Monday, April 29, 2019

Cara Bisnis Oriflame Yang Jarang Diungkap Sebelum Jadi Member, Berdasarkan Pengalaman Pribadi


Cara Bisnis Oriflame Yang Sebenarnya


cara bisnis oriflame

Assalamu'alaikum :)

Sharing by Rey - #MondayBusiness - Cara Bisnis Oriflame yang selalu digembar-gemborkan, kadang tidak sesuai dengan kenyataan.

Bisnis Oriflame online menjadi salah satu bisnis yang populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Saya rasa, zaman sekarang hampir tidak ada orang, khususnya yang punya akun facebook, gak tahu tentang bisnis Oriflame online.


Namun, yang jarang diketahui masyarakat adalah bagaimana cara bisnis Oriflame tersebut.

Saya rasa, banyak yang menganggap bisnis Oriflame menipu, hanya karena sejak awal ada beberapa hal yang ditutup-tutupi oleh calon upline yang memprospek, sehingga sang calon downline, saat sebelum mendaftar begitu semangat kemerdekaan.

Lalu melempem setelah resmi menjadi downline atau terdaftar jadi member Oriflame.

Sebagai ex pebisnis Oriflame yang sudah bertahun malang melintang dan 2 kali ganti upline dan jaringan, saya jadi ingin berbagi pengalaman dan opini saya, mengapa banyak orang yang awalnya semangat ingin sukses seperti yang 'dipamerkan' upline-nya.
Lalu akhirnya melempem, sesaat setelah tahu cara bisnis Oriflame.




Cara Bisnis Oriflame Yang Terungkap Setelah Jadi Member


1. Harus BISA Jualan Setiap Bulannya.


"Mbak Rey, bisnis Oriflame itu kayak gimana sih?"
"Oriflame itu asyik kok mbak, kita bisa jualan ramai-ramai, kayak kelompok gitu, tapi via online, dan tiap orang ada targetnya masing-masing
"Tapi saya takut gak bisa jualan kayak mbak Rey"
Et dah, dia gak tahu kalau saya juga gak bisa eh gak pandai jualan, saya hanya 'terlihat' pandai jualan aja kok, lol. Dan saya juga sedang memberikan cara bisnis Oriflame yang simple untuk dia, lol
"Harus optimis mbak, pasti bisa, saya juga dulu kayak gitu, buktinya bisa tuh, kalau mau saya kirimkan file cara bisnis Oriflame ya mba?"
 "Boleh mbak, makasih sebelumnya"
Lalu saya kirimkanlah file cara bisnis Oriflame yang isinya seabrek, padahal ya di dalamnya lebih banyak membahas kisah sukses para upline, cuman sedikit saja membahas caranya, dan pakai bahasa teknis Oriflame, yang sungguh hanya bisa dipahami oleh para pebisnis Oriflame yang serius, lol.

Yang terjadi, mungkin besoknya si mbaknya, langsung kirim semua data yang dibutuhkan seperti cara join Orilame, lalu saya daftarin, lalu besoknya saya masukan grup dan saya berondong dengan beragam materi cara bisnis Oriflame pemula.

Seminggu kemudian ybs mengeluh, usut punya usut karena si ybs belum mampu menjual satu produk pun, diajarin jual produk sesuai kemampuan calon konsumen, eh yang ada beragam tantangan bikin keder duluan, salah satunya ongkir yang selangit jika belinya cuman dikit.

Belum apa-apa juga udah pengen pingsan aja, hahahaha.

Satu hal yang jarang di ekspos dan dimengerti calon pebisnis Oriflame duluan adalah, bisnis Oriflame itu adalah bisnis MLM, tau gak apa itu MLM?
MLM itu adalah Multi Level Marketing, yang mana ada kata 'marketing'nya, dan sudah dipastikan cara bisnis Oriflame ya harus jualan.


Para upline (termasuk saya dulunya) biasanya menghindari pembahasan target jualan di awal secara berlebihan, karena takut bakal membuat si calon downline bakal kabur duluan.

Padahal  untuk berbisnis Oriflame itu amat sangat wajib jualan. Minimal, kalau gak jualan ya beli sendiri buat dipakai sendiri (yang ini Rey banget, hahaha).

Tekor dong Rey?
Ya kadang sih, kalau emang saya belinya produk yang gak saya butuhkan, terlebih bonusnya gak nutupi pembelian saya, huhuhu.

Oh ya, kewajiban menjual ini hanya untuk pebisnis Oriflame ya, kalau daftar cuman buat member biar belanja lebih murah sih, kagak ada kewajiban jualan.
Meskipun saya gak jamin, kalau gak bakal dicolek-colek upline buat prospek kedua, yaitu membuat kita merubah tujuan (para pebisnis Oriflame menyebutnya 'ubah mindset') dari yang awalnya cuman niat buat makai aja, eh semacam dipaksa buat jadi pebisnis, lol.


2. Harus BISA merekrut atau mengajak orang lain gabung


Sejalan dengan poin nomor 1, salah satu cara bisnis Oriflame adalah harus bisa merekrut atau dengan kata lain mengajak orang lain untuk ikutan daftar.

Daaaann biasanya hal ini tidak pernah dibahas secara detail di depan alias sebelum mendaftar.
Tentu saja bukan berarti tidak dibahas sama sekali.

Ada banget di beberapa materi prospek yang dikirim, tapi karena emang materinya sulit dipahami, ditambah orang makin malas baca saking gak ngertinya, dan juga para calon upline menghindari bahasan detail tentang itu.

Karena selain takutnya yang mau daftar udah parno dan mundur duluan, pun juga sang calon upline gak punya waktu banyak buat jawabin pertanyaan orang yang belum tentu daftar, jadinya kesannya dibuat semanis mungkin dalam cara bisnis Oriflame, biar daftar aja dulu, hahaha.


Setelah daftar, baru deh dijemberengin materinya seabrek, terus ditanya ada yang gak dimengerti? kebanyakan pertanyaan orang hanya di seputar keluhan bukan pertanyaan, karena mungkin sulit juga mencari hal yang bakal ditanyain.

Bukan karena sudah ngerti, tapi memahami sesuatu yang bukan bidang kita bakalan sulit jika tidak dengan 'learning by doing',
"mbak, orang-orang gak ada yang mau gabung, katanya sulit jualannya"
Jawaban upline?
Bukannya diarahkan, biasanya malah diserang, dengan bahasa halusnya 'diarahkan dengan keras' hahaha.

Again, kewajiban merekrut itu amat sangat perlu, TAPI untuk pebisnis saja, kalau buat pemakai dan penjual sih gak wajib.
But, again.. karena mencari pebisnis Oriflame itu sulit, jadilah setelah terdaftar, kena lagi propek kedua, yang mana awalnya bahkan cuman niat pemakai atau penjualpun, semacam diintimidasi harus jadi pebisnis, hahaha.


3. Harus NURUT pada upline


Sebenarnya, hal ini gak jadi masalah.
Para pebisnis Oriflame selalu menganggap, upline bagaikan seorang ibu, jadi.. nurut ke ibu itu gak ada ruginya.

Namun masalahnya adalah, kalau di dunia nyata ada banyak ibu yang memaksa anaknya anaknya tanpa peduli KONDISI anaknya.

Begitu juga dalam dunia bisnis Oriflame, hahaha.
Para upline, selalu memaksa para downline untuk melakukan apa yang ditargetkan, tidak mau menerima keluhan downline, bahkan hal-hal yang memang patut dikeluhkan.


Seperti, produk orderan yang gak kunjung datang.
Ye kan, Oriflame sendiri bersaing dengan banyak perusahaan kosmetik sejenis yang masuk di Indonesia.

Apalagi para penjualnya, yang meski belanjanya 100reboan, itu udah menyumbang poin dan keuntungan buat Oriflame maupun upline.
Tapi, kadang-kadang pengiriman gak kunjung diproses entah karena sistem error atau something lainnya.

Nah, konsumen bakalan nanyaaaa mulu, si downline juga bingung nanya upline, sedang upline sumpek ditanya mulu, jadinya 'ngamuk' langsung memberondong dengan kata-kata 'pikiran positif' harusnya sabar endebrei endebrai. Baik secara langsung, maupun secara sindiran di status facebook muahahahaha.

Pokoknya, downline itu harus nurut upline kalau mau sukses, apapun yang disuruh harus dilaksanakan. Kalau perlu lakukan semua cara, termasuk beli produk sendiri buat mencukupkan poin yang kurang, hahaha.

4. Harus BISA 'memaksa' downline untuk melakukan poin 1,2 dan 3


Setelah akhirnya nekat berusaha agar bisa memenuhi cara bisnis Oriflame poin 1, 2 dan 3 di atas, makanya biasanya para upline bakalan maniiisssss banget pada si downline, lol.

Katanya sekarang si downline sekarang jadi core team, atau dengan bahasa awamnya jadi downline kesayangan yang selalu diutamakan dalam segala hal.

Setelahnya?
Manisnya 1/2, tantangannya (bahasa jujurnya, 'pahitnya') bisa sampai score 5 hahaha.

Jadi core team itu berarti mengambil alih jaringan.
Kalau biasanya, downline-downline di bawah si core team masih diurusin si upline, setelah jadi core team, semuanya diambil alih.


Terus upline gimana?
Ya cukup minta laporan dari kitalah
Enak ya?
Iyaaa hahahaha.

Yang lebih ngenesnya itu, sudahlah kita kerja siang malam, melakukan semua yang diajarkan, namun ternyata progres gak maju-maju.

Habislah kita jadi bulan-bulanan kena omel, atau setidaknya kena sindir pedas melalui status facebook, muahahahaha.


Kesimpulan Cara Bisnis Oriflame Pemula


Cara bisnis Oriflame sebenarnya gak se-simple yang dipamerkan para pebisnis Oriflame saat menjelaskan cara join Oriflame di bisnis Oriflame online.

Saya sendiri, baru bisa mengerti cara berbisnisnya setelah join tanpa dijelasin detail melalui cara join Oriflame. Butuh waktu dan learning by doing dalam memahami cara kerja tersebut.

Dan memang benar.
Meskipun terkesan ekstrim, cara bisnis Oriflame di atas merupakan syarat mutlak untuk dijalankan para pebisnis Oriflame.


  • Harus bisa menjual dan mencapai target penjualan pribadi maupun team setiap bulannya. Ye kaaann... namanya juga marketing, kalau gak ada yang dipasarkan atau dipasarkan tapi gak laku, terus keuntungannya dari mana coba?
  • Harus bisa merekrut demi memenuhi semua target penjualan team, maka memperbanyak team adalah strategi yang sangat masuk akal. Karena uang yang kita hasilkan semua berasal dari keuntungan penjualan, kalau mau dapat uang lebih banyak ya kudu menjual lebih banyak kan. Agar bisa menjual lebih luas, maka perluaslah lokasi penjualan kita dengan merekrut banyak downline.
  • Harus 'nurut' upline, karena bisnis Oriflame online itu adalah bisnis penjualan secara team, maka 'nurut' kepada 1 kepala itu penting. Bagaimana kita bisa maju bersama, kalau masing-masing pengen jalanin cara sesuai keinginan masing-masing. Ibarat punya banyak nakhoda dong, bisa-bisa kapalnya alias bisnisnya karam, lol.
  • Harus bisa meniru upline, ya kan salah satu keberhasilan sebuah team adalah adanya delegasi, makanya itu setelah kita sampai di posisi yang dirasa mampu, maka semua tugas-tugas upline bakalan diserahkan ke kita. Yang nantinya bakalan bisa kita delegasikan ke downline kita juga.

Sulit juga ternyata ya?
Iya dong, tapi bukan berarti gak bisa dilakukan.
Buktinya saya dulu bisa juga merasakan hasilnya, meski uang yang saya dapatkan lebih sedikit dibanding pengeluaran, muahahahaha.

Gak ding, i mean buktinya ada juga beberapa yang ternyata jodoh rezeki dengan bisnis Oriflame Online. So pastinya sulit tapi memungkinkan dong.


Demikianlah cara bisnis Oriflame yang jarang diungkap dengan jelas sebelum jadi member, berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Ada yang pernah ngalamin hal-hal di atas? Atau tertarik melatih mental di bisnis Oriflame online ?

Share yuk :)


Semoga #MondayBusiness ini bermanfaat


Sidoarjo, 29 April 2019

Wassalam

Reyne Raea

35 comments:

  1. Wahhh,,update Oriflame lagi Mbak...? apakah ini tanda2 Mbak bakal nyebur ke dunia Oriflame lagi...? :)

    saya belum pernah ikut bisnis jaringan seperti ini Mbak, namun keluhan yang terjadi seperti sulit menjual dan sulit mencari jaringan sering saya dengar.....

    saya pikir mungkin orang yang di incar untuk membeli bukanlah orang yang tepat, coba pdkt dng buk ibuk yang suka dandan, mungkin akan lebih manjur penjualannya....

    trus... coba pdkt dng orang yang berjiwa pedagang, biasanya ia suka dagang apa saja, kalau diberi motivasi tentang masa depan income produk tsb ....

    intinya sich jangan salah target, selebihnya banyak banyak berdoa, karena rezeki sudah ada yang atur, heheheh....

    Mas ANyu, dll Maaf saya duluan komnent yach, hahahah...Peace...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha.
      belum ada hilal sama sekali mau balik serius Oriflame nih kang.
      Waktunya amat sangat sangat sangaaattt tidak memungkinkan hahaha

      Ngeblog aja kudu lembur2an mulu.
      kalau Oriflame lebih parah karena kudu online nyaris 24 jam hiks

      Keren banget kang Nata, bener tuh harusnya menjual sesuatu itu liat juga calon konsumen.

      Jangan nawarin kosmetik ratusan ribu ke orang yang gak pernah dandan, plus untuk hidup aja susah ahahah

      Sayangnya memang sulit cari pembeli kalau gak kreatif, apalagi sekarang, produk sejenis yang jauh lebih terjangkau dengan kualitas sama sudah banyak :D

      Delete
    2. Kalau saya boleh saran, cari member orang2 yang berbasis pendidikan EKONOMI MARKETING, biasanya mereka jago menjual, sehingga kita bisa leyeh -leyeh doang.....hahahah.....

      Delete
    3. wkwkwkwkwkw.. sayangnya tidak semudah itu ferguso kwkwkwkw.
      Kalau yang jago jualan, males banget ikut MLM.
      Mereka lebih suka menjual hal-hal yang lebih besar, misalnya jual properti.
      Itu keuntungan dan skill marketingnya makin gede ketimbang MLM :D

      Delete
  2. Wah. Aslinya saya betul-betul gak tau kalau ternyata Oriflame itu juga bisnis MLM untuk yang minat jadi pebisnis. Baca artikel ini jadi berasa hampir tahu segalanya ttg Oriflame. Heheheh.
    Kayaknya ini pertama kalinya saya baca hal-hal yang berbau Oriflame.
    Kirain selama ini... Oriflame itu ya hanya sekedar sebuah benda yang diperjualbelikan, hanya merek make-up yang mana ada penjual-pembeli, meskipun make-up nya sendiri pun ndak pernah saya lihat depan mata. Heheheee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum kenalan banyak sama make-up. Tapi selalu dengar nama Oriflame disebut-sebut.

      Delete
    2. Waaahh iya kah mba? belum pernah ada yang nawarin bisnisnya? beruntunglah mba heheheh

      Delete
    3. Apakah itu sebuah keberuntungan? Hihihi. Saya pernah ditawari MLM juga tapi bukan Oriflame. Hanya saja memang bukan jiwa pebisnis jadi selalu hanya dengar dan angguk-angguk lalu ditutup dengan "Wah.. Sepertinya belum tertarik" :))

      Delete
    4. Maksudnya beruntung gak dipaksa2 sampai akhirnya malah merasa terganggu dan putus pertemanan hahaha

      Delete
  3. Sempat dibtawari dulu hehe

    ReplyDelete
  4. Saya korban paksaan sepupu yang jual oriflamme...hihihi..dia bisa paksa orang ngebeli tapi ga bisa maksain ikutan ngejual...ya udah, jadi downline forever...tapi dia happy dengan oriflammenya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, sebenarnya kalau mentalnya kuat, ikut Oriflame itu asyik2 aja sih, apalagi kalau upline nya ga suka maksa.

      Tapi kalau yang suka maksa sih, wassalam deh ahahaha

      Upline suka maksa juga bagus sih, biar kita cepat naik level, meskipun ya gitu, tekanannya uwow banget :D

      Delete
  5. Yang paling saya gak paham itu Oriflame melarang semua membernya 'menimbun stock', berarti semua pesanan yang kita terima itu diberlakukan PRE ORDER.
    Udah harganya mahal, barangnya lama, belum lagi biaya pemrosesan dan ongkir yang bikin laba jadi makin kecil. Padahal saya order di kantor cabang Bandung, biasanya kalau pake JNE dari Bandung ke Tasikmalaya cuma kena 9.000, tapi kalau order lewat website langsung ongkirnya kena 27.500 kelewat mahal.

    Pernah juga saya ordernya titip Upline yang tinggal dekat kantor cabang, tapi berhubung dia kerja kantoran, maka orderan saya tetap tidak bisa kirim di hari yang saat order. Ujung-ujungnya saya dropship dari marketplace, karena disana banyak penjual Oriflame yang banting harga, wkwkwk

    Tapi sekarang udah gak jualan lagi sih mbak Rey. Alasannya karena banyak member-member Oriflame yang overclaim dan 'sok tahu' dalam merekomendasikan produk, saya takut image saya agak terkesan gimana gitu kalau diterusin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaahah..
      Itu juga jadi masalah sih kalau menurut saya.
      Sebenarnya, maksud Oriflame tidak membolehkan membernya menimbun produk, agar produk selalu terjaga keasliannya.
      Secaraaa produk palsu sekarang kan banyak yaaa..

      Tapi emang jadi masalahnya karena ongkir mahal, belum lagi kalau nunggu-nunggu keburu abis. hhh...

      Delete
  6. Aku dari dulu ditawarin buat gabung oriflame sm sahabat & sodaraku, kebetulan mreka udah cukup sukses bisnis oriflame, lumayan lah buat IRT, tapi aku masih takut untuk memulainya, ga pinter jualan akutuh ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, iyaaaa... banyak juga yang berhasil sebenarnya :)

      Delete
  7. bisnis ini menurut saya kurang menarik ya teh,..karena harus merekrut membersecara terus-terusn cuma yang menjadi daya tariknya ya itu tadi,..komisinya biasanya gede, untuk yang mau terjun ke bisnis ini ada baiknya pikir matang-matang dulu karena jujur enggak mudah loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iyaaa, kalau yang jodoh rezeki ama bisnis ini, beneran bisa merubah hidup banget tanpa mikirin latar belakang pendidikan :)

      Delete
  8. oalah, ternyata bisnis oriflame tuh termasuk MLM tohh.. ku kira ya bisnis biasa aja, tinggal juala2in produk, ternyata ada target penjualan juga yaa..

    kalo aku kayaknya gak kuat nih mental nya mbak rey kalo ikutan bisnis oriflame.. wkwk.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. laaahh serius baru tau say? berarti temennya cuman pada jadi penjual tuh, makanya ga nawarin jadi member buat bisnis :D

      Delete
  9. wah baru tahu nih kak saya ttg bisnis oriflame ini ternyata cara kerja nya cukup menjanjikan juga ya, sebenarnya banyak sih teman saya di facebook yang sering bikin status dan unggah foto oriflame, tapi saya cuek aja hehehe :D

    ReplyDelete
  10. Itu tuh sesudah jadi anggota downline jadi melempem, dan harus bisa merekrut anggota? itu adalah kelemahan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, makanya sebenarnya kudu dijelasin mendetail sejak awal, meskipun juga jadi buah simalakama, kalau udah dijelasin terus ga jadi daftar atau daftarnya ama orang lain hahaha

      Delete
  11. 4 x aq kak bolak-balik ikut ini sampe jd core team aq lelah sendiri dan mengancam jiwa hahah, ku beranikan diri ngomong sama upline,, enak x kau duduk nungguin kami yg cari downline tinggal nerima bonus. Ahahaha gudbye

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakakkakakaka...
      Itulah ga enaknya bisnis turun temurun alias berjenjang.

      Dulu mah saya anggap biasa mah itu, di kantor juga gitu.
      Tapi di kantor kan kita dapat gaji bulanan, ga bakal rugi.

      Lah kalau bisnisOriflame?

      Bonus 500ribu, tapi kerja jungkir balik hampir 24 jam demi menyenangkan banyak pihak, huhuhu

      Delete
  12. saya senang melihat para member oriflame saya juga ikutan bisnis lain bu HPAI

    ReplyDelete
  13. Dulu kenal oriflame karena ingin belajar dandan. Niat hati cuma ingin tahu ttg make up. Dan join hanya utk pemakaian sendiri.... Eh jadi diseret seret sama upline buat ngikutin bisnisnya juga. Alhasil jadi sempat ngikutin bisnisnya dan... Saya tekor dong. Hahaha... Lagipula orang gak terlalu suka oriflame karena harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan merek lain dengan jenis produk dan kualitas yg sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha sering banget tuh mba, jadi ada 2 kali prospek, yang pertama mengamankan seat, yang kedua memaksa biar bisa tutup poin (meskipun banyak yang bilang gak maksa) tapi nyatanya juga maksa hahahaha

      Delete
  14. Naaaah itu yang saya gagal sebelum mencoba hahaha. Sudah banyak sekali tawaran untuk bisnis ini tapi kan kami ini kota kecil, pikir saya, kalau semakin banyak yang jualan atau bergabung dengan Oriflame, nanti bingung juga marketnya. Dan memang teman-teman yang berbisnis ini pada tangguh-tangguh semua. Rajin mempromosikan, merekrut, dan lain sebagainya. Tapi mereka sukses lah menurut saya, karena sering dapat bonus dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya kak, sekarang sampai di pelosok Indonesia, betewe, kapan2 saya sharing mengenai bonus Oriflame :D

      Delete
  15. Saya jadi kepo mbk, kira kira mbk rey kapok gak ya kalau ditawari oriflame lagi? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak dong, saya masih member kok, masih pakai produknya malah.
      Jaringannya juga masih jalan kok hehehe

      Delete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)