Thursday, April 05, 2018

Pengalaman dan Biaya Konsultasi Ke Dokter Spesialis Gigi Anak Di Surabaya


Assalamu'alaikum :)

Postingan ini penting banget untuk saya tulis, mengingat kemaren saya sedikit sewot saat mencari informasi tentang dokter gigi anak dan ternyata di Google sangatlah minim info.

Mungkin sudah menjadi jalannya bagi kakak Darrell untuk selalu berurusan dengan dokter, baik dokter spesialis hingga profesor.
Dari dokter anak, hingga dokter gigi anak.

Menjadi orang yang pernah merasakan sakitnya teramat sangat dari sakit gigi dan 'kejam'nya prosedur di dokter gigi mengeruk isi dompet, membuat saya berjanji pada diri sendiri kalau cukup saya yang ngerasain hal itu, tidak boleh terjadi pada anak.

Jadilah saat kakak Darrell masih bayi pertama kali muncul gigi bawahnya, saya langsung heboh bin excited merawat giginya.
Dari yang selalu menggosok gigi mungilnya agar dia terbiasa rajin gosok gigi, hingga menjaga agar kakak Darrell tidak over mengkonsumsi makanan manis, salah satunya adalah permen dan cokelat.


Daftar Oriflame
Hasilnya? Alhamdulillah saya bersyukur banget, kakak Darrell tumbuh dengan gigi susu yang super kece, senyumnya manis dengan barisan gigi-giginya yang bagus, bersih dan rapi.
Sampai akhirnya dia semakin besar dan gigi susunya mulai goyang-goyang serta akhirnya tanggal satu persatu.
How i miss gigi lucunya, hiks

Di sisi lain, kakak Darrell juga tumbuh menjadi anak yang kurang pandai menjaga diri sendiri, mungkin karena sejak bayi saya menjaganya dengan over banget, jadilah dia terbiasa kalau hendak jatuh ada yang sigap megangin.
Hasilnya, setelah dia besar dan gak setiap saat bisa di sisi maminya seperti dulu, tak ada lagi yang sigap memeganginya saat dia terjatuh.

Dan berkali-kali terjatuh dengan sukses mencium tanah, hiks.

Bahkan gigi susu depannya, copot sebelum waktunya karena jatuh.
Kangen senyum imutnya, dengan giginya yang sehat

Puncaknya terjadi saat sekitar bulan September tahun 2017 lalu, saat itu saya sedang hamil mendekati HPL, kakak Darrell yang memang setiap sore saya beri waktu sejam untuk main sepeda bersama temannya, tiba-tiba telat dari jam pulangnya.
Agak lama saya menunggu dengan deg-degan dan tak henti berdoa, sampai akhirnya seorang satpam komplek datang memberi tahu saya bahwa kakak Darrell terjatuh dari sepeda dan mulutnya berdarah banyak.

Masha Allah...
Saya langsung pucat pasi juga panik, sudah mulai berpikiran yang macam-macam, tanpa memperhatikan keadaan diri saya langsung menjemput dia ke tempat yang dikatakan satpam, baru saja beberapa langkah meninggalkan rumah, si satpam datang membawa kakak Darrell dengan keadaan mulutnya berdarah.

Gak usah ditanya bagaimana perasaan saya saat itu, gundah, sedih, panik, takut dan lain-lain menjadi satu, sampai-sampai perut buncit saya terasa keram.
Alhamdulillah setelah cepat menguasai keadaan diri, saya segera mengambil kassa untuk membersihkan mulutnya.
Ternyata yang luka adalah bagian gusinya, lukanya lumayan besar, untuk ketahan gigi seri depan yang masih di dalam gusi. Karena panik dan bingung mau ke mana, saya memutuskan mengajaknya ke dokter umum di dekat tempat tinggal kami.

Oleh dokter hanya di beri obat pereda nyeri dan salep agar lukanya bisa cepat sembuh dan gak jadi sariawan parah.
Gak karuan rasa hati melihat kondisi gusinya, meskipun juga dalam hati tak henti bersyukur karena untuk ada gigi di dalam gusinya yang nahan.
Karena setelah ditanya, ternyata dia jatuh menabrak mobil yang sedang parkir dan pasrah jatuh duluan mulut di plat mobil hiks.

Karena keesokan harinya, darahnya udah berhenti keluar, kami gak lagi berpikir akan ke dokter gigi, terlebih saya rencananya beberapa hari lagi bakal operasi sesar.

Waktu berlalu, hingga akhirnya adiknya si baby Adean lahir, sayapun sudah nyaris lupa dengan maksud membawa kakak Darrell ke dokter gigi karena gusinya yang luka dan giginya yang sebenarnya belum waktunya terlihat jadi kelihatan dan jadinya muncul ke depan karena mengikuti sobekan gusi.

Hingga suatu hari saat adiknya masih berusia 2-3 mingguan, tiba-tiba kakak Darrell pulang dari sekolah dengan memakai seragam yang tidak saya kenali.
Usut punya usut ternyata dia HABIS JATUH LAGI DAN KENA GIGI DAN GUSI DEPAN LAGI SODARA! huhuhu.
Kakak Darrell mulai berisik, mengajak kami ke dokter gigi karena kata dokter di UKS nya, kakak Darrell harus ke dokter gigi untuk periksa gigi.

Namun karena kesibukan saya yang tenaga, waktu benar-benar terkuras mengurus bayi, saya dan suamipun menunda-nunda kunjungan ke dokter giginya.
Yang akhirnya MENJADI PENYESALAN SAYA SEUMUR HIDUP, huaaaaaa.... *dan saya nangis lagi.

Akhir Maret lalu, saya kesal sekali dengan kakak Darrell yang semakin hari semakin caper, hingga gak sengaja saya mendorong dia dan giginya kena lututnya laluuuuuuuu tanggal sodara..
Gak usah nanya perasaan saya...

Saat menyadari gigi depannya yang mana itu adalah gigi permanennya tanggal, saya langsung histeris memeluknya meminta maaf sambil tiba-tiba flashback kenangan saat dia masih bayi.
Saat gigi susunya pertama kali tumbuh, betapa excitednya saya.
Saat tanpa lelah meskipun kadang harus terkesan galak menyuruhnya sikat gigi karena semata saya gak mau giginya rusak seperti gigi mami papinya.
Tidak ada malam yang rasanya terlewat tanpa dia sikat gigi, demi semata agar giginya tumbuh sehat.

Semalaman saya menangis sambil memeluk kakak Darrell yang sepertinya belum sepenuhnya sadar kalau dia kehilangan gigi permanennya.
Eh gak cuman semalam ding, 3 hari 3 malam, sampai bengkak mata saya.
Kalau gak mikir hari Sabtu saya bakal ketemu teman dari Hongkong dan malu kalau mata saya bengkak, rasanya masih pengen nangis sampai (terasa, meskipun hanya TERASA) puas.

Suami sampai kehabisan akal menghibur saya, mengatakan bahwa itu bukan kesalahan saya, tapi tetap saja momen itu menyiksa banget buat saya.
Berasa saya gagal banget jadi ibu, bahkan sudah mengorbankan segalanya demi anak-anak, toh juga anak-anak gak aman di tangan saya, hiks.

Akhirnya, keesokan malamnya kamipun mengunjungi dokter gigi rekomendasi kakak ipar di daerah Sukodono, Sidoarjo.
Namanya dokter gigi Indah, praktik di Ds Klagen - Wilayut, Sukodono, Sidoarjo.
Alhamdulillah dokternya baik banget, terlebih memang kenal dengan mbak ipar saya, mbak Ninik.
Beliau juga menyayangkan gigi tersebut, dan karena gak tau giginya seperti apa, apa masih ada akarnya yang tertinggal atau bersih, kami disarankan untuk foto panoramic giginya.

Dan akhirnya, Sabtu 2 April kemarin, berangkatlah kami membawa surat keterangan drg. Indah ke Parahita Sidoarjo sesuai dengan petunjuk dokternya.
Eh ternyata alatnya sedang rusak dan kami disarankan untuk foto panoramic di Surabaya.
Kamipun akhirnya ke Parahita Dharmawangsa untuk foto panoramic tersebut.

Sengaja saya gak mau browsing-browsing tentang hal itu, takut kebaca hal-hal yang seram, terlebih sebenarnya saya parno banget ama sinar rontgen gitu, tapi dengan bismillah karena emang penting ya akhirnya kamipun ikhlas membawa kakak Darrell rontgen gigi atau yang biasa disebut foto panoramic gigi.
Oh ya, ternyata harga rontgen gigi di parahita itu berbeda-beda setiap cabangnya.
Saat di Sidoarjo saya tanya, harganya sekitar Rp. 225.000, dan ternyata di Parahita Dharmawangsa Surabaya, kami merogok kocek Rp. 264.000 untuk biaya foto rontgennya.

Karena parno, saya akhirnya ikut masuk ke ruangan rontgen, meskipun saat penyinaran saya ikutan petugasnya kabur sembunyi di balik dinding yang tersedia.
Dan Alhamdulillah, hasilnya bisa diambil dalam hari itu juga, cukup menunggu sekitar 4-5 jam saja.

Saat hasil sudah diambil, kembali saya mengernyitkan dahi, gimana enggak?
Hasil fotonya serem amat, kayak melihat gigi monster yang saling tumpang tindih, saya lalu bertanya pada petugas di Parahita, dan ternyata kata mereka hasil rontgen gigi anak usia 7 tahun memang seperti itu, karena banyak bakal gigi yang belum tumbuh masih tertanam di dasar gusi, jadinya terlihat kayak tumpang tindih.

Setelah hasil foto kami terima, kami segera mengunjungi drg. Indah lagi, dan beliau akhirnya gak berani mengotak atik lagi, karena kondisi giginya memang sudah lepas, gak ada sisa akar di dalam gusi, selain itu karena bekas luka di gusinya beberapa bulan lalu, gigi seri kakak Darrell tumbuhnya ke depan banget dengan kondisi gusi menggumpal di belakang gigi tersebut dan sukses makin mendorong giginya maju ke depan.

Kami akhirnya di sarankan untuk mengunjungi dokter spesialis gigi anak, dan direkomendasikan ke RSAL saja dengan menggunakan BPJS sambil terlebih dahulu meminta rujukan dari faskes 1.
Menurut drg Indah, kasus Darrell akan melibatkan beberapa dokter spesialis, dari dokter spesialis kesehatan gigi anak (Sp.KGA) atau Pedodontist, spesialis meratakan gigi (Sp.Ort) atau Orthodontist
dan spesialis ahli gigi tiruan (Sp.Prost) atau Prosthodontist, serta spesialis bedah mulut untuk masalah gusi yang menumpuk di belakang gigi depan (Sp.BM) atau Oral Surgeon.

Langsung kejer hati saya mendengar semuanya.
Ya mikirin prosesnya gak rela aja rasanya kakak Darrell bakal diotak atik mulutnya, belum lagi mikir urus rujukan, mikir antriannya, dan pastinya biayanya hiks..

Beruntung drg Indah tau kegundahan hati saya, dan disarankan minimal konsultasi dulu dengan dokter spesialis gigi anak.

Sayangnya, drg Indah gak punya koneksi kenalan dengan profesi tersebut, mengingat ternyata beliau hanya praktek di rumahnya saja, karena kalau siang kerjanya di kantor BPK ngurus keuangan (ladalaaahh, ternyata ibu dokter yang salah jurusan toh hehehe).

Di tengah kegalauan kami, saya jadi teringat akan plang sebuah klinik tempat beberapa dokter praktek di daerah Gayungsari, Surabaya.
Saat itu kami sedang makan pecel yang mangkal di halaman klinik atau yang lebih tepat disebut apotek itu setiap pagi hari.

Dan malamnya kami langsung survey lokasinya dan berhasil mendapatkan kartu nama apotek tersebut yang bernama apotek Rumah Safa.

Keesokan harinya sayapun menelpon, dan mendapatkan kabar kalau dokter yang praktek di situ namanya drg Dian Ayu Sp.KGA, dokternya masih muda berusia sekitar 30an gitu.
Biayanya juga terbilang murah, maka setelah saya diskusi dengan si papi, kami memutuskan untuk konsultasi ke situ dulu, yang penting tau apa yang harus kami antisipasi demi gigi kakak Darrell.

Dan akhirnya, Rabu malam tanggal 4 April kemarin, kamipun menuju ke Apotek Rumah Safa tersebut, kami sampai tepat pukul 7 malam dan hanya menunggu sekitar 5-10 menit hingga akhirnya dipanggil untuk menuju ke ruangan dokter spesialis gigi anak yang berada di lantai 2.

Kamipun naik tangga, dan terpesona saat sampai di lantai 2.
Suasananya sepi banget, mungkin karena klinik tersebut  masih belum terkenal.
Terlebih dokter gigi anak adalah seseorang yang jadi pilihan terakhir didatangin pasien.
Gimana enggak? dokter gigi umum saja lumayan mengeruk isi dompet karena memang prosedurnya harus berkali-kali datangnya.
Apalagi dokter spesialis??

Di lantai 2 terdapat beberapa ruangan praktek dokter, selain itu ada mushala yang bersih dan lengkap dengan hiasan dinding yang lucu.
Ada ruang menyusui, tempat ganti popok bayi, serta ruang tunggu yang lumayan luas.
Depan ruangan praktek dokter gigi anak

Ruang tunggu

Mushola

Kami langsung di suruh masuk oleh seorang suster, daaan Alhamdulillah dokternya ternyata masih muda, kayaknya sih baru saja lulus hahaha.
Orangnya ramah banget plus cantik pula, pintar banget mengambil hati anak kecil, jadi kepo kayaknya di kurikulum dokter spesialis gigi anak ada mata kuliah psikologi anak kali yaakk hahaha.

Dokternya aktif banget bertanya, mencatat semua hal-hal keluhan saya dengan detail, memeriksa gigi kakak Darrell (sambil tetep juga menyayangkan giginya bisa tanggal padahal giginya sehat semua)
Mengajarinya good habbit agar gak merusak penampilan gigi, serta menolak melakukan pencabutan gigi susu kakak Darrell yang sudah goyang karena ini adalah kali pertama dia ketemu kakak Darrell dan gak ingin membuat pasiennya takut akan dokter gigi jika langsung dilakukan hal-hal yang kurang asyik misalnya cabut gigi.

Alhasil hampir sejam kami dalam ruangan membahas keadaan gigi kakak Darrell beserta rencana yang bakal dilakukan demi memperbaiki giginya.

Alhamdulillah Wa syukurillah, si dokter gak menyarankan bedah gusi, insha Allah bisa diakalin katanya, sementara gak ada yang bisa dilakukan selain memberi semangat ke kakak Darrell agar gak minder dengan keadaan giginya.

Rencananya bakal di tunggu gigi seri keduanya tumbuh ke permukaan gusi, lalu bakal dipasang braket atau kawat gigi agar gigi seri depannya yang nongol bisa ketarik di tempatnya semula.
Setelah itu bakal dipasangin semacam gigi sementara untuk menjaga space serta menjaga gigi di sekitar yang tanggal gak goyang dan miring sana sini.

Karena kondisi gigi geraham kakak Darrell sedikit bergerigi, dokter menawarkan untuk memasang sealant agar makanan gak bisa nempel di gigi.
Tapi kami menolak, dan hanya diberi vitamin gigi berbentuk seperti pasta gigi dengan rasa strawberry.

Setelah selesai periksa, si dokter mengambil gambar kondisi gigi di mulut kakak Darrell dengan menggunakan kamera ponsel, demikian pula keadaan gigi yang tanggal serta foto rontgen panoramic gigi yang kami bawah.

Setelah puas konsultasi dan membicarakan rencana yang bakal diambil nanti, kamipun pamit pulang.
Bayarnya langsung disuruh ke kasir, dan dengan deg-degan saya menanti bill nya yang ternyata habis sebanyak Rp. 185.000.
Rp. 25,000 untuk pendaftaran pasien baru di klinik Rumah Safa
Rp. 80,000 untuk jasa konsultasi dokter (lumayan murmer ya, padahal dokter spesialis loh dan kami puasss banget konsultasinya)
Rp. 80,000 untuk biaya tindakan pemeriksaan plus pemberian vitamin gigi.

Bagi teman-teman emak/ibu/umi/mama/mami yang punya masalah kesehatan gigi anak, bisa banget nih kunjungi tempat ini, sejauh tadi menurut saya recomended ya.
Saya juga gak sempat nanya biaya pasang kawat gigi dan lain-lain, namun saya dikasih kartu nama oleh drg Dian Ayu Sp.KGA yang katanya saya boleh hubungi beliau jika ada yang ingin ditanyakan via WhatsApp.

Kalau browsing-browsing sih, saya belum menemukan harga dokter spesialis gigi anak di Surabaya, yang ada cuman rekomendasi tempat praktek dokter spesialis gigi anak saja di Surabaya, namun liat lokasinya saja sudah keder duluan karena kebanyakan berada di lokasi elit.

Semoga gigi kakak Darrell bisa kembali bagus lagi, sunggu sedih banget gak habis-habis melihat senyumnya. Seolah menceritakan bahwa saya bukanlah ibu yang baik untuknya (mulaaaiii lagi dramanya) hiks.

Oh ya, dari kunjungan kami semalam, ada beberapa ilmu yang penting banget buat kesehatan gigi anak dari si dokter cantik :
  1. Tanamkan good habbit pada pergerakan mulut anak, misal gigi serinya agak maju ke depan, ajarkan agar anak selalu menaruh lidahnya di depan gigi untuk mendorong gigi ke dalam, demikian pula sebaliknya jika giginya terlalu mundur atau tidak rata/tumpang tindih. Juga ajarkan cara menelan dengan baik yaitu lidah harus berada di tengah mulut (langit-langit) agar tidak mempengaruhi gigi.
  2. Hindari bad habbit pada pergerakan mulut anak. antara lain, sering memegang gigi depan, lidah depan selalu mendorong gigi ke depan hingga mengakibatkan gigi seri atas atau bawah maju ke depan (tidak rata), menelan dengan kondisi lidah ditempelkan pada gigi seri (juga mengakibatkan gigi tidak rata). 
  3. Selalu tanggap jika anak terjatuh, terlebih jika terjadi benturan pada gusi atau giginya, segera kunjungi dokter gigi anak (bukan dokter gigi umum ya, karena beda penanganannya). Untuk kasus kakak Darrell, giginya tanggal karena trauma dari benturan berulang, jadi giginya sudah gak lengket dengan baik pada gusi, alhasil sekali kena benturan kecilpun langsung tanggal, hiks.
  4. Jika gigi permanen anak (bukan gigi susu ya) yang sedang dalam masa pertumbuhan tanggal, dan giginya bisa ditemukan, segera ambil dan pegang dibagian luarnya (jangan yang bagian akarnya) jika kotor segera basuh air sedikit saja, lalu masukan ke dalam air kelapa muda atau susu beruang (Bear Brand) atau jika belum menemukan air kelapa atau susu beruang, segera minta si anak untuk mengemut giginya sebentar sambil secepatnya cari air kelapa atau susu. Jaga agar anak tidak sampai menelan gigi tersebut. 
  5. Gigi anak yang tanggal dan secepatnya di basuh air liurnya (di emut anak), atau direndam dalam susu atau air kelapa sebelum 24 jam masih bisa diusahakan untuk dipasang kembali. Maka segeralah mengunjungi dokter gigi anak (bukan dokter gigi umum ya) sambil membawa gigi tersebut SEBELUM 24 JAM.
Alamat Apotik/Klinik Rumah Safa, tempat praktek drg. Dian Ayu Sp.KGA.

Apotek/Klinik Rumah Safa.
Telp : 031 - 829 5412

drg. Dian Ayu Sp.KGA
HP : 0812 3373 8833


Rumah Ah kakak Darrell, maafin mami yang salah mengasuhmu waktu kecil, terlalu takut terjadi apa-apa denganmu sehingga mami selalu saja melindungimu hingga kau tak tahu bagaimana cara melindungi diri sendiri.
Sesungguhnya, melihat senyummu sekarang...
IT'S REALLY BREAK MY HEART..

T____________T

Semoga curhatan dan info ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, sedikit sewot saya pas googling tentang dokter gigi anak di Surabaya gak nemu yang nulis pengalamannya sekaligus sama harganya.

TPJ AV - 05 April 2018

Love

4 comments:

  1. Masaallah saya Gak bisa bayangin mbak.. Tulisannya bermanfaat sekali terutama buat jaga Gigi anak. Tapi itu bukan salahnya mbak Rey koq, itu kecelakaan. Jangan sedih ya mbak! Tanamkan selalu motivasi dan pujian agar kak darell tetap percaya diri. Semangat mbak! Yang tabah mbak saya yakin Ada banyak kelebihan kak darell yg bisa ditonjolkan. Kak darell jagoan, penuh tantangan, Kalo anak saya jatoh terus Ada korengnya saya selalu bilang gpp jagoan itu Baru anak jantan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba, iya nih saya shock banget dan selalu merasa bersalah karenanya hiks.
      Kadang juga jadi makin galak dan melarang si kakak begini begitu, takut dia jatuh lagi :')

      Delete
  2. terima kasih banyak atas artikel nya, saya sdh cari dokter gigi anak di skitar tmpt tinggal saya susah skali. info nya sangat bermanfaat. trima ksh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bisa bermanfaat, karena saya juga menulis ini karena sulit banget mencari informasi detil tentang dokter gigi anak :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...