Rahasia Harga Para Online Shop Melalui Cek Inbox, Yay Or Nay ?

cek inbox yang bikin risih

Sharing By Rey - Cek inbox, kakak!
Siapa yang sering keki jika membaca balasan pertanyaan seperti itu?

Saya sih enggak!
Bukan karena saya anti baper, tapi karena jarang belanja online sih, lolololol.



Dan juga saya lebih suka mengamati komen yang masuk di akun online shop tersebut, ketimbang capek-capek nanya.

Biasanya, di antara berbagai komen tersebut, ada satu dua komen yang membocorkan harganya, so.. gak perlu inbox-inbox-an juga udah ketahuan deh harganya hahaha.


Sering banget ya, cek inbox ini dilakukan para online shoper, sejak zaman dahulu kala, sampai hari ini, masih banyak yang pakai rahasia-rahasiaan harga, dan lebih memilih 'cek inbox' tersebut.

Padahal, dalam dunia nyata, bahkan kebanyakan orang malas belanja di warung, ya karena nggak ada harga tiap produk yang tercantum, kita kudu capek-capek tanya dulu ke penjaga warung.
"ini berapa? itu berapa?"
Sungguh, hal itu yang bikin saya mencintai minimarket modern, karena buat saya itu lebih simple, nggak perlu sibuk nanya, abis itu kita lupa harganya jika kebanyakan nanya, muahahaha.

Tapi, ya gitu deh, tetap saja masih banyak, para online shoper di dunia maya yang lebih suka pakai 'rahasia' harga, dengan menjalankan kalimat pamungkas.
"Cek inbox ya, kakak!
Saya sungguh kepo, setelah diinbox gitu, terus yang nanya cuman 'read' doang, kira-kira di-follow up nggak ya?
Atau hanya menanti ditanya-tanya lagi, abis itu nggak jadi.

Lalu online shoper-nya baper dan jadiin status facebook.
"Nanya-nanya melulu, beli kagak, kalau nggak punya uang ya, jangan tanya-tanya melulu"
Langsung deh auto blokir ama si penanya, dan dia kehilangan 1 calon konsumen.
lolololol.


Rahasia Harga Para Online Shop Melalui Cek Inbox, Yay Or Nay ?


Kalau saya pribadi, pasti nay banget ya!

Meskipun, jika saya sampai komen di status penjual tersebut adalah tanda bahwa 90% saya bakal membeli produk tersebut.
Tapi saya ogah banget main inbox-inbox-an.


Ya risih aja sih, mending juga WA, kalau itu mah memang sifatnya chat pribadi ya.
Dan biasanya sih, orang-orang akan chat, karena sudah tahu harganya.

cek inbox online shop

Meskipun, sebenarnya ada banyak tujuan para online shoper merahasiakan harga jualnya kepada calon konsumen, tapi tetap saja ada banyak jenis konsumen yang kurang nyaman dengan hal itu.

Menurut para online shoper, ada beberapa alasan, mengapa mereka merahasiakan harga jual produknya di antaranya :


1. Agar status jualan mereka selalu ada di timeline para target marketing, dengan komen pertanyaan calon konsumen berulang.


Iya sih, dengan merahasiakan harganya, para konsumen pemburu barang online shop bakal kepo dan terus komen,
"Harganya berapa?"
Dan dibalas oleh si penjual dengan balas komen,
"Cek inbox, kakak!"
Setiap kali ada aktifitas komen seperti itu, engagement status akan terus up di timeline teman facebook.
Sehingga jualannya bakal terus terpampang nyata berulang menggoda iman calon konsumen.


Namun ada beberapa hal sebenarnya yang lupa dipikirkan oleh si penjual online shop tersebut,

  • Pertama, akun pribadi facebook sebenarnya dilarang untuk digunakan sebagai akun jualan, karena sudah dibuatin fanpage buat jualan. Jika ketahuan pihak facebook, bakalan di blokir tuh akunnya.
  • Kedua, percuma juga ada banyak interaksi like komen di status si penjual, kalau si penjual tersebut jarang mau berinteraksi dengan akun calon konsumen, setidaknya like dan komen positif lah di status teman. Dengan begitu si temannya bakal balas like komen di akun jualan tersebut, sehingga engagement-nya terus menghantui timeline akun teman tersebut.


2. Agar harga jualnya tidak ketahuan online shop lain yang sejenis


Well, dunia persaingan online shop memang bejibun banget.
Sehingga nggak bisa dipungkiri, segala macam persaingan selalu mengintai mereka, baik persaingan sehat, maupun tidak sehat.

Salah satunya persaingan tidak sehat adalah, dengan adanya online shop lain yang menjual produk sejenis dengan harga lebih murah.

Itu sepertinya menjadi momok menakutkan bagi para online shoper, sehingga mereka memutuskan merahasiakan harga jual produknya.

Baca juga : Bekerja Sesuai Gaji

Padahal, ada beberapa yang lupa mereka pikirkan, yaitu :
  • Pertama, rezeki itu dari Allah, nggak mungkin bakal tertukar. Mau diserobot dagangan kita pun, itu sama sekali bukan karena kita dirugikan, tapi memang bukan rezeki kita. Coba deh yakin kalau sudah rezeki, mau ada yang jual lebih murah 2 kali lipatpun, tetap kita yang bakal dibeli orang, ye kann..
  • Kedua, nggak usah terpengaruh dengan cara orang menjual produk dengan harga lebih murah, biarin aja! Mengapa? kalau si penjual tersebut menurunkan harga hanya agar produknya lebih murah dari kita dan dipilih konsumen, sementara harga beli dia sama atau beda tipis dengan kita. ya biarin saja dia bakal menikmati kebangkrutannya, lolololol.


3. Agar calon konsumennya tidak diserobot penjual lainnya


Yang ini setali dua uang sama poin nomor 2 di atas.
Biasanya para online shoper itu, rajin banget mengamati online shop lainnya sebagai pembanding.
Bukan sekadar mengamati, tapi kadang juga nyerobot.

Coba aja deh iseng nanya di postingan online shop, dijamin beberapa saat kemudian, akan masuk inbox dari online shop lainnya yang menawarkan dagangannya yang biasanya harganya lebih murah, hahaha.

cek inbox harga online shop

Ini juga terjadi saat dulu saya berbisnis Oriflame, saat ada calon prospek yang nanya bisnis Oriflame melalui komen status saya, langsung deh disambar oleh pebisnis Oriflame lainnya buat prospek ybs.

Hal itu terlihat karena beberapa saat kemudian, si penanya malah udah daftar dari orang lain, padahal nanya-nanyanya di saya, muahahahaha.

Lebih mirisnya, hal itu dilakukan pada postingan berbayar atau iklan di fanpage.
Duh bete lah kalau gitu.
Sudahlah susah payah bayar iklan mahal untuk menjangkau calon prospek, giliran ada yang nyangkut eh diserobot ama pihak lain yang sama sekali ogah ngeluarin uang buat ngiklan.

Tapi..
Sebenarnya itupun ada tips dan triknya.

Caranya, atur setting-an di komen status iklan berbayar tersebut, agar komen yang masuk tidak bisa dibaca orang lain alias di hide.
Dengan begitu, calon prospek kita bakal aman dari serobotan pihak saingan.


Begitulah..

Untuk saya pribadi NAY banget deh untuk rahasia-rahasia harga melalui inbox.
Daripada cek inbox, mending arahkan ke landing page.

Bikin landing page semenarik mungkin, dan cantumkan link WA di landing page tersebut.
Lalu, kumpulkan para calon konsumen yang masuk tersebut, untuk diberi prospek secara soft selling melalui broadcast message WA.

Tapi BM nya jangan keseringan yaaa.. biar nggak diblokir nomornya, lololol.

Begitulah..
Saya NAY dengan rahasia harga melalui cek inbox online shop, karena bisa diakalin dengan berbagai cara yang lebih elegan.

Kalau temans?

Sidoarjo, 28 Oktober 2019

Sumber : Pengalaman Pribadi
Gambar : Unsplash

51 komentar :

  1. Aku jg tim NAY banget mbak kalo harus "cek inbox ya kak!"

    Alasan : wasting time. Harus nunggu respon seller dulu... Belum kalo misal harganya g cocok sama budget, maka pembeli harus cari seller lain. Aduh capek dewhhhh~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener banget tuh, kalau kita udah tahu harganya di awal kan, kita bisa nentukan, mau beli atau enggak ya :)

      Hapus
  2. Sepakaaat mbak!
    Suka males/mundur teratur kalo tanya harga malah diminta DM/inbox, dan persis, yang saya lakukan baca-baca komentar aja :D
    Salam dari Cepu-Jateng :)

    BalasHapus
  3. sip mbak, kita satu tim, aku juga jualan online. dulu sempat juga model gituan, tapi lama kelamaan, aku memposisikan diriku aku sebagai pembeli suka males kalau mau tnya harga suruh cek inbox, seperti mbak juga, kalau udah tanya harga berarti kemungkinan beli itu besar. jadi sekarang ig jualan aku udah kaya toko atau katalog gitu, udah ada harga dan spesifikasinya juga.. he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, nah meskipun demikian, pasti ada yang nanya harga juga, jadi pasti ada komen juga ya :)

      Hapus
  4. Nay jugaaa. Kalau dari sisi saya sebagai pembeli, kalau nanya harga via japri trus ternyata ga jadi beli itu ga enak rasanya.

    Jadi kalau nemu seller yg ga cantumin harga dan saya kepo harganya, saya milih browsing ke marketplace. Yakin deh bukan dia aja yang jual. Ntar juga tahu kisaran harganya dari marketplace, haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, iya ya, lagian sebenarnya lebih terpercaya di marketplace :)

      Hapus
  5. Klo aku males klo kudu cek inbox kak rey, maunya klo liat liat dagangan onlain langsung tertera harga berikut rule of de game klo mau beli dagangannya
    Soale aku paling males ngechat tanya2 dan ujung ujunge ketemu sellerbyang juetek huhu
    Pasti aku kapok klo ketemu seller jutek, makanya sebisa mungkin keterangan dagangan uda jelas dari awal

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, iyaaa.. banyak juga ya seller kayak gitu, mungkin dia lupa, kalau orang jualan offline pun kudu rajin jawab pertanyaan calon pembeli :D

      Hapus
  6. Ini kontradikfif juga sih. Kita disuruh nanya lewat personal chat tapi kalo nggak jadi beli merekanya nguneg, "Kalo cuma mau ngecek harga mending gausah ngechat."
    Lah maksudnya apa, setiap orang pasti punya pertimbangan tiap membeli barang, gak cuma asal beli aja.

    BalasHapus
  7. Aku kesel kalau ada olshop yg post produk tp ga ada harganya, kalau ada web atau store onlinenya mending, kita bisa cek sendiri, kalau hrs cek inbox aku juga kadang males bgt, ribet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener, mending beli di website langsung ya, meskipun pesannya biasanya di WA, minimal udah tahu harganya :)

      Hapus
  8. Saya tim NAY. Bener nih Mbak kalau di dunia nyata saya lebih suka belinya yang harganya tertera dengan jelas. Apalagi di dunia maya. Lebih sukanya juga pesan olshop yang harganya gak pake dirahasiaain segala.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan, lebih senang belanja ga usah nanya, tapi liat sendiri harganya, jadi lebih bisa mikir tenang mau dibeli atau enggak :)

      Hapus
  9. Iya sih mba kadang kita cuma nanya aja gak beli karena harganya itu gak dicantumin di postingan, pas ditanya di inbox malah harga gak sesuai kantong, akhirnya gak jadi beli deh.. Tapi ya, setiap penjual kan melakukan hal kayak gitu ada alasannya juga sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, cuman kalau dari sisi pembeli males jadinya, akhirnya kan gagal menjual hahaha

      Hapus
  10. Nay juga, udah keburu males duluan.. mending cari seller lain yg udah transparan harga n detail barang. Kecuali kadang ada beberapa seller yg biasa nyantumin harga, khusus barang2 tertentu dia ga munculin harga (entah krana barang ny dikit, atau harganya beda sama barang dia yg biasa). Nah kalau udah biasa kaya gt, aku bakal tetep nanya klo emank pengen barangnya. Tp klo seller unknown ga nyantumin harag, big no, nge follow aja aku ga akan mau 😁

    BalasHapus
  11. Mbak2 kalau di FB memang inbox2an, kalau mau niat beli carinya di IG atau market place, disana terpampang nyata harga dari mulai banting harga sampai overclaim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak juga kok, saya barusan beli jilbab di FB, tentu saja harganya udah dipajang di awal, jadi pas saya chat, langsung pesan, bayar, sudah deh :D

      Hapus
  12. Saya juga nay, males nanya nanya
    Soalnya sungkan kalau ternyata gak jadi minat gara gara tahu harganya, Wkwkwk

    BalasHapus
  13. Aku alergi diminta inbox kan...soalnya bunyinya suka gini: bang lagi jauh dari rumah nih...tolong isiin pulsa, padahal itu teman sendiri, kiranya akunnya kena culik...

    Tapi gak apa apa kok belanja online asal harganya jelas, maksudnya gini, biar bisa cari yang lebih murah lagi....hehehehe

    BalasHapus
  14. sebagai pedagang online (ehem).. aku juga NAY sih. Lebih baik langsung aja ku kasih tau harganya, supaya transaksi nya lebih cepet. Lagian kan capek kalo kudu bales2in pertanyaan dari calon konsumen. mana cuma nanya harga doang blm tentu jadi beli.. lama-lama jempol keriting wkwk..

    jadi, lebi baik ku langsung kasi tau harganya. paling pembeli cuma nanya stok nya masih ready atau engga, kalo masih, biasanya sih lanjut transaksi pembayaran.. hihi..

    kalo masalah harga jual ketauan olshop lain.. yaa ndak apa2 aku sih, rezeki udah ada yang atur kok.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah! kurang kerjaan banget hahaha.
      Kalau mau ada bonding dengan calon customer bisa kok, caranya jalin komunikasi di akunnya langsung :)

      Hapus
  15. Kwkwk.. Sy juga gemas nih mbak kalau ada orang jualan mesti dm atau inbox dulu. Biasanya yang begitu online shop ya. Sekarang kelas menulis pun sama.. Pas tahu seperti itu dalam hati bertanya-tanyaa. Buat apaa sih? Owh ternyata banyak rahasia di balik trik ini ya mbak.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, iya mba, saya juga sedih, bahkan kelas penulis pun ikut-ikutan, dan lebih bete lagi, udah minta di inbox, kalau nggak jadi dijadiin status bahahahahahaha

      Hapus
  16. Di IG kadang2 juga gitu mbak.. Ga nyantumin harga. Kalo ga nyantumin harga aku malah jadi parno jangan2 harganya mahal. Ga pernah ngechat jadinya.. Tp kalo link di bionya itu link ke webnya atah marketplace suka kubuka buat intip harganya. Hehehhee...

    BalasHapus
  17. Saya juga males, Mbak kalau beli harus check-check inbox.
    Cuma, mungkin mereka memiliki strategi sendiri dalam berjualan which is itu work out buat dia. Dan saya pun menyarankan kawan-kawan untuk melakukan strategi ga pakai rahasia2an kalau mau jualan, mempermudah yang beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, bisa jadi juga sih, mungkin ada beberapa customer yang mau aja inbox ya :)

      Hapus
  18. NAY BANGETTTTTTT hahahahha.. aku sebeeel kalo ada olshop yg gini. bisa dibilang aku bakalan ga jdi beli sih. Lbh suka follow olshop yg jelas2 udh ada harga. Truuus ya rey, aku benci jg olshop yg dikunci. itu ibarat jualan, tp pintunya ga dibuka.. niat ga siiiih wkwkwkwk... ga ush sok ekslusif deh padahal brg yg dijual juga bukan yg muahalnya gimana :p. jujur yaaa, kdg aku memang penasaran ama brg2 si olshop yg dikunci itu. tp setelah aku di approve, liat brgnya, trus kluar lg hahahaha. males aja beli2 ditempat yg begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahahaha.
      Betul mbaaaa :D

      Toko tapi ditutup, memang sih takut dicomot dan ditiru, tapi jadinya menutup rezeki juga kalau menurut saya, karena nggak semua orang mau follow mereka.

      Jadinya rezeki dari bukan follower jadi buyar deh :D

      Hapus
  19. menurut saya kalau niat jualan langsung sertakan harga hehe kalau inbox dulu terkesan dipersulit sih. meskipun saya tau kenapa mereka minta utk inbox, karena utk mendata interest people about their product aja.

    BalasHapus
  20. aku jualan case hape di FB, belom update harga karena kebanyakan yg dipasang terus aku sendiri keburu malas kwkwk seller mood2an... tp sering aku dapati seller ga majang harga, cust cuma tanya aja eeh dijulidin di status, "chat doang beli kagak" itu juga bikin sebel

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, itu kayaknya nggak mau jualan, masa nanya aja nggak boleh, makanya pajang harganya ya biar nggak nanya aja :D

      Hapus
  21. Gue tipe yg transparan.. jual produk beserta harga, deskripsi, pengiriman dan cara pesan. Sejelas2nya.. dimensi kadang berat juga disertakan.. soalnya males jawab pertanyaan yg sama berulang2.. jadi aq post berusaha sejelas2nya..

    Nah.. komplain2 penjual dan pembeli yg bertebaran.. justru jadi jurus marketing aq. Jual produk jelas, gambar banyak, gratis ongkir dan COD.. pembeli cuma butuh inbox nama alamat saja. Urusan lain biat penjual yg atur.. jadi untuk pembeli yg gak mau repot ini itu.. boleh tuh kepoin page aq di ishiko official 😀

    BalasHapus
  22. Gw si kagak pernah beli di di fb, selalu di marketplace. Enaknya gak perlu nanya harga karna harga gak tertera. Tapi gak enaknya olshop, gak bisa nawar, wkwkwk.


    Mbak-mbak, maaf nih, mau out of the topic. Mbak Rey kan bukan orang jawa. Tapi udah lama tinggal di jawa. Jawa Timur lagi, kan medok banget tuh jawanya. Udah bisa ngomong jawa belum? Atau masih belum bisa? Ada pengalaman lucu gak tentang bahasa jawa? Atau pernah salah nankep barangkali? Gw penasaran aja pengen tau dari sudut pandang orang luar jawa mengenai bahasa jawa. Tulis aja mbak jadiin postingan, buat lucu-lucuan aja, wkwkwk. Makasih mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh boleehh... boleehhh... sebenarnya mau tulis ini sejak lama, tapi taukt dibilang SARA :D

      Saya udah 19 tahun di Jawa, udah 12 tahun jadi warga Surabaya, tapi belum bisa ngomong Suroboyo, eh bisa sih, tapi aneh, jadinya selalu diketawain.
      Kalau artinya sih tahu, asal bukan bahasa Jawa yang halus gitu :D

      Hapus
  23. Dahulu ketika harga batu cicin akik meroket,banyak yg ngasih harga Via Inbox.Namun....biasanya harga yg ngk terbuka keq gini , agak alot negosiasinya.tpi ada juga yg gampang.

    BalasHapus
  24. Lebih suka yang harganya sudah dicantumin daripada harus inbox. Ribet :)
    Apalagi kalau ketemu seller yang baperan, gak jadi beli terus dia malah ngambek... hahaha...

    BalasHapus
  25. sama mbak, kadang ada akun jualan yg diprivat, ini apa coba maksudnya, aku sendiri aja ga paham akun kok diprivat.
    Trus "cek dm", aku udah mikir oohh pasti mahal nih sampe main rahasia-rahasian segala

    BalasHapus
  26. kalau aku nanya harga, terus di jawab cek inbox, saya langsung berpikir " memang harga tiap konsumen beda ya?"

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)