Sunday, October 13, 2019

Rebutan Itu (Seringnya) Lebih Seru, Asalkan...


Ketika Harus Berebut


rebutan
thesaurus.plus


Assalamu'alaikum :)

Sharing By Rey - #SundayLifestyle - Ketika harus berebut? dijamin saya mundur dengan damai.
Didikan bapak yang sejak kecil seolah tidak mau melihat kami saling berebut, sehingga apapun yang bapak beli buat anak-anaknya, selalu dibagi rata dan sama banyak.

Misal membeli baju.
Bapak akan membeli baju buat saya dan kakak dengan model yang sama, hanya saja warnanya beda, agar tidak tertukar, mengingat saya dan kakak hanya beda setahunan.

Karenanya, saya tumbuh jadi orang yang nggak suka berebut, mengenai apapun.
Mau semenarik apapun, semurah apapun barang, saya ogah rebutan.
Kecuali, berebut posisi pertama dalam intelektual, karena bapak mewajibkan hal tersebut sejak kami kecil.


Sampai akhirnya saya beranjak dewasa, etdah, udah tuw eh senior pakai kata 'beranjak dewasa' segala, jadi geli bacanya lol.

Maksudnya, akhirnya saya keluar dari rumah, masuk ke dunia nyata, di mana kadang beberapa hal membuat saya harus ikutan rebutan, meski lebih sering sih hanya untuk seru-seruan saja.

Seingat saya, pertama kali saya ikutan berebut dan mengenal serunya rebutan itu, saat saya pertama kali kerja di proyek.

Dulunya, karena saya dekat dengan bos perempuan, saya sering banget diajak beliau untuk beli snack buat rapat mingguan di proyek.

Belinya di salah satu toko roti dan kue basah, yang menjadi langganan Jasa Marga, jadi mereka mesannya, snack-nya kudu yang itu.

Uniknya, snack di toko tersebut terdiri dari beberapa kue basah yang bentuknya imut dan warnanya ngegemesin, pink!

Karenanya, si bos pesan agar kalau selesai rapat, bakal ngambilin sisa snack tersebut.
Awalnya, semua sisa snack tersebut saya kuasai, tapi kok ya rasanya hampa.
Meski akhirnya saya membagikan dengan lainnya.

Sehingga berikutnya, si bos bilang, bahwa semua bisa ambil snack sisa rapat tersebut.
Dan mulailah kami rebutan, bersama para rekan yang ke semuanya laki-laki tersebut.

Hasilnya? lebih seru, hahahaha.
Kami bagai anak TK yang siap menyerbu ruang rapat, saat semua peserta rapat keluar.
Meskipun pada akhirnya, setelah masing-masing dapat, ya saling bagi juga.
Tapi rutinitas tersebut sukses jadi hiburan kami yang setiap hari dikejar progress pelaksanaan proyek beserta problemnya hahaha.

Sejak saat itu, saya jadi semangat rebutan, meskipun tetep....
Ada beberapa kondisi yang saya tetap ogah rebutan!

Yang jelas, saya mulai suka rebutan, suka deg-degannya.
Misal rebutan nge-list di grup blogwalking dan sosial media walking.
Beberapa grup, mengharuskan kita rebutan ikutan nge-list nya, karena peserta yang ingin ikut banyak, sementara kuotanya sedikit.


Atau juga rebutan saat mengisi data buat penawaran job blogger maupun instagram di beberapa grup.
Sumpah, seru banget lololol.


Rebutan Itu (Seringnya) Lebih Seru, Asalkan...


Iya, rebutan itu ternyata lebih seru, tapi... tetap ada situasi dan kondisi yang memungkinkan.
Buat saya, rebutan itu seringnya akan lebih seru dan saya bakalan ikutan, jika :

rebutan
truthandaction.org


1. Rebutan cuman buat iseng 


Iya, kalau saya lebih suka ikut rebutan buat iseng doang sih, terlebih rebutannya yang nggak penting-penting banget, kayak rebutan sisa snack, ampun deh kayak nggak bisa beli sendiri, lol.

Tapi beneran loh, saya pernah coba beli sendiri, dan rasanya nggak seenak hasil rebutan, padahal belinya barengan, hahaha.


Beda lagi kalau memang rebutan hal penting, kayak rebutan masuk di sekolah idaman, rebutan mencapai posisi pertama di sebuah lomba dan semacamnya.
Kalau yang itu mah, saya berusaha semaksimal mungkin, meski mungkin hasilnya tidak sesuai target.


2. Rebutan tapi anti baper


Satu hal yang harus disiapkan untuk ikutan serunya rebutan adalah, kuatkan hati dan anti baper.
Jadi saat nanti kita nggak kebagian, ya jangan baper.

Misal, rebutan job blog di grup, kalau nggak kebagian ya siapin mental anti baper, hahaha.


3. Rebutan tanpa menjatuhkan atau merugikan orang lain


Meski judulnya rebutan, tapi yang manusiawi lah, jangan rebutan suami orang lol.
Atau rebutan sampai saling dorong, terlebih yang diperebutkan daging rendang *eh, lol.


Yang kayak gini nih, saya ogah rebutan, kalau melibatkan emak-emak, duuhhh... saya angkat bendera putih deh, kecuali memang rebutannya secara online.

Saya mah siap rebutan bareng emak lainnya, karena saya nggak perlu didorong dengan sadis oleh emak lainnya, hahaha.


Begitulah, hal-hal sederhana memang kadang lebih seru, asal situasi dan kondisi yang memungkinkan.

Temans punya pengalaman rebutan nggak? rebutan cowok kali? lolololol.
Share yuk :)

Sidoarjo, 13 Oktober 2019

Sumber : Pengalaman pribadi
Gambar : sesuai keterangan

4 comments:

  1. Klo di daerah saya ada yg namanya nyawer, biasanya di acara hajatan atau pengajian gitu. Yang disawerinnya uang koin, permen, kacang, atau snack lainnya yang kemasan kecil. Seru sih, tapi jarang dapet, kalah bersaing sama ibu2 lainnya atau sama anak-anak kecil. Paling banter dapat koin 2 biji 500 perakan, permen 3 biji, ha ha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahahahahaha, kalau yang kayak gitu ga berani saya mba, duh udahlah saya mundur dengan teratur hahahahaha

      tatuuttt kalau sama emak-emak :D

      Delete
  2. Paling sering lihat rebutan makanan. Dan saya tak tertarik sekalipun untuk ikutan. Saya diam saja.

    Ehh tapi malahan orang sekitarku yang pada heboh dan baik banget ke saya, mengambilkan jatah untuk saya. Wkwkwk
    Rejeki mah gak kemana
    Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya liat2 lawannya, kalau rebutan ama temen2 saya suka, suka effortnya aja sih, meskipun setelah rebutan ujung2nya saling bagi2 juga hahahahhaha.

      Tapi kalau rebutan sama emak-emak, mundur aja deh saya :D

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)