Sunday, October 06, 2019

Kelakuan Emak-Emak Di Beberapa Event Yang Bikin Geleng-Geleng Kepala


Introvert Yang Jarang Bertemu Emak-Emak


kelakuan emak-emak


Assalamu'alaikum :)

Sharing By Rey - #SundayLifestyle - Menjadi seorang yang introvert, meski kadang orang tidak percaya kalau saya pribadi yang introvert, karena kalau ketemu, ampun saya selalu malu-maluin, lol.

Namun sejujurnya, saya adalah seseorang yang lebih nyaman berada di rumah saja, bahkan keluar pagar saja malas.

Karenanya bisa ditebak, saya nggak punya kenalan tetangga, selain satu-satunya tetangga samping rumah kami, yang juga sifatnya sama dengan saya, paling malas keluar rumah selain membuang sampah atau menyapu halaman.

Meskipun, hal itu sebenarnya bukan semata karena sikap introvert saya, tapi juga karena tempat tinggal kami di sebuah kompleks yang sepi, paling ujung, di mana depan rumah adalah sawah, sementara rumah-rumah se blok tersebut pada kosong, selain kami berdua, saya dan si tetangga keturunan Chinesse tersebut.


Seumur-umuran, saya tidak pernah ikut kegiatan emak-emak, pengajian misalnya, sama sekali belum pernah, selain di rumah mertua, itupun lebih nyaman ke dapur jadi tukang antar makanan hahaha.

Apalagi arisan, selain arisan ala kadar sewaktu saya masih bekerja dulu, yang lebih tepatnya kami menabung bareng agar tiap bulan bisa hangout bersama teman-teman kantor.

Bahkan setelah si kakak masuk SD yang mana ibu-ibu wali murid teman si kakak mengajak kumpul-kumpul, saya selalu menolak.
Bukan karena nggak suka juga sih, tapi enggak memungkinkan juga,

Saya punya baby kaann...
Manalah mungkin si baby saya titipin, sementara bahkan mau event saja saya tolak karena nggak ada yang jaga si bayi.

Saya juga tipe emak yang nggak nyaman antri, apalagi rebutan.
Misal harus membeli makanan yang antrinya seabrek-abrek, seenak apapun makanannya, ogah deh.
Atau juga rebutan barang obralan murah meriah, saya lebih baik memilih minggir jauh-jauh, lol.

Karenanya, saya bisa dibilang sangat jarang mengalami atau melihat emak-emak yang seperti banyak digambarkan orang-orang, seperti suka gibah terang-terangan, suka pamer, suka sotoy, suka rebutan, suka merasa paling benar, suka basa basi kebasian dan semacamnya.


Kelakuan Emak-Emak Di Beberapa Event Yang Bikin Geleng-Geleng Kepala


Karena jarang bertemu hal yang dituliskan banyak orang di media sosial, saya kadang merasa orang-orang lebay membicarakan hal tersebut.
Masa sih emak-emak seperti itu?

Sampai akhirnya saya harus mengikuti event dengan tema parenting, yang mana pesertanya kebanyakan ibu-ibu, dan sayapun akhirnya merasakan 'seram'nya sikap para emak-emak zaman now.


Emak-emak tukang serobot


Hal ini terjadi sewaktu saya harus meliput salah satu event parenting bertema outbond, event yang disponsori oleh sebuah brand bedak tabur itu sukses menyedot kedatangan emak-emak dengan anaknya.


Dan tentu saja penuh dengan adegan serobot sana sini, saya dan beberapa teman yang tidak mendapatkan pengenal sebagai blogger dan memang juga profesi blogger masih awam banget di mata kebanyakan emak-emak, sukses kesulitan bahkan untuk mengambil gambar, padahal di grup kami sudah diteriakin.
"Buibu blogger, jangan lupa postingannya yaaaa, IG storynya sepanjang acara"
Pegimana mau IG story-an, orang baru mau ambil gambar udah diserobot, atau paling enggak di'jawil',
"Mbak, mundur, jangan halangin orang!"
"Maaf bu, minta waktu sebentar ya, saya dari blogger mau ngeliput soalnya" kata saya menjelaskan.
 "Yo podho mbak, aku yo meliput" katanya jutek.
Masha Allah, padahal dia cuman 'meliput' anaknya yang duduk manis di depan.
Etdaahh....
Dan saya akhirnya mengalah karena memang nggak pandai menyerobot kayak banteng, lol.

Emak-emak rebutan makanan


Ya Allah, ya karim!
Kalian ye para suami, sesekali traktirlah istri kalian makan di tempat yang keren.
Sebulan sekali atau dua bulan sekali juga oke.


Ya gimana ya, kadang kelakuan emak-emak itu malu-maluin, kek orang yang nggak pernah makan, duh maafkan ya.

Tapi saya pernah ikut event yang pesertanya bukan cuman blogger, tapi juga emak-emak dari sebuah komunitas.

Masha Allah!.
Saat waktunya makan tiba, antrian ke tempat makan mengular.
Saya yang malas ngantri lama, memilih cari makanan ringan yang nggak antri, lalu duduk sebentar untuk menikmati makanan tersebut, sambil menanti antrian memendek.

Tapi, sudah sekitar 15 menit, saya mengintip antrian, ternyata belum juga bergerak, teman saya yang awalnya antri, dalam 15 menit hanya maju beberapa langkah.
Ya ampun, memangnya ada kemacetan apa di depan?

Setelah ke dalam barulah saya tahu alasannya, ternyata antrian macet gara-gara kebanyakan emak-emak di depan, ngambil makanan untuk beberapa piring.
Buat suaminya, buat anak-anaknya, dan buat dirinya sendiri.
Ambilnya pun nggak nanggung-nanggung, sampai piringnya nggak muat lagi.

Padahal acara tersebut hanya untuk ibu-ibu saja, 1 ibu ya seharusnya makan 1 piring saja, tapi karena konsepnya kita makan di depan ruangan, jadinya para suami yang nganterpun diambilin makanan.
Bagus sih, tapi nggak etis aja rasanya.
Kalaulah tidak tega suami dan anak nggak makan, mengapa nggak ambil 1 piring untuk di makan bersama?

Gara-gara kelakuan emak-emak rebutan makanan gitu, banyak ibu-ibu lainnya tidak kebagian makanan, karena memang pihak hotel sudah menjatah berapa banyak makanan yang dipesan.

Ampun deehhh..
Sebagai emak-emak, saya jadi merasa malu dong!
*tepok jidat!


Emak-emak suka memaksa anak demi obsesi


Beberapa waktu lalu, saya mengikuti sebuah event brand susu formula, dan sudah bisa ditebak, pesertanya emak-emak lengkap dengan anaknya dan membeludak.


Dan seperti biasa, terpampang nyata deh kelakuan emak-emak yang bikin geleng kepala.
Salah satunya adalah, suka memaksa anaknya demi obsesinya akan sesuatu, misal hadiah.

kelakuan emak-emak
Emak-emak nggak mau kalau tampil bareng anak

Misal, pada saat sesi masak bersama, anak-anak diajak oleh MC untuk lebih antusias.
Saya yang duduk di bagian depan bersama anak-anak agar lebih mudah mengambil gambar diikuti oleh si kakak.

Dan si kakak berhasil menjawab pertanyaan si MC sehingga mendapatkan hadiah kotak makan.
Melihat hal tersebut, beberapa emak-emak lalu mendorong anaknya ke depan, dan memaksa mereka menjawab pertanyaan si MC.

Kalau anaknya mau sih nggak apa-apa kali ya, masalahnya kebanyakan anaknya malu, dan akhirnya malah nangis jejeritan.
Lalu dibentak emaknya dikatain bodoh.

Ya Allah, baru kali ini saya menyaksikan langsung tingkah emak-emak diktator kayak gitu, saya juga galak banget jadi ibu, tapi saya sama sekali nggak pernah galak memaksa anak jadi pengemis gitu.
Saya mah galaknya agar anak disiplin aja.


Ya ampuunn..
Saya kadang sedih gitu banyak yang mengkampanyekan bahwa emak-emak itu konotatifnya buruk.
Tapi ternyata memang seburuk yang dikira orang.

Meskipun tidak semua emak-emak seperti itu, tapi sebagai emak-emak, saya sungguh merasa sedih dan malu.

Kita, jangan gitu ya maks!

Sidoarjo, 6 Oktober 2019

Source : pengalaman pribadi
Pic : dokumen pribadi

9 comments:

  1. speechless :o. aku ga prnha ikut acara event sih, jd ga pernah melihat lgs kelakuan yg begini..tp serius memang malu2in bangettt.

    aku jg tipe yg ga suka kalo hrs berbaur dgn org banyak rey. Perihal antri makanan di suatu event/pesta juga aku males kalo rame. Makanya akh dan suami kdg makan dulu sebelum pergi, supaya antisipasi kalo makanannya ga enak, ato keabisan :p.

    soal maksain anak2 utk ikut lombapun, aku ga bakal mau. kecuali anaknya mau sendiri. lah dripada dia ntr malah trauma dan makin menutup diri dr ortunya krn dipaksa yaa kan... tapi masalah emak2 yg suka nyerobot antrian, kalo antrian yg dia serobot punyaku, ooohhh aku ga segan cari ribut si :p. pernah tuh, pas antri bayar di supermarket, ada yg mau serobot, lgs aku bilangin, ke belakang, krn semua udah antri drtd.:p. bodo amat mah kalo itu. dia mau ajakin ribut ga masalah, krn emg salah kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya terjadi di event yang pesertanya emak-emak banyak mba, kalau sesama blogger mah udah terlatih kali ya, jadi enggak malu-maluin hahahaha.

      Nah betul itu mba, saya paling ngeri antri makan desak-desakan, meding cari yang sepi dulu.

      Saya shock bener tuh kapan hari, soalnya baru beneran liat di depan mata gitu, ternyata banyak juga emak yang jauh lebih serem dari saya hahahaha

      Delete
  2. Dulu waktu masih jadi blogger dan kadang suka ikut event, Alhamdulillah gak pernah nemuin yang kaya gini mbak, apa jaman sudah berubah ya, serba jaman now gitu, yaa semoga dunia perbloggeran makin maju, pun emak2nya, salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau para blogger, meski kami emak-emak juga Alhamdulillah nggak gitu sih, karena biasanya dikasih jatah makanan berlimpah sih ama pihak brand :D

      Nah, yang jadi masalah tuh kalau kita lagi ngeliput event yang ada pesertanya emak-emak dari umum, duuhh ampuuunn dah hahahaha

      Delete
  3. Saya pernah lihat yang lebih "drama" lagi. Emak2 ngantri makan di resepsi pernikahan, terus dia nyari2 tissue gitu. Kirain buat apa, gak taunya dipake bungkus daging terus dimasukkin ke dalam tas. Katanya sih buat cucunya di rumah, ada2 aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, kalau daging netes dong ya, dan bau pula tasnya.
      kalau jajanan mungkin oke sih, meski untuk saya pribadi malu juga kalau lakukan hal tersebut hahahaha

      Delete
  4. Yap, dari sanalah konotasi emak-emak secara negatif lahir. Terkadang emak-emak seperti gagap ketika mereka diajak ke dunia luar. Ambisi mereka menjadi tidak terkontrol.

    Sama halnya seperti di jalanan juga. Kadang etika tidak menjadi perhatian mereka, yang penting gue bisa bawa kendaraan dan mereka anggap itu sebuah bentuk ke-keren-an yang harus dibanggakan.

    Bersyukur lah bahwa kita tidak seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya enggak pak, makanya sedih banget kalau liat tanggapan orang begitu buruk tentang emak-emak, ternyata memang semengerikan gitu huhuhu

      Delete
  5. Jadi ingat kala Palung TK, banyak emak-emak yang seram juga kelakuannya, termasuk guru Palung pula. So bad-lah. Pamer, nyinyir, gak mau kalah, mengecam, atau ngomentarin.
    Makanya saya jarang gaul ke luar rumah, kalau sama tetangga paling biasa saja dan umumnya beberapa tetangga depan brumah baik. Kalau yang jauhan gak jamin, deh. Watak aslinya akan keluar.
    Saya beberapa kali ketawa baca kalimat tak terduga.
    Sebal memang jika antre malah diserobot, saya juga pernah gitu di resepsi. Sabarin diri, hi hi. Padahal gondok juga. Mungkin yang bersangkutan kebelet lapar. Ha ha.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)