, jadi biar adil gitu. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, sebenarnya nggak ada yang larang loh, kalau nggak ngelist :D

      Hapus
  6. Pertama, saya mau nanya. Namanya siapa sih, Mba? Maemurah atau Maemurnah?😂

    Kedua, saya ngucapin makasih atasan ulasan ini. Jujur, saya baru tahu ada WAG seperti ini. Mba Rey sangat jelas dan detail menceritakan semua.

    Sebuah grup dibentuk untuk kenyamanan bersama. Admin memang memegang peran penting. Kalau anggotanya banyak tapi admin nggak tegas, yasalam gimana grupnya?

    Sebaliknya, sebagai anggota harus taat aturan grup demi kepentingan bersama. Kalau merasa nggak sanggup bw balik ya udah, mending nggak usah ikut grup. Kalau masih membutuhkan support, sebaiknya anggota tahu kapasitas diri sendiri.

    Btw, grupnya udah nggak belasan lagi? Wih, banyak banget. Terus anggotanya juga itu2 saja kah?😁🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya Maemurnah, biasa dipanggil Maemurah wakakakakaka

      Hapus
    2. Bisa juga dipanggil namanya Reymunah.😁

      Kaboorrrr 🏃🏃🏃

      Hapus
    3. hahahaha, iyaaa,,, kayaknya saya kebanyakan grup, saking banyaknya, jadi banyak yang kelewat hahaha.
      Saya sekarang udah jarang banget ikutan, kecuali memang butuh banget, kalau nggak, mengandalkan BW natural aja lebih asyik sih :D

      Hapus
  7. hahahahah

    Akupun pernah ngalamin
    Dan akhirnya aku ngancem left grup daripada diatur-atur semua begitu

    Mau ngeblog untuk senang-senang aja
    Nggak mau jadi terpaksa

    ahahahhahahahaha

    #BloggerBandel #TidakMauPatuhAturanGrup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah mungkin grupnya memang bukan grup bewe kali, kalau grup bewe dan ikutan list wajib, kalau nggak patuh dikick hahaha

      Hapus
  8. Ahahahahahhaha... kisah ini cukup banyak ditemui di WAG-WAG terdekat :D :D

    BalasHapus
  9. Tiap WAG BW pasti ada aja yang keluar jalur. Misal komen negatif atau cuma basa-basi. Ada juga yang komennya nggak nyambung typo lagi Wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, yang kayak gitu tuh nggak baca aturan, dilaporin aja bisa kok, semua WAG selalu ada aturannya sebenarnya :)

      Hapus
  10. Aku baru ngeh dan baru ikutan satu WAG mbak.. Orang2nya ga ada di sini keknya. Hehe

    Awaknya sempet kesel jg ih apaan ya kok begini, butuh waktu bnyak terus ijin left. Tp, iseng gabung lg dan mencoba memahami the real meaning of supporting each other.beurat, tapi menguntungkan sesama sih yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya semua grup itu ada aturannya kok, dan nggak ada paksaan untuk gabung.
      Pun juga kalau gabung nggak ada paksaan harus ngelist.
      Tapi kalau udah ikutan ngelist dipaksa banget kudu support balik hehehe

      Hapus
  11. banyak benernya nih mb rey hehehe, apa yang ditulis = yang ada di otak aku, tapi nggak aku ulas wkwkwkwk
    yang jadi admin kudu punya stok sabar pokoknya
    aku aja memuji diri sendiri "betapa hebatnya diriku yang nggak ikut ngelist, tapi list temen temen yang ditulis di WAG, aku sambangi satu-satu", hal ini karena
    pertama : aku tau kemampuan diriku dalam artian kesibukan dan waktu, pulang kantor bisa malem, nge-BW biasanya maleman, kalaupun BW lewat hape pas office hour kurang puas, karena sering eror
    Kedua : mengukur diri sendiri, sanggup enggaknya nge-BW sampe 20an lebih list BW, pernah beberapa kali mencoba "mecahin rekor" buat diri sendiri, nggak ikut list tapi ikutan nge-BW segitu banyaknya, itungan beberapa hari kelar. kayaknya emang diniatin dan waktu itu lagi ga mager :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Mba, makanya saya udah jarang, nggak kuaatt hahaha.
      Yang paling menantang itu kalau seandainya 30 list, 20 di antaranya bertema sama, bingung dan mabok komennya hahah

      Hapus
  12. Aku juga ikut grup support. Awal ikut grup support kaget juga, kok adminnya tegas banget ya. Tapi lama kelamaan jadi ngerti mereka galak karena yang dihadepin kan orang banyak yang gak semua sama karakternya. Supaya grup berjalan smooth memang butuh admin tegas bin galak.

    Kalau blog lebih suka blog walking, tapi pilih-pilih juga yang masih masook dengan niche blog aku juga. Walau kadang pun suka bacain blog-blog lainnya.. Kalau gak terlalu faham, aku paling cuma baca atau minimal komen manis "wah..makasih infonya/reviewnya". Biar gak terkesan komennya out of topic atau komennya malah terkesan menyebalkan buat si blogger. Kalau faham baru aku ikut komen panjang lebar seperti sekarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iya, soalnya kalau nggak tegas adminnya, kasian dong banyak yang merasa dirugikan nanti.
      Blog walking memang paling asyik kalau nemu tema yang kita banget ya :D

      Hapus
  13. Grupnya pake line mbak, bukan wa 😁

    BalasHapus
  14. Kalau berada dalam sebuah grup memang seharusnya ada admin yang bertindak tegas tanpa pengecualian. Apalagi kalau judul grupnya adalah grup saling support bukan grup senang-senang 😁 means ada tanggung jawab memberikan support di sana. Hehe.

    Saya pribadi nggak ikut WAG karena tau kalau saya nggak akan mampu BW ke puluhan list mba -- mau komen di blog mba Rey saja kadang telat dan harus rapel banyak post sekalian 🤭 ehehehe. Eniwei, semoga teman-teman yang join grup bisa mengikuti peraturan yang berlaku dan semisal merasa nggak sanggup, mungkin bisa ijin ke luar baik-baik pada teman bloggers lainnya 😁

    Blogging should be fun, anyways 😍💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener say, sayapun sekarang bahkan bw ke beberapa teman biasanya selalu ketunda, dan akhirnya sekali berkunjung bisa baca beberapa artikel sekaligus :D

      Hapus
  15. Aku sbnrnya suka loh Rey ikutan Wag saling BW gini. Buatku ngebantu juga utk promote tulisan di blog. Tapi sayangnya baru2 ini aku kluar dr grub 1-1 nya yg aku ikutin, Krn org yg ngajakin aku kluar, trus itu grub kayak mati segan idup ga mau :p

    Sepiiiii..... Pdhl peserta banyak

    Trus sekalinya ada yg ngelist, slalu dikiiit. Udhlah dikit lama pula nyeleseein tugas BW nya. Kan sebel yaaa. Aku slalu konsisten kalo ikutan ini. Patuh Ama due date. Makanya aku pikir mnding kluar kalo modelnya begitu. Mau banget sih kalo ada WAG yg rame tiap ngelist :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha yang grup apakah itu?
      Saya punya beberapa grup, eh bentar belasan grup BW, belom IW, astagaaa..

      Coba hubungi Mbak Uniek, dia admin di salah satu grup, di sana jadwal BW 2 hari sekali, dan kudu diseselaikan dalam waktu 48 jam.

      Ada juga grupnya Mba ALaika, itu malah setiap hari kudu selesaikan BW

      MBC untuk BW, Senin, Kamis dan Sabtu
      IIDN 2 kali seminggu.
      BCC seminggu sekali.
      Connecting mama.

      Duh banyak pokoknya Mba.
      Sebenarnya kalau saya ikutan BW dari sana aja juga bisa rame blog, cuman memang effortnya lebih nggak berasa kayak BW natural :D

      Hapus
  16. Pas banget nih, Mbak Rey. Barusan aku left dari grup saling support, eh ketemu tulisannya Mbak Rey yang ini.🤭

    Di salah satu grup yang aku ikuti ada yang mau ngadain grup lagi buat saling support ig. Karena kepo, aku ikut deh. Akhirnya aku tau grup saling support ig tuh seperti apa.🙈

    Tapi ternyata aku gak bisa konsisten support, Mbak. Soalnya gak tiap hari aku buka ig. Lagian aku juga gak sering update ig. Paling banter seminggu cuma sekali. Sementara yang lain update tiap hari, itu juga sehari bisa lebih dari sekali. Jadi aku merasa gimanaaaa gitu kalau harus support mereka tiap hari sementara mereka gak harus support aku sesering itu karena akunya juga jarang post.😩

    Jadi daripada gak enak hati sendiri mending aku left aja, mbak. Mungkin untuk sekarang aku masih belum butuh ikut grup support dulu. Mungkin nanti bakal ikutan lagi kalau sudah bisa post foto tiap hari 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di grup mana say?
      Sebenarnya nggak usah ikutan setiap hari kok.
      Saya ikut banyaaakkk banget.
      Tapi udah jarang juga ikutan :D

      Hanya kalau beneran butuh aja :D

      Hapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)