Friday, April 20, 2018

Anak Makan Permen, Yay Or Nay?


Assalamu'alaikum :)

Anak makan permen?
Dulunya sih saya pasti teriak, NO!
Bukannya tanpa alasan, tapi karena saya dan suami sering merasakan sakit gigi (meskipun bukan hanya permen penyebabnya), saya jadi parno banget jika kakak Darrell juga ikutan merasakan sakit gigi kayak kami.
Sakit gigi itu BERAT! kakak Darrell gak akan sanggup, biar mami papi saja :D

Meskipun, seheboh apapun saya menjaganya, toh akhirnya gigi kakak gak seperti yang saya impikan karena tingkahnya yang super aktif.



Sebuah kejadian kemudian membuat saya merubah aturan yang saya terapkan sekian lama, yaitu tidak mengenalkan kakak Darrell makan permen, yaitu saat usianya 4 tahunan dan dibelikan beberapa jenis permen oleh kakeknya, salah satunya adalah permen karet.

Oleh kakak Darrell yang memang sama sekali gak pernah makan permen sampai di usia segitu, permen tersebut dimakan layaknya biskuit dong.
Shock lah saya, demikian juga sang kakek yang pucat pasi sekaligus terheran-heran mengapa  sampai usia 4 tahun dia belum mengenal cara makan permen, dan mengaku dosa lah saya dengan segepok alasan, salah satunya karena gak mau kakak Darrell sampai harus merasakan sakit gigi kayak saya.

Ternyata, melarang anak untuk benar-benar gak boleh makan permen itu juga tidak baik adanya.
Salah satunya karena akhirnya dia jadi gak tau bagaimana cara mengkonsumsi permen tersebut.
Seperti kakak Darrell yang memakan permen dengan digigit sampai hancur lalu ditelan (termasuk permen karet, hiks).
Bukan salah dia juga sih, salah saya sebagai ibunya yang gak pernah mengenalkan permen dan mengajarinya rule atau batasannya.

Sejak kejadian itu, saya merubah aturan tentang permen.
Perlahan-lahan saya mulai menyetok permen lagi, sebenarnya dulu juga sering nyetok di rumah, tapi selalu melarang kakak Darrell meski hanya sekadar mencicipinya.
Lalu, mulailah kakak Darrell belajar makan permen, dan Alhamdulillah, ternyata karena memang sudah terlatih sejak kecil membatasi selera ngemil (agar tidak jadi kayak maminya yang hobi ngemil), kakak Darrell bisa menuruti aturan makan permen dengan batasan maksimal 2-3 biji per hari.

Lalu bagaimana dengan giginya?


Satu hal yang selalu ditakutkan para orang tua jika anaknya makan permen adalah GIGI ANAK BAKAL RUSAK.
Padahal hal tersebut tidak melulu disebabkan oleh permen.
Alhamdulillah, meski kakak Darrell sering makan permen dengan batasan yang sudah disepakati, giginya tetap baik-baik saja, bahkan sehat banget.

Tentunya karena kedisplinan dia yang rajin gosok gigi sejak kecil.
Meskipun akhirnya harus berurusan dengan dokter spesialis gigi anak, namun hal tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh permen.
Gigi susunya sehat dan bagus :D

Kebanyakan gigi anak rusak dikarenakan malas gosok gigi, bahkan jika anak jarang makan permen, namun malas gosok gigi, dijamin giginya bakal hitam-hitam dimakan monster kata kakak Darrell, hehehe.

Permen Pindy Susu yang sehat, aman dan insha Allah halal.


Meskipun kakak Darrell, sudah mendapatkan izin makan permen dengan batasan tertentu, bukan berarti dia bebas makan permen apa saja, terutama jika permen yang dia konsumsi adalah permen yang dijual bebas dan gak jelas kandungannya.

Permen yang punya kandungan bahan yang sehat, aman di konsumsi oleh anak dan pastinya halal, menjadi prioritas utama bagi saya dalam memilih permen buat konsumsi anak.
Dan salah satu pilihan saya adalah PERMEN PINDY SUSU.

Permen ini baru saja menjadi viral di sosmed, karena gosip yang menceritakan kalau permen ini diracik dari bahan yang berbahaya.
Saya sendiri sebenarnya tidak pernah melihat/membaca berita itu secara langsung, namun beberapa waktu lalu si papi pernah menceritakan kalau ada permen susu yang dikabarkan mengandung narkoba.

Saya yang memang sering mengkonsumsi permen tersebut, tentu saja gak percaya.
Mengapa?
Hello!! Permen Pindy Susu kan dibuat oleh perusahaan yang sudah lumayan malang melintang di Indonesia yaitu PT. INASENTRA UNISATYA.
Sudah ada sejak 1978, dengan berbagai produk yang telah diproduksinya, adalah hal yang sama sekali gak masuk akal, jika mereka mau merusak nama baiknya sendiri dengan memproduksi permen dengan kandungan bahan terlarang.

Dan ternyata memang benar, BERITA ITU HOAX ADANYA.

Badan POM sendiri telah mengeluarkan penjelasannya tentang hal tersebut di sini, dan yang paling penting juga Permen Pindy Susu telah terdaftar di BPOM, serta telah bersertifikat HALAL.

Jadi insha Allah, amat sangat aman dikonsumsi oleh anak.

Alhamdulillah, permen favorit tetap aman untuk dibuat stok camilan manis.

Permen Pindy sudah menjadi favorit saya sejak lama, bahkan sejak zaman Pindy Mint, dingin-dingin empuk :D.

Permen ini terdiri dari 3 varian rasa, Starwberry and milk chewy candy, chocolate and milk chew candy, dan milk chewy candy.
Teksturnya yang chewy menjadi salah satu alasan mengapa jadi favorit keluarga kami.
Kalau kakak Darrell paling suka yang rasa susu dan cokelat, kalau maminya sih gak usah ditanya lagi, pastinya suka semuanya lah LOL.

Bukan hanya aman buat anak, sebagai mamak-mamak menyusui pun saya tidak merasa takut mengkonsumsi permen Pindy, karena setiap butirnya sama sekali tidak mengandung lemak.
Jadi insha Allah ama buat berat badan, asal di konsumsi dengan batasan yang wajar.
Kalau sehari habis 3 pak ya siap-siap saja sakit gigi hahaha.

Oh ya, untuk keterangan lengkap mengenai permen Pindy Susu bisa diliat di www.iu.co.id
Atau kunjungi Fanpage Permen Pindy dan IG @permenpindy_id .


Konsumsi jajan tiap hari? Tidak masalah asalkan...


Entahlah menjadi anugerah atau musibah bagi kakak Darrell ditakdirkan lahir dari rahim seorang ibu yang hobi banget ngemil kayak saya.
Jadinya, sangat jarang terjadi, di rumah gak ada camilan sama sekali. Karena saya selalu sedikit depresi jika gak ketemu camilan :D

Selain camilan sehat seperti biskuit, permen Pindy Susu adalah salah satu camilan yang tak pernah terlewatkan dari list belanjaan camilan saya setiap bulannya.
Dan sudah bisa dipastikan, kakak Darrell juga ikutan mengkonsumsi camilan manis tersebut.

Bagi saya, tidak masalah jika anak selalu mengkonsumsi jajan atau camilan setiap hari, asalkan :
  1. Pilih camilan yang sehat, dulu sewaktu kakak Darrell masih kecil dan saya belum tenggelam dalam urusan bisnis dan urus bayi, saya selalu rajin membuat jajanan sendiri di rumah, entah itu cookies yang gluten free, hingga cake semacam brownies juga puding. Sekarang sudah jarang banget punya waktu bikin jajanan sendiri, hingga disiasati dengan beli jajanan yang sehat dan menghindari MSG.
  2. Pilih camilan yang hygienes, karena kakak Darrell punya masalah pencernaan sensitif (sama kayak maminya), saya lebih memilih jajanan toko ketimbang jajanan basah. Kalaupun jika harus beli jajanan basah di pasar, sebisa mungkin saya pilih jajanan yang benar-benar bersih, ada pembungkusnya dan tidak dibiarkan terbuka bebas dihinggapi lalat ataupun debu.
  3. Atur dan batasi pola konsumsi jajannya. Meskipun hanya sekadar ngemil, namun saya selalu membiasakan untuk ngemil di waktu-waktu tertentu dengan porsi yang secukupnya.
  4. Perbanyak minum air putih. Kakak Darrell selain memiliki pencernaan yang sensitif, pun juga sering terserang alergi yang sampai sekarang saya gak tau pasti alerginya apa karena gak mau di test (gak tega liat anak ditusuk-tusuk). Sering terjadi kakak Darrell jadi batuk setelah mengkonsumsi jajanan. Oleh karena itu membiasakan minum air putih yang banyak menjadi solusi dan Alhamdulillah seiring waktu dia akhirnya kebal terhadap beragam jajanan.
  5. Rajin gosok gigi. Kalau ini Alhamdulillah sudah jadi good habbit dia sejak bayi. Kebiasaan yang saya tanamkan itu membuat dia gosok gigi hingga 3 kali sehari (saat mandi pagi, mandi sore dan sebelum tidur)
Alhamdulillah, berkat kebiasaan di atas, acara ngemil kakak Darrell tidak pernah lagi menjadi masalah pada kesehatannya.

Bahkan makan permen pun bebas dia lakukan selama sesuai dengan yang saya ajarkan.
Dan proud me, kakak Darrell jadi bisa menahan diri saat teman-temannya makan permen sebanyak-banyaknya dengan jenis yang beragam di depannya.

Karena mungkin dia sudah pernah merasakan makan permen, jadi camilan imut manis tersebut sudah tidak terlalu menggoda untuk dia paksakan konsumsi dalam jumlah yang banyak seperti lainnya.

Kalau teman-teman, ada yang suka permen Pindy Susu?

Share di komen yuk.

Semoga manfaat :)


Sidoarjo - 20 April 2018

Love

9 comments:

  1. Saat saya masih kecil permen ini belum ada, coba waktu itu sudah ada mungkin saya sudah jadi pengemarnya, :)

    ReplyDelete
  2. waah, kakak darrell giginya bagus ya mbaa.. bisa nih tipsnya buat bekal kalo aku udah punya anak. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Alhamdulillah.
      Kasian aja kalau masih kecil jadi sakit gigi 😊

      Delete
  3. Setuju Mbak..kalau enggak kita kenalkan satu jenis makanan seperti permen, mereka enggak bakal tahu, sekalinya tahu jadi kayak kalap saja...
    Yang penting kontrol utama tetap di orang tua

    Btw, permen Pindy Susunya bikin ngiler euyyy:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, minimal wajib dikenalkan ya mba.
      Kalau ga keblabasam :D

      Delete
  4. Betul banget nih permen pindy enak teksturnya chewy jd nginep digigi anak cm bentar doang ah. Tp ttp y hrs gosok gigi, noted. Thanks tipsnya mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus rajin biasain gosok gigi mba, banyak kok makanan yang lengket di gigi, kalau gak mau lengket bisa pasangin kayak lapisan apaa ya gitu namanya, saya kemaren ditawarin dokter spesialis gigi anak buat pasang di gigi anak saya, cuman belum sempat pasang :)

      Delete
  5. Menurutku sih anak2 makan permen ga masalah ya, selama ga lupa menggosok gigi dan menjaga kesehatan mulut, kan biar ga sakit iginya. Permen Pindy ini ada kandunan susunya jadi baik untuk kesehatan. Banyak2 makan permen juga ga apa2 sih. AKu suka nyediain pemen di rumah kok :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...