Thursday, April 05, 2018

Pengalaman & Biaya Konsultasi Dokter Spesialis Gigi Anak Surabaya

dokter gigi anak surabaya

Sharing By Rey - Dokter gigi anak Surabaya akhirnya menjadi seseorang yang kami perlukan juga, setelah bertahun semacam menghindari yang namanya dokter gigi.

Postingan ini penting banget untuk saya tulis, mengingat kemaren saya sedikit sewot saat mencari informasi tentang dokter gigi anak dan ternyata di Google sangatlah minim info.



Konsultasi Ke Dokter Gigi Umum Di Sidoarjo


Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, bahwa gigi si kakak Darrell tanggal karena saya dorong, dan memang kondisi giginya sudah rapuh oleh trauma jatuh dan terantuk berulang.

Akhirnya, keesokan malamnya kamipun mengunjungi dokter gigi rekomendasi kakak ipar di daerah Sukodono, Sidoarjo.Namanya dokter gigi Indah, praktik di Ds Klagen - Wilayut, Sukodono, Sidoarjo.

Alhamdulillah dokternya baik banget, terlebih memang kenal dengan mbak ipar saya, mbak Ninik.
Beliau juga menyayangkan gigi tersebut, dan karena gak tau giginya seperti apa, apa masih ada akarnya yang tertinggal atau bersih, kami disarankan untuk foto panoramic giginya.


Foto panoramic gigi di Lab Parahita Dharmawangsa


Dan akhirnya, Sabtu 2 April kemarin, berangkatlah kami membawa surat keterangan drg. Indah ke Parahita Sidoarjo sesuai dengan petunjuk dokternya.

Eh ternyata alatnya sedang rusak dan kami disarankan untuk foto panoramic di Surabaya.
Kamipun akhirnya ke Parahita Dharmawangsa untuk foto panoramic tersebut.

Sengaja saya nggak mau browsing-browsing tentang hal itu, takut kebaca hal-hal yang seram, terlebih sebenarnya saya parno banget ama sinar rontgen gitu, tapi dengan bismillah karena emang penting ya akhirnya kamipun ikhlas membawa kakak Darrell rontgen gigi atau yang biasa disebut foto panoramic gigi.

Oh ya, ternyata harga rontgen gigi di parahita itu berbeda-beda setiap cabangnya.
Saat di Sidoarjo saya tanya, harganya sekitar Rp. 225.000

Dan untuk di Parahita Dharmawangsa Surabaya, kami merogok kocek Rp. 264.000 untuk biaya foto rontgennya.

Karena parno, saya akhirnya ikut masuk ke ruangan rontgen, meskipun saat penyinaran saya ikutan petugasnya kabur sembunyi di balik dinding yang tersedia.
Dan Alhamdulillah, hasilnya bisa diambil dalam hari itu juga, cukup menunggu sekitar 4-5 jam saja.

Saat hasil sudah diambil, kembali saya mengernyitkan dahi, gimana enggak?
Hasil fotonya serem amat, kayak melihat gigi monster yang saling tumpang tindih, saya lalu bertanya pada petugas di Parahita.

Dan ternyata kata mereka hasil rontgen gigi anak usia 7 tahun memang seperti itu, karena banyak bakal gigi yang belum tumbuh masih tertanam di dasar gusi, jadinya terlihat kayak tumpang tindih.

Setelah hasil foto kami terima, kami segera mengunjungi drg. Indah lagi, dan beliau akhirnya gak berani mengotak atik lagi, karena kondisi giginya memang sudah lepas

Gak ada sisa akar di dalam gusi, selain itu karena bekas luka di gusinya beberapa bulan lalu, gigi seri kakak Darrell tumbuhnya ke depan banget dengan kondisi gusi menggumpal di belakang gigi tersebut dan sukses makin mendorong giginya maju ke depan.

Kami akhirnya di sarankan untuk mengunjungi dokter spesialis gigi anak, dan direkomendasikan ke RSAL saja dengan menggunakan BPJS sambil terlebih dahulu meminta rujukan dari faskes 1.

Menurut drg Indah, kasus Darrell akan melibatkan beberapa dokter spesialis, dari dokter spesialis kesehatan gigi anak (Sp.KGA) atau Pedodontist, spesialis meratakan gigi (Sp.Ort) atau Orthodontist
dan spesialis ahli gigi tiruan (Sp.Prost) atau Prosthodontist, serta spesialis bedah mulut untuk masalah gusi yang menumpuk di belakang gigi depan (Sp.BM) atau Oral Surgeon.

Langsung kejer hati saya mendengar semuanya.
Ya mikirin prosesnya gak rela aja rasanya kakak Darrell bakal diotak atik mulutnya, belum lagi mikir urus rujukan, mikir antriannya, dan pastinya biayanya hiks..

Beruntung drg Indah tau kegundahan hati saya, dan disarankan minimal konsultasi dulu dengan dokter spesialis gigi anak.

Sayangnya, drg Indah gak punya koneksi kenalan dengan profesi tersebut, mengingat ternyata beliau hanya praktek di rumahnya saja, karena kalau siang kerjanya di kantor BPK ngurus keuangan (ladalaaahh, ternyata ibu dokter yang salah jurusan toh hehehe).


Bertemu drg Dian Ayu Sp.KGA, dokter spesialis gigi anak di Surabaya dan Sidoarjo


Di tengah kegalauan kami, saya jadi teringat akan plang sebuah klinik tempat beberapa dokter praktek di daerah Gayungsari, Surabaya.

Saat itu kami sedang makan pecel yang mangkal di halaman klinik atau yang lebih tepat disebut apotek itu setiap pagi hari.

Dan malamnya kami langsung survey lokasinya dan berhasil mendapatkan kartu nama apotek tersebut yang bernama apotek Rumah Safa.

Keesokan harinya sayapun menelpon, dan mendapatkan kabar kalau dokter yang praktek di situ namanya drg Dian Ayu Sp.KGA, dokternya masih muda berusia sekitar 30an gitu.

Biayanya juga terbilang murah, maka setelah saya diskusi dengan si papi, kami memutuskan untuk konsultasi ke situ dulu, yang penting tau apa yang harus kami antisipasi demi gigi kakak Darrell.

Dan akhirnya, Rabu malam tanggal 4 April kemarin, kamipun menuju ke Apotek Rumah Safa tersebut, kami sampai tepat pukul 7 malam dan hanya menunggu sekitar 5-10 menit hingga akhirnya dipanggil untuk menuju ke ruangan dokter spesialis gigi anak yang berada di lantai 2.

dokter gigi anak di surabaya
Ruang tunggu
Kamipun naik tangga, dan terpesona saat sampai di lantai 2.
Suasananya sepi banget, mungkin karena klinik tersebut  masih belum terkenal.

dokter gigi anak di surabaya
Depan ruangan praktek dokter gigi anak
Terlebih dokter gigi anak adalah seseorang yang jadi pilihan terakhir didatangin pasien.
Gimana enggak? dokter gigi umum saja lumayan mengeruk isi dompet karena memang prosedurnya harus berkali-kali datangnya.
Apalagi dokter spesialis??


Berkunjung Ke Rumah Safa, Klinik Dokter Gigi Anak Di Surabaya


Di lantai 2 terdapat beberapa ruangan praktek dokter, selain itu ada mushala yang bersih dan lengkap dengan hiasan dinding yang lucu.
Ada ruang menyusui, tempat ganti popok bayi, serta ruang tunggu yang lumayan luas.

dokter gigi anak di surabaya
Mushola

Kami langsung di suruh masuk oleh seorang suster, daaan Alhamdulillah dokternya ternyata masih muda, kayaknya sih baru saja lulus hahaha.

Orangnya ramah banget plus cantik pula, pintar banget mengambil hati anak kecil, jadi kepo kayaknya di kurikulum dokter spesialis gigi anak ada mata kuliah psikologi anak kali yaakk hahaha.

Dokternya aktif banget bertanya, mencatat semua hal-hal keluhan saya dengan detail, memeriksa gigi kakak Darrell (sambil tetep juga menyayangkan giginya bisa tanggal padahal giginya sehat semua)

Mengajarinya good habbit agar gak merusak penampilan gigi, serta menolak melakukan pencabutan gigi susu kakak Darrell yang sudah goyang karena ini adalah kali pertama dia ketemu kakak Darrell dan gak ingin membuat pasiennya takut akan dokter gigi jika langsung dilakukan hal-hal yang kurang asyik misalnya cabut gigi.

Alhasil hampir sejam kami dalam ruangan membahas keadaan gigi kakak Darrell beserta rencana yang bakal dilakukan demi memperbaiki giginya.

Alhamdulillah Wa syukurillah, si dokter gak menyarankan bedah gusi, insha Allah bisa diakalin katanya, sementara gak ada yang bisa dilakukan selain memberi semangat ke kakak Darrell agar gak minder dengan keadaan giginya.

Rencananya bakal di tunggu gigi seri keduanya tumbuh ke permukaan gusi, lalu bakal dipasang braket atau kawat gigi agar gigi seri depannya yang nongol bisa ketarik di tempatnya semula.

Setelah itu bakal dipasangin semacam gigi sementara untuk menjaga space serta menjaga gigi di sekitar yang tanggal gak goyang dan miring sana sini.

Karena kondisi gigi geraham kakak Darrell sedikit bergerigi, dokter menawarkan untuk memasang sealant agar makanan gak bisa nempel di gigi.
Tapi kami menolak, dan hanya diberi vitamin gigi berbentuk seperti pasta gigi dengan rasa strawberry.

Setelah selesai periksa, si dokter mengambil gambar kondisi gigi di mulut kakak Darrell dengan menggunakan kamera ponsel, demikian pula keadaan gigi yang tanggal serta foto rontgen panoramic gigi yang kami bawah.


Biaya Konsultasi Dan Tindakan Dokter Gigi Anak Di Surabaya


Setelah puas konsultasi dan membicarakan rencana yang bakal diambil nanti, kamipun pamit pulang.
Bayarnya langsung disuruh ke kasir, dan dengan deg-degan saya menanti bill-nya yang ternyata habis sebanyak Rp. 185.000.

Rp. 25,000 untuk pendaftaran pasien baru di klinik Rumah Safa
Rp. 80,000 untuk jasa konsultasi dokter (lumayan murmer ya, padahal dokter spesialis loh dan kami puasss banget konsultasinya)
Rp. 80,000 untuk biaya tindakan pemeriksaan plus pemberian vitamin gigi.

Bagi teman-teman emak/ibu/umi/mama/mami yang punya masalah kesehatan gigi anak, bisa banget nih kunjungi tempat ini, sejauh tadi menurut saya recomended ya.

Saya juga gak sempat nanya biaya pasang kawat gigi dan lain-lain, namun saya dikasih kartu nama oleh drg Dian Ayu Sp.KGA yang katanya saya boleh hubungi beliau jika ada yang ingin ditanyakan via WhatsApp.

Kalau browsing-browsing sih, saya belum menemukan harga dokter spesialis gigi anak di Surabaya, yang ada cuman rekomendasi tempat praktek dokter spesialis gigi anak saja di Surabaya, namun liat lokasinya saja sudah keder duluan karena kebanyakan berada di lokasi elit.

Semoga gigi kakak Darrell bisa kembali bagus lagi, sunggu sedih banget gak habis-habis melihat senyumnya. Seolah menceritakan bahwa saya bukanlah ibu yang baik untuknya (mulaaaiii lagi dramanya) hiks.


Hal-Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Tentang Kesehatan Gigi Anak


Oh ya, dari kunjungan kami semalam, ada beberapa ilmu yang penting banget buat kesehatan gigi anak dari si dokter cantik :
  • Tanamkan good habbit pada pergerakan mulut anak, misal gigi serinya agak maju ke depan, ajarkan agar anak selalu menaruh lidahnya di depan gigi untuk mendorong gigi ke dalam, demikian pula sebaliknya jika giginya terlalu mundur atau tidak rata/tumpang tindih. Juga ajarkan cara menelan dengan baik yaitu lidah harus berada di tengah mulut (langit-langit) agar tidak mempengaruhi gigi.
  • Hindari bad habbit pada pergerakan mulut anak. antara lain, sering memegang gigi depan, lidah depan selalu mendorong gigi ke depan hingga mengakibatkan gigi seri atas atau bawah maju ke depan (tidak rata), menelan dengan kondisi lidah ditempelkan pada gigi seri (juga mengakibatkan gigi tidak rata). 
  • Selalu tanggap jika anak terjatuh, terlebih jika terjadi benturan pada gusi atau giginya, segera kunjungi dokter gigi anak (bukan dokter gigi umum ya, karena beda penanganannya). Untuk kasus kakak Darrell, giginya tanggal karena trauma dari benturan berulang, jadi giginya sudah gak lengket dengan baik pada gusi, alhasil sekali kena benturan kecilpun langsung tanggal, hiks.
  • Jika gigi permanen anak (bukan gigi susu ya) yang sedang dalam masa pertumbuhan tanggal, dan giginya bisa ditemukan, segera ambil dan pegang dibagian luarnya (jangan yang bagian akarnya) jika kotor segera basuh air sedikit saja, lalu masukan ke dalam air kelapa muda atau susu beruang (Bear Brand) atau jika belum menemukan air kelapa atau susu beruang, segera minta si anak untuk mengemut giginya sebentar sambil secepatnya cari air kelapa atau susu. Jaga agar anak tidak sampai menelan gigi tersebut. 
  • Gigi anak yang tanggal dan secepatnya di basuh air liurnya (di emut anak), atau direndam dalam susu atau air kelapa sebelum 24 jam masih bisa diusahakan untuk dipasang kembali. Maka segeralah mengunjungi dokter gigi anak (bukan dokter gigi umum ya) sambil membawa gigi tersebut SEBELUM 24 JAM.


Alamat Apotik/Klinik Rumah Safa, tempat praktek drg. Dian Ayu Sp.KGA.


Apotek/Klinik Rumah Safa.
Telp : 031 - 829 5412

drg. Dian Ayu Sp.KGA
HP : 0812 3373 8833




Ah kakak Darrell, maafin mami yang salah mengasuhmu waktu kecil, terlalu takut terjadi apa-apa denganmu sehingga mami selalu saja melindungimu hingga kau tak tahu bagaimana cara melindungi diri sendiri.

Sesungguhnya, melihat senyummu sekarang...
IT'S REALLY BREAK MY HEART..

T____________T

Semoga curhatan dan info ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, sedikit sewot saya pas googling tentang dokter gigi anak di Surabaya gak nemu yang nulis pengalamannya sekaligus sama harganya.

Sidoarjo - 05 April 2018

15 comments:

  1. terima kasih banyak atas artikel nya, saya sdh cari dokter gigi anak di skitar tmpt tinggal saya susah skali. info nya sangat bermanfaat. trima ksh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bisa bermanfaat, karena saya juga menulis ini karena sulit banget mencari informasi detil tentang dokter gigi anak :)

      Delete
  2. wih bermanfaat banget nih mbak informasinya, jadi bisa tau tempat dokter gigi yang terjangkau harganya

    ReplyDelete
  3. wahh kebetulan lagi cari dokter gigi Spesialis anak, yg agak mumer, rata2 di surabay barat agak Mehong..hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iyaaa, saya googling-googling gak nemu yang harga terjangkau, kebetulan saja nemu dokter Dian ini, gak sengaja liat di plang ada dokter gigi anak :)

      Delete
  4. ada yg bisa share biaya nya di dr. dian ayu?

    ReplyDelete
  5. Bermanfaat sekali mb infonya....maksih.

    ReplyDelete
  6. Kang Darrel cakep kayak maminya, senyumnya memnawan. Semoga bisa tumbuh kembang dengan baik dan optimal, dan masalah gigi sekarang serta di masa mendatang tak lagi mengganggunya. Tetap semangat, ya, Kak Darrel.
    Saya bisa merasakan atmosfer tegang dan paniknya, Mbak. Ya ortu mana yang tak akan gitu. Apalagi mulut anak berdarah karena jatuh itu hal serius banget. Saya juga akan dan selalu panik jika kejadian buruk menimpa Palung. Mbak tak sendiri, kok.
    Panik, parno, khawatir, dan sekian drama lain merupakan santapan harian kita sebagai ibu. Mewrasa salah jika lakukan hal yang kurang baik pada anak.
    Tulisan ini membantu banget bagi saya yang awam soal dokter gigi anak apalgi spesialis khusus untuk anak.
    Pola didik protektif pada anak pun dilakukan saya, Mbak. Palung kurang mandiri dan maunya bergantung pada mamah. Terlalu mengandalkan mamah. Saya juga menyesal. Namun belum terlambat untuk memperbaikinya. Maklum dulu saya tak tahu ilmu parenting.
    Kita sebagai ibu hanya harus berjuang demi anak, mengupayakan apa yang bisa dan terus meningkatkan kemampuan agar memahami anak dengan baik serta bisa membimbing mereka.
    Tak ada ortu yang sempurna, Mbak. Jangan keterusan sedihnya. Kuat agar Kak Darrel pun yakin karena melihat tempat berpijak tegar dan bersemangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mbaa...
      Iya yaaa.. namanya juga ibu, setiap saat rasanya deg-degan selalu.
      Aamiin ya Allah, makasih banyak mbaaa..
      Saya selalu senang membaca komen2 positif dari mba, banyak hal-hal yangs elalu jadi menguatkan saya :)

      Delete
  7. Mba unknown saya hapus komennya ya, soalnya jadi broken :)

    Untuk jadwal drg Dian, bisa telpon langsung ke kliniknya ya.
    Biasanya sudah seharusnya segera dicabut tuh mba, biar gak menggeser pertumbuhan gigi permanen :)

    ReplyDelete
  8. wah pengen banget kak saya ke dokter gigi, untuk menambal gigi ane yang bolong, udah banyak yang bolong tapi uang nya nggak ada sehingga pasrah deh, soalnya biaya tambal gigi lumayan mahal juga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba pakai BPJS, gratis kok, bisa tambal deh kayaknya di puskesmas :)

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)