Senin, Maret 18, 2019

Ingin Berinvestasi Saham, Enaknya Di Mana Ya?

pixabay

Assalamu'alaikum :)

Di tengah gempuran gaya hidup yang semakin beragam dan menggoda, tentunya saya masih bersyukur karena ternyata kampanye tentang segala sesuatu berupa financial masih juga terus digalakan.

Hal ini yang membuat saya tidak lupa akan hari tua, hari esok yang mana mungkin saja kita tidak lagi bisa seproduktif seperti masa sekarang.
Hari-hari pada masa pensiun yang seharusnya bisa kita nikmati tanpa harus takut memikirkan biaya hidup lagi.

Untuk itu, berinvestasi adalah salah satu kunciannya di antara beragam cara lainnya.
Baca : Berani Memikirkan Hari Tua Nanti
Dan di antara beragam investasi yang ada, investasi saham merupakan salah satu yang digemari banyak orang zaman sekarang.


Kak Eveline menjelaskan tentang pentingnya investasi

Berinvestasi Saham, Enaknya Di Mana Ya?


Apa itu investasi saham?

Saham biasa disebut dengan surat berharga, lebih berharga dari sekadar surat cinta, *eaaaa..
Mengapa disebut surat berharga?
Karena saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan / badan usaha.

Bayangin, saat orang lain jungkir balik membangun perusahaan, kita bisa saja loh menjadi salah satu pemilik perusahaan besar, caranya dengan membeli saham perusahaan tersebut.

Bagaimana caranya saham memberikan kita sebuah keuntungan?

Pada umumnya, ada 2 keuntungan yang kita dapatkan saat berinvestasi saham, yaitu :

  • Dividen, yaitu  pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham. Jadi saat kita berinvestasi dengan membeli saham di perusahaan tersebut, maka secara langsung, kitapun akan menerima pembagian laba tersebut. Jadi, pastikan berinvestasi saham di perusahaan yang sehat dan dengan kinerja yang baik ya, biar keuntungan kita juga lebih banyak.
  • Capital Gain, atau kenaikan harga saham, yaitu keuntungan yang diberikan perusahaan kepada kita para pemegang saham, dari selisih harga jual dan harga beli saham tersebut. Untuk itu pastikan harga jual lebih tinggi dari harga beli. Mengapa harga jual dan beli saham selalu berubah? karena aktivitas perdagangan di bursa efek.
 Meskipun demikian, investasi saham juga punya resiko yang sama besarnya dengan keuntungannya.

  • Capital loss, yang merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu turunnya harga jual saham, sehingga nilai saham kita ikutan turun dan jika kita mencairkan saat itu, maka kita akan mengalami kerugian.
  • Suspend, yaitu saat saham yang kita beli terkena suspend karena berbagai masalah, seperti harga saham turun drastis dalam kurun waktu yang singkat, perusahaan pailit, atau perusahaan yang tidak memenuhi syarat dari bursa efek. Saat saham yang kita beli di suspend, maka kita tidak bisa mendapatkan apa-apa, karena saham tersebut tidak bisa dijual belikan hingga suspendnya ditangguhkan.

Kalau melihat keuntungan dan resiko yang bakal kita dapatkan, rasanya ngeri juga ya jika harus berinvestasi saham.

Tapi, liat keuntungannya menggoda banget.

Bayangin,  jika kita punya uang 50 juta, kita gunakan berinvestasi saham dengan membeli saham sebuah perusahaan yang bernilai 5000 per lembar, maka kita bakal mendapatkan 10,000 lembar saham perusahaan tersebut.

Lalu, tiba-tiba harga jual saham naik menjadi 6000 per lembar, maka jika saat itu kita menjual saham tersebut, kita bakal mendapatkan keuntungan 1000 per lembar dengan total 10 juta rupiah.
WOW banget kan :D

Tapi liat resikonya bergidik juga.

Bayangin, jika saham yang kita beli di atas, tiba-tiba harga jualnya turun hingga 4000 per lembar, maka kerugian kita adalah 10 juta rupiah.
Sedih gak tuh, SEDIH BANGET LAH REY!

Lalu, gimana dong? masa iya pasrah saja ?
Jawabannya adalah, dengan HANYA BERINVESTASI DENGAN MEMBELI SAHAM DI PERUSAHAAN YANG SEHAT DAN PENUH KREDIBILITAS YANG BAIK serta PAHAMI DENGAN BENAR CARA KERJA SAHAM YANG KITA BELI.

Oke, baiklah...
Saya mundur saja deh!

Bagaimana bisa?
Orang-orang seperti saya, yang sungguh gagap ekonomi, yang menghitung uang ribuan saja mesti pakai kalkulator, yang terheran-heran melihat para akunting meributkan selisih pembukuan 1000 rupiah (ye kan, anggap saja uang tersebut jadi biaya lain-lain, kan beres, gitu aja repot!/ demikianlah pola pikir anak tehnik yang anti ekonomi, lol)

Lalu dipaksa kudu bisa menilai kinerja sebuah perusahaan, lalu dipaksa pula memahami cara kerja saham seperti di bursa efek gitu?
Yang ada, semua kerjaan utama bakalan terbengkalai deh, sibuk pelototin nilai-nilai saham, sampai mata jadi juling saking bingungnya hahaha.

Oleh karena itu, betapa hadirnya seseorang yang amat sangat mengerti hal tersebut, membantu kita agar tak perlu sibuk lagi mempelajari semua itu, agar bisa membeli saham tanpa harus jadi detektif sendiri menilai kinerja perusahaan yang bakal kita beli sahamnya, amat sangat dibutuhkan.

Orang tersebut yang disebut dengan MANAJER INVESTASI.
Salah satunya melalui Reksa Dana Manulife Aset Manajemen Indonesia atau yang biasa disebut MAMI


Reksa Dana Saham Manulife


Minggu 17 Maret 2019 kemarin, saya bersama puluhan blogger Surabaya dan sekitarnya, menghadiri undangan #KopdarInvestarianMAMI untuk yang terakhir kalinya dalam acara #InvestarianSUB4 di Open Oven Bistro Kitchen Maxone Hotel jalan Tidar Surabaya.


Setelah di 3 kali pertemuan sebelumnya kami telah banyak mempelajari tentang apa itu MAMI, apa itu reksa dana, macam-macam reksa dana, dari reksa dana pasar uang, hingga cara menghitung kebutuhan kita dalam berinvestasi reksa dana.
Baca : Cara Menyusun Prioritas Hidup Ke Dalam Angka
Pun juga membahas dengan detail tentang investasi reksa dana syariah MAMI.
Baca : Bijak Mengelola Harta Dengan Investasi Reksa Dana Syariah Terbaik
  
Hingga akhirnya sampai juga di bagian yang paling menggiurkan sekaligus menantang, dialah reksa dana saham Manulife.



Apa Itu Reksa Dan Saham Manulife?

Reksa dana saham Manulife adalah investasi yang unitnya ditanam pada pasar saham, sama dengan penjelasan di atas, yang mana investasi saham adalah membeli saham di sebuah perusahaan, saham tersebut berbentuk surat berharga yang membuktikan bahwa kita adalah salah satu pemegang saham di perusahaan tersebut, yang mana berhak menerima keuntungan perusahaan juga.

Lalu, apa beda investasi saham sendiri dan melalui reksa dana saham Manulife?

Tentu saja beda, karena :

  • Reksa dana saham Manulife, instrumennya telah disaring sesuai strategi investasi , kondisi ekonomi dan atau politik terkini, yang mana kesemuanya amat sangat mempengaruhi kondisi saham di bursa efek. Sedang investasi saham sendiri tanpa ilmu yang mumpuni bakalan hanya semacam gambling.
  • Reksa dana saham Manulife, modalnya sangat terjangkau, minimal 10ribu sudah bisa berinvestasi, karena modal yang ada dihimpun dari ribuan investor . Sedang investasi saham sendiri butuh biaya yang besar untuk membeli saham di perusahaan yang sehat dan bonafid.
  • Reksa dana saham Manulife, pergerakan saham selalu dipantau dan dapat dialihkan jika kinerja saham tidak sesuai ekspektasi. Sedang investasi saham sendiri bakalan membuat kita menghabiskan banyak waktu untuk memantau pergerakan saham iu sendiri.


Dengan kata sederhananya adalah, reksa dana saham manulife adalah kita dibantu oleh manajer investasi yang sudah ahli dalam dunia investasi dan segala hal mengenai saham tersebut.


Memilih Investasi Reksa Dana Yang Tepat







Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), hadir lebih dekat kepada masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi zaman sekarang, salah satunya berkolaborasi dengan para blogger, agar bisa membantu memberikan pengetahuan tentang keuangan dan investasi kepada masyarakat luas melalui tulisan.

Dengan itulah diadakan event #KopdarInvestarianMAMI yang berbentuk seminar pengenalan reksa dana Manulife kepada para blogger untuk disebarkan ke khalayak.

Pak Legowo

Niat baik MAMI, bukan semata mencari keuntungan dengan mengumpulkan banyak orang untuk diprospek seperti yang biasa terjadi di mana-mana.
Namun MAMI memberikan ilmu kepada masyarakat, agar lebih mengerti niat baik MAMI mengajak kita semua untuk lebih bijak dalam mengelola harta dan keuangan, serta memikirkan hari tua nanti.

Saya, adalah salah satu orang yang sangat beruntung, bisa mengikuti ke-4 event kopdar bermanfaat tersebut dan mendapatkan banyak sekali ilmu finansial, yang sesungguhnya sebelumnya saya amat sangat awam terhadap hal tersebut.

Bukan hanya mengenal investasi reksa dana Manulife yang beragam, kami juga diajarkan cara memilih investasi berdasarkan kebutuhan dan kemampuan kita sendiri.



Misal, saya ingin berinvestasi untuk dana pendidikan kuliah si kakak yang masih butuh waktu sekitar 10 tahun lagi, maka investasi yang tepat saya lakukan adalah melalui reksa dana saham.

Mengapa harus reksa dana saham?
Karena reksa dana saham memiliki tingkat fluktuatif yang tinggi, sehingga hanya lebih cocok jika kita mengambil jangka waktu yang panjang untuk menikmati hasilnya.

Meskipun demikian, bukan berarti kita menunggu sampai waktunya dipakai baru sahamnya dijual.
Pastikan melakukan berbagai strategi, untuk meminimalis terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, misal kerugian.

Misal, saya berinvestasi saham untuk jangka waktu 10 tahun, di tahun ke-8 saya sudah harus lebih jeli mencari waktu yang tepat untuk memindahkan jenis investasi reksa dana tersebut ke jenis yang lebih punya fluktuatif sedang bahkan rendah.

Agar saat dana investasi tersebut diperlukan, tidak akan terjadi hal-hal yang merugikan kita.


Saya amat sangat berterimakasih banyak atas ilmu yang diberikan team MAMI selama 4 kali Kopdar menyenangkan tersebut.
Karena bukan hanya bisa menyebarkan ilmu menarik dan bermanfaat tersebut, namun juga karenanya saya bisa mengenal dan membuka akun di klikmami untuk mulai berinvestasi.

Cihuy, menang live tweet, Alhamdulillah

Teman-teman semua juga bisa kok ikutan berinvestasi, caranya mudah banget :


Caranya :
  • Kunjungi website MAMI di www.klikmami.com
  • Buat akun dengan mengeklik LINK INI dan isilah data-data yang diminta dengan benar sesuai data KTP masing-masing.
  • Untuk kolom paling atas (Kode ajakMAMI Sponsor) bisa diisi dengan REYNEJ6M
  • Setelah akun terverifikasi, maka kita siap membeli unit yang diinginkan.
  • Masih bingung? hubungi LANI, sebuah aplikasi chat yang ada di website KLIKMAMI, atau hubungi customer servise MAMI:
Telp : (021) 2555 22 55 atau 0804 1 222555
Email : mami_customer_id@manulifeam.com
Website : www.reksadana-manulife.com


Semoga manfaat :)

Sidoarjo, 17 Maret 2019

Wassalam

Reyne Raea

FB : Reyne Raea
IG : @reyneraea
Twitter : @reyneraea

******

95 komentar:

  1. Untunglah saya ngak ikut acara ini, kalau saya ikut, saya khawatir tidak bisa menangkap apa yang sedang dibahas, karena sibuk liatin sosok " Mbak eveline " hihihihi......*canda oy... !!*

    BalasHapus
  2. Sepertinya enak main reksadana saham ini mbak, returnnya tinggi.. hehe tapi tetep resikonya juga tinggi.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai jangka waktu yang lama aja mba, trus cuekin aja, jangan diintip2, nanti setelah menjelang dibutuhkan dananya baru diamati, pas naik dipindahkan ke jenis lain yang ga terlalu menantang resikonya hehehe

      Hapus
  3. Saya harus SAVE dulu infonya mbak, makasih ya...anyway, happy banget ya mbak kalo bsa ikutan invest begini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya mba, beneran lagi semangat mau invest, pengen invest trus lupakan, Jadi gak diintip mulu biar gak merasa rugi jhahahaha

      Hapus
  4. wah kopdar nih, sekalian nambah ilmu investasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iu ga ada applikasinya ya? dengar2 sekarang invetasi jadi lebih mudah dengan applikasi. kemarin sy lihat ada banyak applikasi yg bisa dicoba untuk investasi.

      Hapus
    2. Ada websitenya kok, namanya klikmami.com, bisa diakses di mana saja :)

      Hapus
  5. Widih keren teteh rey bahas saham juga,jadi bisa nambah pengetahuan untuk anak muda seperti saya,tolong ajari saya mbak,he-he

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha sama ya, saya juga baca mengenai saham di blognya.
      Saya malah belajar banyak dari postingannya, secara saya juga masih awam :D

      Ilmunya ya gara2 ikutan kopdar kemaren itu :D

      Hapus
  6. Mami ini mirip reksadana ya teh,kalau menurut saya secara pribadi sih bagus teh,mungkin bisa teteh rey bisa jelaskan lebih detail tentang mami kepada saya,he-he

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAMI itu Manulife Aset Manajemen Indonesia, yaitu suatu badan yang mengelola aset Manulife berupa reksa dana.
      Badan tersebut bertindak sebagai manajer investasi, yang membantu para investor awam mengelola uang mereka dengan baik :)

      Hapus
    2. Wih keren ya teh rey,kita sekarang bisa investasi ditemani seorang manajer,he-he,jadi kepingin ikut reksadana juga di MAMI,secara keuntungan reksadana sepertinya cukup menjanjikan bagi kita yang takut untuk terjun ke dunia saham,alasannya ya jelas karna ada manajer investasinya,jadi menurut saya menarik sih untuk reksadana,nanti gabung reksadana ah,he-he 😀

      Hapus
    3. Biar tidak salah tanggap nantinya,direksadana juga sebenarnya ada saham juga loh,hanya saja saham yang dikelola di reksadana ditangani oleh pihak manajer investasi,nanti mereka juga dapat fee dari kita dari keuntungan yang didapat,pada dasarnya di reksadana ada penggabungan investasi,baik itu saham,obligasi,dll yang layaknya seperti seorang chef yang sedang membuat sebuah maksnan,dimana agar makanan tersebut enak,chef tersebut harus pandai memadukan adonan dan resep masakannya,begitu juga dengan reksadana,agar untung maka menajer investasipun harus pandai memadukan instrumen investasi yang dikelolanya,menurut saya sebagai seorang pemula sih begitu,he-he 😀

      Hapus
    4. Iyaaa, bener seperti itu kok :D

      Di Reksa dana MAMI emang ada banyak pilihan investasinya, salah satunya saham.

      Ada juga reksa dana campuran yang mana terdiri dari macam2 instrumen :)

      Hapus
  7. Saya sendiri sudah mulai invest Saham awal tahun ini. Udah pernah rugi, tapi udah pernah untung juga, hihi. Tapi bagi yang nggak punya waktu banyak untuk mempelajari laporan keuangan perusahaan dan segala tetek bengeknya, Reksadana Saham bisa jadi pilihan ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhaa... coba ikut yang ada manajer investasinya say, emang lebih kecil, tapi aman.
      Dan juga, bisa konsultasi dulu, langkah apa yang harus kita ambil.

      Kalau menurut teori, invest saham itu sebijaknya menggunakan uang 'nganggur' yang rencananya baru terpakai di atas 7 tahun kemudian, jadi saat kita invest, udah biarin aja gitu, jangan diintip mulu hahaha.

      Nanti setelah 2 tahun sebelum dipakai duitnya, kita udah mulai pantau tuh, kapan harga saham naik, cepat alihkan ke jenis yang lebih rendah resikonya.

      Tujuannya, agar saat dibutuhkan nanti, kita gak kecele karena takutnya harga saham lagi jatuh.

      Semua itu bisa dikonsultasikan dengan manajer investasi kok :)

      Hapus
  8. wah informasi yang sangat bermanfaat mbak rey, thank you, aku save dulu, siapa tau nanti pgn juga investasi di MAMI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama say, ayo kita berinvestasi, apalagi Meta masih muda, masih punya banyak waktu untuk memperbanyak saldo investasinya :D

      Hapus
  9. RD ku masih pilih yang Pendpatan Tetap dan Pasar Uang. Mudah-mudahan kelak bisa berani pilih RD Saham atau Campuran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tertarik yang saham mba, guaya yaa hahahaha :D

      Hapus
  10. Beberapa tahun yang lalu, suami juga ingin invest reksa dana, tapi enggak jadi. Ada beberapa hal harus dipertimbangkan. Nanti dech, saya ngobrol-ngobrol lagi, kan sudah membaca ulasan ini, siapa tahu berubah pikiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saran saya mending mba pelajari ilmu dasarnya dulu mba.
      Waktu awal saya dapat undangan kopdar ini, saya males banget.
      Secaraaa, saya kurang paham dan gak mau paham ama yang namanya investasi dll itu.
      Pun juga udah parno takut di prospek hahaha

      Ternyata enggak.
      MAMI beneran hanya ingin berbagi ilmu, menyebarkan ilmu kepada banyak orang, biar orang berinvestasi karena bener2 paham kalau investasi itu penting, bukan karena gak enak di prospek wakakakak

      Dan MAMI juga keren abis, mereka sadar, ilmu financial itu agak sulit di cerna, makanya dibagi sampai 4 kali pertemuan, dan akhirnya kami jadi lebih mengerti tentang ilmunya dan sadar betul bahwa investasi itu penting adanya :)

      Hapus
  11. Ooh aku baru tau tentang MAMI ini. Aku juga lagi nyoba investasi reksadana Manulife tapi bukan pakai MAMI. Cuss ah langsung meluncur ke web MAMI dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan mba, bisa tanya-tanya dulu di LANI kok :)

      Hapus
  12. Belum pernah cobain hahaha. Sekarang cuma investasi ke emas saja, Kak. Tapi, teteup, jadi banyak informasi yang saya peroleh dari postingan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang invest emas ya kak, cuman kalau invest emas nyimpannya di rumah, rasanya was-was mulu takut di curi orang hahahaha

      Hapus
  13. Nah yang bikin aku bergedik juga adalah ketakutan harganya terjun bebas lalu aku rugi puluhan jeti itu nyeseknya lebihin pas asma kambuh mb Rey makanya emang iya kudu pilih2 juga ya di perusahaan yang kredibilitasnya takdiragukan lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakkaka, jangan invest saham pakai duit yang mau dipakai dalam waktu dekat momsay, kalau duitnya mau dipakai dalam waktu dekat, pilih reksa dana lain, kayak pasar uang atau pendapatan tetap kayak obligasi gitu.

      Lebih aman, meskipun gain nya juga gak sebesar saham :D

      Hapus
  14. Dulu pernah ikut investalk mengenai saham beginian mba..
    memang sih kalau untung dan harga baru naik, yaa bagai kan di atas awan tapi kalau harga pas lagi anjlok yaa siap-siap buat berlapang dada :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lagi anjlok, biarin aja mba, dengan catatan jangan pakai duit yang akan dipakai dalam waktu dekat.
      kalau adanya duit mau dipakai dalam waktu dekat, mending invest di reksa dana pasar uang atau lainnya yang resikonya gak gede2 amat :)

      Hapus
  15. Aku dulu sempet ikut reksa dana tapi yg produk syariahnya. Lumayan bantu sih. Cuma investsi jenis ini harus diingat adalah investasi jangka panjang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, ada juga reksa dana syariah manulife kok, dan kalau shaam sebaiknya untuk jangka panjang :)

      Hapus
  16. baca 10rb sudah bisa berinvestasi koq saya jadi tertarik hihihi (receh amat ya saya) eh tapi memang investasi itu penting sekali, mau ke webnya dulu ahhh cari infonya lagi :D

    BalasHapus
  17. Ak punya reksa dana mba sampai sekarang geletak tak terjamah, infonya sangat bermanfaat jadi m lihat reksa dana ku

    BalasHapus
  18. aku belum pernah nyicip invest di reksadana, tapi langsung terjun di saham aja. hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, langsung di saham juga bagus sih, asal tau cara-caranya, jadi ga gambling :)

      Hapus
  19. saat ini investasi yang saya lakukan masih di seputaran deposito dan emas saja, say. Masih belum kepikiran mau main saham, dll :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaaa, saya juga sebelum tau ilmunya males banget main saham, tapi setelah ngerti jadi ngeh dan jadi tau pentingnya investasi saham :)

      Hapus
  20. Tapi baca tulisan ini tiba-tiba jadi tertarik mau ikutan reksa sana juga. Hmmm sepertinya sa harus cari tahu lebih banyak tentang reksa dana nih :)

    makasih infonya, say :*

    BalasHapus
  21. aku udah beberapa kali baca artikel tentang saham, juga nontonin yutub terkait reksadana. tapi mau nyoba untuk invest kok ya masih maju mundur. masih mikir "gimana nanti kalo rugi ya?" haha.. belum siap mental menghadapi kerugian.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha, kalau saham usahain pakai dana yang masih lama dipakai mba, jadi gak rugi pas dijual :)

      Hapus
  22. Kak, ajar juga dooong tentang investasi reksadana ini, semacam menggiurkan.
    biar bisa kaya bareng *upsss :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk OKB, orang kaya bareng.
      Jadi ingat MLM deh saya hahaha

      Hapus
  23. sjk kerja di bank, aku ngerti ttg investasi di reksadana dan obligasi. kalo dulu taunya cm tabungan dan deposito, skr nambah ilmunya :D. malah jujurnya, aku ga main di deposito lagi sjk tau reksadana . Ngerti banget ttg ini aku jg ga sih rey. tp di bank ku ada Specialist investment yg paham begini. palingan aku tanya dulu ke dia, apa yg sebaiknya di beli, apa yg sbaiknya dilepas.

    Produk manulife di kantorku juga ada, tp aku cendrung milih manulife utk asuransi aja. skr ini asuransi jiwa dan kesehatan aku dan suami, masih percaya ama manulife :D. apakagi account officer yg handle rekening manulifeku helpful banget. selalu inform kita ttg progress dan promo2 yg sdg ada di manulife. aku suka account officer yg care begini :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahh orang bank datang wkwkwkwk

      Iya mba, saya malah yang model2 finansial gini agak lelet ngertinya, beruntung banget ikutan acara MAMI deh.

      Manulife emang lagi berkembang banget ya, suami saya juga agen asuransi Manulife hehehe

      Hapus
  24. wah referensi baru nih. Kukira Mnulife itu cuma nyediain asuransi kesehatan aja. Ternyata ada reksa dana juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iyaaa.. banyak yang pikir demikian :D

      Hapus
  25. Aku juga udah puyeng duluan nih kalo harus prediksi naik turun saham, bawaannya pengen nyerah aja hehehe.

    Lebih enak kalo pake Manulife gini aja yah mbak, investasi jangka panjang jadi gak perlu ribet mikirin dan duitnya pun gak kepake buat keborosan yang unfaedah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya mba, lebih aman juga, karena ada manajer investasi yang bakal memilih tempat berinvestasi dengan aman :)

      Hapus
  26. Aku udah punya akun KlikMAMI, Sempat beli juga, cuma recehan aja sih. Sayang belum aku telateni betulan, padahal kalau mau rutin beli hasilnya lumayan.

    BalasHapus
  27. Kalau untuk uang, saya maunya investasi yang rendah risiko aja, deh. Suka ngeri kalau risikonya tinggi. Coba saya baca-baca dulu website klikmami

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya mba, biasanya resiko tinggi, pendapatan juga tinggi :)

      Hapus
  28. Aku suka roaming kalo udah ngomongin reksa dana dan saham, Mba, hihi. Itulah mungkin gunanya manajer investasi ya, untuk mempermudah kita utk beinvestasi kayak gini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha aslinya sama mba, makanya emang lebih enak pakai manajer investasi :D

      Hapus
  29. Klo ngomongin invest saham yg kebayang klo hrgnya jatuh walaupun ga ngerti tp katanya bikin bangkrut. Yg aman katanya reksa dana. Btw sy mash investasi manual , nabung emas heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, reksa dana biasanya ada manajer investasi yang bantuin kita milih invest yang bener :)

      Hapus
  30. Jujur nih aku buta bangey masalah investasi saham. Ngertinya cuman investasi emas sama tanah aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya sih hampir sama mba, bedanya emas dan tanah berbentuk barang :D

      Hapus
  31. I have to learn more and more about investment. I cannot decide things that I don’t understand, so I better learn that from you as well as the other experts.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya mba :)
      Mending cari yang aman aja ke yang ahli :D

      Hapus
  32. Aku juga termasuk yang masih maju mundur mau invest saham nih mba hahah belum siyaap mental �� perlu bnyakin belajar dulu nih

    BalasHapus
  33. Nah ini nih yang bikin Reino Syahrini kaya raya. Investasi saham. Suamiku pernah cobain tapi gak telaten. Baru sebentar dibeli, udah dijual lagi sahamnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhehehe, makanya diam2 aja kaya hahaha
      Iya mba, kalau sering dijual cepat g bakal keliatan hasilnya, mending dipindahkan aja ke instrumen lain :)

      Hapus
  34. Aku juga baru belajar reksadana, pengen traveling tapi ogak nabung di bank, bakal kalah dengan inflasi. Makanya aku suka ikut belajar reksadana seeprti ini

    BalasHapus
  35. Wah kalau reksadana saham memang paling cocok buat kita kita nih yang baru saja memulai berinvestasi dan tidak cape cape melotoin layar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mpo, daripada gambling, mending pakai manajer investasi reksa dana manulife :D

      Hapus
  36. Referensi baru nih mbak asuransipun ternyata ada reksa dana juga noted yah mbak kadang suka gk ngerti sama asuransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda mba, meskipun sama-sama Manulife, tapi ini beda management ama asuransi, ini khusus reksa dana namanya MAMI :)

      Hapus
  37. Harus lebih dicermati lagi klo soal program2 keuangan begini. Kayaknya memang lebih enak kalau ada yang menjelaskan langsung he he

    BalasHapus
  38. jual-beli saham itu bikin darah tinggi, hahaha. Mendingan investasi aja, maksudnya for long term jadi ga panik ketika harga turun di short term.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba, invest saham pakai dana yang akan dipakai bertahun2 kemudian :)

      Hapus
  39. Aku lagi mulai belajar tentang investasi saham nih, pengen banget mulai tapi masih belum paham haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheheh, bisa tanya-tanya di CS MAMI mba, namanya LANI :)

      Hapus
  40. Aku pun udah inves di raksa dana Manulife ini. Walopun cuma dikiiiiit banget. Yang sukanya, laporan dari Manulife ini detail banget. Kayak ke nasabah penting berdana besar aja. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya mba, jadi lebih enak ya kalau kita mau ngecek tiap bulan :)

      Hapus
  41. Investasi memang penting yak..aku jg sdh nyoba inves di manulife online ini. Blm ditambah tambah tapinya hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, gapapa.. nanti bisa ditambah, biar lebih banyak mba :D

      Hapus
  42. Alhamdulillah jadi ngerti sekarang kak mapa itu reksadana, apa itu saham. Ternyata harus jeli melihat kondisi dan kebutuhan kita juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, disesuaikan dengan kemampuan kita dan juga kebutuhan kita :)

      Hapus
  43. Dulu Babe rahimahullah ikutan beli saham ini. Dan fluktuatif.
    Kalau pas untung, belum bisa diambil kan yaa...diputar lagi untuk modal.
    Tapi kalo pas jatuh, hiiks~ sedih.

    Akhirnya Babe stop.

    BalasHapus
  44. Kayaknya mba udah 2 kali ya ikuta kopdar investasi manulife ini ya, acaranya sepertinya seru ya, mudah2an acara serupa juga diadakan di medan, karena peminat investasi pasar modal disana tuh masih sedikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe 4 kali mba, Alhamdulillah jadi ngeh banget tentang reksa dana Manulife :)

      Semoga dibaca ama pihak MAMI ya, mereka bakal senang banget tuh bikin kopdar di sana :)

      Hapus
  45. mantap euy insinyur teknik sipil bahas reksa dana sampe jelasin capital gain, capital loss, deviden ama suspend segala.. josshhh!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. bhahakakakakaka... saya baca ulang dan takjub dong, big thanks untuk MAMI deh, gara2 ikutan 4 kali kopdar, saya jadi lebih ngeh istilah ekonomi hahaha

      Hapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar dengan nama dan url yang lengkap, mohon maaf, spam, link hidup dan unknown akan langsung dihapus :)