Featured

#UninstallKhawatir GOJEK, Solusi Bagi Pasangan Long Distance Marriage

Source : uninstallkhawatir.com Assalamu'alaikum :) Sharing  by Rey  ,  because sharing is caring   -  GOJEK  sudah menjadi sesuat...

Senin, Mei 06, 2019

Buka-Bukaan Modal Dan Keuntungan Level Manager Di Bisnis Oriflame Berdasarkan Pengalaman Pribadi

bisnis oriflame menipu


Assalamu'alaikum :)

Sharing by Rey - Bisnis Oriflame menipu ya?.

Keuntungan bisnis Oriflame yang seringnya dijelaskan secara menggebu-gebu berbanding terbalik dengan banyaknya pebisnis yang satu persatu memutuskan berhenti menekuni bisnisnya (termasuk saya), membuat daftar panjang image buruk Oriflame.

Namun, sebaliknya.
Branding yang dilakukan oleh para pebisnis Oriflame yang gantian untuk eksis, membuat arus bongkar pasang jaringan para pebisnisnya tak pernah sepi.
"Tetanggaku jualan Oriflame, mbak. Dia sudah sukses kok, lumayan lah untuk seorang IRT"
Demikian kata beberapa teman.
"Saudaraku barusan mulai mbak, ya gak barusan banget sih, tapi lumayan sudah sukses"
Sementara itu, sewaktu saya masih gencar berbisnis Oriflame, saya sering banget mendapatkan pertanyaan yang bikin saya justru sedih,
"mbak Rey, ajarin dong biar saya sukses di Oriflame kayak mbak Rey"


Heh? sukses di Oriflame?
Sementara saya hanya bisa lama berpuas diri di level manajer 12 (sekarang kayaknya udah ganti deh namanya, kalau gak salah beauty apaaa gitu ), nantilah saat saya hamil dan bed rest, tanpa disangka jaringan lumayan membesar dan saya pernah ada di level manajer 15.

Dan pada tahu gak sih? BERAPA PENGHASILAN MANAJER 12 DI BISNIS ORIFLAME ITU?

Ayo sini, gelar tikar, saya pengen buka-bukaan lebih detail, mengenai pengalaman saya dalam berbisnis Oriflame, berapa sih biaya yang saya keluarkan untuk menjalankan bisnis Oriflame?
Dan berapa pendapatan saya?

Secaraaaa...
Untuk yang namanya bisnis, modal dan laba itu penting banget bukan???
Jangan sampai juga dibilang kalau bisnis Oriflame menipu :D


Modal Yang Saya Keluarkan Untuk Bisnis Oriflame


Oh ya, sebagai info.
Saya daftar Oriflame 2 kali, keduanya saya lakoni dengan amat sangat serius.
Terjun banget dalam seluk beluk bisnisnya.

Menginvestasikan uang tenaga dan WAKTU dengan sangat banyak.

Namun, kali ini saya ingin sharing mengenai pengalaman berbisnis Oriflame kedua kalinya, karena saat yang kedua kalinya saya daftar langsung di leader yang top, masuk dalam 15 besar leader di Indonesia.


Namun, karena jaringan utama si leader udah penuh, saya di'titipin' di bawah director lain di jaringannya.

Biaya Awal Daftar Oriflame


Saya daftar Oriflame kedua kalinya awal tahun 2016, waktu itu bertepatan dengan Darrell masuk RS, dan saya ingat betul nemanin Darrell di RS sambil bawa laptop karena harus mengikuti webinar atau seminar online bisnis Oriflame.

Waktu itu saya masih kerja di sebuah perusahaan kontraktor.
Dan memang persiapan mau resign, jadinya memilih terjun lagi ke bisnis Oriflame.

Biaya yang saya keluarkan saat pertama kali daftar Oriflame :


  • Daftar Oriflame : Rp. 24,900 (waktu itu sedang promo, biasanya 49,900)
  • Tutup poin untuk dapatin hadiah WP1 : kurleb Rp. 750,000 (waktu itu saya gak jualan, karena memang butuh produknya.


  • Ongkir buat pesanan orang : kurleb Rp. 17,500 (lupa pastinya, karena datanya ada di laptop lama yang masih sakit, lol)


  • Tupo lagi buat mencukupkan poin 200BP : Rp. 150,000
  • Pulsa untuk kuota internet : Rp. 100,000
Total biaya pengeluaran : Rp. 1,0422,400



Keuntungan yang saya dapatkan di bulan pertama :


  • Bonus kurang lebih Rp. 20,000
  • Hadiah WP sebuah mascara senilai Rp. 170,000


Oke, baiklah.


Bulan pertama anggap saja saya masih merintis usaha, pengeluaran lebih besar dari pemasukan itu amat sangat wajar.


Biaya di bulan kedua dan ketiga bisnis Oriflame :

  • Saya sudah berhasil menjual sebagian produk ke teman-teman kantor, jadi hanya tupo setengah sekitar : Rp. 400,000
  • Pulsa untuk kuota internet : Rp. 100,000
  • Lain-lain, anggap belum dibebankan dalam bisnis.

Keuntungan yang saya dapatkan di bulan kedua dan ketiga :


  • Bonus kurang lebih Rp. 50,000
  • Hadiah WP sebuah dompet senilai Rp. 300,000
  • Hadiah WP bulan ketiga sebuah tas senilai Rp. 500,000

Yup, saya tidak termasuk orang yang beruntung seperti lainnya, pas masuk langsung naik level mulu dan bonusnya naik.

Gak pintar berjualan juga, jadinya kebanyakan dipakai sendiri, meskipun kadang juga ada yang beli tapi sulit tupo hanya mengandalkan jualan (hal yang sama sekali gak pernah saya ungkapkan ke para downline hahaha)

Ye kan, saya kudu menyemangati mereka berjualan, kalau mau sih beli aja kayak saya.
Tapi kan gak semuanya mau 'rugi' kayak saya.

Jadinya cara biar gak 'rugi' ya kudu jualan, biar poinnya ketutup :D

Ngenes Rey?
Kadang sih, mikirnya gitu, tapi mental saya udah ditempah jadi mental pebisnis, jadi semua pengeluaran yang ada, sama sekali gak saya jadikan beban.


Biaya berbisnis Oriflame setelah lewat 3 bulan pertama 


Berbeda dengan saat daftar petama, saya butuh 2,5 bulan jadi manager 12.
Saat daftar kedua kalinya, saya butuh waktu berbulan-bulan, kalau gak salah sih 7 bulan ya, hahaha.
Akhirnya saya bisa naik level ke level manager.

Dan, jangan bersorak dulu.

Naik level itu bukan hanya bonus yang naik, tugas juga naik hahaha.
Otomatis, biaya dan waktu serta tenaga juga ikutan naik :D

Adapun biayanya :
  • Tupo seringnya 150 BP (setiap 2 bulan sekali malah 200BP), demi mencontohkan para downline, ye kan masa downline disuruh jualan banyak, saya enak-enakan belanja dikit, lol. Jadi biaya sekitar Rp. 1,2 juta - 1,6 juta.
  • Kuota internet : 150 ribu, makin banyak interaksi dengan banyak downline, di posisi manajer 12, downline saya udah hampir 100 orang, kebayang dong urus orag sebanyak itu, via online pula, begadang mulu mah, hahaha.
  • Biaya lain-lain, seperti beli perintilan prospek offline seperti cetak brosur, beli katalog minimal 20 buah, biaya buat ngasih hadiah buat downline biar semangat jualannya, kalau di total-total sekitar kurang lebih 400-500ribu.
  • Tenaga dan waktu, belum bisa dikasih harga, padahal lebih banyak terkuras, karena harus sering prospek offline juga, online setiap hari, bikin materi seminar online, ngajarin semua downline endebrai endebrei itu.
Kalau ditotal-total, biaya yang saya keluarkan selama menjadi manager Oriflame sekitar kurang lebih 2 juta - 2,5 juta setiap bulannya.

WE O WE yak, lol.


Keuntungan Yang Saya Dapatkan Dari Bisnis Oriflame


Selama kurang lebih 7 bulan sebelum menjadi manager 12, bonus yang saya dapatkan hanya di sekitaran maksimal 400ribu.

Jadi, pengeluaran sekitar kurang lebih 1,5 juta berbanding pemasukan 400ribu, HAHAHAHA!

Tekor dong Rey?

Hmmm... iya sih,..
Tapi namanya juga pebisnis!
Manalah sempat memikirkan kalau selisih minusnya yang seabrek itu adalah kerugian berbisnis Oriflame.


Keuntungan saat menjadi manager di bisnis Oriflame  


Setelah saya naik level ke manager 12, bonus saya juga naik dong.
Berapa Rey?

mmm.... 700-800 ribu sih, HAHAHAHAHAA..

2,5 Juta pengeluaran berbanding 800ribu pemasukan.

Dan banyak yang meminta saya mengajari mereka cara sukses Oriflame, lol.

Cukup lama saya stuck di level manager 12, eh bukan stuck sih, malahan seringnya turun lagi ke level bawah, yang otomatis bonus juga turun lagi, sedang tugas mengemong downline tetap, lol.

Saat saya hamil dan bedrest, siapa sangka jaringan agak bekembang, saya naik ke level manager 15 dong, dan karena kebetulan ada teman dari Hongkong yang nitip beliin skincare, saya bisa tupo tanpa biaya.

Saya dapat bonus sekitar 1,5 juta, bahagia banget, terlebih gak butuh uang untuk tupo, karena cukup belikan skincare buat teman yang poinnya udah lebih dari cukup buat tupo.

Tapiiii...

Baru saja sumringah menerima bonus 1,5 juta.
Saya diserang mati-matian ama upline.

Mereka marah karena saya pura-pura tupo buat dapetin bonus, dan saya cuman cuek dan ngakak aja.


Kesimpulan


Ya gitu deh, sebenarnya salah satu kelebihan para pebisnsi Oriflame adalah kami SANGAT LIHAT BRANDING, lol.
Kami diajarin buat branding, agar calon prospek kagum sama kami yang 'terlihat' sukses, lol.

Dan dengan begitu, kami gak sulit untuk merekrut, lalu menempa para member baru untuk menghasilkan penjualan agar target poin kami terpenuhi.

LAH BERARTI BISNIS ORIFLAME MENIPU dong?

ENGGAK DONG!

Kalau nipu, manalah mungkin masih bertahan sampai sekarang tuh perusahaannya.

Gak semua orang senasib dengan saya YANG BELUM PERNAH JODOH REZEKI di bisnis Oriflame kok.

Banyak juga yang berjodoh rezeki, makanya mereka betah, bertahun di bisnis tersebut, terlebih kalau mentalnya kuat, dimarahin bahkan dicaci upline mah cuek, selama level bisnis udah di Senior manager (bahkan jadi manager senior alias manager ketuaan gak naik-naik level, lol) atau director. Itu mah tiap bulan udah dapat bonus sekitar 3-4 juta.

Jadi, udah balik modal lah meski kudu tupo sendiri sebanyak nyaris 2 juta (sekarang nilai 1 poin makin mahal)

Dan yang paling penting, bisnis itu kuncinya tetap satu, yaitu KONSISTEN!

Karena banyak juga yang gak konsisten hingga akhirnya memilih mundur, bahkan ada yang sudah sampai level shapire director, yang mana cukup cetak 2 jaringan lagi udah dapat mobil CRV.

Ya gitu deh, bisnis jaringan emang complicated!
Dan hanya yang kuat mentalnya saja yang bisa bertahan :)

Jadi, masih menganggap semua pebisnis Oriflame yang sibuk branding dengan nulis status 3-5 kali sehari menceritakan kebahagiaan berbisnis Oriflame itu adalah lebay?

Gak lebay kok, cuman saja jobdesc branding kayak gitu, hahaha


Semoga #MondayBusiness ini bermanfaat


Sidoarjo, 06 Mei 2019

Wassalam

Reyne Raea

FB : Reyne Raea
IG : @reyneraea
Twitter : @reyneraea

******

25 komentar:

  1. yeiii saya jadi komentator pertama lagi...
    kalau baca tulisannya mbk rey, hanya bisa ngangguk, iya iya iya banget
    meski di beberapa hal, saya masih penasaran, iya kah?
    itu karena saya baru masuk di oriflame, belum tau rasanya naik level.
    masih di tahap proses usaha dan usaha

    btw mbk rey, my world itu aku mbk, blogku mbk
    efek ngetik di hp dan laptop, identitasku jadi berubah ubah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata Mbak ini toh...yg Pakai Akun My Word itu.✌😆

      Dari kmaren saya penasaran soalnya.hehehe....🙈🙋

      Hapus
    2. Waahh akhirnyaaaa...
      Saya bingung kemaren soalnya gak hafal mana blognya hahaha

      Ayo semangat dipelajari dan praktekin aja dulu, siapa tau jodoh rezeki kan :)

      #Kang Nata : ternyata sama juga penasaran hahaha

      Hapus
    3. Ketawa dulu ahhh

      Huahahahahaha

      Setelah ini Insyaallah gk akan ganti ganti identitas lagi, sudah kuedit profil saya, dan fix pakai yang ini, alias nama lengkap saya.

      Btw, saya sudah memenuhi PR dari kang nata di blog saya. Monggo main ke blog saya, kang!

      Hapus
    4. Pakai nama samaran gapapa kok, asal masukan alamat blognya di Profilnya, jadi kita bisa kunbal :)

      Hapus
  2. Penjelasannya detail sekali berdasarkan pengalaman mbak Rey sendiri, saya jadi ngerti deh pola bisnisnya. Tapi yg jelas nggak mau ikutan lah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaaha, sharing is caring :D
      Kalau gak yakin mending jangan sih, daripada gak berhasil lalu sakit hati.
      Tapi kalau pengen tahu, kali aja jodoh rezeki, boleh tuh ikutan hehehe

      Hapus
  3. Pengalaman, pertemanan, skill, confident, dan branding yang diperoleh, itu lebih bernilai dari hanya sekedar angka-angka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuullll banget!
      CUman kalau untuk bisnis MLM, pertemanan tidak selanggeng dan seluas kayak blogger mba.
      Karena pertemanan di bisnis MLM itu timbal baliknya gak bener kayak simbiosis mutualisme.

      Jadi punya banyak teman karena semacam pamrih hahaha :D

      Hapus
  4. Bisnis itu kalau awal2 emang nggak bisa membahas tentang penghasilan ya mbak, karena memulai bisnisa ga bisa kilat, harus gigih & ulet, insya allah hasil akan mengikuti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeettt, tapi bukan berarti seterusnya gak dibahas.
      Minimal dicatat pengeluaran dan pemasukan, biar tahu gambarannya.
      Apakah bisnis itu menguntungkan atau enggak?

      Jangan sampai udah bertahun-tahun, gak dihitung dan akhirnya tekor hahaha

      Hapus
  5. Ekstrim Dan Kreatif sekali Mamak Rey ngasih Judul Artikelnya.👍👍👍.Sukses Bikin Saya Membacanya.

    Keuntungan Oriflame Lumayan Juga Yach Untuk Menambah Penghasilan.

    Apalagi sudah dilevel Shapire Direktor, Bisa dapat Honda CRV lagi, Mobil Idaman Gue...😆

    Level Paling atas Apa yah Mbak ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah, ada level president director ke atas, yang bonus perbulannya sudah hampir mencapai milyaran :D

      Keren banget sebenarnya kalau jodoh rezeki di bisnis ini :)

      Hapus
    2. Kalau boleh tahu , Siapa sich Owner oriflame ini Mbak??

      Member diLevel president Direktor Saja bisa dapat komisi milyaran,Lah...itu berarti Ownernya Kemungkinan Besar Bakal Kebanjiran Uang Terus, dong...!

      ckckckck....asik banget ,Bisnis Ini....,☺

      Hapus
    3. hahahaha iyaaa..
      Pendirinya orang Swedia namanya, Jonas af Jochnick dan Robert af Jochnick

      sistemnya udah kuat banget, udah 52 tahun di dunia dan 32 tahun di Indonesia, jadinya ya kuat banget jaringannya :D

      Hapus
    4. jaringnya boleh ngak di pinjem buat nyari ikan di sungai ?, heheheh #koment saya berpotensi dihapus, :)

      Hapus
    5. hahahaha, buat jaring berlian juga kayaknya boleh tuh :D

      Hapus
  6. Heemmm!! Apakah saya mampu menjalankannya..??? Sebagai contoh apa yang mbak Rey jalankan untuk mendapatkan manager level 12 saja cukup kuat dan extra kerja keras.

    Bagaimana mungkin saya bisa membaca saja aku sulit...Dan hanya bisa terkesima..����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya kalau jodoh rezeki, bisa segera naik level, bonusnya lebih banyak, jadi kerjaan lebih ringan, kalau kita gunakan duit buat menyokong kerjaan kita sih :D

      Hapus
  7. Wah... memang bisnis itu berat ya. Harus berusaha keras, plus ada unsur keberuntungan juga. Kebanyakan teman saya ikutan Oriflame juga biasanya cuma beberapa bulan terus nyerah. Mungkin memang nggak semua orang punya bakat bisnis ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, sebenarnya kalau menurut saya, orang yang berhenti gak semuanya gak punya bakat bisnis, cuman saja belum jodoh rezeki di bisnis ini.

      Kalau belum jodoh, kita kelamaan stuck di bawah, jadinya tekor deh kalau gak ada perubahan :)

      Hapus
  8. Wkwkwkwk

    Lu mah modalnya berapa untungnya berapa. Balik modal aja enggak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheheh pebisnis mah balik modalnya bukan sekadar duit :D

      Hapus
  9. lumayan besar juga ya kak penghasilannya kalau sudah sampai level manager getu, tapi kalau masih baru dan pemula butuh perjuangan yang panjang ya untuk bisa sampai ke level itu :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown, auto klik spam :)