Sunday, July 29, 2018

Berani Memikirkan Hari Tua Nanti


Assalamu'alaikum :)

Pernah gak kita memikirkan hari tua kita nanti seperti apa?
Saat usia sudah tidak muda lagi.
Saat tenaga sudah tidak seperti masa muda kita saat ini.
Saat anak-anak kita sudah sibuk dengan keluarganya sendiri.
Saat saudara-saudara kita juga sudah tak berdaya seperti kita.
Saat kulit penuh keriput dan rambut memutih.

Saya takut mikirin hal tersebut, jadi biasanya sih saya skip, dengan anggapan menyerahkan semua kepada Allah.
Insha Allah bergantung penuh pada Allah dengan penuh usaha.
NAMUN BENARKAH KITA SUDAH BENAR-BENAR BERUSAHA?


Belajar dari sebuah video

Bermula dari sebuah video yang menggambarkan suatu cerita hidup :
  • Usia 22 tahun, pertama kali terima gaji.. Hura-hura dulu ah, mumpung gaji pertama. Investasi? entar aja ah, nikmati dulu semasa muda dan single.
  • Usia 25 tahun, jatuh cinta.. Ternyata cinta butuh biaya karena harus diperjuangkan. Investasi? nantilah, cinta lebih penting.
  • Usia 27 tahun, akhirnya menikah. Waktunya mengeluarkan uang untuk pre wedding, MUA, pesta yang meriah, bahkan bulan madu. Investasinya? mmmmm... bentar deh, orang biaya nikah aja minus, entarlah kalau hutang-hutang akibat nikah lunas.
  •  Usia 29 tahun, buah hati lahir. Saatnya belanja barang-barang lucu buat baby. Lalu, inventasinya kapan?. Apa? Investasi? orang biaya susu dan popok mahal, belum imunisasi, perlengkapan ini itu.. mana ada sisa buat investasi.
  • Usia 35 tahun, terharu... anak akhirnya masuk SD, tapi kok ternyata biaya masuk SD bagus itu mahal banget. Investasi dong, buat masa depan. Gimana ya? mau sih investasi, tapi uang terkuras buat masuk SD anak, belum lagi SPP perbulannya yang lumayan menguras dompet.
  • Usia 41 tahun, akhirnyaaa anak masuk SMP, biaya juga makin terasa besar ya. Makanya investasi, biar keuangan bisa lebih teratur. Iya, pengen banget investasi, tapi beneran nih, tiap bulan ngos-ngosan dengan biaya hidup yang semakin banyak, plus apa-apa makin mahal.
  • Usia 51 tahun, nangis terharu, anak akhirnya menikah, biar gak malu ama besan harus bikin acara yang mentereng nih. Katanya mau investasi? usia mulai memperlihatkan diri loh. Hhmmm... nantilah, setelah anak nikah, biar sekalian lepas tanggung jawab orang tua.
  • Usia 55 tahun. PENSIUN!.. Tak ada lagi yang akan mengingatkan investasi, KARENA SEMUA SUDAH TERLAMBAT.

Flashback 10 tahun yang lalu

Saya beneran ketampar banget oleh video yang saya liat tersebut, seolah berkaca pada kisah saya selama ini. (Pura-pura) tidak memikirkan masa depan, selalu menolak investasi. Jangankan investasi? nabung saja jarang banget.
Lalu? masa iya, saya bakal kayak nasib orang di video tersebut? menjalani masa pensiun dengan penuh penyesalan?

Saya di 10 tahun yang lalu..

Saat itu saya sudah bekerja.
Jangan tanya punya tabungan berapa?
Karena hal itu sudah pernah ditanyakan berkali-kali oleh mama dan kakak saya.
Mereka menginginkan saya lebih bijak mengolah keuangan, membatasi hal yang diinginkan dan hanya mengeluarkan uang untuk hal yang dibutuhkan.

Dulu, dengan sedikit kesal saya hanya bisa menjawab :
"Bagaimana bisa nabung? orang gaji nyaris gak cukup tiap bulan? harus bayar kos, belum juga makan, hidup mandiri itu sulit!" demikian alasan saya.

Padahal kenyataannya, iya sih kudu bayar kos, tapi setiap weekend adaaa saja alasan untuk menghamburkan uang.
Entah itu makan di mall yang jelas-jelas lebih mahal dari pada warung dekat kos, karaokean bareng teman-teman, belum lagi ditambah kebiasaan keluyuran di mall setiap pulang kerja, alhasil pulang sambil menenteng tas belanjaan yang isinya baju lucu. Iyaaa.. beli barang HANYA KARENA LUCU!

Karena pola hidup seperti itu, tahun 2009 saya menikah dengan biaya 100% dari orang tua (memalukan ya, hiks).
Tahun 2010 saya akhirnya punya anak, jangankan ingat investasi? nabung aja kembang kempis.

Setelah 10 tahun dari masa itu.

Di sinilah saya, tertampar keras oleh video tersebut.
Mulai menyesali masa lalu, dan kemudian tersadar.
UNTUK APA DISESALI? GAK ADA GUNANYA JUGA!
Daripada sibuk menyesal, mending stop pola hidup tanpa rencana seperti selama ini, dengan MULAI BERINVESTASI, BUKAN MULAI MEMIKIRKAN INVESTASI!

Apa sih manfaat Investasi? Apa bedanya dengan Menabung?


Pada prinsipnya, investasi sama aja dengan menabung, sama-sama berarti menyimpan dana untuk digunakan di hari mendatang.
Bedanya, kalau menabung, dana yang kita simpan akan tetap mengendap seperti itu, bahkan berpeluang dicuri inflasi, sedang investasi adalah, mengelola dana simpanan kita, sehingga berkembang dan mengalahkan inflasi.

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Dan inflasi inilah yang diam-diam bakal mencuri dana yang kita tabung, jika tidak dikembangkan.

Contoh nyata inflasi seperti dalam kehidupan kita sehari-hari, jika dulu kita bisa membeli semangkuk mie ayam komplit yang enak dengan harga enam ribu rupiah saja, saat ini mie ayam tersebut bisa kita nikmati dengan harga sekitar minimal 15 ribu rupiah.
Ibarat kita menabung uang 15 ribu untuk bisa membeli 2 mangkuk mie ayam di masa mendatang, karena inflasi, uang yang seharusnya bisa membeli 2 mangkuk mie ayam tersebut, nyatanya hanya bisa membeli 1 mangkuk mie ayam saja.

*Jadih sedih... dan lapar, lol.

Apa yang ada dipikiran kita saat mendengar kata investasi?


 "Tipu-tipu!"
"Bodong!"
"Susah dipahami!"
"Butuh modal besar!"
"Resiko tinggi!"
"Harus rutin menyetor uang!"

Ada yang sepikiran dengan saya?
Kalau iya, mari kita tos, hehehe.

Salah satu banyak alasan yang menguatkan (pembenaran) alasan saya malas berinvestasi adalah hal-hal menakutkan di atas tersebut.

Banyaknya berita gak asyik baik melalui media sosial atau televisi, membuat saya ogah yang namanya 'main-main uang'.
Kalau mau saving ya nabung, gak usah aneh-aneh dan susah-susah memikirkan investasi yang memang sulit dipahami oleh orang awam ekonomi kayak saya.

Terlebih kalau ditawarin REKSA DANA MANULIFE.

Reksa Dana Manulife Oleh MAMI


Investasi dengan reksa dana  Manulife?
Ah ogah!
Sudah punya asuransi!

Sudah pasti itu tanggapan pertama saya, Manulife emang identik dengan asuransi.
Tapiii...
Ternyata, reksa dana Manulife itu beda banget ama asuransi.

Reksa Dana Manulife dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), yang telah hadir di Indonesia sejak tahun1996.
Sejak awal hadir, MAMI telah mendampingi masyarakat Indonesia, baik individu maupun korporasi,  melalui beragam solusi investasi berkualitas, termasuk reksa dana.

Komitmen tersebut membuat MAMI mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu manajer investasi terbesar di industri reksa dana dan pengelolaan dana secara eksklusif di Indonesia.
Per September 2017, MAMI mengelola dana masyarakat sejumlah Rp60 triliun.
Atas prestasinya itu, berbagai penghargaan telah diterima oleh MAMI, baik dari dalam negeri maupun yang berskala internasional, antara lain Top Investment House in Asian Local Currency Bonds di tahun 2015, 2016, dan 2017 dari The Asset Benchmark Research, Best Fund House di tahun 2015 dan 2016 dari Asia Asset Management.

Kredibilitasnya pun tidak perlu diragukan, karena terdaftar dan diawasi sepenuhnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kopdar Investarian MAMI

Bersama mom blogger @noninge, kembaran saya dalam hal tanggal, bulan dan tahun lahir :D
Beruntungnya saya, Sabtu 28 Juli 2018 kemarin, bertepatan dengan ulang tahun saya *ehem.
Saya seolah dihadiahi pemikiran baru oleh universe.

Saya menghadiri acara Kopdar Investarian Mami, yang diadakan di Bangi Kopitiam Surabaya.

Dan dari acara tersebutlah, saya seolah mendapat pencerahan di hari ulang tahun kali ini.

Saya harus berubah jadi pribadi yang lebih baik, demi masa depan yang lebih baik, salah satunya dengan mempersiapkan hari tua di masa produktif seperti sekarang, dengan BERINVESTASI.

Acara tersebut dihadiri oleh bapak Legowo Kusumonegoro, selaku direktur PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia, yang banyak memberikan pencerahan tentang investasi Reksa Dana Manulife.

bapak Legowo Kusumonegoro

Acara yang direncanakan hanya berlangsung selama 2 jam saja tersebut harus molor 1,5 jam karena besarnya minat peserta yang kepo akan investasi demi masa depan.

Pak Legowo menjelaskan, untuk berinvestasi, kita bisa memilih banyak jenis investasi yang sesuai dengan kemampuan kita, seperti :
  • Tabungan bank, dengan dana, waktu pengelolaan dan pengetahuan yang minim, mudah dicairkan jika dibutuhkan namun punya kekurangan tidak bisa mengalahkan inflasi.
  • Emas, dengan dana, waktu pengelolaan dan pengetahuan yang sedang, mudah dicairkan namun juga punya kekurangan tidak bisa mengalahkan inflasi.
  • Properti, dengan dana besar, waktu pegelolaan sedang dan pengetahuan minim, bisa mengalahkan inflasi namun sulit dicairkan (jika tidak pandai menjual).
  • Pasar modal (saham dan obligasi), dengan dana sedang, waktu pengelolaan dan pengetahuan yang besar, bisa mengalahkan inflasi dan mudah dicairkan.
  • Reksa Dana, yang bisa kita lakukan dengan dana, waktu pengelolaan dan pengetahuan minim, namun hasilnya bisa mengalahkan inflasi dan mudah dicairkan.
Karena investasi di manapun, dalam bentuk apapun pasti bakal butuh dengan yang namanya :
  1. Uang atau modal yang bakal diinvestasikan, setidaknya sejumlah minimun dari setiap instrumen investasi.
  2. Pengetahuan, karena dalam berinvestasi kita butuh memutuskan, kapan kita beli investasi, kapan kita jual.
  3. Waktu, untuk memonitor setiap instrumen yang kita miliki.

Reksa dana adalah program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan  pengelola aset yang biasa disebut manajer investasi.

Ibarat bahasa awamnya, saya pengen investasi di pasar modal, beli saham, tapi gak punya pengetahuan, pun gak punya modal besar, padahal maunya ingin beli saham di perusahaan A, B bahkan C yang kelihatan sedang berkembang.
Nah, daripada pusing sendiri, mending duitnya saya kasih ke seorang manajer investasi yang profesional, agar bisa dikelola dengan baik, dan bisa dipakai membeli saham-saham yang kita inginkan karena dananya barengan orang lain.

Tapi kan sekarang banyak investasi bodong??

Maka dari itu, teliti dengan baik, jangan serakah.
Bapak Legowo menjelaskan, ada caranya membedakan mana investasi bodong, mana yang terpercaya :
  1. Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  2. Hanya menawarkan 2 peluang, yaitu : Low risk, low return dan High risk, high return. Jika ada yang menawarkan potensi investasi dengan iming-iming Low Risk High Return, sudah dipastikan itu adalah investasi bodong.

Apa sih kelebihan investasi di Reksa Dana Manulife?


Ada beberapa kelebihan investasi Reksa Dana Manulife, yaitu :
  1. Semua transaksi dengan investor dan calon investor didasarkan pada edukasi, jadi gak ada pemaksaan dari pihak MAMI ke calon investor untuk menjadi investor di MAMI. Hal ini membuat investor memilih investasi Reksa Dana Manulife karena sadar akan kebutuhannya sendiri, bukan hanya karena ikut-ikutan.
  2. Hemat biaya, reksa dana Manulife tidak membebankan biaya pembelian, maka 100% dana investor menjadi dana investasinya, tanpa ada potongan sedikitpun.
  3. Bisa Online. Semua transaksi investor seperti jual, beli atau alihkan serta memonitor pertumbuhan investasinya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui website klikmami.com.
  4. Ada LANI (Layanan Investasi MAMI) yang siap membantu masalah kita setiap hari pukul 08.00 -  22.00 WIB, melalui telepon, email bahkan live chat.

Reksa Dana Pasar Uang


Di Reksa Dana Manulife,  ada beragam jenis investasi yang ditawarkan, salah satunya Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki potensi Low Risk Low Return dan sangat cocok untuk pemula seperti saya.
Reksa Dana Pasar Uang, seperti namanya adalah investasi yang terdiri dari deposito, saham maupun obligasi.

Kelebihan Reksa Dana Pasar Uang adalah :
  • Stabil, sehingga gak bikin deg-degan orang yang ingin jadi investor pemula kayak saya.
  • Tolok ukurnya adalah deposito 1 bulan (netto setelah pajak).
  • Bisa dibeli dan dicairkan kapan saja.
  • Investasi minimal sangat terjangkau yaitu mulai 10 ribu saja.
Cara berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang adalah :
  1. Melakukan pembelian (Subscription) unit Reksa Dana.
  2. Investasi akan berkembang yang pastinya bakal melewati naik turun harga unit reksa dana.
  3. Unit Reksa Dana dapat ditukar (Pengalihan/Switching) dengan unit lainnya, kapanpun kita mau.
  4. Pencairan (redemption) bisa dilakukan kapanpun, jika dirasa nilai investasi telah berkembang cukup banyak, kita  bisa mencairkan unit reksa dana dan menikmati hasilnya.
  5. Kesemua proses transaksi di atas, bisa dilakukan melalui online di klikmami.com.

Harapan saya di hari tua nanti bersama investasi Reksa Dana Manulife


Alhamdulillah, bersyukur banget mendapatkan pencerahan berharga tentang hari tua tepat di usia saya yang bertambah kemarin.
Dengan berinvestasi melalui Reksa Dana Manulife, saya berharap bakal bisa melewati masa tua dengan tenang dan bahagia karena sudah mempersiapkan biayanya.

Seperti impian saya selama ini, yang setia ada di dalam doa-doa saya setiap harinya.
Agar Allah memberikan izin kepada saya, untuk bisa mendampingi anak-anak saya hingga nanti mereka dewasa dan mandiri.
Dan saat mereka mandiri, saya bisa tersenyum melihat kebahagiaan mereka, tanpa merepotkan anak-anak tersebut.

Masih ada belasan tahun yang saya miliki, sebelum memasuki usia pensiun.
Memang sedikit terlambat, TAPI... BETTER LATE THAN NEVER BUKAN?

Jangan sampai saya ikut merasakan penyesalan di usia pensiun seperti isi video yang saya jabarkan di atas tadi.
Dan video itu sangat benar!
Itu bukan sinetron, tapi gambaran nyata kehidupan yang ada sekarang ini.

Kalau teman-teman sudah menyiapkan apa untuk hari tuanya nanti?
Siapkanlah mulai sekarang.
Karena hari esok gak ada yang tahu.

Untuk yang ingin ikutan berinvestasi di Reksa Dana Manulife seperti saya, bisa memulai buat akun sendiri di klikmami.com ya, bisa dengan mengeklik LINK INI.
Setelah muncul halaman klikmami, jangan lupa klik 'SETUJU' lalu di halaman selanjutnya isi kolom 'Kode ajakMAMI Sponsor' dengan kode REYNEJ6M, dan isi semua kolom yang ada dengan data diri yang benar.

Biar gak ribet, hubungi saya di WA 0878 5519 0482 saja ya :)

Informasi lainnya seputar Investasi Reksa Dana Manulife bisa di liat di :


 Semoga bermanfaat :)


TPJ AV - 29 Juli 2018

Love

8 comments:

  1. Jadi lebih hati-hati dalam memegang uang nich :D

    ReplyDelete
  2. Betul mbak, hari tua itu seperti inflasi ..hantu yg tak tampak hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, harus dipersiapkan sejak sekarang ya :)

      Delete
  3. Apakah Anda mencari pinjaman bisnis, pinjaman pribadi, pinjaman rumah, mobil
    pinjaman, pinjaman mahasiswa, pinjaman konsolidasi utang, pinjaman tanpa jaminan, usaha
    modal, dll .. Atau apakah Anda menolak pinjaman oleh bank atau keuangan
    institusi untuk satu atau lebih alasan. Anda di tempat yang tepat untuk
    solusi pinjaman Anda! Saya adalah pemberi pinjaman pribadi, saya memberikan pinjaman kepada
    perusahaan dan individu dengan suku bunga rendah dan terjangkau
    2% Bunga. Silakan hubungi kami melalui email
    greatfuturefinancialservices@gmail.com

    ReplyDelete
  4. Pengetahuanku jadi nambah ttg investasi reksadana, keinginan utk investasi reksadana buat persiapan pensiun suami 11 th mendatang, jadi tak ragu lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaahh langsung investasi ya mba? Keren deh, masih ada 11 tahun lagi.
      Emang sebaiknya dimulai dari sekarang ��

      Delete
  5. iya harus lebih hati-hati memilih, jangan sampai kena investasi bodong ya mbak..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan meninggalkan komentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...