Family Gathering Di Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu


Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu 


Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu

Assalamu'alaikum :)


Sharing by Rey - #SabtuTraveling - Kali ini saya ingin berbagi review Jambuluwuk Batu Resort And Convention Hall, sebagaimana yang saya alami bisa menginap selama 2 malam di salah satu villanya pada awal bulan Februari lalu.


Sudah lama saya kepo dengan villa-villa yang terkesan unik di Batu, tapi selalu mundur setelah liat ratenya. Terlebih harga villa Jambuluwuk Batu, masuk kategori rate di atas kapasitas dompet kami, lol.



Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu, merupakan salah satu hotel di Batu yang mengusung konsep resort atau villa.

Dan lucky us, kami berkesempatan mengikuti acara gathering family kantor si papi, yang sebenarnya ikutnya pun secara terpaksa, karena saat itu baru saja pasca 3 hari selang si papi kecelakaan.

Sseperti yang sudah saya ceritakan di kisah sebelumnya, dengan berbagai drama, akhirnya sampai juga kami di Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu.
Baca : Drama Persiapan Family Gathering Yang Dipaksakan
*bentar, saya intip dulu ujung postingan terdahulu, saking lamanya jadi lupa wakakaka.

Setelah agak lama menunggu si papi yang sedang sibuk menanti intruksi pembagian kunci villa yang bakal kami tempati, saya mulai gak sabaran karena sudahlah bau muntahan si bayi, banyak orang ngerokok pula.

Review Jambuluwuk Batu
Depan lobby

Karena memang selama ini si bayi bener-bener gak pernah terkontaminasi dengan asap rokok, saya jadi sedikit parno, terlebih di bus dia sampai muntah.

Review Jambuluwuk Batu
Menuju lobby resort

Akhirnya kami menempati villa Manado yang telah didapatkan kuncinya dari panitia. Dan bersiap menuju ke villa tersebut.


Villa Manado di Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu 


Di perjalanan, saya sempat mengintip penginapan bergaya resort yang bakal kami tempati tersebut, dan sekilas memang mirip hotel kebanyakan, ternyata saya salah.

Jambuluwuk Batu terdiri dari beberapa villa dengan tipe beragam, masing-masing villa diberi nama dengan nama daerah atau kota ya? *lupa hahaha.

Jarak antara satu villa dengan villa lainnya sekitar puluhan meter, dan akses dari loby yang merupakan bangunan di depan, lumayan jauh.

Review Jambuluwuk Batu

Tapi, jangan khawatir capek jalan kok, ada beberapa angkutan berbentuk minibus terbuka yang selalu keliling mengangkut tamu yang ingin mobile dari satu tempat ke tempat lainnya.

Review Jambuluwuk Batu
angkutan resort

Apalagi, kondisi medannya yang lumayan curam, ngos-ngosan lah kalau jalan kaki, lol.
 Baca juga : Staycation Di Grand Darmo Suite, Hotel Selangkah Dari Taman Bungkul Surabaya
Villa Manado yang kami tempati sekilas mengingatkan kampung halaman masa kecil, betapa tidak.
Bangunannya semacam rumah panggung dari kayu.
Apalagi, villa Manado berada di sebuah jalan setapak, yang benar-benar mengingatkan suasana pedesaan di Sulawesi banget.

Kami sendiri menempati sebuah villa dengan 3 kamar yang lumayan luas yang terdiri dari 2 lantai.
Di lantai bawah ada beberapa ruangan seperti 1 kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, ruang keluarga dengan sebuah TV serta ruang makan dengan meja makan dekat dengan peralatan memasak, seperti kompor, panci, perlengkapan makan, ada pula kulkas serta dispenser.

Review Jambuluwuk Batu
Balkon yang ngangenin

Di lantai atas ada 3 buah ruangan dengan 2 kamar tidur yang masing-masing lengkap dengan kamar mandi di dalam, serta 1 ruangan bersantai yang terhubung langsung dengan balkon dari kayu dengan pemandangan gunung yang indah.

Kami menempati salah satu kamar di lantai atas, masing-masing keluarga mendapatkan 1 buah kamar, dan karena kami berempat, maka disediakan 3 buah bed di dalam kamar yang memang lumayan luas itu.

Setelah saya lihat di beberapa aplikasi booking online, ternyata bed yang tersedia dalam masing-masing kamar hanya ada 2, sepertinya panitia sengaja menambah ekstra bed pada kamar kami, agar gak desak-desakan tidurnya.

Padahal ye, tetep saja yang kepakai 2 bed doang, dengan posisi tidur, si papi di bagian kaki, muahahahaha.

Saya lupa sih berapa tepatnya luas kamar tersebut, tapi yang jelas muat 3 bed single dan itupun masih terasa luas banget.

Tersedia pula lemari pakaian, serta meja rias dari kayu.

Kamar mandinya juga lumayan gak terasa sempit, air panasnya Alhamdulillah bekerja sempurna, meski juga harus irit pemakaiannya kalau enggak yang mandi belakangan gak dapat air hangat hahaha.

Ada beberapa perlengkapan mandi, 2 buah handuk besar yang bersih dan wangi, serta segambreng sabun, sampho, pasta gigi dan sikat gigi.
Karena kami selalu bawa perlengkapan mandi sendiri, sabun tersebut hanya kami pakai sedikit, dan ternyata keesokan harinya diganti yang baru dong ama petugasnya.
Semua baru, handuk, sabun, sampo dan lainnya.

Ya elah, tau gitu kan dipakai aja sabunnya hehehe.

Setelah mandi dan ganti baju yang kena muntahan, kami turun ke lantai bawah untuk bikin kopi, di meja makan disediakan segambreng kopi, teh dan gula.
Saya segera memasak mie instan buat si bayi (betewe mie khusus bayi yak, bukan indomie hahaha), sambil membuatkan teh untuk si kakak, dan kopi untuk si papi.

Review Jambuluwuk Batu
santai sore di meja makan, yang lain entah ke mana hahaha

Dapur dan perlengkapannya berfungsi dengan baik, dan bersih pula.

Setelah kenyang, kami kembali ke atas, duduk sebentar di balkon memandangi pemandangan yang indah dalam balutan hujan di sore hari.
 
Review Jambuluwuk Batu
Pemandangan dari balkon
 Ternyata, villa yang kami tempati berhadapan langsung dengan kolam renang, si kakak langsung heboh mau renang, dan dijawab dengan tatapan serem ala mamak, renang di sore hari yang dingin kayak di kulkas gitu??? wkwkwk.


Jambuluwuk Club House Dan Social Bar Lounge


Malamnya kami dinner di restoran resort yang dinamakan Jambuluwuk Club House. Letaknya lumayan jauh dari villa yang kami tempati.
Well, aslinya sih gak jauh-jauh amat sampai berkilo-kilo gitu.

Tapiiii, jalannya tuh kudu naik tangga dan mendaki gitu.
Mamak nyerah deh, apalagi sedang hujan dan kudu gendong si bayi
 Baca juga : Review Ancala Inn - Hotel Ala-Ala Dekat Penanjakan Bromo
Kami lalu naik angkutan resort yang kebetulan lewat dan akhirnya duduk manis aja udah nyampai di depan resto hehehe.

Ternyata, di sana sudah banyak orang berkumpul, sepertinya panitia memang sengaja membooking tempat buat kami semua dinner.
Makanannnya over all lumayan enak, meski sebenarnya kurang beragam menurut saya.

Review Jambuluwuk Batu
Dinner

Justru yang bikin excited itu adalah breakfast-nya.

Kami juga breakfast di tempat yang sama, dengan menu yang membuat saya lupa kalau banyak orang muahahaha.

Sungguh beragam menu di pagi hari, mulai dari makanan ringan ala sarapan seperti omlet, roti, bubur ayam, pancake, gorengan, sampai makanan berat kayak nasi putih, nasi goreng, spagethy, dan lauk-lauk yang enak dan beragam.

Terus saya sarapan apa?
Yang pasti langkah pertama adalah menyerahkan si bayi ke papinya, trus saya siapin makanannya berupa bubur ayam, pakai omlet wakakakak.

Si kakak juga saya ambilin yang mana piringnya berisi sosis segambreng dan kentang, sungguh anak itu beneran lebay kayak emaknya, sok kebule-bulean wakakak

Lalu saya?
Ya makan semuanya lah hahahaha.
Gak ding, tapi yang jelas makanan beratnya cuman dikit, sisanya saya bolak balik ambil makanan penutup seperti macam-macam salad buah dan sayur, puding, buah dan semuanya.

Sekilas saya lihat sepertinya cuman kami yang menghabiskan waktu lama di resto tersebut saat sarapan. Nantilah saat siang, kami cuman dapat makan siang nasi kotak yang rasanya sungguh bertolak belakang dengan yang di resto, baru yang lain ngeluh dan nyesal karena sarapan dengan imut wkwkwk.

Hari kedua, kami masih tetap mendapat jatah breakfast di resto, menunya berbeda dengan hari sebelumnya, namun tetap beragam dan enak.
Entahlah memang beneran enak, atau mungkin pengaruh lokasi dan cuaca yang adem.

Jambuluwuk Clubhouse terletak di sebuah tempat yang kece, ada semacam balkon yang bisa kita tempati untuk makan sambil memandang pemandangan yang masha Allah cantiknya.

Di sampingnya juga ada sebuah kolam renang dengan konsep infinity pool tebing gitu.
Biasanya, tempat tersebut digunakan untuk outdoor party baik siang maupun malam.

Review Jambuluwuk Batu

Review Jambuluwuk Batu

Review Jambuluwuk Batu


Oh ya, kolam renang di resort ini ada 2 tempat, satu di tengah lokasi villa depan villa yang kami tempati, satu di dekat resto ini.

Sebenarnya, tempat ini amat sangat cantik dan menarik untuk dinikmati, sayangnyaaaa... gak bisa kami nikmati dengan baik karenaaaaaa... rempong ama anak hahaha.


Malam kedua, kami dinner di sebuah hall (haduh lupa namanya, resiko nulisnya udah lama ya gini, wakakaka).
Kebetulan malam tersebut diadakan malam ramah tamah antar semua peserta family gathering, selain mendengarkan beberapa sepatah kata dari para boss, diadakan pula doorprize yang hadiahnya sejumlah peserta yang hadir, jadi sudah dipastikan semua dapat hadiah, dan si papi kebagian coffe maker yang sampai detik ini belum kepakai, lol.

Review Jambuluwuk Batu
Si kakak sampai ketiduran saking capeknya :D

Bagi yang pengen adopsi coffe makernya boleh japri deh :D

Letak hall yang saya lupa namanya ini (kalau gak salah Sumatera hall deh, wkwkwk, soalnya saat siang terlihat atapnya mirip bangunan di Padang), lumayan dekat dari villa Manado, sayangnyaaaa.... kami kudu naik tangga yang lumayan tinggi.


Fasilitas Outbond Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu


Di hari kedua kami di Jambuluwuk Resort Batu, setelah breakfast, kami memakai fasilitas yang ditawarkan panitia yaitu flying fox.

Karena 1 keluarga hanya dapat 2 tiket, jadi saya dan si bayi memutuskan untuk pulang ke villa saja menanti papi dan kakak meluncur dari flying fox.
Baca juga : Staycation di Verwood Hotel & Serviced Residence Surabaya
Letak titik awal flying fox berada tepat di depan resto, jadi pas banget setelah makan, disuruh manjat biar gak gendut hahaha.

Review Jambuluwuk Batu
lapangan dan titik akhir flying fox

Selain flying Fox, di resort ini juga ada taman bermain buat anak, berupa lapangan yang luas, sayangnya banyak tanah lumpur yang sepertinya sih kotoran kepiting ya.
Serta mainan yang ada di taman tersebut sudah pada tua dan rusak.

Review Jambuluwuk Batu

Over all, puas menginap di Jambuluwuk (ya iyalaaahhhh... GRETONG aka GRATIS! wkwkwkwwk)

Meskipun demikian ada beberapa yang bisa saya simpulkan tentang kelebihan dan kekurangan Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu.


Kelebihan Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu


  • Semua petugasnya ramah dan helpfull, terlebih supir-supir yang mengantarkan tamu untuk mobile dari villa ke tempat lainnya.
  • Makanannya enak dan beragam, yang ini personal sih ya, entah mungkin saya kemaren kelaparan mulu saking dinginnya cuaca di Batu.
  • Pemandangannya keren, ya iyalaaahhh di Batu gitu loh, emang jual pemandangan semua para resort-nya :D
  • Villa-nya asyik, kasur lumayan empuk, sprei juga bersih dan wangi, lantai bersih, toilet pun bersih, alat mandi lengkap, air panas berfungsi.


Kekurangan Jambuluwuk Resort And Convention Hall Batu

  • Kayaknya sih lumayan pricey, muahahaha (maksud loe Rey?)
  • Kalau pas hujan gak asyik, karena mau ke resto kudu pakai payung dan nunggu angkutan.
  • Akses masuk dari jalan besarnya serem, kami suka serem kalau bus masuk dan keluar lokasi resort, karena kudu menurun dan belok tajam, sementara jalanan tersebut lumayan ramai dan kecil. 
  • Taman bermainnya kurang nyaman, karena banyak tanah lumpur, jadi anak gak bisa lari-lari tanpa khawatir penuh lumpur.

Sekian cerita yang masih kerekam di ingatan saya, gak asyik banget ya, menulis pengalaman yang udah lumayan lama berlalu.
Banyak lupanya, semacam pikun wakakaka.



Betewe, ada yang sudah pernah ke sini?
Share yuk :D

 
Semoga #SabtuTraveling kali ini bermanfaat :)


Sidoarjo, 06 April 2019

Wassalam

Reyne Raea

14 komentar :

  1. waduh ngeri juga ya teh kalau teman bermainnya penuh lumpur...itu tambang inkonvensional atau taman teh rey, wkwkckk dan satu lagi teh, kok mobilnya mirip mobil ambulan ya, apalagi kursinya,ih serem,ha-ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. penuh lumpur kecil2 sih, kayak kotoran kepiting gitu :D
      Wkwkwk masa sih, kayak angkot kok :D

      Hapus
  2. Yang punya blog...kayaknya sedang mempersiapkan diri dalam menghadapi puasa yach...sebab koment2 diartikel sebelumnya ngak di satroni... :)

    setelah saya baca tulisan ini, ternyata yang menonjol itu adalah pemandangan alamnya yach.... dan satu lagi acara makan2nya.... sebab mungkin lebih menikmati dibanding rekan2 yang lain.

    ohy..benaran isi kardus dekat si kakak itu mau dijual ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. huhuhuhu.. si mamak Rey kalau weekend rada hectic, eh tiap hari hectic sih, tapi kaau weekend lebih sering keluyuran, kalau enggak ke event, ajak anak main di luar, biar liat peradaban dikit, masa dikurung mulu dalam rumah ahhahaha.
      Insha Allah besok dibalas komen-komennya, yang sungguh udah numpuk hahahaha

      Hapus
  3. Benar juga kata si kakak, lihat kolam renang nggak tahan pengin berenang walaupun dingin, krn saya sendiri yg lama nggak renang aja lihat fotonya yg kece juga hawanya pengin renang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, kolam renang emang selalu menggoda untuk diceburin ya :D

      Hapus
  4. Di kawasan yang dingin begitu kolamnya ndak dihangatkan ya mbak? Berkaca di Bali, ada resort yang didataran tinggi yang menghangatkan kolamnya. Jadi kapan aja kita bisa berenang dengab nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Batu pas siang apalagi ada matahari, jadinya ga dingin2 banget kok, masih bisa lah buat berenang tanpa menggigil, tapi kolam renang di dekat club house itu sering dijadiin pol party malam hariu loh, sampai pada nyebur malam2 hahaha

      Hapus
  5. Wah iya ini kalau musim ujan nggak rekomen banget ya mbak, rempong pasti, ga bisa foto2 outdoor juga, padahal viewnya bangus banget

    BalasHapus
  6. Jadi, demikianlah perjalanannya membikin iri to the max.

    BalasHapus
  7. asyik juga nih rest nya masih natural getu, pasti betah ya kak kalau ada family gathering lagi disana, wah jadi pengen ikutan juga deh ;)

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, percuma ninggalin link di dalam kolom komentar, karena otomatis terhapus :)

Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)